Grand Blue Dreaming: Komedi Absurd dari Lembaran Baru di Kota Pesisir
Transisi dari masa sekolah ke masa perkuliahan emang selalu bikin penasaran ya, Grameds. Kayaknya hal ini dirasakan juga sama semua orang, termasuk tokoh utama dalam manga Grand Blue Dreaming karya Inoue Kenji dan Kimitake Yoshioka ini. 🎒😅
Sebagai mahasiswa baru yang datang dari perantauan, Iori Kitahara datang dengan ambisi penuh untuk memulai babak baru dalam kehidupannya. Akan tetapi, terkadang impian cemerlang bisa berubah menjadi mimpi buruk yang menantang.
Kira-kira mimpi buruk apa yang mengancam awal-awal perjalanan Iori di dunia kampus? Yuk, kita selami kisahnya lewat artikel ini! 🤿✊
Sinopsis Grand Blue Dreaming
Setelah lulus sekolah, Iori Kitahara pindah ke sebuah kota pesisir untuk memulai kehidupan barunya sebagai mahasiswa. Ia tinggal di toko selam milik pamannya, membayangkan hari-hari kuliah yang menyenangkan, seperti bertemu teman baru, mendekati gadis-gadis cantik, dan menikmati masa muda yang terasa bebas tanpa batas.
Di kepalanya, masa ini adalah kesempatan emas untuk menjadi versi diri yang lebih keren dari sebelumnya. Akan tetapi, realitas tak berjalan sesuai skenario. Alih-alih menjalani kehidupan kampus yang tenang dan penuh romansa; Iori justru terseret ke dalam klub selam yang anggotanya lebih sering berpesta daripada berlatih menyelam.
Di tengah kekacauan itu, mungkinkah Iori bisa bertahan? Atau justru ia mampu menemukan makna baru di balik kekacauan klub selam yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya?
Kehidupan di Kota Pesisir yang di Luar Ekspektasi
Senior-senior yang nyeleneh, pesta dadakan, dan berbagai situasi memalukan menjadi menu utama hari-harinya sejak awal semester. Ketimbang romansa, bunga, dan kata-kata penuh cinta; hari-harinya justru dipenuhi minuman keras, kehebohan tanpa arah, dan situasi memalukan yang datang silih berganti.
Puncaknya: ketika ia terpaksa datang hanya mengenakan celana dalam pada saat hari pertama kuliahnya karena malam sebelumnya ia terjebak pesta minum-minum bersama para seniornya.
Klub selam yang ia bayangkan seperti lautan yang tenang dan penuh dengan suasana pantai yang indah; ternyata menyimpan sisi liar yang tak pernah ia duga sebelumnya.
Baca juga: Higehiro: Kisah Hangat Tentang Rumah, Batasan, dan Kedewasaan yang Menggugah Hati!
Komedinya Absurd, Pesannya Mendalam
Di balik elemen komedinya yang absurd, Grand Blue Dreaming menyimpan momen-momen yang cukup menyentuh dan memotivasi. Iori yang awalnya takut air dan enggan terlibat serius dengan klub selam, perlahan belajar menghadapi ketakutannya.
Meski dikelilingi dengan orang-orang yang absurd dan berperilaku random, tetapi justru dari merekalah ia didorong agar berani melangkah keluar dari zona nyaman, melalui tindakan-tindakan di luar nalar yang menjadi komedi tersendiri.
Seiring dengan pertumbuhan Iori sebagai karakter, seri ini juga menyelipkan dinamika pertemanan yang hangat. Interaksi Iori dengan sepupunya, Chisa dan Nanaka, serta para senior dan teman-teman barunya yang kerap menghadirkan momen kocak sekaligus menggemaskan.
Tingkah laku para karakter memang sering kali berlebihan, tetapi justru dari sanalah nuansa akrab itu tampak semakin nyata.
Ada Adaptasi Animenya Lho!
Grand Blue Dreaming merupakan seri manga karya Kenji Inoue dan Kimitake Yoshioka yang pertama kali dirilis di Jepang pada tahun 2014 oleh penerbit Kodansha. Seri ini masih berlanjut dengan total 25 volume di Jepang, dan dikenal sebagai salah satu manga komedi dewasa yang cukup populer dalam satu dekade terakhir.
Selain populer sebagai manga, cerita ini juga mendapatkan adaptasi anime berjudul Grand Blue, yang tayang pada tahun 2018. Adaptasi animenya berhasil membawa humor absurd dan karakter-karakter nyeleneh ke layar dengan energi yang sama kocaknya. Banyak penggemar anime yang awalnya tidak membaca komiknya kemudian jatuh cinta pada seri ini karena gaya komedinya yang unik dan tempo yang cepat.
Daya tarik utamanya terletak pada kombinasi komedi over-the-top dan ilustrasi ekspresif yang sangat mendukung lelucon visualnya. Ekspresi wajah para karakter yang ekstrem menjadi ciri khas yang membuat pembaca sulit menahan tawa. Selain itu, latar kota pesisir dan dunia diving memberikan nuansa segar yang jarang diangkat dalam komik komedi kampus.
Sangat Relatable dengan Kehidupan Anak Kampus!
Grand Blue Dreaming dikenal karena humor yang tak kenal ampun dan penuh akan kejadian-kejadian yang membuat pembaca ngakak terpingkal-pingkal.
Para penggemar sering memuji bagaimana komik ini mampu mengungkap kegilaan dunia kampus, mulai dari pesta minum-minum, hangatnya persahabatan, hingga momen-momen canggung yang sangat relate dengan kehidupan anak muda.
Bahkan, tidak sedikit yang mengatakan bahwa volume pertama saja sudah cukup untuk membuat mereka ketagihan dan terus mengikuti seri ini dari awal hingga sekarang.
Di Indonesia, Grand Blue Dreaming diterbitkan oleh m&c di bawah lini Akasha, yang memang dikenal menghadirkan komik dengan segmentasi pembaca dewasa. Mengingat adanya tema dan unsur dewasa seperti minuman keras dan visual seksual yang sering muncul pada seri ini, tentunya dengan sensor penyesuaian konten yang mengacu ke aturan penerbitan di Indonesia.
Bagi pembaca yang mencari komedi kampus dengan energi liar, ilustrasi ekspresif, dan latar kota pesisir yang segar, seri ini bisa jadi pilihan yang tepat.
Siap ikut menyelam, atau justru tenggelam dalam kekacauan klub selam paling absurd ini? Kamu bisa dapatkan semua seri manga Grand Blue Dreaming di Gramedia.com!
Selamat membaca dan selamat menyelam ke dunia cerita yang lebih seru! 🤿✨
Koleksi Komik Seru Lainnya!
Kalau Grameds suka dengan kisah Grand Blue Dreaming, kamu juga bisa menyelami beberapa komik di bawah ini:
1. Slam Dunk – Inoue Takehiko
Ketika SMP, Hanamichi Sakuragi telah ditolak oleh 50 orang cewek. Dengan pengalaman pahit seperti itu, saat baru masuk SMA Shohoku, ia jatuh cinta pada pandangan pertama, pada Haruko Akagi! Seorang gadis cantik, yang tiba-tiba saja bertanya padanya, “Kamu suka basket?” Dan satu kata inilah yang membuat kehidupan SMA seorang Hanamichi menjadi jauh lebih baik!!
2. Arakawa Under the Bridge – Nakamura Hikaru
Di bawah jembatan Sungai Arakawa, seorang pemuda elit bernama Riku bertemu dengan Nino, gadis misterius yang hidup sebagai gelandangan. Pertemuan yang tak lazim itu menyeret Riku keluar dari dunia serba teratur yang selama ini ia kenal, menuju kehidupan penuh keanehan bersama komunitas eksentrik yang tinggal di sana.
Apa yang awalnya tampak seperti komedi romantis biasa perlahan berubah menjadi eksplorasi tentang identitas, cinta, dan makna “normal”. Dengan humor absurd dan karakter-karakter nyeleneh, Arakawa Under the Bridge menghadirkan kisah yang unik, menggelitik, sekaligus menyentuh secara tak terduga.
3. Kaguya-Sama, Love Is War – Aka Akasaka
Miyuki Shirogane dan Kaguya Shinomiya terlihat seperti pasangan sempurna. Keduanya sama-sama cerdas, berprestasi, dan dihormati di akademi elit mereka. Namun, di balik citra elegan itu, tersimpan perasaan yang tak pernah diucapkan. Mereka berdua saling menyukai, tetapi gengsi membuat mereka menolak untuk mengaku lebih dulu.
Alih-alih pernyataan cinta yang manis, yang terjadi justru perang strategi penuh intrik. Setiap interaksi berubah menjadi medan pertempuran psikologis untuk memaksa lawan menyerah terlebih dahulu. Cerdas, kocak, dan penuh taktik tak terduga, seri ini membuktikan bahwa dalam urusan cinta, harga diri bisa menjadi senjata paling tajam.
4. Komi Sulit Berkomunikasi – Tomohito Oda
Komi dikenal sebagai gadis cantik yang membuat seluruh kelas terdiam kagum. Namun, di balik pesona itu, ia menyimpan satu kesulitan besar untuk berkomunikasi. Setiap sapaan terasa seperti tantangan, setiap percakapan berubah menjadi kecanggungan yang melelahkan.
Beruntung, ia bertemu Tadano, siswa biasa yang menyadari perjuangan Komi dan bertekad membantunya meraih impian sederhana, memiliki seratus teman. Perlahan, kisah ini berkembang menjadi komedi hangat tentang kecemasan sosial, penerimaan diri, dan keberanian kecil yang berarti besar.
5. Haikyu!!: Fly High! Volleyball! – Haruichi Furudate
Shoyo Hinata jatuh cinta pada voli sejak melihat seorang pemain bertubuh kecil bersinar di lapangan. Meski minim pengalaman dan fasilitas, ia tetap berjuang membentuk tim saat SMP, hanya untuk berakhir dengan kekalahan telak dari Tobio Kageyama, sang “Raja Lapangan”. Kekalahan itu bukan akhir, melainkan awal dari tekad yang membara.
Saat masuk SMA Karasuno, Hinata justru dipertemukan kembali dengan rivalnya, kali ini sebagai rekan satu tim. Dari sana dimulailah perjalanan penuh latihan keras, dinamika tim, dan pertandingan intens yang menggetarkan.
Jangan lupa juga manfaatkan promo Comic Universe Februari untuk koleksi komik terbitan Elex Media, m&c!, dan BIP dengan diskon hingga 25%. Cek langsung di Gramedia.com sebelum periodenya berakhir!
Baca juga: Kokuho: Ambisi, Warisan, dan Kerasnya Dunia Kabuki
✨Oh iya, jangan lupa cek promo spesial lainnya di Gramedia.com supaya belanjamu makin hemat dan bermakna! ⤵