Dari "Ada Apa dengan Cinta?" Sampai "Susah Sinyal", Inilah Daftar Buku yang Dibikin dari Film

Dari "Ada Apa dengan Cinta?" Sampai "Susah Sinyal", Inilah Daftar Buku yang Dibikin dari Film

Harry Potter, The Martian, dan Twilight adalah sedikit dari berjubelnya novel yang diadaptasi menjadi film. Di Indonesia sendiri, ada beberapa judul buku yang juga diangkat ke layar lebar, sebut saja Ayat-Ayat Cinta, Sabtu Bersama Bapak, Negeri Van Oranje, sampai buku-bukunya Raditya Dika.

Berbeda dengan novel, film lebih mengedepankan visual dengan durasi waktu tayang yang terbatas. Hal tersebut membuat cerita dalam buku tidak dapat tertuang semua pada film. Biasanya, ada juga penulis skenario yang menyarikan bagian-bagian krusial dalam novel untuk ditampilkan dalam film.

Biasanya, novel diangkat ke layar lebar karena masyarakat kebanyakan mengetahuinya. Tak banyak film-film dari novel-novel laris yang digarap dengan serius untuk mendukung aspek komersialnya, dari pemeran yang dibintangi oleh aktor dan aktris papan atas, pembuatan soundtrack, sampai kesesuaian inti cerita.

Namun, bagaimana jika dibalik—novel dibuat atas dasar film? Hal ini sudah semakin marak dilakukan. Selain skenario cerita yang masih bisa dikembangkan sehingga bisa dijadikan sebuah buku, novelisasi film juga memberikan pengalaman dan detail lebih mendalam yang tidak divisualisasikan pada film. Ada beberapa film yang diadaptasi menjadi buku. Berikut daftarnya.

1. Ada Apa dengan Cinta?

for-blog-fixed---aadc
Tahukah Anda bahwa film ini ada novelnya. Pada 2016 lalu, ketika sekuel Ada Apa dengan Cinta 2 tayang, pihak rumah produksi bekerja sama dengan penerbit Gramedia Pustaka Utama menerbitkan novel Ada Apa dengan Cinta? yang ditulis oleh Silvarani.

Dilansir dari SCOOP Berita, Mira Lesmana selaku penulis cerita sekaligus produser Ada Apa dengan Cinta? berpendapat bahwa novelisasi ini menarik. Jadi, bagi Anda yang rindu dengan kisah remaja Cinta dan Rangga, novel ini dapat menjadi penawarnya.

2. SuperDidi

for-blog-fixed-superdidi
Novel SuperDidi dibuat dari film berjudul sama yang tayang dua tahun lalu. Diproduseri oleh Reymund Levy, film ini dimaksudkan untuk memberi gambaran bahwa mengurus anak bukanlah tugas ibu semata. Film ini bukan hanya tentang anak-anak, tetapi termasuk film keluarga yang konflik di dalamnya menyeluruh bagi anggota keluarga, dari orang tua, anak-anaknya, sampai kakek dan nenek.

Film yang dibintangi oleh Vino G. Bastian dan Karina Nadila ini kemudian dihadirkan dalam bentuk novel yang ditulis oleh Silvarani. Ketinggalan nonton filmnya? Baca saja bukunya!

3. Perjalanan Lain Menuju Bulan

for-blog-fixed-menuju-bulan
Another Trip to the Moon adalah film drama-fantasi besutan Ismail Basbeth yang rilis pertama kali pada 2015. Film yang diperankan oleh Tara Basro dan Cornelia Sunny ini menyajikan kisah surealis yang memadukan kehidupan ala suku primitif dan kehadiran UFO. Film ini juga sempat ikutan Tiger Awards Competition kategori utama pada International Film Festival Rotterdam 2015.

Perjalanan Lain Menuju Bulan karya M. Aan Mansyur adalah kumpulan puisi yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka pada Mei 2017 lalu. Puisi-puisi di dalamnya terinspirasi dari film Another Trip to the Moon dan terdapat ilustrasi, foto-foto, dan selipan CD berisi lagu-lagu yang juga terinspirasi dari film tersebut.

4. 3 Srikandi

for-blog-fixed-3-srikandi
Reza Rahadian, Bunga Citra Lestari, Tara Basro, dan Chelsea Islan memainkan peran penting dalam film 3 Srikandi. Film berdasarkan kisah nyata itu menceritakan tim panahan wanita Indonesia yang diberi kesempatan dalam Olimpiade 1988 di Seoul, Korea Selatan. Banyak aral merintang yang menghadang tiga srikandi tersebut. Untungnya, mereka memiliki satu pelatih yang mumpuni sehingga mereka dapat mengharumkan nama Indonesia.

Film yang disutradarai Iman Brotoseno ini dibuat dalam bentuk novel yang ditulis oleh Silvarani dengan judul yang sama, 3 Srikandi. Buku tersebut juga menyajikan gambar-gambar dari cuplikan film 3 Srikandi.

5. Posesif

for-blog-fixed---posesif
Kisah remaja tidak hanya tentang cinta-cintaan yang manis. Kisah remaja juga dapat jadi bencana kala dua sejoli menjalin hubungan terlalu dekat dan tidak bisa melepaskan satu sama lain. Hal tersebut disajikan dalam film drama remaja Posesif besutan Edwin. Cerita yang ditulis oleh Gina S. Noer ini menggambarkan kehidupan pelik dua remaja yang terjebak cinta dan janji-janji manisnya.

Diperankan oleh Putri Marino dan Adipati Dolken, film ini juga diadaptasi ke dalam novel dengan judul yang sama oleh Lucia Priandarini. Kelewatan menonton film dengan segudang penghargaan ini? Untung saja ada novelnya. Selamat menelusuri kisah Lala dan Yudhis!

6. Coco

for-blog-fixed---coco
Sedikit bergeser ke film animasi keluaran luar negeri, Coco yang baru tayang Desember 2017 lalu adalah film keluarga yang sayang bila tidak ditonton. Berkisah tentang Miguel yang memiliki impian menjadi seorang musisi namun tradisi keluarga melarangnya. Apakah ia harus menuruti apa yang sudah mendarah daging pada dirinya atau keluar dari cangkangnya?

Film besutan Lee Unkrich ini pun menghadirkan novelisasinya dengan judul sama, Coco. Pastinya, buku ini cocok untuk dibaca oleh anak-anak dan orang tua.

7. Susah Sinyal

for-blog-fixed---susah-sinyal
Yang terakhir dan yang paling baru: Susah Sinyal. Film besutan Ernest Prakasa ini berkisah tentang pengacara wanita super sibuk terbang ke lokasi yang susah mendapatkan sinyal. Susah Sinyal dibintangi oleh Adinia Wirasti, Darius Sinathrya, Ge Pamungkas, dan banyak bintang lainnya ini rilis sejak 21 Desember lalu ini sudah ditonton lebih dari 1,5 juta orang.

Bagi yang menunggu-nunggu, Ernest Prakasa sudah menyiapkan novel dengan judul Susah Sinyal. Ia mengajak Ika Natassa untuk menuliskan kisahnya. Ada alasan tersendiri kenapa Ernest ingin menerbitkan novelnya. Pertama, karena ia ingin orang yang suka dengan filmnya dapat mengalami kembali cerita dalam Susah Sinyal dalam bentuk yang berbeda. Kedua, novel ini memberi kesempatan buat menceritakan hal-hal yang tidak bisa diceritakan di film.

Novel Susah Sinyal karya Ika Natassa hadir pada Januari 2018 ini.


Abduraafi Andrian

Content Team

Enter your email below to join our newsletter