Bridgerton Series: Skandal, Cinta, dan Intrik Bangsawan yang Bikin Ketagihan!
Bagi Grameds yang menjadi pencinta novel romansa berlatar sejarah, judul Bridgerton tentu bukanlah hal asing dalam benak kamu. Seri buku karya Julia Quinn ini membawa pembaca masuk ke dunia London era Regency, lengkap dengan pesta dansa mewah, gosip sosialita, hingga kisah cinta yang penuh dinamika, tapi setiap detailnya selalu bikin penasaran buat terus diikuti. ππ
Dibalut dengan pendekatan yang ringan, Bridgerton menghadirkan dialog-dialog cerdas dan karakter yang terasa dekat dengan pembaca. Setiap buku menyoroti satu anggota keluarga Bridgerton, sebuah keluarga bangsawan dengan delapan bersaudara yang masing-masing memiliki perjalanan cintanya sendiri.
Meski tiap kisahnya dapat dibaca secara terpisah, benang merah antar tokohnya terjalin dengan rapi, membuat pembaca betah mengikuti seri ini dari awal hingga akhir. Tak mengherankan jika Bridgerton berhasil menarik perhatian lintas generasi, bahkan melampaui pembaca setia novel romansa klasik.
Penasaran dengan seri yang satu ini? Yuk, simak ulasan lengkapnya di bawah ini! π₯β¨
Sekilas Tentang Seri Bridgerton
Seri Bridgerton terdiri dari delapan novel utama yang terbit dalam rentang waktu 2000 hingga 2006. Urutan ceritanya mengikuti perjalanan hidup dan kisah cinta anak-anak keluarga Bridgerton, dimulai dari sang kakak tertua hingga si bungsu. Berikut daftar bukunya:
1. The Duke and I
2. The Viscount Who Loved Me
3. An Offer from a Gentleman
4. Romancing Mister Bridgerton
5. To Sir Phillip, With Love
6. When He Was Wicked
7. Itβs in His Kiss
8. On the Way to the Wedding
Masing-masing dari novel di atas menampilkan perjalanan cinta yang berbeda-beda. Mulai dari dinamika pernikahan kontrak, perasaan yang tumbuh perlahan, hingga cinta terpendam yang akhirnya menemukan jalannya.
Julia Quinn merangkai seluruh kisah ini dengan gaya bertutur yang hangat dan jenaka, sehingga latar sejarah era Regency terasa lebih akrab dan mudah dinikmati oleh pembaca masa kini.
5 Alasan yang Membuat Seri Bridgerton Menarik untuk Diikuti
1. Setiap Buku Punya Fokus Cerita yang Jelas
Meski berasal dari satu keluarga, tiap novel Bridgerton mengangkat sudut pandang dan konflik yang berbeda. Kamu bisa menikmati ceritanya secara terpisah, sekaligus merasakan kepuasan saat menemukan keterkaitan antar tokohnya.
2. Karakter yang Hangat dan Mudah Disukai
Keluarga Bridgerton digambarkan penuh kehangatan, humor, dan dinamika yang terasa manusiawi. Hubungan antar saudara menjadi elemen penting yang memperkaya cerita, sehingga kisah romansa yang dihadirkan terasa semakin hidup.
3. Latar Sejarah yang Ringan dan Menghibur
Julia Quinn menyajikan era Regency tanpa membebani pembaca dengan detail sejarah yang rumit. Latar waktu ini justru menjadi kompleksitas yang turut mempercantik alur cerita dan membuat pembaca kian betah untuk tenggelam di dalamnya.
4. Gaya Bahasa yang Mengalir dan Penuh Humor
Dialog-dialog cerdas menjadi kekuatan utama seri ini. Candaan halus, sindiran sosial, dan percakapan emosional membuat ceritanya terasa mengalir dan jauh dari kesan kaku.
5. Sudah Diadaptasi Menjadi Serial Netflix
Popularitas Bridgerton semakin melejit setelah diadaptasi menjadi serial oleh Netflix. Adaptasi ini membuka pintu bagi pembaca baru untuk mengenal versi novelnya, sekaligus memberi pengalaman berbeda bagi kamu yang sudah lebih dulu jatuh cinta pada bukunya.
Grameds tertarik untuk menonton versi adaptasinya? Kamu bisa menyaksikan trailer-nya terlebih dahulu di sini:
Baca juga: Setelah 8 Tahun Vakum, Robert Langdon Kembali dalam The Secret of Secrets!
Dari Pena Julia Quinn!
Seri Bridgerton ditulis oleh Julia Quinn. Ia merupakan penulis asal Amerika Serikat yang dikenal sebagai salah satu nama besar dalam genre historical romance. Ia lahir dengan nama Julie Pottinger dan menempuh pendidikan di Harvard University sebelum akhirnya memutuskan untuk menekuni dunia kepenulisan secara penuh.
Karya-karyanya dikenal memiliki ciri khas berupa dialog tajam, humor cerdas, dan karakter perempuan yang kuat. Tak hanya itu, ia juga menjadi penulis romance pertama yang seluruh novelnya masuk ke dalam New York Times Bestseller List. Prestasi tersebut mengukuhkan posisinya sebagai salah satu penulis paling berpengaruh di genre ini.
Lewat Bridgerton, Julia Quinn membuktikan bahwa kisah romansa berlatar sejarah bisa tetap segar, relevan, dan dinikmati oleh pembaca lintas zaman.
Koleksi Seri Bridgerton di Gramedia!
Bagi Grameds yang tertarik mengikuti kisah cinta keluarga Bridgerton, kamu bisa mendapatkan koleksi bukunya di Gramedia!
Aku dan sang Duke (The Duke and I)
Musim perjodohan London kembali bergulir, dan Daphne Bridgerton berada tepat di tengah pusarannya. Sebagai putri sulung keluarga Bridgerton, Daphne diharapkan segera menemukan pasangan yang pantas. Namun kenyataannya, para pria justru lebih sering melihatnya sebagai teman yang menyenangkan, sementara para ibu ambisius belum sepenuhnya yakin menjadikannya kandidat menantu. Situasi berubah ketika Simon Basset, Duke of Hastings yang baru kembali ke Inggris, muncul dengan reputasi dingin dan tekad kuat untuk tetap melajang.
Pertemuan Daphne dan Simon melahirkan kesepakatan tak terduga: berpura-pura menjalin hubungan demi keuntungan masing-masing. Akan tetapi, rencana itu perlahan berkembang menjadi perasaan yang sulit dikendalikan. Di balik pesta dansa, gosip Lady Whistledown, dan tekanan sosial, kisah ini mengajak pembaca menyelami tarik-ulur emosi antara dua orang yang sama-sama berusaha melindungi hati mereka.
Tawaran dari sang Jentelmen (An Offer from the Gentleman)
Pesta topeng keluarga Bridgerton menjadi awal dari pertemuan yang mengubah hidup Benedict Bridgerton. Di tengah kemewahan dan keramaian, ia bertemu seorang wanita misterius bergaun perak yang langsung mencuri perhatiannya. Malam itu berakhir dengan tanda tanya besar ketika sang wanita menghilang tanpa meninggalkan identitas, menyisakan kesan mendalam yang terus menghantui Benedict.
Bertahun-tahun kemudian, Benedict kembali bertemu dengan seorang wanita dari latar yang sangat berbeda, tanpa menyadari keterkaitan takdir yang menghubungkan mereka. Kisah ini meramu romansa klasik ala dongeng dengan realitas sosial London era Regency, menghadirkan cerita tentang cinta, keberanian, dan pilihan yang menentukan arah hidup seseorang.
Cinta sang Viscount (The Viscount Who Loved Me)
Anthony Bridgerton, viscount tertua sekaligus kepala keluarga Bridgerton, akhirnya memutuskan bahwa sudah waktunya ia menikah. Sayangnya, keputusannya itu bukan didorong karena adanya cinta, melainkan kewajiban dan logika semata. Target pilihannya jelas: seorang debutan muda yang pantas secara sosial dan tidak berisiko melibatkan perasaan terlalu dalam.
Namun, rencana itu terganggu oleh kehadiran Kate Sharma, kakak dari wanita yang ingin dipinangnya. Kate cerdas, tajam, dan sama sekali tidak terkesan dengan pesona Anthony. Pertemuan mereka dipenuhi adu argumen dan ketegangan emosional yang perlahan berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Novel ini menyuguhkan romansa penuh konflik batin, sekaligus memperlihatkan bagaimana cinta sering datang dari arah yang tak terduga.
To Sir Phillip with Love (Kepada Sir Phillip, Dengan Penuh Cinta)
βKepada Miss Bridgerton, Kita telah berkorespondensi beberapa lama, dan walaupun kita belum pernah bertemu secara resmi, saya merasa sudah mengenal Anda. Mudah-mudahan Anda juga merasakan hal yang sama. Maaf bila saya terlalu lancang, tapi saya menulis surat ini untuk mengundang Anda mengunjungi saya di Romney Hall. Besar harapan saya setelah beberapa waktu kita mungkin bisa memutuskan apakah kita cocok, dan Anda akan bersedia menjadi istri saya.β -Sir Phillip Crane.
Eloise Bridgerton tak pernah membayangkan hidupnya akan berubah lewat rangkaian surat. Setelah menjalin korespondensi dengan Sir Phillip Crane, seorang duda yang tinggal jauh dari hiruk-pikuk London, Eloise menerima undangan yang mengarah pada kemungkinan pernikahan. Tanpa memberi tahu keluarganya, ia memutuskan melakukan perjalanan untuk bertemu pria yang selama ini hanya dikenalnya lewat kata-kata.
Pertemuan pertama mereka jauh dari bayangan Sir Phillip. Eloise tampil sebagai sosok cerdas, vokal, dan penuh rasa ingin tahu. Di tengah perbedaan karakter, luka masa lalu, dan tanggung jawab yang membayangi, keduanya belajar memahami arti kebersamaan. Kisah ini menyoroti pernikahan, keluarga, dan proses menerima seseorang apa adanya.
Dalam Ciumannya (It's In His Kiss)
Hyacinth Bridgerton dikenal cerdas, berani, dan sulit ditebak. Setelah beberapa musim perjodohan tanpa hasil berarti, kini ia bertemu Gareth St. Clair, seorang pria dengan reputasi rumit dan masa lalu yang menyimpan banyak rahasia. Ketertarikan Hyacinth tumbuh bukan hanya karena pesona Gareth, tetapi juga oleh sikap lembut pria itu terhadap neneknya.
Kedekatan mereka semakin terjalin saat Hyacinth membantu menerjemahkan buku harian tua berbahasa Italia yang menyimpan petunjuk tentang warisan keluarga Gareth. Pencarian itu membawa mereka pada petualangan, pengakuan, dan perasaan yang semakin sulit diabaikan. Cerita ini memadukan romansa, humor, dan misteri dengan ritme yang ringan dan menyenangkan.
Menuju Pernikahan (On The Way To The Wedding)
Sebagai putra bungsu keluarga Bridgerton, Gregory tumbuh menyaksikan kakak-kakaknya menemukan cinta dengan cara yang tak biasa. Kini, giliran Gregory yang percaya bahwa cinta sejati layak diperjuangkan, bahkan ketika keadaan terasa tidak berpihak. Keyakinannya diuji saat wanita yang dicintainya justru bersiap menikah dengan pria lain.
Dalam upayanya mengejar perasaan yang diyakini benar, Gregory harus berhadapan dengan kesalahpahaman, waktu yang sempit, dan pilihan yang menentukan masa depan. Novel penutup seri ini menghadirkan emosi penuh harap, kehangatan keluarga Bridgerton, serta penegasan bahwa setiap akhir selalu membawa awal baru.
In the end,
Seri Bridgerton menghadirkan perpaduan romansa, humor, dan kehangatan keluarga dalam balutan latar sejarah yang memikat. ππ
Baik dibaca satu per satu maupun dinikmati secara maraton, kisah keluarga Bridgerton selalu punya cara untuk membuat pembaca tersipu, terhanyut, dan menantikan akhir bahagia di setiap ceritanya.
So, bagi Grameds yang mencari bacaan ringan namun tetap berkesan, Bridgerton bisa menjadi teman membaca yang nyaman dan sayang untuk dilewatkan. ππ
Dapatkan Koleksinya dengan Lebih Hemat!
Nah, bagi Grameds yang ingin mengikuti drama cinta keluarga Bridgerton, sekarang adalah waktu yang tepat untuk mulai mengoleksinya.
Selama periode 14β20 Januari 2026, kamu bisa menikmati diskon 15% untuk pembelian 1 buku seri Bridgerton, dengan judul apa pun.
Segera temukan bukunya di toko Gramedia terdekat atau kunjungi gramedia.com!
Baca juga: Jakarta Selintas Aram, Sekuel Jakarta Sebelum Pagi!
β¨ Oya, jangan lupa juga buat dapetin penawaran spesial lainnya dari Gramedia! Cek promonya di bawah ini agar belanja kamu jadi lebih hemat! ‡οΈ