'Happy Little Soul' Mengajak Anak untuk Bahagia Sejak Kecil

. 3 min read

Belajar memahami anak menjadi salah satu kewajiban orang tua yang kerap jadi persoalan. Mengingat dunia anak yang penuh warna dan petualangan, setiap kesempatan memasukinya selalu berakhir sebagai tantangan. Maka tak heran banyak muncul buku parenting bagi orang tua dengan beragam teori dan contoh praktis sehari-hari. Harapannya tumbuh kembang anak bisa diawasi dengan baik, serta orang tua bisa jadi contoh ideal bagi anaknya. Tapi benarkah selamanya demikian?

Retno Hening, melalui buku terbarunya Happy Little Soul, menghadirkan gaya parenting yang berbeda. Tidak melulu soal materi ajar kaku, teori ruwet, hingga cara jadi sosok ideal, dan lain-lain, Happy Little Soul tampil sebagai buku yang ditulis sederhana dan rendah hati mengajak anak dan orang tua berbahagia bersama sejak dini.

Mengenali Emosi

Bukan berlatar belakang sebagai psikolog, buku Happy Little Soul pun tidak berisi pakem-pakem gaya pengasuhan anak hasil beragam studi terbaik. Sebaliknya, buku yang dikemas dengan halaman berwarna-warni dan layout ikonik itu mengisahkan interaksi sehari-hari Retno Hening dengan anaknya yang baru berusia 3,5 tahun bernama Mayesa Hafsah Kirana.

Awalnya Retno hanya mengunggah cerita-cerita singkatnya bersama sang anak Kirana via akun Instagram-nya (@retnohening). Isinya beragam, mulai dari tingkah menggemaskan Kirana dalam bentuk video singkat berdurasi beberapa detik hingga trik-trik Retno ketika hendak mengajarkan kebaikan-kebaikan pada Kirana. Banyak yang kemudian terinspirasi dengan tulisan Retno sampai kemudian viral dan dirangkum menjadi Happy Little Soul. Salah satunya adalah cara Retno mengenalkan kepekaan rasa pada Kirana.

“Aku membiasakan Kirana agar mengenali emosinya sejak kecil. Misal kalau lagi ngelukis, aku sering nanya, ‘suka enggak?’, atau saat Kirana jatuh dan sedih, aku pun merespons cepat. Selain itu, aku juga menyetok bacaan-bacaan yang menyentuh perasaan, semisal kisah semut yang suka gotong royong, dan lain-lain. Tujuannya satu, agar Kirana memahami empati,” ujar Retno.

Karenanya, ada satu video lucu ketika Kirana hendak melewati segerombolan semut, Kirana dengan polosnya berkata, “Permisi, Ant. Kirana mau lewat.” Tampaknya apa yang berusaha Retno sampaikan pada Kirana mengenai tenggang rasa pada sesama pun diresapi Kirana. Kuncinya adalah menyampaikannya dengan cara menyenangkan, seperti pertanyaan-pertanyaan simpel serta lewat buku-buku bacaan favorit anak.

A young girl with curly hair wearing a striped outfit laughing as her brunette mom throws her in the air, Salvador
Photo by Thiago Cerqueira / Unsplash

Ibu Harus Happy

Peran seorang Ibu ketika memiliki anak, tidak hanya mendampingi keseharian anak hingga tumbuh dewasa. Namun juga sigap menjawab setiap pertanyaan kritis dan daya pikir anak yang tak sering kali tak terduga. Mungkin banyak orang tua yang kerap letih dan bingung menghadapinya, bahkan tak sedikit yang stress. Di sinilah titik poin yang disoroti Retno. Sebenarnya mengasuh anak mulai dari mencintai, menyayangi, hingga mengajari hanyalah memiliki satu tips: jadilah ibu yang happy.

Karena dengan jadi ibu yang happy, anak yang menerima kasih sayang dan cinta pun jadi lebih mudah menerimanya. Jika Retno menemukan caranya jadi bahagia dengan merekam memori tumbuh kembang anak dan mengajaknya belajar sambil bermain, maka ibu-ibu lain pastinya bisa menemukan caranya tersendiri atau mungkin punya trik yang serupa. Asalkan dilakukan dengan bahagia, maka anak pun terstimulus untuk bahagia juga sejak kecil. Ketika kebahagiaan sudah mengambil peran, niscahya apa pun pola asuh dan didiknya jadi lebih mudah diterima dan ringan.

Maka, ketika ada orang tua yang hampir menyerah dan stress mengurus anak, Retno kerap menyampaikan pesan lewat bukunya, “Bersyukurlah, Ibu. Allah memercayakan malaikat kecil dari surga untuk menjadi teman hidup kita, teman bermain, teman berbagi, teman beribadah, teman yang hanya wajahnyalah kita temukan ketenangan dan kekuatan.”

Menggaet Gelar Book of The Year 2017 dari IKAPI

Sejak diterbitkan pada April 2017 lalu, buku Happy Little Soul sudah dicetak ulang sampai enam kali. Bahkan pada ajang pameran tahunan Indonesia International Book Fair Festival (IIBF) 2017 pada September ini, buku karya Retno ini menyabet penghargaan sebagai Book of The Year.

Retno Hening tidak pernah menyangka bukunya akan mengantarkannya pada penghargaan tersebut. Bahkan ketika pembukaan pre-order-nya yang laris-manis saja tidak pernah bisa ia sangka akan kejadian. Ia hanya ingin berbagi cerita tentang caranya memahami anak dengan penuh cinta dan kasih sayang,bahwa mengajak anak untuk memilih bahagia sejak kecil adalah cara terbaik tumbuh dewasa. Mau ikut terinspirasi?