Bu, Aku Ingin Pulang, Tapi Ke Mana?: Sebuah Pelukan untuk Kamu yang Pernah Kehilangan Ibu

Bu, Aku Ingin Pulang, Tapi Ke Mana?: Sebuah Pelukan untuk Kamu yang Pernah Kehilangan Ibu
“Aku hanya ingin pulang, Bu.
Pulang ke rumah yang ada Ibu di dalamnya.”

Pernahkah kamu merasa kehilangan arah, seolah dunia terasa terlalu sepi meski ramai di sekitarmu? Rasa itu biasanya hadir ketika seseorang yang paling berarti sudah tak lagi ada. Bagi sebagian orang, rumah bukan sekadar bangunan belaka. Rumah adalah tempat pulang yang di dalamnya ada pelukan, suara, dan keberadaan orang terkasih. 🏡💞

Lewat buku Bu, Aku Ingin Pulang, Tapi Ke Mana?, perasaan itu coba dihidupkan kembali. Sebuah karya yang lahir dari kerinduan mendalam seorang anak pada ibunya, sekaligus potret tentang arti rumah yang sejati.

Kira-kira akan dikemas seperti apa ya isi bukunya? yuk, intip sedikit soal kisahnya dalam artikel ini! 🐾


Ini Sinopsis Bukunya!

buDapatkan di Sini!

Sejak Ibu pergi, rasanya aku tidak lagi punya rumah yang bisa kupulangi. Rumah yang kumiliki sekarang hanya ruang kosong yang tak lagi hangat. Di sana, tak ada pelukan yang menungguku di balik pintu, tak ada suara yang menenangkan saat aku ingin menyerah, dan tak ada siapa pun yang benar-benar menantikan kepulanganku.

Setiap malam, aku dihantui pertanyaan yang sama:

“Di mana sebenarnya rumah yang bisa kusebut pulang?”

Aku sudah mencarinya ke mana-mana, bahkan sempat berpura-pura tenang di tempat yang tak benar-benar bisa kutinggali. Namun ternyata, tak satu pun yang bisa menggantikan kehadiranmu, Bu. Tak ada satu pun yang bisa mengisi kekosongan yang kau tinggalkan.


Baca juga: Seni Mengelola Emosi: Sebuah Panduan untuk Memahami Gejolak Alami dalam Diri Kamu


Alasan Kamu Mesti Baca Bukunya

Buku ini berisi guratan hati dari seorang anak yang ditinggalkan Sang Ibu dan merasa kebingungan untuk menghadapi dunia di kala dewasa. Karya ini juga mengisahkan perjalanannya sebagai seorang anak rantau yang kelelahan dengan tempaan dunia kerja, hingga terjerumus dalam lembah hitam alias arus buruk dunia dewasa.

Dengan mengangkat tema besar tentang seorang anak yang merindukan ibunya hingga merasa tidak memiliki siapa pun untuk bisa merasakan "pulang". Ini mungkin menjadi titik relate bagi kamu, yang juga pernah atau sedang berada dalam situasi serupa.

Konsep buku ini disajikan dengan narasi sederhana sehingga mudah kamu cerna. Eits, sekalipun begitu, hal ini dijamin tak akan menghilangkan sisi kedalaman emosional yang akan diekspos dalam bukunya.

Cara penyajian cerita untuk setiap kisahnya, dikemas serupa novela atau novel singkat dan prosa mini. Dengan dilengkapi 32 ilustrasi dalam 4 chapter yang menambah unsur estetika di dalamnya.

Selain itu, kamu juga berkesempatan untuk menulis ceritamu sendiri, lho. Soalnya, di dalam buku ini juga disediakan halaman aktivitas yang memang ditujukan untuk journaling. Jadi, buku ini bukan cuma untuk dibaca. Hadir seperti sebuah pelukan, buku ini juga akan menemani prosesmu menemukan arti pulang yang sebenarnya.


kumpulanBaca Artikel Lainnya di Sini!


Tentang Penulis

Reza Mustopa, biasa dikenal dengan panggilan Reza. Ia mendeskripsikan dirinya sebagai orang yang pernah kehilangan arah, kehilangan pelukan, dan mencoba merangkai ulang hidup lewat kata-kata. Ia menulis bukan karena merasa paling tahu, tapi karena ada banyak hal yang tak sempat ia ucapkan. Terutama, pada Ibunya, yang kepergiannya dirasa terlalu cepat dan meninggalkan terlalu banyak sunyi.

Lewat tulisan, ia mencoba berdamai dengan masa lalu. Sekaligus, merangkul orang-orang yang juga mengalami hal serupa dengannya–mereka yang sedang sendirian di waktu malam, sambil memeluk rindu yang tak lagi beralamat.

Reza bilang, ia percaya kalau tak semua orang butuh nasihat. Sebab, terkadang orang hanya butuh ditemani.

"Dan jika tulisan-tulisanku bisa menjadi bentuk kecil dari pelukan itu, maka biarlah aku terus menulis. Karena aku masih belajar. Masih sering takut. Masih sering merasa kosong."

Setiap kata yang ia tulis, lahir dari tempat yang paling jujur dalam dirinya. Ia pun berharap tulisannya itu bisa menyentuh tempat yang sama dalam dirimu.

Buat kamu yang ingin menyelami lebih jauh tulisannya, kamu bisa menemukannya di sosial media. Instagram: @rezamustopa dan TikTok @rezamustopa_


Rekomendasi Buku Rasa Peluk Lainnya!

Buat kamu yang sedang membutuhkan bacaan yang rasanya seperti sebuah pelukan—hangat, erat, dan membuatmu merasa dekat. Nih, Gramin udah siapin rekomendasinya di bawah ini! 🤗

1. Baca Buku Ini Saat Engkau Lelah – Munita Yeni

buDapatkan di Sini!

Ada kalanya hidup bikin kita merasa runtuh, lelah, bahkan ragu pada diri sendiri. Buku karya Munita Yeni ini hadir sebagai teman yang mengerti perasaan itu. Dengan bahasa sederhana, ia menuliskan pengalaman dan refleksi tentang bagaimana menghadapi tekanan mental, rasa tidak percaya diri, hingga perasaan bahwa diri ini tidak cukup.

Setiap hal yang sering kita alami sehari-hari dikemas lewat kisah nyata yang dekat, sehingga pembaca merasa tidak sendirian. Ada cerita dari orang-orang yang juga pernah jatuh, meragukan dirinya, lalu perlahan bangkit kembali. Dari sana, kita bisa menemukan pelajaran yang bisa dibawa pulang—tentang cara berdamai dengan diri sendiri dan berani melangkah lagi.

Yang membuat buku ini istimewa adalah energi positif yang dibawanya. Ia mengingatkan bahwa lelah itu wajar, asal jangan berhenti. Kita diajak untuk lebih bersyukur, lebih peduli pada diri sendiri, dan pada akhirnya, lebih mencintai hidup kita. Cocok untuk siapa saja yang butuh semangat baru di tengah perjalanan hidup.

.2. Museum of Broken Heart – Brian Khrisna

buDapatkan di Sini!

Setiap patah hati selalu meninggalkan jejak. Bisa berupa tiket bioskop, potongan percakapan, wangi parfum, atau sekadar foto yang tersimpan di ponsel. Brian Khrisna mengumpulkan semua serpihan itu dalam bukunya, Museum of Broken Heart. Sebuah ruang imajiner tempat kenangan-kenangan bahagia berubah jadi luka yang pelan-pelan mengikis diri.

Buku ini mengajak pembaca untuk menelusuri museum perasaan yang rapuh—melalui kepercayaan yang pernah tumbuh tapi kemudian hancur. Lewat metafora yang puitis, Brian menulis patah hati bukan sebagai akhir, melainkan sesuatu yang pernah begitu nyata dan mengisi hidup. Membacanya membuat kita serasa sedang berjalan di antara benda-benda usang yang menyimpan kisah personal.

Lebih dari sekadar tulisan melankolis, buku ini adalah refleksi tentang bagaimana manusia menghadapi kehilangan. Ia menyentuh sisi paling rapuh dari diri kita, sekaligus memberi ruang untuk menerima bahwa tidak semua yang indah ditakdirkan untuk bertahan.

3. Aku Punya Kendala, Allah Punya Kendali – Salim Aljufri

لَا تَحْزَنْ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَنَا
La tahzan, innallaha ma‘ana
Jangan sedih, Allah bersama kita.

Kalimat sederhana ini menjadi napas utama dalam buku karya Salim Aljufri. Melalui kumpulan tulisan dan dakwahnya, ia mengingatkan bahwa setiap masalah, cobaan, atau rasa lelah yang kita hadapi selalu berada dalam kendali Allah Swt.

buDapatkan di Sini!

Buku ini menyajikan pesan spiritual yang dekat dengan keseharian. Tentang bagaimana kita menghadapi beban hidup, rasa takut, maupun kesulitan yang seolah tidak ada habisnya. Salim menuliskan bahwa kunci dari semua itu adalah kembali berserah diri, percaya, dan menempatkan harapan hanya kepada Sang Pencipta.

Dengan bahasa yang menenangkan, buku ini tidak hanya jadi pengingat, tetapi juga pelipur lara. Ia hadir sebagai teman yang menguatkan, membuat kita sadar bahwa apa pun kendala yang ada, Allah selalu punya jalan keluar terbaik.

4. A Man Called Ove – Fredrik Backman

buDapatkan di Sini!

Ove dikenal sebagai pria pemarah: kaku, suka menggerutu, dan tak pernah melepaskan senyum. Orang-orang di sekitarnya menyebutnya tetangga dari neraka. Namun, di balik sikap kerasnya, ternyata tersembunyi kisah hidup yang penuh kesedihan dan kehilangan.

Fredrik Backman membangun karakter Ove dengan begitu detail, hingga pembaca bisa merasakan sisi rapuh di balik amarahnya. Kehidupan Ove mulai berubah saat ada pasangan muda pindah ke sebelah rumahnya—membawa dua anak cerewet dan tanpa sengaja merusak kotak suratnya. Dari situlah hubungan-hubungan baru lahir, menghadirkan kucing, persahabatan, hingga momen tolong-menolong yang pelan-pelan melumerkan dinginnya hati Ove.

Novel ini bukan cuma mengungkap cerita tentang seorang pria pemarah. Lebih jauh, ini adalah kisah hangat tentang kehilangan, cinta, dan bagaimana kehadiran orang lain bisa menyelamatkan jiwa yang sepi. Tak heran bila kisah ini berhasil mengantarkan A Man Called Ove masuk ke daftar best seller dunia dan tetap dicintai hingga sekarang.

5. Life as I Know It – Emte

buDapatkan di Sini!

Kesendirian sering dianggap menyedihkan, padahal bisa jadi justru membebaskan. Inilah yang ditawarkan Life as I Know It, karya ilustrator berbakat Emte. Buku ini penuh dengan ilustrasi berwarna yang indah, tanpa teks, tapi sarat makna.

Melalui visualnya, Emte mengajak pembaca untuk merayakan momen-momen sederhana saat sendirian. Menyusuri kota baru, makan sendirian di restoran, atau menonton film tanpa harus peduli komentar orang lain. Semua aktivitas itu ditampilkan sebagai pengalaman personal yang membahagiakan, bukan sesuatu yang harus dihindari.

Dengan gaya artistiknya, Emte menunjukkan bahwa kesendirian bisa menjadi ruang untuk lebih dekat dengan diri sendiri. Life as I Know It adalah buku yang ringan, estetis, tapi tetap menyimpan pesan kuat: tidak apa-apa sendirian, karena di dalamnya kita bisa menemukan kebebasan.


Rasakan Kehangatan Bukunya Dengan Harga Spesial!

Yup, buat kamu yang tertarik untuk membaca hangatnya setiap cerita yang tertera dalam buku Bu, Aku Ingin Pulang, Tapi Ke Mana?, kamu bisa merasakan pelukannya lewat Pre-Order di Gramedia! 😍

Dengan harga spesial Rp79.000, kamu sudah bisa mendapatkan buku beserta bonus berupa tanda tangan penulis, bookmark, stiker, dan surat spesial untukmu. Wah, banyak banget yaa!

Penawaran ini hanya berlangsung selama 28 Agustus hingga 3 September 2025 aja ya!

kumpulanDapatkan Promonya di Sini!

Yuk, tunggu apa lagi? dapatkan bukunya dan rasakan kehangatan pelukannya segera! 🤗


Baca juga: Perihal Cinta dan Menemukan ‘Rumah’, Quite Love Mengajarkan Cara Mencintai Tanpa Kehilangan Dirimu!


✨ Oya, jangan lupa juga buat dapetin penawaran spesial lainnya dari Gramedia! Cek promonya di bawah ini agar belanja kamu jadi lebih hemat! ⤵️

kumpulanTemukan Semua Promo Spesial di Sini!


Enter your email below to join our newsletter