Film The Odyssey: Christopher Nolan Hidupkan Lagi Kisah Pulang Paling Legendaris Sepanjang Masa!
Perang selalu punya garis akhir. Namun, tidak semua orang cukup beruntung untuk menemukan jalan pulang.
Selama hampir tiga ribu tahun, dunia mengenal Odysseus sebagai pahlawan yang membantu Yunani memenangkan Perang Troya. Tapi di sini, Christopher Nolan justru memilih menceritakan bab yang jauh lebih manusiawi: tentang perjalanan seorang raja yang harus mempertaruhkan segalanya demi bisa kembali pada keluarganya.
Lewat The Odyssey, Nolan mengangkat epos klasik karya Homer menjadi sebuah petualangan fantasi berskala besar yang memadukan aksi, mitologi, dan pergulatan manusia melawan takdir. Di balik para dewa, monster, dan kutukan, film ini sesungguhnya berbicara tentang satu hal yang sangat sederhana: kerinduan untuk pulang.
Didukung deretan aktor papan atas Hollywood, visual spektakuler, dan sentuhan khas Christopher Nolan yang selalu bermain di antara realitas, waktu, dan psikologi manusia, The Odyssey menjelma jadi salah satu film paling dinantikan tahun ini.
Siap berlayar bersama Odysseus, Grameds? βοΈ
Sepuluh Tahun Setelah Menang Perang, Rumah Masih Terasa Terlalu Jauh π

Bagi Odysseus (Matt Damon), perang ternyata bukan ujian terbesarnya.
Setelah membantu Yunani memenangkan Perang Troya, Raja Ithaca itu berlayar pulang dengan satu harapan sederhana: kembali menemui istrinya, Penelope (Anne Hathaway), dan putranya, Telemachus (Tom Holland).
Namun murka Poseidon mengubah pelayaran itu menjadi pengembaraan yang nyaris tak berujung.
Laut mempertemukannya dengan penyihir, makhluk-makhluk mitologi, pulau-pulau asing, hingga godaan yang perlahan mengikis keyakinannya untuk pulang. Setiap langkah menuju Ithaca selalu dibayar dengan kehilangan baru.
Di saat yang sama, Penelope dan Telemachus juga menghadapi perang mereka sendiri. Para pelamar mulai memenuhi istana, menganggap Odysseus telah lama mati. Takhta perlahan diperebutkan, sementara harapan untuk berkumpul sebagai keluarga terus memudar.
Dan semakin lama Odysseus terombang-ambing di lautan, semakin besar kemungkinan rumah yang ingin ia selamatkan tak lagi menjadi miliknya ketika akhirnya ia kembali.
Baca juga: Drakor Agent Kim Reactivated: Saat Seorang Ayah Kantoran Ternyata Lebih Berbahaya dari yang Dikira!
Kisah Berusia Hampir 3.000 Tahun yang Tak Pernah Benar-Benar Usang π

Jauh sebelum hadir sebagai film terbaru Christopher Nolan, The Odyssey telah lebih dulu dikenal sebagai salah satu karya sastra paling berpengaruh sepanjang sejarah. Epos karya Homer yang diperkirakan lahir pada abad ke-8 sebelum Masehi ini terus diterjemahkan, dipelajari, dan diadaptasi lintas generasi.
Yang membuatnya bertahan bukan semata kisah tentang para dewa atau monster, melainkan tema-tema yang tetap terasa dekat hingga hari ini: keluarga, kehilangan, kesetiaan, identitas, dan harga yang harus dibayar untuk kembali menjadi diri sendiri.
Tak heran jika Nolan memilih kisah ini sebagai proyek berikutnya. Cerita yang telah hidup selama ribuan tahun itu masih menyimpan pertanyaan yang sama relevannya dengan manusia modern.
Untuk menghadirkannya ke layar lebar, proses produksi dilakukan di enam negara, mulai dari Yunani, Italia, Maroko, Islandia, Skotlandia, hingga Malta, memanfaatkan banyak lokasi nyata agar dunia Odysseus terasa semakin autentik.
Dengan anggaran mencapai sekitar US$250 juta, film berdurasi 173 menit ini sekaligus menjadi proyek terbesar sepanjang karier sutradara legendaris ini.
Baca Kisah Seru Lainnya di Sini!
Bukan Sekadar Adaptasi, Ini Cara Christopher Nolan Menulis Ulang Sebuah Legenda π¬
Mengadaptasi salah satu epos terbesar sepanjang sejarah jelas bukan perkara sederhana. Mungkin itulah alasan Christopher Nolan memilih melakukannya dengan pendekatan yang sama ambisiusnya.
Untuk pertama kalinya sepanjang kariernya, Nolan menjadikan mitologi Yunani sebagai panggung utama. Namun seperti karya-karyanya sebelumnya, ia tidak sekadar menawarkan tontonan berskala besar. Di balik visual spektakuler, Nolan tetap menempatkan manusia sebagai pusat cerita.
Ambisi itu juga terlihat dari sisi teknis. The Odyssey menjadi film pertama yang direkam sepenuhnya menggunakan kamera IMAX generasi terbaru yang dikembangkan khusus bersama IMAX. Teknologi tersebut memungkinkan skala visual yang jauh lebih imersif tanpa mengurangi intensitas ekspresi para pemain.
Kalau kisah yang telah bertahan hampir tiga milenium ini berhasil membangkitkan rasa penasaranmu, kini saatnya melihat bagaimana Christopher Nolan menerjemahkannya ke layar lebar. The Odyssey dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 15 Juli 2026.
Sebelum ikut berlayar bersama Odysseus, intip dulu trailer resminya di sini! π₯
Para Dewa, Raja, hingga Penyihir yang Menghidupkan Mitologi Yunani Ini π

Dunia The Odyssey terasa megah bukan hanya karena kisahnya, tetapi juga berkat deretan aktor yang dipercaya menghidupkan karakter-karakter ikonik dari mitologi Yunani.
- Matt Damon sebagai Odysseus, Raja Ithaca yang terkenal cerdas, penuh strategi, dan tak pernah berhenti mencari jalan pulang.
- Tom Holland sebagai Telemachus, putra Odysseus yang tumbuh tanpa kehadiran ayahnya dan memilih memulai pencarian sendiri.
- Anne Hathaway sebagai Penelope, Ratu Ithaca yang bertahan menghadapi tekanan para pelamar sambil tetap menaruh harapan pada kepulangan suaminya
- Robert Pattinson sebagai Antinous, pelamar paling berpengaruh yang menjadi ancaman terbesar bagi keluarga kerajaan Ithaca.
- Lupita Nyong'o memerankan dua tokoh sekaligus, Helen of Troy dan Clytemnestra, dua perempuan yang memiliki peran penting dalam sejarah Perang Troya.
- Zendaya sebagai Athena, dewi kebijaksanaan yang menjadi pelindung sekaligus pembimbing Odysseus sepanjang perjalanannya.
- Charlize Theron sebagai Calypso, nimfa yang berusaha menahan Odysseus agar tetap tinggal bersamanya selamanya.
Dengan kombinasi aktor lintas generasi dan karakter-karakter legendaris, The Odyssey menghadirkan semesta mitologi yang terasa sama megahnya dengan cerita yang menginspirasinya. Sebab pada akhirnya, perjalanan Odysseus tidak hanya dibentuk oleh tujuan akhirnya, tetapi juga oleh setiap sosok yang ia temui di sepanjang jalan. π±ποΈ
Belum Siap Berpisah dari Dunia Mitologi? Lanjutkan Petualanganmu Lewat Buku-Buku Ini π
Mitos Yunani memang punya satu kebiasaan unik: sekali masuk ke dunianya, rasanya sulit berhenti di satu cerita saja. Jadi kalau The Odyssey sukses membuatmu penasaran, lima buku ini bisa menjadi pelabuhan berikutnya! β
1. The Song of Achilles β Madeline Miller
Kalau The Odyssey menunjukkan perjuangan Odysseus setelah perang, The Song of Achilles mengajakmu kembali ke awal semuanya lewat sudut pandang Patroclus dan hubungannya dengan Achilles selama Perang Troya. Hangat, tragis, sekaligus manusiawi. Cocok untuk kamu yang ingin melihat sisi emosional di balik legenda Yunani.
2. The Iliad β Homer
Sebelum Odysseus memulai perjalanan pulangnya, ada The Iliad. Epos klasik karya Homer ini berpusat pada amarah Achilles, konflik para raja Yunani, dan perang yang menjadi titik awal seluruh kisah The Odyssey. Pilihan tepat untuk pembaca yang ingin menikmati cerita dalam urutan aslinya.
3. Circe β Madeline Miller
Masih ingat penyihir Circe yang muncul dalam perjalanan Odysseus? Di novel ini, Madeline Miller memberinya panggung utama. Lewat sudut pandang Circe, mitologi Yunani terasa jauh lebih kompleks, penuh sihir, sekaligus menyentuh. Cocok buat kamu yang saling menyukai karakter perempuan kuat dengan nuansa fantasi yang puitis.
4. Percy Jackson: The Sea of Monsters β Rick Riordan
Kalau kamu menyukai dewa-dewi, monster, dan petualangan laut di The Odyssey, seri Percy Jackson wajib masuk daftar baca. Kali ini Percy, Annabeth, dan Tyson harus menyebrangi Laut Monster yang terinspirasi langsung dari perjalanan Odysseus. Seru, cepat, dan penuh referensi mitologi Yunani.
5. The Night Circus β Erin Morgenstern
Meski tidak mengangkat mitologi Yunani secara langsung, The Night Circus menghadirkan dunia penuh keajaiban, sihir, dan perjalanan emosional yang sama magisnya. Lewat kisah Celia Bowen dan pembaca yang menikmati fantasi dewasa dengan atmosfer memikat.
Petualangan Tidak Harus Berakhir di Bioskop β¨
Kalau kisah Odysseus membuatmu ingin menjelajahi lebih banyak dunia mitologi, fantasi, dan petualangan legendaris, sekarang saat yang tepat untuk menambah koleksi bacaanmu!
Manfaatkan Semesta Buku Online 2026 yang berlangsung pada 7-24 Juli 2026, dan nikmati diskon hingga 90% untuk ribuan judul pilihan. Siapa tahu, setelah mengikuti Odysseus di layar lebar, petualangan berikutnya justru menunggumu di halaman sebuah buku β¨
Jelajahi promo Semesta Buku Online 2026 di sini sebelum penawarannya berlayar pergi! π’π
Temukan Semua Promo nya di Sini!
β¨Jangan lupa juga untuk cek promo spesial lainnya di Gramedia.com supaya belanjamu makin hemat dan bermakna! ‡
Temukan Bukunya di Sini!
Temukan Bukunya di Sini!
Temukan Bukunya di Sini!
Temukan Bukunya di Sini!
Temukan Bukunya di Sini!
Temukan Semua Promo Spesial di Sini!