10 Buku Paling Laris Oktober 2019

10 Buku Paling Laris Oktober 2019

. 5 min read

So if you want to love me
Then darlin' don't refrain
Or I'll just end up walkin'
In the cold November rain

Awal November disambut dengan hujan di beberapa daerah di Indonesia termasuk Jakarta. Apakah di tempatmu juga? Hujan bulan November mengingatkan pada lagu rock band asal Amerika Serikat Guns N’ Roses berjudul “November Rain”.

Sudah November, berarti sudah waktunya cari tahu novel best seller atau terlaris lokal dan terjemahan dan juga buku karya artis selama bulan Oktober 2019 di Gramedia.com. Apa saja ya? Simak yuk!

10. Loving the Wounded Soul

Loving
Loving the Wounded Soul karya Regis Machdy

Oktober menjadi bulan diperingatinya Hari Kesehatan Mental Sedunia dan sepertinya Regis Machdy tidak mau melewatkan momen tersebut. Ia menerbitkan buku perdananya berjudul Loving the Wounded Soul yang menjadi salah satu best seller Gramedia.com. Buku ini menjabarkan tentang depresi yang menjadi salah satu gangguan mental yang kerap dialami banyak orang. Penjelasannya dituturkan secara komprehensif sesuai dengan kapasitasnya sebagai psikolog.

9. Awardee Stories: Kisah dan Kiat Para Penerima Beasiswa LPDP

Awardee
Awardee Stories: Kisah dan Kiat Para Penerima Beasiswa LPDP

Sepertinya Oktober menjadi waktu di mana para pemburu beasiswa beraksi. Buku Awardee Stories ini menjadi salah satu yang paling banyak dicari di Gramediacom. Sebagaimana judulnya, buku ini berisi cerita inspiratif dari para penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Kamu juga bisa mempelajari kiat-kiat lolos seleksi LPDP sehingga kamu bisa mengejar impianmu untuk melanjutkan studi di luar negeri melalui buku ini.

8. The Naked Nikita: Rahasia Yang Belum Terungkap

The
The Naked Nikita: Rahasia Yang Belum Terungkap

Tahukah kamu kalau Nikita Mirzani menulis sebuah buku? Kira-kira apa yang ada di dalam bukunya ya? Mungkin pertanyaan penuh penasaran itulah yang membuat buku ini dicari. The Naked Nikita: Rahasia Yang Belum Terungkap mengungkap hal-hal seputar artis Nikita Mirzani yang tidak pernah terekspos di media. Salah satunya adalah operasi plastik yang dilakukan Nikita di Korea Selatan untuk alasan kecantikan dan kesehatan. Konon ia mengeluarkan uang senilai 1,1 miliar rupiah. Selengkapnya di buku ini ya!

7. Membingkai Bayang-Bayang

Membingkai
Membingkai Bayang-Bayang karya Sutarto Hadi

Seorang rektor menulis buku tentang hal-hal inspiratif berjudul Membingkai Bayang-Bayang. Ia adalah Sutarto Hadi yang menjabat sebagai rektor Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin. Dalam buku ini penulis merekam angan, impian, asa dan cita, pemikiran dan gagasan, serta inspirasi yang menggugah semangat, terutama untuk memompa semangat diri, keluarga, civitas akademika, dan orang-orang terdekat lainnya. Buku ini juga mengandung uneg-uneg penulis sebagai seorang dosen yang bergelut di bidang pendidikan.

6. Ilmu Saham

Ilmu
Ilmu Saham karya Belvin Tannadi

Masih muda dan jago bermain saham. Ia adalah Belvin Tannadi yang disebut-sebut bisa menghasilkan 1 miliar rupiah dari saham yang diinvestasikannya. Ia menuangkan kiat suksesnya dalam buku Ilmu Saham. Buku ini menjelaskan tentang apa itu saham, perbedaan trader dengan investor beserta tip-tip memilih saham yang baik berdasarkan analisis teknikal dan fundamental. Buat kamu yang mau memperbaiki kondisi keuanganmu pada tahun 2020 nanti, buku ini cocok untuk dibaca dan dipelajari.

5. Menjejak Andalusia

Menjejak
Menjejak Andalusia karya Riana Garniati Rahayu & Ibrahim Kholilul Rohman

Nama Andalusia mungkin tidak asing didengar, terutama bagi penganut Islam di seluruh dunia. Andalusia adalah bagaian dari era kejayaan Islam di masa lalu. Bagaimana kisahnya dari dulu hingga sekarang? Riana Garniati Rahayu dan Ibrahim Kholilul Rohman menceritakannya dalam buku Menjejak Andalusia. Mereka berdua menetap di Sevilla, ibukota Andalusia, sejak Oktober 2013 sampai tiga tahun setelahnya. Keduanya berbagi pengalaman religious mereka melalui buku ini.

4. I Want to Die But I Want to Eat Tteokpokki

I
I Want to Die But I Want to Eat Tteokpokki karya Baek Se Hee

Masih tentang isu kesehatan mental yang marak pada Oktober lalu, salah satu buku terjemahan dari Korea Selatan menjadi salah satu bacaan yang paling banyak dicari. Ia adalah I Want to Die But I Want to Eat Tteokpokki karya Baek Se Hee. Buku ini terbilang unik karena formatnya dialog antara si penulis dengan psikiaternya. Buku yang menjadi best seller di Korea Selatan ini juga sarat akan penilaian, saran, nasihat, dan evaluasi diri dari si penulis yang diharapkan dapat diambil sari baiknya oleh pembaca.

3. Saya Pamit

Saya
Saya Pamit karya Ria Ricis

Ria Ricis pamit, Ria Ricis kembali—tapi kini dengan sebuah buku berjudul Saya Pamit. Buku ini menjadi salah satu yang laris pada Oktober lalu karena memang menjadi bulan terbitnya. Dalam buku ini, adik dari aktris Oki Setiana Dewi ini bercerita tentang masa-masa kelam yang dilewatinya dan bagaimana dirinya bangkit dari keterpurukan. Buku ini mengungkapkan isi hari, persepsi, dan keadaan sebenarnya kenapa Ria Ricis bikin video YouTube nan viral “Saya Pamit”. Nah, kira-kira kenapa ya?

2. Belahan Jantungku

Belahan
Belahan Jantungku karya Andien Aisyah

Ada apa dengan Oktober? Setidaknya ada tiga publik figur yang menerbitkan buku dan menjadi best seller dalam daftar ini. Kali ini adalah penyanyi Andien Aisyah yang menelurkan karya tulis perdananya berjudul Belahan Jantungku. Dalam buku ini, Andien menceritakan pengalamannya menjadi seorang perempuan dan seorang ibu untuk anak laki-lakinya, Kawa. Ia menjawab alasannya melakukan pola asuh anak tertentu pada anaknya itu. Buku ini juga berisi dialog dan tulisan dari para ahli yang berkecimpung di dunia parenting dan pendidikan.

1. Kim Ji Yeong Lahir Tahun 1982

Kim
Kim Ji Yeong Lahir Tahun 1982 karya Cho Nam-Joo

Dan yang menjadi buku paling laris Oktober 2019 versi Gramedia.com adalah novel terjemahan asal Korea Selatan berjudul Kim Ji Yeong Lahir Tahun 1982 karya Cho Nam-Joo. Buku ini mengisahkan hidup seorang perempuan Korea Selatan bernama Kim Ji Young dari dirinya kuliah, bekerja mapan, sampai menjadi seorang istri dan ibu bagi anak-anaknya. Buku ini sempat menjadi kontroversial karena pandangan feminisme yang menonjol mengingat patriarki di Korea Selatan itu masih tinggi. Penasaran kan dengan ceritanya?