5 Buku untuk Menemani Perjalanan Mudikmu

5 Buku untuk Menemani Perjalanan Mudikmu

Menjelang hari raya Idul Fitri, ada salah satu kebiasaan orang Indonesia yang tidak dapat dipisahkan. Yes, mudik alias pulang ke kampung halaman! Apakah Grameds salah satu yang bepergian mudik tahun ini?

Mudik menjadi salah satu momen yang menyenangkan karena kita dapat rehat sejenak dari rutinitas untuk kembali ke kampung halaman, bersilahturahmi dan merayakan hari kemenangan dengan orang-orang tercinta.

Perjalanan yang ditempuh untuk mudik pun beragam mulai dari menggunakan mobil pribadi hingga pesawat terbang. Tentunya, kalian tidak ingin kan perjalanan mudik berlalu dengan membosankan?

Berikut ini 5 rekomendasi buku terbaik serta menarik untuk mengisi waktu perjalanan mudik Grameds. Ditemani buku-buku ini, perjalanan mudik kamu dijamin akan semakin menyenangkan dan penuh makna!

Sepasang Sepatu Tua - Sapardi Djoko Damono

Sepasang

Buku ini berisi 19 kumpulan cerita pendek dari penulis besar Sapardi Djoko Damono. Beberapa ceritanya diambil dari kisah personifikasi benda-benda sekitar manusia seperti sepatu, rumah hingga daun.

Ceritanya sederhana, menarik tapi penuh makna. Buku tipis yang terdiri dari 146 halaman ini cocok dijadikan teman bacaan untuk kalian yang menghabiskan perjalanan mudik di pesawat terbang dengan waktu yang singkat.

100 Hari Keliling Indonesia - Kompas TV

100

Diambil dari program unggulan Kompas TV berjudul sama, buku ini berisi petualangan mengarungi bumi nusantara selama 100 hari tanpa menggunakan pesawat komersil. Tak hanya mengangkat keindahan alam Indonesia, buku ini juga menceritakan masalah sosial dan budaya dari tiap daerah.

Cerita-cerita dalam buku ini akan membuat kalian semakin jatuh cinta dengan Indonesia. Bagi Grameds yang menempuh perjalanan mudik lewat jalur darat, buku yang terdiri dari 236 halaman ini bisa menjadi pilihan bacaan yang menarik!

Pemetik Bintang - Venerdi Handoyo

Pemetik

Novel yang terbit baru-baru ini datang dari penulis skenario film juga sinetron Venerdi Handoyo. Novel ini bercerita tentang kisah Rifat yang dalam kesunyiannya tinggal berdua dengan Bapak bertemu dengan Nina yang sama-sama kesepian. Namun, suatu hari Nina pergi meninggalkan pertanyaan-pertanyaan yang tidak terjawab.

Ketika Nina kembali, masih adakah sisa-sisa Rifat yang dulu? Novel setebal 260 halaman ini akan membuat perjalanan mudik Grameds tidak terasa lama karena tenggelam dalam kisahnya yang unik, memikat dan sesekali memancing tawa geli.

Filosofi Teras - Henry Manampiring

Filosofi

Apakah Grameds sering merasa khawatir akan banyak hal? Baperan? Susah move-on? Atau, mudah tersinggung atau marah-marah di sosial media maupun dunia nyata? Yuk, santai dulu sejenak dan baca buku tentang stoisisme atau filosofi teras dari Henry Manampiring ini.

Jauh dari kesan filsafat sebagai topik yang berat dan mengawang-awang, filosofi teras justru praktis dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Buku yang terdiri dari 346 halaman ini bisa dijadikan teman bacaan kalian selama mudik ketika di bis atau kereta api.

Komet Minor - Tere Liye

Komet

Bagi Grameds pengikut serial Bumi dari Tere Liye, jangan lewatkan buku yang satu ini! Pertarungan melawan si Tanpa Mahkota akan berakhir di sini. Siapa pun yang menang, semua berakhir di sini, di Klan Komet Minor, tempat tempat aliansi Para Pemburu pernah dibentuk, dan pusaka hebat pernah diciptakan.

Buku setebal 380 halaman ini akan membuat perjalanan mudik Grameds yang panjang lewat jalur darat atau bahkan kapal laut terasa seru! Pssst, kabarnya masih akan ada petualangan selanjutnya setelah buku ini. Jadi, jangan terlewat ya!


Perjalanan mudik ke kampung halaman tak lagi terasa lama dan membosankan jika Grameds ditemani buku-buku rekomendasi di atas. Jadi, buku mana yang akan Grameds baca?

Tak perlu khawatir, buku-buku ini bisa dengan mudah Grameds dapatkan di Gramedia Digital! Membaca buku-buku idaman jadi lebih mudah karena bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja.


Sumber foto header: Unsplash.com


Enter your email below to join our newsletter