Dead Mount Death Play: Saat Mantan 'Final Boss' Cuma Ingin Hidup Damai di Tokyo!
Grameds, apa yang terjadi kalau kamu hanya ingin hidup tenang, tapi alam semesta nggak kasih approval?
Bayangkan ini: kamu adalah final boss dengan skill overpowered dan aura gelap yang bisa bikin satu kerajaan pensiun dini. Semua orang sepakat kamu ancaman terbesar di dunia. Lalu… pahlawan mengalahkanmu. Tamat. Tapi bukannya benar-benar tamat, kamu malah reinkarnasi di Tokyo modern. Dan ternyata si mantan final boss, a.k.a Corpse God, bukan tipikal karakter yang bangun lalu bilang, “Baiklah dunia, bersiaplah menerima kemarahanku!” Tapi malah, “Please, jangan ada yang ganggu aku lagi.”
Inilah premis yang ditawarkan oleh Dead Mount Death Play. Dan seketika, plot twist pertama sudah terasa.
Nah, seperti apa sosok Corpse God ini? Mari kita bahas lebih dalam! ☠️
The Mighty Corpse God
Dead Mount Death Play dimulai dengan Corpse God (Dewa Mayat), seorang penyihir jahat yang hampir menguasai dunia fantasi sebelum akhirnya dikalahkan oleh para pahlawan. Namun sebelum ajal menjemput, ia melakukan ritual reinkarnasi dan terlahir kembali sebagai Polka Shinoyama, seorang pemuda biasa di dunia modern yang baru saja menjadi korban pembunuhan.
Bagi kalian penggemar dark fantasy dan cerita alur yang kompleks, ini adalah manga wajib yang bisa kalian masukkan ke dalam list kalian. Namun, karena banyak adegan kekerasan, sadisme, dan seksual yang eksplisit, usia pembaca yang masih di bawah umur perlu diperhatikan ya!
Manga karya Ryohgo Narita dan Shinta Fujimoto ini bergenre reverse-isekai dan menawarkan premis yang segar dengan menggabungkan unsur dark fantasy dan supranatural dalam dunia modern. Perpaduan ini menciptakan cerita yang penuh kejutan dan intrik. Terutama dengan karakter Corpse God yang hanya ingin hidup tenang. Dan jujur aja, ini salah satu konsep yang bikin kita mikir, “Lah, kok malah relatable?”
Bukan Hero, Bukan Villain. Hanya Ingin Hidup Tenang
Kalau kita lihat banyak cerita dengan karakter overpower dan pola yang jelas. Makin kuat, dia makin ambisius. Makin naik level, makin lapar kemenangan. Formula seperti ini sudah sering kita temukan banyak di judul, contohnya Solo Leveling, yang literally tentang naik level tanpa rem. Tapi di sini? Si mantan final boss justru kebalikannya.
Corpse God sudah pernah jadi yang paling kuat sekaligus simbol ketakutan. Saat terlahir kembali, keinginannya hanya satu bahkan sangat sederhana: hidup damai. Ibaratnya sama seperti orang yang dulu punya ambisi, mengejar validasi, jabatan, dan pengakuan. Lalu suatu hari sadar, “capek juga ya jadi ‘tokoh utama’ terus.” Ada sesuatu yang lucu sekaligus menyentil di kalimat itu. Kita terbiasa mengasosiasikan kekuatan dengan dominasi. Tapi bagaimana kalau kekuatan justru bikin seseorang sadar bahwa dia tidak perlu mendominasi siapa pun?
Di titik ini, karakter ini bukan lagi soal necromancer atau sihir. Ini soal lelah menjadi simbol. Lelah jadi ancaman. Lelah jadi cerita orang lain. Dan hal ini terdengar surprisingly manusiawi.
Monster yang Lebih Waras dari Manusia
Seperti karya Narita lainnya (Durarara!! & Baccano!), manga ini memiliki banyak karakter dengan latar belakang dan motivasi yang unik. Yang membuat manga ini semakin menarik adalah dunia modern yang Corpse God masuki ternyata tidak lebih sederhana dari dunia fantasi. Di dunia fantasi, semua sangat jelas. Ada pahlawan dan ada raja iblis. Semua orang tahu posisi masing-masing. Konfliknya transparan.
Di Tokyo modern? Semua orang pakai topeng. Ada organisasi kriminal, pembunuh bayaran, manipulasi, rahasia keluarga, agenda tersembunyi. Ironisnya, si mantan “monster” ini justru terlihat paling konsisten secara moral dibanding manusia-manusia sekitarnya. Corpse God masih punya sisi gelap. Tapi dia punya batas. Dia tidak memicu kekacauan hanya karena ia bisa. Sementara itu, manusia biasa tidak punya kekuatan supernatural justru lebih lihai memainkan kekacauan dengan cara halus.
Plot twist terbesar bukan sihirnya. Tapi kenyataan bahwa manusia modern bisa lebih menakutkan tanpa perlu mantra atau ramuan (hmm… kayak kenal ceritanya ya, Grameds 😝) Bagian ini sangat menarik untuk dibahas. Karena kita sering takut pada yang terlihat mengerikan. Tapi yang lebih berbahaya sering kali yang kelihatan biasa saja. Dan manga ini berkembang dengan berbagai konflik yang saling berkaitan, membuat pembaca terus penasaran dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.
Reinkarnasi = Second Chance?
Tema reinkarnasi biasanya dipakai untuk power up. Hidup kedua, kesempatan jadi lebih hebat. Tapi di sini, hidup kedua, justru jadi kesempatan untuk… tidak jadi apa-apa. Atau lebih tepatnya jadi diri sendiri tanpa beban label diri yang lama.
Di dunia baru ini, Corpse God a.k.a Polka harus beradaptasi dengan kehidupan yang jauh lebih berbeda dari dunia asalnya yang penuh sihir dan peperangan. Ia mulai memanfaatkan kekuatan lamanya menghadapi berbagai konflik dan misteri di dunia modern. Di manga ini, ia benar-benar mendapatkan reset. Tapi bahkan dengan reset pun, masa lalunya tetap membentuk caranya mengambil keputusan.
Ingin menjelajah bersama Polka di dunia barunya, Grameds? Kabar gembira! Serial komik Dead Mount Death Play tengah diterbitkan oleh penerbit M&C dan telah mencapai volume ke-13 di bawah bendera Akasha. Kamu pemula dan baru ingin baca seri ini? Tenang saja kita bisa selalu mulai dari awal!
1. Dead Mount Death Play Vol. 01
Ketika Corpse God, necromancer yang diburu banyak pihak karena dianggap sesat dan jahat. Salah satunya adalah aliran Geldwood Church dengan ksatria andalannya, Shagrua Lugrid alias Calamity Crusher. Corpse God dan Calamity Crusher terlibat dalam pertarungan sengit yang berakhir dengan kekalahan Corpse God. Tapi sebelum sirna, ia sempat mengerahkan kemampuan sihirnya untuk berteleportasi ke dunia modern.
Di sinilah Corpse God masih dalam reputasinya yang sangat berjaya!
2. Dead Mount Death Play 02
Ketika Corpse God bereinkarnasi menjadi Polka Shinoyama, banyak hal baru yang harus dipelajarinya. Yang diinginkan oleh Corpse God adalah kehidupan yang damai, akan tetapi kedamaian terasa sulit untuk didapatkan selama masih ada yang menginginkan Shinoyama mati.
Ikuti kisah Corpse God beradaptasi menjadi seorang remaja yang baru saja dibunuh di Shinjuku modern!
3. Dead Mount Death Play 03
Dewa Mayat menarik perhatian polisi dan pembuat onar Shinjuku. Di sisi lain adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan Polka Shinoyama yang asli dari keluarganya yang kuat hingga masalah pembunuhannya. Semua ini dan lebih banyak lagi menghalangi jalan Dewa Mayat, tetapi dia bertekad untuk kehidupan damai yang dia inginkan dengan segala cara. Tidak peduli apa yang diperlukan, atau berapa lama, dia akan mendapatkan kedamaiannya.
Ingin tahu bagaimana cara Dewa Mayat mendapatkan kedamaiannya? Di volume tiga ini akan mengungkapkan segalanya!
4. Dead Mount Death Play 04
Di saat Corpse God bereinkarnasi menjadi Polka Shinoyama, ia merasakan sesuatu yang tidak beres dalam dirinya. Apa yang terjadi pada anak ini? Apakah sihir dewa mayat sampai padanya? Siapa yang menyangka bahwa pertempuran puncak antara yang baik dan yang jahat akan berubah seperti ini?
Di volume 4 ini, saksikan kemunculan Phantom Solitaire dalam petualangan melawan The Grocer sampai Lemmings!
5. Dead Mount Death Play 05
Setelah menyadari bahwa Polka Shinoyama, tubuh barunya di dunia modern, ternyata baru saja jadi korban kebengisan seorang pembunuh bayaran, Dewa Mayat bertekad untuk mengerahkan kemampuannya dalam memenuhi impian hidup damainya.
Seiring cerita, Corpse God yang selama ini dianggap jahat, ternyata punya sejumlah prinsip luhur yang patut dipuji. Penasaran dengan prinsip-prinsipnya? Kamu bisa cek di volume 5 ini!
Kamu pasti juga suka: Keberuntungan, Ilusi, dan Api Ambisi: Menguak Rahasia ‘The Art of Sarah’ di Momen Imlek!
Jadi, Siapa yang Sebenarnya Menakutkan?
Pada akhirnya, ada pertanyaan sederhana yang bisa menyentilmu. Apa yang membuat seseorang disebut monster? Kekuatan? Masa lalu? Atau pilihan yang diambilnya sekarang? Karena yang membuat seseorang menyeramkan bukan seberapa besar kekuatannya, tapi… jari keberuntungannya dalam war diskon 😝
Nah, kalau kamu tertarik untuk mengikuti kisah Dead Mount Death Play, Gramedia punya kabar yang lebih seru lagi untuk kamu! Promo Comic Universe Februari sedang diskon hingga 25% loh! Kamu bisa mengoleksi komik terbitan M&C, Elex Media, dan BIP! Promo ini berlaku tanggal 11-24 Februari 2026! Jadi, tunggu apalagi Grameds? Yuk, checkout komik favoritmu sebelum ketinggalan! 🔥
✨ Oh ya, jangan lupa juga buat dapetin penawaran spesial dari Gramedia.com! Cek promonya di bawah ini agar belanja kamu jadi lebih hemat! ⤵️