Dilan ITB 1997: Reformasi, Bandung yang Bergolak, dan Milea yang Kembali

Dilan ITB 1997: Reformasi, Bandung yang Bergolak, dan Milea yang Kembali

Kamu nanya, bertanya-tanya, kisah Dilan tuh sebenarnya udah selesai atau belum sih? Jawabannya, kisah sang Panglima Tempur itu ternyata belum benar-benar selesai nih, Grameds! ๐Ÿ™Œ๐Ÿคฉ

Yup, setelah membawa kita ke Bandung tahun 1990-an yang akrab dengan jaket denim, puisi absurd, dan cinta remaja, Pidi Baiq kembali membuka satu fase penting dalam hidup Dilan.

Kali ini, ia memasuki babak perkuliahan, masa dewasa awal, bertepatan dengan masa ketika pemerintahan orde baru berada di titik nadirnya.

Kira-kira bagaimana kisahnya akan diceritakan? Yuk, Gramin ajak kamu berkenalan dengan Dilan ITB 1997! ๐Ÿ›ต


Runtuhnya Rezim Soeharto, Kembalinya Milea

โ€œ๐—ง๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ๐—ธ ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—น๐—ฒ๐—ฏ๐—ถ๐—ต ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฏ๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐˜†๐—ฎ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ๐—ฝ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ ๐—ฝ๐—ฒ๐—บ๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ต ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—บ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐˜€๐—ฎ ๐—ฏ๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐—ฟ ๐˜€๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ถ๐—ฟ๐—ถ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐˜๐—ฎ๐—ธ ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐—ป๐—ฎ๐—ต ๐˜€๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ต.โ€

dilanTemukan Kisahnya Di Sini!

Dalam kisah ini, kamu akan bertemu dengan Dilan yang baru saja kembali ke Indonesia setelah enam bulan belajar di Kuba. Ia pulang ke Indonesia pada 7 Maret 1997. Tapi tanah air yang ia pijak bukan lagi Indonesia yang tenang. Suasana politik memanas, ketegangan terasa di mana-mana, dan perubahan besar sedang menunggu waktu untuk meledak.

Dilan kembali ke Bandung sebagai mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB), menyelami kehidupan kampus, diskusi, dan realitas sosial yang tidak bisa lagi disikapi dengan bercanda semata. Indonesia sedang menuju Reformasi, dan Dilan berada tepat di pusaran zaman itu.

Di tengah hiruk-pikuk sejarah, urusan hati Dilan juga tak kalah ribut. Ia kembali bertemu Ancika, perempuan yang menemaninya setelah kisah dengan Milea berakhir. Namun, seperti hidup yang gemar bercanda, Milea muncul kembali. Sejak saat itu, semuanya bergerak ke arah yang tak pernah benar-benar bisa ditebak.

Cerita personal dan gejolak nasional berjalan berdampingan, hingga akhirnya sejarah mencatat satu momen penting, Presiden Soeharto menyatakan mundur dari jabatannya.


Baca juga: Setelah 8 Tahun Vakum, Robert Langdon Kembali dalam The Secret of Secrets!


Novel Ini Juga Akan Diangkat Menjadi Film!

Ternyata bukan cuma terbit dalam bentuk novel aja lho, Grameds! Soalnya, Dilan ITB 1997 juga sedang digarap dalam bentuk film dan akan segera menyapa penonton di bioskop.

Yes, lanjutan dari adaptasi semesta Dilan ini akan diproduksi Falcon Pictures, disutradarai Fajar Bustomi, dan dijadwalkan tayang tahun 2026. Sejauh ini, baru Ariel NOAH yang dikonfirmasi menjadi pemeran Dilan dalam versi ini, sementara untuk pemeran lainnya belum diumumkan atau baru bersifat spekulatif.


Lebih Dekat dengan Pidi Baiq!

Pidi Baiq adalah seorang seniman Indonesia yang dikenal sebagai penulis, sutradara, musisi, dan pelukis. Ia lahir di Bandung pada tanggal 15 Januari 1972 dan merupakan lulusan Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung (ITB).

Sebagai penulis, ia dikenal dengan gaya bercerita yang unik. Kata-katanya mengalir lugas dan sederhana, mengandung elemen jenaka yang kental, tapi penuh makna. Novel-novelnya seperti Dilan: Dia adalah Dilanku Tahun 1990, Dilan 1991, hingga Milea: Suara dari Dilan berhasil mencuri perhatian pembaca lintas generasi dan sukses besar ketika diadaptasi menjadi film.

Tak berhenti di dunia tulis-menulis, Pidi Baiq juga aktif sebagai musisi lewat band The Panas Dalam, serta dikenal sebagai pelukis dan ilustrator. Sementara itu, dedikasinya di dunia film mengantarkannya meraih Penghargaan Film Indonesia 2018 untuk Skenario Terbaik, serta Penulis Skenario Terbaik di Festival Film Bandung 2019. Sebuah bukti bahwa cerita sederhana pun bisa punya dampak besar.


Jangan Sampai Ditikung dan Kehabisan Bukunya!

Kalau kamu penasaran dengan kisah Dilan saat menjalani kehidupan kampusnya di ITB tahun 1997, bisa banget buat duluan dapetin bukunya dengan melakukan Pre-Order yang lagi berlangsung di Gramedia.com!

Bukan cuma harga bukunya aja yang jadi lebih murah, kamu juga berkesempatan buat mendapatkan tanda tangan Pidi Baiq, catatan spesial, bandana Dilan ITB 1997, dan jaket parka Dilan ITB 1997.

dilanDapatkan Promonya Di Sini!

Momen ini cuma bisa kamu dapatkan selama tanggal 1 - 15 Januari 2026 aja ya, Grameds! Jangan sampai kelupaan! Soalnya, kata ayah Pidi, ditikung di jalanan itu biasa, tapi kehabisan stok buku ini, bisa jadi, sebuah bencana!


Semesta Dilan Lainnya!

Sebelum lanjut menyelami kisah Dilan ITB 1997, kamu juga bisa mengulas kembali kisah yang pernah terjadi dalam semesta Dilan! Berikut beberapa bacaannya:

1. Dilan: Dia adalah Dilanku Tahun 1990

dilanTemukan Kisahnya Di Sini!

Itu adalah tahun 1990, saat Milea pindah dari Jakarta ke Bandung. Perkenalan yang tidak biasa kemudian membawa Milea mulai mengenal keunikan Dilan lebih jauh. Dilan yang pintar, baik hati dan romantis, semua dengan caranya sendiri.

Dan Dilan, dengan caranya sendiri, selalu bisa membuat Milea percaya ia bisa tiba di tujuan dengan selamat. Tujuan dari perjalanan ini. Perjalanan mereka berdua. Katanya, dunia SMA adalah dunia paling indah. Dunia Milea dan Dilan satu tingkat lebih indah daripada itu.


2. Dilan: Dia adalah Dilanku Tahun 1991

dilanTemukan Kisahnya Di Sini!

Masalah mulai muncul saat Dilan dipercaya untuk memimpin geng motor. Tentunya hal ini mendapatkan larangan keras dari Milea dengan alasan keselamatan Dilan. Kemudian cerita berlanjut pada kondisi dimana Milea mendapatkan kabar bahwa Dilan sedang dikeroyok oleh sekelompok orang tak dikenal. Atas kejadian itu Milea sadar bahwa masalah tersebut akan berujung panjang.


3. Milea: Suara dari Dilan

dilanTemukan Kisahnya Di Sini!

Semasa pacaran dengan Milea, teman-teman Dilan selalu merasa Dilan mulai menjauh dari anggota geng motor. Suatu hari terjadi peristiwa mengerikan, salah satu anggota geng motor, Akew, meninggal akibat dikeroyok oleh sekelompok orang. Kejadian itu tentu membuat Milea khawatir akan keselamatan Dilan. Sebagai bentuk peringatan, Milea memutuskan untuk berpisah dengan Dilan. Milea berharap Dilan menjauh dengan dunia geng motor.

Peristiwa Akew juga menyeret Dilan ke pihak berwajib bersama teman-temannya. Perpisahan yang tadinya hanya gertakan Milea menjadi perpisahan yang berlangsung lama sampai keduanya lulus kuliah dan dewasa. Akan tetapi, Dilan dan Milea masih membawa perasaan yang sama saat keduanya kembali bertemu di reuni, hanya saja masing-masing sudah memiliki pasangan.


4. Ancika: Dia yang Bersamaku Tahun 1995

dilanTemukan Kisahnya Di Sini!

Ancika ini, pacarnya Dilan. Mereka saling mengenal setelah Dilan sudah tidak lagi sama Lia. Ya, gitu deh, drama kehidupan namanya juga. Mau bagaimana lagi? Kita ini hanya manusia.

Ancika akan menceritakan kisahnya bersama Dilan ketika Ancika berumur 17 tahun dan masih seorang siswi SMA. Dilan sendiri, saat itu, sedang berkuliah di ITB. Sosok Ancika tidak kalah menarik daripada Dilan.

Dilan dan Ancika seolah-olah memang diciptakan untuk saling mengisi dan saling melengkapi satu sama lain. Apakah Ancika adalah alasan satu-satunya mengapa Dilan tidak bisa balikan dengan Milea? Baca kisah lengkap Ancika di dalam novel ini!


5. Dilan 1983: Wo Ai Ni

dilanTemukan Kisahnya Di Sini!

Tahun 1983, setelah satu setengah tahun tinggal di Timor Timur, Dilan kembali ke Bandung. Dilan pun kembali bertemu dengan teman-teman lamanya di SD tempat dulu dia sekolah. Tapi, ternyata ada murid baru pindahan dari Semarang, namanya Mei Lien, gadis keturunan Tionghoa.

Ini mungkin buku tentang cinta monyet biasa, yang banyak dialami manusia normal di dunia. Tak ada cinta-cintaan karena masih SD, tapi Mei Lien telah membuat Dilan jadi belajar bahasa Mandarin dan tertarik membaca buku yang membahas tentang Cina.

Bandung masih sunyi waktu itu. Zaman di mana Dilan juga mengalami adanya peristiwa Penembakan Misterius, meletusnya Gunung Galunggung, dan Gerhana Matahari Total. Setidaknya sebagian besar memang begitu, menjadi rasa syukur untuk kenangan yang disimpan di dalam hati bagaikan kutipan hikmah di hari ini:

"Inilah bumi, tempat pencarian abadi mengetahui diri sendiri, menemukan hal ajaib yang tersembunyi di dalam diri dan Tuhan di saat sunyi."

Dan Bandung,

Sekali lagi akan membawamu menyusuri jejak Dilan yang ternyata belum sepenuhnya selesai. Dilan ITB 1997 menghadirkan sosok pria Bandung paling nyentrik, yang sedang bertumbuh, menghadapi dunia yang ikut berubah. ๐ŸŒบ๐Ÿคต

Kalau Dilan 1990 dan 1991 identik dengan cinta SMA, maka Dilan ITB 1997 menawarkan perspektif baru. Cinta yang diuji oleh jarak, waktu, dan perubahan cara pandang hidup.

Tentu, lanjutan ini menarik buat segera diselami, apalagi buat Grameds yang tumbuh bersama kisah Dilan sejak awal.

โ€œKota ini seperti perpustakaan ingatan. Setiap sudutnya adalah rak buku yang sering aku pinjam diam-diam. Kalau lagi rindu, aku bacanya suka kelamaan. Baliknya selalu telat. Dan seperti biasa, aku kena denda oleh diriku sendiri.โ€
โ€œNggak kerasa, semua kenangan itu sekarang udah jadi buku. Dan bentar lagi bakal terbit.โ€

Maka, cerita pun bersiap dibuka kembali. Dengan halaman baru, ingatan lama, dan Bandung yang tetap setia menjadi saksi, bahwa beberapa kisah memang layak dilanjutkan, saat kita sudah cukup dewasa untuk membacanya ulang. ๐ŸŒฑ๐Ÿ‘€

dilanDapatkan Promonya Di Sini!


Baca juga: Siap Meresapi Emosi yang Tertinggal Sekali Lagi? Sambut Kembalinya 5 Centimeter per Second di Bioskop Tanah Air!


โœจ Oya, jangan lupa juga buat dapetin penawaran spesial dari Gramedia! Cek promonya di bawah ini agar belanja kamu jadi lebih hemat! โคต๏ธ

kumpulanTemukan Semua Promo Spesial di Sini!


Enter your email below to join our newsletter