Faktor Utama Penentu Kesuksesan Digital Startup

Saat ini, bisa dikatakan mayoritas proposal start-up yang diajukan tidak jauh dari e-commerce atau ride hailing. Sementara itu, unicorn-unicorn yang bermunculan tidak ada lagi yang berasal dari sektor itu, bahkan bisa dikatakan hampir semua e-commerce dan ride hailing yang baru, bertumbangan tidak lama setelah didirikan.

Tampaknya kita masih belum lepas dari mentalitas “Toko Bakmi” yang berarti jika kita lihat ada toko bakmi yang sukses, kita tergoda untuk membuat restoran di sebelahnya, dengan harapan mendapat cipratan rezeki. Well, itu tidak berlaku di sektor digital, bahkan bisa dikatakan mentalitas seperti itu adalah resep untuk gagal.

Mari kita lihat sekilas peta perusahaan digital di dunia seperti Google dan BAIDU sebagai mesin pencari, Facebook dan WeChat sebagai media sosial, WhatsApp dan WeChat sebagai aplikasi pesan singkat, Amazon, Alibaba, Tokopedia, dan Shopee sebagai e-commerce, serta UBER, Didi, Gojek, dan Grab sebagai ride hailing. Deretan daftar tersebut berarti saat suatu digital enterprise berhasil mencapai market domination, dia hampir tidak mungkin tergoyahkan lagi.

Investor ahli yang berinvestasi pada unicorn memiliki sudut pandang bahwa saat dia membeli suatu perusahaan yang berpotensi menjadi unicorn, dia tidak sedang membeli perusahaan itu, melainkan dia sedang membeli the whole industry.

Tidak ada business me too dalam dunia ini, dan umumnya mereka akan menutup proposal bisnis yang ikut-ikutan setelah membaca satu atau dua halaman. Namun benarkah market dominatior begitu tidak terkalahkannya?

Ya, mereka memang sangat sulit ditumbangkan, namun bukan berarti mereka tidak bisa kalah. Rupanya ada satu cara untuk mengalahkan market dominator, seperti yang disebut oleh Steve Jobs, yaitu menggunakan “Killer App”.

Killer app secara singkat dijelaskan sebagai suatu solusi yang benar-benar istimewa, hingga sekali kita mencobanya, kita tidak ingin kembali ke yang lama.

Dengan kata lain, killer apps ini jauh berbeda dengan USP (Unique Selling Proposition) yang biasanya suatu keunikan kecil sudah bisa dianggap USP, misalnya nasi goreng rasa stroberi, nasi goreng Thailand, burger vegetarian, mobil dengan desain khusus, es krim rasa rujak, dan lain sebagainya. Semuanya itu menggoda untuk dicoba, dan jika mereka suka, mereka mungkin akan mengkonsumsinya terus, namun itu bukanlah killer app.

Walkman dan iPod (Sumber foto: theatlantic.com)

Killer app bisa diibaratkan jika Anda menciptakan suatu nasi goreng istimewa, yang jika sekali coba, orang tidak akan mau makan nasi goreng model lama lainnya. Dalam dunia digital, killer app ini contohnya adalah ketika diluncurkannya Apple II, hal ini langsung mengguncang bisnis komputer main frame yang didominasi oleh IBM.

Contoh lainnya adalah ketika iPod sekali diluncurkan, ia langsung menggerus market CD dan Walkman dan dunia langsung beralih ke MP3 player. Dan yang paling fenomenal adalah iPhone, yang merevolusi bisnis smartphone dunia, juga iPad yang membuka bisnis tablet yang sama sekali baru.

Kesimpulannya, pilihannya hanya 2, (1) buatlah start-up baru yang mampu mendisrupsi industri, (2) kalau masih mau di e-commerce atau ride hailing, buatlah killer app yang sungguh-sungguh killer app.

Kamu bisa menemukan lebih banyak tentang killer app dan pembahasan digital start-up lainnya pada buku Investing in Digital Start-Up Unicorn Edition yang berisikan panduan praktis berinvestasi dan mendirikan perusahaan di industri teknologi senilai triliunan dolar.

Segera dapatkan bukunya di Gramedia.com atau langsung klik gambar di bawah ini!

Miliki Bukunya di Sini dan Pelajari Sekarang!

Ada yang spesial karena kamu sudah membaca artikel ini! Kamu mendapatkan voucher diskon 20% untuk membeli buku di atas atau buku lainnya terbitan dari Gramedia (GPU, Elex Media Komputindo, Grasindo, BIP, KPG, m&c!). Yuk, ambil sekarang voucher kamu di bawah ini!

Klik untuk Dapatkan Vouchernya!

#SahabatTanpaBatas #ElexMediaKomputindo

Temukan Semua Promo Spesial di Sini!


Penulis: Virgiona Elsandra H – Assistant Editor Business & Self Improvement

Sumber foto header: Unsplash