{"id":3321,"date":"2021-03-15T06:31:34","date_gmt":"2021-03-14T23:31:34","guid":{"rendered":"https:\/\/best-seller.gramedia.com\/2019\/08\/15\/6-pengakuan-pramoedya-ananta-toer\/"},"modified":"2023-06-30T10:26:11","modified_gmt":"2023-06-30T03:26:11","slug":"6-pengakuan-pramoedya-ananta-toer","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/6-pengakuan-pramoedya-ananta-toer\/","title":{"rendered":"6 Pengakuan Penting Pramoedya Ananta Toer"},"content":{"rendered":"<p><strong>Pramoedya Ananta Toer<\/strong> adalah pengarang besar Indonesia. Nama, reputasi, kisah hidup, dan karya-karyanya sudah berkelana ke manca negara.<\/p>\n<p>Sumbangsih besarnya pada Indonesia tak terbantahkan lagi, bukan hanya soal sastra tapi juga budaya dan pemikiran intelektual.<\/p>\n<p>Kita mengenal karya-karya penting berpengaruh Pram, seperti <em><em>Tetralogi Buru<\/em><\/em> (<em><em><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/bumi-manusia-0?utm_source=blog&amp;utm_medium=content%20marketing&amp;utm_content=text\">Bumi Manusia<\/a><\/em><\/em>, <em><em>Anak Semua Bangsa<\/em><\/em>, <em><em><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/jejak-langkah-0?utm_source=blog&amp;utm_medium=content%20marketing&amp;utm_content=text\">Jejak Langkah<\/a>, <a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/rumah-kaca-0?utm_source=blog&amp;utm_medium=content%20marketing&amp;utm_content=text\">Rumah Kaca<\/a><\/em><\/em>), <em><em><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/gadis-pantai-1?utm_source=blog&amp;utm_medium=content%20marketing&amp;utm_content=text\">Gadis Pantai<\/a>, Perburuan, <a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/arok-dedes?utm_source=blog&amp;utm_medium=content%20marketing&amp;utm_content=text\">Arok Dedes<\/a>, Arus Balik<\/em><\/em>, dan masih banyak lagi.<\/p>\n<p>Lahir di Blora, Jawa Tengah, pada 6 Februari 1925, Pram adalah saksi mata sekaligus jadi salah satu pelaku sejarah dalam pembentukan republik ini.<\/p>\n<p>Lewat tulisan-tulisannya, dia ikut bergulat dalam debat pemikiran yang mengemuka kala republik masih seumur jagung. Dari berbagai tulisannya itu, jelaslah bahwa Pram berjuang melawan ketidakadilan di masyarakat.<!--kg-card-begin: markdown--><\/p>\n<figure style=\"text-align: center; margin: 4em;\"><center><center><\/p>\n<figure class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\" aligncenter\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/Pramoedya-Ananta-Toer-1-dok-pribadi-pram-fin.jpg\" alt=\"Penulis\" width=\"600\" height=\"338\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Pramoedya Ananta Toer saat tiba di Salemba setelah dibebaskan dari Pulau Buru. (Sumber foto: dokumentasi pribadi Pramoedya Ananta Toer, CNN Indonesia)<\/figcaption><\/figure>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><\/center><\/center><\/figure>\n<p><!--kg-card-end: markdown--><\/p>\n<p>Salah satu akibatnya, dia pernah dijebloskan dalam penjara selama setahun semasa pemerintahan Presiden Soekarno karena menulis esai berjudul &#8220;Hoa Kiau di Indonesia&#8221; di harian <em><em>Bintang Timoer<\/em><\/em>.<\/p>\n<p>Di esai itu, Pram mengkritik tentang meningkatnya aksi anti-etnis Tionghoa yang berupa pogrom oleh Angkatan Darat dari 1959 sampai 1960 terhadap minoritas etnis Tionghoa.<\/p>\n<blockquote><p>&#8220;Pada saat itu, masyarakat Tionghoa tidak diperbolehkan berdagang bebas di negara ini, dan orang-orang keturunan Tionghoa dipaksa keluar dari desa-desa mereka, dan beberapa bahkan dibunuh. Saya, terus terang saja, selalu menentang hal ini. Itulah mengapa saya dipenjarakan pada tahun 1961,&#8221; ujar Pram dalam buku <em><em>Saya Terbakar Amarah Sendirian!<\/em><\/em> (2006).<\/p><\/blockquote>\n<p>Dalam buku yang isinya berformat tanya jawab antara Pramoedya Ananta Toer dengan Andre Vltchek dan Rossie Indira tersebut, mantan tapol 1965 ini mengungkapkan pemikiran, kritik, dan tentu saja amarahnya.<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_17 counter-hierarchy counter-decimal ez-toc-grey\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class=\"ez-toc-list ez-toc-list-level-1\"><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/6-pengakuan-pramoedya-ananta-toer\/#Pengakuan_Penting_Pramoedya_Ananta_Toer_dalam_Buku-bukunya\" title=\"Pengakuan Penting Pramoedya Ananta Toer dalam Buku-bukunya\">Pengakuan Penting Pramoedya Ananta Toer dalam Buku-bukunya<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-3\"><li class=\"ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/6-pengakuan-pramoedya-ananta-toer\/#1_Pembakaran_buku_sama_dengan_perbuatan_setan\" title=\"1. Pembakaran buku sama dengan perbuatan setan\">1. Pembakaran buku sama dengan perbuatan setan<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/6-pengakuan-pramoedya-ananta-toer\/#2_Pembunuhan_tahanan_di_Pulau_Buru\" title=\"2. Pembunuhan tahanan di Pulau Buru\">2. Pembunuhan tahanan di Pulau Buru<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/6-pengakuan-pramoedya-ananta-toer\/#3_Presiden_Soeharto_pernah_menulis_surat_untuk_Pram\" title=\"3. Presiden Soeharto pernah menulis surat untuk Pram\">3. Presiden Soeharto pernah menulis surat untuk Pram<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/6-pengakuan-pramoedya-ananta-toer\/#4_Absen_dari_kehidupan_keluarga_selama_14_tahun\" title=\"4. Absen dari kehidupan keluarga selama 14 tahun\">4. Absen dari kehidupan keluarga selama 14 tahun<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/6-pengakuan-pramoedya-ananta-toer\/#5_Tulisan_Pram_adalah_serangan_balik\" title=\"5. Tulisan Pram adalah serangan balik\">5. Tulisan Pram adalah serangan balik<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/6-pengakuan-pramoedya-ananta-toer\/#6_Sedih_melihat_kondisi_Indonesia\" title=\"6. Sedih melihat kondisi Indonesia\">6. Sedih melihat kondisi Indonesia<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengakuan_Penting_Pramoedya_Ananta_Toer_dalam_Buku-bukunya\"><\/span>Pengakuan Penting Pramoedya Ananta Toer dalam Buku-bukunya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Enam pengakuan berikut adalah secuil dari begitu banyaknya isi benak Pram yang tertuang dalam buku <em><em>Saya Terbakar Amarah Sendirian!<\/em><\/em><\/p>\n<h3 id=\"1-pembakaran-buku-sama-dengan-perbuatan-setan\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Pembakaran_buku_sama_dengan_perbuatan_setan\"><\/span>1. Pembakaran buku sama dengan perbuatan setan<!--kg-card-begin: markdown--><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<figure style=\"text-align: center; margin: 4em;\"><center><center><\/p>\n<figure class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\" aligncenter\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/Pramoedya-Ananta-Toer-in-Jalan-Raya-Pos-imdb-fin.jpg\" alt=\"Penulis\" width=\"600\" height=\"337\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Bukan hanya naskah-naskah karangan Pram yang musnah, rumahnya di Rawamangun juga tak pernah dikembalikan oleh negara. (Sumber foto: Jalan Raya Pos, IMDB)<\/figcaption><\/figure>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><\/center><\/center><\/figure>\n<p><!--kg-card-end: markdown--><\/p>\n<p>Kejadian 30 September 1965 menyebabkan Pram jadi diambil paksa oleh tentara dua minggu setelahnya. Pada malam sesaat sebelum tentara datang menahannya, rumah Pram di Rawamangun ditimpuki batu oleh gerombolan orang.<\/p>\n<p>Lalu, satu peleton tentara datang dan segera mengangkut Pram ke truk. Dia sempat dipukul popor senapan beberapa kali sampai tidak sadarkan diri.<\/p>\n<blockquote><p>&#8220;Pada saat itu istri saya habis melahirkan di tempat lain. Dia diberitahu oleh seorang tetangga bahwa saya ditahan. Dia segera pulang ke rumah, tapi sudah tidak bisa masuk rumah lagi. Pada saat itulah dia menyaksikan pembakaran kertas-kertas saya di belakang rumah, termasuk delapan naskah yang belum diterbitkan. Seluruh isi perpustakaan saya dibakar. Pembakaran naskah tersebut adalah hal yang tidak akan bisa saya maafkan! Pembakaran buku sama dengan perbuatan setan. Hal ini menunjukkan betapa rendahnya budaya mereka. Bertolak-belakang dengan budaya menulis karena merupakan kerja kreatif.&#8221; (halaman 31)<\/p><\/blockquote>\n<h3 id=\"2-pembunuhan-tahanan-di-pulau-buru\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Pembunuhan_tahanan_di_Pulau_Buru\"><\/span>2. Pembunuhan tahanan di Pulau Buru<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<figure style=\"text-align: center; margin: 4em;\"><center><center><\/p>\n<figure class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\" aligncenter\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/pramoedya-ananta-toer-dan-tahanan-pulau-buru-PYA-sindonews-fin.jpg\" alt=\"Penulis\" width=\"600\" height=\"399\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Suasana Pulau Buru saat menjadi kamp tahanan politik 1965. (Sumber foto: sindonews)<\/figcaption><\/figure>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><\/center><\/center><\/figure>\n<p><!--kg-card-end: markdown--><\/p>\n<p>Setelah berpindah-pindah penjara, Pram dipindahkah ke kamp konsentrasi khusus tapol 1965 di Pulau Buru pada 1969. Dia hanya diperbolehkan membawa dua setel pakaian.<\/p>\n<p>Selama sepuluh tahun di Buru, Pram menyaksikan sendiri penyiksaan dan pembunuhan para tahanan oleh aparat. Penyebab mereka disiksa atau dibunuh bukan saja kesalahan kecil tapi juga kebenaran.<\/p>\n<blockquote><p>&#8220;Salah seorang rekan tahanan di Buru memelihara ikan di tebat. Dia sering sekali kehilangan ikan-ikannya, dan akhirnya dia mencoba mengintip siapa yang mencuri, dan ternyata militer yang mencuri. Sewaktu mereka tahu bahwa rekan saya ini mengintip mereka dalam menjalankan aksi pencurian ikannya, mereka menembaknya langsung di tempat. Dia mati seketika.&#8221; (halaman 37)<\/p><\/blockquote>\n<h3 id=\"3-presiden-soeharto-pernah-menulis-surat-untuk-pram\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Presiden_Soeharto_pernah_menulis_surat_untuk_Pram\"><\/span>3. Presiden Soeharto pernah menulis surat untuk Pram<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<figure style=\"text-align: center; margin: 4em;\"><center><center><\/p>\n<figure class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\" aligncenter\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/soeharto-01-PUSAT-DATA-JENDERAL-BESAR-HM.-SOEHARTO-fin.jpg\" alt=\"Penulis\" width=\"600\" height=\"397\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Surat dari Presiden Soeharto kepada Pram ikut dirampas saat ia meninggalkan Pulau Buru. (Sumber foto: Pusat Dana Jenderal Besar HM Soeharto)<\/figcaption><\/figure>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><\/center><\/center><\/figure>\n<p><!--kg-card-end: markdown--><\/p>\n<p>Akibat desakan masyarakat internasional, pada 1973 Pram kedatangan tamu: Panglima Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib) Jenderal Soemitro. Atas perintah Presiden Soeharto, Soemitro mengatakan Pram boleh menulis lagi.<\/p>\n<p>Namun, Pram harus mencari sendiri kertasnya, yang kemudian ia dapatkan dari gereja Katolik. Pram juga tahu, pemerintah kelak akan merampas tulisan-tulisannya. Karena itu, ia selalu mengetik naskah dalam beberapa rangkap.<\/p>\n<blockquote><p>&#8220;Pada akhirnya saya memang benar, mereka merampas semua naskah saya pada waktu saya meninggalkan Buru, termasuk surat pribadi dari Presiden Harto pada saya. Tapi tidak ada batasan untuk menulis. Ya, dia menulis surat yang mengatakan bahwa: Kesalahan adalah manusiawi, tapi juga orang perlu mempunyai keberanian untuk memperbaiki diri yang benar dan dibenarkan. (<em>tertawa<\/em>)&#8221; (halaman 39)<\/p><\/blockquote>\n<h3 id=\"4-absen-dari-kehidupan-keluarga-selama-14-tahun\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Absen_dari_kehidupan_keluarga_selama_14_tahun\"><\/span>4. Absen dari kehidupan keluarga selama 14 tahun<!--kg-card-begin: markdown--><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<figure style=\"text-align: center; margin: 4em;\"><center><center><\/p>\n<figure class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\" aligncenter\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/Pramoedya-Ananta-Toer-dok-pribadi-pram-fin.jpg\" alt=\"Penulis\" width=\"600\" height=\"337\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Pramoedya menepati janjinya untuk menggendong anaknya, Astuti, setelah keluar dari Pulau Buru. (Sumber foto: dokumentasi pribadi Pramoedya Ananta Toer, CNN Indonesia)<\/figcaption><\/figure>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><\/center><\/center><\/figure>\n<p><!--kg-card-end: markdown--><\/p>\n<p>Walau terlahir sebagai orang Jawa, tapi Pram mengkritik keras kebudayaan Jawa\u00e2\u20ac\u201datau yang disebutnya Jawanisme. Pengalaman hidupnya yang keras membuat Pram berlaku demikian.<\/p>\n<p>Baginya, prinsip Jawanisme adalah taat dan setia yang membabibuta kepada atasan dan tidak memikirkan pihak lain sama sekali.<\/p>\n<p>Akibatnya, Pulau Jawa dijajah oleh berbagai bangsa asing selama berabad-abad. Sementara kaum elit Jawa berkolusi dengan kekuatan kolonial dan rakyat tidak berani menentang kaum elit maupun penjajahnya.<\/p>\n<p>Karena itulah, Pram melawan Jawanisme ini dengan menerapkannya di keluarganya dengan mengajarkan soal kebebasan.<!--kg-card-begin: markdown--><\/p>\n<figure style=\"text-align: center; margin: 4em;\"><center><center><\/p>\n<figure class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\" aligncenter\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/Pramoedya-Ananta-Toer-2-dok-pribadi-pram-fin.jpg\" alt=\"Penulis\" width=\"600\" height=\"337\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Syukuran keluarga Pramoedya Ananta Toer setelah keluar dari Pulau Buru. (Sumber foto: dokumentasi pribadi Pramoedya Ananta Toer, CNN Indonesia)<\/figcaption><\/figure>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><\/center><\/center><\/figure>\n<p><!--kg-card-end: markdown--><\/p>\n<blockquote><p>&#8220;Di dalam keluarga, saya mengajarkan anak dan cucu saya tentang kebebasan. Sekarang terserah kepada mereka apa yang mereka bisa lakukan dengan hal ini. Tapi satu hal yang selalu saya tekankan dan tuntut dari mereka adalah bahwa mereka harus berani bertanggungjawab atas perbuatan mereka. Itu saja. Tapi untuk dapat melaksanakan hal itu, mereka haruslah punya keberanian. Saya berikan kebebasan kepada anak-anak saya, tapi saya juga katakan kepada mereka bahwa mereka harus bertanggungjawab atas hidup mereka sendiri. Itu sebabnya saya sangat tersinggung kalau cucu-cucu saya minta uang. Saya tidak pernah lakukan hal itu sepanjang hidup saya. Dan ini menurut saya adalah kerugian terbesar saya dipenjarakan selama 14 tahun, karena saya tidak mendidik anak cucu sendiri. Kalau saya melihat cucu saya minta uang, saya merasa hal ini adalah akibat karena saya tidak ada di sisi mereka selama saya dipenjarakan.&#8221; (halaman 48)<\/p><\/blockquote>\n<h3 id=\"5-tulisan-pram-adalah-serangan-balik\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Tulisan_Pram_adalah_serangan_balik\"><\/span>5. Tulisan Pram adalah serangan balik<!--kg-card-begin: markdown--><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<figure style=\"text-align: center; margin: 4em;\"><center><center><\/p>\n<figure class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\" aligncenter\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/Pramoedya-Ananta-Toer-rilis-id-fin.jpg\" alt=\"Penulis\" width=\"600\" height=\"348\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Walau naskah-naskah karangannya yang belum pernah diterbitkan telah dibakar aparat, Pram mengaku tidak memendam amarah. (Sumber foto: Rilis.id)<\/figcaption><\/figure>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><\/center><\/center><\/figure>\n<p><!--kg-card-end: markdown--><\/p>\n<p>Setelah menjadi tapol 1965 yang tidak pernah mengalami proses pengadilan, naskah-naskah karya Pram dibakar aparat.<\/p>\n<p>Di antaranya adalah dua volume naskah lanjutan <em><em>Gadis Pantai<\/em><\/em>. Akan tetapi, Pram mengaku tidak memendam kemarahan karena itu. Mengapa?<\/p>\n<blockquote><p>&#8220;Saya tidak marah sama sekali. Saya benar-benar melihatnya sebagai contoh betapa rendahnya budaya bangsa saya. Dan saya menggunakan tulisan-tulisan saya untuk memperlihatkan bahwa budaya saya jauh lebih tinggi. Tulisan saya merupakan serangan balik! Saya tidak pernah menyerah, sampai sekarang. Jurang komunikasi antara saya dengan orang lain di Indonesia terkadang selalu besar. Suatu kali saya dipanggil ke Kejaksaan Agung. Orang yang menemui saya bicara sampai dua jam, menghabiskan bercangkir-cangkir kopi, tapi saya tidak mengerti apa maksudnya. Baru setelah dua jam dia berkata: &#8220;Pak Pram, kami dari Kejaksaan Agung ingin agar Bung berubah sedikit saja.&#8221; Saya menjawab: &#8220;Lo, yang membuat saya begini, kan, bangsa saya sendiri. Kalau mereka mau saya berubah, ya, mereka juga harus berubah dong. Dan kalau setelah ini Anda mau panggil saya lagi, saya tidak akan datang. Kalau perlu, silakan Anda datang ke rumah saya.&#8221; (halaman 72)<\/p><\/blockquote>\n<h3 id=\"6-sedih-melihat-kondisi-indonesia\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Sedih_melihat_kondisi_Indonesia\"><\/span>6. Sedih melihat kondisi Indonesia<!--kg-card-begin: markdown--><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<figure style=\"text-align: center; margin: 4em;\"><center><center><\/p>\n<figure class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\" aligncenter\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/Max-Lane-with-Pramoedya-Ananta-Toer-1981-Southeast-Asia-Center-University-of-Washington-fin.jpg\" alt=\"Penulis\" width=\"600\" height=\"448\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Pramoedya Ananta Toer bersama Max Lane, seorang Indonesianis dan akademisi dari Australia. (Sumber foto: Southeast Asia Center, University of Washington)<\/figcaption><\/figure>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><\/center><\/center><\/figure>\n<p><!--kg-card-end: markdown--><\/p>\n<p>Pasca <em>stroke<\/em> pada 2000, Pram sudah tidak mampu lagi menulis buku, termasuk artikel. Satu kalimat pun tidak bisa ia tulis.<\/p>\n<p>Kekuatannya hilang. Bahkan, Pram mengibaratkan dirinya seperti kentongan yang hanya berbunyi kalau dipukul.<\/p>\n<blockquote><p>&#8220;Saya sudah tidak ingin menulis lagi. Saya hanya tinggal menunggu hari akhir saja. Banyak orang yang mengatakan bahwa saya tinggal bicara saja dan mereka yang akan menuliskannya, tapi saya tidak biasa dengan kerjasama dengan orang lain. Saya pikir sudah cukup yang saya perlu katakan. Satu hal yang masih sangat membuat saya sedih, dan karenanya saya setuju menulis buku ini dengan Anda, adalah tentang kondisi negara Indonesia yang sudah sangat buruk ini. Sangat jauh dari cita-cita saya semasa kecil.&#8221; (halaman 82)<\/p><\/blockquote>\n<p><!--kg-card-begin: hr--><\/p>\n<hr \/>\n<p><!--kg-card-end: hr--><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Baca juga artikel lain :<\/p>\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/daftar-film-adaptasi-yang-sukses-tembus-satu-juta-penonton-sepanjang-2019\/\">Film Adaptasi yang Sukses Tembus Satu Juta Penonton Sepanjang 2019<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/peran-tirto-adhi-soerjo-sosok-acuan-tokoh-minke-di-bumi-manusia\/\">Tirto Adhi Soerjo Sosok Acuan Tokoh Minke di Bumi Manusia<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/daftar-buku-biografi-dan-kisah-sukses-yang-menginspirasi\/\">Buku-Buku Biografi &amp; Kisah Sukses yang Menginspirasi<\/a><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pramoedya Ananta Toer mengungkapkan fakta-fakta menarik dalam bukunya.  <a class=\"g1-link g1-link-more\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/6-pengakuan-pramoedya-ananta-toer\/\">More<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":185533073,"featured_media":5062,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1736],"tags":[1434,1516],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v17.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>6 Pengakuan Penting Pramoedya Ananta Toer - Best Seller Gramedia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"6 pengakuan berikut adalah secuil isi benak Pramoedya ananta toer yang tertuang dalam buku Saya Terbakar Amarah Sendirian!..\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/6-pengakuan-pramoedya-ananta-toer\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"6 Pengakuan Penting Pramoedya Ananta Toer - Best Seller Gramedia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"6 pengakuan berikut adalah secuil isi benak Pramoedya ananta toer yang tertuang dalam buku Saya Terbakar Amarah Sendirian!..\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/6-pengakuan-pramoedya-ananta-toer\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Best Seller Gramedia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-03-14T23:31:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-06-30T03:26:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/02093827\/indonesia_pramodyea_buruisland_ap_ifex-org-fin-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"487\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Arum Rifda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\",\"name\":\"Gramedia\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\",\"sameAs\":[],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"Gramedia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\",\"name\":\"Best Seller Gramedia\",\"description\":\"Inspiration Transformed\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/6-pengakuan-pramoedya-ananta-toer\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/02093827\/indonesia_pramodyea_buruisland_ap_ifex-org-fin-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/02093827\/indonesia_pramodyea_buruisland_ap_ifex-org-fin-1.jpg\",\"width\":800,\"height\":487,\"caption\":\"Sumber foto header: ifex.org\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/6-pengakuan-pramoedya-ananta-toer\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/6-pengakuan-pramoedya-ananta-toer\/\",\"name\":\"6 Pengakuan Penting Pramoedya Ananta Toer - Best Seller Gramedia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/6-pengakuan-pramoedya-ananta-toer\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2021-03-14T23:31:34+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-30T03:26:11+00:00\",\"description\":\"6 pengakuan berikut adalah secuil isi benak Pramoedya ananta toer yang tertuang dalam buku Saya Terbakar Amarah Sendirian!..\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/6-pengakuan-pramoedya-ananta-toer\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/6-pengakuan-pramoedya-ananta-toer\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/6-pengakuan-pramoedya-ananta-toer\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"6 Pengakuan Penting Pramoedya Ananta Toer\"}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/6-pengakuan-pramoedya-ananta-toer\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/6-pengakuan-pramoedya-ananta-toer\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/02e2e8caa2762cb6709dea6bec617e17\"},\"headline\":\"6 Pengakuan Penting Pramoedya Ananta Toer\",\"datePublished\":\"2021-03-14T23:31:34+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-30T03:26:11+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/6-pengakuan-pramoedya-ananta-toer\/#webpage\"},\"wordCount\":1385,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/6-pengakuan-pramoedya-ananta-toer\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/02093827\/indonesia_pramodyea_buruisland_ap_ifex-org-fin-1.jpg\",\"keywords\":[\"Gramedia Digital\",\"Pramoedya Ananta Toer\"],\"articleSection\":[\"Trivia\"],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/02e2e8caa2762cb6709dea6bec617e17\",\"name\":\"Arum Rifda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/rifda-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/rifda-96x96.jpg\",\"caption\":\"Arum Rifda\"},\"description\":\"Menulis adalah cara terbaik untuk menyampaikan isi pemikiran, sekalipun dalam bentuk tulisan, bukan verbal. Ada banyak hal yang bisa disampaikan kepada pembaca, terutama hal-hal yang saya sukai, seperti K-Pop, rekomendasi film, rekomendasi musik sedih mendayu-dayu, dan lain sebagainya.\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/author\/arum-rifda\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"6 Pengakuan Penting Pramoedya Ananta Toer - Best Seller Gramedia","description":"6 pengakuan berikut adalah secuil isi benak Pramoedya ananta toer yang tertuang dalam buku Saya Terbakar Amarah Sendirian!..","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/6-pengakuan-pramoedya-ananta-toer\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"6 Pengakuan Penting Pramoedya Ananta Toer - Best Seller Gramedia","og_description":"6 pengakuan berikut adalah secuil isi benak Pramoedya ananta toer yang tertuang dalam buku Saya Terbakar Amarah Sendirian!..","og_url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/6-pengakuan-pramoedya-ananta-toer\/","og_site_name":"Best Seller Gramedia","article_published_time":"2021-03-14T23:31:34+00:00","article_modified_time":"2023-06-30T03:26:11+00:00","og_image":[{"width":800,"height":487,"url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/02093827\/indonesia_pramodyea_buruisland_ap_ifex-org-fin-1.jpg","path":"s3apsoutheast1:\/\/wp-best-seller\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/02093827\/indonesia_pramodyea_buruisland_ap_ifex-org-fin-1.jpg","size":"full","id":5062,"alt":"pramoedya ananta toer","pixels":389600,"type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Arum Rifda","Estimasi waktu membaca":"7 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization","name":"Gramedia","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/","sameAs":[],"logo":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png","width":512,"height":512,"caption":"Gramedia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo"}},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/","name":"Best Seller Gramedia","description":"Inspiration Transformed","publisher":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/6-pengakuan-pramoedya-ananta-toer\/#primaryimage","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/02093827\/indonesia_pramodyea_buruisland_ap_ifex-org-fin-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/02093827\/indonesia_pramodyea_buruisland_ap_ifex-org-fin-1.jpg","width":800,"height":487,"caption":"Sumber foto header: ifex.org"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/6-pengakuan-pramoedya-ananta-toer\/#webpage","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/6-pengakuan-pramoedya-ananta-toer\/","name":"6 Pengakuan Penting Pramoedya Ananta Toer - Best Seller Gramedia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/6-pengakuan-pramoedya-ananta-toer\/#primaryimage"},"datePublished":"2021-03-14T23:31:34+00:00","dateModified":"2023-06-30T03:26:11+00:00","description":"6 pengakuan berikut adalah secuil isi benak Pramoedya ananta toer yang tertuang dalam buku Saya Terbakar Amarah Sendirian!..","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/6-pengakuan-pramoedya-ananta-toer\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/6-pengakuan-pramoedya-ananta-toer\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/6-pengakuan-pramoedya-ananta-toer\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"6 Pengakuan Penting Pramoedya Ananta Toer"}]},{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/6-pengakuan-pramoedya-ananta-toer\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/6-pengakuan-pramoedya-ananta-toer\/#webpage"},"author":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/02e2e8caa2762cb6709dea6bec617e17"},"headline":"6 Pengakuan Penting Pramoedya Ananta Toer","datePublished":"2021-03-14T23:31:34+00:00","dateModified":"2023-06-30T03:26:11+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/6-pengakuan-pramoedya-ananta-toer\/#webpage"},"wordCount":1385,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/6-pengakuan-pramoedya-ananta-toer\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/02093827\/indonesia_pramodyea_buruisland_ap_ifex-org-fin-1.jpg","keywords":["Gramedia Digital","Pramoedya Ananta Toer"],"articleSection":["Trivia"],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/02e2e8caa2762cb6709dea6bec617e17","name":"Arum Rifda","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#personlogo","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/rifda-96x96.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/rifda-96x96.jpg","caption":"Arum Rifda"},"description":"Menulis adalah cara terbaik untuk menyampaikan isi pemikiran, sekalipun dalam bentuk tulisan, bukan verbal. Ada banyak hal yang bisa disampaikan kepada pembaca, terutama hal-hal yang saya sukai, seperti K-Pop, rekomendasi film, rekomendasi musik sedih mendayu-dayu, dan lain sebagainya.","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/author\/arum-rifda\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3321"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/users\/185533073"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3321"}],"version-history":[{"count":11,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3321\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10285,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3321\/revisions\/10285"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5062"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3321"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3321"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3321"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}