Ayo Naik MRT Jakarta dan Bekali Perjalananmu dengan 5 E-book Ini!

Ayo Naik MRT Jakarta dan Bekali Perjalananmu dengan 5 E-book Ini!

Wah, rasanya senang banget, karena akhirnya Jakarta sudah memiliki transportasi umum baru yang memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat. Ayo tunjuk tangan, siapa yang udah naik Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta? Saya..saya..saya!

MRT Jakarta yang menggunakan kereta rel listrik sudah dibuka untuk uji coba publik, mulai dari 12-23 Maret 2019 lalu. Jalur yang dibangun terlebih dahulu adalah Tahap 1 yang menghubungkan Lebak Bulus sampai Bundaran HI, dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.

Pada jalur ini ada 13 stasiun, yang terdiri dari 7 stasiun layang dan 6 stasiun bawah tanah. Berikut jalurnya: Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, ASEAN, Senayan, Istora Mandiri, Bendungan Hilir, Setiabudi Astra, Dukuh Atas BNI, Bundaran Hotel Indonesia.

SAPARDI
Sumber: jakartamrt.co.id

Nantinya akan ada jalur Selatan–Utara, yang menghubungkan Lebak Bulus dengan Kampung Bandan di Jakarta Utara. Serta pembangunan Tahap II (Bundaran HI–Kota) yang ditargetkan beroperasi di tahun 2020, dan jalur Barat–Timur yang ditargetkan beroperasi pada 2024–2027.

Buat yang belum sempat mencoba MRT Jakarta, setelah tiba di stasiun kamu akan disambut oleh area concourse stasiun, yang nantinya akan diisi sejumlah merchant dan tempat pembelian tiket MRT. Barulah setelah itu kita dapat menuju area peron untuk menaiki MRT.

Seperti ini area concourse-nya

SAPARDI
Sumber: Gramedia.com/Gerinov

Nah, mulai 1 April 2019 mendatang, MRT Jakarta dengan nama “Ratangga” akan beroperasi secara komersial. Namun untuk saat ini jam operasionalnya, yaitu 5.30-22.30. Serta pada bulan Mei atau Juni, MRT akan beroperasi dari jam 5 pagi sampai jam 12 malam.

MRT Jakarta Memberlakukan Jam Sibuk

Betul banget, jam sibuk juga berlaku di MRT Jakarta. Pada rush hour, kereta akan datang 5 menit sekali, yakni pagi hari pukul 07.00-09.00, dan sore hari pukul 17.00-19.00. MRT Jakarta turut menyediakan gerbong khusus wanita, yang bisa digunakan pada jam-jam sibuk. Jangan sampai lupa, di luar jam sibuk, kereta akan datang setiap 10 menit sekali.

Lalu bagaimana cara menggunakan MRT Jakarta?

SAPARDI
Sumber: Gramedia.com

Kartu e-ticketing yang diberi nama "Kartu Jelajah” ada dua jenis, yaitu Single Trip Ticket (STT) yang bisa digunakan satu kali jalan, namun harus top-up dengan rentang waktu maksimal 7 hari setelah pembelian. Satu tiket lainnya, adalah Multi Trip Ticket (MTT) yang bisa kamu gunakan berkali-kali, selama saldo di dalam kartu masih mencukupi.


Yup, moda transportasi ini memang bisa mempersingkat durasi perjalanan kita. Bisa bayangkan enggak kalau nantinya semua jalur sudah beroperasi, dengan MRT Jakarta kita bisa pergi ke mana saja dengan lebih cepat, dan pastinya enggak kena macet.

Maka dari itu, kita harus menaati peraturan yang ada dan juga menjaga kebersihannya, baik di stasiun dan di dalam MRT. Agar kamu, kita dan semua masyarakat yang menggunakan MRT, sama-sama bahagia dan merasakan kenyamanan dengan fasilitas publik yang terjaga kebersihan dan ketertibannya. Setuju?

Nah, kalau ngomongin perjalanan, MRT Jakarta menjadi salah satu spot menyenangkan untuk membaca buku. Sembari menunggu tiba di stasiun tujuan, paling enak baca buku lewat smartphone. Tinggal download aja aplikasi Gramedia Digital, yang membuatmu dapat membaca di mana saja dan kapan pun, dengan ribuan buku yang siap menemani perjalanan kamu.

SAPARDI
Sumber: Gramedia.com/Gerinov

Berikut 5 rekomendasi e-book yang bikin perjalanan makin seru!

1. Perfume karya Patrick Suskind

Novel

Jean-Baptiste Grenouille memiliki indera penciuman yang berbeda dari orang biasanya. Ia dapat mencium seluruh bau yang ada, mulai dari mengendus datangnya hujan, membedakan keringat setiap orang, kepekaannya akan aroma memang sangat luar biasa! Nasib baik pun membawa Grenouille bekerja pada seorang ahli parfum kenamaan, dan mereka menciptakan aroma parfum paling laku di Paris.

Namun, Grenouille terobsesi dengan aroma gadis muda yang cantik. Dari ke-25 aroma perawan inilah dia bisa meracik sebuah parfum paling harum dan memabukkan di seluruh dunia. Cerita semakin mencekam, karena Grenouille mulai menghabisi korban-korbannya! Dengan suasana Paris di abad ke-17, alur cerita thriller satu ini sungguh memikat dan sukses bikin deg-degan! Saking serunya menikmati buku ini, pesan kami: jangan sampai kelewatan stasiun tujuanmu ya, hehe.

Klik untuk baca bukunya di Gramedia Digital

2. Goodbye, Things: Hidup Minimalis ala Orang Jepang karya Fumio Sasaki

Novel

Lewat buku yang menginspirasi ini kita akan mempelajari hidup minimalis ala orang Jepang. Sang penulis, Fumio Sasaki, berbagi pengalaman hidup minimalisnya, dengan menampilkan foto huniannya lengkap dengan tips cara mengurangi barang yang ada, mulai dari foto kamar tidurnya, meja kerja, lemari, sampai kamar mandi.

Banyak hal-hal bagus yang bisa kamu dapatkan dari buku ini, karena sang penulis memberikan berbagai metode dan teknik untuk mengurangi barang. Perubahan yang dialami dalam proses mengurangi barang pun juga dibahas secara aspek psikologis, serta apa saja hal positif dan rasa bahagia yang dirasakan. Penasaran kan sama isi bukunya? Kalau gitu langsung aja baca di Gramedia Digital.

Klik untuk baca bukunya di Gramedia Digital

3. Trilogi Soekram Karya Sapardi Djoko Damono

Novel

Soekram dilahirkan oleh Sapardi Djoko Damono lewat komputer jadul dan disimpan di selipan-selipan file. Namun tiba-tiba Soekram loncat keluar dari cerita. Ia melarikan diri, menggugat nasibnya pada seorang editor yang merupakan teman dari pencipta Soekram, dan Soekram pun menyusun ceritanya sendiri~

Well, buku ini merupakan edisi komplet dari Trilogi Soekram yang diterbitkan dalam 3 buku terpisah, yaitu Pengarang Telah Mati, Pengarang Belum Mati, dan Pengarang Tak Pernah Mati.

Cerita dalam trilogi ini pun mengangkat tentang cinta, Tuhan, perihal perjuangan, hidup, yang dikemas begitu apik dengan bahasa sederhana khas Sapardi, namun memiliki arti mendalam. Penulisan fiksi bak sebuah puisi membuat kita tenggelam dalam cerita. Bahkan kerap kali dibuat penasaran dengan kalimat penuh makna yang ditulis SDD. Lalu, bagaimana nasib Soekram di akhir cerita? Baca dan nikmati hingga selesai, karena kamu akan dibuat terkesima sekali lagi oleh penyair besar Indonesia ini.

Klik untuk baca bukunya di Gramedia Digital

4. Factfulness: 10 Alasan Kita Keliru tentang Dunia dan Mengapa Segalanya Lebih Baik Daripada yang Kita Kira Karya Hans Rosling

Buku

Mencari bacaan yang menginspirasi untuk menikmati perjalanan kamu? Jawabannya, coba baca buku hasil karya Hans Rosling, Ola Rosling, dan Anna Rosling Rönnlund. Sebuah buku tentang dunia yang memberi pencerahan, dan mendistorsi pemikiran bagaimana cara kita memahami dunia.

Dengan penjelasan baru yang insightful, juga terobosan yang diberikan penulis untuk mengerti kebenaran mendasar tentang dunia, dan bagaimana kehidupan bisa semakin baik, semua terangkum pada buku favorit Bill Gates ini. Bahkan sejak dirilis, Gates sudah merekomendasikan agar orang-orang ikut membacanya. Dalam satu wawancara, Bill Gates pun berpesan, "dunia akan menjadi lebih baik, jika jutaan orang membaca buku ini," ujarnya.

Klik untuk baca bukunya di Gramedia Digital

5. The Graveyard Book karya Neil Gaiman

Buku

Jika Mowgli dalam The Jungle Book dibesarkan oleh serigala, beruang dan harimau, maka Nobody Owens yang kerap dipanggil Bod diadopsi oleh keluarga hantu, yaitu Mr. Owens dan istrinya. Keluarga Nobody Owens dibunuh oleh pria bernama Jack, dan Bod bisa selamat dari malam pembunuhan keluarganya dikarenakan ia berkeliaran ke puncak bukit, ketika ia terjaga dari tidurnya. Puncak bukit ini adalah cagar alam yang jadi tempat dimana hantu-hantu bergentayangan di pemakaman.

Setelah diadopsi Mr. Owens dan Mrs. Owens, Bod tinggal di pemakaman bersama hantu-hantu lainnya yang menjadi guru dan mengajarkan Bod. Mulai dari mengajari abjad dengan menggunakan batu-batu nisan, belajar menulis, pelajaran sejarah, hingga pelajaran menghantui.

Dengan jalan cerita yang super seru dan banyak karakter hantu yang unik pada fiksi fantasi ini, Walt Disney Pictures siap mengangkat cerita ini ke layar lebar. Wuaaa!

Nah, sebelum filmnya rilis, rugi banget kalau sampai melewatkan novel yang mendapatkan sederet penghargaan, mulai dari Newbery Medal 2009, Hugo Award untuk Novel Terbaik 2009, Locus Award untuk Buku YA Terbaik 2009, dan Carnegie Medal 2010. Jadi, baca sekarang yuk di Gramedia Digital!

Klik untuk baca bukunya di Gramedia Digital



Enter your email below to join our newsletter