Alasan Pentingnya Memaafkan Diri Sendiri

Alasan Pentingnya Memaafkan Diri Sendiri

. 5 min read

Setelah melewati masa Lebaran, Admin harap dirimu sudah saling bermaaf-maafan dengan kerabat dan sanak saudara. Dengan begitu, berarti kamu sudah mampu untuk memaafkan orang lain dan mengesampingkan ego.

Tapi, apakah kamu juga sudah memaafkan atas kesalahan diri sendiri? Hal ini sama pentingnya, walau memang kadang tak mudah, atau bahkan masih bingung apa maksud dari memaafkan diri sendiri.

Disaat kamu mau tidur, pernah kepikiran dengan kesalahan yang kamu lakukan di masa lalu? Entah karena salah ucap hingga menyakiti orang lain, salah memutuskan pilihan, atau memikirkan kejadian canggung dan bodoh yang telah terjadi. Kalau diingat, bikin kita sebal dan malu sama diri sendiri dengan tindakan yang sudah kita lakukan.

Tanpa sadar, kalau kita terus-terusan sebal sama diri sendiri, nantinya bisa menggangu mental dan kebahagiaan di masa mendatang. Padahal, ada banyak sekali manfaat positif kalau kita mau belajar untuk memaafkan.

alasan
Sumber foto: Pixabay

Lalu, kenapa sih kita harus memaafkan diri sendiri?

Dikutip dari IDNTimes (2021), alasan pertama adalah kamu bisa terbebas dari rasa sebal yang suka muncul saat mengingat masa lalu. Tidak ada lagi penyesalan atau bahkan rasa dendam, kalau kamu mampu berbaikan dengan diri sendiri. Walaupun kamu mengingat masa lalu, kamu pasti akan lebih tenang dan nggak lagi dibayangi kesalahan.

Memaafkan diri atas kesalahan di masa lalu, membuat kamu terbebas dari pikiran yang bisa mengganggu kegiatan sehari-hari dan jadi lebih bahagia. Kamu bisa melakukan apapun tanpa beban berat. Hati jadi tentram, mental tetap sehat tanpa tekanan psikis, kebahagiaan tidak akan terganggu lagi.

Kedua, kalau kamu sudah berhasil memaafkan, aura positif dalam dirimu akan terpancar. Walaupun diungkit lagi masalahnya, kamu akhirnya bisa membalas dengan senyuman tulus dan ikhlas. Hal itu pun akan menjadi dorongan bagi kita untuk memperbaiki diri jadi lebih baik.

Ketiga, Admin tau memaafkan memang tidak mudah, terlebih jika hati begitu sakit dan menyesal. Tapi dari kamu bisa belajar memaafkan, kamu jadi tahu besarnya arti memaafkan yang sebenarnya dan bisa memaafkan orang lain lebih mudah juga. Semua hubungan baik dengan kerabat atau diri sendiri, jadi lebih baik deh kualitasnya.

alasan
Sumber foto: Pixabay

Jadi, saatnya kamu move on dan cobalah berdamai dengan diri sendiri. Bagaimana caranya?

Dikutip dari Parapuan (2021), hal pertama yang bisa kamu lakukan adalah terima kenyataan yang ada. Memang nggak mudah menerima kesalahan yang kita lakukan sendiri, tapi kamu juga nggak bisa sekadar melupakan dan menutupinya. Berusahalah menerima, atau kamu akan selalu dihantui rasa bersalah selamanya.

Kamu menyesal? It’s okay and it’s normal. Jadikan hal tersebut batu loncatan untuk kamu belajar dan lebih berperilaku positif lagi, tapi jangan berlarut dalam meratapi kesalahan. Perbaiki kesalahan tersebut, dan jika kamu mempunyai kesalahan dengan orang lain, segeralah minta maaf.

Sadari saja atas apa yang sudah terjadi. Saat perasaan tidak enak itu muncul kembali, terimalah semua emosi tersebut sampai kamu bisa damai dengan diri sendiri. Berikan waktu untuk dirimu sembuh, dengan begitu kamu bisa memahami keadaan dan melihat perspektif lain.

alasan
Sumber foto: Unsplash

Mungkin penjelasan Admin di sini belum seberapa tentang memaafkan diri sendiri. Tapi, Admin bisa kasih kamu bacaan yang bisa membantu kamu dalam proses menerima dan memaafkan diri sendiri.

1. Seni Berdamai dengan Diri Sendiri

Kamu harus bersahabat dengan kekurangan serta kelebihan yang ada pada diri kamu, dan kamu perlu berdamai dengan ketidaksempurnaan yang kamu miliki. Kamu nggak bisa menyelesaikan masalah dengan orang lain, kalau masalah dalam pikiran dan perasaan kamu belum dituntaskan.

seniBeli dan Berdamailah Sekarang!

Berdamai dengan diri sendiri berarti mencintai diri kamu sepenuhnya. Buku ini akan menuntun kamu untuk berdamai dengan diri sendiri dalam mencapai kebahagiaan dan ketenangan. Jadi, kamu akan memiliki pikiran dan perasaan yang sejalan dan tidak ada perdebatan batin yang membuat tertekan.

2. Seni Memaafkan

Memaafkan itu memang sulit, di mana harus menerima keadaan atau kenyataan bahwa memang terdapat konflik dalam hidup. Tapi dengan menerimanya, kamu bisa sehat secara mental dan memperoleh ketenangan.

seniBeli dan Berdamailah Sekarang!

Menerima merupakan langkah awal untuk memaafkan yang bersalah. Lalu, bagaimana cara menanggalkan segala kekecewaan, kekesalan, maupun amarah? Baca buku ini dan raih ketenangan serta kenyamanan hidup sejati setelah hati sanggup memaafkan.

3. Berdamai dengan Diri Sendiri: Seni Menerima Diri Apa Adanya

Seseorang yang belum selesai berurusan dengan dirinya sendiri, pastinya sulit untuk bisa peduli dan memberi manfaat untuk orang lain. Konflik batin adalah permasalahan vital yang sering terabaikan. Padahal, sejauh mana diri kita bisa menerima diri sendiri, maka sejauh itulah kita bisa berdamai dengan kenyataan.

berdamaiBeli dan Berdamailah Sekarang!

Memang terbilang sulit untuk mengalahkan diri sendiri. Tapi cobalah baca buku ini dan telaah dirimu sendiri. Jadilah orang-orang yang berdamai dengan diri, yang mampu menjalani kehidupan penuh tuntutan dengan lebih tenang.

4. Cara Mudah Berdamai dengan Diri Sendiri: Karena Bahagia Kita yang Menciptakan

Berdamai dengan diri sendiri berarti tidak menganggap semua kekurangan yang ada dalam diri sebagai kutukan yang tak berampun, tapi melihatnya sebagai hal yang manusiawi, yang dapat diperbaiki tanpa harus bersedih hati.

caraBeli dan Berdamailah Sekarang!

Buku berisi penjelasan dan motivasi agar kita dapat berdamai dengan diri sendiri dengan memaafkan kesalahan yang pernah dilakukan pada masa lalu. Kamu pun bisa jadi pribadi yang lebih baik dan mudah memperoleh kebahagiaan dalam menjalani kehidupan.

5. Hidup Damai Tanpa Berpikir Berlebihan

Terlalu banyak tuntutan membuat kita kewalahan, sampai membuat kita dibebani pikiran yang berlebihan. Lalu, apa yang sebaiknya kita lakukan ketika menghadapi situasi seperti itu?

hidupBeli dan Berdamailah Sekarang!

Buku laris dari Jepang ini ditulis oleh Dokter Tsuneko Nakamura, seorang psikiater yang berkarier selama hampir 70 tahun, dan berpendapat bahwa solusinya ada pada bagaimana kita mengompromikan perasaan dengan kenyataan. Dimana kita bisa tidur nyenyak di malam hari, merima hal-hal kecil, hingga memahami sifat diri dari apa yang disukai dan tidak disukai.

"Kita semua membuat kesalahan, bukan? Tetapi, jika kamu tidak bisa memaafkan diri sendiri, kamu akan selalu menjadi orang buangan dalam hidupmu sendiri." - Curtis Sittenfeld

Sumber foto header: Shutterstock