{"id":43554,"date":"2022-07-22T20:57:33","date_gmt":"2022-07-22T13:57:33","guid":{"rendered":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?p=43554"},"modified":"2023-06-30T08:26:35","modified_gmt":"2023-06-30T01:26:35","slug":"fakta-psikologi-yang-dialami-manusia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-psikologi-yang-dialami-manusia\/","title":{"rendered":"Fakta-Fakta Psikologi yang Dialami Manusia"},"content":{"rendered":"<p><strong>Fakta Piskologi Yang Dialami Manusia<\/strong> &#8211; Psikologi merupakan disiplin ilmu yang mengkaji mengenai perilaku manusia dan proses mental manusia sekaligus pengaruh kondisi mental intenal individu dan lingkungan eksternalnya. Kondisi psikologi setiap orang berbeda bergantung dengan lingkungan dan adakah carier yang membawa gangguan kesehatan mental.<\/p>\n<p>Berikut akan dipaparkan fakta-fakta psikologi yang dialami manusia.<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_17 counter-hierarchy counter-decimal ez-toc-grey\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class=\"ez-toc-list ez-toc-list-level-1\"><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-psikologi-yang-dialami-manusia\/#Fakta_Psikologi_tentang_Perempuan\" title=\"Fakta Psikologi tentang Perempuan\">Fakta Psikologi tentang Perempuan<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-3\"><li class=\"ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-psikologi-yang-dialami-manusia\/#1_Perempuan_Lebih_Intuitif_Dibanding_Laki-laki\" title=\"1. Perempuan Lebih Intuitif Dibanding Laki-laki\">1. Perempuan Lebih Intuitif Dibanding Laki-laki<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-psikologi-yang-dialami-manusia\/#2_Perempuan_Tidak_Suka_Diabaikan\" title=\"2. Perempuan Tidak Suka Diabaikan\">2. Perempuan Tidak Suka Diabaikan<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-psikologi-yang-dialami-manusia\/#3_Perempuan_Memiliki_Ingatan_yang_Tajam\" title=\"3. Perempuan Memiliki Ingatan yang Tajam\">3. Perempuan Memiliki Ingatan yang Tajam<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-psikologi-yang-dialami-manusia\/#4_Perempuan_juga_Memandang_Penampilan_Pria\" title=\"4. Perempuan juga Memandang Penampilan Pria\">4. Perempuan juga Memandang Penampilan Pria<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-psikologi-yang-dialami-manusia\/#Fakta_Psikologi_Laki-laki\" title=\"Fakta Psikologi Laki-laki\">Fakta Psikologi Laki-laki<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-3\"><li class=\"ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-psikologi-yang-dialami-manusia\/#1_Tak_Ingin_Terlihat_Lemah\" title=\"1. Tak Ingin Terlihat \u201cLemah\u201d\">1. Tak Ingin Terlihat \u201cLemah\u201d<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-psikologi-yang-dialami-manusia\/#2_Laki-laki_DIanggap_Lebih_Agresif\" title=\"2. Laki-laki DIanggap Lebih Agresif\">2. Laki-laki DIanggap Lebih Agresif<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-psikologi-yang-dialami-manusia\/#3_Lebih_Mudah_Mengendalikan_Emosi_Negatif_daripada_Perempuan\" title=\"3. Lebih Mudah Mengendalikan Emosi Negatif daripada Perempuan\">3. Lebih Mudah Mengendalikan Emosi Negatif daripada Perempuan<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-psikologi-yang-dialami-manusia\/#4_Laki-laki_juga_Bisa_Multitasking\" title=\"4. Laki-laki juga Bisa Multitasking\">4. Laki-laki juga Bisa Multitasking<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-psikologi-yang-dialami-manusia\/#5_Mencari_Pasangan_yang_Mirip_dengan_Sosok_Ibunya\" title=\"5. Mencari Pasangan yang Mirip dengan Sosok Ibunya\">5. Mencari Pasangan yang Mirip dengan Sosok Ibunya<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-psikologi-yang-dialami-manusia\/#Fakta_Psikologi_Remaja\" title=\"Fakta Psikologi Remaja\">Fakta Psikologi Remaja<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-3\"><li class=\"ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-psikologi-yang-dialami-manusia\/#1_Fakta_Fisik_Psikologi_Remaja\" title=\"1. Fakta Fisik Psikologi Remaja\">1. Fakta Fisik Psikologi Remaja<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-4\"><li class=\"ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-psikologi-yang-dialami-manusia\/#Ciri-ciri_Seks_Primer\" title=\"Ciri-ciri Seks Primer\">Ciri-ciri Seks Primer<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-psikologi-yang-dialami-manusia\/#Ciri-ciri_Seks_Sekunder\" title=\"Ciri-ciri Seks Sekunder\">Ciri-ciri Seks Sekunder<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-16\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-psikologi-yang-dialami-manusia\/#2_Fakta_Kognitif_Psikologi_Remaja\" title=\"2. Fakta Kognitif Psikologi Remaja\">2. Fakta Kognitif Psikologi Remaja<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-17\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-psikologi-yang-dialami-manusia\/#3_Fakta_Kepribadian_Psikologi_Remaja\" title=\"3. Fakta Kepribadian Psikologi Remaja\">3. Fakta Kepribadian Psikologi Remaja<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-18\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-psikologi-yang-dialami-manusia\/#4_Fakta_Sosial_Psikologi_Remaja\" title=\"4. Fakta Sosial Psikologi Remaja\">4. Fakta Sosial Psikologi Remaja<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-19\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-psikologi-yang-dialami-manusia\/#5_Fakta_Beragama_Psikologi_Remaja\" title=\"5. Fakta Beragama Psikologi Remaja\">5. Fakta Beragama Psikologi Remaja<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-20\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-psikologi-yang-dialami-manusia\/#6_Fakta_Moral_Psikologi_Remaja\" title=\"6. Fakta Moral Psikologi Remaja\">6. Fakta Moral Psikologi Remaja<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-21\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-psikologi-yang-dialami-manusia\/#7_Fakta_Kepribadian_Psikologi_Remaja\" title=\"7. Fakta Kepribadian Psikologi Remaja\">7. Fakta Kepribadian Psikologi Remaja<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-22\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-psikologi-yang-dialami-manusia\/#Rekomendasi_Buku_Artikel_Terkait\" title=\"Rekomendasi Buku &amp; Artikel Terkait\">Rekomendasi Buku &amp; Artikel Terkait<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Fakta_Psikologi_tentang_Perempuan\"><\/span><strong>Fakta Psikologi tentang Perempuan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Perempuan dipandang menjadi salah satu makhluk yang sulit dipahami. Ketika mengatakan satu hal sering dianggap hal lain. Kerumitan-kerumitan lain sering disematkan pada perempuan. agar tidak salah paham mengenai gerak-gerik seorang perempuan dan cara memahami perempuan. berikut fakta-fakta psikologi seputar perempuan yang dapat dijadikan referensi.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Perempuan_Lebih_Intuitif_Dibanding_Laki-laki\"><\/span>1. Perempuan Lebih Intuitif Dibanding Laki-laki<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Melansir dari buku <em>Practic Intuition <\/em>yang ditulis oleh Laura Day pada 2006 mengatakan bahwa perempuan cenderung lebih intuitif dibandingkan laki-laki karena memiliki perasaan yang lebih peka. Mereka akan lebih cepat mengambil tindakan karena tidak memiliki kesulitan dalam membaca keadaan dan situasi.<\/p>\n<p>Sifat perempuan yang lebih intuitif telah dimiliki perempuan sejak zaman dahulu. Misalnya dalam keadaan perang, perempuan memiliki intuisi yang lebih baik dalam menjaga anak-anak dari bahaya perang. Tidak hanya itu, ketika bayi, seorang ibu akan tahu saat anak merasa lapar, haus, buang air kecil maupun besar, marah, bahagia, kedinginan, atau keadaan lainnya.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Perempuan_Tidak_Suka_Diabaikan\"><\/span>2. Perempuan Tidak Suka Diabaikan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Ketika terjadi pertengkaran dalam hubungan. Laki-laki atau pasangan akan berpikir bahwa lebih baik diam sampai pertengkaran berakhir. Kemudian, baru memulai penjelesan atau permintaan maaf.<\/p>\n<p>Namun, ternyata hal tersebut salah. Perempuan tidak suka diabaikan. Maka ketika bertengkar laki-laki harus memberikan respons baik bersalah atau tidak.<\/p>\n<p>Tidak hanya terjadi ketika bertengkar saja. Perempuan tidak suka diabaikan dalam keadaan apapun. Mereka cenderung meminta respons dari lawan bicara entah berupa pujian ataupun hinaan.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Perempuan_Memiliki_Ingatan_yang_Tajam\"><\/span>3. Perempuan Memiliki Ingatan yang Tajam<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Perempuan memiliki ingatan yang lebih tajam daripadai laki-laki. Ingatan dapt berupa utang, wajah, sikap, dan hal-hal lainnya. bahkan kesalahan-kesalahan yang dilakukan orang lain akan terus membekas di ingatan perempuan.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Perempuan_juga_Memandang_Penampilan_Pria\"><\/span>4. Perempuan juga Memandang Penampilan Pria<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Banyak yang menganggap bahwa perempuan hanya mementingkan sikap\u00a0 dan keuangan dari pasangan. Tetapi, penampilan juga menjadi salah satu pertimbangan. Penamlilan bukan berarti harus tampan.<\/p>\n<p>Penampilan yang dimaksud, yakni kebersihan badan, kerapian dalam berpakaian, dan caranya menyesuaikan pakaian dengan suasana. Secara umum perempuan menyukai laki-laki yang wangi, bersih, dna rapi. Namun, jika ada kriteria khusus, itu bergantung pada sikap pribadi individu masing-masing.<\/p>\n<p>Untuk memahami sikap-sikap perempuan lainnya, Grameds dapat membaca buku \u201cSeni Memahami Wanita\u201d karya Claudia Sabrina. Berikut dekripsi buku yag dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan.<\/p>\n<p><em>Wanita adalah makhluk yang emosional. Mungkin pria tidak pernah mengerti mengapa suatu hal masalah besar untuk seorang wanita. Padahal sesuatu itu tidak penting bagi pria. Pria tidak mengubah kondisi tersebut.<\/em><\/p>\n<p><em>Wanita juga penuh misteri . ia lebih sensitif dalam hal apa pun. ia cendrung lebih peka dan selalu berhati lembut daripada pria. Memang kodratnya dilahirkan seperti itu. Tapi ini bukan berarti wanita adalah makhluk yang lemah. Justru ia adalah sosok yang diandalkan pada saat &#8211; saat tertentu.<\/em><\/p>\n<p><em>Perbedaan pria dan wanita bukanlah yang membuat mereka selalu berbenturan. Mereka justru bisa saling melengkapi. Buku ini mengupas tentang cara yang mudah bagi siapa pun untuk memasuki dunia wanita dan memahami para wanita. Tujuannya untuk menegaskan bahwa sikap saling memahami dan saling pengertian adalah fondasi terbaik bagi lahirnya rasa cinta dan kasih sayang.<\/em><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/seni-memahami-wanita?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/items\/img752_pDrItSp.jpg\" alt=\"Seni Memahami Wanita\" width=\"300\" height=\"434\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/seni-memahami-wanita?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-42766 aligncenter\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/button-7.png\" alt=\"\" width=\"180\" height=\"51\" \/><\/a><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Fakta_Psikologi_Laki-laki\"><\/span><strong>Fakta Psikologi Laki-laki<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sama halnya dengan perempuan, laki-laki pun memiliki beberapa fakta psikologi yang harud dipahami. Sehingga, dapat lebih memahami isi hati, gerak-gerik, dan apa yang menjadi kemauannya yang sebenarnya. Berikut fakta-fakta psikologi mengenai laki-laki.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Tak_Ingin_Terlihat_Lemah\"><\/span>1. Tak Ingin Terlihat \u201cLemah\u201d<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Laki-laki sama seperti perempuan, sama-sama memiliki perasaan. Bedanya perempuan cenderung terang-terangan dalam mengekspresikan diri. Namun, laki-laki tidak bisa seperti itu, mereka cenderung menyembunyikan dan mengabaikan emosinya.<\/p>\n<p>Tujuannya menghindari predikat \u201clemah\u201d disematkan pada dirinya. AKibatnya, jika laki-laki sedang menghadapi masalah maka kecenderungan bunuh diri, stres, dan depresi lebih tinggi daripada perempuan.<\/p>\n<p>Laki-laki juga dipandang sebagai manusia maskulin tulen. Sisi masukilinas yang dibentuk masyarakat dapat menjadi boomerang bagi laki-laki. Laki-laki harus sebagai tulang punggung, pencari nafkah utama, dan bertanggung jawab atas keluarnganya membuatnya tidak ingin memikirkan hal-hal yang dianggap <em>menye-menye.<\/em><\/p>\n<p>Padahal laki-laki juga memiliki sisi feminin dalam dirinya. Sebenarnya setiap laki-laki memilki sisi feminin dan maskulin dalam diri. Laki-laki yang memiliki kecenderungan sisi feminin membuatnya lebih ekspresif dan peka, terutama terhadap hubungan interpersonal, sehingga memudahkan mereka untuk menunjukan empati terhadap orang lain.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Laki-laki_DIanggap_Lebih_Agresif\"><\/span>2. Laki-laki DIanggap Lebih Agresif<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Setiap manusia memiliki sisi agresif dalam dirinya. namun, dalam konteks tertentu, laki-laki cenderung memiliki keagresifan yang lebih besar daripada perempuan. da\\Dri hasil penelitian, laki-laki cenderung memiliki potensi untuk melakukan agresi fisik dibanding perempuan.<\/p>\n<p>Misalnya dalam suatu hubungan, laki-laki melakukan kekerasan fisik pada perempuan. Hal tersebut disebabkan oleh sisi patriarki yang memilki kecenderungan ingin mengendalikan individu lain yang dianggap subordinatnya.<\/p>\n<p>Secara biologis, laki-laki memiliki kadar hormon testosteron yang lebih tinggi. hormone tersebut yang menginduksi adanya rasa kompettitif dan keinginan untuk mmeiliki hierarki atau posisi yang lebih tinggi. Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa laki-laki yang memiliki hormon testoteron rendah maka cenderung lemah sisi agresifnya.<\/p>\n<p>Pola asuh juga menjadi salah satu sebab laki-laki cenderung bersikap agresif. Menurut Leonard Berkowits, seorang psikolog sosial di Amerika menyatakan bahwa laki-laki didiik sejak kecil untun mengenal perilaku agresif.<\/p>\n<p>Orangtua mengenalkan mereka tentang perilaku agresif melalui pembelian mainan bersenjata (misalnya mainan \u201cpistol-pistolan\u201d). Di masa anak-anak, bermain pistol-pistolan menjadi sebuah simbol bentuk permainan yang mengandung unsur perkelahian antarlelaki.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Lebih_Mudah_Mengendalikan_Emosi_Negatif_daripada_Perempuan\"><\/span>3. Lebih Mudah Mengendalikan Emosi Negatif daripada Perempuan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Dalam sebuah penelitian, laki-laki cenderung lebih mudah mengendalikan emosi negatif dibanding perempuan. Lelaki cenderung memilih untuk pergi atau mencari keadaan yang netral daripada berlama-lama berdebat tanpa ujung.<\/p>\n<p>Mereka akan mencari tempat untuk menenangkan diri sampai emosi negatifnya memudar. Misalnya ketika lelaki sedang berselisih dengan teman atau pasangan maka ia akan memilih diam terlebih dahulu daripada melanjutkan berdebatan.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Laki-laki_juga_Bisa_Multitasking\"><\/span>4. Laki-laki juga Bisa <em>Multitasking<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Beberapa orang memercayai bahwa laki-laki kurang mampu mengerjakan banyak hal secara bersamaan. Sedangkan, perempuan mampu melakukan banyak hal dalam waktu bersamaan. Namun, belum ada yang membuktikkan bahwa kemampuan <em>multitasking <\/em>perempuan lebih banyak daripada laki-laki.<\/p>\n<p>Dalam sebuah penelitian eksperimen yang memberikan dua jenis pekerjaan untuk perempuan dan laki-laki dengan beban yang sama. Hasilnya, keduanya sama-sama dapat meneyelesaikan tugas tersebut. kesimpulannya, secara umum perempuan dan laki-laki sama-sama memiliki kemampuan yang sama dalam melaksanakan tugas <em>multitasking.<\/em><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Mencari_Pasangan_yang_Mirip_dengan_Sosok_Ibunya\"><\/span>5. Mencari Pasangan yang Mirip dengan Sosok Ibunya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Beberapa penelitian menunjukkan bahwa laki-laki menyeleksi pasangan hidupnya dengan kriteria yang mirip dengan ibunya. Freud sebagai bapak psikoanalisa mengatakan bahwa kelekatan anak laki-laki dengan sosok ibunya saat kecil mungkin akan terungkap kembali ketika dewasa.<\/p>\n<p>Secara tidak sadar, laki-laki menghidupkan nuansa hubungan asmara dengan pasangannya sama persis saat ia masih kecil bersama ibunya. Misalnya lelaki menggambarkan ibunya sebagai sosok yang dapat merawat dan mengasuhnya dengan baik.<\/p>\n<p>Ibu juga dipandang sebagai seseorang yang mampu memasakkan makanan kesukaan dan mengelola uang bulanan. Saat bersama istrinya, laki-laki juga secara tidak sadar mencari seseorang yang memiliki kemampuan yang sama seperti ibunya.<\/p>\n<p>Untuk memahami laki-laki lebih dalam lagi, Grameds dapat membaca buku \u201cSeni Memahami Pria\u201d karya Claudia Sabrina. Berikut deskripsi buku sebagai pertimbangan untuk meminangnya untuk dibaca oleh Grameds.<\/p>\n<p>Pernahkan Anda mendengar soal istilah \u201cpria berasal dari planet Mars dan wanita dari planet Venus?\u201d Istilah itu muncul karena pria dan wanita dianggap sangat berbeda, khususnya dalam cara berpikir. Kadang-kadang perbedaan itu pula yang memicu pertengkaran di antara mereka. Kurangnya pemahaman tentang perbedaan juga menyebabkan timbulnya kesalahpahaman hingg akhirnya mereka bertengkar.<\/p>\n<p><em>Salah satu topik yang menarik tentang pria adalah cara memahaminya. Dari sisi sudut pandang wanita, memang memahami pria memang bukan hal yang mudah. Bahkan, hal itu selalu menjadi masalah utama dalam berhubungan di antara pria dan wanita. Pun dari sudut pandang pria. Terkadang, pria juga harus memahami dirinya sendiri agar tahu bahwa sebelum memahami orang lain, dia harus paham akan dirinya terlebih dahulu.<\/em><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/seni-memahami-pria?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/items\/seni_memahami_pria.jpg\" alt=\"Seni Memahami Pria\" width=\"298\" height=\"440\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/seni-memahami-pria?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-43212 aligncenter\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/button-10.png\" alt=\"\" width=\"180\" height=\"51\" \/><\/a><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Fakta_Psikologi_Remaja\"><\/span><strong>Fakta Psikologi Remaja<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Remaja menjadi masa peralihan dari anak-anak ke dewasa. Masa ini cenderung membuat remaja meencoba hal-hal baru yang tidak jarang di jalan yang salah. Berikut fakta psikologi remaja yang harus diketahui untuk membimbing pertumbuhan mereka ke arah yang baik.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Fakta_Fisik_Psikologi_Remaja\"><\/span>1. Fakta Fisik Psikologi Remaja<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Remaja memiliki banyak perubahan dalam tubuhnya. Berikut fakta-fakta psikologi fisik remaja.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ciri-ciri_Seks_Primer\"><\/span>Ciri-ciri Seks Primer<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Pada laki-laki akan mengalami mimpi basa. Hal ini dikarenakan adanya pertumbuhan yang terjadi pada organ testis sehingga timbulnya produksi sprema<\/p>\n<p>Adapun pada wanita akan menglaami menstruasi yang disebabkan oleh pertumbuhan pada organ Rahim dan ovarium. Pada perempuan siklus pertama mesntruasi biasanya disertai dengan sakit kepala, pinggang, perut, depresi, dan mudah tersinggung.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ciri-ciri_Seks_Sekunder\"><\/span>Ciri-ciri Seks Sekunder<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Ciri-ciri seks sekunder pada laki-laki dapat dilihat dari tumbuhnya jakun, suara berubah menjadi parau dan rendah, serta tumbuhnya bulu-bulu pada kumis, janggut, jambang, ketiak, kaki, dan alat kelamin.<\/p>\n<p>Adapun pada perempuan ditandai dengan tumbuhnya bulu-bulu di area ketiak dan kelamin, tumbuhnya payudara, dan pertumbuhan pada pinggul.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Fakta_Kognitif_Psikologi_Remaja\"><\/span>2. Fakta Kognitif Psikologi Remaja<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Kognitif merupakan kemampuan otak untuk berpikir. Yang mana dalam usia remaja, pertumbuhan otak mencapai kesempurnaan. Berikut fakta-fakta kognitif psikologi remaja.<\/p>\n<ul>\n<li>Dalam segi intelektual, remaja sudah mulai memahami gagasan abstrak<\/li>\n<li>Dalam segi kognitif, remaja sudah mulai membuat rencana, strategi, mangmabil keputusan-keputusan dan mecari solusi untuk memecahkan masalah.<\/li>\n<li>Mampu membedakan yang nyata dan abstrak<\/li>\n<li>Mulai memiliki kemampuan nalar secara ilmiah<\/li>\n<li>Mulai senantiasa memikirkan masa depan dan melakukan perencanaan untuk mewujudkannya.<\/li>\n<li>Mulai berfikir secara efisien dan belajar intropeksi diri<\/li>\n<li>Berwawasan luas yang meliputi berbagai pengetahuan<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Fakta_Kepribadian_Psikologi_Remaja\"><\/span>3. Fakta Kepribadian Psikologi Remaja<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Perubahan pada remaja juga terjadi pada kepribadiannya. Tidak jarang emosi yang terjadi pada remaja lebih tinggi daripada kebanyakan kebanyakan orang lainnya. Oleh sebab itu, mereka harus tinggal di lingkungan kondusif.<\/p>\n<p>Tujuannya perkembangan emosi menjadi baik dan tidak bergerak kea rah yang buruk. Ketika remaja, seseorang cenderung memiliki kecerdasan emosional psikologi yang sangat kompleks.<\/p>\n<p>Remaja cenderung bersikap agresif, regresif (lari dari kenyataan), dan mulai menentang apa yang dialami diri sendiri, hubungan dengan orang lain, dan lingkungannya. Emosi-emosi tersebut biasanya ditunjukkan dengan perilaku yang meledak-ledak, berkobar-kobar, sering malas, dan tidak bergairah.<\/p>\n<p>Namun, seiring bertambahnya umur maka emosi remaja akan mereda dan mulai pada kondisi stabil.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Fakta_Sosial_Psikologi_Remaja\"><\/span>4. Fakta Sosial Psikologi Remaja<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Fakta psikologi remaja ditandai dengan sikapnya dalam memilih teman. Misalnya mereka berteman berdasarkan hobi, minat, kepribadian, dan sebagainya. Namun, perlu diperhatikan adalah kecenderungan remaja mengikuti perilaku teman (yang dianggap buruk di masyarakat) tanpa melihat risikonya.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Fakta_Beragama_Psikologi_Remaja\"><\/span>5. Fakta Beragama Psikologi Remaja<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Bagi sebagian besar manusia, agam menjadi pedoman hidup. Berdasarkan kemampuan kritis yang mulai dialami remaja, mereka mulai menyoroti nilai-nilai agama dengan lebih cermat. Mereka mulai membawa agama dalam setiap kehidupannya.<\/p>\n<p>Mereka mulai mengkritisi pedoman-pedoman yang diajarkan semasa masa anak-anak. Misalnya mengapa orang yang beragama wajib menjalankan ibadah sesuai keyakinannya? Atau apakah benar surga dan neraka ada?<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Fakta_Moral_Psikologi_Remaja\"><\/span>6. Fakta Moral Psikologi Remaja<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Fakta moral psikologi merupakan keadaan atau tatanan psikologis moral pada remaja seperti rasa ingin dihargai, diterima, dan mendapatkan penilaian positif dari orang lain.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Fakta_Kepribadian_Psikologi_Remaja\"><\/span>7. Fakta Kepribadian Psikologi Remaja<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Remaja cenderung mulai antusias dengan pencarian jati diri. Mereka mulai menjajal banyak cara untuk menemukan jati diri misalnya dengan menirukan idolanya. Namun, pencarian jati diri antara satu remaja dengan remaja lainnya akan berbeda.<\/p>\n<p>Perbedaan-perbedaan tersebut disebabkan oleh beberap faktor di bawah ini.<\/p>\n<ul>\n<li>Pertumbuhan fisik yang membuat mereka dewasa<\/li>\n<li>Matangnya seksualitas yang berdampak pada dorongan serta emosi<\/li>\n<li>Mulai sadar dengan dirinya sendiri dan mengobservasi cita-ciota dan impiannya<\/li>\n<li>Interkasi dan persahabatan antara sesama dan lawan jenis mulai muncul<\/li>\n<li>Timbulnya berbagai konflik karena masa peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa<\/li>\n<\/ul>\n<p>Untuk mendalami psikologi yang dialami remaja, Grameds dapat membaca buku berjudul \u201cPsikologi Remaja Edisi Revisi\u201d karya Sarlito W. Sarwono. Berikut deskripsi buku yang dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk membelinya.<\/p>\n<p><em>Masa remaja adalah masa transisi dari anak ke dewasa. Menghadapi remaja memang bukan pekerjaan mudah. Untuk memahami jiwa remaja dan mencari solusi yang tepat bagi permasalahannya, maka penting bagi kita memahami remaja dan perkembangan psikologisnya yaitu konsep diri, intelegensi, emosi, seksual, motif sosial, moral dan religi.<\/em><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/psikologi-remaja-ed-revisi?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/items\/9794211974_Psikologi-Remaja.jpg\" alt=\"Psikologi Remaja Edisi Revisi\" width=\"300\" height=\"461\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/psikologi-remaja-ed-revisi?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-43154 aligncenter\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/button-9.png\" alt=\"\" width=\"180\" height=\"51\" \/><\/a><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Rekomendasi_Buku_Artikel_Terkait\"><\/span>Rekomendasi Buku &amp; Artikel Terkait<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n[vc_row][vc_column width=\"1\/2\"][vc_tta_accordion][vc_tta_section title=\"Kategori Ilmu Berkaitan Psikologi\" tab_id=\"1609657986694-ec9fcf86-8e01\"][vc_column_text]\r\n<ul>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/buku-hrd-manajemen-sdm\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Buku Pedoman HRD &amp; SDM<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/buku-psikologi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Buku Psikologi Best Seller<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/gramedia.com\/best-seller\/buku-psikologi-pendidikan-best-seller\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Buku Psikologi Pendidikan<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/latihan-soal-cpns-online\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Buku Soal CPNS<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/latihan-soal-psikotes-online\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Buku Soal Psikotes<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/soal-psikotes-polri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Soal Psikotes Polri<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/soal-psikotes-tni\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Soal Psikotes TNI<\/a><\/li>\r\n\t\r\n\t\r\n<\/ul>\r\n[\/vc_column_text][\/vc_tta_section][\/vc_tta_accordion][\/vc_column][vc_column width=\"1\/2\"][vc_tta_accordion][vc_tta_section title=\"Artikel Psikologi\" tab_id=\"1609656944148-f362d048-3421\"][vc_column_text]\r\n<ul>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konvergen\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Berpikir Konvergen<\/a>.<\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-balas-dendam-terbaik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Balas Dendam Terbaik<\/a>.<\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/circle-pertemanan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Circle Pertemanan<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/dark-psychology\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Dark Psychology<\/a>.<\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-menghilangkan-kebiasaan-buruk\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Menghilangkan Kebiasaan Buruk<\/a>.<\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mengendalikan-emosi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Mengendalikan Emosi Secara Psikologi dan Pandangan Agama<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-masa-pubertas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ciri Masa Pubertas<\/a><\/li> \t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ekstrovert\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ekstrovert<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/introvert\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Introvert<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/kecemasan-berlebihan-anxiety-disorder\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kecemasan Berlebihan (Anxiety Disorder)<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/kebiasaan-orang-jawa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kebiasaan Orang Jawa<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/kebiasaan-orang-maluku\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kebiasaan Orang Maluku<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/kebiasaan-orang-sunda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kebiasaan Orang Sunda<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/kecerdasan-emosional\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kecerdasan Emosional<\/a><\/li> \r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/kenapa-selalu-lapar-meski-sudah-makan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kenapa Selalu Lapar Meski Sudah Makan<\/a><\/li> \r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/kumpulan-kisah-inspiratif-singkat-beserta-pesan-moral\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kisah Inspiratif Singkat<\/a>.<\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/pengertian-emosi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Macam-Macam Emosi<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/merasa-paling-tersakiti\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Merasa Paling Tersakiti<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/pengertian-mind-mapping\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mind Mapping<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perbedaan-psikolog-dan-psikiater\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perbedaan Psikolog dan Psikiater<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/toleransi-dalam-islam\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengertian Toleransi Dalam Islam<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/toxic-people\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Toxic People<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/toxic-positivity\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Toxic Positivity<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/toxic-family\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Toxic Family<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/elegi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengertian Elegi<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/bullying-di-sekolah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bullying di Sekolah<\/a><\/li>\r\n\r\n\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/tipe-kepribadian-introvert-extrovert-ambivert\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tipe Kepribadian<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/filosofi-stoicism\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Filosofi Stoicism<\/a><\/li> \r\n  \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/pola-pikir\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pola Pikir<\/a><\/li>  \r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/passion\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Passion<\/a><\/li>  \r\n  \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perilaku-asertif-pada-remaja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perilaku Asertif Pada Remaja<\/a><\/li> \r\n  \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/parenting-anak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Parenting Anak<\/a><\/li>    \r\n\t <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/urutan-zodiak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Urutan Zodiak<\/a><\/li>   \r\n\t <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/zodiak-cancer\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Zodiak Cancer<\/a><\/li>   \t\t\r\n\t <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/urutan-12-shio\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Urutan Shio<\/a><\/li>  \r\n\t <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/long-distance-relationship\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Long Distance Relationship<\/a><\/li> \r\n\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/pola-hidup-bersih-dan-sehat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pola Hidup Bersih dan Sehat<\/a><\/li> \t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-memanfaatkan-waktu-liburan-sekolah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara memanfaatkan waktu liburan sekolah<\/a><\/li> \t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hidup-sederhana\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Hidup Sederhana<\/a><\/li> \t\t\t\t \t\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/social-anxiety-disorder\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Social Anxiety Disorder<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fobia-sosial\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Fobia Sosial<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/panic-attack\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Panic Attack<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/gesture\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Gesture<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/dampak-pergaulan-bebas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Dampak Pergaulan Bebas<\/a><\/li>\t\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/love-language\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Love Language<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/penyebab-orang-merasa-iri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Penyebab Orang Merasa Iri<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/tipe-kepribadian-manusia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tipe Kepribadian Manusia<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/sifat-manusia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sifat Manusia<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/social-sinking\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Social Sinking<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-psikologi-tentang-cinta\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Fakta Psikologi Tentang Cinta<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/sandwich-generation\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sandwhich Generation<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/exulansis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Exulansis<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/terapi-kognitif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Terapi Kognitif<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/verbal-abuse\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Verbal Abuse<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/silent-treatment\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Silent Treatment<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/tipe-kepribadian-alpha-beta-omega-gamma-delta-sigma\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">6 Tipe Kepribadian<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perbedaan-psikiater-dan-psikolog\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perbedaan Psikiater dan Psikolog<\/a><\/li>\r\n\t<\/ul>\r\n[\/vc_column_text][\/vc_tta_section][\/vc_tta_accordion][\/vc_column][\/vc_row]\n<p><em>\u00a0<\/em>Baca juga:<\/p>\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/rekomendasi-buku-psikologi-kepribadian\/\">Rekomendasi buku psikologi kepribadian<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/review-buku-sepi-dari-pijar-psikologi\/\">Review buku sepi dari pijar psikologi<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-membahagiakan-diri-sendiri\/\">Cara membahagiakan diri sendiri<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-warna-dalam-psikologi-dan-filosofinya\/\">Arti warna dalam psikologi dan filosofinya<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-menghilangkan-banyak-pikiran\/\">Cara menghilangkan banyak pikiran<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Fakta Piskologi Yang Dialami Manusia &#8211; Psikologi merupakan disiplin ilmu yang mengkaji mengenai perilaku manusia dan proses mental manusia sekaligus pengaruh kondisi mental intenal individu dan lingkungan eksternalnya. Kondisi psikologi setiap orang berbeda bergantung dengan lingkungan dan adakah carier yang membawa gangguan kesehatan mental. Berikut akan dipaparkan fakta-fakta psikologi yang dialami manusia. Table of Contents [&hellip;] <a class=\"g1-link g1-link-more\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-psikologi-yang-dialami-manusia\/\">More<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":185533080,"featured_media":43558,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1905],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v17.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Fakta-Fakta Psikologi yang Dialami Manusia - Best Seller Gramedia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar dari Gramedia. Dapatkan informasi Fakta-Fakta Psikologi yang Dialami Manusia disini !\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-psikologi-yang-dialami-manusia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Fakta-Fakta Psikologi yang Dialami Manusia - Best Seller Gramedia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar dari Gramedia. Dapatkan informasi Fakta-Fakta Psikologi yang Dialami Manusia disini !\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-psikologi-yang-dialami-manusia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Best Seller Gramedia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-07-22T13:57:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-06-30T01:26:35+00:00\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"R Adinda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\",\"name\":\"Gramedia\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\",\"sameAs\":[],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"Gramedia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\",\"name\":\"Best Seller Gramedia\",\"description\":\"Inspiration Transformed\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-psikologi-yang-dialami-manusia\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/14133821\/young-people-3575167__340.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/14133821\/young-people-3575167__340.webp\",\"width\":510,\"height\":340,\"caption\":\"Pixabay.com\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-psikologi-yang-dialami-manusia\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-psikologi-yang-dialami-manusia\/\",\"name\":\"Fakta-Fakta Psikologi yang Dialami Manusia - Best Seller Gramedia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-psikologi-yang-dialami-manusia\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-07-22T13:57:33+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-30T01:26:35+00:00\",\"description\":\"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar dari Gramedia. Dapatkan informasi Fakta-Fakta Psikologi yang Dialami Manusia disini !\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-psikologi-yang-dialami-manusia\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-psikologi-yang-dialami-manusia\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-psikologi-yang-dialami-manusia\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Fakta-Fakta Psikologi yang Dialami Manusia\"}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-psikologi-yang-dialami-manusia\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-psikologi-yang-dialami-manusia\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/dc19a84f8c9b397f22a3dd35d7c774ab\"},\"headline\":\"Fakta-Fakta Psikologi yang Dialami Manusia\",\"datePublished\":\"2022-07-22T13:57:33+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-30T01:26:35+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-psikologi-yang-dialami-manusia\/#webpage\"},\"wordCount\":1928,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-psikologi-yang-dialami-manusia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/14133821\/young-people-3575167__340.webp\",\"articleSection\":[\"Buku Psikologi\"],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/dc19a84f8c9b397f22a3dd35d7c774ab\",\"name\":\"R Adinda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/adinda-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/adinda-96x96.jpg\",\"caption\":\"R Adinda\"},\"description\":\"Dunia psikologi memang selalu menarik untuk dibahas. Selain menarik, dunia dengan mengetahui dunia psikologi akan membantu seseorang dalam dalam mengenali dirinya sendiri.\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/author\/r-adinda\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Fakta-Fakta Psikologi yang Dialami Manusia - Best Seller Gramedia","description":"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar dari Gramedia. Dapatkan informasi Fakta-Fakta Psikologi yang Dialami Manusia disini !","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-psikologi-yang-dialami-manusia\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Fakta-Fakta Psikologi yang Dialami Manusia - Best Seller Gramedia","og_description":"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar dari Gramedia. Dapatkan informasi Fakta-Fakta Psikologi yang Dialami Manusia disini !","og_url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-psikologi-yang-dialami-manusia\/","og_site_name":"Best Seller Gramedia","article_published_time":"2022-07-22T13:57:33+00:00","article_modified_time":"2023-06-30T01:26:35+00:00","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"R Adinda","Estimasi waktu membaca":"10 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization","name":"Gramedia","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/","sameAs":[],"logo":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png","width":512,"height":512,"caption":"Gramedia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo"}},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/","name":"Best Seller Gramedia","description":"Inspiration Transformed","publisher":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-psikologi-yang-dialami-manusia\/#primaryimage","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/14133821\/young-people-3575167__340.webp","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/14133821\/young-people-3575167__340.webp","width":510,"height":340,"caption":"Pixabay.com"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-psikologi-yang-dialami-manusia\/#webpage","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-psikologi-yang-dialami-manusia\/","name":"Fakta-Fakta Psikologi yang Dialami Manusia - Best Seller Gramedia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-psikologi-yang-dialami-manusia\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-07-22T13:57:33+00:00","dateModified":"2023-06-30T01:26:35+00:00","description":"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar dari Gramedia. Dapatkan informasi Fakta-Fakta Psikologi yang Dialami Manusia disini !","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-psikologi-yang-dialami-manusia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-psikologi-yang-dialami-manusia\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-psikologi-yang-dialami-manusia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Fakta-Fakta Psikologi yang Dialami Manusia"}]},{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-psikologi-yang-dialami-manusia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-psikologi-yang-dialami-manusia\/#webpage"},"author":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/dc19a84f8c9b397f22a3dd35d7c774ab"},"headline":"Fakta-Fakta Psikologi yang Dialami Manusia","datePublished":"2022-07-22T13:57:33+00:00","dateModified":"2023-06-30T01:26:35+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-psikologi-yang-dialami-manusia\/#webpage"},"wordCount":1928,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-psikologi-yang-dialami-manusia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/14133821\/young-people-3575167__340.webp","articleSection":["Buku Psikologi"],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/dc19a84f8c9b397f22a3dd35d7c774ab","name":"R Adinda","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#personlogo","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/adinda-96x96.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/adinda-96x96.jpg","caption":"R Adinda"},"description":"Dunia psikologi memang selalu menarik untuk dibahas. Selain menarik, dunia dengan mengetahui dunia psikologi akan membantu seseorang dalam dalam mengenali dirinya sendiri.","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/author\/r-adinda\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43554"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/users\/185533080"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43554"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43554\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":45307,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43554\/revisions\/45307"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/media\/43558"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43554"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43554"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43554"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}