Pikiran, cerita, dan gagasan tentang buku dengan cara yang berbeda.

Anak Suka Menulis Cerita? Simak Tips Menulis Cerita bagi Anak Usia Dini

Anak Suka Menulis Cerita? Simak Tips Menulis Cerita bagi Anak Usia Dini

Di tengah arus globalisasi yang melaju dengan pesat, teknologi sudah banyak memudahkan kehidupan sehari-hari kita. Segalanya terasa praktis. Anak mungkin mulai kehilangan hobi dan kegiatan yang lebih menstimulasi otak seperti halnya membaca dan menulis. Ini adalah hal yang sangat penting untuk dijaga dan terus dikembangkan untuk generasi muda.

Gramedia Digital bersama Komunitas Ibu Pembelajar Indonesia berkolaborasi dengan Bhuana Ilmu Populer mengadakan webinar aktivitas “Cara Asyik Menulis Cerita!” yang menjadi salah satu rangkaian acara dari event Generation 5.0 Festival pada tanggal 29 Oktober 2022 untuk menstimulasi kecerdasan menulis pada anak. Acara ini ditayangkan secara daring melalui Zoom dan bisa disaksikan ulang lewat kanal YoutubeTribunnews.

Webinar aktivitas “Cara Asyik Menulis Cerita!” mengajak para orang tua sekaligus anak dan remaja untuk mengembangkan kreativitas menulis sebagaimana menulis adalah salah satu kegiatan yang mulai mengalami penyusutan minat pada generasi muda. Kak Nindia Maya, selaku penulis buku anak dan pendiri Klub Literasi Anak yang aktif, membagikan tips-tipis menulis cerita bagi anak-anak usia dini.

Selain Kak Nindia Maya, acara juga dihadiri oleh seorang editor berpengalaman dari Bhuana Ilmu Populer, yakni Kak Agnes Vidita Arundati. Tak lupa juga dihadiri oleh Community Development Gramedia Writing Project yang turut terjun menjadi seorang editor di Gramedia Pustaka Utama, yaitu Kak Wienny Siska.

Tips Menulis Cerita bagi Anak Usia Dini Menurut Penulis

1. Mencatat Ide Cerita

Kak Maya membagikan tips menulis cerita dan taktik-taktik penting dalam menulis cerita bagi anak-anak. Baginya, yang paling penting dalam menulis cerita adalah ide cerita. Pada webinar yang bermanfaat itu, Kak Nindia memberikan informasi bahwa cara mendapatkan ide cerita cukup mudah karena sebenarnya ada di sekitar kita seperti saat kita membaca buku, melamun, mendengar cerita teman, atau sedang jalan-jalan. Salah satu tips yang memudahkan kita menangkap ide adalah dengan cara langsung menuliskan ide cerita jika mendapatkannya.

cara
Berlangsungnya Acara Webinar Generation 5.0 Fest "Cara Asyik Menulis Cerita!"

2. Memaksimalkan Pancaindra

Selain peka terhadap sekitar dan menulisnya, Kak Maya juga membagikan tips yang tidak kalah penting yaitu kita harus memaksimalkan pancaindra kita pada banyak kejadian. Artinya saat sedang berinteraksi kita bisa memaksimalkan mata untuk melihat, hidung untuk mencium, lidah untuk merasakan, kulit kita untuk menyentuh, dan telinga kita untuk mendengar. Misalnya saat sedang melihat hewan tertentu, kita amati dengan pancaindra kita seperti bagaimana bentuknya, baunya, rasanya, dan lain-lain. Hal ini dapat mengembangkan narasi cerita.

3. Menajamkan Imajinasi dengan Pertanyaan “Bagaimana Jika...?”

Apabila anak sudah mengantongi ide, memaksimalkan pancaindra dan peka terhadap lingkungan sekitar maka imajinasi harus dimainkan dalam menulis cerita. Imajinasi seorang anak bisa dimainkan dengan pancingan pertanyaan “Bagaimana jika...?”. Misalnya, jika melihat seekor kecoa, tajamkan panca indera lalu lanjutkan dengan pertanyaan, “Bagaimana jika... kecoak itu bisa berbicara?” maka imajinasi akan berkembang dan menyatu menjadi sebuah cerita.

Tips Menulis Cerita bagi Anak Usia Dini Menurut Editor

Selain tips menulis dari Kak Maya, webinar ini juga dihadiri oleh editor dari Bhuana Ilmu Populer yaitu Kak Agnes yang membagikan tips menulis dari sudut pandang editor. Pada webinar ini, Kak Agnes membagikan informasi penting dan menarik seperti halnya tokoh-tokoh BIPBIP yang merupakan maskot BIP, terdiri dari lima hewan-hewan endemik Indonesia. Tokoh-tokoh ini menjadi inspirasi yang bagus untuk anak mengembangkan karakter di dalam cerita.

cara
Perkenalan Tokoh BIPBIP oleh kak Agnes

Selain itu, Kak Agnes juga bercerita mengenai hal-hal apa saja yang harus diperhatikan penulis agar naskah bisa tembus penerbit. Hal ini di antaranya adalah naskah tidak mengandung SARA, naskah memiliki kemungkinan besar untuk laku terjual, naskah mengikuti tema besar trend yang sedang naik, serta sesuai dengan usianya.

1. Tema Besar yang Digemari Masyarakat

Pada kesempatan ini, Kak Agnes juga membocorkan apa sih yang membuat naskah bisa menarik di mata editor. Salah satunya adalah tema besar yang sedang digemari masyarakat. Contohnya tema self love yang sedang naik bisa dikembangkan menjadi cerita.

2. Tokoh yang Menarik

Selain itu, karakter tokoh yang kuat juga menentukan menariknya sebuah naskah di mata editor. Karakter yang kuat harus memiliki ciri khas yang mudah diingat. Apabila tokoh ada banyak maka setiapnya harus diberikan ciri khas yang melekat di hati pembaca seperti misalnya ciri fisik yang berbeda atau ciri sifat yang berbeda. Tokoh yang menarik juga harus memperlihatkan perkembangan sehingga bisa menjadi solusi dari konflik cerita yang seru.

3. Alur Cerita yang Ringan

Salah satu hal yang tidak kalah penting dari sebuah naskah cerita agar bisa dilirik editor adalah cerita dengan alur cerita yang ringan dan tidak bertele-tele. Cerita harus sudah memiliki pembuka yang ringkas, konflik yang jelas, dan tentu memiliki akhir atau solusi yang juga sudah terbentuk.

Selain itu dua hal yang menurut Kak Agnes perlu diperhatikan pada sebuah cerita anak adalah apakah ceritanya sangat realistis atau sangat imajinatif. Penulis harus memilih satu di antara dua pilihan tersebut saat menulis agar cerita memiliki alur yang jelas. Apabila realistis maka tokoh dan latar harus sesuatu yang biasa kita lihat di sekitar seperti misalnya tokoh murid di sekolah. Sedangkan, jika memilih tema imajinatif maka tokoh dan latar harus juga kreatif dan imajinatif, misalnya cerita unicorn yang hidup di bawah laut.

4. Menulis Sinopsis Saat Mengirim Naskah

Tips supaya naskahmu bisa dilirik editor, menurutKak Agnes, adalah ketika mengirim naskah penting untuk memberikan pengantar sebelum masuk ke dalam judul dan isi naskah karanganmu. Berikan informasi mengenai buku yang kamu tulis, berikan informasi umum sehingga editor mengerti karanganmu secara utuh sebelum masuk ke dalam naskah. Ceritakan mengapa kamu memilih karakter tersebut lalu ceritakan target pasar yang ingin kamu tuju.

Menyertakan sinopsis utuh juga merupakan langkah yang penting agar naskahmu dilirik editor sebab editor bisa langsung menilai sekilas apakah naskahmu layak untuk dibaca lebih lanjut atau tidak. Pada saat menulis sinopsis pastikan kamu menulis gambaran yang jelas hingga ke akhirnya sebab editor juga perlu tahu akhiran dari cerita yang kamu tulis.

Nah, itu dia beberapa tips menulis yang sangat penting untuk dimiliki seorang anak yang gemar menulis. Eits, acara ini tidak hanya membekali anak dengan segudang ilmu bermanfaatnya saja, lho, tetapi kami juga menyediakan wadah untuk anak-anak mengembangkan kemampuan menulisnya lewat kompetisi menulis yang diadakan Gramedia Writing Project!

Ikuti Kompetisi Menulis BIPBIP Creative Writing

Buat teman-teman yang ingin memulai menulis untuk publik, Gramedia Writing Project adalah tempat yang tepat, sebab GWP.id adalah tempat menulis cerita dengan cara membuat akun dan mengunggah naskah ke platform-nya. Selain itu, semua tulisan yang terpublikasi di GWP juga dipantau oleh editor yang akan memilih naskah mana yang kira-kira akan diterbitkan sehingga tulisan yang kamu unggah punya kesempatan untuk diterbitkan!

BIPBIP Creative Writing adalah ajang lomba menulis cerita pendek BIPBIP dan sahabat nusantara. Perlombaan ini akan dibuka sampai dengan tanggal 12 November dengan hadiah paket buku dari penerbit BIP! Penasaran cara gabungnya? Simak terus, ya!

caraIkuti Kompetisinya!

Setelah mempelajari tips menulis, GWP dan BIP membuat lomba menulis cerita untuk kamu yang mau mengasah keterampilan menulis. Cara bergabungnya cukup mudah, kamu cuma perlu menuliskan cerita di GWP dengan mengikuti syarat dan ketentuan sebagai berikut!

1. Tema cerita fiksi inspirasi dari tokoh karakter BIPBIP

2. Genre bebas

3. Panjang naskah 1000-2500 kata

4. Karya harus orisinal dan belum diterbitkan atau dipublikasikan serta tidak diikutsertakan dalam perlombaan lain.

5. Naskah tidak mengandung SARA

6. Hanya bisa mengirim satu naskah

7. Naskah diunggah pada laman GWP.id dengan menyertakan tagar #BIPBIPCreativeWriting.

Naskah pemenang nantinya akan melalui penyuntingan di redaksi GWP dan BIP. Selain itu untuk memeriahkan kompetisi, peserta dan/atau wali peserta wajib mempromosikan naskah yang sudah diunggah di GWP pada akun media sosial Instagram dengan cara men-tag akun @gwp.id, @bipgramedia, dan @gramediadigital.

Jika kamu sudah siap untuk mengasah kemampuan menulismu dan bersaing dengan penulis lainnya, daftarkan diri kamu ke kompetisi menulis ini di sini. Yuk, asah kemampuan menulis si kecil!

Dapatkan informasi dan update BIPBIP Creative Writing ini di official account Instagram Gramedia Writing Project (@gwp_id), ya!


Sumber gambar header: freepik.com

Penulis: Shaza Hanifah


Enter your email below to join our newsletter

comments powered by Disqus