Cegah Bau Mulut Selama Puasa

Cegah Bau Mulut Selama Puasa

Bagi Anda yang sebagian besar aktivitasnya berhubungan langsung dengan orang lain, tentu persoalan bau mulut menjadi hal krusial yang perlu diperhatikan. Terlebih lagi saat sedang berpuasa. Meskipun hal ini menganggu, terdapat hadis yang menerangkan: “Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi” (HR. Muslim). Namun tidak berarti dianjurkan untuk membiarkan bau mulut saat puasa.

Secara alami, mulut sebenarnya menyimpan banyak bakteri yang menghasilkan senyawa sulfur dan menimbulkan aroma tak sedap pada mulut. Aroma tersebut akan “menetap” pada mulut orang yang berpuasa. Kenapa begitu?

Senyawa sulfur hanya akan hilang dengan bantuan makanan dan minuman yang masuk ke dalam mulut. Sedangkan pada saat berpuasa, sama sekali tidak ada aktifitas makan dan minum. Produksi air liur saat berpuasa yang menurun memperparah keadaan mulut karena kesulitan menetralkan senyawa sulfur, si penyebab bau mulut.

Oleh karena itu, adalah wajar jika mereka yang berpuasa memiliki aroma kurang sedap pada mulut. Agar aroma yang ditimbulkan tidak terlalu “bersemangat”, lima cara berikut dapat mencegahnya.

1. Minum cukup air saat sahur

Asupan air yang cukup tiidak hanya mencegah mulut kering, namun juga mencegah bau mulut. Secara keseluruhan, tubuh pun akan terjaga karena terhidrasi dengan baik.

2. Menggosok gigi sehabis makan + bersihkan lidah

Kedua hal paling mendasar ini tentu tidak boleh terlewat agar mulut tetap bersih. Pastikan sisa-sisa makanan tidak tertinggal pada sela gigi. Gunakan alat pembersih lidah setidaknya dua kali sehari untuk menyingkirkan sisa makanan yang menempel. Lakukan keduanya sesaat setelah santap sahur dan sebelum tidur malam.

3. Gunakan mouthwash nonalkohol

Berkumur menggunakan mouthwash antibakteri setelah sahur dapat membuat mulut lebih segar. Cairan pencuci mulut dapat meminimalisasi aroma tak sedap menguar lebih cepat.

4. Hindari makanan beraroma tajam saat sahur

Makanan yang dengan campuran bawang-bawangan, jengkol, dan petai memang sedap disantap. Namun, makanan beraroma tajam seperti itu terlalu sulit diserap pencernaan sehingga baunya akan keluar perlahan melalui paru-paru. Karena itulah sikat gigi tidak berguna untuk ketiga jenis makanan ini. Jadi, kurangi makanan beraroma tajam agar tidak memperparah aroma tak sedap mulut.

5. Hindari terlalu banyak tidur

Membuang waktu puasa dengan tidur mungkin jadi salah satu cara efektif untuk membunuh waktu. Dan memang segala perilaku baik yang dilakukan saat puasa akan menambah amal kebaikan, termasuk tidur. Namun, hal ini juga dapat memperparah aroma mulut ketika bangun nantinya. Sebab, saat tidur mulut kita menjadi kering dan kurang air yang akan memunculkan bau tak sedap.

Selamat berpuasa tanpa bau mulut!


Meutia Ersa Anindita

Meutia Ersa Anindita

Content Writer for Gramedia.com

Enter your email below to join our newsletter