Fakta tentang Arswendo Atmowiloto Penulis Keluarga Cemara

Fakta tentang Arswendo Atmowiloto Penulis Keluarga Cemara

. 3 min read

Kamu tahu sinetron Keluarga Cemara? Itu adalah sebuah drama televisi yang sempat tayang pada era 1990-an sampai awal 2000-an. Tahun 2018 lalu, Keluarga Cemara akhirnya diangkat ke layar lebar yang diperankan oleh Nirina Zubir sebagai Emak dan Ringgo Agus Rahman sebagai Abah. Namun, tahukah kamu siapa yang membuat cerita Keluarga Cemara? Ialah sastrawan Arswendo Atmowiloto yang menulis melalui buku yang pertama kali diterbitkan pada 1981 itu.

Arswendo Atmowiloto lahir di Surakarta pada 26 November 1948. Nama aslinya adalah Sarwendo dan ia menggantinya dengan Arswendo sebagai nama denpan dan menambahkan nama sang ayah Atmowiloto sebagai nama belakang. Arswendo sempat kuliah di fakultas bahasa dan sastra IKIP Solo tetapi tidak sampai selesai. Lalu, pada 1979 ia pergi ke Amerika Serikat untuk mengikuti International Writing Program di The University of Iowa.

Mengenang hari lahir Arswendo Atmowiloto, berikut fakta-fakta kisah hidupnya sampai tutup usia pada 19 Juli 2019 lalu.

1. Penulis Indonesia paling produktif

Karier menulis Arswendo Atmowiloto dimulai pada masa 1970-an ketika cerpennya berjudul “Sleko” dimuat di majalah mingguan Bahari pada 1971. Berselang setahun, ia diangkat menjadi pemimpin Bengkel Sastra Pusat Kesenian Jawa Tengah di Solo. Ia kemudian menulis cerita-cerita pendek yang diberi judul Keluarga Cemara saat ia menjadi pemimpin redaksi majalah Hai. Buku pertama Keluarga Cemara yang berisi 15 cerpen tentang keluarga Abah dan Emak dirilis pada 1981.

Selama hidupnya, Arswendo sudah menerbitkan 50 judul karya yang kadang-kadang menggunakan pseudonim Said Saat dan B.M.D. Harahap. Karya-karyanya yang lain termasuk Senopati Pamungkas (1986), Kau Memanggilku Malaikat (2008), Projo & Brojo (2009), serta Sudesi: Sukses dengan Satu Istri (2010). Pada 1990, dalam satu edisinya, Tempo menyebut Arswendo sebagai "penulis Indonesia yang paling produktif". Selain majalah Hai dan surat kabar Kompas, ia juga pernah menjabat sebagai pemimpin redaksi tabloid Monitor yang pada 1990 menuai kontroversi.

Keluarga
Keluarga Cemara karya Arswendo Atmowiloto

2. Kontroversi dengan Tabloid Monitor

Kontroversi bermula saat tabloid Monitor edisi 15 Oktober 1990 memampangkan hasil survei berjudul “50 Tokoh yang Dikagumi Pembaca” pada salah satu halamannya. Semuanya terlihat biasa-biasa saja karena tokoh-tokoh yang ditampilkan sampai angka 10 adalah tokoh yang ada pada masa tersebut. Peringkat pertama adalah Presiden Soeharto yang dilanjutkan oleh B.J. Habibie, Ir. Sukarno, Iwan Fals, sampai pada peringkat 10 ada Arswendo Atmowiloto.

Yang kemudian menggemparkan adalah pada peringkat 11 ada nama Nabi Muhammad. Dikutip dari Tirto.id, dari 33.963 lembar total kartu pos hasil survei, hanya 616 kartu pos saja yang memilih Rasulullah sebagai orang yang paling dikagumi oleh pembaca Monitor yang tentu saja rakyat Indonesia sendiri. Protes pun bermunculan yang menyasar ke Arswendo sebagai pemimpin redaksi Monitor pada saat itu. Ia dianggap melecehkan agama dan nabi umat Islam karena survei yang dibuat oleh tabloid tersebut. Akibatnya, Arswendo divonis penjara 5 tahun dan Menteri Penerangan pada saat itu mencabut izin terbit tabloid Monitor.

3. Tutup usia dan tetap terbitkan buku

Arswendo Atmowiloto meninggal pada usia 70 tahun di hari Jumat, 19 Juli 2019 lalu. Pada masa-masa terakhir, ia masih tetap menulis dan merampungkan novel berjudul Barabas Diuji Segala Segi. Novel yang terbit pada Agustus 2019 itu menceritakan tentang seorang terpidana mati bernama Barabas yang mendapatkan kebebasan dan melanjutkan hidup dengan menjadi pendoa. Ia bahkan sempat mewawancarai Bunda Maria yang amat dikaguminya.

Dikutip dari Kompas.com, putri ketiga Arswendo, Caecilia Tiara menyebutkan bahwa Barabas Diuji Segala Segi adalah karya terakhir sang ayah yang terbit. Ia juga menyebutkan bahwa cerita dalam novel sang ayah adalah kisah dalam kitab suci Alkitab.

Barabas
Barabas Diuji Segala Segi karya Arswendo Atmowiloto

Karya-karya mendiang Arswendo Atmowiloto bisa didapatkan di Gramedia.com!


Sumber gambar header: Tribunnews.com