Do You Like What You See? Saat Aurélie Moeremans Mengurai Luka Lama dan Belajar Melihat Diri dengan Cara Baru
"Aku sudah terlalu sibuk mencari apa yang salah sampai hampir tidak memperhatikan apa yang benar."
Grameds, pernah bertanya-tanya kenapa beberapa luka atau pikiran tertentu terus kembali meski waktu sudah berlalu? 💁♀️
Setelah menerbitkan Broken Strings beberapa waktu lalu, Aurélie Moeremans kembali hadir dengan buku yang lahir dari perjalanan refleksi yang personal dan dekat dengan banyak pengalaman manusia.
Kali ini, melalui Do You Like What You See?, ia akan mengajak pembaca menyusuri berbagai lapisan luka lama, pola pikir yang terbentuk sejak kecil, hingga cara kita memandang diri sendiri dari waktu ke waktu.
Di dalamnya, Aurélie membahas berbagai hal yang sering hadir dalam keseharian, mulai dari overthinking, self-worth, hingga suara-suara di kepala yang diam-diam memengaruhi keputusan, hubungan, dan kebahagiaan yang kita rasakan.
Kalau kamu penasaran dengan isi bukunya, Gramin bakal spill sedikit untukmu. Yuk, simak sampai selesai, Grameds! 🤩
Sinopsis Do You Like What You See
"Sebenarnya kamu tak hancur. Kamu hanya perlu menyaringnya kembali."
Lewat buku ini, Aurélie mengajak pembaca melihat setiap masalah secara lebih utuh. Pengalaman yang menyakitkan, kegagalan, maupun luka masa lalu hadir sebagai bagian dari perjalanan yang membentuk diri, sekaligus membuka kesempatan untuk memahami hidup dari sudut pandang yang baru.
Dengan gaya penulisan yang hangat, jujur, dan mudah diikuti, Do You Like What You See? mengulas bagaimana pengalaman masa lalu dan pola pikir bawah sadar dapat memengaruhi hubungan, pilihan hidup, hingga cara kita memaknai kebahagiaan sehari-hari.
Alih-alih mengejar kesempurnaan, buku ini mengajak kita mengenali berbagai "filter" yang selama ini memengaruhi cara pandang terhadap diri sendiri dan dunia. Dari sana, pembaca diajak melepaskan pola yang sudah tidak lagi membantu, lalu melangkah menuju versi diri yang lebih sadar, tenang, dan utuh.
Ketika Cara Pandang Menjadi Bagian dari Cerita Hidup
Salah satu gagasan utama yang diangkat Aurélie dalam buku ini adalah tentang "filter" yang kita gunakan untuk melihat dunia.
Filter tersebut terbentuk dari pengalaman, komentar yang pernah kita dengar, lingkungan tempat kita tumbuh, hingga berbagai peristiwa yang meninggalkan kesan mendalam dalam hidup.
Tanpa disadari, filter inilah yang kemudian memengaruhi cara kita menilai diri sendiri, memaknai sebuah kejadian, bahkan menentukan apa yang layak kita percaya tentang diri kita.
Melalui berbagai refleksi yang dituliskan, Aurélie mengajak pembaca untuk melihat kembali apakah sudut pandang yang selama ini digunakan benar-benar berasal dari diri sendiri, atau justru merupakan warisan dari pengalaman masa lalu.
Baca juga: Novel Toko Manisan Ajaib Amberglow: Tempat yang Muncul Saat Hidup Mulai Kehilangan Arah
Deretan Quotes Menarik dari Bukunya
Berikut beberapa kutipan menarik dari Do You Like What You See? yang menggambarkan tema dan refleksi yang diangkat Aurélie dalam buku ini:
“Kecantikan itu ada di mata yang melihatnya.”
“Dan langkah pertama untuk mengubah apa yang kamu lihat adalah memahami bahwa apa yang sudah kamu lihat selama ini tidak pernah menjadi gambaran utuh.”
“Kamu tidak melihat dunia apa adanya; kamu melihat dunia seperti yang otak kamu sudah dilatih untuk melihatnya.”
"Otakmu membangun filternya dari apa yang berulang kali terpapar padanya. Dia belajar mencari sesuatu berdasarkan apa yang terus dia lihat. Dan begitu dia belajar mencari sesuatu, dia menemukannya di mana-mana."
“Suara itu tidak tetap. Kamu yang membangunnya. Yang berarti kamu bisa membangunnya kembali.”
“Kamu sudah mengulang sesuatu sepanjang hidupmu. Satu-satunya pertanyaan adalah: apakah apa yang kamu ulang adalah sesuatu yang ingin kamu jadi atau bukan?”
“Kamu selalu bisa memilih. Kamu selalu bisa.”
Lebih Dekat dengan Aurélie!
Aurélie Alida Marie Moeremans lahir di Brussel, Belgia, pada 8 Agustus 1993. Aktris, penyanyi, sekaligus penulis ini tumbuh besar di Indonesia dan telah dikenal luas lewat berbagai film serta serial populer yang menghiasi layar kaca maupun layar lebar Tanah Air.
Kiprahnya di dunia hiburan juga membawanya meraih sejumlah nominasi dalam ajang bergengsi seperti Piala Maya dan Festival Film Bandung.
Di dunia kepenulisan, Aurélie memulai langkahnya melalui Broken Strings, sebuah memoar yang mengangkat pengalaman personal tentang trauma, child grooming, dan perjalanan membangun kembali diri setelah melewati hubungan yang menyisakan luka. Keberaniannya membagikan cerita yang begitu personal membuat karyanya terasa dekat dan relevan bagi banyak pembaca.
Melalui tulisan-tulisannya, Aurélie menghadirkan refleksi yang lahir dari pengalaman nyata, dibalut dengan gaya yang hangat, jujur, dan mudah dipahami. Lewat setiap halaman, ia mengajak pembaca untuk mengenali diri lebih dalam, memahami pengalaman masa lalu, dan menemukan cara baru untuk melangkah ke depan.
Melihat Lebih Jernih, Tumbuh Lebih Utuh!
Setiap orang memiliki cerita, luka, dan pengalaman yang membentuk cara mereka melihat dunia. Terkadang kita begitu terbiasa memandang diri melalui berbagai penilaian lama sampai lupa bahwa sudut pandang itu bisa berubah.
Melalui Do You Like What You See?, Aurélie Moeremans mengajak pembaca untuk menengok kembali berbagai filter yang selama ini memengaruhi cara berpikir, merasakan, dan menjalani hidup. Sebuah perjalanan reflektif yang membantu kita memahami bahwa melihat diri dengan lebih jernih sering kali menjadi langkah awal untuk tumbuh dengan lebih utuh.
Jadi, apakah kamu sudah siap melihat dirimu dari perspektif yang berbeda, Grameds?
Baca Kisah Seru Lainnya di Sini!
Temukan Ceritanya, Ikuti Pre-Ordernya Sekarang!
Setelah mengintip isi dan berbagai refleksi menarik di dalamnya, mungkin kamu sudah semakin penasaran untuk membaca Do You Like What You See? secara utuh.
Kabar baiknya, buku terbaru Aurélie Moeremans ini sudah bisa kamu pesan melalui program pre-order di Gramedia.com.
Menariknya, tersedia juga bonus spesial untuk pembelian selama periode promo berlangsung. Jadi, pastikan kamu tidak melewatkan kesempatan ini ya, Grameds!
Yuk, catat tanggalnya dan amankan bukumu sekarang juga! 😉
Rekomendasi Buku Lainnya!
Kalau kamu menikmati refleksi tentang pertumbuhan diri, proses penyembuhan, dan perjalanan memahami diri seperti yang dihadirkan dalam Do You Like What You See?, beberapa buku berikut juga menarik untuk menemani perjalanan bacamu selanjutnya, Grameds!
1. Broken Strings: Kepingan Masa Muda yang Patah – Aurélie Moeremans
Broken Strings adalah memoar tentang kontrol, keheningan, dan keberanian untuk bersuara. Sebuah kisah personal mengenai tubuh dan suara yang lama diarahkan oleh orang lain, hingga kesadaran membuka jalan menuju pelepasan dan kebebasan yang dimiliki sendiri.
Melalui Broken Strings, Aurélie Moeremans berbagi kisah personal untuk meningkatkan kesadaran tentang grooming, kekerasan emosional, dan relasi yang tidak sehat, sekaligus mendorong keberanian untuk bersuara, mengenali batas, dan melindungi diri.
2. Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero – dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ
"Aku merasa menjalani hidup menggunakan topeng."
Buku ini membahas tentang bagaimana trauma dan pengalaman masa kecil menempa topeng yang kita gunakan hari ini.
Dari luar, kita adalah orang dewasa yang tampak tangguh. Tapi di dalam, sebenarnya kita hanyalah seorang anak ketakutan yang berlindung di balik topeng superhero.
3. This is Me Letting You Go: Tentang Melepaskan, Merelakan, dan Memaafkan – Heidi Priebe
This Is Me Letting You Go karya Heidi Priebe adalah kumpulan esai yang mengeksplorasi tema cinta, kehilangan, dan proses melepaskan seseorang yang bermakna dalam hidup kita. Dengan gaya tulisan yang puitis dan emosional, Priebe membawa pembaca melalui berbagai fase perpisahan, mulai dari rasa sakit, penyangkalan, hingga akhirnya menerima kenyataan dan menemukan ketenangan.
Buku ini cocok bagi mereka yang sedang dalam proses penyembuhan dari hubungan yang telah berakhir dan mencari kata-kata yang dapat menguatkan hati.
4. Release The Way of Forgiveness – Marlina Vepri
Memaafkan tidak mudah bagi sebagian orang. Itu bisa menjadi hal tersulit untuk dilakukan. Melepaskan beban, perasaan kecewa, luka hingga menjadi lega tidak semudah membalikkan telapak tangan. Namun, bukan berarti hal itu tidak mungkin dilakukan.
Melalui tahapan yang dijalani perlahan, langkah demi langkah, luka itu pasti bisa pulih juga. Melalui buku ini, kamu akan diajak memahami diri sendiri dan cara melepaskan luka. Buku ini juga berisi kisah-kisah memaafkan yang bisa menjadi pelajaran dan manfaat baik yang akan diperoleh dari memaafkan, baik di dunia maupun akhirat kelak.
Di dalamnya, terdapat empat bab yang menjelaskan tentang luka dan kecewa, ilmu memaafkan, proses memaafkan dan penawar hati, juga dilengkapi quotes-quotes menarik serta pertanyaan-pertanyaan singkat sebagai refleksi. Semoga buku ini bisa menemani prosesmu untuk memaafkan.
5. A Gentle Reminder – Bianca Sparacino
Buku A Gentle Reminder karya Bianca Sparacino adalah buku puisi dan prosa singkat yang mengingatkan pembaca untuk tidak mudah menyerah dan kalah dengan keadaan. Perubahan yang terjadi, baik dari dalam diri ataupun orang lain, merupakan perjalanan hidup yang harus kita lalui sebagai manusia.
Penulis membalut kata demi kata dengan gaya bahasa yang lembut dan tegas. Buku ini mengangkat beberapa topik utama, seperti percintaan, pengembangan diri, dan penguasaan diri.
Baca juga: Menang Mobil & Trip ke Jepang? Yuk, Ikutan Undian "Hadiah 56 Tahun Penuh Makna" Gramedia!
✨Oh iya, jangan lupa juga untuk cek promo spesial lainnya di Gramedia.com supaya misi koleksimu makin hemat dan bermakna! ⤵
Temukan Bukunya di Sini!
Dapatkan Promonya di Sini!
Temukan Bukunya di Sini!
Temukan Bukunya di Sini!
Temukan Bukunya di Sini!
Temukan Bukunya di Sini!
Temukan Bukunya di Sini!
Temukan Semua Promo Spesial di Sini!