{"id":94043,"date":"2024-05-28T14:51:34","date_gmt":"2024-05-28T07:51:34","guid":{"rendered":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/?p=94043"},"modified":"2024-05-28T14:51:34","modified_gmt":"2024-05-28T07:51:34","slug":"cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/","title":{"rendered":"5 Cara Mendidik Anak yang Sulit Diatur menurut Psikolog"},"content":{"rendered":"<p>Mendidik anak adalah kewajiban orang tua agar sang anak tumbuh dan berkembang dengan pribadi yang baik. Namun, bagaimana jika anak sulit mendengarkan dan cenderung membangkang? Berikut adalah cara mendidik anak yang bisa <em>Grameds<\/em> tiru.<\/p>\n<h2><\/h2>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_17 counter-hierarchy counter-decimal ez-toc-grey\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class=\"ez-toc-list ez-toc-list-level-1\"><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#Cara_Mendidik_Anak_yang_Susah_Diatur\" title=\"Cara Mendidik Anak yang Susah Diatur\">Cara Mendidik Anak yang Susah Diatur<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-3\"><li class=\"ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#1_Tetapkan_Aturan_yang_Jelas\" title=\"1. Tetapkan Aturan yang Jelas\">1. Tetapkan Aturan yang Jelas<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-4\"><li class=\"ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#Jelas_dan_Sederhana\" title=\"Jelas dan Sederhana\">Jelas dan Sederhana<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#Konsisten\" title=\"Konsisten\">Konsisten<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#Relevan_dan_Realistis\" title=\"Relevan dan Realistis\">Relevan dan Realistis<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#Libatkan_Anak_dalam_Pembuatan_Aturan\" title=\"Libatkan Anak dalam Pembuatan Aturan\">Libatkan Anak dalam Pembuatan Aturan<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#Jelaskan_Konsekuensi\" title=\"Jelaskan Konsekuensi\">Jelaskan Konsekuensi<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#Visualisasi_Aturan\" title=\"Visualisasi Aturan\">Visualisasi Aturan<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#Pengingat_yang_Teratur\" title=\"Pengingat yang Teratur\">Pengingat yang Teratur<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#Positif_dan_Proaktif\" title=\"Positif dan Proaktif\">Positif dan Proaktif<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#Pantau_dan_Evaluasi\" title=\"Pantau dan Evaluasi\">Pantau dan Evaluasi<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#Berikan_Pujian_untuk_Kepatuhan\" title=\"Berikan Pujian untuk Kepatuhan\">Berikan Pujian untuk Kepatuhan<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#2_Berikan_Konsekuensi_yang_Tepat\" title=\"2. Berikan Konsekuensi yang Tepat\">2. Berikan Konsekuensi yang Tepat<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-4\"><li class=\"ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#Konsekuensi_Logis_dan_Relevan\" title=\"Konsekuensi Logis dan Relevan\">Konsekuensi Logis dan Relevan<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#Konsekuensi_Positif_dan_Negatif\" title=\"Konsekuensi Positif dan Negatif\">Konsekuensi Positif dan Negatif<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-16\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#Konsistensi_dalam_Penerapan\" title=\"Konsistensi dalam Penerapan\">Konsistensi dalam Penerapan<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-17\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#Segera_dan_Tepat_Waktu\" title=\"Segera dan Tepat Waktu\">Segera dan Tepat Waktu<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-18\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#Adil_dan_Proporsional\" title=\"Adil dan Proporsional\">Adil dan Proporsional<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-19\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#Menjelaskan_Alasan_di_Balik_Konsekuensi\" title=\"Menjelaskan Alasan di Balik Konsekuensi\">Menjelaskan Alasan di Balik Konsekuensi<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-20\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#Menghindari_Hukuman_Fisik\" title=\"Menghindari Hukuman Fisik\">Menghindari Hukuman Fisik<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-21\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#Memberikan_Kesempatan_untuk_Memperbaiki_Kesalahan\" title=\"Memberikan Kesempatan untuk Memperbaiki Kesalahan\">Memberikan Kesempatan untuk Memperbaiki Kesalahan<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-22\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#Menggunakan_Penguatan_Positif\" title=\"Menggunakan Penguatan Positif\">Menggunakan Penguatan Positif<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-23\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#Mengatur_Harapan_yang_Realistis\" title=\"Mengatur Harapan yang Realistis\">Mengatur Harapan yang Realistis<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-24\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#3_Berikan_Pujian_dan_Penghargaan\" title=\"3. Berikan Pujian dan Penghargaan\">3. Berikan Pujian dan Penghargaan<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-4\"><li class=\"ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-25\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#Pujian_dan_Penghargaan_Positif\" title=\"Pujian dan Penghargaan Positif\">Pujian dan Penghargaan Positif<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-26\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#Menguatkan_Perilaku_Positif\" title=\"Menguatkan Perilaku Positif\">Menguatkan Perilaku Positif<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-27\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#Spesifik_dan_Tulus\" title=\"Spesifik dan Tulus\">Spesifik dan Tulus<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-28\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#Konsistensi\" title=\"Konsistensi\">Konsistensi<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-29\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#Proporsional_dengan_Usaha\" title=\"Proporsional dengan Usaha\">Proporsional dengan Usaha<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-30\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#Memperhatikan_Kebutuhan_Individu\" title=\"Memperhatikan Kebutuhan Individu\">Memperhatikan Kebutuhan Individu<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-31\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#Membangun_Rasa_Percaya_Diri\" title=\"Membangun Rasa Percaya Diri\">Membangun Rasa Percaya Diri<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-32\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#Mendorong_Pengulangan_Perilaku_Baik\" title=\"Mendorong Pengulangan Perilaku Baik\">Mendorong Pengulangan Perilaku Baik<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-33\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#Menghindari_Penghargaan_Berlebihan\" title=\"Menghindari Penghargaan Berlebihan\">Menghindari Penghargaan Berlebihan<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-34\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#Menggunakan_Penguatan_Positif_dalam_Kehidupan_Sehari-hari\" title=\"Menggunakan Penguatan Positif dalam Kehidupan Sehari-hari\">Menggunakan Penguatan Positif dalam Kehidupan Sehari-hari<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-35\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#4_Berikan_Waktu_Khusus_untuk_Anak\" title=\"4. Berikan Waktu Khusus untuk Anak\">4. Berikan Waktu Khusus untuk Anak<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-4\"><li class=\"ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-36\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#Definisi_Waktu_Khusus\" title=\"Definisi Waktu Khusus\">Definisi Waktu Khusus<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-37\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#Membangun_Hubungan_yang_Kuat\" title=\"Membangun Hubungan yang Kuat\">Membangun Hubungan yang Kuat<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-38\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#Meningkatkan_Komunikasi\" title=\"Meningkatkan Komunikasi\">Meningkatkan Komunikasi<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-39\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#Mengurangi_Perilaku_Negatif\" title=\"Mengurangi Perilaku Negatif\">Mengurangi Perilaku Negatif<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-40\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#Mengajarkan_Nilai_dan_Keterampilan_Sosial\" title=\"Mengajarkan Nilai dan Keterampilan Sosial\">Mengajarkan Nilai dan Keterampilan Sosial<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-41\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#Meningkatkan_Kemandirian_dan_Kepercayaan_Diri\" title=\"Meningkatkan Kemandirian dan Kepercayaan Diri\">Meningkatkan Kemandirian dan Kepercayaan Diri<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-42\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#Mengidentifikasi_dan_Mengatasi_Masalah\" title=\"Mengidentifikasi dan Mengatasi Masalah\">Mengidentifikasi dan Mengatasi Masalah<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-43\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#Kegiatan_yang_Dapat_Dilakukan\" title=\"Kegiatan yang Dapat Dilakukan\">Kegiatan yang Dapat Dilakukan<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-44\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#Membuat_Jadwal_yang_Konsisten\" title=\"Membuat Jadwal yang Konsisten\">Membuat Jadwal yang Konsisten<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-45\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#Menyesuaikan_dengan_Usia_dan_Minat_Anak\" title=\"Menyesuaikan dengan Usia dan Minat Anak\">Menyesuaikan dengan Usia dan Minat Anak<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-46\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#5_Menghindari_Hukuman_Fisik\" title=\"5. Menghindari Hukuman Fisik\">5. Menghindari Hukuman Fisik<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-47\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#Kesimpulan\" title=\"Kesimpulan\">Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Mendidik_Anak_yang_Susah_Diatur\"><\/span><strong>Cara Mendidik Anak yang Susah Diatur<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><a href=\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/pexels-photo-8489335.webp\"><img loading=\"lazy\" class=\" wp-image-94045 aligncenter\" src=\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/pexels-photo-8489335.webp\" alt=\"\" width=\"413\" height=\"275\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/pexels-photo-8489335.webp 2250w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/pexels-photo-8489335-300x200.webp 300w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/pexels-photo-8489335-1024x683.webp 1024w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/pexels-photo-8489335-768x512.webp 768w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/pexels-photo-8489335-1536x1024.webp 1536w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/pexels-photo-8489335-2048x1365.webp 2048w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/pexels-photo-8489335-561x374.webp 561w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/pexels-photo-8489335-1122x748.webp 1122w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/pexels-photo-8489335-364x243.webp 364w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/pexels-photo-8489335-728x485.webp 728w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/pexels-photo-8489335-608x405.webp 608w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/pexels-photo-8489335-758x505.webp 758w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/pexels-photo-8489335-1152x768.webp 1152w\" sizes=\"(max-width: 413px) 100vw, 413px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">(Sumber foto: www.pexels.com)<\/p>\n<p>Mendidik anak yang susah diatur bisa menjadi tantangan besar, tetapi banyak psikolog menyarankan beberapa strategi yang dapat membantu. Berikut adalah 5 cara mendidik anak\u00a0 menurut pandangan psikolog:<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Tetapkan_Aturan_yang_Jelas\"><\/span>1. Tetapkan Aturan yang Jelas<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Menetapkan aturan yang jelas adalah salah satu cara efektif dalam mendidik anak. Berikut adalah penjelasan lebih rinci mengenai bagaimana melakukannya:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jelas_dan_Sederhana\"><\/span>Jelas dan Sederhana<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Pastikan aturan yang <em>Grameds<\/em> tetapkan mudah dipahami oleh anak. Gunakan bahasa yang sederhana dan langsung. Misalnya, &#8220;Setelah bermain, mainan harus dibereskan,&#8221; lebih efektif daripada &#8220;Jangan membuat ruangan berantakan.&#8221;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Konsisten\"><\/span>Konsisten<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Konsistensi adalah kunci dalam penerapan aturan. Anak perlu melihat bahwa aturan berlaku setiap saat dan untuk semua orang di rumah. Jika aturan berubah-ubah atau diterapkan tidak konsisten, anak bisa menjadi bingung dan cenderung melanggar aturan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Relevan_dan_Realistis\"><\/span>Relevan dan Realistis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Aturan harus relevan dengan situasi dan usia anak. Misalnya, mengharuskan anak usia tiga tahun untuk merapikan seluruh rumah bukanlah aturan yang realistis. Sebaliknya, meminta mereka untuk menyimpan mainan di kotak mainan setelah bermain adalah hal yang lebih masuk akal.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Libatkan_Anak_dalam_Pembuatan_Aturan\"><\/span>Libatkan Anak dalam Pembuatan Aturan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Ketika memungkinkan, libatkan anak dalam proses pembuatan aturan. Ini bisa meningkatkan kepatuhan karena anak merasa memiliki andil dalam keputusan tersebut. Misalnya, <em>Grameds<\/em> bisa berdiskusi dengan anak tentang pentingnya aturan tertentu dan bagaimana mereka bisa mematuhi aturan tersebut.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jelaskan_Konsekuensi\"><\/span>Jelaskan Konsekuensi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Anak perlu tahu apa yang akan terjadi jika mereka melanggar aturan. Konsekuensi harus logis dan terkait langsung dengan pelanggaran. Misalnya, jika mereka tidak mengerjakan PR, mereka mungkin tidak boleh menonton TV sampai PR selesai.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Visualisasi_Aturan\"><\/span>Visualisasi Aturan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Untuk anak-anak yang lebih muda, menggunakan gambar atau diagram yang menggambarkan aturan dapat membantu mereka memahami dan mengingatnya. Misalnya, gambar anak yang merapikan mainan setelah bermain.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengingat_yang_Teratur\"><\/span>Pengingat yang Teratur<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Anak sering membutuhkan pengingat tentang aturan yang ada, terutama di awal penerapan. Berikan pengingat secara rutin dan dengan cara yang positif, seperti &#8220;Ingat ya, kita selalu membereskan mainan setelah bermain.&#8221;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Positif_dan_Proaktif\"><\/span>Positif dan Proaktif<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Fokus pada perilaku positif yang diharapkan daripada hanya melarang perilaku negatif. Misalnya, daripada mengatakan &#8220;Jangan lari di dalam rumah,&#8221; <em>Grameds<\/em> bisa mengatakan &#8220;Kita berjalan dengan tenang di dalam rumah.&#8221;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pantau_dan_Evaluasi\"><\/span>Pantau dan Evaluasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Secara berkala, tinjau kembali aturan yang ada untuk memastikan mereka masih relevan dan efektif. Diskusikan dengan anak apa yang berhasil dan apa yang perlu diubah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Berikan_Pujian_untuk_Kepatuhan\"><\/span>Berikan Pujian untuk Kepatuhan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Saat anak mematuhi aturan, berikan pujian dan penghargaan. Ini bisa berupa kata-kata pujian sederhana, stiker, atau waktu tambahan untuk bermain. Pujian membantu memperkuat perilaku positif dan membuat anak merasa dihargai.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/menjadi-orang-tua-hebat-tips-trik-sukses-parenting?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter \" src=\"https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/items\/9786023520060_menjadi-orang-tua-hebat_-tips-_-trik-sukses-parenting.jpg\" alt=\"Menjadi Orang Tua Hebat! Tips &amp; Trik Sukses Parenting\" width=\"414\" height=\"624\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/menjadi-orang-tua-hebat-tips-trik-sukses-parenting?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\" wp-image-92823 aligncenter\" src=\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Button-Best-Seller.png\" alt=\"\" width=\"305\" height=\"60\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Button-Best-Seller.png 346w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Button-Best-Seller-300x59.png 300w\" sizes=\"(max-width: 305px) 100vw, 305px\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Berikan_Konsekuensi_yang_Tepat\"><\/span>2. Berikan Konsekuensi yang Tepat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Memberikan konsekuensi yang tepat adalah strategi penting dalam mendidik anak yang kerap mengindahkan perintah orang tua. Konsekuensi atas suatu tindakan bisa membantu anak memahami akibat yang muncul dari mereka. Berikut adalah penjelasan lebih rinci mengenai konsep ini:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Konsekuensi_Logis_dan_Relevan\"><\/span>Konsekuensi Logis dan Relevan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Konsekuensi harus logis dan langsung terkait dengan perilaku anak. Misalnya, jika anak tidak membereskan mainannya, konsekuensi logisnya adalah mereka tidak dapat bermain dengan mainan tersebut sampai dibereskan. Konsekuensi yang logis membantu anak memahami bahwa tindakan mereka memiliki dampak langsung.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Konsekuensi_Positif_dan_Negatif\"><\/span>Konsekuensi Positif dan Negatif<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Konsekuensi bisa positif atau negatif. Konsekuensi positif adalah penghargaan atau pujian yang diberikan ketika anak menunjukkan perilaku yang baik. Misalnya, jika anak menyelesaikan tugas rumahnya, mereka mungkin mendapatkan waktu tambahan untuk bermain. Konsekuensi negatif adalah tindakan yang diambil untuk mengurangi perilaku yang tidak diinginkan, seperti kehilangan hak istimewa (contohnya, tidak boleh menonton TV) ketika mereka melanggar aturan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Konsistensi_dalam_Penerapan\"><\/span>Konsistensi dalam Penerapan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Konsistensi sangat penting dalam penerapan konsekuensi. Jika aturan dan konsekuensi diterapkan secara tidak konsisten, anak bisa menjadi bingung dan tidak menganggap aturan tersebut serius. Pastikan setiap kali aturan dilanggar, konsekuensinya diterapkan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Segera_dan_Tepat_Waktu\"><\/span>Segera dan Tepat Waktu<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Konsekuensi harus diberikan segera setelah perilaku terjadi. Konsekuensi yang diberikan jauh setelah perilaku tersebut bisa membuat anak sulit menghubungkan tindakan mereka dengan konsekuensinya. Misalnya, jika anak berperilaku buruk di toko, konsekuensinya harus diterapkan segera setelah kejadian, bukan beberapa jam kemudian di rumah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Adil_dan_Proporsional\"><\/span>Adil dan Proporsional<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Konsekuensi harus adil dan sesuai dengan tingkat kesalahan. Konsekuensi yang terlalu keras untuk pelanggaran kecil bisa membuat anak merasa diperlakukan tidak adil dan malah memberontak. Sebaliknya, konsekuensi yang terlalu ringan untuk pelanggaran besar tidak akan efektif.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Menjelaskan_Alasan_di_Balik_Konsekuensi\"><\/span>Menjelaskan Alasan di Balik Konsekuensi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Anak perlu memahami mengapa mereka menerima konsekuensi tersebut. Jelaskan dengan cara yang sederhana dan jelas mengapa perilaku mereka tidak dapat diterima dan bagaimana konsekuensi tersebut berhubungan dengan perilaku mereka. Misalnya, &#8220;Kamu tidak boleh menonton TV malam ini karena kamu tidak menyelesaikan PR-mu.&#8221;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Menghindari_Hukuman_Fisik\"><\/span>Menghindari Hukuman Fisik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sebisa mungkin, hindari hukuman fisik. Hukuman fisik bisa menyebabkan trauma emosional dan merusak hubungan antara orang tua dan anak. Fokuslah pada konsekuensi yang mendidik dan membantu anak belajar dari kesalahan mereka.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Memberikan_Kesempatan_untuk_Memperbaiki_Kesalahan\"><\/span>Memberikan Kesempatan untuk Memperbaiki Kesalahan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Selain memberikan konsekuensi, penting juga untuk memberikan anak kesempatan untuk memperbaiki kesalahan mereka. Misalnya, jika mereka berbuat salah dengan tidak menghormati teman, minta mereka untuk meminta maaf dan menunjukkan perilaku yang lebih baik di masa depan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Menggunakan_Penguatan_Positif\"><\/span>Menggunakan Penguatan Positif<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Selalu kombinasikan konsekuensi negatif dengan penguatan positif. Saat anak menunjukkan perilaku yang baik, berikan pujian dan penghargaan. Ini membantu mereka melihat nilai dari berperilaku baik dan bukan hanya menghindari perilaku buruk.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengatur_Harapan_yang_Realistis\"><\/span>Mengatur Harapan yang Realistis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Pastikan harapan orang tua realistis dan sesuai dengan usia serta kemampuan anak. Jangan berharap anak melakukan sesuatu yang berada di luar kemampuan mereka. Tetapkan tujuan yang bisa dicapai dan berikan dukungan yang mereka butuhkan untuk mencapainya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Berikan_Pujian_dan_Penghargaan\"><\/span>3. Berikan Pujian dan Penghargaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Memberikan pujian dan penghargaan adalah strategi penting dalam mendidik anak yang susah diatur. Teknik ini membantu memperkuat perilaku positif dan memberikan motivasi bagi anak untuk terus berperilaku baik. Berikut adalah penjelasan lebih rinci mengenai konsep ini:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pujian_dan_Penghargaan_Positif\"><\/span>Pujian dan Penghargaan Positif<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Pujian adalah bentuk penghargaan verbal yang diberikan saat anak menunjukkan perilaku baik. Pujian bisa berupa kata-kata positif seperti &#8220;Bagus sekali!&#8221;, &#8220;Kamu hebat!&#8221;, atau &#8220;Mama bangga padamu karena kamu sudah merapikan mainanmu.&#8221; Penghargaan bisa berupa sesuatu yang lebih konkret, seperti stiker, waktu bermain tambahan, atau kegiatan spesial bersama orang tua.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Menguatkan_Perilaku_Positif\"><\/span>Menguatkan Perilaku Positif<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Pujian dan penghargaan berfungsi untuk memperkuat perilaku positif. Ketika anak mendapatkan respon positif untuk tindakan tertentu, mereka akan cenderung mengulangi perilaku tersebut karena mereka merasa dihargai dan diakui. Ini adalah prinsip dasar dari penguatan positif dalam psikologi perilaku.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Spesifik_dan_Tulus\"><\/span>Spesifik dan Tulus<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Pujian harus spesifik dan tulus. Daripada memberikan pujian umum seperti &#8220;Kamu anak yang baik,&#8221; lebih baik katakan, &#8220;Kamu melakukan pekerjaan yang bagus dengan membereskan mainanmu tanpa diminta.&#8221; Pujian yang spesifik membantu anak memahami tindakan mana yang dihargai dan diakui.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Konsistensi\"><\/span>Konsistensi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sama seperti dalam pemberian konsekuensi, konsistensi sangat penting dalam memberikan pujian dan penghargaan. Setiap kali anak menunjukkan perilaku yang diinginkan, mereka harus menerima pujian atau penghargaan. Konsistensi ini membantu anak memahami bahwa perilaku baik selalu diakui dan dihargai.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Proporsional_dengan_Usaha\"><\/span>Proporsional dengan Usaha<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Pujian dan penghargaan harus proporsional dengan usaha yang dilakukan oleh anak. Untuk usaha kecil, pujian verbal mungkin cukup. Untuk usaha yang lebih besar atau pencapaian yang signifikan, penghargaan yang lebih besar mungkin diperlukan. Ini membantu anak memahami bahwa usaha yang lebih besar dihargai lebih tinggi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Memperhatikan_Kebutuhan_Individu\"><\/span>Memperhatikan Kebutuhan Individu<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Setiap anak unik dan merespon terhadap jenis pujian dan penghargaan yang berbeda. Beberapa anak mungkin sangat termotivasi oleh pujian verbal, sementara yang lain mungkin lebih merespons terhadap penghargaan konkret seperti hadiah kecil atau waktu tambahan bermain.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Membangun_Rasa_Percaya_Diri\"><\/span>Membangun Rasa Percaya Diri<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Pujian dan penghargaan membantu membangun rasa percaya diri dan harga diri anak. Ketika anak merasa dihargai dan diakui, mereka merasa lebih percaya diri dalam kemampuannya dan lebih termotivasi untuk terus berusaha dan berperilaku baik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mendorong_Pengulangan_Perilaku_Baik\"><\/span>Mendorong Pengulangan Perilaku Baik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Dengan memberikan pujian dan penghargaan secara konsisten, orang tua mendorong anak untuk mengulangi perilaku baik. Ini membantu membangun kebiasaan positif yang akan bertahan dalam jangka panjang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Menghindari_Penghargaan_Berlebihan\"><\/span>Menghindari Penghargaan Berlebihan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Penting untuk menghindari pemberian penghargaan yang berlebihan sehingga anak tidak menjadi terlalu bergantung pada penghargaan eksternal untuk berperilaku baik. Sebaiknya, gunakan penghargaan sebagai alat bantu untuk mengajarkan dan menguatkan perilaku baik, bukan sebagai satu-satunya motivator.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Menggunakan_Penguatan_Positif_dalam_Kehidupan_Sehari-hari\"><\/span>Menggunakan Penguatan Positif dalam Kehidupan Sehari-hari<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Cobalah untuk menjadikan penguatan positif sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari. Sering-seringlah memberikan pujian kecil sepanjang hari untuk berbagai perilaku positif. Ini menciptakan lingkungan yang mendukung dan mendorong anak untuk terus berperilaku baik.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/enjoy-the-sandwich-parenting?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter \" src=\"https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/items\/62110\/thumb_image_normal\/BLK_ETSP2021808186.jpg\" alt=\"Enjoy the Sandwich Parenting\" width=\"419\" height=\"629\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/enjoy-the-sandwich-parenting?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\" wp-image-92823 aligncenter\" src=\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Button-Best-Seller.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"59\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Button-Best-Seller.png 346w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Button-Best-Seller-300x59.png 300w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Berikan_Waktu_Khusus_untuk_Anak\"><\/span>4. Berikan Waktu Khusus untuk Anak<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\" wp-image-94046 aligncenter\" src=\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/pexels-photo-1128318.jpeg\" alt=\"\" width=\"413\" height=\"326\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/pexels-photo-1128318.jpeg 1897w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/pexels-photo-1128318-300x237.jpeg 300w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/pexels-photo-1128318-1024x810.jpeg 1024w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/pexels-photo-1128318-768x607.jpeg 768w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/pexels-photo-1128318-1536x1215.jpeg 1536w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/pexels-photo-1128318-561x444.jpeg 561w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/pexels-photo-1128318-1122x887.jpeg 1122w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/pexels-photo-1128318-364x288.jpeg 364w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/pexels-photo-1128318-728x576.jpeg 728w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/pexels-photo-1128318-608x481.jpeg 608w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/pexels-photo-1128318-758x599.jpeg 758w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/pexels-photo-1128318-1152x911.jpeg 1152w\" sizes=\"(max-width: 413px) 100vw, 413px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">(Sumber foto: www.pexels.com)<\/p>\n<p><i>Quality time<\/i>\u00a0 adalah pendekatan penting dalam mendidik anak. Hal ini berarti meluangkan waktu khusus setiap hari atau minggu untuk berinteraksi dengan anak secara positif dan tanpa gangguan. Berikut adalah penjelasan lebih rinci mengenai konsep ini:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Definisi_Waktu_Khusus\"><\/span>Definisi Waktu Khusus<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Waktu khusus adalah periode di mana orang tua dan anak menghabiskan waktu bersama dengan fokus penuh pada kegiatan yang disukai anak. Selama waktu ini, perhatian penuh diberikan kepada anak, tanpa gangguan dari pekerjaan, telepon, atau kegiatan lainnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Membangun_Hubungan_yang_Kuat\"><\/span>Membangun Hubungan yang Kuat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Waktu khusus membantu memperkuat ikatan antara orang tua dan anak. Dengan memberikan perhatian penuh dan tanpa gangguan, anak merasa dihargai dan dicintai. Ini penting untuk membangun rasa percaya dan keamanan dalam hubungan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Meningkatkan_Komunikasi\"><\/span>Meningkatkan Komunikasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Menghabiskan waktu khusus dengan anak meningkatkan komunikasi antara orang tua dan anak. Ini memberi kesempatan bagi anak untuk berbicara tentang perasaannya, mengungkapkan pikiran, dan berbagi cerita tentang kehidupannya. Orang tua juga dapat menggunakan waktu ini untuk mendengarkan dan memahami kebutuhan serta keinginan anak.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengurangi_Perilaku_Negatif\"><\/span>Mengurangi Perilaku Negatif<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Anak yang merasa dihargai dan didengarkan cenderung menunjukkan perilaku yang lebih baik. Waktu khusus membantu mengurangi perilaku negatif karena anak merasa mendapatkan perhatian yang cukup dari orang tua. Mereka tidak perlu mencari perhatian dengan cara yang tidak diinginkan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengajarkan_Nilai_dan_Keterampilan_Sosial\"><\/span>Mengajarkan Nilai dan Keterampilan Sosial<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Selama waktu khusus, orang tua dapat mengajarkan nilai-nilai positif dan keterampilan sosial kepada anak melalui contoh dan interaksi langsung. Ini bisa termasuk mengajarkan tentang empati, kerja sama, dan penyelesaian konflik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Meningkatkan_Kemandirian_dan_Kepercayaan_Diri\"><\/span>Meningkatkan Kemandirian dan Kepercayaan Diri<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Ketika anak merasakan dukungan dan perhatian penuh dari orang tua, mereka lebih cenderung merasa percaya diri dan mandiri. Waktu khusus memberi mereka kesempatan untuk mengeksplorasi minat mereka dengan dukungan orang tua, yang pada gilirannya meningkatkan rasa percaya diri mereka.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengidentifikasi_dan_Mengatasi_Masalah\"><\/span>Mengidentifikasi dan Mengatasi Masalah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Waktu khusus memberi kesempatan bagi orang tua untuk lebih mengenal anak dan mengidentifikasi masalah yang mungkin tidak terlihat dalam rutinitas sehari-hari. Ini bisa termasuk masalah emosional, sosial, atau akademis yang dapat ditangani lebih awal dengan perhatian dan intervensi yang tepat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kegiatan_yang_Dapat_Dilakukan\"><\/span>Kegiatan yang Dapat Dilakukan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Waktu khusus bisa berupa berbagai kegiatan yang disukai anak, seperti bermain permainan, membaca buku bersama, berjalan-jalan di taman, memasak bersama, atau sekadar berbicara. Kegiatan ini tidak harus mahal atau rumit; yang penting adalah kualitas interaksi dan perhatian yang diberikan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Membuat_Jadwal_yang_Konsisten\"><\/span>Membuat Jadwal yang Konsisten<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Membuat jadwal yang konsisten untuk waktu khusus adalah penting. Anak perlu tahu bahwa mereka akan memiliki waktu tetap dengan orang tua mereka. Ini bisa berupa beberapa menit setiap hari atau sesi yang lebih lama beberapa kali dalam seminggu. Konsistensi ini membantu anak merasa aman dan dihargai.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Menyesuaikan_dengan_Usia_dan_Minat_Anak\"><\/span>Menyesuaikan dengan Usia dan Minat Anak<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Waktu khusus harus disesuaikan dengan usia dan minat anak. Untuk anak yang lebih kecil, ini mungkin melibatkan bermain peran atau permainan sederhana. Untuk anak yang lebih besar, ini bisa termasuk hobi atau proyek yang lebih kompleks. Menyesuaikan kegiatan dengan minat anak membantu menjaga keterlibatan dan kesenangan mereka.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/jangan-salah-didik-tip-parenting-untuk-pola-asuh-yang-tepat?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter \" src=\"https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/items\/Jangan_Salah_Didik.jpg\" alt=\"Jangan Salah Didik\" width=\"417\" height=\"653\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/jangan-salah-didik-tip-parenting-untuk-pola-asuh-yang-tepat?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\" wp-image-92823 aligncenter\" src=\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Button-Best-Seller.png\" alt=\"\" width=\"305\" height=\"60\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Button-Best-Seller.png 346w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Button-Best-Seller-300x59.png 300w\" sizes=\"(max-width: 305px) 100vw, 305px\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Menghindari_Hukuman_Fisik\"><\/span>5. Menghindari Hukuman Fisik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Hukuman fisik, seperti memukul atau mencubit, dapat menyebabkan trauma emosional dan fisik, serta merusak hubungan antara orang tua dan anak.<\/p>\n<p>Selain itu, hukuman fisik seringkali tidak efektif dalam jangka panjang karena cenderung mengajarkan anak untuk takut daripada memahami alasan di balik aturan atau perilaku yang diharapkan.<\/p>\n<p>Sebagai gantinya, pendekatan disiplin yang berfokus pada penguatan positif, penetapan konsekuensi logis, dan komunikasi yang efektif lebih dianjurkan. Metode ini membantu anak belajar mengendalikan diri, memahami dampak tindakan mereka, dan membangun rasa hormat serta kepercayaan terhadap orang tua. Menghindari hukuman fisik juga mendukung perkembangan emosional anak yang lebih sehat dan membantu mereka membangun keterampilan sosial yang baik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span><strong>Kesimpulan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Mendidik anak membutuhkan pendekatan yang konsisten, penuh kasih sayang, dan positif. Penting untuk menetapkan aturan yang jelas dan konsekuensi yang logis serta konsisten dalam penerapan sehari-hari.<\/p>\n<p>Memberikan pujian dan penghargaan untuk perilaku positif membantu memperkuat kebiasaan baik, sementara waktu khusus untuk anak memperkuat ikatan emosional dan komunikasi. Menghindari hukuman fisik sangat penting, karena pendekatan disiplin yang positif lebih efektif dalam jangka panjang dan mendukung perkembangan emosional anak yang sehat.<\/p>\n<p>Dengan kesabaran, pemahaman, dan strategi yang tepat, orang tua dapat membantu anak belajar mengelola perilaku mereka, meningkatkan kemandirian, dan berkembang menjadi individu yang lebih baik. <em>Grameds<\/em> bisa mempelajari ilmu <em>parenting<\/em> melalui buku-buku terbaik dari <a href=\"http:\/\/gramedia.com\">Gramedia.com<\/a>.<\/p>\n[vc_row][vc_column][vc_empty_space][vc_tta_accordion active_section=\"1\"][vc_tta_section title=\"Artikel Mengenai Anak Lainnya\" tab_id=\"1612157054798-fdb24125-f6db\"][vc_column_text]\r\n<ul>\r\n<ul>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/3-kata-ajaib\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">3 Kata Ajaib<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/anak-hiperaktif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Anak Hiperaktif<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/anak-introvert-di-sekolah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Anak Introvert di Sekolah<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ide-aktivitas-belajar-sambil-bermain-yang-seru\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Belajar Sambil Bermain<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-konsisten-belajar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Konsisten Belajar<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-membahagiakan-orang-tua\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Membahagiakan Orang Tua<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mengajari-anak-membaca-yang-efektif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Mengajari Anak Membaca Yang Efektif<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mengajari-menyapih-anak-dari-asi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Mengajari Menyapih Anak Dari Asi<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mengatasi-anak-susah-makan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Mengatasi Anak Susah Makan<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-menggosok-gigi-anak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Menggosok Gigi Anak<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Mendidik Anak<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Mendidik Anak yang Sulit Diatur menurut Psikolog<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-membangunkan-bayi-yang-susah-bangun\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Membangunkan Bayi yang Susah Bangun<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cerita-dongeng-anak-sebelum-tidur\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cerita Dongeng Anak Sebelum Tidur<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cerita-dongeng-sebelum-tidur-terbaru\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cerita Dongeng Sebelum Tidur Terbaru<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/daddy-issue\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Daddy Issue<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/dekorasi-ulang-tahun-anak-perempuan-dan-laki-laki\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Dekorasi Ulang Tahun Anak Perempuan dan Laki-laki<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-anak-kedua\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Fakta Anak kedua<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-anak-ketiga\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Fakta Anak Ketiga<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-anak-pertama\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Fakta Anak Pertama<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ide-dekorasi-ulang-tahun-anak-perempuan-dan-laki-laki\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Dekorasi Ulang Tahun Anak Perempuan dan Laki-laki<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/joko-kendil\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Joko Kendil<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/kewajiban-anak-di-rumah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kewajiban Anak di Rumah<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/makanan-sehat-untuk-anak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Makanan Sehat untuk Anak<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mainan-anak-zaman-now\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mainan Anak Zaman Now<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/meronce\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Meronce<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mitos-firasat-hamil-anak-perempuan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mitos Firasat Hamil Anak Perempuan<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/parenting-anak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Parenting Anak<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/parenting-islami\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Parenting Islami<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ketahui-proses-perkembangan-pada-bayi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Proses Perkembangan Pada Bayi<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/pertumbuhan-dan-perkembangan-manusia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perkembangan Pada Manusia<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perbedaan-pertumbuhan-dan-perkembangan-pada-makhluk-hidup\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perbedaan Pertumbuhan dan Perkembangan<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perkembangan-anak-pada-usia-1-tahun\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perkembangan Anak pada Usia 1 Tahun<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/rekomendasi-cerita-dongeng-sebelum-tidur\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cerita Dongeng Sebelum Tidur Terbaru<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/strict-parents\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Strict Parents<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/tahap-perkembangan-bahasa-anak-usia-dini\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tahap Perkembangan Bahasa Anak<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/teori-belajar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Teori Belajar<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/tips-agar-anak-cepat-membaca\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tips Agar Anak Cepat Membaca<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/tips-agar-anak-jago-bahasa-inggris\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tips Agar Anak Jago Bahasa Inggris<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/tips-agar-anak-jago-bahasa-inggris\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tips Menabung untuk Pelajar<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/tips-agar-kakak-dan-adik-akur\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tips Agar Kakak dan Adik Akur<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/toxic-parents\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Toxic Parents<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ucapan-selamat-ulang-tahun-untuk-anak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ucapan Selamat Ulang Tahun Untuk Anak<\/a><\/li>\r\n<\/ul>\r\n[\/vc_column_text][\/vc_tta_section][\/vc_tta_accordion][\/vc_column][\/vc_row]\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mendidik anak adalah kewajiban orang tua agar sang anak tumbuh dan berkembang dengan pribadi yang baik. Namun, bagaimana jika anak sulit mendengarkan dan cenderung membangkang? Berikut adalah cara mendidik anak yang bisa Grameds tiru. Table of Contents Cara Mendidik Anak yang Susah Diatur1. Tetapkan Aturan yang JelasJelas dan SederhanaKonsistenRelevan dan RealistisLibatkan Anak dalam Pembuatan AturanJelaskan [&hellip;] <a class=\"g1-link g1-link-more\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/\">More<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":185533088,"featured_media":94044,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1839],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v17.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>5 Cara Mendidik Anak yang Sulit Diatur menurut Psikolog<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar 5 Cara Mendidik Anak yang Sulit Diatur menurut Psikolog dari Gramedia\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"5 Cara Mendidik Anak yang Sulit Diatur menurut Psikolog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar 5 Cara Mendidik Anak yang Sulit Diatur menurut Psikolog dari Gramedia\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Best Seller Gramedia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-05-28T07:51:34+00:00\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Laila\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\",\"name\":\"Gramedia\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\",\"sameAs\":[],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"Gramedia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\",\"name\":\"Best Seller Gramedia\",\"description\":\"Inspiration Transformed\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/pexels-photo-4260102.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/pexels-photo-4260102.webp\",\"width\":2248,\"height\":1500},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/\",\"name\":\"5 Cara Mendidik Anak yang Sulit Diatur menurut Psikolog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2024-05-28T07:51:34+00:00\",\"dateModified\":\"2024-05-28T07:51:34+00:00\",\"description\":\"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar 5 Cara Mendidik Anak yang Sulit Diatur menurut Psikolog dari Gramedia\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"5 Cara Mendidik Anak yang Sulit Diatur menurut Psikolog\"}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/981004f7a2a68e9318a1424912403a25\"},\"headline\":\"5 Cara Mendidik Anak yang Sulit Diatur menurut Psikolog\",\"datePublished\":\"2024-05-28T07:51:34+00:00\",\"dateModified\":\"2024-05-28T07:51:34+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#webpage\"},\"wordCount\":2092,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/pexels-photo-4260102.webp\",\"articleSection\":[\"Buku Parenting\"],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/981004f7a2a68e9318a1424912403a25\",\"name\":\"Laila\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/DCC6A596-C494-4616-B441-7BBF1699D396-96x96.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/DCC6A596-C494-4616-B441-7BBF1699D396-96x96.jpeg\",\"caption\":\"Laila\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/laila-wulanalfi-4a563623b\/\"],\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/author\/lailawu\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"5 Cara Mendidik Anak yang Sulit Diatur menurut Psikolog","description":"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar 5 Cara Mendidik Anak yang Sulit Diatur menurut Psikolog dari Gramedia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"5 Cara Mendidik Anak yang Sulit Diatur menurut Psikolog","og_description":"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar 5 Cara Mendidik Anak yang Sulit Diatur menurut Psikolog dari Gramedia","og_url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/","og_site_name":"Best Seller Gramedia","article_published_time":"2024-05-28T07:51:34+00:00","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Laila","Estimasi waktu membaca":"10 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization","name":"Gramedia","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/","sameAs":[],"logo":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png","width":512,"height":512,"caption":"Gramedia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo"}},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/","name":"Best Seller Gramedia","description":"Inspiration Transformed","publisher":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#primaryimage","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/pexels-photo-4260102.webp","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/pexels-photo-4260102.webp","width":2248,"height":1500},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#webpage","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/","name":"5 Cara Mendidik Anak yang Sulit Diatur menurut Psikolog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#primaryimage"},"datePublished":"2024-05-28T07:51:34+00:00","dateModified":"2024-05-28T07:51:34+00:00","description":"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar 5 Cara Mendidik Anak yang Sulit Diatur menurut Psikolog dari Gramedia","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"5 Cara Mendidik Anak yang Sulit Diatur menurut Psikolog"}]},{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#webpage"},"author":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/981004f7a2a68e9318a1424912403a25"},"headline":"5 Cara Mendidik Anak yang Sulit Diatur menurut Psikolog","datePublished":"2024-05-28T07:51:34+00:00","dateModified":"2024-05-28T07:51:34+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#webpage"},"wordCount":2092,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/pexels-photo-4260102.webp","articleSection":["Buku Parenting"],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/981004f7a2a68e9318a1424912403a25","name":"Laila","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#personlogo","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/DCC6A596-C494-4616-B441-7BBF1699D396-96x96.jpeg","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/DCC6A596-C494-4616-B441-7BBF1699D396-96x96.jpeg","caption":"Laila"},"sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/laila-wulanalfi-4a563623b\/"],"url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/author\/lailawu\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/94043"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/users\/185533088"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=94043"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/94043\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":94182,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/94043\/revisions\/94182"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/media\/94044"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=94043"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=94043"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=94043"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}