{"id":38591,"date":"2022-06-07T12:08:54","date_gmt":"2022-06-07T05:08:54","guid":{"rendered":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?p=38591"},"modified":"2023-06-27T14:10:08","modified_gmt":"2023-06-27T07:10:08","slug":"istilah-childfree","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/istilah-childfree\/","title":{"rendered":"Memahami Istilah Childfree &#038; Penyebab Pasangan Tak Ingin Memiliki Anak"},"content":{"rendered":"<p>Istilah childfree sempat begitu populer usai seorang pegiat media sosial dan penulis Gita Savitri mengungkapkan bahwa ia dan suaminya memutuskan untuk <em>childfree<\/em>.<\/p>\n<p>Di Indonesia, istilah <em>childfree <\/em>memang belum begitu dipahami oleh masyarakat luas. Namun usai Gita Savitri membahas mengenai <em>childfree<\/em>, istilah ini pun mulai cukup sering didengar dan bahkan menjadi bahasan atau diskusi di berbagai media sosial.<\/p>\n<p>Namun, apa sebenarnya maksud dan arti dari istilah <em>childfree<\/em>? Dan kenapa ada pasangan yang mengambil keputusan untuk <em>childfree<\/em>? Simak penjelasannya lebih lanjut, ya!<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_17 counter-hierarchy counter-decimal ez-toc-grey\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class=\"ez-toc-list ez-toc-list-level-1\"><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/istilah-childfree\/#Apa_yang_Dimaksud_dengan_Istilah_Childfree\" title=\"Apa yang Dimaksud dengan Istilah Childfree?\">Apa yang Dimaksud dengan Istilah Childfree?<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/istilah-childfree\/#Dampak_Childfree_untuk_Kesehatan\" title=\"Dampak Childfree untuk Kesehatan\">Dampak Childfree untuk Kesehatan<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/istilah-childfree\/#Apakah_Pasangan_Dapat_Hidup_Bahagia_dengan_Keputusan_Childfree\" title=\"Apakah Pasangan Dapat Hidup Bahagia dengan Keputusan Childfree?\">Apakah Pasangan Dapat Hidup Bahagia dengan Keputusan Childfree?<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/istilah-childfree\/#Mengapa_Ada_Perempuan_atau_Pasangan_yang_Memutuskan_Childfree\" title=\"Mengapa Ada Perempuan atau Pasangan yang Memutuskan Childfree?\">Mengapa Ada Perempuan atau Pasangan yang Memutuskan Childfree?<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-3\"><li class=\"ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/istilah-childfree\/#1_Latar_belakang_keluarga\" title=\"1. Latar belakang keluarga\">1. Latar belakang keluarga<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/istilah-childfree\/#2_Isu_lingkungan\" title=\"2. Isu lingkungan\">2. Isu lingkungan<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/istilah-childfree\/#3_Kondisi_finansial_seseorang\" title=\"3. Kondisi finansial seseorang\">3. Kondisi finansial seseorang<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/istilah-childfree\/#4_Memiliki_kekhawatiran_bahwa_mereka_tidak_mampu_membesarkan_anak_dengan_baik\" title=\"4. Memiliki kekhawatiran, bahwa mereka tidak mampu membesarkan anak dengan baik\">4. Memiliki kekhawatiran, bahwa mereka tidak mampu membesarkan anak dengan baik<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/istilah-childfree\/#5_Memiliki_masalah_maternal_instinct\" title=\"5. Memiliki masalah maternal instinct\">5. Memiliki masalah maternal instinct<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/istilah-childfree\/#6_Memiliki_kondisi_fisik_tertentu\" title=\"6. Memiliki kondisi fisik tertentu\">6. Memiliki kondisi fisik tertentu<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/istilah-childfree\/#7_Alasan_personal\" title=\"7. Alasan personal\">7. Alasan personal<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_yang_Dimaksud_dengan_Istilah_Childfree\"><\/span>Apa yang Dimaksud dengan Istilah <em>Childfree<\/em>?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Menurut laman HeylawEdu, istilah <em>childfree <\/em>mengacu kepada keputusan seseorang ataupun pasangan untuk tidak memiliki keturunan atau tidak memiliki anak. Selain itu, menurut Oxford Dictionary istilah <em>childfree <\/em>merupakan suatu kondisi di mana seseorang atau pasangan tidak memiliki anak karena alasan yang utama yaitu pilihan.<\/p>\n<p>Cambridge Dictionary pun mendefinisikan istilah <em>childfree <\/em>hampir serupa seperti apa yang dijelaskan oleh Oxford Dictionary, yaitu kondisi di mana seseorang atau pasangan memilih untuk tidak memiliki anak.<\/p>\n<p>Istilah <em>childfree <\/em>juga banyak dikenal atau lebih familiar di kalangan para feminis dan dalam agenda-agenda feminisime. Menurut buku berjudul \u201cFeminisme dan Pemberdayaan Perempuan dalam Timbangan Islam\u201d yang ditulis oleh Siti Muslikhati, dijelaskan bahwa feminisme merupakan suatu gerakan yang memiliki tujuan untuk mewujudkan kesetaraan gender secara kuantitatif. Artinya, pria maupun wanita harus saling berperan, baik itu dalam maupun di luar rumah.<\/p>\n<p>Memasuki era reformasi, gerakan feminisme ini mulai menemukan momentumnya untuk mengadakan beragam perubahan di segala bidang, termasuk dalam relasi gender. Istilah ketimpangan gender pun telah menjadi bahasa baku yang selalu dikaitkan dengan kondisi perempuan yang tertinggal, terpuruk, tersubordinasi, dan lainnya yang sejenis.<\/p>\n<p>Kondisi tersebut kemudian memacu para feminis untuk menciptakan beberapa gerakan, di antaranya adalah keputusan perempuan dan pasangan untuk <em>childfree<\/em>. Keputusan <em>childfree <\/em>ini digunakan oleh seorang perempuan, untuk memilih kebebasannya untuk menjadi seorang ibu maupun mengalami proses hamil hingga melahirkan.<\/p>\n<p>Sejatinya keputusan seorang perempuan atau pasangan untuk <em>childfree <\/em>merupakan keputusan yang bersifat sangat personal. Meskipun begitu, keputusan ini masih dinilai tabu di Indonesia.<\/p>\n<p>Contohnya pengumuman yang dibuat oleh Gita Savitri,saat ia memutuskan untuk <em>childfree<\/em>. Melalui keputusan tersebut, banyak netizen yang mengkritik dan menilai bahwa keputusan tersebut tidaklah tepat dan lain sebagainya.<\/p>\n<p>Namun, apakah benar segala asumsi tersebut? Apa dampak dari keputusan seorang perempuan atau pasangan untuk <em>childfree<\/em>?<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dampak_Childfree_untuk_Kesehatan\"><\/span>Dampak <em>Childfree <\/em>untuk Kesehatan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-medium wp-image-57543 aligncenter\" src=\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/1_6MqmvDWEfOm0FhFIl2tpIQ-300x200.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/15082028\/1_6MqmvDWEfOm0FhFIl2tpIQ-300x200.jpeg 300w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/15082028\/1_6MqmvDWEfOm0FhFIl2tpIQ-1024x682.jpeg 1024w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/15082028\/1_6MqmvDWEfOm0FhFIl2tpIQ-768x512.jpeg 768w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/15082028\/1_6MqmvDWEfOm0FhFIl2tpIQ-561x374.jpeg 561w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/15082028\/1_6MqmvDWEfOm0FhFIl2tpIQ-1122x748.jpeg 1122w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/15082028\/1_6MqmvDWEfOm0FhFIl2tpIQ-364x243.jpeg 364w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/15082028\/1_6MqmvDWEfOm0FhFIl2tpIQ-728x485.jpeg 728w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/15082028\/1_6MqmvDWEfOm0FhFIl2tpIQ-608x405.jpeg 608w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/15082028\/1_6MqmvDWEfOm0FhFIl2tpIQ-758x505.jpeg 758w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/15082028\/1_6MqmvDWEfOm0FhFIl2tpIQ-1152x768.jpeg 1152w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/15082028\/1_6MqmvDWEfOm0FhFIl2tpIQ.jpeg 1400w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>Keputusan <em>childfree <\/em>seorang perempuan maupun pasangan, rupanya dapat berdampak pada sisi biologis atau kesehatan. Ada beberapa dampak kesehatan, yang dapat dirasakan ketika seorang perempuan maupun pasangan menjalani pernikahan untuk childfree.<\/p>\n<p>Menurut sebuah penelitian, perempuan yang tidak memiliki anak memiliki risiko untuk memiliki kesehatan yang lebih buruk di kemudian hari. Tidak hanya itu saja, kondisi kesehatan ini juga akan meningkatkan risiko kematian dini.<\/p>\n<p>Keputusan tidak memiliki anak, juga dapat meningkatkan risiko terkena kanker payudara. Ketika seorang perempuan hamil serta menyusui, risiko dari terkena kanker payudara akan berkurang, sebab terjadi perubahan hormonal ketika menjalani fase hamil serta menyusui.<\/p>\n<p>Ketika seorang perempuan hamil, maka akan mengalami peningkatan progesteron serta mengalami penurunan estrogen, sehingga hal tersebutlah yang membuat perempuan hamil bisa lebih terlindungi dari risiko terkena kanker.<\/p>\n<p>Di sisi lain, ketika seorang perempuan hamil, maka ada hormon yang memiliki hubungan dengan pertumbuhan kanker yang akan berkurang pula. Oleh sebab itu, perempuan yang tidak mengalami fase hamil dapat memiliki risiko lebih besar untuk mengalami kanker.<\/p>\n<p>Akan tetapi, beberapa penelitian yang lain menyebutkan, bahwa perempuan yang memilih untuk <em>childfree <\/em>atau tidak memiliki anak akan memiliki masa hidup yang cenderung lebih panjang, serta gaya hidup yang lebih sehat.<\/p>\n<p>Mengapa hal ini bisa terjadi? Menurut penelitian tersebut, mengurus anak adalah tanggung jawab yang cukup berat dan melelahkan, baik itu secara pikiran maupun fisik. Sehingga, ketika mengurus anak, pikiran yang lelah dari seorang ibu akan diikuti pula dengan penyakit-penyakit lain seperti psikosomatik.<\/p>\n<p>Psikosomatik sendiri adalah suatu kondisi, di mana tubuh seseorang akan merasa sakit, akan tetapi bukan karena luka melainkan karena emosi atau pikirannya.<\/p>\n<p>Menurut dua penelitian yang berbeda tersebut, didapatkan pula kesimpulan yang berbeda mengenai keputusan childfree yang diambil oleh seorang wanita. Ada baiknya, seseorang yang memilih untuk menjalani pernikahan secara childfree, rutin untuk mengecek kondisi kesehatan agar dapat mengetahui lebih dini atau bahkan dapat menurunkan risiko dari beberapa penyakit yang telah disebutkan sebelumnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/parent-things-yang-terlewat-dari-parenting?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-38597\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/image005-2-176x300.png\" alt=\"Istilah Childfree\" width=\"250\" height=\"427\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/07065113\/image005-2-176x300.png 176w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/07065113\/image005-2-599x1024.png 599w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/07065113\/image005-2-561x959.png 561w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/07065113\/image005-2-364x622.png 364w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/07065113\/image005-2-608x1039.png 608w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/07065113\/image005-2.png 650w\" sizes=\"(max-width: 250px) 100vw, 250px\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/parent-things-yang-terlewat-dari-parenting?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-57532 aligncenter\" src=\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/button-1_RR-2.png\" alt=\"\" width=\"182\" height=\"52\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/15080825\/button-1_RR-2.png 182w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/15080825\/button-1_RR-2-180x52.png 180w\" sizes=\"(max-width: 182px) 100vw, 182px\" \/><\/a><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apakah_Pasangan_Dapat_Hidup_Bahagia_dengan_Keputusan_Childfree\"><\/span>Apakah Pasangan Dapat Hidup Bahagia dengan Keputusan Childfree?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Di Indonesia, masyarakat memiliki perspektif budaya kolektif, di mana masyarakat mengharapkan seseorang yang telah memasuki usia dewasa untuk menikah dan usai menikah maka akan memiliki seorang anak.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, ketika seseorang memutuskan untuk tidak memiliki anak, maka timbul keheranan dan bahkan tekanan sosial, di mana masyarakat akan terus menanyakan mengenai kehadiran sang anak.<\/p>\n<p>Selain itu, kehadiran anak, terutama bagi kebanyakan masyarakat Indonesia dianggap sebagai \u2018pelengkap\u2019 sebagai penentu pasangan yang telah menikah akan merasa bahagia, sebagai faktor penambah rezeki dan lain sebagainya.<\/p>\n<p>Dengan perspektif kolektif dari budaya masyarakat tersebut, kemudian timbul pertanyaan, akankah pasangan yang memutuskan untuk <em>childfree <\/em>bisa hidup dengan bahagia?<\/p>\n<p>Kehadiran anak, tentu akan membawa kebahagiaan tersendiri terutama bagi pasangan yang telah menikah. Meskipun begitu, bukan berarti bahwa pasangan yang memutuskan untuk <em>childfree <\/em>tidak dapat merasakan kebahagiaan.<\/p>\n<p>Ketika pasangan memiliki anak, maka tentu saja fokus dari ibu dan ayah akan terbagi. Ayah harus memikirkan bagaimana memeroleh penghasilan yang cukup, sebab ada anggota keluarga baru yang kebutuhannya harus dipenuhi, sedangkan ibu tentu cenderung lebih fokus pada perkembangan anak. Di antara kesibukan pribadi ibu dan ayah, keduanya pun harus sama-sama fokus memantau dan ikut berperan dalam perkembangan anak.<\/p>\n<p>Hal ini akan menyebabkan pasangan cenderung lupa atau bahkan tidak menerima perhatian secara penuh, terutama apabila dibandingkan dengan masa pernikahan sebelum memiliki anak. Ketika tidak memiliki anak, pasangan akan lebih fokus pada diri sendiri serta pada pasangan. Kemungkinan, romansa-romansa pernikahan pun juga bisa terjaga. Meskipun tentu tidak menutup kemungkinan, jika anak dapat menyebabkan romansa pernikahan hilang.<\/p>\n<p>Selain waktu, uang serta tenaga yang dikhususkan untuk anak, dapat digunakan untuk membantu mencapai tujuan hidup atau bahkan mimpi-mimpi pasangan yang belum terwujud. Contohnya seperti mengejar karier, liburan keliling dunia dan lain sebagainya. Tak elak, ketika pasangan memiliki anak, tentu fokus Grameds untuk mewujudkan impian akan sedikit lambat, terutama apabila hidup secara pas-pasan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengapa_Ada_Perempuan_atau_Pasangan_yang_Memutuskan_Childfree\"><\/span>Mengapa Ada Perempuan atau Pasangan yang Memutuskan Childfree?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_38596\" aria-describedby=\"caption-attachment-38596\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-medium wp-image-38596\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/image004-9-300x189.jpg\" alt=\"Istilah Childfree\" width=\"300\" height=\"189\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/07064811\/image004-9-300x189.jpg 300w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/07064811\/image004-9-364x229.jpg 364w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/07064811\/image004-9.jpg 403w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-38596\" class=\"wp-caption-text\">unsplash.com<\/figcaption><\/figure>\n<p>Tekanan sosial yang dihadapi oleh pasangan yang memutuskan untuk memilih <em>childfree<\/em>, terutama di Indonesia mungkin akan sangat tinggi. Mengingat penjelasan mengenai perspektif budaya kolektif masyarakat Indonesia, mengenai pernikahan serta memiliki anak yang telah dijelaskan sebelumnya.<\/p>\n<p>Menurut seorang psikolog asal Indonesia, Dr. Tri Rejeki Andayani, meskipun keputusan <em>childfree <\/em>bersifat sangat personal, akan tetapi Dr. Tri menganggap bahwa keputusan tersebut sebaiknya turut melibatkan kedua anggota keluarga besar, terutama orang tua dari pasangan yang memutuskan untuk <em>childfree<\/em>.<\/p>\n<p>Jika keputusan untuk <em>childfree <\/em>tersebut tidak dapat diterima oleh kedua orang tua, tentu saja, tidak menutup kemungkinan bahwa akan muncul tekanan sosial bagi pasangan. Akan tetapi, apabila diterima, maka pasangan pun akan menjadi lebih mudah dalam menghadapi tekanan sosial baik itu dari masyarakat luar maupun keluarga.<\/p>\n<p>Meskipun risiko mendapatkan tekanan cukup besar, mengapa masih ada pasangan yang memutuskan untuk <em>childfree<\/em>? Terutama belakangan ini, gaya hidup dan keputusan <em>childfree <\/em>dari pasangan justru mengalami peningkatan, baik itu di Indonesia maupun di luar negeri.<\/p>\n<p>Salah satu alasan yang cukup menarik pasangan memilih untuk <em>childfree <\/em>adalah karena berkaitan dengan isu maupun masalah lingkungan. Beberapa pasangan atau perempuan yang memutuskan untuk childfree, menilai bahwa populasi penduduk di bumi semakin meningkat.<\/p>\n<p>Akan tetapi, populasi yang meningkat tersebut tidak sejalan dengan kesehatan bumi serta ketersediaan pangan. Sehingga, <em>childfree <\/em>pun akhirnya dipilih sebagai salah satu langkah yang dapat ditempuh.<\/p>\n<p>Dr. Tri, juga menyinggung mengenai perspektif teori perkembangan dari Erikson. Dalam teori tersebut disebutkan, bahwa setiap orang akan memasuki tahap stagnan versus generativitas. Seseorang yang mengalami stagnan, cenderung akan kesulitan untuk menemukan cara dalam berkontribusi pada kehidupan.<\/p>\n<p>Akan tetapi di sisi lain, generativitas akan mendorong seseorang untuk selalu peduli pada orang lain, lalu menciptakan serta berusaha mencapai hal yang dapat membuat dunia menjadi tempat \u2018lebih baik\u2019 termasuk salah satunya melalui pernikahan.<\/p>\n<p>Selain alasan masalah lingkungan, beberapa pasangan yang memutuskan untuk <em>childfree<\/em>, pada umumnya merasa tidak yakin akan kemampuannya dalam merawat maupun mengasuh anak. Sehingga hal tersebut pun menjadi suatu kekhawatiran bagi pasangan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/because-this-is-my-first-parenting-life-pengasuhan-dan-perm?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-38598\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/image007-4-203x300.png\" alt=\"Istilah Childfree\" width=\"250\" height=\"370\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/07064852\/image007-4-203x300.png 203w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/07064852\/image007-4-561x829.png 561w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/07064852\/image007-4-364x538.png 364w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/07064852\/image007-4-608x899.png 608w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/07064852\/image007-4.png 650w\" sizes=\"(max-width: 250px) 100vw, 250px\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/because-this-is-my-first-parenting-life-pengasuhan-dan-perm?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-57532 aligncenter\" src=\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/button-1_RR-2.png\" alt=\"\" width=\"182\" height=\"52\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/15080825\/button-1_RR-2.png 182w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/15080825\/button-1_RR-2-180x52.png 180w\" sizes=\"(max-width: 182px) 100vw, 182px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Berikut beberapa faktor yang bisa memengaruhi seorang perempuan atau pasangan memutuskan untuk <em>childfree<\/em>.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Latar_belakang_keluarga\"><\/span>1. Latar belakang keluarga<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Alasan pertama yang menyebabkan seseorang atau pasangan memilih untuk <em>childfree <\/em>ialah karena ia memiliki masa lalu sendiri tentang keluarganya. Ia tumbuh dan melihat apa yang terjadi di dalam keluarganya, sehingga apa yang ia lihat semasa kecil pun akan memengaruhi pilihannya ketika ia dewasa.<\/p>\n<p>Begitu pula tentang kenangan yang kurang baik, serta perasaan kecewa yang didapatkan selama masa anak-anak, perasaan dan kenangan tersebut pun bisa menjadi alasan terbesar, kenapa pasangan atau seorang perempuan memilih untuk childfree.<\/p>\n<p>Latar belakang keluarga pun dapat memengaruhi keputusan seseorang untuk <em>childfree<\/em>, yaitu ketika seseorang memiliki keluarga yang memberikan kebebasan padanya untuk memilih dan memutuskan segala hal. Sehingga, ketika ia memutuskan <em>childfree<\/em>, ia tidak akan mendapatkan tekanan dan tanpa penghakiman dari pihak keluarga. Justru sebaliknya, ia akan merasa didukung.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Isu_lingkungan\"><\/span>2. Isu lingkungan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, alasan yang cukup menarik dari seseorang memutuskan untuk childfree adalah berkaitan dengan isu lingkungan. Over populasi menjadi isu yang cukup hangat saat ini. Populasi manusia semakin banyak di dunia, akan tetapi tidak sebanding dengan jumlah kerusakan lingkungan yang semakin tinggi serta ketersediaan pangan.<\/p>\n<p>Sebagian individu, baik yang telah berpasangan atau bahkan masih single pun menyadari isu tersebut, sehingga mereka merasa prihatin dengan isu tersebut dan memilih untuk tidak memiliki anak atau childfree. Harapannya, tentu saja mereka tidak ingin menambah populasi yang telah ada.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Kondisi_finansial_seseorang\"><\/span>3. Kondisi finansial seseorang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Keadaan finansial seseorang menjadi salah satu faktor seseorang memutuskan untuk childfree. Membesarkan serta merawat anak, seperti yang Grameds ketahui bukanlah yang mudah. Dibutuhkan persiapan mental serta finansial yang matang.<\/p>\n<p>Ketika pasangan telah memutuskan untuk <em>childfree<\/em>, kemungkinan mereka telah memperhitungkan kemampuan finansial atau bahkan hingga kemungkinan-kemungkinan soal membiayai tumbuh kembang sang anak.<\/p>\n<p>Apabila dalam perhitungan tersebut, rupanya pasangan maupun individu merasa tidak mampu, maka mereka pun memutuskan untuk <em>childfree<\/em>. Sehingga, mereka akan lebih fokus dalam mengalokasikan dana untuk kebutuhan-kebutuhan pribadi yang tentu saja, nominalnya tidak sedikit.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Memiliki_kekhawatiran_bahwa_mereka_tidak_mampu_membesarkan_anak_dengan_baik\"><\/span>4. Memiliki kekhawatiran, bahwa mereka tidak mampu membesarkan anak dengan baik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Alasan keempat merupakan salah satu alasan umum yang menyebabkan seseorang atau pasangan memutuskan untuk <em>childfree<\/em>. Pada umumnya, pasangan atau individu cenderung memiliki kekhawatiran, bahwa mereka tidak mampu membesarkan anak dengan baik.<\/p>\n<p>Atau pasangan atau individu tersebut belum matang dan belum siap secara mental, untuk memiliki seorang anak. Hal ini dikarenakan kondisi mental setiap orang berbeda-beda.<\/p>\n<p>Beberapa orang yang memiliki masalah mental, kemungkinan akan lebih khawatir dan berpikir bahwa mereka tidak cukup mampu untuk membesarkan anak. Akan muncul kekhawatiran, apakah sang anak akan merasa bahagia, apakah kebutuhannya tercukupi, apakah ia bisa membesarkan anak dengan mental dan fisik yang sehat dan lain sebagainya.<\/p>\n<p>Karena kekhawatiran tersebutlah, pasangan maupun individu akhirnya memilih untuk <em>childfree<\/em>.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Memiliki_masalah_maternal_instinct\"><\/span>5. Memiliki masalah <em>maternal instinct<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><em>Maternal instinct<\/em> merupakan kondisi di mana kemampuan emosional dari seorang perempuan, khususnya seorang ibu dalam menentukan hal-hal yang benar serta salah ketika ia membesarkan seorang anak.<\/p>\n<p>Sebagian orang mungkin memiliki anggapan, bahwa <em>maternal instinct<\/em> memiliki peran yang penting untuk dimiliki oleh seorang perempuan, atau lebih tepatnya seorang ibu. Alasannya karena <em>maternal instinct <\/em>ini memiliki kaitan dengan kemampuan seorang ibu untuk melindungi anak-anaknya.<\/p>\n<p>Beberapa dari perempuan merasa khawatir, bahwa mereka tidak memiliki atau mengalami masalah dengan <em>maternal instinct,<\/em> serta tidak yakin bahwa mereka akan menjadi seorang ibu yang baik sesuai dengan harapan anak atau dirinya.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Memiliki_kondisi_fisik_tertentu\"><\/span>6. Memiliki kondisi fisik tertentu<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Beberapa mungkin memiliki kondisi fisik tertentu yang membuat dirinya tidak bisa atau tidak mampu memiliki seorang anak. Contohnya seperti mengidap penyakit keturunan dan lain sebagainya. Kondisi tersebutlah yang kemudian akan menjadi alasan terbesar seorang individu maupun pasangan memilih untuk <em>childfree<\/em>.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Alasan_personal\"><\/span>7. Alasan personal<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Alasan terakhir adalah karena alasan personal dari seseorang atau pasangan. Seperti tidak ada alasan khusus, hanya saja mereka memilih untuk <em>childfree<\/em>, sebab mereka merasa nyaman dengan kondisi tersebut. Mungkin juga, beberapa orang memiliki pandangan bahwa lebih aman, baik itu secara finansial maupun fisik untuk memilih <em>childfree<\/em>.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/mind-power-for-children?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-38599\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/image009-6-198x300.png\" alt=\"Istilah Childfree\" width=\"250\" height=\"379\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/07064921\/image009-6-198x300.png 198w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/07064921\/image009-6-561x850.png 561w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/07064921\/image009-6-364x552.png 364w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/07064921\/image009-6-608x921.png 608w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/07064921\/image009-6.png 650w\" sizes=\"(max-width: 250px) 100vw, 250px\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/mind-power-for-children?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-57532 aligncenter\" src=\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/button-1_RR-2.png\" alt=\"\" width=\"182\" height=\"52\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/15080825\/button-1_RR-2.png 182w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/15080825\/button-1_RR-2-180x52.png 180w\" sizes=\"(max-width: 182px) 100vw, 182px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Itulah penjelasan terkait istilah <em>childfree <\/em>dan faktor serta alasan mengapa seseorang atau pasangan memilih untuk hidup <em>childfree<\/em>. Apabila Grameds tertarik dengan isu-isu semacam <em>childfree<\/em>, Grameds bisa menguliknya dengan membaca buku yang tersedia di <a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/\">gramedia.com<\/a>. Sebagai #SahabatTanpaBatas, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas, agar kamu memiliki informasi #LebihDenganMembaca.<\/p>\n<p><strong>Penulis: Khansa<\/strong><\/p>\n[vc_row][vc_column width=\"1\/2\"][vc_tta_accordion][vc_tta_section title=\"Buku Terkait Istilah\" tab_id=\"1609657986694-ec9fcf86-8e01\"][vc_column_text]\r\n<ul>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/buku-belajar-autocad\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Buku Autocad<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/desain-rumah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Buku Desain Rumah<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/buku-desain-arsitektur\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Buku Desain Arsitektur<\/a><\/li>\r\n\t\r\n\t\r\n<\/ul>\r\n[\/vc_column_text][\/vc_tta_section][\/vc_tta_accordion][\/vc_column][vc_column width=\"1\/2\"][vc_tta_accordion][vc_tta_section title=\"Artikel Terkait Istilah\" tab_id=\"1609656944148-f362d048-3421\"][vc_column_text]\r\n<ul>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/apa-itu-ala-carte-penjelasan-lengkap-dan-manfaatnya-di-restoran\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ala Carte<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/apa-itu-friendzone\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Apa Itu Friendzone<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/bagaimana-intuisi-terbentuk-ini-penjelasan-dan-contohnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bagaimana Intuisi Terbentuk<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perbedaan-teaser-dan-trailer-film\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Beda Trailer dan teaser<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/beauty-privilege\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Beauty Privilege<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/boys-dont-cry\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Boys Don\u2019t Cry<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/buzzer\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Buzzer<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/istilah-childfree\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Childfree<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/chill\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Chill<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fenomena-cegil\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cegil<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/connecting-room\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Connecting Room<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cowok-fiksi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cowok Fiksi<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mengenal-cowok-soft-spoken\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cowok Soft Spoken<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/dejavu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Dejavu<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/disrupsi-teknologi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Disrupsi Teknologi<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/emot-batu-arti-dan-kisah-di-baliknya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Emot Batu<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fabel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Fabel<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/first-experience\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">First Experience<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/flexing-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Flexing<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/gap-analysis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Gap Analysis<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/gaji-kompetitif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Gaji Kompetitif<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/happy-graduation\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Happy Graduation<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/istilah-untuk-orang-merasa-paling-benar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Istilah untuk Orang Merasa Paling Benar<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/inovatif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Inovatif<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/jamet\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jamet<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/low-profile\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Low Profile<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/morning-person-adalah-definisi-dan-manfaatnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Morning Person<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/old-money\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Old Money<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/pseudocode\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pseudecode<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/sugar-daddy\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sugar Daddy<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/slebew-dalam-bahasa-gaul\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Slebew<\/a><\/li>\r\n\t\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-peribahasa-pagar-makan-tanaman\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pagar Makan Tanaman<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/pengertian-npwp\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengertian NPWP<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/pengertian-pertumbuhan-penduduk\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengertian Pertumbuhan Penduduk<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/privilege\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Privilege<\/a><\/li>\r\n\t\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-positive-vibes\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Positive Vibes<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/represif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Represif<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/rumah-tanpa-pintu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Rumah Tanpa Pintu<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/pengertian-simaksi-penting-diingat-sebelum-melakukan-pendakian\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Simaksi<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-stoicism-mindset\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Stoicism Mindset<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/subjektif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Subjektif<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/tanda-kecakapan-khusus-pramuka\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tanda Kecakapan Khusus Pramuka (TKK)<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ottoke\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ottoke<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/arti-vibes-dalam-bahasa-gaul-dan-penggunaannya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Vibes<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/volunteering\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Volunteering<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/you-can-call-me\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">You Can Call Me<\/a><\/li>\r\n<\/ul>\r\n[\/vc_column_text][\/vc_tta_section][\/vc_tta_accordion][\/vc_column][\/vc_row]\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Istilah childfree sempat begitu populer usai seorang pegiat media sosial dan penulis Gita Savitri mengungkapkan bahwa ia dan suaminya memutuskan untuk childfree. Di Indonesia, istilah childfree memang belum begitu dipahami oleh masyarakat luas. Namun usai Gita Savitri membahas mengenai childfree, istilah ini pun mulai cukup sering didengar dan bahkan menjadi bahasan atau diskusi di berbagai [&hellip;] <a class=\"g1-link g1-link-more\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/istilah-childfree\/\">More<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":185533061,"featured_media":38594,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1839],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v17.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Memahami Istilah Childfree &amp; Penyebab Pasangan Tak Ingin Memiliki Anak<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Berikut ulasan untuk memahami lebih dalam tentang istilah childfree dan penyebab beberapa pasangan tak ingin memiliki anak.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/istilah-childfree\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Memahami Istilah Childfree &amp; Penyebab Pasangan Tak Ingin Memiliki Anak\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berikut ulasan untuk memahami lebih dalam tentang istilah childfree dan penyebab beberapa pasangan tak ingin memiliki anak.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/istilah-childfree\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Best Seller Gramedia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-06-07T05:08:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-06-27T07:10:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/07065125\/image001-19.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2048\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1365\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Widiastuty\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\",\"name\":\"Gramedia\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\",\"sameAs\":[],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"Gramedia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\",\"name\":\"Best Seller Gramedia\",\"description\":\"Inspiration Transformed\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/istilah-childfree\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/07065125\/image001-19.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/07065125\/image001-19.jpg\",\"width\":2048,\"height\":1365,\"caption\":\"Pexels.com\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/istilah-childfree\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/istilah-childfree\/\",\"name\":\"Memahami Istilah Childfree & Penyebab Pasangan Tak Ingin Memiliki Anak\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/istilah-childfree\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-06-07T05:08:54+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-27T07:10:08+00:00\",\"description\":\"Berikut ulasan untuk memahami lebih dalam tentang istilah childfree dan penyebab beberapa pasangan tak ingin memiliki anak.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/istilah-childfree\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/istilah-childfree\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/istilah-childfree\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Memahami Istilah Childfree &#038; Penyebab Pasangan Tak Ingin Memiliki Anak\"}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/istilah-childfree\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/istilah-childfree\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/bf370de273ce173a79f2d6707766c4ed\"},\"headline\":\"Memahami Istilah Childfree &#038; Penyebab Pasangan Tak Ingin Memiliki Anak\",\"datePublished\":\"2022-06-07T05:08:54+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-27T07:10:08+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/istilah-childfree\/#webpage\"},\"wordCount\":2004,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/istilah-childfree\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/07065125\/image001-19.jpg\",\"articleSection\":[\"Buku Parenting\"],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/bf370de273ce173a79f2d6707766c4ed\",\"name\":\"Widiastuty\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/WhatsApp-Image-2023-06-26-at-08.51.03-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/WhatsApp-Image-2023-06-26-at-08.51.03-96x96.jpg\",\"caption\":\"Widiastuty\"},\"description\":\"Saya suka menulis terutama pada tema-tema parenting. Lewat tulisan, saya bisa mendapatkan informasi sekaligus menambah wawasan saya tentang dunia parenting. Kontak media sosial Instagram saya Widiastuty\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/author\/widiastuty\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Memahami Istilah Childfree & Penyebab Pasangan Tak Ingin Memiliki Anak","description":"Berikut ulasan untuk memahami lebih dalam tentang istilah childfree dan penyebab beberapa pasangan tak ingin memiliki anak.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/istilah-childfree\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Memahami Istilah Childfree & Penyebab Pasangan Tak Ingin Memiliki Anak","og_description":"Berikut ulasan untuk memahami lebih dalam tentang istilah childfree dan penyebab beberapa pasangan tak ingin memiliki anak.","og_url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/istilah-childfree\/","og_site_name":"Best Seller Gramedia","article_published_time":"2022-06-07T05:08:54+00:00","article_modified_time":"2023-06-27T07:10:08+00:00","og_image":[{"width":2048,"height":1365,"url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/07065125\/image001-19.jpg","path":"s3apsoutheast1:\/\/wp-best-seller\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/07065125\/image001-19.jpg","size":"full","id":38594,"alt":"Istilah Childfree","pixels":2795520,"type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Widiastuty","Estimasi waktu membaca":"11 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization","name":"Gramedia","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/","sameAs":[],"logo":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png","width":512,"height":512,"caption":"Gramedia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo"}},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/","name":"Best Seller Gramedia","description":"Inspiration Transformed","publisher":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/istilah-childfree\/#primaryimage","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/07065125\/image001-19.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/07065125\/image001-19.jpg","width":2048,"height":1365,"caption":"Pexels.com"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/istilah-childfree\/#webpage","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/istilah-childfree\/","name":"Memahami Istilah Childfree & Penyebab Pasangan Tak Ingin Memiliki Anak","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/istilah-childfree\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-06-07T05:08:54+00:00","dateModified":"2023-06-27T07:10:08+00:00","description":"Berikut ulasan untuk memahami lebih dalam tentang istilah childfree dan penyebab beberapa pasangan tak ingin memiliki anak.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/istilah-childfree\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/istilah-childfree\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/istilah-childfree\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Memahami Istilah Childfree &#038; Penyebab Pasangan Tak Ingin Memiliki Anak"}]},{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/istilah-childfree\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/istilah-childfree\/#webpage"},"author":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/bf370de273ce173a79f2d6707766c4ed"},"headline":"Memahami Istilah Childfree &#038; Penyebab Pasangan Tak Ingin Memiliki Anak","datePublished":"2022-06-07T05:08:54+00:00","dateModified":"2023-06-27T07:10:08+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/istilah-childfree\/#webpage"},"wordCount":2004,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/istilah-childfree\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/07065125\/image001-19.jpg","articleSection":["Buku Parenting"],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/bf370de273ce173a79f2d6707766c4ed","name":"Widiastuty","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#personlogo","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/WhatsApp-Image-2023-06-26-at-08.51.03-96x96.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/WhatsApp-Image-2023-06-26-at-08.51.03-96x96.jpg","caption":"Widiastuty"},"description":"Saya suka menulis terutama pada tema-tema parenting. Lewat tulisan, saya bisa mendapatkan informasi sekaligus menambah wawasan saya tentang dunia parenting. Kontak media sosial Instagram saya Widiastuty","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/author\/widiastuty\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38591"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/users\/185533061"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=38591"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38591\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":57545,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38591\/revisions\/57545"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/media\/38594"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=38591"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=38591"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=38591"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}