{"id":41224,"date":"2022-07-05T10:48:50","date_gmt":"2022-07-05T03:48:50","guid":{"rendered":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?p=41224"},"modified":"2023-06-30T08:25:48","modified_gmt":"2023-06-30T01:25:48","slug":"trauma-masa-kecil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/trauma-masa-kecil\/","title":{"rendered":"Penyebab dan Cara Mengatasi Trauma Masa Kecil"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sosial media berseliweran pengalaman seseorang mengatasi trauma masa kecil. Tidak sedikit orang merasa hidup mereka sengsara karena masih belum selesai dengan masa lalu, memiliki trauma masa kecil, dan usaha-usaha dalam mengatasi masalah-masalah mental yang disebabkan trauma masa kecil. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Trauma masa kecil ini tidak bisa hilang begitu saja setelah kita beranjak dewasa. Mereka perlu perlakuan khusus agar reda atau tidak mengganggu bahkan membahayakan bagi keseharian. Misalnya dengan memeriksakan diri ke psikolog, psikiater, dan melakukan pengobatan atas rekomendasi ahli. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Trauma masa kecil dipicu oleh berbagai hal mulai dari kekerasan yang dilihat atau dialami sampai penelantaran oleh orang tua. Hubungan orang tua dan anak harus sehat agar dapat menekan bahkan tidak memberikan trauma masa kecil pada anak yang sangat mungkin dibawa sampai dewasa.\u00a0<\/span><\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_17 counter-hierarchy counter-decimal ez-toc-grey\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class=\"ez-toc-list ez-toc-list-level-1\"><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/trauma-masa-kecil\/#Pengertian_Trauma_Masa_Kecil\" title=\"Pengertian Trauma Masa Kecil\">Pengertian Trauma Masa Kecil<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/trauma-masa-kecil\/#Penyebab_Trauma_Masa_Kecil\" title=\"Penyebab Trauma Masa Kecil\">Penyebab Trauma Masa Kecil<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/trauma-masa-kecil\/#Gejala_Trauma_Masa_Kecil\" title=\"Gejala Trauma Masa Kecil\">Gejala Trauma Masa Kecil<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/trauma-masa-kecil\/#Dampak_Trauma_Masa_Kecil\" title=\"Dampak Trauma Masa Kecil\">Dampak Trauma Masa Kecil<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-3\"><li class=\"ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/trauma-masa-kecil\/#1_Sulit_Menjalin_Hubungan_dengan_Orang_Lain\" title=\"1. Sulit Menjalin Hubungan dengan Orang Lain\">1. Sulit Menjalin Hubungan dengan Orang Lain<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/trauma-masa-kecil\/#2_Sulit_Berkonsentrasi\" title=\"2. Sulit Berkonsentrasi\">2. Sulit Berkonsentrasi<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/trauma-masa-kecil\/#3_Sulit_Menjadi_Diri_Sendiri\" title=\"3. Sulit Menjadi Diri Sendiri\">3. Sulit Menjadi Diri Sendiri<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/trauma-masa-kecil\/#4_Menganggap_Diri_Sebagai_Korban\" title=\"4. Menganggap Diri Sebagai Korban\u00a0\">4. Menganggap Diri Sebagai Korban\u00a0<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/trauma-masa-kecil\/#5_Pasif-Agresif\" title=\"5. Pasif-Agresif\">5. Pasif-Agresif<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/trauma-masa-kecil\/#6_PTSD_Kompleks\" title=\"6. PTSD Kompleks\">6. PTSD Kompleks<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/trauma-masa-kecil\/#7_Kesulitan_Mengatur_Emosi\" title=\"7. Kesulitan Mengatur Emosi\">7. Kesulitan Mengatur Emosi<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/trauma-masa-kecil\/#Penyembuhan_Trauma_Masa_Kecil\" title=\"Penyembuhan Trauma Masa Kecil\">Penyembuhan Trauma Masa Kecil<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/trauma-masa-kecil\/#Tips_Parenting_yang_Sehat\" title=\"Tips Parenting yang Sehat\">Tips Parenting yang Sehat<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-3\"><li class=\"ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/trauma-masa-kecil\/#1_Cintai_Anak_dengan_Menunjukkan_Melalui_Tindakan\" title=\"1. Cintai Anak dengan Menunjukkan Melalui Tindakan\">1. Cintai Anak dengan Menunjukkan Melalui Tindakan<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/trauma-masa-kecil\/#2_Selalu_Ada_untuk_Anak\" title=\"2. Selalu Ada untuk Anak\">2. Selalu Ada untuk Anak<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-16\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/trauma-masa-kecil\/#3_Membuat_Otak_Anak_Berintegrasi_dengan_Komunikasi\" title=\"3. Membuat Otak Anak Berintegrasi dengan Komunikasi\">3. Membuat Otak Anak Berintegrasi dengan Komunikasi<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-17\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/trauma-masa-kecil\/#Bahaya_Self-Diagnose_pada_Trauma_Masa_Kecil\" title=\"Bahaya Self-Diagnose pada Trauma Masa Kecil\">Bahaya Self-Diagnose pada Trauma Masa Kecil<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Trauma_Masa_Kecil\"><\/span><b>Pengertian Trauma Masa Kecil<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Trauma dalam bahasa Latin berarti \u201cluka\u201d, yakni respon manusia terhadap suatu peristiwa atau kejadian yang membekas. Trauma merupakan tekanan psikologis dan emosional pada seseorang yang disebabkan oleh kejadian atau peristiwa yang tidak menyenangkan atau pengalaman yang menimbulkan stres berlebihan. Trauma bisa terjadi karena kekerasan yang pernah dialami (Irwanto dan Kumala, 2020).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The National Child Traumatik Stress Network <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(Jaringan Nasional Stres Traumatis) di Amerika mendefinisikan trauma masa kecil sebagai pengalaman-pengalaman traumatis pada anak-anak yang secara umum terjadi pada tahun-tahun pertama dalam permulaan menjalani kehidupan atau ketika masih bayi.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Irwanto dan Kumala, trauma masa kecil merupakan suatu pengalaman kiurang baik atau buruk untuk dijadikan pengalaman bagi anak-anak. Pengalaman-pengalaman buruk tersebut terus tertanam di tubuh anak sehingga mempengaruhi tumbuh kembangnya bahkan berdampak buruk pada anak ketika bertumbuh memasuki usia remaja maupun dewasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Dr. Nadine Burke Harris, dokter anak dan CEO pendiri <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Center for Youthn Wellness <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(CYW) San Frasisco, trauma masa kecil merupakan ancaman-ancaman parah yang tertanam dan meresap pada diri anak sehingga mengubah fisiologis. Sebabnya beragam mulai dari pengabaian sampai hidup bersama orang tua atau orang lain yang berjuang sembuh dari suatu penyakit, ketergantungan obat bahkan berusaha pulih dari gangguan kesehatan mental.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/the-danish-way-of-parenting?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/items\/9786024260941_The_Danish_Way_Of_Parenting.jpg\" alt=\"The Danish Way Of Parenting - trauma masa kecil\" width=\"300\" height=\"450\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/the-danish-way-of-parenting?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-57150 aligncenter\" src=\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/button-1_RR-5.png\" alt=\"\" width=\"182\" height=\"52\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/14111059\/button-1_RR-5.png 182w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/14111059\/button-1_RR-5-180x52.png 180w\" sizes=\"(max-width: 182px) 100vw, 182px\" \/><\/a><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penyebab_Trauma_Masa_Kecil\"><\/span><b>Penyebab Trauma Masa Kecil<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Trauma masa kecil dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Di antaranya bencana alam yang disaksikan ketika masih anak-anak, kekerasan yang dilihat atau yang pernah dialami, kekerasan seksual, kehilangan orang yang dicintai, anak asuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak hanya itu, pengabaian secara fisik dan emosional, merawat seseorang dengan penyakit kronis atau melemahkan, kematian mendadak dalam keluarga, menyaksikan kekerasan dalam keluarga atau lingkungan sekitar, gangguan mental pada anggota keluarga, perpisahan atau perceraian orang tua, dan peristiwa lain yang mana nak merasa takut, kewalahan, tidak berdaya, dan mengerikan juga dapat menyebabkan trauma masa kecil.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adapun menurut Minzenberg, dkk, trauma masa kecil dapat dipicu oleh kekerasan fisik, kekerasan seksual, penolakan fisik, penolakan emosional, dan menyaksikan kekerasan. Penelitian penelitian pun memperlihatkan bahwa ada keterkaitan antara kekerasan fisik dan seksual pada anak dengan trauma yang dialami. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Trauma masa kecil memberikan pengaruh pada hubungan yang dijalin oleh anak kepada siapapun. Ketika orang yang kita sayangi atau dapat diandalkan menyakiti, tidak hadir, atau meninggalkan anak maka akan memengaruhi cara pandang terhadao hubungan manusia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kekerasan fisik ataupun verbal meskipun hanya dilihat dan tidak dialami oleh anak dapat menimbulkan trauma. Apapun bentuknya kekerasan dapat menyebabkan trauma.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"> Anak melihat penghinaan bahkan mengalami penghinaan jika dicatat sebagai kejadian atau peristiwa buruk maka berpotensi menjadi trauma yang akan terus dibawa ketika bertumbuh. Tidak hanya itu pemukulan atau perkelahian yang dialami ataupun dilihat oleh anak juga bisa menjadikan anak mengalami trauma masa kecil.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Korban kekerasan seksual cenderung diam dan tidak melapor pada pihak berwajib ataupun bercerita pada orang lain. Apalagi pada anak-anak yang belum dapat mencerna apakah yang terjadi padanya merupakan kekerasan seksual atau bukan. Menurut Undang-undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPPO) pada pasal 4, bentuk TPPO dikelompokkan menjadi sembilan bentuk. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesembilan bentuk tersebut di antaranya pelecehan seksual nonfisik; pelecehan seksual fisik; pemaksaan kontrasepsi; pemaksaan sterilisasi; pemaksaan perkawinan; penyiksaan seksual; eksploitasi seksual; perbudakan seksual; kekerasan seksual berbasis elektronik.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Gejala_Trauma_Masa_Kecil\"><\/span><b>Gejala Trauma Masa Kecil<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menyadur dari Verywell Mind, anak akan cenderung mengekspresikan beberapa bentuk perubahan perilaku ketika anak mengalami peristiwa traumatis. Tidak jarang perilaku-perilaku tersebut akan terus dibawa dan terjadi ketika dewasa. Berikut gejala trauma masa kecil yang Nampak dari perubahan perilaku.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kecemasan terhadap perpisahan terjadi ketika seorang anak merasa cemas ketika berpisah atau berjauhan dengan orang tua.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gangguan tidur menjadi tanda bahwa anak mulai mengalami mimpi buruk atau kehilangan kemampuan untuk tidur dengan cepat dan lelap.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kehilangan minat terhadap aktivitas normal, mereka dapat kehilangan minat dengan hal-hal yang sebelumnya sangat digemari dan nikmati ketika melakukannya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keluhan somatik dapat berupa sakit kepala, sakit perut, atau keluhan fisik lainnya yang tidak tampak penyebabnya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kesedihan, ketika seorang anak lebih sering berseduh, murung, dan menangis dengan tiba-tiba tanpa penyebab bisa menjadi pertanda bahwa ada hal traumatis atau peristiwa traumatis yang sedang atau masih membekas dalam ingatan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketidakmampuan berkonsentrasi jangka pendek ataupun panjang yang mengganggu kegiatan atau keseharian misalnya sekolah, aktivitas normal, atau pekerjaan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Emosi yang tidak stabil, mereka yang mengalami trauma masa kecil cenderung memiliki emosi yang berubah dengan cepat atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mood swings.<\/span><\/i><\/li>\n<\/ul>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/happy-healthy-parenting?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/items\/9786024832452_Happy-Healthy-Parenting.jpg\" alt=\"Happy Healthy Parenting - trauma masa kecil\" width=\"300\" height=\"444\" \/><\/a><\/p>\n<h2><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/happy-healthy-parenting?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-57150 aligncenter\" src=\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/button-1_RR-5.png\" alt=\"\" width=\"182\" height=\"52\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/14111059\/button-1_RR-5.png 182w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/14111059\/button-1_RR-5-180x52.png 180w\" sizes=\"(max-width: 182px) 100vw, 182px\" \/><\/a><\/h2>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dampak_Trauma_Masa_Kecil\"><\/span><b>Dampak Trauma Masa Kecil<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Trauma masa kecil dapat berdampak buruk bagi kehidupan anak di masa remaja dan\/atau dewasa. Berikut dampak dari trauma masa kecil.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Sulit_Menjalin_Hubungan_dengan_Orang_Lain\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">1. Sulit Menjalin Hubungan dengan Orang Lain<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Trauma yang dialami oleh seseorang akan berdampak signifikan dan beragam terhadap hubungan sosial dan karakter. Pada umumnya, orang dengan gangguan mental termasuk trauma masa kecil akan sulit mengendalikan diri sendiri. Begitupun dengan orang yang mengalami trauma akan sulit menjalin relasi dengan orang lain. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tandanya dapat dilihat dari sifat yang ditunjukkan berupa sifat manipulatif atau membutuhkan, perilaku agresif dan kekerasan. Individu dengan karakter seperti itu akan membuatnya sulit berteman bahkan mempertahankan hubungan.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Sulit_Berkonsentrasi\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">2. Sulit Berkonsentrasi<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Trauma masa kecil terus melekat pada individu bahkan ketika memasuki usia dewasa. Mereka terus mendekam di otak individu. Akibatnya perkembangan otak menjadi tidak maksimal. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal untuk memaksimalkan perkembangan otak, seseorang harus terhindar dari stres ataupun trauma dan berada di lingkungan serta perasaan yang aman. Ingatan buruk akan terus membayangi seseorang dalam melakukan suatu hal. Akibatnya mereka kesulitan untuk fokus dan berkonsentrasi dengan apa yang sedang dikerjakan.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Sulit_Menjadi_Diri_Sendiri\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">3. Sulit Menjadi Diri Sendiri<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika seseorang memiliki luka di masa kecil maka cenderung kesulitan menjadi diri sendiri. Minim rasa percaya diri dan menciptakan diri yang palsu. Tujuannya agar disukai oleh orang-orang di sekitarnya. Hal tersebut menjadi hambatan dalam aktualisasi diri atau kematangan diri. Sehingga, menyiksa batin ketika terus dibiarkan.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Menganggap_Diri_Sebagai_Korban\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">4. Menganggap Diri Sebagai Korban\u00a0<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seseorang dengan trauma masa kecil yang masih melekat cenderung memposisikan diri sebagai korban. Hal tersebut lantaran ketika masa kanak-kanak menempatkan dirimu sebagai korban. Sehingga, ketika dewasa pun cenderung memposisikan diri sebagai korban meskipun ada kemungkinan ia menjadi pelaku, tetapi anggapan itu kadang ditepis.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Pasif-Agresif\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">5. Pasif-Agresif<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika anak tumbuh dengan dikelilingi pertengkaran, perkelahian, kata-kata kasar, dibentak, dan bentuk ekspresi kemarahan lainnya akan menyebabkan trauma pada mereka. Tandanya dapat dilihat pada cara pandang mereka terhadap kemarahan yang tidak bisa diterima. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika seseorang memiliki trauma masa kecil maka akan cenderung menghindari kemarahan. Caranya dengan menekan rasa marah dan menguburnya dalam-dalam. Padahal, marah merupakan emosi yang alami dan wajar yang pasti dirasakan oleh setiap individu. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seseorang dengan perasaan pasif agresif perlu mengatasi cara pandangnya terhadap kemarahan agar menangkap kemarahan bukan hal buruk dan menyakiti diri sendiri ataupun orang lain.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_PTSD_Kompleks\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">6. PTSD Kompleks<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Post traumatic stress disorder <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(PTSD) merupakan gangguan mental yang dipicu oleh stress pascatrauma. Seseorang dengan PTSD akan sulit melupakan kejadian traumatis yang pernah dialami ataupun disaksikan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seseorang dapat dilihat apakah mengidap PTSD atau bukan dari sikapnya yang bertindak impulsif dengan mengambil emosi secara acak, berpikiran negatif karena dipicu pengalaman traumatis masa lalu, putus asa dengan masa depan, dan kejadian traumatis yang terus dingat bahkan tidak jarang masuk sampai ke dalam mimpi. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Trauma masa kecil yang melekat pada diri seseorang baik secara fisik ataupun non fisik memiliki dampak buruk bahkan akan terus dibawa sampai dewasa.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Kesulitan_Mengatur_Emosi\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">7. Kesulitan Mengatur Emosi<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesulitan mengatur emosi atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hyperarousal <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">merupakan kondisi yang mana seseorang tidak bisa mengatur emosi dengan baik karena memiliki trauma di masa sebelumnya. Orang-orang dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hyperarousal <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">cenderung akan melakukan aksi terlebih dahulu daripada berpikir. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak hanya itu, mereka juga sering kali melarikan diri dari tanggung jawab. Bahkan tidak jarang memiliki kewaspadaan yang berlebihan seperti melihat suatu hal yang sebenarnya biasa saja dan tidak menimbulkan ancaman malah dilihat sebagai ancaman sehingga reaksi yang ditunjukkan akan berlebihan.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/parenting-40-mendiidk-anak-di-era-digital?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/items\/parenting_4.0.jpg\" alt=\"Parenting 4.0 Mendiidk Anak Di Era Digital - trauma masa kecil\" width=\"300\" height=\"447\" \/><\/a><\/p>\n<h2><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/parenting-40-mendiidk-anak-di-era-digital?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-57150 aligncenter\" src=\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/button-1_RR-5.png\" alt=\"\" width=\"182\" height=\"52\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/14111059\/button-1_RR-5.png 182w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/14111059\/button-1_RR-5-180x52.png 180w\" sizes=\"(max-width: 182px) 100vw, 182px\" \/><\/a><\/h2>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penyembuhan_Trauma_Masa_Kecil\"><\/span><b>Penyembuhan Trauma Masa Kecil<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Trauma dapat dipulihkan dengan melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">healing, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">pengobatan, atau akan hilang dengan sendirinya (tapi ini jarang terjadi). Sebelum trauma semakin tertanam di jiwa seorang anak sebagai orang tua atau orang dewasa yang hidup berdampingan dengan anak harus memahami keadaan anak apakah sedang dalam trauma atau sedang baik-baik saja. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sehingga akan meminimalisir dampak trauma di masa dewasa. Sekaligus meminimalisir adanya tindakan buruk yang mungkin akan terjadi di masa depan, seperti bunuh diri. Menyadur dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Very Well Mind, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">berikut cara untuk mendukung anak setelah mengalami peristiwa yang menimbulkan trauma.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Mendorong anak untuk berbicara mengenai perasaan dan mengungkapkan emosi yang sedang dirasakan dengan cara membuat ruang aman dan nyaman bagi anak\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Dengarkan cerita anak dan validasi perasaannya, juga tamping semua emosi dan perasaan anak dengan tidak menghakimi. Dengarkan apapun ceritanya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Berikan keyakinan pada anak bahwa kalian (orang tua atau orang dewasa di sekitar anak) akan melakukan apa saja untuk memberikan rasa dan ruang aman dalam menjalani keseharian, sekolah, hobi, atau kegiatan-kegiatan lainnya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Ikut sertakan anak dalam aktivitas yang dapat memberikan energi positif. Akan lebih baik lagi ketika kegiatan tersebut berhubungan secara langsung dengan orang lain. Misalnya kelas musik, memasak, sepatu roda, renang, dan hal-hal yang diminati oleh anak.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika orang tua atau orang dewasa di sekitar anak kesulitan mengatasi trauma yang melekat di diri anak maka dapat menghubungi psikolog atau psikiater anak. Harapannya mereka akan menolong dan memulihkan trauma anak.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tips_Parenting_yang_Sehat\"><\/span><b>Tips <\/b><b><i>Parenting <\/i><\/b><b>yang Sehat<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terkadang orang tua telah mendidik anak dengan baik dan maksimal versinya, tetapi tidak jarang pula tetap memberikan trauma pada anak. Untuk meminimalisir atau menekan trauma pada anak, orang tua dapat melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">parenting <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang sehat, Berikut tips <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">parenting <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang dapat diterapkan orang tua dalam mendidik anak.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Cintai_Anak_dengan_Menunjukkan_Melalui_Tindakan\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">1. Cintai Anak dengan Menunjukkan Melalui Tindakan<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang tua dapat menunjukkan kasih sayang kepada anak dengan hal-hal sederhana. Misalnya dengan memeluk, menghabiskan waktu belajar, dan mendengarkan perasaan, permasalahan, serta keluh kesah anak tanpa menghakimi. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan menunjukkan cinta kasih dapat memicu pelepasan hormon perasaan baik seperti oksitosin yang memberikan rasa tenang yang mendalam, kepuasan, dan kehangatan emosional. Hal tersebut memberikan dampak baik bagi tumbuh kembang anak menjadi lebih kuat dan hubungan antara orang tua dan anak semakin dekat dan erat.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Selalu_Ada_untuk_Anak\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">2. Selalu Ada untuk Anak<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anak harus tahu bahwa kita sebagai orang tua selalu ada dalam keadaan apapun. Bagaimanapun keadaan anak entah sedang terpuruk atau bahagia. Orang tua harus mendukung apapum pilihan hidup anak. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anak yang dibesarkan oleh orang tua yang respossif dan mendukung pilihan anak biasanya memiikiperkembangan keterampilan sosial, kesehatan mental yang terkelola dengan baik, dan perkembangan regulasi emosi yang baik pula.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Membuat_Otak_Anak_Berintegrasi_dengan_Komunikasi\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">3. Membuat Otak Anak Berintegrasi dengan Komunikasi<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk merekatkan hubungan orang tua dan anak dapat dilakukan dengan membantu anak mengintegrasikan berbagai bagian otaknya. Otak memiliki bagian-bagian yang berbeda dan ketika diintegrasikan dengan baik maka bagian-bagian tersebut akan berfungsi dengan harmonis. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika bagian-bagian otak berjalan dengan harmonis akan berdampak baik bagi pengelolaan emosi anak. Misalnya anak tidak mudah marah, lebih kooperatif, lebih berempati, dan memiliki kesejahteraan mental yang lebih baik.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bahaya_Self-Diagnose_pada_Trauma_Masa_Kecil\"><\/span><b>Bahaya <\/b><b><i>Self-Diagnose <\/i><\/b><b>pada Trauma Masa Kecil<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika Anda membaca artikel, mendengar dari radio atau siaran lainnya, menonton film, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Youtube, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dsb, atau melihat postingan mengenai ciri-ciri trauma masa kecil jangan sekali-kali <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">self-diagnose <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">karena akan berbahaya bagi kelangsungan kesehatan mental.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Self-diagnose <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sendiri adalah mendiagnosis diri sendiri mengidap gangguan berdasarkan pengetahuan yang didapatkan secara mandiri. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Hal tersebut tentu berbahaya apalagi mendoagnosis sendiri memiliki trauma masa kecil yang belum selesai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"> Ketika melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">self-diagnose <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dapat menutupi gangguan kesehatan mental sebenarnya ketika diperiksa oleh psikolog atau psikiater. Umumnya, gangguan kesehatan mental tidak muncul sendirian, tetapi tidak jarang disertai gangguan mental lainnya. maka kejujuran pada diri dan tidak sembarangan mendiagnosa diri menjadi penting untuk menentukan arah pengobatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kecemasanmu, kesulitan berkonsentrasi, emosi yang berubah-ubah, sulit menjalin hubungan dengan orang lain, dan bentuk emosi lainnya yang menjadi tanda adanya trauma masa lalu. Tidak menjadi penanda bahwa kalian memang benar mengalami trauma masa lalu. Untuk diagnosis yang tepat diperlukan konsultasi kepada psikolog atau psikiater. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan begitu, diagnosis yang diterima akan lebih pasti dan tepat sehingga pengobatan yang akan dilakukan pun dapat diberikan secara tepat dan tentu membantu untuk pulih (meskipun tidak sepenuhnya) dari trauma masa lalu. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Baca juga:<\/p>\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/macam-macam-penyakit-mental\/\">Macam-macam penyakit mental<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/insomnia\/\">Insomnia<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/paradigma\/\">Paradigma<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/pengertian-sugesti\/\">Pengertian sugesti<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/ocd\/\">OCD<\/a><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di sosial media berseliweran pengalaman seseorang mengatasi trauma masa kecil. Tidak sedikit orang merasa hidup mereka sengsara karena masih belum selesai dengan masa lalu, memiliki trauma masa kecil, dan usaha-usaha dalam mengatasi masalah-masalah mental yang disebabkan trauma masa kecil. Trauma masa kecil ini tidak bisa hilang begitu saja setelah kita beranjak dewasa. Mereka perlu perlakuan [&hellip;] <a class=\"g1-link g1-link-more\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/trauma-masa-kecil\/\">More<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":185533080,"featured_media":41229,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1839,1905],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v17.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Penyebab dan Cara Mengatasi Trauma Masa Kecil - Best Seller Gramedia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar parenting dari Gramedia. Dapatkan informasi Penyebab dan Cara Mengatasi Trauma Masa Kecil disini !\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/trauma-masa-kecil\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Penyebab dan Cara Mengatasi Trauma Masa Kecil - Best Seller Gramedia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar parenting dari Gramedia. Dapatkan informasi Penyebab dan Cara Mengatasi Trauma Masa Kecil disini !\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/trauma-masa-kecil\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Best Seller Gramedia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-07-05T03:48:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-06-30T01:25:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/01162107\/istockphoto-1309039203-170667a-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"509\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"339\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"R Adinda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\",\"name\":\"Gramedia\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\",\"sameAs\":[],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"Gramedia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\",\"name\":\"Best Seller Gramedia\",\"description\":\"Inspiration Transformed\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/trauma-masa-kecil\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/01162107\/istockphoto-1309039203-170667a-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/01162107\/istockphoto-1309039203-170667a-1.jpg\",\"width\":509,\"height\":339,\"caption\":\"trauma masa kecil\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/trauma-masa-kecil\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/trauma-masa-kecil\/\",\"name\":\"Penyebab dan Cara Mengatasi Trauma Masa Kecil - Best Seller Gramedia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/trauma-masa-kecil\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-07-05T03:48:50+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-30T01:25:48+00:00\",\"description\":\"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar parenting dari Gramedia. Dapatkan informasi Penyebab dan Cara Mengatasi Trauma Masa Kecil disini !\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/trauma-masa-kecil\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/trauma-masa-kecil\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/trauma-masa-kecil\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Penyebab dan Cara Mengatasi Trauma Masa Kecil\"}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/trauma-masa-kecil\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/trauma-masa-kecil\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/dc19a84f8c9b397f22a3dd35d7c774ab\"},\"headline\":\"Penyebab dan Cara Mengatasi Trauma Masa Kecil\",\"datePublished\":\"2022-07-05T03:48:50+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-30T01:25:48+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/trauma-masa-kecil\/#webpage\"},\"wordCount\":2023,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/trauma-masa-kecil\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/01162107\/istockphoto-1309039203-170667a-1.jpg\",\"articleSection\":[\"Buku Parenting\",\"Buku Psikologi\"],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/dc19a84f8c9b397f22a3dd35d7c774ab\",\"name\":\"R Adinda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/adinda-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/adinda-96x96.jpg\",\"caption\":\"R Adinda\"},\"description\":\"Dunia psikologi memang selalu menarik untuk dibahas. Selain menarik, dunia dengan mengetahui dunia psikologi akan membantu seseorang dalam dalam mengenali dirinya sendiri.\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/author\/r-adinda\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Penyebab dan Cara Mengatasi Trauma Masa Kecil - Best Seller Gramedia","description":"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar parenting dari Gramedia. Dapatkan informasi Penyebab dan Cara Mengatasi Trauma Masa Kecil disini !","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/trauma-masa-kecil\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Penyebab dan Cara Mengatasi Trauma Masa Kecil - Best Seller Gramedia","og_description":"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar parenting dari Gramedia. Dapatkan informasi Penyebab dan Cara Mengatasi Trauma Masa Kecil disini !","og_url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/trauma-masa-kecil\/","og_site_name":"Best Seller Gramedia","article_published_time":"2022-07-05T03:48:50+00:00","article_modified_time":"2023-06-30T01:25:48+00:00","og_image":[{"width":509,"height":339,"url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/01162107\/istockphoto-1309039203-170667a-1.jpg","path":"s3apsoutheast1:\/\/wp-best-seller\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/01162107\/istockphoto-1309039203-170667a-1.jpg","size":"full","id":41229,"alt":"trauma masa kecil","pixels":172551,"type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"R Adinda","Estimasi waktu membaca":"11 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization","name":"Gramedia","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/","sameAs":[],"logo":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png","width":512,"height":512,"caption":"Gramedia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo"}},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/","name":"Best Seller Gramedia","description":"Inspiration Transformed","publisher":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/trauma-masa-kecil\/#primaryimage","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/01162107\/istockphoto-1309039203-170667a-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/01162107\/istockphoto-1309039203-170667a-1.jpg","width":509,"height":339,"caption":"trauma masa kecil"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/trauma-masa-kecil\/#webpage","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/trauma-masa-kecil\/","name":"Penyebab dan Cara Mengatasi Trauma Masa Kecil - Best Seller Gramedia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/trauma-masa-kecil\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-07-05T03:48:50+00:00","dateModified":"2023-06-30T01:25:48+00:00","description":"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar parenting dari Gramedia. Dapatkan informasi Penyebab dan Cara Mengatasi Trauma Masa Kecil disini !","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/trauma-masa-kecil\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/trauma-masa-kecil\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/trauma-masa-kecil\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Penyebab dan Cara Mengatasi Trauma Masa Kecil"}]},{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/trauma-masa-kecil\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/trauma-masa-kecil\/#webpage"},"author":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/dc19a84f8c9b397f22a3dd35d7c774ab"},"headline":"Penyebab dan Cara Mengatasi Trauma Masa Kecil","datePublished":"2022-07-05T03:48:50+00:00","dateModified":"2023-06-30T01:25:48+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/trauma-masa-kecil\/#webpage"},"wordCount":2023,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/trauma-masa-kecil\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/01162107\/istockphoto-1309039203-170667a-1.jpg","articleSection":["Buku Parenting","Buku Psikologi"],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/dc19a84f8c9b397f22a3dd35d7c774ab","name":"R Adinda","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#personlogo","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/adinda-96x96.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/adinda-96x96.jpg","caption":"R Adinda"},"description":"Dunia psikologi memang selalu menarik untuk dibahas. Selain menarik, dunia dengan mengetahui dunia psikologi akan membantu seseorang dalam dalam mengenali dirinya sendiri.","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/author\/r-adinda\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41224"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/users\/185533080"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41224"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41224\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":57151,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41224\/revisions\/57151"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/media\/41229"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41224"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41224"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41224"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}