AUTHOR OF THE MONTH: Kegelisahan Okky Madasari dan Keputusannya Menulis Buku Anak Berseri

. 3 min read

Nama Okky Madasari dikenal sebagai salah satu penulis yang kerap menyuarakan isu-isu sosial di tiap karyanya. Sebut saja Entrok, Pasung Jiwa, atau Maryam, adalah judul-judul novel dewasa dari Okky Madasari yang mengangkat tema sosial.

Namun pada Januari 2018 lalu, penulis yang lahir di Magetan, 30 Oktober 1984 itu merilis karya yang berbeda. Okky Madasari melahirkan novel anak perdananya yang berjudul Mata di Tanah Melus. Di tahun yang sama, ia pun kembali merilis seri keduanya berjudul Mata dan Rahasia Pulau Gapi.

Dalam sesuah sesi wawancara bersama tim Gramedia.com, Okky Madasari berbagi cerita seputar proses kreatif dan kegelisahan yang ia rasakan di balik pembuatan novel anak-anak berserinya ini. Kita simak, yuk!

Apa alasan menulis buku anak-anak?

Berangkat dari kegelisahan Okky Madasari tentang terbatasnya bacaan anak di Indonesia. Apalagi momennya berbarengan saat dirinya baru saja menjadi seorang ibu dari buah hatinya bernama Mata Diraya.

"Saya punya kegelisahan, buku anak-anak yang bisa diceritakan buat anak atau yang saya juga bisa menikmatinya dan menceritakan ke anak kok susah sekali ya, terutama dari penulis Indonesia. Jadi memang buku anak atau novel anak itu sangat terbatas. Jadi buku anak yang beredar di pasaran ini didominasi buku terjemahan," ujar Okky Madasari saat ditemui di bilangan Palmerah, Jakarta Barat beberapa waktu yang lalu.

Anak-anak jaman sekarang, lanjutnya, lebih gemar membaca buku-buku import seperti Harry Potter atau Diary of a Wimpy Kid yang dikemas dalam versi terjemahan. Hal ini semakin menguatkan niatnya untuk membuat karya yang bisa dibaca anak-anak, sekaligus mengenalkan tentang lingkungan dan budaya tanah kelahirannya, Indonesia.

Tekad yang bulat tak serta merta membuatnya mulus menyelesaikan novel anak perdananya. Pasalnya, Okky membutuhkan waktu untuk mencari gaya penulisan yang pas untuk novel anak tersebut. Apalagi dia menginginkan cerita ini dibuat berbentuk petualangan yang bercampur dengan fantasi agar bisa memikat perhatian anak-anak.

"Jelas cara penuturan cerita adalah kesulitan terbesar saya, struggle banget (saat membuat Mata di Tanah Melus), karena pertama kali (menulis novel anak). Tapi kunci yang saya pegang, saya harus melihat segala sesuatu dari sudut si anak. Jadi saat menulis saya sebagai Mata, tokoh utama di novel ini yang berusia 12 tahun," ungkapnya.

OKKYMADASARI
(Dok. Gramedia.com)

Bagaimana proses penulisannya?

Ternyata prosesnya lumayan panjang. Okky sendiri memulai riset sejak Oktober 2016 lalu. Bersama sang puteri, Mata Diraya, Okky mendatangi langsung lokasi bernama Belu, di Nusa Tenggara Timur.

"Karena lokasi bukan tempelan dan menjadi bagian dari ceritanya, saya ke sana. Saya langsung ke sana, ke Belu, di NTT, di sana selama 20 hari. Lalu saya pergi ke daerah yang ada, ngobrol dengan orang setempat, jadi saya bisa menangkap mitologi, kepercayaan lokal, fabel, semua saya ambil untuk diramu jadi cerita anak," tuturnya antusias.

Setahun setelahnya, tepatnya pada Oktober 2017, Mata di Tanah Melus rampung ditulis, tepatnya saat Okky tengah berada di Amerika. Tak lama setelahnya, pada Januari 2018, buku tersebut secara resmi rilis.

Seperti apa kelanjutan novelnya?

Setelah merasa asyik dengan gaya penulisan novel anak pertamanya, Okky Madasari memutuskan untuk menjadikan petualangan Mata sebagai sebuah novel berseri. Dia pun langsung menggarap buku keduanya, yang berjudul Mata dan Rahasia Pulau Gapi.

Kali ini, Okky hanya membutuhkan waktu 10 bulan hingga buku keduanya resmi dirilis, tepatnya pada November 2018. Inti cerita di buku ini masih tentang petualangan, namun berganti latar tempat, dan kali ini berada di Ternate, Maluku Utara.

"Ceritanya Mata ke Ternate, saya membawa cerita ini menyusuri sejarah. Saya akan mengajak pembaca ke masa Portugis baru datang, ceritanya akan seperti fantasi. Melalui cerita ini, selain nilai soal kehidupan, akan banyak yang bisa diambil, termasuk sejarah tentang Indonesia. Jadi anak tahu soal sejarah tanpa perlu dipaksa baca buku sejarah," tandasnya.

OKKYMADASARI
(Dok. Gramedia.com)

Sama seperti buku pertamanya, di buku kedua ini, Okky juga melakukan riset secara langsung. Tentunya juga melakukan riset dari buku-buku terkait tentang fakta-fakta dalam bukunya.

Tak sampai di sini, Okky pun sudah menyiapkan seri lainnya dari perjalanan Mata ini, lho. Tentunya masih dengan benang merah yang sama, yaitu petualangan Mata di berbagai daerah di Indonesia.

Bersambung...


Penasaran ingin tahu seperti apa kisah petualangan mata di buku Mata di Tanah Melus dan Mata dan Rahasia Pulau Gapi? Langsung pesan di Gramedia.com ya, jangan sampai kehabisan!