5 Buku Rujukan tentang Pendidikan dan Guru untuk Peringati Hari Guru Nasional

5 Buku Rujukan tentang Pendidikan dan Guru untuk Peringati Hari Guru Nasional

. 4 min read

Setiap tanggal 25 November, Indonesia memperingati Hari Guru Nasional yang digunakan sebagai penghargaan terhadap guru-guru di Indonesia yang telah memberi pelita hidup anak bangsa. Keputusan Presiden No. 78 Tahun 1994 menetapkan bahwa Hari Guru Nasional menjadi hari libur nasional.

Pada tanggal yang sama, Indonesia juga merayakan Hari PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) yang sudah lebih dulu ditetapkan pada 1945. Memperingati Hari PGRI sekaligus Hari Guru Nasional, berikut adalah buku-buku rujukan tentang pendidikan dan gugru yang ditulis oleh pakar-pakar pendidikan baik dalam negeri maupun luar negeri beserta sinopsisnya.

1. Memulihkan Sekolah Memulihkan Manusia karya Haidar Bagir

Memulihkan
Memulihkan Sekolah Memulihkan Manusia

Sekolah dalam bentuknya yang sekarang masih belum bisa sepenuhnya digantikan meski, sesungguhnya, masih banyak kesalahan mendasar yang harus diluruskan di dalamnya, baik itu kesalahan konseptual maupun praktikal. Mulai dari kerancuan tentang tujuan pendidikan, kesalahpahaman atas hakikat kemanusiaan sebagai subjek pendidikan, kekaburan tentang hakikat proses belajar, dan kemiskinan metode belajar-mengajar. Maka, kita baru bisa berharap sekolah akan lebih sesuai dengan bagaimana seharusnya sebuah institusi pendidikan atas manusia diselenggarakan jika secara terus-menerus kita mengkritiknya.

Hanya dengan cara itu, dalam segala keterbatasannya, sekolah model sekarang bisa dipulihkan sebisanya sebagai tempat mendidik siswa agar dapat menjadi manusia-manusia yang merdeka, yang mampu memelihara atau bahkan dapat mengembangkan spiritualitasnya hingga setinggi-tingginya; yang dapat mencapai kebahagiaan karena kemampuannya menguasai diri, dan dalam kapasitasnya untuk memberikan kontribusi positif sebesar-besarnya bagi lingkungan tempat dia hidup dan berada.

Dalam konteks inilah, buku yang ada di hadapan pembaca ini seharusnya dibaca.

2. Demokrasi dan Kepemimpinan: Kebangkitan Gerakan Taman Siswa karya Kenji Tsuchiya

Demokrasi
Demokrasi dan Kepemimpinan: Kebangkitan Gerakan Taman Siswa

Taman Siswa bukanlah tempat belajar-mengajar semata; dalam Taman Siswa terkandung semangat antikolonial serta keselarasan antara budaya Timur dan Barat. Sebagai lembaga pendidikan, Taman Siswa juga tak lepas dari pergerakan kemerdekaan kala itu. Terbukti ketika Taman Siswa melawan pemberlakuan “Ordonansi Sekolah Liar” pada 1932, semua pemimpin nasionalis bersatu untuk mendukung sekaligus menjadikan Taman Siswa pusat gerakan nasionalis.

Sebagaimana kebanyakan organisasi, Taman Siswa juga menghadapi kendala internal. Terkait hal ini, Demokrasi dan Kepemimpinan: Kebangkitan Gerakan Taman Siswa karya Kenji Tsuchiya membahas dengan sangat baik konsep “demokrasi dan kepemimpinan” yang dirumuskan oleh Ki Hadjar Dewantara. Diceritakanlah bagaimana keberadaan Ki Hadjar Dewantara bisa begitu vital dalam menjaga keutuhan Taman Siswa. Lebih daripada itu, gagasan “Demokrasi dan Kepemimpinan” juga bukan gagasan yang berawal dan berakhir di Ki Hadjar Dewantara. Sebelumnya ada tesis Soetatmo “Demokrasi dan Kebijaksanaan”, dan setelahnya ada tesis Sukarno “Demokrasi Terpimpin”.

3. Kasmaran Berilmu Pengetahuan karya Iwan Pranoto

Kasmaran
Kasmaran Berilmu Pengetahuan

Upaya perbaikan pendidikan bagi Indonesia sudah sering digambarkan sebagai sesuatu yang super sulit, bahkan mustahil. Di ekstrem lainnya, juga ada yang terlalu percaya pendidikan akan membaik dengan sendirinya, walau proses yang dijalankan identik dari tahun ke tahun. Tulisan ini mengambil pijakan berbeda, yakni mengajukan langkah apa yang mungkin dikerjakan, guna mengatasi permasalahan dan memperbaiki keadaan. Selain gagasan lainnya, buku ini menawarkan pemahaman, bahwa berilmu pengetahuan merupakan berkat dan membawa keasyikan. Berilmu pengetahuan harus seperti mengisi teka-teki silang yang tidak gampang, tetapi melahirkan penasaran dan ketagihan pelakunya.

4. Sokola Rimba karya Butet Manurung

Sokola
Sokola Rimba

Saat mengajar Orang Rimba, suku nomaden yang tinggal di hutan wilayah Jambi, Butet menyadari bahwa Orang Rimba perlu dibekali pengetahuan untuk menghadapi tekanan modernisasi. Butet yang antropolog dan pecinta alam, tak kenal lelah memperkenalkan baca-tulis kepada Orang Rimba agar mereka sadar dan mampu mempertahankan hak-hak mereka. Inilah catatan harian Butet yang memuat pengalaman belajar dan mengajar selama di rimba. Termasuk kisahnya saat terbirit-birit dikejar beruang, ketakutan diancam perambah hutan, hingga suka-duka hidup dalam budaya yang sama sekali berbeda.

5. 100 Ide Untuk Guru SD: Menarik Partisipasi Orang Tua karya Janet Goodall dan Kathryn Weston

100
100 Ide Untuk Guru SD: Menarik Partisipasi Orang Tua

Orang tua adalah guru pertama dan selamanya bagi seorang anak. Sebagai guru di sebuah instansi pendidikan, pada dasarnya Anda tengah menerima tongkat estafet pembelajaran anak dari rumah ke sekolah, agar anak dapat memperoleh pengetahuan yang lebih tinggi dari guru lain yang lebih ahli, seperti Anda. Namun, jika anak tetap bisa dapat dua guru sekaligus, di rumah dan di sekolah, kenapa tidak? Melalui buku ini, Anda dapat mengembangkan ide-ide untuk bisa saling mengoper tongkat estafet tanpa henti, antara guru di sekolah dan “guru” di rumah, dengan genggaman yang lebih mantap dan tepat sasaran. Karena kami yakin, baik guru hebat seperti Anda maupun orang tua sama-sama ingin anak-anak bisa berhasil, bukan?

Buku ini menyajikan ide-ide yang sekiranya dapat membantu para guru SD dalam menarik keterlibatan orang tua sehari-hari dalam pembelajaran anak, di rumah dan di sekolah. Para guru dapat mengimplementasikan, memvariasikan, bahkan mengkreasikan ide-ide dalam buku ini sebebas-bebasnya, dan tentunya sesuai dengan kebutuhannya. Buku ini hanya bersifat penyegar atau pengingat saja, karena sejatinya guru sudah dibekali dengan kompetensi dan pengetahuan yang memadai untuk memaksimalkan potensi orang tua dalam kegiatan belajar dan perkembangan akademik anak.


Sumber gambar header: Arief Akbar / Shutterstock.com