Buku-Buku yang Diluncurkan di Makassar International Writers Festival 2018

Perhelatan literasi akbar di bagian Timur Indonesia baru saja usai. Makassar International Writers Festival (MIWF) 2018 telah menghadirkan lebih dari 80 penulis dari dalam dan luar negeri. Penulis asal Indonesia pun beragam dan lintas penerbit. Dalam pelaksanaannya yang ke-8 ini, MIWF 2018 mengusung tema besar "Voice/Noise" yang mengedepankan topik-topik penting yang relevan dengan kondisi saat ini yang begitu gaduh dengan politik terutama di lingkup dunia sekaligus menyambut persiapan Pemilihan Presiden pada 2019.

Tak hanya mengadakan diskusi yang bersangkut-paut dengan tema utama dan literasi dunia, MIWF 2018 juga menggandeng penerbit-penerbit lokal untuk meluncurkan buku-buku terbaru mereka di dalam acara. Ada lebih dari 10 buku yang diluncurkan pada MIWF 2018 kali ini. Berikut beberapa di antaranya yang dapat menjadi rekomendasi bacaanmu.

1. Arah Langkah karya Fiersa Besari


Karya terbaru Fiersa Besari ini menceritakan kisah perjalanannya saat melanglang buana. Fiersa yang amat populer melalui akun media sosialnya terutama Twitter dan Instagram ini menceritakan kembali kisahnya bersama dua temannya menjelajahi daerah-daerah di Indonesia. Dibawakan dengan gaya fiksi, Arah Langkah bukan sekadar catatan perjalanan yang melukiskan keindahan alam, budaya, dan manusia lewat teks dan foto. Tetapi juga memberikan cerita lain tentang kondisi negeri yang tidak selalu sebagus seperti di layar televisi.

2. Cinta Paling Rumit karya Boy Candra


Pujangga yang telah menulis lebih dari 13 buku ini baru saja merilis buku terbarunya, Cinta Paling Rumit. Dalam buku ini, Boy menceritakan kisahnya dalam penggalan-penggalan. Yakinlah bahwa buku ini berbeda dari karya-karya Boy sebelumnya. Tidak hanya mengusung tema cinta ala remaja, Boy juga mengisahkan tema cita-cita, idealisme, bahkan hantu. Rumit, bukan?

3. Dari Timur 2 karya MIWF 2018 Writers


Sejak tahun 2017 lalu, MIWF bekerja sama dengan penerbit Gramedia Pustaka Utama menerbitkan karya fiksi dan puisi antologi dari penulis-penulis yang kebanyakan berasal dari Indonesia bagian Timur. Pada tahun ini, Dari Timur 2 memuat sajak dan cerita pendek dari tiga belas penulis undangan. Mereka adalah yang disajikan oleh Arham Taheer, Anaci Tnunay, Bayu Pratama, Pringadi Abdi Surya, Maria Pankratia, Louie Buana, Ashari Ramadana T., Fransiska Eka, Wahid Afandi, Chalvin Papilaya, Saddam HP, Mardian Sagian, dan Wawan Kurniawan. Karya-karya mereka sebagian besar datang dari peristiwa di tempat mereka tumbuh dan berbagai hal yang mereka coba pahami.

4. The Book of Questions karya Lala Bohang


Apa yang akan kamu lakukan kala senggang? Bermain scrabble, monopoli, atau uno sepertinya sudah biasa. Cobalah bermain dengan buku ini. Benar, buku ini bisa dibilang play book karena dapat digunakan sebagai medium seru-seruan saat kumpul bareng. Berisi ratusan pertanyaan, kamu bisa bermain bersama teman-teman atau keluargamu dengan memilih acak halaman buku ini dan ajukan kepada mereka. Jawaban-jawaban yang beragam akan memberikan keseruan tersendiri. Coba saja!

5. Tiba Sebelum Berangkat karya Faisal Oddang


Penulis sastra yang satu ini sungguh produktif. Setiap tahunnya, setidaknya ada satu karya yang dibuahkannya. Tiba Sebelum Berangkat menjadi karya anyarnya tahun ini. Buku ini membentangkan kisah sejak tahun 1950 dan mengusung tema hal-hal kelam meliputi pengkhianatan, dendam, dan amarah. Penulis yang meraih juara 4 Sayembara Menulis Novel Dewan Kesenian Jakarta 2014 ini mengisahkan seseorang yang sedang berada di ruang penyekapan.