Bacaan Ringan untuk Menemani Waktu Commute Kamu

Bacaan Ringan untuk Menemani Waktu Commute Kamu

. 3 min read

Duduk atau berdiri di kereta, MRT, bus, atau angkutan umum lain terkadang dapat menjadi membosankan, apalagi jika kamu sedang sendiri alias tak punya teman berbincang. Membaca buku sambil mendengarkan musik lewat earphone dapat menjadi solusi untuk mengatasi rasa bosan itu.

Berikut adalah rekomendasi-rekomendasi buku yang dapat kamu baca selama perjalanan commute kamu. Dijamin tak hanya menghilangkan rasa bosan, tetapi juga menambah cakrawala ilmu kamu.

Silly Gilly Daily (Naela Ali)

Setelah mengeluarkan buku ilustrasi Stories for Rainy Days, Naela Ali kembali hadir merilis buku ilustrasi berjudul Silly Gilly Daily. Dengan karakter utama bernama Gilly, Naela Ali berkata bahwa Gilly adalah bagian dari dirinya, dan pertama kali dibuat untuk mengekspresikan apa yang ia rasakan dan pikirkan.

Silly Gilly Daily adalah kisah yang relatable, menggambarkan karakter Gilly yang introvert, jenaka, dan cerdas. Ilustrasi-ilustrasi menggemaskan yang mendukung cerita membuat kamu tak akan bosan untuk membacanya selagi dalam perjalanan.

Buku
Silly Gilly Daily (Naela Ali)

Masuk Toko Keluar di Tokyo (Farhanah)

Kumpulan puisi karya Farhanah ini tak berisi puisi-puisi mellow yang membicarakan tentang senja atau cinta tak berbalas. Jika pun iya, Farhanah akan membungkusnya dengan bahasa yang jenaka, agak nyinyir, tetapi juga santai. Masuk Toko Keluar di Tokyo banyak memberikan referensi kehidupan seorang kelas pekerja: sehari-hari commute dengan kereta dan ojek online, terkena polusi udara, lembur hingga tengah malam di kantor. Selain itu, tak lupa juga Farhanah menyematkan referensi-referensi budaya populer, membuat tulisannya menjadi lebih kaya dan lebih mudah di-relate.

Buku
Masuk Toko Keluar di Tokyo (Farhanah)

I Am My Own Home (Isyana Artharini)

Membaca esai personal seorang penulis tak hanya terasa seperti sedang meneropong kehidupan sang penulis, tetapi secara tak sadar membuat kita membandingkan dengan kehidupan kita sendiri.

Dalam kumpulan esai ini, Isyana sedang menjejaki hubungannya dengan orang-orang terdekatnya: mantan pacarnya, orang tuanya, kekasihnya saat buku ditulis, dan orang-orang lainnya. Seperti orang yang membaca kisahnya, ia pun senang membandingkan apa yang ia alami dengan adegan-adegan film favoritnya. Personal dan intim.

Buku
I Am My Own Home (Isyana Artharini)

Jakarta Sebelum Pagi (Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie)

Apa yang bisa dilakukan di Jakarta pada dini hari? Apa yang terjadi jika seseorang yang memiliki fobia sentuhan dan suara keras bertemu dan jatuh cinta dengan seseorang yang berisik dan tak bisa diam? Buku karya Ziggy Z. ini mempertemukan dua orang dengan kepribadian yang sama-sama absurd, beraktivitas di waktu yang cukup absurd pula. Ziggy Z. sendiri terkenal atas bukunya Di Tanah Lada yang menjadi juara kedua Sayembara Novel DKJ 2015, dan Semua Ikan Di Langit yang menjadi pemenang Sayembara Novel DKJ 2016.

Buku
Jakarta Sebelum Pagi (Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie)

Residu (Bernard Batubara)

hai, kamu.
Jatuh cintalah segera dengan seseorang.
aku? aku tidak terburu-buru.
Pasti ada yang lebih baik dariku.
Kamu akan menemukannya dengan mudah.

aku? aku nanti-nanti saja.
Ruang hatiku masih penuh denganmu.

Sedang patah hati? Cintamu bertepuk sebelah tangan? Buku kumpulan prosa karya Bernard Batubara ini bisa jadi cocok untukmu. Bernard telah menulis prosa-prosa ini sejak tahun 2007, dan kamu bisa menghayati tulisan-tulisan tersebut sembari menikmati ilustrasi-ilustrasi yang menemaninya. Dengan rating sebesar 4,00 di Goodreads, buku ini sepertinya telah sukses bikin pembaca-pembacanya move on!

Buku
Residu (Bernard Batubara)


Sumber foto header: Messy Bun.