Cinta Paling Sunyi di Atas Roda: Mengapa Surat Rahasia Bus Kota di ‘Semua Ikan di Langit’ Begitu Menyayat Hati
Kalau dipikir-pikir, bus kota mungkin adalah saksi paling setia dalam kehidupan manusia.
Setiap hari, ia mengantar orang pergi bekerja, pulang ke rumah, bertemu orang baru, atau berpisah dengan seseorang, lalu kembali menempuh rute yang sama.. hari demi hari. Namun, nyaris tak ada yang pernah bertanya bagaimana rasanya menjadi sebuah bus. Menemani ribuan perjalanan dan menyaksikan begitu banyak kisah, tetapi tak pernah benar-benar menjadi bagian dari satu pun di antaranya.
Apalagi membayangkan bahwa suatu hari ia bisa jatuh cinta.
Namun, di tangan Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, kemungkinan yang paling mustahil justru terasa paling masuk akal.
Lewat Semua Ikan di Langit, Ziggy mengajak pembaca mengikuti kisah seorang narator yang tak lazim: sebuah bus kota yang perlahan memahami arti menyayangi, kehilangan, dan setia menemani seseorang hingga ke ujung semesta.
Terdengar ganjil? Memang. Tetapi justru dari sanalah kisah yang paling sulit dilupakan dimulai.
Siap menjadi penumpang berikutnya di trayek yang bahkan langit pun tak pernah mencatatnya, Grameds? 👀
Ketika Trayek Bus Tak Lagi Berakhir di Terminal 🌌
"Aku adalah bus kota biasa." Begitulah sang narator memperkenalkan dirinya.
Setiap hari ia melayani trayek Dipatiukur-Leuwipanjang, mengantar penumpang, berhenti di halte, lalu kembali mengulang rute yang sama tanpa pernah mempertanyakan ke mana semua orang pergi setelah meninggalkan tubuhnya.
Sampai suatu hari, ia bertemu seseorang yang hanya ia panggil Beliau.
Sejak pertemuan itu, semuanya berubah. Rute yang semula hanya melintasi jalanan kota kini membawanya melintasi waktu, dimensi, bahkan langit yang dipenuhi ikan julung-julung berenang seolah pemandangan itu memang telah menjadi bagian dari dunia sejak awal.
Namun, semakin jauh langkah mereka, semakin terasa bahwa novel ini bukan sedang bercerita tentang bus yang mampu terbang. Tapi berbicara tentang kasih sayang, kesetiaan menemani seseorang tanpa pernah meminta balasan, dan perpisahan yang terkadang datang jauh sebelum hati benar-benar siap melepaskan.
Dan di setiap pemberhentian, satu pertanyaan diam-diam terus mengikuti: sebenarnya, ke mana Beliau dan bus kota ini sedang menuju?
Baca juga: Tiga Takdir Berkelindan di Arus Kapuas dalam Novel Yang Tak Kunjung Usai
Bukan Sekadar Pemenang Sayembara, Melainkan Novel yang Sulit Dicari Bandingannya 🏆
Jauh sebelum dikenal luas oleh pembaca, Semua Ikan di Langit lebih dulu menarik perhatian dunia sastra Indonesia.
Novel ini berhasil meraih Juara I Sayembara Menulis Novel Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) 2016, salah satu penghargaan sastra paling bergengsi di Indonesia. Menariknya, pada tahun itu dewan juri bahkan memutuskan tidak menetapkan juara kedua maupun ketiga, karena menilai kualitas Semua Ikan di Langit berdiri begitu menonjol dibanding naskah lainnya.
Bukan hanya premisnya yang terasa segar, dewan juri juga memuji kemampuan Ziggy merangkai dongeng, fantasi, fiksi ilmiah, hingga mitologi menjadi satu kesatuan yang utuh. Semuanya dibalut dengan bahasa yang puitis, ringan, tetapi tetap menyisakan gema emosional jauh setelah halaman terakhir ditutup.
Baca Kisah Seru Lainnya di Sini!
Satu Dekade Kemudian, Bus Kota Itu Kembali Mengajak Kita Naik 🚌
Hampir sepuluh tahun setelah pertama kali diterbitkan, Semua Ikan di Langit kini kembali hadir dalam edisi terbaru.
Selain tampil dengan sampul baru bernuansa biru gelap yang menghadirkan kesan tenang sekaligus melankolis, edisi ini juga dilengkapi catatan yang mengiringi laju bus kota bersama ikan julung-julung, menghadirkan pengalaman membaca yang terasa semakin personal bagi penikmat lama maupun mereka yang baru pertama kali mengenal kisah ini.
Tak sedikit pembaca menggambarkan novel ini sebagai dongeng modern yang hangat. Ada yang merasakan sentuhan atmosfer khas karya-karya Studio Ghibli, sementara yang lain menemukan nuansa fabel yang mengajak kita berhenti sejenak dan memandang hidup dengan cara yang lebih sederhana.
Meski begitu, Semua Ikan di Langit tetap berdiri dengan identitasnya sendiri. Lewat persinggahan Beliau di berbagai tempat, Ziggy merangkai renungan tentang kasih sayang, kehilangan, dan cara memandang dunia dari sudut yang sering luput kita sadari.
Mungkin ini bukan buku yang sedang mencari pembaca. Mungkin justru busnya sedang mencari penumpang berikutnya.
Kalau merasa terpanggil untuk ikut naik, kamu bisa menemukan Semua Ikan di Langit di sini. 🐟🚌
Baca juga: Penuh Sentuhan Magis, Buku 'Kekasih Peliharaan' Ungkap Cara Unik Manusia Temukan Kehangatan
Dari Menghafal Pasal hingga Menciptakan Langit: Cara Ziggy Melihat Dunia yang Tak Biasa ✍️
Tidak banyak penulis yang mampu membuat pembaca percaya bahwa seekor ikan bisa berenang di langit, atau sebuah bus kota dapat menjadi narator yang penuh kasih.
Namun, di tangan Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, hal-hal yang mustahil justru terasa begitu wajar.
Penulis berdarah Lampung ini telah menerbitkan lebih dari 30 buku sejak karya pertamanya terbit pada 2010. Meski menjelajahi berbagai genre, mulai dari fantasi, misteri, thriller, hingga romansa, benang merah dalam karya-karyanya selalu sama: menghadirkan dunia yang ganjil, tetapi menyimpan emosi yang sangat manusiawi.
Menariknya, Ziggy semula bercita-cita menjadi penulis buku anak. Keinginan itu masih terasa hingga sekarang. Banyak novelnya menghadirkan tokoh anak atau sudut pandang yang polos untuk membicarakan kehilangan, kesepian, dan kasih sayang dengan cara yang lembut tanpa terasa menggurui.
Di balik dunia-dunia ajaib yang ia ciptakan, Ziggy justru berasal dari latar belakang yang jauh dari sastra. Ia merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran, sekaligus ilustrator yang kerap menggambar sendiri untuk beberapa karyanya, seperti Di Tanah Lada, Tiga dalam Kayu, dan Kapan Nanti. Mungkin karena itulah setiap novelnya terasa begitu visual, seolah setiap halaman mengajak pembaca melihat dunia yang hanya bisa lahir dari imajinasinya. 🌼
Mungkin Kita Terlalu Sibuk Mengejar Tujuan, Sampai Lupa Menikmati Perjalanannya 🚌
Semakin dewasa, kita terbiasa mengukur hidup dari tujuan. Pertanyaan seperti kapan lulus, kapan naik jabatan, kapan menikah, dan kapan berhasil, seakan membawa kita semakin dekat ke garis akhir.
Sementara itu, Semua Ikan di Langit memilih mengajak kita berjalan tanpa terburu-buru. Novel ini tidak sibuk menawarkan jawaban atau mengarahkan pembaca menuju satu kesimpulan. Sebaliknya, ia mengingatkan bahwa setiap pertemuan, setiap singgah, dan setiap langkah yang tampak sederhana bisa menyimpan makna yang tak kita duga.
Barangkali di situlah kisah ini terasa begitu dekat. Karena pada akhirnya, hidup bukan hanya tentang berhasil mencapai tujuan. Melainkan tentang siapa yang kita temui di sepanjang jalan, apa yang kita pelajari, dan bagaimana semua itu diam-diam membentuk diri kita menjadi seseorang yang berbeda. ❤️
Masih Betah di Perjalanan? Ini Lima “Halte” Berikutnya yang Sama Ajaibnya ✨📚
Kalau Semua Ikan di Langit membuatmu ingin berlama-lama tinggal di dunia yang aneh sekaligus menghangatkan hati, lima buku berikut bisa menjadi perjalanan selanjutnya.
Intip rekomendasinya di sini ✨
The Little Prince — Antoine de Saint-Expurey
Jika ada buku yang sama-sama mengajak pembaca melihat dunia melalui mata yang polos, The Little Prince adalah salah satunya. Lewat perjalanan seorang pangeran kecil dari satu planet ke planet lain, novel klasik ini mengajak kita merenungkan persahabatan, kehilangan, dan makna menjadi manusia.
Cocok untuk pembaca yang menyukai cerita puitis, penuh simbol, dan meninggalkan ruang untuk direnungkan.
Ketika Anak-Anak Pergi — Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Novel ini menghadirkan Ma, Mi, Mo dan Petronella yang harus berhadapan dengan dunia orang dewasa yang membingungkan. Dengan sudut pandang emosional, cerita berkembang pelan hingga menyisakan renungan panjang setelah selesai dibaca.
Cocok untuk pembaca yang menyukai literary fiction dengan nuansa hangat dan reflektif.
Ghibli – The Art of My Neighbor Totoro
Bukan sekadar artbook, buku ini memperlihatkan proses kreatif di balik salah satu film Studio Ghibli yang paling dicintai. Dipenuhi ilustrasi, sketsa, hingga catatan produksi, buku ini menunjukkan bagaimana dunia yang sederhana dapat berubah menjadi begitu magis.
Cocok untuk pecinta studio Ghibli, ilustrasi, dan cerita yang menemukan keajaiban dalam keseharian.
The Travelling Cat Chronicles — Arikawa Hiro
Diceritakan dari sudut pandang seekor kucing, novel ini mengikuti perjalanan bersama sang pemilik mengunjungi berbagai tempat dan orang-orang dari masa lalu. Hangat, jenaka, tetapi perlahan mengantar pembaca pada emosi yang tak terduga.
Cocok untuk pembaca yang mudah jatuh hati pada kisah road trip yang menghangatkan hati sekaligus menguras emosi.
Before the Coffee Gets Cold — Toshikazu Kawaguchi
Bagaimana jika secangkir kopi memberimu kesempatan kembali ke masa lalu? Lewat serangkaian kisah di sebuah kafe kecil, novel ini mengajak pembaca memahami bahwa tidak semua penyesalan bisa diubah, tetapi semuanya bisa diterima.
Cocok untuk pembaca yang menyukai cerita lembut tentang waktu, keluarga, dan kesempatan kedua.
Beberapa Perjalanan Memang Terlalu Indah untuk Dilewatkan✨
Kalau kisah bus kota ini sudah membuatmu ingin ikut menjadi penumpangnya, sekarang adalah waktu yang tepat untuk membawanya pulang ✨
Kamu bisa mulai ikut Pre-Order Semua Ikan di Langit selama periode 5 hingga 19 Agustus 2026. Yang menarik, kamu bakal mendapatkan bonus kemasan khusus berupa jaket buku dengan special cutting. Sssstt, ini edisi eksklusif yang cuma tersedia selama periode pemesanan, lho!
Jadi, tunggu apalagi? Jemput promonya sekarang di sini dan naiklah sebelum bus ini kembali melaju pergi!🚍⭐
Karena ada perjalanan yang cukup ditempuh sekali, tetapi ada juga perjalanan yang layak disimpan— agar suatu hari nanti kita bisa kembali menaikinya.💙
Temukan Pre-Order nya di Sini!
✨Jangan lupa juga untuk cek promo spesial lainnya di Gramedia.com supaya belanjamu makin hemat dan bermakna! ⤵
Temukan Bukunya di Sini!
Temukan Bukunya di Sini!
Temukan Bukunya di Sini!
Temukan Bukunya di Sini!
Temukan Bukunya di Sini!
Temukan Bukunya di Sini!
Temukan Semua Promo Spesial di Sini!