Ayana, Journey to Islam: Cerita Proses Peneguhan Iman dalam 6 Bab

Ayana, Journey to Islam: Cerita Proses Peneguhan Iman dalam 6 Bab

Wanita berparas cantik dengan wajah Asia berbalut hijab ini kerap kali kita lihat di layar kaca Indonesia. Wanita kelahiran tahun 1995 ini sejak beberapa tahun lalu menjadi viral di Indonesia, berkat kisah perjalananannya menjadi seorang mualaf, dan menginspirasi banyak muslimah Indonesia. Followers Instagramnya pun melejit dan channel YouTubenya ditonton ribuan orang, karena sikapnya yang positif dan santun, serta gaya penampilannya yang menarik.

Dia adalah Ayana Jihye Moon, influencer Islami sekaligus Selebgram dan model asal Korea Selatan. Berkarier di Indonesia dan Malaysia, ia ingin membagikan semangat positif dan menyebarkan pandangan yang baik tentang Islam kepada banyak orang.

Sesungguhnya ia terlahir dalam keluarga yang tidak mempercayai keyakinan apapun. Sifatnya yang penasaran dan senang mempelajari hal baru, membuatnya ingin mengetahui lebih lanjut apa itu Islam sejak dirinya berumur 7 tahun. Bertahun-tahun mencari jawaban tentang Islam yang juga tak mudah ditemukannya, ternyata Islam membawa perubahan dalam hidupnya, menjadi lebih tenang dan damai.

Namun, perjalanannya meneguhkan iman Islam tidak cepat dan mulus. Banyak perjuangan yang ia lakukan untuk mempertahankan keyakinannya. Semua fakta darinya sejak masa kecil hingga perjalanan Ayana menjadi seorang Muslimah, ia bagikan lewat tulisan dalam buku berjudul "Ayana, Journey to Islam" yang berisi 6 bagian cerita.

1. Jihye

Pada bagian pertama ini ia menceritakan tentang masa kecilnya dan keluarganya. Jihye adalah namanya sejak lahir sebelum ia merubahnya menjadi nama Islam, yaitu Ayana. Bagian pertama ini juga menjadi bagian di mana ia menceritakan kapan dan mengapa ia mengetahui tentang Islam.

Ayana lahir dalam keluarga yang bahagia, berkecukupan, bahkan terpandang di dalam maupun di luar negeri. Keluarganya mempunyai bisnis sendiri. Ayana tumbuh menjadi anak yang penuh kasih sayang, tercukupi kebutuhannya dan pintar. Bahkan ia menyukai dunia politik dan ekonomi sejak kecil.

Dibandingkan bermain, Ayana lebih senang mendengarkan cerita dari keluarganya yang kerap bepergian ke luar negeri. Sampai suatu ketika sang Kakek menceritakan tentang perang di Irak, negara-negara Islam, hingga kebiasaan umat Islam.

Ayana penasaran mengapa Islam harus salat 5 waktu, tidak boleh memakan babi dan mengapa perempuan memakai hijab. Semua percakapannya bersama sang kakek benar-benar membuatnya penasaran, apalagi mencari info tentang Islam tidaklah mudah saat itu di Korea.

“Cerita-cerita yang kudengar dari Kakek itu adalah kali pertama aku bersinggungan dengan konsep agama. Keluargaku bukan keluarga yang beragama. Namun, tiba-tiba aku diperkenalkan kepada dunia yang tidak pernah kuketahui sebelumnya. Ternyata ada sekelompok orang yang percaya pada suatu agama – sesuatu yang tidak bisa dilihat. Mereka bahkan mempraktikan hal-hal yang diajarkan dalam agama  itu – hal-hal yang sepertinya tidak begitu masuk akal. Pemikiran ini, bagiku pada saat itu, adalah hal yang sangat baru. Pemikiran ini membakar rasa penasaranku.” Halaman 32

2. Mengenal Islam

Bertahun-tahun rasa penasaran dan ketertarikannya dalam dunia Islam dan budaya Timur Tengah semakin dalam. Pada bagian ini, Ayana menceritakan bagaimana ia mengenal Islam dan bagaimana ia mempelajarinya sejak SD hingga SMA.

Dalam video YouTubenya ini, ia menceritakan bahwa ia membaca buku seputar Islam atau Timur Tengah, menonton film dokumenter, serta mengikuti kelas atau ceramah di Masjid. Dari buku-buku tersebut, ia juga jadi mengenal Profesor Lee, akademisi asal Korea Selatan yang ahli dengan topik Timur Tengah dan Islam.


Baca juga: Jadi Pribadi yang Lebih Baik dengan Memaknai Istimewanya Ramadan


3. Menjadi Ayana

Pada bagian ini, diceritakan mengapa Ayana memutuskan menjadi mualaf. Dikutip dari Kumparan (29/04/20), saat SMA Ayana bergabung dengan WAMY, sebuah majelis pemuda muslim di Korea Selatan. Ia semakin rajin datang ke Masjid, bahkan merasa lebih tenang saat datang ke sana dan bertemu teman-teman muslimah lainnya.

Ia pun bertemu mentor hingga akhirnya Ayana memutuskan mengucap Syahadat pada tahun 2012. Selain resmi memeluk agama Islam, Ayana juga mengganti namanya. Hal ini karena ia ingin terlahir kembali menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat untuk banyak orang.

“Dengan nama Ayana, aku merasa bisa menjalani hidupku sesuai dengan apa yang aku percayai dan apa yang aku yakini. Mulai hari itu, aku bertekad untuk menjadi Ayana yang terbaik.” Halaman 55

4. Hijrah

Menjadi seorang muslim di Korea Selatan bukanlah hal yang mudah. Ayana pun tidak langsung memberitahukan pada keluarganya jika ia sudah memeluk agama Islam. Alasan Ayana memilih Islam, perjuangan dan cobaan berat untuk memperdalam agama, serta kisah orang-orang yang menginspirasi serta membantunya, diceritakan lebih lanjut dalam bagian ini.

Ayana ingin melanjutkan kuliah di Mesir untuk mendapatkan ilmu tentang peradaban Timur Tengah dan ingin belajar bahasa Arab, sayang hal itu ditolak ayahnya. Keluarganya juga sulit menerima keputusan Ayana yang menjadi mualaf, hingga ia tak lagi mendapatkan sokongan finansial.

Tak jadi ke Mesir, Ayana memutuskan ke Malaysia untuk kuliah dan belajar Islam. Namun cobaan begitu berat, di mana ia kesulitan keuangan dan membuat kuliahnya berantakan. Sendiri di negara asing membuatnya hampir depresi, namun Ayana selalu berdoa kepada Allah SWT dan tidak pernah meninggalkan salat.

“Saat itu aku tidak punya pilihan. Aku tahu orangtuaku tidak akan menanggung biaya kehidupanku jika aku tidak pindah ke agama lain, atau menjadi ateis seperti mereka. Sehingga dengan situasi ekstrem seperti itu, justru menguatkanku. Aku lakukan apa yang bisa aku lakukan,” kenang Ayana pada Popbela (01/12/20).

5. Rencana Allah

Doa-doanya terjawab dengan kedatangan sang Ibunda yang menjenguk Ayana di Malaysia. Ibunya sedih dan mengajaknya kembali ke Korea. Ayana pun menyetujui ajakan ibunya tersebut, namun ingin berlibur sebentar ke Indonesia.

Cerita kebangkitan Ayana dijelaskan lebih lanjut dalam bagian ini. Di mana ia akhirnya dikenal masyarakat luas Indonesia, bahkan menjadi brand ambassador produk kecantikan. Padahal sebelumnya keluarga tidak mendukung dan memutus sokongan uang. Karir Ayana pun melejit hingga saat ini. Sambil mengembangkan karir, Ayana juga sambil mengembangkan skill dengan bertemu orang-orang baru yang inspiratif, serta memberikan pengaruh positif baginya.


Baca juga: Rekomendasi Buku-Buku Agama untuk Sambut Bulan Ramadhan


6. Perjalanan Masih Berlanjut

Bagian ini menceritakan kehidupan Ayana saat ini, bagaimana ia berpindah-pindah dari Korea, Malaysia, dan Indonesia. Bagaimana menjalani kehidupan sehari-hari sebagai seorang muslimah, serta apa yang ingin ia lakukan ke depannya.

Ayana merasa Islam telah benar-benar mengubah kehidupannya. Ia juga jadi lebih bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT dan tidak lagi tumbuh menjadi orang yang sombong. Walau tantangan menjadi minoritas di Korea menyulitkannya, ia selalu berdoa dan selalu percaya bahwa ia tidak sendirian, ada Allah yang selalu menemani dan membantunya.

"Aku adalah murid yang baik dan punya banyak teman. Aku terkadang jadi 'sombong' dan kadang kurang mengapresiasi. Aku pikir aku akan mendapatkannya secara alami, yang mana aku layak mendapatkannya. Namun, setelah aku masuk Islam, aku mulai lebih bersyukur, menerima banyak hal dan membuka hatiku pada hal-hal lain," terang Ayana dalam video unggahannya di YouTube.

Bagian ini juga menceritakan tentang Ayana yang akhirnya merasakan Umroh ke tanah suci setelah 7 tahun menjadi Muslim. Kalau kalian mau tahu apa yang dilakukan Ayana dan apa yang dirasakan saat melakukan Umroh pertama, serta perjalanannya memeluk agama Islam dengan lebih lengkap, yuk segera beli dan baca bukunya dengan klik gambar di bawah ini.

ayanaBeli dan Baca Sekarang Kisah Inspiratifnya!

Buku Ayana, Journey to Islam sudah tersedia kembali di Gramedia.com dengan harga spesial. Dan untuk pembelian hingga 30 April 2021, kamu bisa mendapatkan notes cantik dan eksklusif!

ayanaKlik untuk Info Selengkapnya!

Pada bulan Maret 2021 lalu, buku ini juga sudah diangkat ke cerita Webtoon lho!

Grameds, untuk buku-buku religi lainnya, kamu bisa cek di Gramedia.com. Masih ada diskon buku-buku religi, buku masak, buku religi anak, parcel Al-Qur'an, dan masih banyak lainnya. Klik gambar di bawah ini untuk info lebih lengkap.

GramediaKlik untuk Cek Promo Lebih Lanjut!

Selain itu, Online Book Fair #BerbagiTanpaBatas juga sudah berlangsung. Diskon hingga 90% untuk buku-buku terbaik pilihan, serta hadiah menarik lainnya. Yuk, borong buku sekarang!

OBFKlik untuk Cek Promo Lebih Lanjut!

Ayana berharap dari bukunya ini bisa memberikan motivasi, semangat, hingga inspirasi, baik untuk yang sedang mengenal Islam maupun orang-orang yang sudah memeluk Islam sejak lama. Ia berharap kisahnya ini bisa menetramkan hati seputar Islam.

Kamu yang sudah baca bukunya, coba tulis resensinya di Instagram Story atau Twitter kamu, dan dapatkan hadiah THR total Rp 4 juta spesial dari Gramedia.com. Klik gambar di bawah untuk info lebih lanjut.

ngabubureadKlik untuk Ikutan!

“Saya ingin meyakinkan orang lain bahwa Islam itu mudah, sederhana, dan indah,” -Ayana Moon

Sumber foto header: instagram.com/xolovelyayana


Almira R. Natasya

Almira R. Natasya

Digital Content Officer Gramedia Digital

Enter your email below to join our newsletter