5 Perpustakaan Keren dan Lengkap di Jakarta

. 5 min read

Perpustakaan tidak harus memiliki suasana yang kaku dan bikin jemu. Atmosfer lawas seperti itu tidak selalu kita jumpai dalam perpustakaan umum di lingkungan urban modern. Sekarang, perpustakaan juga dapat membuat pengunjungnya jadi merasa betah, ceria, dan tidak cepat bosan.

Salah satu syaratnya, perpustakaan mesti memiliki interior yang memiliki desain bergaya kontemporer yang mau bermain-main dengan warna, terang, dan minimalis. Namun, tentu saja kelebihan-kelebihan tersebut jadi tidak bernilai jika perpustakaan hanya memiliki koleksi buku yang seadanya saja plus sambungan internet yang pas-pasan.

Nah, lima perpustakaan yang tersebar di Jakarta di bawah ini kami jamin mempunyai kelebihan-kelebihan tersebut. Dengan begitu, perpustakaan-perpustakaan ini bisa membuat kalian makin bersemangat untuk membaca berlembar-lembar halaman buku.

1. Perpustakaan Erasmus Huis

Lima
Nuansa putih dan bersih mendominasi interior perpustakaan Erasmus Huis. (Sumber foto: Casa Indonesia)

Tak jauh setelah memasuki di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, dari arah Mampang Prapatan, berdirilah pusat kebudayaan Belanda Erasmus Huis di sebelah kiri. Institusi ini bergabung dengan kompleks Kedutaan Besar Kerajaan Belanda. Di dalam Erasmus Huis ini terdapat sebuah perpustakaan yang bernuansa menyegarkan, nyaman, dan hening.

Perpustakaan Erasmus Huis dibuka kembali sejak November 2018 setelah dilakukan renovasi di dalamnya. Kini, interior barunya didominasi oleh warna putih dengan berbagai furnitur yang eklektik. Dengan konsep open space, salah satu bagian dari perpustakaan ini juga bisa dimanfaatkan untuk acara diskusi ataupun seminar.

Koleksi perpustakaan Erasmus Huis berjumlah 15 ribu judul buku terbitan Indonesia dan Belanda dari kategori sastra, linguistik, sejarah, politik, sosial, seni, budaya, anak-anak, hingga kamus. Ada pula surat kabar dari Indonesia maupun Belanda. Perpustakaan Erasmus Huis buka dari Senin s.d Sabtu. Info lebih lengkap tentangnya bisa kamu klik di sini.

2. Perpustakaan Kemendikbud

Lima
Perpustakaan Kemendikbud memiliki banyak ruangan multifungsi. (Sumber foto: Kemendikbud)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga memiliki perpustakaan yang ciamik. Berdiri sejak 29 November 2004, perpustakaan ini memiliki koleksi berjumlah 200 ribu judul dalam berbagai bentuk (buku, buku digital, audio visual, majalah, koran, jurnal, hingga jurnal elektronik). Perpustakaan ini juga dikelola sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan yang sudah terakreditasi A oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Yang canggih, Perpustakaan Kemendikbud juga menerapkan SLiMS (Senayan Library Management System) adalah sistem automasi perpustakaan sumber terbuka (open source) berbasis web yang pertama kali dikembangkan dan digunakan oleh Perpustakaan Kemendikbud. Aplikasi ini digunakan untuk pengelolaan koleksi tercetak dan terekam yang ada di perpustakaan.

Bukan cuma ruang baca, Perpustakaan Kemendikbud yang terdiri dari dua lantai dengan total luas lahan 1.500 meter persegi ini mempunyai fasilitas lainnya. Mulai dari ruang kelas, ruang diskusi/serba guna, ruang koleksi anak, ruang audio visual, teater mini, hingga layanan fotokopi dan tentu saja akses internet gratis. Total jumlah pengunjung yang bisa ditampung perpustakaan ini bisa mencapai 300 orang. Kalau kamu ingin tahu daftar koleksi maupun info lebih lengkap Perpustakaan Kemendikbud, bisa klik di sini.

3. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Lima
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia disebut-sebut sebagai perpustakaan tertinggi di dunia. (Sumber foto: Kompas.com)

Saat Presiden Joko Widodo meresmikan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada pertengahan September 2017, jagat maya pun heboh. Bagaimana tidak. Setelah bangunan lamanya yang terdiri dari tiga lantai direnovasi total selama 2,5 tahun, sekarang gedung perpustakaan ini memiliki 27 lantai.

"Gedung ini tertinggi di dunia untuk gedung perpustakaan," kata Presiden Jokowi, mengutip Kompas.com.

Dengan berdiri di lahan seluas 11,975 meter persegi dan bangunan seluas 50,917 meter persegi, perawakannya tampak megah dan menjulang di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta. Gedung perpustakaan setinggi 126,3 meter ini juga didesain dengan konsep green building dan konsumsi energi sebanyak 150 kwh/mm2 per tahunnya.

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia memiliki begitu banyak koleksi yang dapat diandalkan untuk mendulang informasi dan pengetahuan. Tidak hanya buku fisik, ada pula buku digital. Institusi ini juga mengoleksi buku-buku langka, manuskrip nusantara, foto, peta, hingga lukisan. Ada pula koleksi yang berbentuk monograf, rekaman suara, film, hingga bentuk mikro.

Bagi para mahasiswa, peneliti, maupun penulis, harta yang juga paling tidak bisa disia-siakan dari perpustakaan megah ini adalah jurnal nasional dan internasional terkemuka yang dimilikinya. Mulai dari Brill Online, Cambridge University Press, IG Publishing, Proquest, hingga Sage Knowledge. Apa lagi yang kamu tunggu, buruan jadi anggotanya!

Klik di sini untuk mengetahui lebih detail tentang Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

4. Perpustakaan Freedom

Lima
Setelah vakum dua tahun, Perpustakaan Freedom kembali buka dan tetap mengusung gaya desain interior yang sama. (Sumber foto: Twitter Aburizal Bakrie)

Satu lagi gudang pengetahuan yang tersembunyi di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta adalah Freedom Library yang sekarang terletak di lantai dasar Gedung Wisma Bakrie. Sebelumnya, perpustakaan ini berdiri di Jalan Proklamasi, tepatnya di seberang Tugu Proklamasi. Namun, perpustakaan tersebut tutup pada 2015 lantaran gedungnya telah dijual--dan kini menjadi kantor DPP Partai Demokrat.

Setelah vakum dua tahun lebih, Perpustakaan Freedom kembali dibuka pada Agustus 2017. Perpustakaan ini tetap hadir dengan desain interior yang tak jauh berbeda dibandingkan bangunan lamanya dengan warna kecokelatan dan atmosfer hangat serta sentuhan industrial. Perpustakaan ini masih setia untuk menyediakan ribuan koleksi literatur di bidang humaniora (filsafat, hukum, sejarah, bahasa, sastra, seni), sosial, ekonomi, agama, hingga hubungan internasional.

Selain koleksi buku, Perpustakaan Freedom juga menyediakan jurnal-jurnal lokal maupun internasional, koran, hingga koran terkemuka. Tak ketinggalan pula layanan fotokopi dan akses internet gratis. Dengan adanya sofa-sofa empuk dan embusan hawa sejuk dari pendingin udara, yang perlu diwaspadai adalah serangan kantuk tiba-tiba saat sedang membaca buku.

5. Perpustakaan Universitas Indonesia

Lima
Ada 5 juta judul yang dikoleksi perpustakaan ini. (Sumber foto: UI Update)

Oke, perpustakaan satu ini memang tidak terletak di wilayah Jakarta, tapi Jakarta coret alias Depok, walaupun memang tak jauh dari perbatasan Jakarta-Depok. Sulit untuk tidak memasukkan Perpustakaan Universitas Indonesia ke daftar ini lantaran koleksinya yang lengkap dan fasilitas utama maupun penunjang yang mumpuni. Belum lagi bentuk fisik bangunannya yang istimewa karena unik dan juga dikelilingi pepohonan serta danau.

Dibangun di atas lahan seluas 2,5 hektar, perpustakaan ini mengoleksi lebih dari 5 juta judul dan berbagai jurnal ilmiah terkemuka dari dalam maupun luar negeri. Tak heran jika perpustakaan ini diberi nama The Cristal of Knowledge. Koleksi perpustakaan ini tak hanya boleh diakses oleh mahasiswa Universitas Indonesia, tapi juga masyarakat umum dengan membayar Rp 5 ribu saja.

Fasilitas penunjang The Cristal of Knowledge ini, antara lain ruang komputer, lounge, ruang multimedia, ruang diskusi dan pertemuan, silent room, akses internet, hingga ruang laktasi. Ada pula aplikasi Online Public Access Catalogue (OPAC), sehingga para pengunjung bisa cepat dan mudah mencari literatur yang diinginkan. Detail informasi tentang Perpustakaan Universitas Indonesia bisa kamu cari di sini.


Kalau mau beli buku secara online, cari di Gramedia.com saja!


Sumber foto header: mldspot.