6 Fakta Tersembunyi Ernest Hemingway yang Mungkin Belum Kamu Tahu

6 Fakta Tersembunyi Ernest Hemingway yang Mungkin Belum Kamu Tahu

. 4 min read

Ernest Hemingway (21 Juli 1899 - 2 Juli 1961), merupakan seorang penulis asal Amerika Serikat, yang juga merupakan jurnalis, peraih Pulitzer Prize, dan seorang pemenang Hadiah Nobel.

Ia dikenal karena karya-karya klasiknya yang termasyhur, seperti The Old Man and the Sea, A Farewell to Arms, A Moveable Feast, dan masih banyak lagi.

Tanggal 2 Juli 2020, menandai kepergian penulis ternama ini 59 tahun yang lalu. Namun, saat karyanya telah terkenal dan juga diakui secara luas, ternyata ada beberapa bagian dari hidupnya yang mungkin tidak diketahui banyak orang.

Di bawah ini, adalah beberapa fakta tersembunyi mengenai Ernest Hemingway yang mungkin belum kamu ketahui sebelumnya. Apa saja ya?

1. Seorang agen intelijen KGB

fakta
PBS.org

Dalam buku Spies: The Rise and Fall of the KGB in America karya John Earl Haynes, Harvey Klehr, dan Alexander Vassiliev, mereka mengungkapkan bahwa Hemingway pernah berada dalam daftar agen KGB di Amerika Serikat.

Ia diduga direkrut pada tahun 1941 sebelum perjalanan ke Tiongkok dan diberi nama kode "Argo." Ia juga diduga sangat bersedia untuk membantu.

Tetapi menurut dokumen-dokumen ini, ia tidak dilatih dengan baik untuk melakukan spionase, selain itu ia juga gagal dalam memberikan informasi-informasi yang berguna.

2. Hemingway tidak menulis kisah cerpen Baby Shoes

fakta
Wikipedia

For Sale: Baby Shoes, Never Worn adalah sebuah karya cerpen yang sering dikaitkan dengannya.

Rumor mengatakan bahwa ia bertaruh kepada teman-temannya pada suatu malam saat mabuk, bahwa ia bisa menulis cerita pendek. Tetapi sebenarnya, tidak ada bukti nyata bahwa ini pernah terjadi.

Variasi dari cerita pendek ini telah muncul dalam berbagai surat kabar sejak tahun 1910-an, dan tidak ada keterkaitannya dengan Hemingway.

3. Seorang penyintas yang selamat dari dua insiden besar

fakta
Pinterest

Saat ia sedang berlibur dengan istrinya ke Kongo pada tahun 1954, penerbangan mereka mengalami insiden, yaitu menyerempet tiang listrik dan jatuh.

Ketika mereka berusaha untuk mendapatkan perawatan medis pada hari berikutnya, mereka naik ke pesawat lain yang nahasnya mengalami turut insiden, yaitu meledak saat lepas landas.

Dia berhasil selamat dari insiden tersebut, namun mengalami gegar otak dan luka bakar yang parah.

Ketika ia dan istrinya akhirnya sampai ke kota Entebbe, Uganda untuk dirawat, para wartawan sudah terlanjur melaporkan kematiannya.


Baca juga: 7 Novel Misteri Terlaris Agatha Christie


4. Menjadi pengemudi ambulans selama Perang Dunia I

fakta
Ernest Hemingway saat dirawat setelah mengalami insiden di Italia (Britannica.com)

Hemingway ternyata pernah mencoba untuk bergabung menjadi tentara selama Perang Dunia I, namun ia ditolak karena memiliki masalah penglihatan. Sebagai gantinya, ia kemudian ditugaskan sebagai pengemudi ambulans di Italia.

Pada 8 Juli 1918, dia terluka karena terkena tembakan mortir, tetapi dia masih sempat dan berhasil menyelamatkan tentara Italia lainnya. Hal ini membuatnya mendapatkan penghargaan besar yaitu Italian Silver Medal of Valor.

Pengalamannya di medan perang ini yang menjadi inspirasinya untuk menulis buku A Farewell to Arms. Wah, benar-benar sosok yang berdedikasi tinggi ya!

5. Jurnalis peperangan yang andal selama Perang Dunia II

fakta
Ernest Hemingway bersama Fidel Castro di Cojimar, Kuba. (Britannica.com)

Hemingway kembali ke Eropa pada tahun 1944 sebagai jurnalis peperangan, ia ikut bepergian dengan Resimen ke-22 ke Paris.

Dia kemudian dianugerahi Bronze Star dalam upacara kecil di Kuba karena telah bergerilya di bawah api pertempuran untuk mendapatkan gambaran yang akurat tentang kondisi di sana.

Melalui bakatnya, Hemingway memungkinkan para pembaca untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang kesulitan dan kemenangan prajurit garis depan dalam pertempuran.

6. Dituduh melakukan kejahatan perang

fakta
we-heart.com

Hemingway pernah memimpin sekelompok pejuang bernama Resistance di kota Prancis, yaitu Rambouillet, dalam misi mengumpulkan intelijen sebagai warga sipil pada tanggal 6 Juni 1944.

Menurut Konvensi Jenewa, seorang jurnalis perang tidak diperbolehkan untuk menjadi tentara, dan Inspektur Jenderal Angkatan Darat Ketiga mendakwa Hemingway dengan beberapa pelanggaran serius.

Termasuk di antaranya karena melepas identitas dari seragam yang menunjukkan bahwa dirinya sebagai seorang jurnalis, menimbun senjata di kamar hotelnya, dan memimpin sebuah kelompok, yaitu para pejuang Resistance.

Namun setelah beberapa lama kemudian, ia berhasil bebas dari semua tuduhan.


Baca juga: 6 Novel Terbaik dari Sang Pujangga Paulo Coelho


Wah, keren juga ya fakta-fakta tersembunyi dari seorang Ernest Hemingway ini. Selain menjadi penulis andal, ternyata ia juga seorang pahlawan perang, lho!

Temukan karya-karya terbaik dari Ernest Hemingway, seperti The Old Man and the Sea dan A Farewell to Arms hanya di Gramedia.com dan Gramedia Digital untuk versi e-book-nya!


Photo header by The Guardian