{"id":46866,"date":"2022-08-01T14:53:35","date_gmt":"2022-08-01T07:53:35","guid":{"rendered":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?p=46866"},"modified":"2023-06-30T08:26:28","modified_gmt":"2023-06-30T01:26:28","slug":"denial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/denial\/","title":{"rendered":"Mengenal Denial, 5 Tahap Kesedihan, serta Cara Untuk Mengatasinya"},"content":{"rendered":"<p><strong>Denial &#8211; <\/strong>Dalam menghadapi berbagai macam emosi negatif seperti kesedihan, duka, dan juga kehilangn bukanlah hal yang mudah bagi sebagian orang. Kesedihan yang <em>Grameds<\/em> rasakan bahkan bisa saja baru terasa hilang setelah berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun lamanya.<\/p>\n<p>Hal ini merupakan hal yang wajar, karena <em>Grameds<\/em> sedang merasakan sedih berarti <em>Grameds <\/em>sedang melalui 5 fase yang saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya termasuk denial.<\/p>\n<p>Tiap-tiap orang bisa mengalami tahapan kesedihan dengan jangka waktu dan bentuk yang berbeda-beda. Akan tetapi, tahap-tahap kesedihan pada umumnya akan membawa seseorang untuk melalui proses yang sama, yaitu dimulai dari tahap amarah yang meluap hingga akhirnya mencapai ke tahap penerimaan.<\/p>\n<p>Apa saja tahap-tahap tersebut dan pengaruhnya bagi kehidupan <em>Grameds<\/em>? Simak informasi berikut seputar denial.<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_17 counter-hierarchy counter-decimal ez-toc-grey\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class=\"ez-toc-list ez-toc-list-level-1\"><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/denial\/#PENGERTIAN_LIMA_TAHAPAN_KESEDIHAN\" title=\"PENGERTIAN LIMA TAHAPAN KESEDIHAN\">PENGERTIAN LIMA TAHAPAN KESEDIHAN<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-3\"><li class=\"ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/denial\/#1_Penyangkalan_Denial\" title=\"1. Penyangkalan (Denial)\">1. Penyangkalan (Denial)<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/denial\/#2_Marah_Anger\" title=\"2. Marah (Anger)\">2. Marah (Anger)<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/denial\/#3_Menawar_Bargaining\" title=\"3. Menawar (Bargaining)\">3. Menawar (Bargaining)<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/denial\/#4_Depresi_Depression\" title=\"4. Depresi (Depression)\">4. Depresi (Depression)<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/denial\/#5_Penerimaan_Acceptance\" title=\"5. Penerimaan (Acceptance)\">5. Penerimaan (Acceptance)<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/denial\/#Cara_Jitu_Untuk_Mengatasi_Rasa_Sedih\" title=\"Cara Jitu Untuk Mengatasi Rasa Sedih\">Cara Jitu Untuk Mengatasi Rasa Sedih<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-3\"><li class=\"ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/denial\/#1_Akui_bahwa_Grameds_sedang_merasa_sedih\" title=\"1. Akui bahwa Grameds sedang merasa sedih\">1. Akui bahwa Grameds sedang merasa sedih<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/denial\/#2_Renungkan_permasalahan_yang_membuat_Grameds_bersedih\" title=\"2. Renungkan permasalahan yang membuat Grameds bersedih\">2. Renungkan permasalahan yang membuat Grameds bersedih<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/denial\/#3_Beri_waktu\" title=\"3. Beri waktu\">3. Beri waktu<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/denial\/#4_Bercerita_ke_orang_yang_dipercaya\" title=\"4. Bercerita ke orang yang dipercaya\">4. Bercerita ke orang yang dipercaya<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/denial\/#5_Jauhi_berbagai_hal_yang_dapat_memicu_rasa_sedih\" title=\"5. Jauhi berbagai hal yang dapat memicu rasa sedih\">5. Jauhi berbagai hal yang dapat memicu rasa sedih<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/denial\/#6_Coba_kegiatan_baru\" title=\"6. Coba kegiatan baru\">6. Coba kegiatan baru<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/denial\/#7_Mencoba_menulis_jurnal\" title=\"7. Mencoba menulis jurnal\">7. Mencoba menulis jurnal<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/denial\/#Rasa_Sedih_Berbeda_Dengan_Depresi\" title=\"Rasa Sedih Berbeda Dengan Depresi\">Rasa Sedih Berbeda Dengan Depresi<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-16\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/denial\/#Atasi_Rasa_Sedih_Dengan_Konsultasi_Ke_Psikolog\" title=\"Atasi Rasa Sedih Dengan Konsultasi Ke Psikolog\">Atasi Rasa Sedih Dengan Konsultasi Ke Psikolog<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"PENGERTIAN_LIMA_TAHAPAN_KESEDIHAN\"><\/span>PENGERTIAN LIMA TAHAPAN KESEDIHAN<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_44255\" aria-describedby=\"caption-attachment-44255\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-44255 size-medium\" src=\"https:\/\/cdnwpedutorenews.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/14194859\/denial-1-300x173.jpeg\" alt=\"denial\" width=\"300\" height=\"173\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-44255\" class=\"wp-caption-text\">https:\/\/www.pexels.com<\/figcaption><\/figure>\n<p>Elisabeth K\u00fcbler-Ross seorang penulis sekaligus psikiater yang berasal dari Amerika-Swiss, pada tahun 1969 mengusulkan sebuah teori yang dikenal dengan <em>The Five Stages of Grief <\/em>yang berarti 5 tahapan kesedihan. Teori ini menyatakan bahwa tiap-tiap orang mengalami 5 tahapan ketika menghadapi kesedihan.<\/p>\n<p>Sebelum mengetahui lebih lanjut dari kelima tahapan tersebut, penting untuk diketahui bahwa K\u00fcbler-Ross awalnya hanya mengenalkan teori ini bukan untuk menjelaskan mengenai proses saat kita kehilangan orang yang dicintai. Teori ini memberikan gambaran mengenai kondisi pasien ketika ia mengetahui bahwa dirinya mengidap penyakit yang parah.<\/p>\n<p>Menurut K\u00fcbler-Ross, ada lima tahapan kesedihan yang dialami oleh para pasien saat mengetahui perihal berita buruk tersebut. Tahapan-tahapan yang mereka alami yaitu penyangkalan (<em>denial<\/em>), marah (<em>anger<\/em>), menawar (<em>bargaining<\/em>), depresi (<em>depression<\/em>), dann yang terakhir yaitu penerimaan (<em>acceptance<\/em>).<\/p>\n<p>Tahapan yang sama ternyata juga terjadi kepada para anggota keluarga dan juga orang-orang yang dekat dengan pasien ketika pasien meninggal. Teori ini akhirnya dipakai untuk menjelaskan mengapa seseorang bisa merasa sedih selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun setelah kehilangan orang yang ia sayangi.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/kita-semua-pernah-sedih??utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=bestsellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-44259 size-medium\" src=\"https:\/\/cdnwpedutorenews.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/14200012\/boy-candra-203x300.jpg\" alt=\"kita semua pernah sedih - denial\" width=\"203\" height=\"300\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/kita-semua-pernah-sedih??utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=bestsellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-43970 aligncenter\" src=\"https:\/\/cdnwpedutorenews.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/13053109\/button-7.png\" alt=\"\" width=\"180\" height=\"51\" \/><\/a><\/p>\n<p>Faktanya, menghadapi kesedihan tak sesederhana itu. Mengutip Heal Grief, kelima tahap tersebut memiliki sifat yang subjektif dan tidak dapat diterapkan kepada semua orang. Meski begitu, memahami kelimanya bisa membantu <em>Grameds<\/em> ketika menghadapi masa-masa yang sulit.<\/p>\n<p>Walau belum sepenuhnya teori ini terbukti secara ilmiah, teori yang diperkenalkan oleh K\u00fcbler-Ross dapat membantu <em>Grameds<\/em> ketika menghadapi masa sulit. Mengingat bahwa tiap-tiap orang adalah pribadi yang unik dan berbeda-beda, tahapan-tahapan tersebut bisa saja tidak selalu terjadi dalam urutan yang sama persis.<\/p>\n<p>Secara umum, tahap-tahap kesedihan terdiri dari:<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Penyangkalan_Denial\"><\/span>1. Penyangkalan (<em>Denial<\/em>)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Pada tahap penyangkalan atau denial ini, seseorang lebih cenderung untuk berpura-pura tidak mengetahui atau tidak ingin mengakui bahwa ada suatu hal yang telah terjadi. Contoh denial, pasien yang telah didiagnosis memiliki penyakit parah mungkin saja akan berkata, \u201cHasilnya bisa saja salah, bisakah kita cek ulang? Saya tidak mungkin mempunyai penyakit seperti ini.\u201d<\/p>\n<p>Penyangkalan atau denial sebenarnya mempunyai manfaat untuk meredam emosi negatif yang datang sehingga <em>Grameds<\/em> dapat menerima permasalahan tersebut dengan perlahan. Seiring berjalannya waktu, tahap kesedihan ini akan semakin berkurang dan <em>Grameds<\/em> mulai merasakan emosi yang pada sebelumnya telah <em>Grameds<\/em> sangkal.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Marah_Anger\"><\/span>2. Marah (<em>Anger<\/em>)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Penyangkalan atau denial adalah salah satu upaya dari otak untuk melindungi diri, sedangkan marah adalah sebuah tahapan ketika <em>Grameds<\/em> melakukan pelampiasan atas emosi yang muncul. Pada tahap ini, <em>Grameds<\/em> bisa saja melampiaskan amarah kepada orang yang sedang berada di sekitar, benda mati, ataupun kepada diri sendiri.<\/p>\n<p>Misalnya, saat <em>Grameds<\/em> putus dengan pacar, <em>Grameds<\/em> mungkin akan mengatakan hal-hal yang buruk seperti, \u201cSaya benci dia! Bajingan itu pasti akan menyesal\u201d <em>Grameds<\/em> pasti mengetahui bahwa kata-kata tersebut bukanlah kata-kata yang baik, tetapi <em>Grameds<\/em> juga membutuhkan waktu hingga dapat berpikir logis kembali serta mengendalikan emosi yang ada.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Menawar_Bargaining\"><\/span>3. Menawar (<em>Bargaining<\/em>)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><em>Bargaining<\/em> adalah tahap kesedihan yang dapat membuat <em>Grameds<\/em> ingin memperoleh control kembali atas hidup. <em>Grameds<\/em> akan mulai mempertanyakan dan beranda-andai. Misalnya, orang yang religius mungkin akan berjanji kepada Tuhan dan diri sendiri untuk lebih sering beribadah apabila penyakitnya disembuhkan.<\/p>\n<p>Saat orang terdekat <em>Grameds<\/em> meninggal, <em>Grameds<\/em> mungkin akan berkata, \u201cAndai saja saya sempat menemuinya pada waktu itu,\u201d dan hal-hal serupa lainnya. Meskipun terasa menyakitkan, tetapi tahap menawar dapat membantu <em>Grameds<\/em> unyuk menunda datangnya rasa sakit, sedih, dan bingung yang bermunculan.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Depresi_Depression\"><\/span>4. Depresi (<em>Depression<\/em>)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Selama beberapa tahap awal, akan sangat wajar apabila <em>Grameds<\/em> berusaha untuk melawan semua emosi negatif. Meski begitu, emosi negatif tersebut pada akhirnya akan tetap muncul. <em>Grameds<\/em> bisa saja merasa putus asa lalu berkata, \u201cApa jadinya hidup saya bila tidak ada dia?\u201d atau \u201cSaya tidak tahu harus bagaima lagi.\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/bacalah-saat-hatimu-sedih??utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=bestsellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-44258 size-medium\" src=\"https:\/\/cdnwpedutorenews.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/14200008\/bacalah-saat-hatimu-sedih-199x300.jpg\" alt=\"bacalah saat hatimu sedih - denial\" width=\"199\" height=\"300\" \/><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-43970 aligncenter\" src=\"https:\/\/cdnwpedutorenews.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/13053109\/button-7.png\" alt=\"\" width=\"180\" height=\"51\" \/><\/a><\/p>\n<p>Depresi merupakan tahap yang sangat sulit karena semua hal negatif seakan terkumpul pada tahapan ini, tetapi tahap ini juga bisa membantu <em>Grameds<\/em> untuk menghadapi kesedihan dengan cara yang baik. Apabila <em>Grameds<\/em> merasa kesulitan dalam menghadapiya, cobalah untuk meminta bantuan kepada seorang yang ahli atau psikolog.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Penerimaan_Acceptance\"><\/span>5. Penerimaan (<em>Acceptance<\/em>)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Penerimaan tidak selalu berarti bahagia atau <em>Grameds<\/em> telah melupakan dan <em>move on <\/em>dengan sepenuhnya. Pada tahap penerimaan ini, <em>Grameds<\/em> mulai menerima bahwa hal buruk memang telah terjadi dan mulai untuk memahami arti dari permasalahan tersebut bagi hidup. <em>Grameds<\/em> juga bisa jadi merasa berbeda karena telah melewati perubahan dalam hidup yang cukup besar.<\/p>\n<p>Misalnya, pasca kehilangan pekerjaan, seseorang mungkin akna berkata, \u201cKalau begitu, saya akan mencari pekerjaan baru atau mulai untuk membangun usaha.\u201d Walau tidak mudah, penerimaan ini menandakan bahwa <em>Grameds<\/em> mulai percaya bahwa ada banyak hal yang lebih baik di luar sana.<\/p>\n<p>Teori lima tahap kesedihan memanglah tidak dapat diterapkan kepada semua orang. Teori ini masih terlalu sederhana untuk memberikan gambaran mengenai kepribadian manusia yang rumit. Meski demikian, <em>Grameds<\/em> bisa mempelajari banyak hal baik di dalamnya ketika menghadapi kesedihan.<\/p>\n<p>Hadapi tiap-tiap tahapan dengan perlahan dan beristirahatlah sejenak ketika semuanya membuat <em>Grameds<\/em> merasa lelah. Pada akhirnya, <em>Grameds<\/em> akan berkembang menjadi seseorang yang jauh lebih tangguh karena telah berhasil menghadapi masa-masa sulit.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Jitu_Untuk_Mengatasi_Rasa_Sedih\"><\/span>Cara Jitu Untuk Mengatasi Rasa Sedih<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_44254\" aria-describedby=\"caption-attachment-44254\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-44254 size-medium\" src=\"https:\/\/cdnwpedutorenews.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/14194856\/cara-jitu-300x200.jpeg\" alt=\"denial\" width=\"300\" height=\"200\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-44254\" class=\"wp-caption-text\">https:\/\/www.pexels.com<\/figcaption><\/figure>\n<p>Merasa sedih merupakan hal yang wajar, tetapi tidak baik juga apabila dibiarkan hingga terlalu berlarut-larut. Berikut adalah beberapa cara yang baik dan sehat untuk mengusir kesedihan :<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Akui_bahwa_Grameds_sedang_merasa_sedih\"><\/span>1. Akui bahwa <em>Grameds<\/em> sedang merasa sedih<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Biasanya kita sering memasang senyum palsu serta berpura-pura kuat supaya tidak terlihat cengeng di hadapan orang lain. Tidak sedikit pula yang secara terang-terangan menyangkal atau tidak mau mengakui bahwa mereka sedang merasa sedih.<\/p>\n<p>Padahal, penyangkalan atau denial justru akan berbalik menjadi hal yang merugikan bagi kesehatan fisik dan mental <em>Grameds<\/em>. Bayangkan apabila seluruh kesedihan yang dipendam lambat laun akan menumpuk menjadi satu seperti \u201cbom waktu\u201d yang bisa meledak kapan saja. Tak hanya menghancurkan diri sendiri, tetapi pada akhirnya juga akan menghancurkan orang lain yang berada di sekitar <em>Grameds<\/em>.<\/p>\n<p>Nah maka dari itu, cobalah untuk mengakui bahwa <em>Grameds<\/em> memang sedang bersedih. Ingatlah bahwa kesedihan merupakan emosi dan reaksi normal bagi tiap-tiap manusia. Jadi, tidak ada yang salah apabila <em>Grameds<\/em> merasakan emosi ini. Jika perlu cobalah untuk meluapkan kesedihan <em>Grameds<\/em> dengan cara menangis. Menangis dapat membantu <em>Grameds<\/em> untuk merasa lega.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Renungkan_permasalahan_yang_membuat_Grameds_bersedih\"><\/span>2. Renungkan permasalahan yang membuat <em>Grameds<\/em> bersedih<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Setelah kondisi <em>Grameds<\/em> cukup membaik, renungkan kembali mengenai kesedihan yang <em>Grameds<\/em> rasakan. Tanyakanlah kepada diri sendiri, hal apa yang sebenarnya membuat <em>Grameds<\/em> merasa sakit dan sedih? Apakah emosi tersebut muncul perihal kehilangan atau peristiwa yang tidak menyenangkan?<\/p>\n<p>Merenungkan serta memahami emosi yang <em>Grameds<\/em> rasakan dapat membantu <em>Grameds<\/em> untuk melawan rasa sedih. Walau begitu, jangan sampai menghakimi diri <em>Grameds<\/em> sendiri, ya.<\/p>\n<p>Ingatlah bahwa tiap-tiap kesedihan adalah bagian dari kehidupan dan selalu ada pembelajaran dari tiap-tiap situasi yang telah <em>Grameds<\/em> alami.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Beri_waktu\"><\/span>3. Beri waktu<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Penelitian menunjukkan bahwa mayoritas orang dapat pulih kembali dari kesedihan mereka sendiri seiring dengan berjalannya waktu. Lamanya waktu yang diperlukan tentu saja berbeda-beda pada tiap-tiap orang.<\/p>\n<p>Mungkin <em>Grameds<\/em> memerlukan waktu seharian, seminggu, atau bahkan berbulan-bulan hingga bertahun-tahun untuk bisa menerima kegagalan, rasa putus asa, dan lain sebagainya. Jadi, ayo nikmati semua proses penyembuhannya.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Bercerita_ke_orang_yang_dipercaya\"><\/span>4. Bercerita ke orang yang dipercaya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Jangan biarkan <em>Grameds<\/em> terus-menerus terperangkap di dalam rasa sedih. Tidak ada salahnya untuk beralih mencari orang yang <em>Grameds<\/em> percaya untuk sekadar mengurangi beban di hati sekaligus mencari sudut pandang lain atas masalah yang sedang <em>Grameds<\/em> alami. <em>Grameds<\/em> bisa berbagi segala keluh kesah kehidupan dengan orang tua, teman, pasangan, atau sahabat terdekat.<\/p>\n<p>Orang-orang yang peduli dengan <em>Grameds<\/em> akan melakukan usaha dengan sekuat tenaga untuk menghibur serta mengalihkan pikiran <em>Grameds<\/em> dari rasa yang sedang <em>Grameds<\/em> alami. Jadi, janganlah merasa ragu dan sungkan untuk meminta bantuan ke orang-orang terdekat..<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Jauhi_berbagai_hal_yang_dapat_memicu_rasa_sedih\"><\/span>5. Jauhi berbagai hal yang dapat memicu rasa sedih<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Apabila <em>Grameds<\/em> menyadari bahwa ada beberapa benda atau tempat yang mempunyai potensi untuk membuat <em>Grameds<\/em> sedih, alangkah baiknya apabila <em>Grameds<\/em> menghindari hal tersebut. Menghindari hal-hal tersebut bukanlah hal yang mudah memang. Walau demikian, <em>Grameds<\/em> tetap harus berusaha semaksimal mungkin supaya <em>Grameds<\/em> tidak berurusan dengan hal-hal yang dapa membuat <em>Grameds<\/em> kembali merasa sedih.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/terima-kasih-telah-menyudahi-sedih-ini??utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=bestsellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-44260 size-medium\" src=\"https:\/\/cdnwpedutorenews.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/14200016\/terimakasih-telah-menyudahi-sedih-ini-195x300.jpg\" alt=\"terima kasih, telah menyudahi sedih ini - denial\" width=\"195\" height=\"300\" \/><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-43970 aligncenter\" src=\"https:\/\/cdnwpedutorenews.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/13053109\/button-7.png\" alt=\"\" width=\"180\" height=\"51\" \/><\/a><\/p>\n<p>Apabila <em>Grameds<\/em> terus-menerus merasa dihantui dengan berbagai hal yang dapat memancing kesedihan, <em>Grameds<\/em> tentu tidak akan pernah merasa bebas. Kuncinya adalah; cobalah untuk mengalihkan perhatian dan pikiran <em>Grameds<\/em> kepada hal-hal lain seperti menyibukkan diri, sehingga <em>Grameds<\/em> tidak mempunyai kesempatan untuk memikirkan hal-hal yang membuat <em>Grameds<\/em> merasa sedih.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Coba_kegiatan_baru\"><\/span>6. Coba kegiatan baru<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Boleh untuk merasakan sedih, tetapi jangan lupa untuk tetap membahagiakan diri <em>Grameds<\/em> sendiri. Cobalah untuk menyibukkan diri dengan mencoba melakukan semua kegiatan yang <em>Grameds<\/em> sukai atau yang belum bisa <em>Grameds<\/em> lakukan sebelumnya.<\/p>\n<p>Gunakanlah kesempatan ini untuk mencoba hal-hal yang baru yang bisa membantu <em>Grameds<\/em> untuk melupakan rasa sedih. Misalnya, <em>Grameds<\/em> bisa pergi jalan-jalan ke destinasi wisata yang tidak pernah <em>Grameds<\/em> kunjungi sebelumnya. Dengan begitu <em>Grameds<\/em> bisa me-<em>refresh<\/em> kembali pikiran dan perasaan yang selama ini berantakan.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Mencoba_menulis_jurnal\"><\/span>7. Mencoba menulis jurnal<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Selain berkeluh kesah kepada orang-orang yang <em>Grameds<\/em> percayai, <em>Grameds<\/em> juga dapat mencurahkan seluruh isi hati serta perasaan <em>Grameds<\/em> pada sebuah tulisan. <em>Grameds<\/em> bisa membuat sebuah jurnal atau catatan harian yang berisi perihal hal positif apa saja yang berhasil <em>Grameds<\/em> lakukan serta terima pada tiap hari.<\/p>\n<p>Bagi beberapa orang, menulis bisa menjadi sebuah terapi untuk mengolah emosi. <em>Grameds<\/em> juga bisa membaca kembali tulisan <em>Grameds<\/em> supaya memahami dengan lebih baik perihal kesedihan yang <em>Grameds<\/em> rasakan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Rasa_Sedih_Berbeda_Dengan_Depresi\"><\/span>Rasa Sedih Berbeda Dengan Depresi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_44256\" aria-describedby=\"caption-attachment-44256\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-44256 size-medium\" src=\"https:\/\/cdnwpedutorenews.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/14194902\/depresi-300x200.webp\" alt=\"denial\" width=\"300\" height=\"200\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-44256\" class=\"wp-caption-text\">https:\/\/www.pexels.com<\/figcaption><\/figure>\n<p>Rasa sedih merupakan sebuah reaksi alami terhadap situasi yang menyebabkan rasa sakit atau yang tidak mengenakkan. Meski begitu, rasa sakit yang disebabkan oleh kesedihan pada umumnya dapat mereda seiring dengan berjalannya waktu. Setelah <em>Grameds<\/em> berhasil <em>move on<\/em> dari masalah tersebut, rasa sediha akan segera terganti dengan rasa lega dan kebahagiaan pada akhirnya.<\/p>\n<p>Berbeda dengan depresi yang merupakan penyakit mental berjangka panjang. Depresi dapat memengaruhi cara <em>Grameds<\/em> untuk merasa, berpikir, serta berperilaku sehingga menjadikan <em>Grameds<\/em> terus menerus merasakan sedih. Bahkan hal ini bisa terus berlangsung selama berminggu-minggu, atau lebih dari enam bulan secara berturut-turut.<\/p>\n<p>Seseorang yang mengalami penyakit mental berupa depresi juga dapat mengalami perubahan pada selera makan, pola tidur, hingga mendapatkan kesulitan untuk berkonsentrasi serta mengambil keputusan. Tak hanya itu saja, seseorang dengan kondisi ini juga lebih cenderung menutup diri serta menghindari sosialisasi dengan kerabat dekat, pasangan, atau bahkan keluarganya.<\/p>\n<p>Orang dengan penyakit depresi biasanya juga menjadi kehilangan minat pada hal-hal yang dulu sangat disukainya. Depresi dapat membuat seseorang selalu merasa dihantui dengan penuh perasaan bersalah, putus asa, dan tidak berdaya. Dalam tahapan yang parah, depresi juga mampu membuat penderitanya mempunyai keinginan untuk melukai dirinya sendiri atau bahkan melakukan bunuh diri.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Atasi_Rasa_Sedih_Dengan_Konsultasi_Ke_Psikolog\"><\/span>Atasi Rasa Sedih Dengan Konsultasi Ke Psikolog<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_44257\" aria-describedby=\"caption-attachment-44257\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-medium wp-image-44257\" src=\"https:\/\/cdnwpedutorenews.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/14194906\/psikolog-300x200.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"200\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-44257\" class=\"wp-caption-text\">https:\/\/www.pexels.com<\/figcaption><\/figure>\n<p>Telah mencoba berbagai macam cara tetapi rasa sedih tak juga kunjung hilang? Janganlah ragu untuk berkonsultasi ke ahli atau psikolog terdekat.<\/p>\n<p>Kebanyakan orang akan menganggap bahwa orang yang berkunjung ke psikolog adalah orang yang memiliki sakit mental. Padahal, tidak selalu begitu. Siapapun diperbolehkan untuk melakukan konsultasi ke psikolog demi menjaga kesehatan mental dan jiwanya.<\/p>\n<p>Perlu dipahami bahwa kesehatan mental perlu diutamakan dan memiliki tingkat kepentingan yang sama dengan kesehatan fisik <em>Grameds<\/em>. Jadi, tak perlu diagnosis depresi atau memiliki gangguan jiwa terlebih dahulu untuk pergi ke psikolog.<\/p>\n<p>Lantas, mengapa harus ke psikolog? Ada berbagai ragam alasan kenapa <em>Grameds<\/em> sebaiknya melakukan konsultaso ke psikolog.<\/p>\n<ol>\n<li>Psikolog telah terlatih dan memiliki pengalaman untuk benar-benar mendengarkan kliennya. Melalui serangkaian pendidikan dan juga pelatihan, psikolog mempunyai kemampuan untuk mengulik akar permasalahan berdasarkan cerita yang <em>Grameds <\/em> Tak hanya itu, psikolog juga memiliki peran untuk membantu <em>Grameds<\/em> dalam menghadapi berbagai macam masalah.<\/li>\n<li>Psikolog adalah sosok yang netral. Seberat apa pun masalah yang sedang <em>Grameds<\/em> hadapi, psikolog tidak akan menghakimi <em>Grameds<\/em>. Ya, psikolog tak memiliki keinginan pribadi untuk membuat <em>Grameds<\/em> melakukan hal-hal yang tidak sejalan dengan nilai-nilai yang sedang <em>Grameds<\/em><\/li>\n<li>Psikolog memberikan jaminan atas kerahasiaan masalah <em>Grameds<\/em>. Psikolog adalah seorang yang ahli atau professional di bidangnya, sehingga mereka akan menjaga seluruh rahasia <em>Grameds<\/em> dengan baik. Jadi, jangan takut untuk jujur dan menceritakan apa yang sedang <em>Grameds<\/em> alami dan rassakan.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Baca juga :<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li class=\"entry-title\"><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/prejudice\/\">Pengertian Prejudice: Aspek, Jenis, dan Indikator Pelakunya<\/a><\/li>\n<li class=\"entry-title\"><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/pengertian-stigma\/\">Pengertian Stigma: Faktor Pembentuk, Jenis, Dampak dan Contohnya<\/a><\/li>\n<li class=\"entry-title\"><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/star-syndrome\/\">Star Syndrome: Ciri-ciri, Penyebab dan Cara Mengatasinya<\/a><\/li>\n<li class=\"entry-title\"><a title=\"Cara Berpikir Diakronik: Definisi, Ciri-Ciri, dan Contoh-Contohnya\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/cara-berpikir-diakronik\/\">Cara Berpikir Diakronik: Definisi, Ciri-Ciri, dan Contoh-Contohnya<\/a><\/li>\n<li class=\"entry-title\"><a title=\"Apa itu Semicolon? dan Apa Hubungannya dengan Self Healing?\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/semicolon\/\">Apa itu Semicolon? dan Apa Hubungannya dengan Self Healing?<\/a><\/li>\n<\/ul>\n[vc_row][vc_column width=\"1\/2\"][vc_tta_accordion][vc_tta_section title=\"Kategori Ilmu Berkaitan Psikologi\" tab_id=\"1609657986694-ec9fcf86-8e01\"][vc_column_text]\r\n<ul>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/buku-hrd-manajemen-sdm\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Buku Pedoman HRD &amp; SDM<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/buku-psikologi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Buku Psikologi Best Seller<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/gramedia.com\/best-seller\/buku-psikologi-pendidikan-best-seller\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Buku Psikologi Pendidikan<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/latihan-soal-cpns-online\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Buku Soal CPNS<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/latihan-soal-psikotes-online\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Buku Soal Psikotes<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/soal-psikotes-polri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Soal Psikotes Polri<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/soal-psikotes-tni\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Soal Psikotes TNI<\/a><\/li>\r\n<\/ul>\r\n[\/vc_column_text][\/vc_tta_section][\/vc_tta_accordion][\/vc_column][vc_column width=\"1\/2\"][vc_tta_accordion][vc_tta_section title=\"Artikel Psikologi\" tab_id=\"1609656944148-f362d048-3421\"][vc_column_text]\r\n<ul>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/pengertian-afirmasi-pagi-contoh-dan-manfaatnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Affirmasi Pagi<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/kata-afirmasi-islami-yang-bisa-mengubah-hidupmu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Affirmasi Islami<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/contoh-afirmasi-dalam-hubungan-dan-manfaatnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Affirmasi Dalam Hubungan<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/anger-issue\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Anger Issue<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/altruisme\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Altrutisme<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/berdamai-dengan-diri-sendiri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Berdamai Dengan Diri Sendiri<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/berpikir-positif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Berpikir Positif<\/a><\/li> \r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/berpikir-kreatif-dan-inovatif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Berpikir Kreatif dan Inovatif<\/a><\/li> \r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/broken-home\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Broken Home<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-agar-tidak-insecure\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Agar Tidak Insecure<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-agar-tidak-mudah-menangis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Agar Tidak Mudah Menangis<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-menjadi-dewasa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Menjadi Dewasa<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-menjadi-orang-ikhlas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Menjadi Orang Ikhlas<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mengenal-diri-sendiri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Mengenal Diri Sendiri<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mencintai-diri-sendiri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Mencintai Diri Sendiri<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-menjadi-orang-cuek\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Menjadi Orang Cuek<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-menghilangkan-banyak-pikiran\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Menhilangkan Banyak Pikiran<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-menghadapi-orang-dengan-trust-issue\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Menghadapi Orang dengan Trust Issue<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-meditasi-yang-benar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Meditasi Yang Benar<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-melatih-mental\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Melatih Mental<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-orang-yang-sombong\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ciri Orang Yang Sombong<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/critical-thinking\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Critical Thinking<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/childish\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Childish<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/contoh-hard-skill\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Contoh Hard Skill<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/pengendalian-diri-self-control\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Contoh Self Control<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/denial\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Denial<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/demotivasi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Demotivasi<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/deja-vu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Deja Vu<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/duck-syndrome\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Duck Syndrome<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/eksibisionis-pedofilia-fetisme\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Eksibisionis, Pedofilia, Fetisme<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/pengertian-etika\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Etika<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/emosi-tidak-stabil\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Emosi Tidak Stabil<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fixed-mindset\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Fixed Mindset<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ghosting\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ghosting<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/guilt-tripping\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Guilt Tripping<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hantu-seram\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Hantu Seram<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/highly-sensitive-person\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Highly Sensitive Person<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/insecure\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Insecure<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/jemawa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jemawa<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/kepribadian-ganda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kepribadian Ganda<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/manajemen-stres\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Manajemen Stres<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/me-time\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Me Time<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/menangis-tanpa-sebab\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Menangis Tanpa Sebab<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mengapa-kutu-buku-pakai-kacamata\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mengapa Kutu Buku Pakai Kacamata<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mindfulness\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mindfulness<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/moody\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Moody<\/a><\/li> \r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mood-swing\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mood Swing<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mood-booster\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mood Booster<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/maladaptive-daydreaming\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Maladaptive Daydreaming<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/narsisme\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Narsisme<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konsep-diri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Konsep Diri<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konsep-berpikir-komputasional\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Konsep Berpikir Komputasional<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/logika\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Logika<\/a><\/li> \r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/obsesi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Obsesi<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/obat-sedih\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Obat Sedih<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perbedaan-introvert-dan-ekstrovert\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perbedaan Introvert dan Ekstrovert<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/percaya-diri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Percaya Diri<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perfeksionis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perfeksionis<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/pesimis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pesimis<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/sikap-pesimis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sikap Pesimis<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/pengertian-hard-skill\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengertian Hard Skill<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perkembangan-emosi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perkembangan Emosi<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/penyebab-kenapa-afirmasi-gagal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Penyebab Kenapa Afirmasi Gagal<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/philophobia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Philophobia<\/a><\/li> \r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/pikiran-negatif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pikiran Negatif<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/playing-victim\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Playing Victim<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/produktif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Produktif<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/regulasi-emosi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Regulasi Emosi<\/a><\/li> \r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/sifat-manipulatif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sifat Manipulatif<\/a><\/li>\t\t\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-awareness-kesadaran-diri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Self Awarness<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/pengertian-self-afirmasi-contoh-serta-manfaatnya-dalam-kehidupan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Self Afirmasi<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-control\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Self Control<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-care\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Self Care<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-development\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Self Development<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-diagnosis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Self Diagnosis<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-efficacy-efikasi-diri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Self Efficacy<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-esteem\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Self Esteem<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-healing\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Self Healing<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-healing-terbaik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Self Healing Terbaik<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Self Harm<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-improvement\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Self Improvement<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-love\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Self Love<\/a><\/li>\t\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-management\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Self Management<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/strict-parents-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Strict Parents<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-reward\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Self Reward<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-reminder\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Self Reminder<\/a><\/li>\t\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-talk\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Self Talk<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/sikap-optimis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sikap Optimis<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/soft-skill\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Soft Skill<\/a><\/li>\t\t \r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/tanggung-jawab\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tanggung Jawab<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/trauma-healing\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Trauma Healing<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/trust-issue\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Trust Issue<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/overthinking\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Overthinking<\/a><\/li>\r\n\t\r\n<\/ul>\r\n[\/vc_column_text][\/vc_tta_section][\/vc_tta_accordion][\/vc_column][\/vc_row]\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Denial &#8211; Dalam menghadapi berbagai macam emosi negatif seperti kesedihan, duka, dan juga kehilangn bukanlah hal yang mudah bagi sebagian orang. Kesedihan yang Grameds rasakan bahkan bisa saja baru terasa hilang setelah berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun lamanya. Hal ini merupakan hal yang wajar, karena Grameds sedang merasakan sedih berarti Grameds sedang melalui 5 fase yang [&hellip;] <a class=\"g1-link g1-link-more\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/denial\/\">More<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":185533080,"featured_media":46869,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1905],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v17.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengenal Denial, 5 Tahap Kesedihan, serta Cara Untuk Mengatasinya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pengertian Denial, 5 Tahap Kesedihan, Serta Cara Untuk Mengatasinya - Dalam menghadapi berbagai macam emosi negatif seperti kesedihan\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/denial\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Denial, 5 Tahap Kesedihan, serta Cara Untuk Mengatasinya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pengertian Denial, 5 Tahap Kesedihan, Serta Cara Untuk Mengatasinya - Dalam menghadapi berbagai macam emosi negatif seperti kesedihan\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/denial\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Best Seller Gramedia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-08-01T07:53:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-06-30T01:26:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/cdnwpedutorenews.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/14022921\/pexels-rebcenter-moscow-576494-300x300.jpg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/cdnwpedutorenews.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/14022921\/pexels-rebcenter-moscow-576494-300x300.jpg\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"R Adinda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\",\"name\":\"Gramedia\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\",\"sameAs\":[],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"Gramedia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\",\"name\":\"Best Seller Gramedia\",\"description\":\"Inspiration Transformed\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/denial\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpedutorenews.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/14022921\/pexels-rebcenter-moscow-576494-300x300.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpedutorenews.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/14022921\/pexels-rebcenter-moscow-576494-300x300.jpg\",\"width\":\"300\",\"height\":\"300\",\"caption\":\"denial\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/denial\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/denial\/\",\"name\":\"Mengenal Denial, 5 Tahap Kesedihan, serta Cara Untuk Mengatasinya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/denial\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-08-01T07:53:35+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-30T01:26:28+00:00\",\"description\":\"Pengertian Denial, 5 Tahap Kesedihan, Serta Cara Untuk Mengatasinya - Dalam menghadapi berbagai macam emosi negatif seperti kesedihan\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/denial\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/denial\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/denial\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenal Denial, 5 Tahap Kesedihan, serta Cara Untuk Mengatasinya\"}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/denial\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/denial\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/dc19a84f8c9b397f22a3dd35d7c774ab\"},\"headline\":\"Mengenal Denial, 5 Tahap Kesedihan, serta Cara Untuk Mengatasinya\",\"datePublished\":\"2022-08-01T07:53:35+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-30T01:26:28+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/denial\/#webpage\"},\"wordCount\":2085,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/denial\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdnwpedutorenews.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/14022921\/pexels-rebcenter-moscow-576494-300x300.jpg\",\"articleSection\":[\"Buku Psikologi\"],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/dc19a84f8c9b397f22a3dd35d7c774ab\",\"name\":\"R Adinda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/adinda-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/adinda-96x96.jpg\",\"caption\":\"R Adinda\"},\"description\":\"Dunia psikologi memang selalu menarik untuk dibahas. Selain menarik, dunia dengan mengetahui dunia psikologi akan membantu seseorang dalam dalam mengenali dirinya sendiri.\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/author\/r-adinda\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal Denial, 5 Tahap Kesedihan, serta Cara Untuk Mengatasinya","description":"Pengertian Denial, 5 Tahap Kesedihan, Serta Cara Untuk Mengatasinya - Dalam menghadapi berbagai macam emosi negatif seperti kesedihan","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/denial\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Mengenal Denial, 5 Tahap Kesedihan, serta Cara Untuk Mengatasinya","og_description":"Pengertian Denial, 5 Tahap Kesedihan, Serta Cara Untuk Mengatasinya - Dalam menghadapi berbagai macam emosi negatif seperti kesedihan","og_url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/denial\/","og_site_name":"Best Seller Gramedia","article_published_time":"2022-08-01T07:53:35+00:00","article_modified_time":"2023-06-30T01:26:28+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/cdnwpedutorenews.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/14022921\/pexels-rebcenter-moscow-576494-300x300.jpg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_image":"https:\/\/cdnwpedutorenews.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/14022921\/pexels-rebcenter-moscow-576494-300x300.jpg","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"R Adinda","Estimasi waktu membaca":"10 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization","name":"Gramedia","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/","sameAs":[],"logo":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png","width":512,"height":512,"caption":"Gramedia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo"}},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/","name":"Best Seller Gramedia","description":"Inspiration Transformed","publisher":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/denial\/#primaryimage","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpedutorenews.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/14022921\/pexels-rebcenter-moscow-576494-300x300.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdnwpedutorenews.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/14022921\/pexels-rebcenter-moscow-576494-300x300.jpg","width":"300","height":"300","caption":"denial"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/denial\/#webpage","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/denial\/","name":"Mengenal Denial, 5 Tahap Kesedihan, serta Cara Untuk Mengatasinya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/denial\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-08-01T07:53:35+00:00","dateModified":"2023-06-30T01:26:28+00:00","description":"Pengertian Denial, 5 Tahap Kesedihan, Serta Cara Untuk Mengatasinya - Dalam menghadapi berbagai macam emosi negatif seperti kesedihan","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/denial\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/denial\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/denial\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal Denial, 5 Tahap Kesedihan, serta Cara Untuk Mengatasinya"}]},{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/denial\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/denial\/#webpage"},"author":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/dc19a84f8c9b397f22a3dd35d7c774ab"},"headline":"Mengenal Denial, 5 Tahap Kesedihan, serta Cara Untuk Mengatasinya","datePublished":"2022-08-01T07:53:35+00:00","dateModified":"2023-06-30T01:26:28+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/denial\/#webpage"},"wordCount":2085,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/denial\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdnwpedutorenews.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/14022921\/pexels-rebcenter-moscow-576494-300x300.jpg","articleSection":["Buku Psikologi"],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/dc19a84f8c9b397f22a3dd35d7c774ab","name":"R Adinda","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#personlogo","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/adinda-96x96.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/adinda-96x96.jpg","caption":"R Adinda"},"description":"Dunia psikologi memang selalu menarik untuk dibahas. Selain menarik, dunia dengan mengetahui dunia psikologi akan membantu seseorang dalam dalam mengenali dirinya sendiri.","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/author\/r-adinda\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46866"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/users\/185533080"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46866"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46866\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":46868,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46866\/revisions\/46868"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46869"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46866"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46866"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46866"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}