{"id":73820,"date":"2023-02-13T10:41:32","date_gmt":"2023-02-13T03:41:32","guid":{"rendered":"https:\/\/gramedia.com\/best-seller\/?p=73820"},"modified":"2023-06-30T08:23:34","modified_gmt":"2023-06-30T01:23:34","slug":"ciri-ciri-depresi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-depresi\/","title":{"rendered":"Kenali Ciri-Ciri Depresi Seseorang yang Masih Sering Diabaikan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><strong>Ciri-Ciri Depresi<\/strong> \u2013 Depresi adalah suatu kondisi medis berupa perasaan sedih yang berdampak negatif terhadap pikiran, tindakan, perasaan, dan kesehatan mental seseorang. Kondisi depresi adalah reaksi normal sementara terhadap peristiwa-peristiwa hidup, misalnya kehilangan orang tercinta.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Depresi juga dapat merupakan gejala dari sebuah penyakit fisik dan efek samping dari penggunaan obat dan perawatan medis tertentu. Dalam kaitannya dengan gangguan mental lain, depresi dapat juga menjadi gejala dari gangguan kejiwaan seperti gangguan depresi mayor dan distimia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Secara global, diperkirakan 264 juta orang terkena depresi. 1% lebih banyak wanita yang terkena daripada pria. Seseorang dalam kondisi depresi umumnya mengalami perasaan sedih, cemas, atau kosong, Mereka juga cenderung merasa terjebak dalam kondisi yang tidak ada harapan, tidak ada pertolongan, penuh penolakan, atau perasaan tidak berharga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Gejala-gejala lain yang mungkin muncul adalah perasaan bersalah, mudah tersinggung, atau kemarahan. Lebih jauh, individu yang mengalami depresi dapat juga merasa malu atau gelisah. Selain perubahan suasana hati, individu dengan gejala depresi cenderung kehilangan minat untuk melakukan aktivitas-aktivitas yang sebelumnya dianggap menyenangkan; kehilangan nafsu makan atau sebaliknya, makan dengan porsi berlebih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Penderita juga akan kesulitan untuk berkonsentrasi, mengingat detail-detail umum, membuat keputusan, atau mengalami kesulitan dalam berhubungan dengan orang lain. Pengalaman-pengalaman ini dapat mendorong individu untuk mencoba bunuh diri.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/depresi-tinjauan-psikologis?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/items\/40958\/general_small_covers\/ID_PRENA2017MTH11DTPS_S.jpg\" alt=\"Ciri Ciri Depresi\" width=\"216\" height=\"328\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/depresi-tinjauan-psikologis?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/button-1_RR.png\" \/><\/a><\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_17 counter-hierarchy counter-decimal ez-toc-grey\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class=\"ez-toc-list ez-toc-list-level-1\"><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-depresi\/#Penyebab_Seseorang_Mengalami_Depresi\" title=\"Penyebab Seseorang Mengalami Depresi\">Penyebab Seseorang Mengalami Depresi<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-depresi\/#Jenis-Jenis_Depresi\" title=\"Jenis-Jenis Depresi\">Jenis-Jenis Depresi<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-3\"><li class=\"ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-depresi\/#1_Depresi_Mayor\" title=\"1. Depresi Mayor\">1. Depresi Mayor<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-depresi\/#2_Depresi_Kronis\" title=\"2. Depresi Kronis\">2. Depresi Kronis<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-depresi\/#3_Gangguan_Bipolar\" title=\"3. Gangguan Bipolar\">3. Gangguan Bipolar<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-depresi\/#4_Depresi_Postpartum\" title=\"4. Depresi Postpartum\">4. Depresi Postpartum<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-depresi\/#5_Premenstrual_Dysphoric_Disorder_PMDD\" title=\"5. Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD)\">5. Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD)<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-depresi\/#6_Depresi_Atipikal\" title=\"6. Depresi Atipikal\">6. Depresi Atipikal<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-depresi\/#7_Psychotic_Depression\" title=\"7. Psychotic Depression\">7. Psychotic Depression<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-depresi\/#Tanda_dan_Gejala_Depresi_Berdasarkan_Usia\" title=\"Tanda dan Gejala Depresi Berdasarkan Usia\">Tanda dan Gejala Depresi Berdasarkan Usia<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-3\"><li class=\"ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-depresi\/#1_Gejala_Depresi_Orang_Dewasa\" title=\"1. Gejala Depresi Orang Dewasa\">1. Gejala Depresi Orang Dewasa<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-4\"><li class=\"ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-depresi\/#a_Gejala_Depresi_dari_Segi_Psikis\" title=\"a. Gejala Depresi dari Segi Psikis\">a. Gejala Depresi dari Segi Psikis<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-depresi\/#b_Gejala_Depresi_dari_Segi_Fisik\" title=\"b. Gejala Depresi dari Segi Fisik\">b. Gejala Depresi dari Segi Fisik<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-depresi\/#c_Gejala_Depresi_yang_Memengaruhi_Kehidupan_Sosial\" title=\"c. Gejala Depresi yang Memengaruhi Kehidupan Sosial\">c. Gejala Depresi yang Memengaruhi Kehidupan Sosial<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-depresi\/#2_Gejala_Depresi_Anak-Anak_dan_Remaja\" title=\"2. Gejala Depresi Anak-Anak dan Remaja\">2. Gejala Depresi Anak-Anak dan Remaja<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-16\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-depresi\/#3_Gejala_Depresi_Lansia\" title=\"3. Gejala Depresi Lansia\">3. Gejala Depresi Lansia<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-17\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-depresi\/#Tingkat_Keparahan_Depresi_Berdasarkan_Gejala_yang_Ditimbulkan\" title=\"Tingkat Keparahan Depresi Berdasarkan Gejala yang Ditimbulkan\">Tingkat Keparahan Depresi Berdasarkan Gejala yang Ditimbulkan<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-3\"><li class=\"ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-18\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-depresi\/#1_Depresi_Ringan\" title=\"1. Depresi Ringan\">1. Depresi Ringan<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-19\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-depresi\/#2_Depresi_Menengah\" title=\"2. Depresi Menengah\">2. Depresi Menengah<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-20\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-depresi\/#3_Depresi_Parah\" title=\"3. Depresi Parah\">3. Depresi Parah<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-21\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-depresi\/#Bagaimana_Pengobatannya\" title=\"Bagaimana Pengobatannya?\">Bagaimana Pengobatannya?<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-22\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-depresi\/#Kapan_Harus_ke_Dokter\" title=\"Kapan Harus ke Dokter?\">Kapan Harus ke Dokter?<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-23\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-depresi\/#Apakah_Depresi_Bisa_Disembuhkan\" title=\"Apakah Depresi Bisa Disembuhkan?\">Apakah Depresi Bisa Disembuhkan?<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-24\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-depresi\/#Catatan\" title=\"Catatan\">Catatan<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-25\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-depresi\/#Rujukan\" title=\"Rujukan\">Rujukan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penyebab_Seseorang_Mengalami_Depresi\"><\/span>Penyebab Seseorang Mengalami Depresi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">Depresi adalah penyakit kejiwaan yang kompleks dan bisa terjadi karena berbagai alasan yang berbeda setiap orang. Sebagian orang mungkin mengalami depresi karena kehilangan seseorang, tetapi sebagian yang lain mungkin karena banyaknya tekanan dalam pekerjaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Setiap orang bisa saja mengalami depresi. Berikut adalah beberapa faktor risiko yang bisa memicu munculnya gejala depresi seseorang.<\/p>\n<ul>\n<li>Faktor keturunan;<\/li>\n<li>Kematian atau kehilangan orang yang disayang;<\/li>\n<li>Mengalami konflik;<\/li>\n<li>Mengalami pelecehan seksual;<\/li>\n<li>Mendapatkan kekerasan fisik;<\/li>\n<li>Tekanan pekerjaan;<\/li>\n<li>Kehilangan pekerjaan atau penghasilan;<\/li>\n<li>Pernikahan yang tidak diinginkan;<\/li>\n<li>Melahirkan;<\/li>\n<li>Perceraian;<\/li>\n<li>Pensiun dan tidak lagi memiliki kesibukan.<\/li>\n<\/ul>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis-Jenis_Depresi\"><\/span>Jenis-Jenis Depresi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">Depresi terbagi dalam beberapa jenis, sesuai dengan tingkat keparahan dan penyebabnya. Berikut ini adalah penjelasan mengenai jenis-jenis depresi.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Depresi_Mayor\"><\/span>1. Depresi Mayor<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Depresi mayor ditandai dengan rasa sedih, hilang ketertarikan, atau gejala depresi lainnya. Kondisi ini bisa terjadi hampir setiap saat dan berlangsung selama dua minggu atau lebih.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Depresi_Kronis\"><\/span>2. Depresi Kronis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Distimia atau gangguan depresi kronis adalah depresi mayor yang sudah berlangsung cukup lama, minimal selama dua tahun.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Gangguan_Bipolar\"><\/span>3. Gangguan Bipolar<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Gangguan bipolar adalah gangguan <em>mood<\/em> yang ditandai dengan perubahan suasana hati atau emosi yang drastis pada dua periode waktu. Saat mengalami bipolar, seseorang bisa mengalami episode mania (sangat senang) dan episode depresi mayor (sangat sedih atau terpuruk).<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Depresi_Postpartum\"><\/span>4. Depresi Postpartum<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Kondisi ini biasanya dialami oleh ibu yang baru saja melahirkan. Umumnya, depresi postpartum akan ditandai dengan munculnya gejala depresi mayor dalam kurun waktu satu tahun setelah melahirkan.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Premenstrual_Dysphoric_Disorder_PMDD\"><\/span>5. <em>Premenstrual Dysphoric Disorder<\/em> (PMDD)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Keluhan dan gejala PMDD yang dialami oleh beberapa wanita bisa muncul satu minggu sebelum menstruasi, kemudian menghilang setelah masa menstruasi. Kondisi ini berbeda dengan gejala <em>premenstrual syndrome<\/em> (PMS).<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Depresi_Atipikal\"><\/span>6. Depresi Atipikal<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Depresi atipikal ditandai dengan munculnya beberapa gejala depresi yang terkadang tidak khas, seperti berat badan naik drastis, tidur yang terlalu banyak, dan sedih yang berlebihan dengan penolakan. Biasanya, gejala tersebut dapat mereda dengan suasana atau kejadian positif.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Psychotic_Depression\"><\/span>7. <em>Psychotic Depression<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Psychotic depression<\/em> terjadi jika seseorang mengalami depresi berat dan disertai dengan gejala psikotik, seperti halusinasi, gangguan pola pikir, atau waham (delusi).<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/berdamai-dengan-stres-depresi?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/items\/Berdamai_dengan_Stres__Depresi.jpg\" width=\"250\" height=\"385\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/berdamai-dengan-stres-depresi?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/button-1_RR.png\" \/><\/a><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tanda_dan_Gejala_Depresi_Berdasarkan_Usia\"><\/span>Tanda dan Gejala Depresi Berdasarkan Usia<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">Ada beberapa gejala yang tumpang tindih antara stres dan depresi, seperti sulit berkonsentrasi, tidak bersemangat, dan kehilangan minat terhadap hal-hal yang sebelumnya selalu dinikmati, padahal stres, depresi, dan gangguan kecemasan memiliki perbedaan tersendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Umumnya, tanda-tanda depresi lebih terasa melelahkan dan bisa menghambat aktivitas sehari-hari penderitanya. Ciri-ciri depresi biasanya ditandai dengan memburuknya suasana hati yang menetap selama berminggu-minggu atau lebih dari enam bulan berturut-turut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Menurut <em>Diagnostic and Statistical Manual IV &#8211; Text Revision<\/em> (DSM IV-TR) (American Psychiatric Association, 2000), seseorang menderita gangguan depresi jika:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify\">Lima (atau lebih) gejala di bawah ini telah ada selama periode dua minggu dan merupakan perubahan dari keadaan biasa seseorang;<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Sekurang-kurangnya salah satu gejala harus (1) emosi depresi atau (2) kehilangan minat atau kemampuan menikmati sesuatu.<\/li>\n<\/ul>\n<ol>\n<li style=\"text-align: justify\">Keadaan emosi depresi atau tertekan sebagian besar waktu dalam satu hari, hampir setiap hari, yang ditandai oleh laporan subjektif (misalnya: rasa sedih atau hampa) atau pengamatan orang lain (misalnya: terlihat seperti ingin menangis);<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Kehilangan minat atau rasa nikmat terhadap semua, atau hampir semua kegiatan sebagian besar waktu dalam satu hari, bahkan hampir setiap hari (ditandai oleh laporan subjektif atau pengamatan orang lain);<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Hilangnya berat badan yang signifikan saat tidak melakukan diet atau bertambahnya berat badan secara signifikan (misalnya: perubahan berat badan lebih dari 5% berat badan sebelumnya dalam satu bulan);<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Insomnia atau hipersomnia hampir setiap hari;<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Kegelisahan atau kelambatan psikomotor hampir setiap hari (dapat diamati oleh orang lain, bukan hanya perasaan subjektif tentang kegelisahan);<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Perasaan lelah atau kehilangan kekuatan hampir setiap hari;<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Perasaan tidak berharga, perasaan bersalah yang berlebihan, dan perasaan tidak wajar (bisa merupakan delusi), serta mengganggap bahwa sumber dari setiap masalah adalah dirinya sendiri;<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Berkurangnya kemampuan untuk berpikir, berkonsentrasi, dan membuat keputusan hampir setiap hari (ditandai oleh laporan subjektif atau pengamatan orang lain);<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Berulang-kali muncul pikiran akan kematian (bukan hanya takut mati), berulang-kali muncul pikiran untuk bunuh diri tanpa rencana yang jelas, usaha bunuh diri, dan rencana yang spesifik untuk mengakhiri nyawa sendiri<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">Gejala-gejala tersebut dapat menyebabkan gangguan jiwa yang cukup besar dan signifikan, sehingga menyebabkan gangguan nyata dalam kehidupan sosial, pekerjaan, atau area penting dalam kehidupan seseorang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Cara menanggulangi depresi berbeda-beda sesuai dengan keadaan pasien, tetapi biasanya merupakan gabungan dari farmakoterapi, psikoterapi, dan konseling. Dukungan dari orang-orang terdekat dan dukungan spiritual juga sangat membantu dalam proses penyembuhan.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Gejala_Depresi_Orang_Dewasa\"><\/span>1. Gejala Depresi Orang Dewasa<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Berikut beberapa gejala atau ciri depresesi yang umum terjadi.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"a_Gejala_Depresi_dari_Segi_Psikis\"><\/span>a. Gejala Depresi dari Segi Psikis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify\">Suasana hati memburuk secara drastis;<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Merasa sedih terus-menerus;<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Merasa putus asa;<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Merasa tidak berharga dan tidak berdaya;<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Tidak minat melakukan apa pun;<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Sering menangis tersedu-sedu;<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Terus-terusan diselimuti perasaan bersalah;<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Merasa kesal, gampang emosi, dan tidak toleran terhadap orang lain;<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Sulit membuat keputusan;<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Tidak bisa merasakan kebahagiaan atau kesenangan sedikit pun dari situasi dan kejadian yang positif;<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Selalu merasa cemas atau khawatir;<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Berpikir untuk bunuh diri atau melukai diri sendiri.<\/li>\n<\/ul>\n<h4 style=\"text-align: justify\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"b_Gejala_Depresi_dari_Segi_Fisik\"><\/span>b. Gejala Depresi dari Segi Fisik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify\">Bergerak atau berbicara lebih lambat dari biasanya;<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Banyak makan atau justru malas makan;<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Berat badan turun atau naik drastis karena nafsu makan berubah;<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Sembelit;<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Merasa sakit di sekujur tubuh tanpa sebab;<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Tampak lemas, lesu, tidak berenergi, dan selalu kelelahan;<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Gairah seks menurun, bahkan hilang sama sekali;<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Menstruasi tidak teratur;<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Timbul gangguan tidur, termasuk insomnia, bangun kepagian, atau justru banyak tidur.<\/li>\n<\/ul>\n<h4 style=\"text-align: justify\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"c_Gejala_Depresi_yang_Memengaruhi_Kehidupan_Sosial\"><\/span>c. Gejala Depresi yang Memengaruhi Kehidupan Sosial<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify\">Tidak bisa bekerja atau beraktivitas seperti biasa, tidak fokus, dan sulit berkonsentrasi;<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Menutup diri dan menghindari bersosialisasi dengan teman atau keluarga;<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Mengabaikan atau membenci hobi dan kegiatan yang sebelumnya sangat disukai;<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Sulit berinteraksi di rumah dan lingkungan kerja, bahkan sangat rentan menghadapi masalah dengan orang sekitar.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Setiap orang bisa merasakan tanda-tanda depresi yang berbeda-beda. Gejala umum yang disebutkan di atas lebih umum dirasakan oleh penderita usia dewasa. Gejala depresi yang khas juga bisa muncul pada kelompok usia tertentu, seperti anak-anak, remaja, dan lansia, meskipun tidak terlalu mencolok.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Gejala_Depresi_Anak-Anak_dan_Remaja\"><\/span>2. Gejala Depresi Anak-Anak dan Remaja<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Sebenarnya, ciri-ciri depresi pada anak dan remaja mirip dengan yang terjadi pada orang dewasa. Hanya saja, ada beberapa gejala depresi yang khas terjadi pada anak dan remaja, seperti dilansir dari laman <a href=\"https:\/\/www.mayoclinic.org\/diseases-conditions\/postpartum-depression\/symptoms-causes\/syc-20376617\"><em>Mayo Clinic<\/em><\/a> berikut.<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify\">Anak-anak yang depresi umumnya sering merasa sedih, cemas, dan <em>clingy<\/em> alias selalu ingin \u201cnempel\u201d dengan orang lain. Kondisi ini sering kali membuat anak-anak jadi malas ke sekolah, malas makan, hingga berat badan turun drastis;<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Remaja yang depresi biasanya menjadi mudah marah, sensitif, menjauh dari teman sebayanya, perubahan nafsu makan, hingga menyakiti diri sendiri. Remaja yang mengalami depresi rawan terjerumus dengan penggunaan narkoba atau alkohol karena tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Gejala_Depresi_Lansia\"><\/span>3. Gejala Depresi Lansia<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Depresi bukan hal yang normal terjadi pada orang yang berusia lanjut. Sayangnya, depresi pada lansia sulit dideteksi, sehingga sulit diobati. Gejala depresi pada lansia sebenarnya tidak jauh berbeda dengan orang dewasa pada umumnya. Namun, bisa pula muncul gejala lain yang mengikutinya, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Mudah lelah;<\/li>\n<li>Kehilangan nafsu makan;<\/li>\n<li>Gangguan tidur, entah tidak bisa tidur, bangun terlalu pagi, atau terlalu banyak tidur;<\/li>\n<li>Pikun atau mudah lupa;<\/li>\n<li>Malas keluar rumah dan menolak untuk bersosialisasi;<\/li>\n<li>Muncul pikiran ingin bunuh diri.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Berbagai gejala yang sudah disebutkan di atas bisa dikatakan sebagai depresi jika berlangsung setidaknya dua minggu atau lebih. Namun demikian, mungkin masih banyak tanda dan gejala depresi lainnya yang tidak disebutkan di atas.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/buah-dan-sayuran-yang-berkhasiat-untuk-menghilangkan-stres-dan-depresi?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/items\/45431\/thumb_image_normal\/ID_BDSYBUMSD2018MTH12.jpg\" alt=\"Ciri Ciri Depresi\" width=\"214\" height=\"342\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/buah-dan-sayuran-yang-berkhasiat-untuk-menghilangkan-stres-dan-depresi?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/button-1_RR.png\" \/><\/a><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tingkat_Keparahan_Depresi_Berdasarkan_Gejala_yang_Ditimbulkan\"><\/span>Tingkat Keparahan Depresi Berdasarkan Gejala yang Ditimbulkan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">Depresi yang tidak diobati akan semakin membahayakan jiwa penderitanya. Ini dikarenakan mereka bisa saja melakukan tindakan berbahaya yang membahayakan diri sendiri, misalnya melukai diri sendiri. Dokter biasanya akan meresepkan obat antidepresan atau psikoterapi untuk mencegah hal tersebut. Pilihan pengobatan untuk depresi ini akan disesuaikan dengan keparahan gejala yang dialami.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Berikut ini adalah pembagian tingkat keparahan depresi yang biasanya dilihat dari tanda dan gejala yang dialami penderitanya.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Depresi_Ringan\"><\/span>1. Depresi Ringan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Orang yang merasakan depresi ringan, biasanya merasakan perasaan lebih dari sekadar sedih. Ciri-ciri depresi ringan ini bisa berlangsung selama berhari-hari dan mengganggu aktivitas yang biasanya dilakukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Selain ciri tersebut, dokter mungkin mengkategorikan seseorang mengalami depresi tingkat ringan bila juga mengalami kondisi berikut ini.<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify\">Mudah tersinggung atau marah, merasa putus asa, membenci diri sendiri, dan terus-menerus merasa bersalah;<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Kehilangan minat terhadap aktivitas yang disukai, tidak tertarik untuk bersosialisasi, dan hilang motivasi;<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Mengalami insomnia, nafsu makan berubah, tubuh nyeri tanpa sebab, serta memiliki kecanduan karena melampiaskan diri dari stres dan tekanan dengan cara yang salah.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Jika gejala yang dialami bertahan hampir sepanjang hari, rata-rata empat hari dalam seminggu selama dua tahun, kemungkinan besar seseorang akan didiagnosis jenis depresi seperti gangguan depresi <em>dysthymia<\/em> (persisten). Beberapa orang mungkin mengabaikan atau menghindari konsultasi ke dokter, meskipun gejala depresi tersebut terlihat.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Depresi_Menengah\"><\/span>2. Depresi Menengah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Dalam hal keparahan gejala, depresi sedang naik tingkat dari kasus ringan. Depresi sedang dan ringan memiliki tanda yang sama, hanya saja lebih parah. Diagnosis untuk depresi tingkat sedang ini, biasanya ditandai dengan kondisi berikut ini.<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify\">Merasa rendah diri dan produktivitas berkurang;<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Merasa tidak berharga dan kurang peka dengan emosi maupun kondisi lingkungan;<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Terus merasa gelisah dan khawatir secara berlebihan.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Perbedaan terbesar tingkat depresi ini, yakni gejalanya berdampak buruk terhadap aktivitas di rumah, prestasi di sekolah, maupun produktivitas di tempat kerja.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Depresi_Parah\"><\/span>3. Depresi Parah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Depresi tingkat parah ini biasanya menimbulkan gejala yang berlangsung rata-rata enam bulan atau lebih. Gejalanya kadang bisa hilang beberapa saat, tetapi bisa juga kembali berulang. Orang yang didiagnosis memiliki depresi tingkat ini biasanya menunjukkan ciri-ciri berikut ini.<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify\">Delusi dan atau halusinasi;<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Pernah terpikir untuk melakukan bunuh diri atau sudah melukai diri sendiri.<\/li>\n<\/ul>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bagaimana_Pengobatannya\"><\/span>Bagaimana Pengobatannya?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">Pengobatan yang bisa dilakukan untuk depresi ringan umumnya sama dengan yang digunakan untuk mengobati depresi berat. Dokter dapat meresepkan obat antidepresan, seperti obat golongan <em>inhibitor reuptake serotonin selektif<\/em> (SSRI).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Selain itu, psikoterapi juga dikenal sebagai terapi bicara, sering kali dapat sangat membantu orang dengan depresi kronis tingkat rendah. Pengobatan yang sesuai dengan kondisi harus dikonsultasikan kepada dokter.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Selain pengobatan, ada juga beberapa perawatan perawatan diri yang dapat membantu mengobati depresi ringan kronis. Berikut ini adalah beberapa tips yang mungkin bisa membantu mengurangi gejala depresi.<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify\">Berolahraga secara rutin dengan intensitas sedang selama 30 menit hampir setiap hari dalam seminggu, serta tambahkan olahraga berat jika dirasa kamu mampu melakukannya;<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Hindari konsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang;<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Pastikan untuk meminum obat yang diresepkan dengan benar dan sesuai dosis. Jangan lupa beri tahu dokter tentang suplemen atau obat-pbatan apa pun yang sedang digunakan, termasuk obat herbal;<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Memakan makanan yang bervariasi dan bergizi setiap harinya;<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Temukan hal-hal untuk dilakukan yang kamu sukai;<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Tidur yang cukup dan pastikan untuk memiliki lingkungan tidur yang mendukung tidur nyenyak;<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Carilah teman-teman yang positif, suportif, dan menunjukkan bahwa mereka peduli kepada kamu.<\/li>\n<\/ul>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/seni-mengatasi-depresi?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/items\/208064589.jpg\" alt=\"Ciri Ciri Depresi\" width=\"261\" height=\"396\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/seni-mengatasi-depresi?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/button-1_RR.png\" \/><\/a><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kapan_Harus_ke_Dokter\"><\/span>Kapan Harus ke Dokter?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">Segera periksakan ke dokter jika kalian atau orang terdekat mengalami gejala di atas, terutama jika muncul keinginan untuk mencelakai diri sendiri atau orang lain. Penanganan yang tepat sejak dini dapat membantu penderita untuk lebih produktif dan mencegah terjadinya komplikasi akibat depresi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Perlu diketahui, penderita depresi berat sering kali tidak menyadari kondisinya. Jika kalian melihat orang yang sedang melakukan percobaan bunuh diri, segera bawa dirinya ke dokter untuk mendapatkan penanganan.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apakah_Depresi_Bisa_Disembuhkan\"><\/span>Apakah Depresi Bisa Disembuhkan?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">Secara medis, depresi dapat diobati. Namun, bukan berarti penyakit ini bisa disembuhkan total. Artinya, depresi bisa dikendalikan gejalanya, sehingga orang yang mengalaminya akan hidup seperti sediakala. Gejala dan efek dari depresi bisa diatasi dengan pengobatan yang tepat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Melakukan konsultasi ke dokter spesialis kejiwaan dapat membantu seseorang menemukan perawatan yang paling tepat untuk mengatasi gejala depresi yang muncul. Dokter mungkin akan meresepkan beberapa obat antidepresan dan mengombinasikannya dengan terapi tertentu, seperti:<\/p>\n<ul>\n<li><em>Cognitive behavioural therapy<\/em> (CBT);<\/li>\n<li>Terapi interpersonal;<\/li>\n<li>Psikoterapi;<\/li>\n<li>Konseling.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Catatan\"><\/span>Catatan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">Gejala depresi bisa muncul bukan hanya dari momen buruk yang dialami seseorang. Momen baik seperti pernikahan dan melahirkan juga bisa berujung pada munculnya depresi. Kenali tanda-tanda depresi yang muncul pada seseorang karena hal itu bisa membantu kalian untuk mencegahnya semakin memburuk.<\/p>\n<p>&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Itulah pembahasan mengenai gejala depresi ringan dan pengobatan yang bisa dilakukan. Gangguan ini tetap dapat berdampak serius terhadap kehidupan dan kemampuanmu untuk beraktivitas, meskipun dianggap kurang intens daripada depresi yang lebih parah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Jika kamu mengalami gejala depresi ringan yang tadi disebutkan, sebaiknya segera konsultasikan kepada psikolog atau psikiater. Perawatan seperti psikoterapi dan pengobatan dapat membantumu merasa lebih baik.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Rujukan\"><\/span>Rujukan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<ul>\n<li>&#8220;Gejala Depresi&#8221;. <em>Alodokter. <\/em>Diakses pada 31 Januari 2023.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">&#8220;Ini Ciri-Ciri Depresi Ringan yang Masih Sering Diabaikan&#8221;. <em>Halodoc. <\/em>Diakses pada 31 Januari 2023.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">&#8220;Kenali Gejala Depresi Berdasarkan Usia dan Tingkat Keparahannya&#8221;. <em>HelloSehat. <\/em>Diakses pada 31 Januari 2023.<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ciri-Ciri Depresi \u2013 Depresi adalah suatu kondisi medis berupa perasaan sedih yang berdampak negatif terhadap pikiran, tindakan, perasaan, dan kesehatan mental seseorang. Kondisi depresi adalah reaksi normal sementara terhadap peristiwa-peristiwa hidup, misalnya kehilangan orang tercinta. Depresi juga dapat merupakan gejala dari sebuah penyakit fisik dan efek samping dari penggunaan obat dan perawatan medis tertentu. Dalam [&hellip;] <a class=\"g1-link g1-link-more\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-depresi\/\">More<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":185533080,"featured_media":56372,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1905],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v17.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kenali Ciri-Ciri Depresi Seseorang yang Masih Sering Diabaikan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Kenali Ciri-Ciri Depresi Seseorang yang Masih Sering Diabaikan dari Gramedia. Simak di sini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-depresi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kenali Ciri-Ciri Depresi Seseorang yang Masih Sering Diabaikan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Kenali Ciri-Ciri Depresi Seseorang yang Masih Sering Diabaikan dari Gramedia. Simak di sini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-depresi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Best Seller Gramedia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-02-13T03:41:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-06-30T01:23:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/13111554\/gangguan-depresi-mayor-1-Photo-by-Sofia-Alejandra-from-Pexels.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"800\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"R Adinda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"12 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\",\"name\":\"Gramedia\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\",\"sameAs\":[],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"Gramedia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\",\"name\":\"Best Seller Gramedia\",\"description\":\"Inspiration Transformed\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-depresi\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/13111554\/gangguan-depresi-mayor-1-Photo-by-Sofia-Alejandra-from-Pexels.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/13111554\/gangguan-depresi-mayor-1-Photo-by-Sofia-Alejandra-from-Pexels.jpg\",\"width\":1200,\"height\":800,\"caption\":\"pexels.id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-depresi\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-depresi\/\",\"name\":\"Kenali Ciri-Ciri Depresi Seseorang yang Masih Sering Diabaikan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-depresi\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2023-02-13T03:41:32+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-30T01:23:34+00:00\",\"description\":\"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Kenali Ciri-Ciri Depresi Seseorang yang Masih Sering Diabaikan dari Gramedia. Simak di sini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-depresi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-depresi\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-depresi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kenali Ciri-Ciri Depresi Seseorang yang Masih Sering Diabaikan\"}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-depresi\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-depresi\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/dc19a84f8c9b397f22a3dd35d7c774ab\"},\"headline\":\"Kenali Ciri-Ciri Depresi Seseorang yang Masih Sering Diabaikan\",\"datePublished\":\"2023-02-13T03:41:32+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-30T01:23:34+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-depresi\/#webpage\"},\"wordCount\":2179,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-depresi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/13111554\/gangguan-depresi-mayor-1-Photo-by-Sofia-Alejandra-from-Pexels.jpg\",\"articleSection\":[\"Buku Psikologi\"],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/dc19a84f8c9b397f22a3dd35d7c774ab\",\"name\":\"R Adinda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/adinda-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/adinda-96x96.jpg\",\"caption\":\"R Adinda\"},\"description\":\"Dunia psikologi memang selalu menarik untuk dibahas. Selain menarik, dunia dengan mengetahui dunia psikologi akan membantu seseorang dalam dalam mengenali dirinya sendiri.\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/author\/r-adinda\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kenali Ciri-Ciri Depresi Seseorang yang Masih Sering Diabaikan","description":"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Kenali Ciri-Ciri Depresi Seseorang yang Masih Sering Diabaikan dari Gramedia. Simak di sini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-depresi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kenali Ciri-Ciri Depresi Seseorang yang Masih Sering Diabaikan","og_description":"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Kenali Ciri-Ciri Depresi Seseorang yang Masih Sering Diabaikan dari Gramedia. Simak di sini!","og_url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-depresi\/","og_site_name":"Best Seller Gramedia","article_published_time":"2023-02-13T03:41:32+00:00","article_modified_time":"2023-06-30T01:23:34+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":800,"url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/13111554\/gangguan-depresi-mayor-1-Photo-by-Sofia-Alejandra-from-Pexels.jpg","path":"s3apsoutheast1:\/\/wp-best-seller\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/13111554\/gangguan-depresi-mayor-1-Photo-by-Sofia-Alejandra-from-Pexels.jpg","size":"full","id":56372,"alt":"Depresi Mayor","pixels":960000,"type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"R Adinda","Estimasi waktu membaca":"12 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization","name":"Gramedia","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/","sameAs":[],"logo":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png","width":512,"height":512,"caption":"Gramedia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo"}},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/","name":"Best Seller Gramedia","description":"Inspiration Transformed","publisher":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-depresi\/#primaryimage","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/13111554\/gangguan-depresi-mayor-1-Photo-by-Sofia-Alejandra-from-Pexels.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/13111554\/gangguan-depresi-mayor-1-Photo-by-Sofia-Alejandra-from-Pexels.jpg","width":1200,"height":800,"caption":"pexels.id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-depresi\/#webpage","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-depresi\/","name":"Kenali Ciri-Ciri Depresi Seseorang yang Masih Sering Diabaikan","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-depresi\/#primaryimage"},"datePublished":"2023-02-13T03:41:32+00:00","dateModified":"2023-06-30T01:23:34+00:00","description":"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Kenali Ciri-Ciri Depresi Seseorang yang Masih Sering Diabaikan dari Gramedia. Simak di sini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-depresi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-depresi\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-depresi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kenali Ciri-Ciri Depresi Seseorang yang Masih Sering Diabaikan"}]},{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-depresi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-depresi\/#webpage"},"author":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/dc19a84f8c9b397f22a3dd35d7c774ab"},"headline":"Kenali Ciri-Ciri Depresi Seseorang yang Masih Sering Diabaikan","datePublished":"2023-02-13T03:41:32+00:00","dateModified":"2023-06-30T01:23:34+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-depresi\/#webpage"},"wordCount":2179,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-depresi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/13111554\/gangguan-depresi-mayor-1-Photo-by-Sofia-Alejandra-from-Pexels.jpg","articleSection":["Buku Psikologi"],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/dc19a84f8c9b397f22a3dd35d7c774ab","name":"R Adinda","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#personlogo","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/adinda-96x96.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/adinda-96x96.jpg","caption":"R Adinda"},"description":"Dunia psikologi memang selalu menarik untuk dibahas. Selain menarik, dunia dengan mengetahui dunia psikologi akan membantu seseorang dalam dalam mengenali dirinya sendiri.","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/author\/r-adinda\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73820"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/users\/185533080"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=73820"}],"version-history":[{"count":12,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73820\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":76528,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73820\/revisions\/76528"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/media\/56372"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=73820"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=73820"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=73820"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}