{"id":86896,"date":"2024-06-04T14:14:04","date_gmt":"2024-06-04T07:14:04","guid":{"rendered":"https:\/\/gramedia.com\/best-seller\/?p=86896"},"modified":"2024-06-04T14:14:04","modified_gmt":"2024-06-04T07:14:04","slug":"perundungan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perundungan\/","title":{"rendered":"Perundungan Adalah: Pengertian, Unsur-Unsur, Jenis, Contoh, Dampak, Dan Cara Mencegahnya"},"content":{"rendered":"<div class=\"mceTemp\"><\/div>\n<p>Perundungan adalah hal yang bisa terjadi di mana saja. Mulai dari sekolah, lingkungan masyarakat, hingga rumah. Masyarakat Indonesia terbiasa melihat perundungan sejak dulu namun kesadaran mengenai bahaya dan dampaknya baru muncul sekitar sepuluh sampai lima tahun terakhir.<\/p>\n<p>Jika melihat tren pencarian Google untuk kata \u201cbullying\u201d dan \u201cperundungan\u201d peningkatan jumlah orang yang mencari tentang dua kata tersebut dimulai pada bulan September 2015. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia mulai kepo dengan perundungan. Peningkatan kesadaran ini perlu diapresiasi mengingat pada jaman dulu, perundungan kerap dianggap sebagai hal yang lumrah. Bahkan, sering kali dikaitkan dengan guyonan atau \u201ckenakalan masa remaja\u201d.<\/p>\n<p>Namun, kita juga tidak boleh leha-leha karena perundungan bisa terjadi pada siapa saja. Baik anak kecil, remaja, maupun orang dewasa. Oleh karena itu, kita harus terus belajar mengenal dan memahami perundungan lebih dalam lagi.<\/p>\n<p>Artikel ini bisa menjadi pintu masuk yang mengantarkanmu ke dalam perjalanan mempelajari perundungan. Sebab, di sini kamu akan diajak mengenal apa itu perundungan, jenis-jenisnya, dampak, contoh perilaku, hingga pencegahannya.<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_17 counter-hierarchy counter-decimal ez-toc-grey\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class=\"ez-toc-list ez-toc-list-level-1\"><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perundungan\/#Pengertian_Perundungan\" title=\"Pengertian Perundungan\">Pengertian Perundungan<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perundungan\/#Contoh_Perilaku_Perundungan\" title=\"Contoh Perilaku Perundungan\">Contoh Perilaku Perundungan<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perundungan\/#Unsur-Unsur_Perundungan\" title=\"Unsur-Unsur Perundungan\">Unsur-Unsur Perundungan<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-3\"><li class=\"ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perundungan\/#Pelaku\" title=\"Pelaku\">Pelaku<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perundungan\/#Korban\" title=\"Korban\">Korban<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perundungan\/#Saksi\" title=\"Saksi\">Saksi<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perundungan\/#Kekuatan_yang_tidak_seimbang\" title=\"Kekuatan yang tidak seimbang\">Kekuatan yang tidak seimbang<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perundungan\/#Niat\" title=\"Niat\">Niat<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perundungan\/#Ancaman_agresi\" title=\"Ancaman agresi\">Ancaman agresi<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perundungan\/#Teror\" title=\"Teror\">Teror<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perundungan\/#Jenis-Jenis_Perundungan\" title=\"Jenis-Jenis Perundungan\">Jenis-Jenis Perundungan<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perundungan\/#Dampak_Perundungan\" title=\"Dampak Perundungan\">Dampak Perundungan<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perundungan\/#Korban_Perundungan\" title=\"Korban Perundungan\">Korban Perundungan<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-3\"><li class=\"ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perundungan\/#Apa_itu_korban_perundungan\" title=\"Apa itu korban perundungan?\">Apa itu korban perundungan?<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perundungan\/#Tanda-tanda_korban_perundungan\" title=\"Tanda-tanda korban perundungan\">Tanda-tanda korban perundungan<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-16\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perundungan\/#Cara_Mencegah_dan_Mengatasi_Perundungan\" title=\"Cara Mencegah dan Mengatasi Perundungan\">Cara Mencegah dan Mengatasi Perundungan<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-3\"><li class=\"ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-17\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perundungan\/#Peran_orang_tua_dalam_mencegah_perundungan\" title=\"Peran orang tua dalam mencegah perundungan\">Peran orang tua dalam mencegah perundungan<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-18\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perundungan\/#Yang_harus_dilakukan_oleh_guru_untuk_mencegah_perundungan\" title=\"Yang harus dilakukan oleh guru\u00a0 untuk mencegah perundungan\">Yang harus dilakukan oleh guru\u00a0 untuk mencegah perundungan<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-19\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perundungan\/#Cara_mengatasi_perundungan\" title=\"Cara mengatasi perundungan\">Cara mengatasi perundungan<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Perundungan\"><\/span><b>Pengertian Perundungan<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pada awalnya, kita kerap menyebut perundungan dengan kata \u201cbullying\u201d yang berasal dari Bahasa Inggris. Namun sejak bullying menjadi perhatian masyarakat, kata perundungan lambat laun mulai muncul.<\/p>\n<p>Dalam KBBI, perundungan berasal kata rundung atau merundung yang berarti menganggu; mengusik terus-menerus; menyusahkan. Lalu, diartikan juga dengan menyakiti orang lain\u2013baik secara fisik maupun psikis, dalam bentuk kekerasan verbal, sosial, atau fisik berulang kali dan dari waktu ke waktu.<\/p>\n<p>Sementara itu, Ken Rigby mengatakan bahwa bullying atau perundungan adalah hasrat untuk menyakiti orang lain yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok yang lebih kuat, tidak bertanggung jawab dan berulang. Komisi Nasional Perlindungan Anak (KNPA) mengartikannya sebagai kekerasan fisik dan psikologis yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok dalam jangka panjang terhadap orang yang tidak mampu mempertahankan dirinya.<\/p>\n<p>Pendapat yang lainnya mengatakan bahwa perundungan merupakan tindakan yang sengaja dilakukan untuk mengancam atau menakuti orang lain hingga korban merasa terancam, takut, atau\u2013minimal\u2013tidak bahagia.<\/p>\n<p>Dari keempat penjelasan ini, bisa ditarik sebuah kesimpulan sederhana bahwa perundungan merupakan perilaku yang dilakukan untuk menyakiti atau membuat orang lain tidak bahagia. Perilaku di sini bisa apa saja, mulai dari sindiran, ejekan, ancaman, atau bahkan pukulan.<\/p>\n<p>Terlepas dari pengertiannya, perundungan atau bullying pada dasarnya adalah masalah yang dampaknya harus ditanggung oleh semua pihak. baik pelaku, korban, maupun orang yang menyaksikan tindakan tersebut. Menurut data dari Unicef Indonesia, berdasarkan Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) yang dilakukan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA) pada tahun 2018, kasus perundungan di Indonesia terbilang tinggi.<\/p>\n<p>Pasalnya, 2 dari 3 anak laki-laki maupun perempuan yang berusia 13 hingga 17 tahun mengaku pernah mengalami paling tidak satu jenis kekerasan dalam hidupnya. Kemudian, 3 dari 4 anak-anak serta remaja yang pernah mengalami kekerasan mengaku bahwa pelaku kekerasan tersebut adalah teman atau sebayanya.<\/p>\n<p>Coba kamu bayangkan, anak-anak yang seharusnya bermain bersama teman-temannya secara rukun dan akrab, justru secara sengaja melakukan tindakan yang membuat orang lain merasa tidak nyaman. Pertanyaannya, mengapa ini bisa terjadi?<\/p>\n<p>Ada banyak kemungkinannya, namun salah satu alasannya adalah orang dewasa kerap menganggap tindakan perundungan sebagai cara berinteraksi anak-anak. Padahal, dampak yang muncul pada korban perundungan tidak bisa dianggap sepele.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Perilaku_Perundungan\"><\/span><b>Contoh Perilaku Perundungan<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_86898\" aria-describedby=\"caption-attachment-86898\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-86898 size-full\" src=\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/bully2.png\" alt=\"\" width=\"512\" height=\"241\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/bully2.png 512w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/bully2-300x141.png 300w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/bully2-364x171.png 364w\" sizes=\"(max-width: 512px) 100vw, 512px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-86898\" class=\"wp-caption-text\">pexels.com\/geralt<\/figcaption><\/figure>\n<p>Sebenarnya, contoh perilaku perlindungan bisa kita temukan dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari. Baik di lingkungan rumah, sekolah, rumah, tempat bermain, dan masih banyak lagi. Masalahnya adalah tidak semua orang mengetahui apa saja contoh perilaku perundungan, menganggapnya sebagai guyonan, bahkan ada yang menganggapnya sebagai kebiasaan atau budaya.<\/p>\n<p>Nah, supaya kamu lebih sadar dan bisa berperan aktif mengurangi kasus bullying di sekitarmu, berikut ini beberapa contoh perilaku bullying berdasarkan jenisnya yang harus kamu ketahui:<\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td><b>Jenis Perundungan<\/b><\/td>\n<td><b>Contoh Perilakunya<\/b><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Fisik<\/td>\n<td>Mendorong, memukul, meninju, menjegal, mengancam, menjambak, menggigit, menendang, mengintimidasi, memelintir, meludahi, merusak barang-barang milik korban, hingga melukai dengan senjata tajam.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Verbal<\/td>\n<td>Menghina, menyindir, mengancam, menyebarkan gosip, memberi julukan yang tidak menyenangkan, menghasut, memlak, memeras, menyebarkan kejelekan korban.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Non verbal<\/td>\n<td>Mengasingkan, manipulasi pertemanan, tidak mengajak korban, mengirimkan pesan menghasut, curang, memberikan tatapan tajam, menggeram, menakuti, memandang sinis, menunjukkan ekspresi wajah yang merendahkan, dan lain-lain.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Pelecehan seksual<\/td>\n<td>Mengucapkan lelucon jorok secara vulgar dan dengan cara yang ofensif; membuat malu atau menyakiti dengan omongan kotor; menginterogasi kehidupan atau kegiatan seksual korban; meminta imbalan seksual sebagai janji untuk untuk mendapatkan sesuatu atau janji lainnya; menyentuh atau menyenggol bagian tubuh tanpa izin dari korban.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Mental atau psikologis<\/td>\n<td>Meneror lewat sms atau chat, memandang sinis, mencibir, mempermalukan korban, dan lain sebagainya.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Racial bullying<\/td>\n<td>Semua perilaku tidak menyenangkan yang dilakukan pada korban karena identitas rasnya.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Cyberbullying<\/td>\n<td>Memberikan komentar yang merendahkan, menghina, melecehkan, memfitnah, dan lain-lain.<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Ada temuan menarik dari Unicef Indonesia yang harus kamu ketahui tentang contoh perilaku perundungan ini. Menurut Studi yang dilakukan oleh Program Penilaian Pelajar Internasional (PISA) pada tahun 2018, 41% pelajar laki-laki dan perempuan berusia 15 tahun mengaku pernah mengalami perundungan beberapa kali dalam satu bulan dengan jenis:<\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td><b>Jenis perundungan<\/b><\/td>\n<td><b>Pelajar wanita<\/b><\/td>\n<td><b>Pelajar laki-laki<\/b><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Dipukul atau disuruh-suruh<\/td>\n<td>12,8%<\/td>\n<td>23,1%<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Diambil atau dihancurkan barang kepunyaannya<\/td>\n<td>18,7%<\/td>\n<td>25,2%<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Diancam<\/td>\n<td>19,4%<\/td>\n<td>18,2%<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Diejek<\/td>\n<td>19,4%<\/td>\n<td>25,6%<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Dikucilkan secara sengaja<\/td>\n<td>16,7%<\/td>\n<td>21,4%<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Dirumorkan yang tidak baik<\/td>\n<td>16,4%<\/td>\n<td>24,2%<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Berdasarkan tabel di atas, perundungan bisa terjadi dalam lingkup pertemanan perempuan maupun laki-laki. Agar kamu terhindar dari perilaku perundungan, kamu bisa membaca buku <a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/katakan-tidak-pada-perundungan?queryID=c946ffb9e26a6a657b2d52da9bf6b1a6\"><b>Katakan Tidak pada Perundungan<\/b><\/a>.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/conf-lets-end-bullying?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/items\/Katakan_Tidak_Pada_Perundungan.jpg\" width=\"472\" height=\"443\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/conf-lets-end-bullying?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\" wp-image-62555 aligncenter\" src=\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/button.png\" alt=\"\" width=\"242\" height=\"69\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/button.png 182w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/button-180x52.png 180w\" sizes=\"(max-width: 242px) 100vw, 242px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Buku yang ditulis oleh Febri Purwantini tersebut berisi koleksi cerita singkat bertemakan perundungan yang akan membentuk karakter mu menjadi pribadi yang anti perundungan. Selain muatannya yang edukatif, buku setebal 82 ini juga dilengkapi dengan ilustrasi penuh warna.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Unsur-Unsur_Perundungan\"><\/span><b>Unsur-Unsur Perundungan<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_86899\" aria-describedby=\"caption-attachment-86899\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-86899 size-full\" src=\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/bully3.png\" alt=\"\" width=\"512\" height=\"341\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/bully3.png 512w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/bully3-300x200.png 300w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/bully3-364x242.png 364w\" sizes=\"(max-width: 512px) 100vw, 512px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-86899\" class=\"wp-caption-text\">pexels.com\/Keira Burton<\/figcaption><\/figure>\n<p>Diena Haryana, menjelaskan bahwa perundungan terjadi karena ada beberapa unsur di dalamnya, yaitu pelaku, korban, dan saksi. Sementara itu, Coloroso mengatakan ada empat unsur yang menyebabkan bullying terjadi, yakni kekuatan yang tidak seimbang, niat, ancaman agresi, dan teror. Berikut penjelasannya.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pelaku\"><\/span>Pelaku<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Pelaku bullying pada umumnya merupakan orang yang mempunyai kekuasaan dan kekuatan yang lebih besar dibanding korbannya. Umumnya, pelaku bullying mempunyai sifat tempramental, berbadan besar, dan kuat.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Korban\"><\/span>Korban<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Secara umum, korban bullying mempunyai beberapa persamaan. Pertama mempunyai tubuh yang kecil, kepercayaan dirinya rendah, dan terkadang memiliki kelebihan yang dari pelaku bullying.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Saksi\"><\/span>Saksi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, dalam bullying yang terlibat bukan hanya pelaku dan korban, tetapi juga saksi yang melihat tindakan tersebut secara langsung. Pada umumnya, saksi bullying memiliki dua peran: pertama mendukung atau menyoraki, yang kedua diam dan bersikap tidak peduli.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kekuatan_yang_tidak_seimbang\"><\/span>Kekuatan yang tidak seimbang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Pelaku bullying biasanya mempunyai kekuatan yang lebih besar dibanding korbannya. \u201cKekuatan\u201d di sini bentuknya bisa bermacam-macam, seperti umurnya lebih tua, badannya lebih besar dan lebih kuat, lebih pandai berbicara, hingga status sosial yang lebih tinggi. Selain itu, kekuatan tersebut bisa juga berbentuk jumlah orang. Artinya pelaku berani melakukan bullying karena memiliki banyak teman atau dilakukan bersama orang lain.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Niat\"><\/span>Niat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Bullying juga terjadi karena pelaku mempunyai niat untuk mencederai, menyakiti korbannya baik fisik maupun perasaannya. Untuk mewujudkannya, pelaku memerlukan tindakan yang bisa melukai sekaligus menimbulkan perasaan senang.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ancaman_agresi\"><\/span>Ancaman agresi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Ancaman agresi di sini maksudnya adalah pelaku dan korban sama-sama mengetahui bahwa bullying bisa dan akan terjadi kembali. Karena itu, bullying tidak bisa dan tidak boleh dianggap sebagai peristiwa yang hanya terjadi satu kali.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Teror\"><\/span>Teror<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Bullying merupakan sebuah kekerasan sistematika yang dilakukan agar pelaku dapat mempertahankan dominasinya. Teror yang dirasakan oleh korban bukan hanya menjadi cara untuk mencapai kesenangan, namun menjadi perilaku bullying tersebut.<\/p>\n<p>Perundungan adalah problem sosial yang harus dipahami oleh semua bagian masyarakat, termasuk kamu. Oleh karena itu, kamu harus mencari referensi lain, salah satunya adalah buku <a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/conf-lets-end-bullying?queryID=08a9b4e3d6b127f156a87ae94b1e47d3\"><b>Lets End Bullying<\/b><\/a> yang membahas tuntas mengenai apa itu bullying, bagaimana mencegah dan mengatasinya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/conf-lets-end-bullying?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/items\/ID_EMK2013MTH02END_B.jpg\" width=\"414\" height=\"561\" \/><\/a><\/p>\n<h2><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/conf-lets-end-bullying?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><b><img loading=\"lazy\" class=\" wp-image-62555 aligncenter\" src=\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/button.png\" alt=\"\" width=\"238\" height=\"68\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/button.png 182w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/button-180x52.png 180w\" sizes=\"(max-width: 238px) 100vw, 238px\" \/><\/b><\/a><\/h2>\n<h2><\/h2>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis-Jenis_Perundungan\"><\/span><b>Jenis-Jenis Perundungan<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Perundungan adalah perilaku atau tindakan yang sengaja dan secara sadar dilakukan oleh pelakunya. Jika berkaca pada pengertian dan unsur-unsurnya, perundungan bisa terjadi dalam berbagai macam bentuk, di antaranya:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Fisik<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Verbal<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Non verbal<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Pelecehan seksual<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Mental atau psikologis<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Racial bullying<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Cyberbullying<\/li>\n<\/ul>\n<p>Semua jenis perundungan ini, secara garis besar bisa dibedakan ke dalam dua kategori, yaitu traditional bullying dan cyberbullying. Traditional bullying merupakan perilaku perundungan yang dilakukan secara langsung dan bisa kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<p>Sedangkan <i>cyberbullying <\/i>adalah perundungan yang dilakukan dengan memanfaatkan media internet. Pada masa awal perkembangan internet di Indonesia, cyberbullying belum banyak ditemukan dan belum menjadi isu penting. Seiring berkembangnya teknologi, cyberbullying semakin sering terjadi dan bisa terjadi di media apa saja, mulai dari media sosial hingga komentar situs berita daring.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dampak_Perundungan\"><\/span><b>Dampak Perundungan<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Bullying sekarang sudah masuk ke dalam perilaku yang berdampak negatif dan meresahkan masyarakat. Dampak negatif dari perundungan bukan hanya dirasakan oleh korban, pelaku, saksi, hingga masyarakat di tempat terjadinya tindakan tersebut.<\/p>\n<p>Dampaknya bisa menyerang pada kesehatan fisik maupun mental, bahkan dalam beberapa kasus yang sangat berat, bullying merupakan pemicu terjadinya tindakan yang sangat fatal. Misalnya seperti mencelakakan, mencederai, atau merenggut masa depan.<\/p>\n<p>Berikut ini beberapa contoh dari sekian banyaknya dampak perundungan yang bisa dirasakan oleh korban:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Merasa depresi, gelisah, cemas, marah<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Mengalami gangguan tidur<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Merasakan keluhan fisik seperti sakit perut, sakit kepala, atau otot tegang<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Merasa tidak aman ketika berada di lingkungan yang sama dengan pelaku<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Semangat hidup menurun<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Dalam kasus tertentu, korban bullying dapat menunjukkan sifat kekerasan<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Trauma<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Prestasi menurun<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Muncul pemikiran untuk bunuh diri<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Sulit beradaptasi ketika dewasa<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Sulit mempertahankan hubungan asmara<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Sulit beradaptasi dengan lingkungan kerja<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Menarik diri dari masyarakat<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Kabur<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sementara itu, dampak yang mungkin dirasakan oleh pelaku bullying di antaranya adalah:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Sering terlibat dalam perkelahian<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Menjadi sosok yang abusive<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Menjadi biang kerok di sekolah<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Menjadi pelaku tindak kriminal<\/li>\n<\/ul>\n<p>Kemudian, untuk mereka yang menjadi saksi<i> bullying<\/i>, akan merasakan dampak, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Menjadi individu yang rapuh dan penakut<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Mengalami kecemasan<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Mempunyai rasa keamanan diri yang rendah<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Depresi<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Korban_Perundungan\"><\/span><b>Korban Perundungan<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sebagian besar kasus<i> bullying<\/i> terjadi di sekolah dan ini adalah fakta yang meresahkan sekaligus ironis. Pasalnya, masyarakat Indonesia pada umumnya menganggap sekolah sebagai tempat yang lebih aman dibanding lingkungan masyarakat dan rumah.<\/p>\n<p>Soalnya di sekolah, murid-murid lebih banyak diawasi oleh guru secara langsung. Sedangkan di rumah dan lingkungan masyarakat, pengawasan dilakukan dalam waktu yang lebih singkat\u2013mulai dari anak pulang sekolah atau bermain hingga tidur. Hal ini kemudian berdampak pada sulitnya mengidentifikasi pelaku dan korban bullying. Oleh karena itu, kamu harus mengetahui apa itu korban bullying dan seperti apa tanda-tandanya.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_itu_korban_perundungan\"><\/span>Apa itu korban perundungan?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Dalam buku <i>Lets End Bullying: Memahami, Mencegah, dan Mengatasi Bullying <\/i>Andi Priyatna menjelaskan bahwa yang disebut korban perundungan adalah \u201cpihak yang secara sengaja\u2013langsung ataupun tidak\u2013telah menjadi objek dari perbuatan orang lain yang mengakibatkan terjadinya peningkatan perasaan kerapuhan (vulnerability) dan menurunkan rasa keamanan diri (personal safety).\u201d<\/p>\n<p>Dengan kata lain, \u201ckorban\u201d di sini bukan hanya orang yang menjadi sasaran perilaku bullying secara pribadi (korban langsung), tetapi juga orang yang menyaksikan tindakan tersebut (korban tidak langsung).<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tanda-tanda_korban_perundungan\"><\/span>Tanda-tanda korban perundungan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Hampir semua korban bullying enggan mengungkapkan kekerasan yang dialaminya karena merasa kurang yakin dan tidak percaya pada orang dewasa di sekitarnya. Perasaan ini muncul karena orang dewasa kerap menganggap bullying sebagai masalah sepele. Pada akhirnya, korban merasa tidak ada yang bisa membantunya.<\/p>\n<p>Jika dibiarkan terlalu lama, korban akan semakin sulit keluar dari masalah yang mengganggunya hingga kemudian menunjukkan berbagai gejala. Seperti depresi, merasa cemas, sedih, prestasi menurun, harga diri rendah, menarik diri dari lingkungan, atau bahkan penyalahgunaan narkoba.<\/p>\n<p>Di samping itu, ada beberapa tanda lagi yang berpotensi ditunjukkan oleh korban, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Benda-benda pribadinya sering menghilang<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Mendapatkan luka di badan<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Pakaian atau barang kepunyaan lainnya rusak<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Senang menghabiskan waktu dengan adik kelas karena sulit bergaul bersama teman sebayanya<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Merasa tidak nyaman saat waktu istirahat di sekolah<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Sering terlambat masuk sekolah<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Lebih sering menyendiri saat di sekolah<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Tidur terlalu lama atau kurang tidur<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Muncul keluhan-keluhan somatik seperti sakit perut, sakit kepala, hilang selera makan, lemah dan lesu, atau sakit yang berkelanjutan.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Mudah marah dan sedih<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Menyerang balik jika merasa kalah<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Mudah tersinggung<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Menjadi pendiam dan pemalu<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Sering menyalahkan diri sendiri<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Mencegah_dan_Mengatasi_Perundungan\"><\/span><b>Cara Mencegah dan Mengatasi Perundungan<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_86900\" aria-describedby=\"caption-attachment-86900\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-86900 size-full\" src=\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/bully4.png\" alt=\"\" width=\"512\" height=\"341\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/bully4.png 512w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/bully4-300x200.png 300w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/bully4-364x242.png 364w\" sizes=\"(max-width: 512px) 100vw, 512px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-86900\" class=\"wp-caption-text\">pexels.com\/RDNE Stock project<\/figcaption><\/figure>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Peran_orang_tua_dalam_mencegah_perundungan\"><\/span>Peran orang tua dalam mencegah perundungan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Orang tua di rumah maupun guru di sekolah memiliki peran yang sangat penting untuk mencegah dan mengatasi perundungan. Langkah awalnya adalah dengan mengenali tanda-tanda apakah anak atau muridnya telah menjadi korban, pelaku, saksi. Salah satu cara efektif untuk mengenalinya adalah dengan rajin mengajak ngobrol anak di sekolah maupun di rumah. Obrolannya bisa seputar pelajaran sambil menyelipkan pertanyaan tentang hubungan pertemanannya.<\/p>\n<p>Misalnya pertanyaan seperti \u201cApa yang kamu lakukan saat istirahat di sekolah tadi?\u201d atau \u201cBagaimana kabar si Andi temanmu yang bulan lalu datang ke rumah?\u201d dan pertanyaan sejenisnya. Bila anak menunjukkan emosi-emosi negatif saat membicarakan hubungan pertemanannya, orang tua dan guru harus segera mencari tahu penyebabnya.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Yang_harus_dilakukan_oleh_guru_untuk_mencegah_perundungan\"><\/span>Yang harus dilakukan oleh guru\u00a0 untuk mencegah perundungan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Menurut Unicef, ada beberapa hal yang bisa guru\u00a0 lakukan untuk mencegah terjadinya perundungan di kelas maupun sekolah, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Berikan edukasi tentang perundungan kepada murid melalui bacaan atau berdiskusi langsung<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Berikan pedoman yang jelas dan tegas terkait perundungan, kemudian buat kesepakatan dengan murid tentang konsekuensi yang akan diterima oleh mereka.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Bangun suasana kelas yang hangat dan positif, ajak murid menjalin hubungan yang saling mendukung, dan aktif melibatkan mereka di ruang kelas.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Berikan perhatian lebih pada anak-anak yang rentan menjadi korban bullying seperti anak pindahan, fisiknya lemah, anak dengan disabilitas, atau yang mengeluh pernah dirundung oleh temannya.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_mengatasi_perundungan\"><\/span>Cara mengatasi perundungan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Mengatasi perundungan adalah tantangan yang tidak mudah dilakukan oleh korban maupun saksi, namun bukan berarti tidak bisa. Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan oleh korban:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Laporkan atau komunikasikan kekerasan yang kamu alami kepada orang yang dipercaya. Misalnya orang tua, guru, teman, pasangan, atau saudara.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Laporkan pada pihak yang bertugas menegakkan aturan atau memberikan bantuan korban kekerasan seperti wali kelas atau guru bimbingan konseling.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Saat berhadapan dengan pelaku, usahakan untuk tampil percaya diri agar kamu terlihat kuat.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Saat berdialog dengan pelaku, berikan jawaban yang tegas namun tidak disertai dengan emosi.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Ciptakan batasan yang jelas terkait hal-hal yang bisa diselesaikan secara langsung.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Segera cari bantuan kepada kepolisian jika situasi semakin tidak kondusif atau kamu menerima ancaman yang membahayakan.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Minta bantuan profesional\u2013baik dokter maupun psikologis\u2013untuk mengurangi dampak yang mungkin muncul.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sementara itu, bagi saksi atau orang yang melihat tindakan perundungan secara langsung, bisa melakukan hal-hal berikut ini untuk mencegahnya:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Tanyakan kepada pelaku tentang perilaku yang dia lakukan. Contohnya apakah perilakunya benar atau tidak? Kemudian apa yang membuatnya melakukan perilaku tersebut?<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Ajak pelaku melakukan aktivitas lain untuk mengalihkan perhatiannya<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Ajak orang lain yang juga menjadi saksi untuk menunjukkan bahwa kalian tidak setuju dengan perilaku pelaku kepada korban.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Dekati korban dan yakinkan bahwa dia tidak sendirian.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Laporkan kepada pihak berwenang jika tidak bisa mencegahnya secara langsung.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Bullying akan selalu terjadi jika tidak ada kemauan yang kuat untuk mencegah dan menghentikannya. Namun agar tidak keliru dalam bertindak, kamu harus memahami dengan baik apa yang dimaksud dengan perundungan.<\/p>\n<p>Buku <a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/stop-bullying?queryID=08a9b4e3d6b127f156a87ae94b1e47d3\"><b>Stop Bullying<\/b><\/a> yang ditulis oleh Ghyna Amanda bisa menjadi referensi yang tepat untuk mengenal perundungan lebih jauh lagi. Sebab buku ini mengajak kamu untuk menelusuri pemahaman mengenai perundungan, berbagai jenis perundungan, alasan-alasan perundungan bisa terjadi, dan cara agar kita bisa mengatasi semua itu.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/stop-bullying?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/items\/STOP_BULLYING.jpg\" width=\"419\" height=\"596\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/stop-bullying?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\" wp-image-62555 aligncenter\" src=\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/button.png\" alt=\"\" width=\"249\" height=\"71\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/button.png 182w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/button-180x52.png 180w\" sizes=\"(max-width: 249px) 100vw, 249px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Demikian pembahasan tentang pengertian <i>bullying<\/i> hingga cara mengatasinya. Semoga semua pembahasan di atas bermanfaat untuk kalian. Jika ingin mencari buku yang berkaitan dengan <i>bullying<\/i>, maka kalian bisa mendapatkannya di <a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/\">gramedia.com<\/a>.<\/p>\n<p>Untuk mendukung <i>Grameds<\/i> dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar <i>Grameds <\/i>memiliki informasi #LebihDenganMembaca.<\/p>\n<p><b>Penulis: Gilang Oktaviana<\/b><\/p>\n<p>Sumber:<\/p>\n<p>Unicef Indonesia (2020) Perundungan di Indonesia: fakta-fakta kunci, solusi, dan rekomendasi<\/p>\n<p>https:\/\/www.unicef.org\/indonesia\/id\/child-protection\/tips-untuk-guru-mengatasi-bullying<\/p>\n<p>http:\/\/repository.umy.ac.id\/bitstream\/handle\/123456789\/23208\/BAB%20III.pdf?sequence=7&#038;isAllowed=y<\/p>\n<p>Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2017) Ayo, Bantu Anak Hindari Perundungan<\/p>\n<p>Andi Priyatna (2010) Lets End Bullying: Memahami, Mencegah, dan Mengatasi Bullying<\/p>\n<p>Baca juga:<\/p>\n[vc_row][vc_column width=\"1\/2\"][vc_tta_accordion][vc_tta_section title=\"Kategori Ilmu Berkaitan Psikologi\" tab_id=\"1609657986694-ec9fcf86-8e01\"][vc_column_text]\r\n<ul>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/buku-hrd-manajemen-sdm\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Buku Pedoman HRD &amp; SDM<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/buku-psikologi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Buku Psikologi Best Seller<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/buku-psikologi-pendidikan-best-seller\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Buku Psikologi Pendidikan<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/latihan-soal-cpns-online\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Buku Soal CPNS<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/latihan-soal-psikotes-online\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Buku Soal Psikotes<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/soal-psikotes-polri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Soal Psikotes Polri<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/soal-psikotes-tni\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Soal Psikotes TNI<\/a><\/li>\r\n<\/ul>\r\n[\/vc_column_text][\/vc_tta_section][\/vc_tta_accordion][\/vc_column][vc_column width=\"1\/2\"][vc_tta_accordion][vc_tta_section title=\"Artikel Psikologi\" tab_id=\"1609656944148-f362d048-3421\"][vc_column_text]\r\n<ul>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/alasan-orang-yang-susah-tidur-menurut-psikologi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Alasan Orang yang Susah Tidur Menurut Psikologi<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/alasan-mengapa-seseorang-menyukai-kamu-ini-dia-jawabannya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Alasan Mengapa Seseorang Menyukai Kamu<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/alpha-female\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Alpha Female<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/boys-dont-cry\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Boys Don\u2019t Cry<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-berdamai-dengan-diri-sendiri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Berdamai dengan Diri Sendiri<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-membahagiakan-diri-sendiri-dan-manfaatnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Membahagiakan Diri Sendiri<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-menenangkan-diri-sendiri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Menenangkan Diri Sendiri<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-memaafkan-diri-sendir\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Memaafkan Diri Sendiri<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-menyembuhkan-trust-issue-tanpa-kehilangan-diri-sendiri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Menyembuhkan Trust Issue Tanpa Kehilangan Diri<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-orang-yang-membenci-kita-diam-diam\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ciri-ciri Orang yang Membenci Kita Diam-diam<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-energi-negatif-dari-orang-lain-menulari-kita\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ciri-ciri Energi Negatif dari Orang Lain<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-agar-hati-tenang-menghadapi-masalah-dalam-kehidupan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Agar Hati Tenang Menghadapi Masalah dalam Kehidupan<\/a><\/li>\r\n\t\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/efek-people-pleaser-terhadap-kesehatan-mental\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Efek People Pleaser<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/faktor-dan-ciri-asertif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Faktor dan Ciri Asertif<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mengenal-gaya-komunikasi-pasif-agresif-pasif-agresif-dan-asertif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Gaya Komunikasi<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/review-buku-how-to-heal-your-inner-child-karya-simon-chapple\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">How To Heal Your Inner Child<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fake-smile-atau-genuine-smile\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Fake Smile atau Genuine Smile<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/gelisah-tanpa-sebab-di-malam-hari\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Gelisah Tanpa Sebab di Malam Hari<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/inner-child-terpenuhi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Inner Child<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mengapa-manusia-sering-merasa-paling-benar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jangan Merasa Paling Benar<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/komunikasi-pasif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Komunikasi Pasif<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/komunikasi-pasif-tegas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Komunikasi Pasif Tegas<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/kebutuhan-vs-keinginan-mana-yang-lebih-penting\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kebutuhan vs Keinginan<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/lembaga-pendidikan-non-formal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Lembaga Pendidikan Non Formal<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/locus-of-control\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Locus of Control<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/love-yourself\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Love Yourself<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/macam-macam-kepribadian\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Macam-macam Kepribadian berdasarkan MBTI<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-orang-yang-menghargai-diri-secara-berlebihan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Menghargai Diri Secara Berlebih<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/manifesting\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Manifesting<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/merasa-bersalah-atas-kematian-anak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Merasa Bersalah atas Kematian Anak<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/penyebab-kenapa-hati-gelisah-dan-ingin-menangis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Penyebab Kenapa Hati Gelisah dan Ingin Menangis<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perundungan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perudungan<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/people-come-and-go\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">People Come and Go<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mengenal-perilaku-tidak-asertif-contoh-dan-dampaknya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perilaku Tidak Asertif<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perbedaan-asertif-dan-agresif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perbedaan Asertif dan Agresif<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perundungan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perudungan<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/people-pleaser\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">People Pleaser<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/people-come-and-go\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">People Come and Go<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/sanguinis-melankolis-plegmatis-dan-koleris\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sanguinis, Melankolis, Plegmatis dan Koleris<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/sulit-mengambil-keputusan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sulit Mengambil Keputusan<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/apakah-temperamental-termasuk-gangguan-jiwa-ini-penjelasannya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Temperamental Termasuk Gangguan Jiwa?<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/warna-yang-menarik-perhatian\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Warna Yang Menarik Perhatian<\/a><\/li>\r\n\r\n<\/ul>\r\n[\/vc_column_text][\/vc_tta_section][\/vc_tta_accordion][\/vc_column][\/vc_row]\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perundungan adalah hal yang bisa terjadi di mana saja. Mulai dari sekolah, lingkungan masyarakat, hingga rumah. Masyarakat Indonesia terbiasa melihat perundungan sejak dulu namun kesadaran mengenai bahaya dan dampaknya baru muncul sekitar sepuluh sampai lima tahun terakhir. Jika melihat tren pencarian Google untuk kata \u201cbullying\u201d dan \u201cperundungan\u201d peningkatan jumlah orang yang mencari tentang dua kata [&hellip;] <a class=\"g1-link g1-link-more\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perundungan\/\">More<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":185532995,"featured_media":86897,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1905],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v17.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Perundungan Adalah: Pengertian, Unsur-Unsur, Jenis, Contoh, Dampak, Dan Cara Mencegahnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Perundungan Adalah: Pengertian, Unsur-Unsur, Jenis, Contoh, Dampak, Dan Cara Mencegahnya dari Gramedia. Disertai dengan rekomendasi buku terkait.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perundungan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Perundungan Adalah: Pengertian, Unsur-Unsur, Jenis, Contoh, Dampak, Dan Cara Mencegahnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Perundungan Adalah: Pengertian, Unsur-Unsur, Jenis, Contoh, Dampak, Dan Cara Mencegahnya dari Gramedia. Disertai dengan rekomendasi buku terkait.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perundungan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Best Seller Gramedia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-06-04T07:14:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/bully1.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"512\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"341\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ratih\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"13 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\",\"name\":\"Gramedia\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\",\"sameAs\":[],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"Gramedia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\",\"name\":\"Best Seller Gramedia\",\"description\":\"Inspiration Transformed\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perundungan\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/bully1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/bully1.png\",\"width\":512,\"height\":341},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perundungan\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perundungan\/\",\"name\":\"Perundungan Adalah: Pengertian, Unsur-Unsur, Jenis, Contoh, Dampak, Dan Cara Mencegahnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perundungan\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2024-06-04T07:14:04+00:00\",\"dateModified\":\"2024-06-04T07:14:04+00:00\",\"description\":\"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Perundungan Adalah: Pengertian, Unsur-Unsur, Jenis, Contoh, Dampak, Dan Cara Mencegahnya dari Gramedia. Disertai dengan rekomendasi buku terkait.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perundungan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perundungan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perundungan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Perundungan Adalah: Pengertian, Unsur-Unsur, Jenis, Contoh, Dampak, Dan Cara Mencegahnya\"}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perundungan\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perundungan\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/f5617e5b0afcf233bfd810f5031fcfe0\"},\"headline\":\"Perundungan Adalah: Pengertian, Unsur-Unsur, Jenis, Contoh, Dampak, Dan Cara Mencegahnya\",\"datePublished\":\"2024-06-04T07:14:04+00:00\",\"dateModified\":\"2024-06-04T07:14:04+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perundungan\/#webpage\"},\"wordCount\":2534,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perundungan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/bully1.png\",\"articleSection\":[\"Buku Psikologi\"],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/f5617e5b0afcf233bfd810f5031fcfe0\",\"name\":\"Ratih\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/WhatsApp-Image-2023-06-26-at-08.51.03-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/WhatsApp-Image-2023-06-26-at-08.51.03-96x96.jpg\",\"caption\":\"Ratih\"},\"description\":\"Menekuni dunia SEO writing selama 6 tahun dengan minat terhadap dunia parenting, kuliner, dan gaya hidup. Berlatarbelakang pendidikan Ilmu Komunikasi, saya mendapatkan insight terkait berbagai jenis penulisan serta diperkaya dengan teknik SEO agar bisa mengembangkan tulisan ke arah digital.\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.instagram.com\/ratihwidiastuty\/\",\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/ratih-widiastuty-129b6287\/\"],\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/author\/ratih\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Perundungan Adalah: Pengertian, Unsur-Unsur, Jenis, Contoh, Dampak, Dan Cara Mencegahnya","description":"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Perundungan Adalah: Pengertian, Unsur-Unsur, Jenis, Contoh, Dampak, Dan Cara Mencegahnya dari Gramedia. Disertai dengan rekomendasi buku terkait.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perundungan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Perundungan Adalah: Pengertian, Unsur-Unsur, Jenis, Contoh, Dampak, Dan Cara Mencegahnya","og_description":"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Perundungan Adalah: Pengertian, Unsur-Unsur, Jenis, Contoh, Dampak, Dan Cara Mencegahnya dari Gramedia. Disertai dengan rekomendasi buku terkait.","og_url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perundungan\/","og_site_name":"Best Seller Gramedia","article_published_time":"2024-06-04T07:14:04+00:00","og_image":[{"width":512,"height":341,"url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/bully1.png","path":"s3apsoutheast1:\/\/wp-best-seller\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/bully1.png","size":"full","id":86897,"alt":"","pixels":174592,"type":"image\/png"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Ratih","Estimasi waktu membaca":"13 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization","name":"Gramedia","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/","sameAs":[],"logo":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png","width":512,"height":512,"caption":"Gramedia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo"}},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/","name":"Best Seller Gramedia","description":"Inspiration Transformed","publisher":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perundungan\/#primaryimage","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/bully1.png","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/bully1.png","width":512,"height":341},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perundungan\/#webpage","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perundungan\/","name":"Perundungan Adalah: Pengertian, Unsur-Unsur, Jenis, Contoh, Dampak, Dan Cara Mencegahnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perundungan\/#primaryimage"},"datePublished":"2024-06-04T07:14:04+00:00","dateModified":"2024-06-04T07:14:04+00:00","description":"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Perundungan Adalah: Pengertian, Unsur-Unsur, Jenis, Contoh, Dampak, Dan Cara Mencegahnya dari Gramedia. Disertai dengan rekomendasi buku terkait.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perundungan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perundungan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perundungan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Perundungan Adalah: Pengertian, Unsur-Unsur, Jenis, Contoh, Dampak, Dan Cara Mencegahnya"}]},{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perundungan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perundungan\/#webpage"},"author":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/f5617e5b0afcf233bfd810f5031fcfe0"},"headline":"Perundungan Adalah: Pengertian, Unsur-Unsur, Jenis, Contoh, Dampak, Dan Cara Mencegahnya","datePublished":"2024-06-04T07:14:04+00:00","dateModified":"2024-06-04T07:14:04+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perundungan\/#webpage"},"wordCount":2534,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perundungan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/bully1.png","articleSection":["Buku Psikologi"],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/f5617e5b0afcf233bfd810f5031fcfe0","name":"Ratih","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#personlogo","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/WhatsApp-Image-2023-06-26-at-08.51.03-96x96.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/WhatsApp-Image-2023-06-26-at-08.51.03-96x96.jpg","caption":"Ratih"},"description":"Menekuni dunia SEO writing selama 6 tahun dengan minat terhadap dunia parenting, kuliner, dan gaya hidup. Berlatarbelakang pendidikan Ilmu Komunikasi, saya mendapatkan insight terkait berbagai jenis penulisan serta diperkaya dengan teknik SEO agar bisa mengembangkan tulisan ke arah digital.","sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/ratihwidiastuty\/","https:\/\/www.linkedin.com\/in\/ratih-widiastuty-129b6287\/"],"url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/author\/ratih\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/86896"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/users\/185532995"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=86896"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/86896\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":94524,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/86896\/revisions\/94524"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/media\/86897"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=86896"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=86896"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=86896"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}