10 Novel Indonesia Best Seller Sepanjang Oktober 2018

10 Novel Indonesia Best Seller Sepanjang Oktober 2018

Oktober sudah berakhir! Kira-kira, novel Indonesia apa ya yang paling laris di bulan Oktober ini?

Satu di antaranya bahkan baru saja rilis dan langsung menjadi best seller Oktober, lho!

Ini dia daftar 10 besar novel Indonesia best seller di Gramedia.com sepanjang bulan Oktober 2018. Beberapa di antaranya bisa kamu jadikan referensi untuk bahan bacaan di bulan November.

Ada novel-novel apa saja ya?

10. Konspirasi Alam Semesta

FIKSI

Fiersa Besari dengan Konspirasi Alam Semesta-nya ternyata masih banyak dicari lho!
Pertemuan tak sengaja antara Juang Astrajingga dengan Ana Tidae yang berujung menjalin cinta.

Tapi memang kisah cinta tidak akan semulus ketika jatuh cinta. Cinta Jarak jauh harus menjadi ujian yang mesti mereka jalanin.

“Ketika semesta berkonspirasi apapun bisa terjadi”

Ceritanya mungkin sederhana, tapi dengan baik mengayun segala perasaan mulai senang, sedih, kecewa, semua jadi satu.

Ditambah lagi selipan kata-kata ajaib yang akan membuat pembaca merefleksi ke diri masing-masing. Namun akankah Juang akan mempertahankan cintanya kepada Ana?

9. Corat-coret di Toilet

FIKSI

Corat-coret di Toilet merupakan warna baru dari gaya tutur Eka Kurniawan. Novel yang menggunakan gaya bertutur komikal ini ternyata pun mampu menarik hati para pembacanya.

Beragam ide diangkat, mulai dari kehidupan mahasiswa, kisah cinta, hingga sosial politik yang membuat buku ini begitu menarik untuk terus dibaca.

"Aku tak percaya bapak-bapak anggota dewan, aku lebih percaya kepada dinding toilet."

Seperti pada kisah Teman Kencan yang mengalami kegagalan hidup selepas reformasi akibat kuliahnya yang berantakan, dan patah hati, sialnya juga jauh dari keluarga.

Sungguh meskipun begitu satir rasanya kumpulan cerpen ini, Eka seperti membukakan mata pada kehidupan yang sesungguhnya.

8. Bumi Manusia

FIKSI

Dengan mengambil latar belakang Indonesia di awal abad ke-20, Roman Tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer yang telah diangkat ke layar lebar pada Agustus lalu ini masih menjadi bahan baca incaran hingga kini.

Naskah Bumi Manusia dibuat ketika Pram diasingkan dan di penjara di Pulau Buru. Naskah ini telah melewati masa-masa buruk bersama Pram mulai disembunyikan, dikubur, disita, hingga ditulis kembali.

Kini, buku itu dielu-elukan sebagai karya sastra Indonesia terbesar dan mendapatkan 12 penghargaan Internasional.

7. Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas

FIKSI

Rilis pada tahun 2015, novel kisah Ajo Kawir ini pun masih terus dicetak ulang untuk melepas hasrat permintaan para pembaca. Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas, bercerita tentang Ajo Kawir yang ‘burung’nya mati suri.

Hal ini mengakibatkan dirinya tumbuh menjadi pemuda pemberani tak takut mati. Meskipun sebenarnya, Ajo pun tidak meluncurkan berbagai cara agar ‘burung’nya hidup kembali, mengingat ia masih ingin menunjukkan rasa cintanya kepada Iteung, gadis jagoan pujaannya Ajo.

6. Wesel Pos

FIKSI

Setelah Gadis Kretek, Tabula Rasa, dan kumpulan cerpen Bastian & Jamur Ajaib, kini Ratih Kumala kembali melahirkan karya yang telah ia terbitkan pada Juni 2018 lalu, novel Wesel Pos, yang kini menduduki jajaran best seller bersama dengan penulis ternama lainnya.

“Cuma orang sakti yang bisa bertahan hidup di Jakarta.”

Wesel Pos ditulis dengan sudut pandang yang menarik, bukan dari sisi manusia, ataupun fabel yang merupa binatang, namun dengan tokoh utama yang merupa benda, yakni Wesel Pos.

Ia akan bercerita perihal sulitnya bertahan di Jakarta yang sudah melek teknologi bersama dengan pahit dan kejamnya kehidupan Ibukota.

5. Cinta Tak Ada Mati

FIKSI

Masih dari Eka Kurniawan, kali ini adalah kumpulan cerpen yang bahkan baru saja mendapatkan Penghargaan Sastra Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan 2018 pada 29 Oktober kemarin.

Cinta Tak Ada Mati yang menghimpun 13 cerpen ini masih banyak dicari para penggemarnya. Buku ini bahkan telah dicetak ulang berkali-kali. Cerpen Tak Ada yang Gila di Kota Ini menjadi salah satu cerpen yang paling populer.

Dalam cerpennya itu, Eka mengisahkan wabah orang gila yang semakin menjadi-jadi di suatu kota. Pemerintah pun segera mengambil tindakan untuk menumpas, dan menangkap para orang gila dan membuangnya ke tengah hutan jati.

Namun orang gila seharusnya tetap dimanusiakan, sayangnya tidak dengan mereka, yang justru dijadikan bahan pertunjukkan sirkus.

4. Lelaki Harimau

FIKSI

Lagi-lagi, sebuah novel dari Eka Kurniawan. Novel yang dapat dikatakan paling ringan untuk dibaca mereka yang baru ingin berkenalan dengan Eka.

Meski begitu, novel ini telah meraih penghargaan Book of the Year dari IKAPI 2015. Novel ini bahkan telah diterjemahkan dalam bahasa Inggris, Prancis, Italia, Jerman, dan Korea.

“Bukan aku yang melakukannya, ada harimau di dalam tubuhku”

Dalam kisah surealis ini, dikisahkan Margio yang terseret dalam tragedi pembunuhan paling mengerikan.

Dengan amat baik, Eka mengupas pergulatan psikologi dari masing-masing tokohnya yang kerap kali terbentur realitas normalnya kehidupan.

3. Garis Waktu

FIKSI

Setelah Konspirasi Alam Semesta, karya kedua dari Fiersa Besari yang berisikan kumpulan cerita yang saling berkaitan ini merupakan memoar hati yang dirangkai indah lengkap dengan rima yang menarik oleh si penulis yang juga seorang penyanyi ini. Dibuat seolah bermonolog, membuat kisah di dalamnya memiliki daya tarik tersendiri.

"Pelajari sebelum berasumsi. Dengarkan sebelum memaki. Mengerti sebelum menghakimi. Rasakan sebelum menyakiti. Perjuangkan sebelum pergi."

Kumpulan cerpen ini telah terbit sejak 2016 dan masih banyak dicari oleh para penggemarnya, membuat bukunya kembali menduduki posisi best seller.

2. Cantik Itu Luka

FIKSI

Novel yang telah lahir sejak 2002 ini benar-benar masih digandrungi hingga kini, bahkan masih menetap di posisi best seller. Dengan menyertakan fakta di balik kisah yang berlatar pemberontakan 1965.

Masih dari Eka Kurniawan yang menuliskannya dengan apik, lengkap dengan bumbu magis khas kepercayaan Indonesia. Atas novelnya ini, Eka meraih penghargaan World Readers pada 2006.

“Hanya cinta yang bisa menyembuhkan orang gila.”

Dalam Cantik Itu Luka, Eka akan mengajak para penikmat bukunya untuk menertawakan kesatiran dari kemalangan tanpa jeda.

Dengan sosok Dewi Ayu sebagai tokoh utama yang merupakan seorang perempuan berparas cantik keturunan Belanda yang bahkan ikut menjadi bulan-bulanan dalam kejamnya perang kekuasaan pada saat itu.

1. Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini

FIKSI

Sabtu, 27 Oktober 2018 menjadi hari yang paling penting bagi Marchella FP yang sold out lebih dari 2.000 eksemplar dalam waktu satu jam.

Bahkan sebelumnya, pre-order pertama yang menyediakan 500 eksemplar pun laris manis hanya dalam waktu 2 menit!

“Bumi gak hanya berputar buat kita. Jadi jangan egois.”

Meskipun terlihat seperti flash fiction tapi sebenarnya novel ini menceritakan tentang pesan seorang Ibu kepada anak cucunya di masa depan dengan surat-surat.

Tiap halamannya tertoreh kata-kata yang dibalut dengan design gambar menarik yang begitu mengena di hati.

Tak ayal jika novel ini banyak digandrungi para penggemarnya yang telah terlebih dulu mengenalnya melalui akun Instagram NKCTHI.


Nah, itu dia 10 novel yang menjadi andalan di bulan Oktober 2018 lalu. Sudah ada yang kalian baca belum?

Check out saja langsung di Gramedia.com ya!


Header image source: Suluhpergerakan.org


Meutia Ersa Anindita

Meutia Ersa Anindita

Content Writer for Gramedia.com

Enter your email below to join our newsletter