3 Mentalitas yang Wajib Kamu Terapkan Untuk Menghadapi Resesi 2023!

3 Mentalitas yang Wajib Kamu Terapkan Untuk Menghadapi Resesi 2023!

Meski sudah memasuki minggu ketiga di awal tahun 2023, masih banyak orang yang hingga sekarang masih mencoba beradaptasi dengan perubahan kondisi ekonomi pada pasca era pandemi. Termasuk menghadapi resesi 2023. Bank Dunia sudah memprediksi bahwa resesi ekonomi global akan terjadi secara signifikan di tahun ini.

Tentunya, hal ini memaksa semua orang memutar otak untuk mempersiapkan diri dalam menghadapinya agar tidak terkena dampak buruk dari resesi. Saking seriusnya masalah ini, sering kali resesi bikin banyak orang stres mencari strategi finansial yang ideal.

Eits, jangan khawatir! Meski resesi adalah suatu masalah yang cukup serius, kamu bisa mengurangi dampak rugi dari resesi 2023 dengan cara mempelajarinya dengan tekun. Nah, buat kamu yang ingin mengetahui hal-hal mengenai resesi 2023, wajib simak artikel ini sampai selesai, ya!

Apa itu Resesi Ekonomi?

Umumnya, resesi ekonomi dikenal sebagai sesuatu yang mengkhawatirkan, yakni kondisi ekonomi yang ditandai dengan penurunan produktivitas, lapangan kerja, dan pendapatan. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), resesi merupakan kelesuan dalam kegiatan dagang, industri, dan sebagainya atau menurunnya dagang. Resesi biasanya juga ditandai dengan kontraksi ekonomi selama beberapa kuartal berturut-turut.

Secara umum, resesi bisa dikatakan sebagai gambaran di mana pepuraran ekonomi suatu negara berubah menjadi lambat atau memburuk. Resesi melibatkan dampak negatif bukan hanya pada pelaku bisnis atau pedagang, tetapi juga para pembeli yang tidak memiliki cukup uang.

Dari pengertian yang dijabarkan di atas, bisa ditarik kesimpulan bahwa resesi ekonomi adalah suatu masalah yang harus dihadapi dengan persiapan. Selain pengertian resesi, kamu juga harus memahami dampak resesi ekonomi agar kamu siap menghadapi resesi 2023.

Dampak Resesi Ekonomi terhadap Kesehatan Mental

Dampak resesi bisa dirasakan oleh banyak orang dan dari berbagai aspek. Dikarenakan kemerosotan yang signifikan, resesi ekonomi dapat memiliki dampak yang cukup intens juga pada kesehatan mental individu. Di bawah ini adalah beberapa dampak resesi terhadap kesehatan mental yang perlu kamu ketahui!

1. Isolasi Sosial

quarter
Isolasi Sosial (Sumber Gambar: Shutterstock)

Resesi ekonomi dapat menyebabkan individu menjadi lebih tertutup dan kurang aktif sosial karena kesulitan finansial dan ketidakpastian ekonomi. Ketidakpastian ekonomi ini dapat menyebabkan penurunan kesejahteraan masyarakat karena meningkatnya pengangguran, penurunan pendapatan, dan kesulitan finansial.

2. Kenaikan Konsumsi Alkohol dan Narkoba

Resesi ekonomi dapat menyebabkan individu mencari kesenangan atau mencari penghiburan. Termasuk dalam konsumsi alkohol atau narkoba. Bahkan, berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN), ada 766 kasus penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan narkoba di Indonesia sepanjang era pandemi hingga pasca pandemi, dan masih terus bertambah hingga sekarang. Hal ini disebabkan adanya stressor dari masalah finansial yang dirasakan para pengguna.

3. Stres

Tentunya, dampak yang sangat mungkin terjadi akibat resesi ekonomi adalah masalah kesehatan mental. Resesi ekonomi dapat menyebabkan stres yang tinggi karena ketidakpastian ekonomi dan kesulitan finansial yang dirasakan merata oleh semua orang. Selain itu, resesi ekonomi juga menyebabkan tingginya tingkat depresi karena penurunan pendapatan, pengangguran, dan kehilangan pekerjaan.

4. Tingginya Tingkat Bunuh Diri

Menurut bukti longitudinal selama resesi di Swedia, dilaporkan tingginya tingkat bunuh diri sepanjang resesi pada pria-pria yang menanggur. Begitu pula menurut data cross-sectional Yunani, survei di Korea Selatan, dan berbagai negara lain yang membuktikan bahwa kasus dan perilaku bunuh diri meningkat pada tahun-tahun periode resesi dan pasca resesi.

Itu adalah beberapa dampak yang umum terjadi pada kesehatan mental individu saat menghadapi resesi ekonomi. Secara umum, dampak resesi bisa sangat bersinggungan langsung dengan masalah kesehatan mental. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kesehatan mental karena kamu perlu punya mental yang kuat untuk bertahan di masa resesi 2023.

3 Mentalitas Menghadapi Resesi 2023

Untuk menghadapi resesi 2023, kamu perlu mental yang kuat, bukan? Pastinya kamu tidak mau terkena kerugian yang dapat membahayakan diri kamu selama resesi ini. Berikut ini adalah beberapa mentalitas yang wajib kamu terapkan untuk menghadapi resesi 2023!

1. Bersyukur

Meski terdengar klise, bersyukur dapat menjadi salah satu strategi yang efektif untuk menghadapi resesi ekonomi. Memiliki sikap bersyukur dapat membantu individu memperbaiki perspektifnya terhadap dampak kerugian resesi. Bahkan, pada beberapa orang, bersyukur bisa memperkuat resilien yang menyebabbkan individu lebih kuat untuk menghadapi situasi sulit, termasuk situasi resesi ekonomi.

Rhonda Byrne pada bukunya yang berjudul The Secret, yang mempelajari fenomena law of attraction, juga mengungkapkan satu rahasianya dalam menghadapi masalah keuangan.

“Mustahil untuk mendatangkan uang ke dalam hidup jika kita berfokus pada kekurangan uang.”

Orang yang bersyukur lebih mungkin bertemu dengan kekayaan lebih cepat dibanding mereka yang terus fokus pada kekurangan uangnya. Oleh karena itu, tips ini patut dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

2. Sugesti Positif

Untuk menunjang rasa syukur, kamu perlu melakukan sugesti positif ke dalam konstruksi pikiranmu. Melakukan sugesti positif dapat membantu meningkatkan mood dan mengurangi perasaan negatif seperti depresi dan kecemasan. Sugesti positif juga dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan memperbaiki kualitas seseorang dalam bekerja dan mempelajari sesuatu. Hal ini adalah mentalitas yang penting untuk dimiliki selama masa resesi.

Selain optimisme memang dibutuhkan untuk memberikan sugesti positif, buku The Secret juga membagikan satu rahasia lain dalam menghadapi masalah finansial.

“Berhenti berkata saya tidak akan mampu. Ubahlah dengan saya bisa! Akan lebih membantu jika kita menggunakan imajinasi dan berpura-pura kita sudah memiliki kekayaan.”

Dari kutipan ini, kita bisa memahami bahwa sugesti positif bisa meningkatkan optimisme dan membantu kita kaya lewat mentalitas kita.

3. Berbagi atau Bersedekah

“Memberikan uang akan mendatangkan lebih banyak uang.”

Itu adalah salah satu kutipan motivasi yang dibagikan Rhonda Byrne dalam bukunya The Secret. Hal ini adalah kalimat pendorong untuk membuatmu percaya bahwa bersedekah dapat memiliki manfaat positif untuk kekayaan seseorang.

Meskipun berbagi masih menjadi suatu tantangan untuk sebagian orang menyisihkan sedikit hartanya, akan tetapi mentalitas untuk menjadi kaya harus dimulai dengan berfokus pada kebaikan sebab setiap pikiran dan emosi yang negatif akan menghambat kamu mendapatkan hal yang baik. Sebaliknya jika pikiranmu positif, maka hal baik akan datang dengan sendirinya.

Baca Buku The Secret untuk Rahasia Keuangan yang Lengkap!

Itu dia beberapa rahasia mentalitas yang harus kamu punya selama menghadapi resesi 2023. Buat kamu yang tertarik untuk mengupas lebih dalam rahasia mengenai mentalitas menghadapi keuangan, kamu wajib baca buku The Secret yang ditulis oleh Rhonda Byrne. Buku ini akan mendeskripsikan bukti kuatnya efek mentalitas di atas terhadap masalah keuangan yang saat ini kita hadapi.

MentalitasBeli di Sini!

Bukan cuma rahasia-rahasia mentalitas untuk menghadapi masalah keuangan seperti di atas, kamu juga akan mendapatkan rahasia berelasi dengan orang lain, rahasia kesehatan, hingga rahasia kehidupan menurut kacamata law of attraction.

Nah, tunggu apa lagi? Buku ini bisa langsung kamu beli di Gramedia.com berikut dengan diskon-diskon menarik yang bisa kamu gunakan. Yuk, bangkit dan kembangkan mentalitasmu menghadapi resesi 2023 bersama buku The Secret sekarang juga!

Jangan lupa juga untuk lihat penawaran spesial dari Gramedia.com hanya untuk kamu. Cek promonya di bawah ini yang bisa kamu gunakan agar belanja jadi lebih hemat! ⤵️

kumpulanTemukan Semua Promo Spesial di Sini!


Sumber foto header: istockphoto.com

Penulis: Shaza Hanifah


Enter your email below to join our newsletter