7 Cara Jitu Mendeteksi Kebohongan

Dalam beberapa situasi, seringkali kita merasa kurang yakin dengan pernyataan orang lain. Terlebih jika orang itu memiliki track record membohongi anda. Well, besar ataupun kecil, bohong tetaplah bohong. Jelas tidaklah terpuji. Namun, sebuah riset mengungkap bahwa seseorang dapat berbohong 10-200 kali dalam sehari, dan hanya 5-10% kebohongan yang dapat terdeteksi.

Menurut pakar bahasa tubuh, kunci dalam mendeteksi kebohongan ada pada perubahan perilaku yang khas. Bahasa tubuh atau perilaku nonverbal adalah salah satu bentuk komunikasi yang paling jujur karena terjadi mengikuti perasaan yang sedang kita bawa dan dilakukan tanpa sadar.

Blanca Cobb, dalam bukunya Method of the Masters dan Traci Brown, sang penulis How to Detect Lies, Fraud and Identity Theft menyatakan bahwa dengan mengamati ekspresi wajah, gerakan tangan dan perilaku gelisah dapat mengungkapkan seberapa jujur seseorang. Ini dia gerak-gerik yang perlu diperhatikan:

  1. Perubahan posisi kepala lawan bicara. Jika sebelum menjawab lawan bicaramu mengubah posisi kepalanya (memiringkan, menunduk, atau menarik kepala kebelakang) tanpa alasan yang jelas, ia terindikasi berbohong.

  2. Menarik nafas dalam-dalam. Hal ini bisa menjadi salah satu indikasi kebohongan lantaran menarik nafas dalam terjadi akibat aliran darah dan detak jantung yang lebih cepat akibat kegugupan lawan bicara saat berbohong.

  3. Diam. Lawan bicara yang melakukan hal ini saat berbicara justru patut diwaspadai, karena normalnya seseorang akan reflek menggerakkan tubuhnya saat sedang menjelaskan.

  4. Terlalu banyak bicara. Lawan bicara yang menjelaskan hal yang tidak begitu berkaitan atau bahkan justru menuding balik dengan banyak pertanyaan juga salah satu indikasi dia sedang berbohong.

  5. Tiba-tiba gatal. Saat lawan bicara sedang berbicara lalu garuk-garuk juga menjadi ciri khas mereka yang sedang membual, biasanya dengan sekadar menyentuh bibir, hidung, atau menggaruk anggota tubuhnya yang sebenarnya tidak gatal.

  6. Menatap matamu terlalu lama. Alih-alih lawan bicara beranggapan ingin terlihat jujur dengan menunjukkan sikap percaya diri ini, namun jika terlalu lama, hal ini justru merupakan tanda dia sedang berbohong.

  7. Marah. Jika Anda meminta penjelasan dan lawan bicara langsung menunjukkan emosi, hal ini justru mengartikan bahwa dia sedang menutupi sesuatu, karena sebenarnya, kemarahannya adalah bentuk defensif agar anda tidak mempertanyakannya kembali.

Tanpa perlu bermahal-mahal menggunakan poligraf (alat pendeteksi kebohongan), memahami bahasa tubuh akan sangat membantu kita untuk mendeteksi kebohongan.

Why Men Lie and Women Cry


Beberapa studi mengatakan kalau pria lebih banyak berbohong dibandingkan dengan wanita. Benarkah? Di mana ada perbedaan, di situ ada pertikaian, dan pria dengan wanita sudah tentu sangat berbeda. Namun buku ini adalah sebuah pencerahan.

Why Men Lie and Women Cry karya Allan dan Barbara Pease akan menyingkap hal-hal seperti mengapa pria bingung akan cinta dan menghindari komitmen, mengapa perempuan menangis, mengapa pria merasa wanita mengomel terus-menerus, tujuh hal yang dilakukan pria sampai membuat perempuan gila.

Dengan gaya bahasa yang jenaka, buku ini akan membantu kita untuk lebih dapat memahami lawan jenis, sekaligus memahami diri kita sendiri. Berangkat dari saling memahami, terciptalah harmonisasi.