Buku-Buku karya Pengarang Indonesia yang Filmnya Tayang di Netflix

Buku-Buku karya Pengarang Indonesia yang Filmnya Tayang di Netflix

. 5 min read

Kehadiran Netflix di Indonesia jadi perbincangan sepanjang minggu lalu. Pasalnya, dua lembaga pemerintah memiliki perbedaan sikap terhadap Netflix.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) baru saja mengadakan kerja sama dengan Netflix untuk meningkatkan kualitas perfilman Indonesia, khususnya di bidang penulisan naskah.

Sedangkan sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui menteri Johnny G. Plate mengkritik Netflix yang dinilai menyediakan lebih banyak konten luar ketimbang dalam negeri.

Namun, tahukah kamu bahwa film-film Indonesia sudah banyak tersedia di layanan tonton film Netflix? Setelah kami sortir, tersedia juga beberapa film karya anak bangsa yang merupakan adaptasi dari buku-buku karangan penulis Indonesia.

Berikut adalah daftar buku yang film adaptasinya bisa kamu tonton di Netflix.

Aruna dan Lidahnya

Aruna
Aruna & Lidahnya karya Laksmi Pamuntjak

Rilis di layar lebar pada September 2018 lalu, Aruna dan Lidahnya hadir menyemarakkan film Indonesia bergenre drama kuliner. Film ini masuk beberapa kategori Festival Film Indonesia 2019 dan menang dalam dua kategori: Pemeran Pendukung Pria Terbaik (Nicholas Saputra) dan Penulis Skenario Adaptasi Terbaik (Titien Wattimena).

Film ini diangkat dari novel berjudul sama karya Laksmi Pamuntjak. Aruna dan Lidahnya bercerita tentang Aruna yang seorang ahli wabah harus menyelidiki kasus flu unggas yang terjadi di delapan kota di Indonesia. Ia mencicipi kekayaan kuliner lokal bersama kedua karibnya. Novel yang terbit pada 2014 ini sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris berjudul The Birdwoman’s Palate.

Athirah

Athirah
Athirah karya Alberthiene Endah

Ini merupakan karya biografi ibunda mantan wakil presiden Indonesia Jusul Kalla bernama Hj. Athirah Kalla. Film yang tayang pertama kali pada September 2016 ini diperankan oleh Cut Mini, Christoffer Nelwan, dan Tika Bravani. Film Athirah diangkat dari novel biografi berjudul Athirah karya Alberthiene Endah.

Alberthiene Endah merilis Athirah pada Desember 2013. Novel ini fokus pada Athirah dan bagaimana ia sebagai istri dan ibu berjuang untuk keluarganya. Selain itu, pembaca juga akan diajak berkenalan dengan sisi masa kecil Jusuf Kalla yang dipanggil Ucup. Berikut salah satu kutipan dari Athirah.

“Kau tak akan pernah kehilangan ibumu. Energinya akan ada besertamu sepanjang hidup.”

Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi

Laskar
Laskar Pelangi karya Andrea Hirata

Tetralogi Laskar Pelangi termasuk karya yang mengenalkan Indonesia kepada dunia. Film pertama Laskar Pelangi (2008) dan kedua Sang Pemimpi (2009) digarap oleh Riri Riza dan diproduseri oleh Mira Lesmana. Sedangkan film ketiga Edensor (2013) disutradarai Benni Setiawan.

Nama Andrea Hirata menanjak dan menjadi salah satu penulis Indonesia yang sukses berkat novel serial Laskar Pelangi. Ia tidak berhenti sampai di situ saja karena tetap terus menerbitkan karya-karya baru, seperti Ayah (2015), Sirkus Pohon (2017), dan Orang-Orang Biasa (2019). Laskar Pelangi (2005) juga sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan judul The Rainbow Troops.

Ayat-Ayat Cinta

Ayat-Ayat
Ayat-Ayat Cinta karya Habiburrahman El-Shirazy

Salah satu karya fiksi Islami populer Indonesia terbit pada 2004 dan jadi best-seller sejak saat itu. Ayat-Ayat Cinta karya Habiburrahman El-Shirazy tersebut bercerita tentang seorang pemuda Indonesia bernama Fahri yang mencari ilmu di tanah arab. Ia kemudian bertemu dengan dua perempuan bernama Aisyah dan Maria.

Ayat-Ayat Cinta kemudian difilmkan oleh sutradara Hanung Bramantyo dan tayang pertama kali pada Februari 2008. Pemainnya adalah Fedi Nuril, Rianti Cartwright, dan Carissa Putri. Pada 2015, Habiburrahman El-Shirazy menerbitkan sekuel Ayat-Ayat Cinta 2 dan tak lama kemudian dibuatkan adaptasi filmnya pada 2017.

Filosofi Kopi

Filosofi
Filosofi Kopi: Sebuah Kolaborasi

Kopi jadi salah satu bahasan utama dalam karya ini. Disutradari oleh Angga Dwimas Sasongko, film Filosofi Kopi rilis pertama kali di layar lebar pada April 2015. Pemerannya duo aktor tampan Chicco Jerikho dan Rio Dewanto bersama dengan Julie Estelle, Jajang C. Noer, dan Slamet Raharjo.

Filosofi Kopi (2006) sebetulnya adalah sebuah buku kumpulan cerita berisi 18 tulisan karya Dee Lestari. Salah satu ceritanya berjudul Filosofi Kopi yang mengisahkan Ben yang jago meracik kopi yang mengajak Jody untuk mendirikan kedai kopi. Hingga mereka menemukan secangkir kopi bernama kopi tiwus.

Sokola Rimba

Sokola
Sokola Rimba karya Butet Manurung

Film drama Indonesia Sokola Rimba pertama kali tayang pada November 2013 dan dibintangi oleh Prisia Nasution sebagai Butet Manurung. Film ini mendapatkan penghargaan Film Terbaik Piala Maya 2014 dan masuk nominasi Pemeran Utama Wanita Terfavorit Indonesian Movie Awards 2014.

Butet Manurung masuk ke pedalaman Orang Rimba di Jambi dan menemukan bahwa mereka buta huruf. Ia kemudian mengajari orang-orang di sana terutama anak-anak baca-tulis-hitung. Pengalamannya ia kumpulkan dalam buku Sokola Rimba yang kemudian terbit pada 2007.

5 cm.

Lima
5 cm. karya Donny Dhirgantoro

Rilis pertama kali pada Desember 2012, 5 cm. adalah film drama Indonesia yang memperkenalkan keindahan Mahameru—puncak tertinggi di Jawa. Film karya Rizal Mantovani ini dibintangi oleh Herjunot Ali, Raline Shah, Fedi Nuril, Denny Sumargo, dan Saykoji.

Film ini diadaptasi dari novel 5 cm. karya Donny Dhirgantoro. Bercerita tentang lima remaja yang sudah jadi sahabat selama sepuluh tahun. Memiliki karakter yang berbeda-beda, kelimanya kerap dihadapkan pada rintangan. Kisah persahabatan mereka diuji saat mereka memutuskan untuk mengadakan perjalanan ke puncak Mahameru.

Koala Kumal

Koala
Koala Kumal karya Raditya Dika

Raditya Dika ahlinya membuat konten-konten lucu. Salah satunya film Koala Kumal (2016) yang diadaptasi dari buku dengan judul yang sama. Film ini disutradari oleh dirinya sendiri dan diperankan oleh Acha Septriasa, Sheryl Sheinafia, dan tentu saja dirinya sendiri.

Koala Kumal terbit pertama kali pada 2015. Ceritanya adalah tentang hubungan yang ‘patah’. Mulai dari renggangnya hubungan pertemanan, perasaan yang berubah kepada orang yang sama, hubungan orangtua dan anak, hingga patah hati terhebat yang mengubah cara pandang terhadap cinta.


Baca juga:


Sumber gambar header: Shutterstock / metamorworks