Drakor 100 Days of Deception: Menyamar Demi Kebebasan, Malah Jatuh Cinta di Tengah Misi!
Kebohongan bisa menjadi cara untuk bertahan hidup, sekaligus pintu menuju bahaya yang tak pernah diperhitungkan.
Di Gyeongseong pada masa kolonial Jepang, Lee Ga Gyeong terbiasa mengandalkan kecerdikan untuk memperdaya orang lain. Namun, tak semua permainan bisa dimenangkan hanya dengan kelihaian.
Drakor terbaru 100 Days of Deception membawa penonton ke tengah intrik spionase dan ketegangan politik di bawah pemerintahan kolonial Jepang. Dibintangi Kim Yoo-jung dan Park Jin-young, serial ini merangkai penyamaran, ambisi pribadi, dan romansa dalam sebuah misi dengan pertaruhan yang jauh lebih besar daripada sekadar menjaga identitas palsu.
Sebab, ketika seseorang harus menjalani hidup sebagai orang lain, batas antara peran yang dimainkan dan jati diri yang sebenarnya bisa semakin kabur. ๐ฌ๏ธ
100 Hari Menjadi Orang Lain: Misi yang Bisa Mengubah Segalanya ๐ญ
Bagi Lee Ga Gyeong (Kim Yoo-jung), kecerdikan adalah modal untuk bertahan hidup. Sebagai pencopet dan penipu andal di Gyeongseong, ia punya satu impian yang ingin diwujudkan: mengumpulkan cukup uang untuk memulai hidup baru di Amerika.
Namun, sebuah tawaran dari Gu-guk-dan, organisasi kemerdekaan anti-Jepang, membawanya ke situasi yang jauh lebih berisiko. Ga Gyeong diminta menjalankan misi spionase dengan menyamar sebagai peserta pelatihan penerjemah di Pemerintahan Jenderal Jepang selama 100 hari.
Tugasnya bukan sekadar memainkan identitas baru. Ia harus menyusup ke lingkungan pemerintahan kolonial Jepang dan mendekati target tanpa membongkar penyamarannya. Di tengah kepentingan politik yang saling berbenturan, satu langkah keliru bisa menggagalkan seluruh rencana.
Keadaan semakin rumit ketika Ga Gyeong bertemu Kim Tae Woong atau Sato Hideo (Park Jin-young), penerjemah baru sekaligus putra angkat Inspektur Jenderal. Di tengah misi yang menuntutnya menjaga jarak dan menyimpan rahasia, kedekatan dengan Tae Woong justru berpotensi mengubah arah perjalanannya.
Ketika tugas dan perasaan mulai berjalan ke arah yang berbeda, mampukah Ga Gyeong menuntaskan misinya tanpa mengorbankan sesuatu yang tak pernah masuk dalam rencananya?
Baca juga: Romansa Intens Anime Firefly Wedding: Menikah demi Nyawa, Terikat oleh Obsesi
Tangan Dingin Sutradara Yoo In-sik: Bawa โ100 Days of Deceptionโ Puncaki Rating Sejak Episode Pertama ๐ฅ
Di balik 100 Days of Deception, ada Yoo In-sik, sutradara yang sebelumnya menggarap Extraordinary Attorney Woo dan Dr. Romantic. Kali ini, ia membawa penonton ke Gyeongseong pada masa kolonial Jepang, memadukan intrik spionase dan romansa dengan ketegangan politik yang membayangi kehidupan para tokohnya.
Drama ini juga langsung mencuri perhatian sejak penayangan perdananya. Menurut laporan Soompi berdasarkan data Nielsen Korea, episode pertama meraih rating rata-rata nasional sebesar 5,3 persen. Angka tersebut menjadikannya drama akhir pekan tvN dengan rating premiere tertinggi sepanjang 2026.
Perhatian terhadap latar sejarahnya terlihat sejak pembacaan naskah pertama. Sebelum sesi dimulai, para pemain dan tim produksi mengheningkan cipta untuk mengenang pengorbanan para pejuang kemerdekaan Korea. Momen ini menjadi pengingat bahwa di balik kisah personal para tokohnya, ada periode sejarah penuh pergolakan yang turut membentuk dunia mereka.
Bagi Kim Yoo-jung (My Demon & 20th Century Girl), drama ini juga menghadirkan pengalaman baru melalui latar Gyeongseong yang belum pernah ia jelajahi dalam proyek drama sebelumnya. Dalam wawancara dengan Allure untuk proyek spesial ulang tahun ke-20 tvN, ia membicarakan ketertarikannya pada naskah 100 Days of Deception. Peran Lee Ga Gyeong memberinya kesempatan untuk menghidupkan karakter yang mengandalkan kecerdikan di tengah situasi serba tak pasti.
Dari Hasil โCopetโ Buat Makan Malam hingga Joget Konyol di Lokasi Syuting ๐๐บ
Kalau Ga Gyeong punya cara tersendiri untuk mendapatkan uang, Kim Yoo-jung juga punya cerita unik dari balik kamera. Dalam video behind the scenes yang dirilis tvN, sang aktris bercanda bahwa adegan mencopet yang dilakoninya sudah menghasilkan uang untuk acara makan malam tim.
Tentu saja, bukan berarti ia benar-benar membawa pulang hasil curian dari lokasi syuting, Grameds! ๐ Candaan tersebut memperlihatkan sisi santai di balik perannya sebagai pencopet ulung yang harus lihai memperdaya orang lain.
Suasana serupa terlihat saat Kim Yoo-jung beradu akting dengan Park Jin-young ย yang dikenal lewat Yumi's Cells dan The Devil Judge. Di sela-sela syuting, keduanya beberapa kali tertawa hingga dialog tersendat, bahkan melakukan gerakan tari konyol bersama.
Kontras dengan karakter mereka yang harus menjaga identitas dan menyimpan rahasia di layar, interaksi keduanya di balik kamera justru terasa lepas. Ternyata, ketegangan dalam cerita tidak harus ikut terbawa ke lokasi syuting. ๐บ
100 Days of Deception sudah tayang di Netflix sejak 10 Oktober 2026. Penasaran dengan perpaduan intrik, penyamaran, dan percikan romansa di dalamnya? Intip trailer resminya di sini untuk melihat sekilas dunia berbahaya yang harus dimasuki Ga Gyeong selama 100 hari! ๐นโจ
Baca juga: Ketika Son Ye-jin Berani Memainkan Permainan Cinta Terlarang di โThe Scandalโ
Wajah-Wajah di Balik Misi Penyamaran Berbahaya ๐ฌ
Di balik intrik spionase dan romansa 100 Days of Deception, ada jajaran pemain yang menghadirkan karakter dengan latar belakang berbeda. Mulai dari pencopet yang mengejar kehidupan baru hingga para tokoh yang bergerak di lingkungan pemerintahan dan organisasi kemerdekaan, masing-masing memberi warna tersendiri pada cerita.
Yuk, kenalan dengan para pemainnya!
- Kim Yoo-jung sebagai Lee Ga Gyeong, pencopet andal di Gyeongseong yang bermimpi pindah ke Amerika dan mendapat kesempatan menjalankan misi penyamaran.
- Park Jin-young sebagai Kim Tae Woong atau Sato Hideo, penerjemah elite yang menguasai bahasa Korea, Jepang, dan Inggris, sekaligus putra angkat Sato Shinichi.
- Kim Hyun-joo sebagai Yoo So Ran, penembak jitu sekaligus anggota Gu-guk-dan, organisasi kemerdekaan anti-Jepang.
- Lee Moo-saeng sebagai Yoo Phillip, jurnalis Korea-Amerika yang bekerja sebagai koresponden media Amerika di Gyeongseong dan terlibat dalam perjuangan Gu-guk-dan.
- Jin Seon-kyu sebagai Sato Shinichi, direktur jenderal urusan politik yang memiliki kedudukan penting dalam pemerintahan kolonial Jepang.
- Seo Jeong-yeon sebagai Ryu Gwan-sil, asisten rumah tangga keluarga Sato yang telah bekerja untuk mereka selama bertahun-tahun.
Di 100 Days of Deception, setiap orang punya peran untuk dijalani dan pilihan untuk dibuat. Namun, hidup selalu punya cara untuk mengubah rencana yang sudah tersusun rapi. Sebab, ketika hati mulai ikut campur, bahkan strategi paling matang pun belum tentu berjalan sesuai skenario. ๐โค๏ธ
Suka Misi Rahasia dan Cinta Penuh Risiko? 5 Buku Ini Bikin Gak Bisa Berhenti Baca! ๐
Kalau 100 Days of Deception membuatmu penasaran dengan kehidupan di balik identitas palsu, permainan politik, dan perasaan datang di waktu yang salah, ceritanya tidak harus berhenti di layar. Ada sejumlah novel yang menawarkan ketegangan serupa. Yuk, intip lima rekomendasi buku yang bisa menemani petualanganmu berikutnya!
1. Mata Hari (The Spy) โ Paulo Coelho
Mata Hari tiba di Paris tanpa uang, tetapi dalam waktu singkat menjelma menjadi penari terkenal yang memikat kalangan elite. Ketika Perang Dunia I mengubah suasana Eropa menjadi penuh kecurigaan, gaya hidupnya justru membuat ia dituduh sebagai mata-mata.
Melalui kisah yang disampaikan dari sudut pandangnya, Paulo Coelho mengangkat perjalanan seorang perempuan yang berani melampaui batas zamannya, sekaligus harus menghadapi konsekuensi dari pilihan hidupnya. Cocok untuk pembaca yang menyukai kisah perempuan kompleks, sejarah, dan spionase dengan sentuhan reflektif.
2. The Secret Adversary โ Agatha Christie
Lima tahun setelah seorang perempuan bernama Jane Finn menghilang bersama dokumen penting bagi Inggris, dua petualang muda, Tommy dan Tuppence, terlibat dalam pencarian yang berbahaya. Dokumen tersebut menyimpan potensi kekacauan politik jika jatuh ke tangan yang salah. Semakin jauh mereka menyelidiki, semakin banyak ancaman yang harus dihadapi.
Cocok untuk penggemar misteri klasik yang ingin ikut menyusun kepingan petunjuk bersama para tokohnya.
3. The Spy Who Loved Me โ Ian Fleming
Berbeda dari kebanyakan novel James Bond, cerita ini disampaikan melalui sudut pandang Vivienne Michel, perempuan muda Kanada yang sedang berusaha melanjutkan hidupnya. Perjalanannya membawanya ke sebuah motel terpencil di Adirondacks, tempat ia berhadapan dengan dua pria bersenjata. Situasi berubah ketika seorang pria Inggris bernama James Bond muncul dan ikut terseret dalam bahaya.
Cocok untuk pembaca yang ingin menikmati ketegangan, bahaya, dan dinamika hubungan antar karakter dari sudut pandang yang tidak biasa.
4. Lampuki โ Arafat Nur
Berlatar Aceh setelah keruntuhan rezim Soeharto, Lampuki mengisahkan Ahmadi, seorang berandalan kampung yang muncul sebagai pemimpin perlawanan terhadap pemerintah. Kehadirannya membawa perubahan besar bagi penduduk desa. Di sela situasi tersebut, kehidupan personal warga, termasuk kisah cinta terlarang, turut memperlihatkan sisi manusiawi dari masyarakat yang terjebak dalam pergolakan.
Meski bukan kisah spionase seperti 100 Days of Deception, novel ini punya benang merah berupa pertarungan, kepentingan, kekuasaan, dan dampak konflik terhadap kehidupan orang biasa. Cocok untuk pembaca yang menyukai fiksi sejarah politik dengan penggambaran masyarakat yang tajam dan konflik kemanusiaan yang kompleks.
5. The Secret of Flirting โ Sabrina Jeffries
Monique Servais adalah seorang aktris yang menyamar sebagai Putri Aurore dari Chanay untuk menghadiri sebuah konferensi di London. Penyamaran itu berjalan lancar hingga ia bertemu kembali dengan Baron Fulkham, pria yang pernah dijumpainya tiga tahun sebelumnya. Kecurigaan sang baron kemudian membuka jalan menuju intrik, percobaan pembunuhan, dan pengkhianatan yang mengancam lebih dari sekadar identitas Monique.
Cocok untuk penggemar histrorical romance yang suka tokoh perempuan cerdik dan hubungan penuh tarik-ulur.
100 Hari Menyamar, 1 Hari Berburu Diskon! ๐๐
Dari intrik spionase sampai romansa yang bikin salah tingkah, sekarang giliran kamu menjalankan misi berburu bacaan. Lewat Promo 10.10, kamu bisa nikmati diskon hingga 70% untuk buku terbitan Gramedia yang berlangsung sampai 15 Oktober 2026! ๐
Jadi, sebelum misinya berakhir besok, mampir ke Gramedia.com dan intip buku-buku incaranmu. Siapa tahu, buku yang selama ini cuma kamu lirik diam-diam ternyata sekarang sudah kasih lampu hijau lewat potongan harga. ๐
Ingat, menyamar boleh 100 hari. Kalau urusan diskon sudah di depan mata, jangan sampai malah jadi tokoh yang terlambat membaca situasi. ๐๐๏ธ
โจJangan lupa juga untuk cek promo spesial lainnya di Gramedia.com supaya belanjamu makin hemat dan bermakna!