{"id":29951,"date":"2022-03-16T11:52:05","date_gmt":"2022-03-16T04:52:05","guid":{"rendered":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?p=29951"},"modified":"2023-06-30T08:26:57","modified_gmt":"2023-06-30T01:26:57","slug":"silent-treatment","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/silent-treatment\/","title":{"rendered":"Silent Treatment: Pengertian, Dampak, dan Langkah Menghadapinya"},"content":{"rendered":"<p><strong>Silent Treatment &#8211; <\/strong>Ketika mengalami konflik dengan seseorang, beberapa orang mungkin lebih memilih untuk diam serta menghindar dan memutus komunikasi dalam beberapa waktu. Sikap ini juga merupakan bentuk dari silent treatment. Dibanding menyelesaikan masalah, hal ini justru akan membuat masalah menjadi semakin rumit. Silent treatment sebagai sikap ketika seseorang lebih memilih diam dan mengabaikan orang yang sedang berkonflik dengannya.<\/p>\n<p>Perilaku ini tidak termasuk sikap yang dilakukan sementara meredam emosi, menenangkan diri, melainkan dalam jangka waktu lama hingga berhari-hari atau berminggu-minggu. Perilaku ini juga dapat terjadi pada keluarga, teman, pasangan, atau rekan kerja. Tidak hanya konflik, silent treatment juga dapat digambarkan saat korban pelecehan tidak ingin membicarakan apa yang tengah dialaminya kepada orang lain.<\/p>\n<p>Hal ini biasanya bertujuan melindungi diri serta mencegah terjadinya tindak kekerasan atau berbagai ancaman dari pelaku. Selain itu, silent treatment juga dapat muncul sebagai bentuk reaksi ketika seseorang merasa frustasi dalam menghadapi suatu masalah. Namun, begitu situasi sudah terkendali, sikap ini pun dapat hilang dan orang tersebut dapat kembali diajak berkomunikasi seperti sedia kala.<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_17 counter-hierarchy counter-decimal ez-toc-grey\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class=\"ez-toc-list ez-toc-list-level-1\"><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/silent-treatment\/#Pengertian_Silent_Treatment\" title=\"Pengertian Silent Treatment\">Pengertian Silent Treatment<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/silent-treatment\/#Ketahui_Dampak_Silent_Treatment\" title=\"Ketahui Dampak Silent Treatment\">Ketahui Dampak Silent Treatment<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/silent-treatment\/#Cara_Menghadapi_Perlakuan_Silent_Treatment\" title=\"Cara Menghadapi Perlakuan Silent Treatment\">Cara Menghadapi Perlakuan Silent Treatment<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-3\"><li class=\"ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/silent-treatment\/#1_Lakukan_Pendekatan_Secara_Baik-Baik\" title=\"1. Lakukan Pendekatan Secara Baik-Baik\">1. Lakukan Pendekatan Secara Baik-Baik<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/silent-treatment\/#2_Ungkapkanlah_Secara_Jujur\" title=\"2. Ungkapkanlah Secara Jujur\">2. Ungkapkanlah Secara Jujur<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/silent-treatment\/#3_Bersikap_Tenang\" title=\"3. Bersikap Tenang\">3. Bersikap Tenang<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/silent-treatment\/#4_Fokuslah_Pada_Diri_Sendiri\" title=\"4. Fokuslah Pada Diri Sendiri\">4. Fokuslah Pada Diri Sendiri<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/silent-treatment\/#5_Hindari_Asumsi_Secara_Berlebihan\" title=\"5. Hindari Asumsi Secara Berlebihan\">5. Hindari Asumsi Secara Berlebihan<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/silent-treatment\/#6_Jelaskan_Keinginan_untuk_Berkomunikasi\" title=\"6. Jelaskan Keinginan untuk Berkomunikasi\">6. Jelaskan Keinginan untuk Berkomunikasi<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/silent-treatment\/#7_Dengarkan_dan_Jangan_Hanya_Berbicara\" title=\"7. Dengarkan dan Jangan Hanya Berbicara\">7. Dengarkan dan Jangan Hanya Berbicara<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/silent-treatment\/#8_Jadilah_Murah_Hati_dan_Tidak_Sarkastik\" title=\"8. Jadilah Murah Hati dan Tidak Sarkastik\">8. Jadilah Murah Hati dan Tidak Sarkastik<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/silent-treatment\/#9_Akui_Perasaan_Orang_Lain\" title=\"9. Akui Perasaan Orang Lain\">9. Akui Perasaan Orang Lain<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/silent-treatment\/#10_Atur_Waktu_dan_Bersikaplah_Tenang\" title=\"10. Atur Waktu dan Bersikaplah Tenang\">10. Atur Waktu dan Bersikaplah Tenang<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/silent-treatment\/#11_Hindari_Dendam\" title=\"11. Hindari Dendam\">11. Hindari Dendam<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/silent-treatment\/#12_Bersedia_Meminta_Maaf_dan_Memaafkan\" title=\"12. Bersedia Meminta Maaf dan Memaafkan\">12. Bersedia Meminta Maaf dan Memaafkan<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-16\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/silent-treatment\/#13_Jangan_Menyerah\" title=\"13. Jangan Menyerah\">13. Jangan Menyerah<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-17\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/silent-treatment\/#Buku_Terkait_Silent_Treatment\" title=\"Buku Terkait Silent Treatment\">Buku Terkait Silent Treatment<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-3\"><li class=\"ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-18\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/silent-treatment\/#1_The_Things_You_Can_See_Only_When_You_Slow_Down\" title=\"1. The Things You Can See Only When You Slow Down\">1. The Things You Can See Only When You Slow Down<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-19\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/silent-treatment\/#2_Insecurity_Is_My_Middle_Name\" title=\"2. Insecurity Is My Middle Name\">2. Insecurity Is My Middle Name<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-20\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/silent-treatment\/#3_Whats_So_Wrong_About_Your_Self_Healing\" title=\"3. What`s So Wrong About Your Self Healing\">3. What`s So Wrong About Your Self Healing<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-21\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/silent-treatment\/#4_Jangan_Membuat_Masalah_Kecil_Dalam_Hubungan_Cinta_Jadi_Masalah_Besar\" title=\"4. Jangan Membuat Masalah Kecil Dalam Hubungan Cinta Jadi Masalah Besar\">4. Jangan Membuat Masalah Kecil Dalam Hubungan Cinta Jadi Masalah Besar<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Silent_Treatment\"><\/span>Pengertian Silent Treatment<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<figure class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/images.unsplash.com\/photo-1457732815361-daa98277e9c8?ixlib=rb-1.2.1&amp;ixid=MnwxMjA3fDB8MHxwaG90by1wYWdlfHx8fGVufDB8fHx8&amp;auto=format&amp;fit=crop&amp;w=1000&amp;q=80\" alt=\"Silent Treatment\" width=\"500\" height=\"333\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">unsplash.com<\/figcaption><\/figure>\n<p>Silent treatment merupakan perilaku di mana salah satu pasangan dalam suatu hubungan mengabaikan pasangan dan benar-benar berhenti mengakuinya melalui berbagai bentuk komunikasi. Silent treatment biasanya juga terjadi setelah sebelumnya beradu argumen yang intens antar individu. Umumnya, target dari perilaku silent treatment sering tidak menyadari konflik yang terjadi karena pihak lainnya belum mengomunikasikan dan diam saja.<\/p>\n<p>Perilaku ini sendiri tidak hanya terbatas pada hubungan antara wanita dan pria saja, namun bisa juga terjadi antara orang tua dan anak, teman, maupun rekan kerja. Silent treatment adalah suatu bentuk penolakan untuk berkomunikasi secara verbal dengan orang lain. Silent treatment dapat dikategorikan sebagai salah satu jenis kekerasan emosional terhadap pasangan.<\/p>\n<p>Orang yang melakukan silent treatment juga biasanya menolak mengakui keberadaan orang lain. Silent treatment juga menjadi alat ketika seseorang menggunakannya untuk memanipulasi serta mengontrol orang lain. Sejak tahun 1835, silent treatment sendiri dianggap sebagai istilah yang digunakan sejak reformasi penjara sebagai alternatif sebuah hukuman fisik. Dengan melarang narapidana berbicara, akan memanggil mereka dengan nomor alih-alih nama mereka, kemudian memaksa mereka menutupi wajahnya sehingga mereka tidak dapat saling melihat satu sama lain, kemudian akan membuat mereka merefleksikan tindak kejahatan yang mereka lakukan.<\/p>\n<p>Silent treatment sendiri membuat para tahanan merasa menjadi sesuatu yang lebih buruk dibanding penjahat. Mereka merasa tidak berharga, tidak terlihat, dan merasa tidak berdaya. Para tahanan akan terus-menerus menerima jenis perilaku ini yang kemudian dapat merusak harga dirinya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ketahui_Dampak_Silent_Treatment\"><\/span>Ketahui Dampak Silent Treatment<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Silent treatment umumnya dilakukan seseorang karena tidak ingin menghadapi konflik dengan orang lain. Namun, terkadang silent treatment juga dapat menjadi bentuk pelecehan emosional serta manipulasi, di mana pelakunya akan secara sengaja bersikap dingin dengan tujuan menghukum dan berharap orang lain meminta maaf kepadanya. Hal ini juga merupakan salah satu bentuk perilaku pasif-agresif untuk mengontrol seseorang.<\/p>\n<p>Orang yang mendapatkan perlakukan silent treatment umumnya kemudian akan merasakan beberapa dampak mulai dari kebingungan atau ketakutan, merasa marah, ditolak dan dikucilkan Merasa tidak dihormati, dicintai dan dihargai, merasakan ptus asa, rendah diri, hingga frustasi. Jika perlakukan ini kemudian terjadi secara berulang kali, dampak tersebut kemudian akan berkembang menjadi berbagai masalah kesehatan, mulai dari fibromialgia, gangguan makan, sindrom kelelahan kronis, kecemasan, hingga depresi.<\/p>\n<p>Sebuah penelitian sendiri menyatakan bahwa silent treatment yang terjadi dalam sebuah hubungan cenderung menimbulkan perselisihan, karena tidak memiliki kesempatan untuk membahas dan menyelesaikan setiap masalah yang ada. Masalah yang terus menumpuk dan berlarut-larut akhirnya akan menjadikan hubungan tersebut menjadi toxic atau tidak nyaman untuk kedua belah pihak, kurangnya keintiman, adanya komunikasi yang buruk, bahkan kemudian akan berakhir dengan perpisahan. Hal ini juga dapat berujung dengan ghosting.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Menghadapi_Perlakuan_Silent_Treatment\"><\/span>Cara Menghadapi Perlakuan Silent Treatment<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Apa Efeknya Silent Treatment terhadap Sebuah Hubungan? Pada kebanyakan kasus, dengan melakukan tindakan ini untuk menyelesaikan konflik bukanlah suatu cara terbaik, pasangan pria dan wanita sendiri umumnya memiliki kecenderungan yang sama untuk melakukan hal tersebut. Untuk menghindarinya, komunikasi yang jelas merupakan hal yang terpenting agar hubungan kemudian tetap berjalan dengan sehat.<\/p>\n<p>Pasalnya, tindakan ini kemudian akan membuat salah satu pihak tidak memiliki kemauan dalam menyelesaikan konflik secara benar. Ketika seseorang ingin membicarakan masalah tetapi yang lain menarik diri, hal ini kemudian dapat menyebabkan emosi negatif seperti kemarahan. Orang-orang yang merasa diabaikan pun biasanya cenderung memiliki memiliki tingkat harga diri, kepemilikan, dan makna hidup yang lebih rendah dibanding yang lainnya. Oleh karenanya silent treatment dapat berdampak pada kesehatan suatu hubungan, bahkan jika orang yang diam tersebut sebenarnya hanya berusaha menghindari konflik. Seseorang dengan pasangan yang kerap melakukan silent treatment umumnya cenderung melanjutkan perselisihan karena mereka belum memiliki kesempatan membahas keluhan dengan lebih dalam.<\/p>\n<p>Dalam Menangani perlakukan silent treatment dibutuhkan kesabaran yang ekstra. Bahkan, kadang kala kamu perlu mengalah sejenak untuk menurunkan ego agar dapat mencegah dampak buruk dari sikap ini. Beberapa tips berikut ini mungkin dapat membantumu untuk menangani silent treatment, berikut beberapa diantaranya:<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Lakukan_Pendekatan_Secara_Baik-Baik\"><\/span>1. Lakukan Pendekatan Secara Baik-Baik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Lakukan pendekatan secara baik-baik sebagai satu diantara cara untuk meredam sikap ini. Katakan bahwa kamu memperhatikan perlakuannya yang tidak pernah merespon, dan kamu sangat ingin mengetahui alasan mengapa sikapnya demikian. Jika ia masih mengabaikan dan belum merespons, berikan ia waktu untuk dapat mengendalikan dirinya sendiri. Lalu, cobalah atur waktu untuk mendiskusikan masalah yang terjadi, jika ia sudah merasa tenang.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Ungkapkanlah_Secara_Jujur\"><\/span>2. Ungkapkanlah Secara Jujur<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Ungkapkan perasaanmu dengan jujur tentang apa yang kamu rasakan ketika mendapatkan silent treatment. Jelaskan bahwa sikapnya yang seperti ini bukanlah cara yang baik untuk menyelesaikan suatu masalah. Hal ini justru membuatmu merasa frustasi, kesepian, dan melukai perasaanmu.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Bersikap_Tenang\"><\/span>3. Bersikap Tenang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Silent treatment juga dapat memicu emosi dan perasaan marah. Namun, ada baiknya kamu tidak terbawa emosi. Cobalah untuk bersikap tenang agar tidak memperburuk situasi. Selain itu, meski masalah yang terjadi bukan sepenuhnya salahmu, cobalah mengalah dan menurunkan ego. Minta maaflah secara tulus dan katakan padanya bahwa kamu tidak akan mengulanginya lagi. Namun, jika hal ini kerap terjadi dan membuatmu merasa rendah diri, cobalah mengevaluasi lagi apakah hubungan yang sedang kamu jalani memang layak dipertahankan. Jika silent treatment yang kamu peroleh dari rekan kerja di kantor, kamu bisa mencoba bersikap profesional atau mencoba berbicara ke manajer terkait hal tersebut.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Fokuslah_Pada_Diri_Sendiri\"><\/span>4. Fokuslah Pada Diri Sendiri<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Selain berusaha meredam sikap dinginnya, alangkah baiknya kamu juga fokus pada diri sendiri. Luangkan waktu yang akan membuatmu lebih nyaman dan tenang dengan melakukan hal-hal yang positif, misalnya menjalani hobi, olahraga, atau bersosialisasi dengan keluarga atau temanmu.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Hindari_Asumsi_Secara_Berlebihan\"><\/span>5. Hindari Asumsi Secara Berlebihan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Hindari sok tahu, terdapat banyak penyebab mengapa pasangan mendiamkanmu, jika kamu sok tahu hal ini hanya akan membuat kontraproduktif terhadap sudut pandang mereka. Asumsi berlebihan dan rasa sok tahu kemudian akan menyebabkan pembelaan diri, kemarahan, bahkan keheningan yang berkepanjangan.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Jelaskan_Keinginan_untuk_Berkomunikasi\"><\/span>6. Jelaskan Keinginan untuk Berkomunikasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Tak selamanya diam itu emas, karena mendiamkan pasangan dalam waktu yang lama tanpa mengetahui penyebabnya kemudian akan merusak suatu hubungan. Setelah memberinya waktu untuk sendiri, cobalah menjelaskan keinginanmu untuk berkomunikasi dengannya lagi dengan baik-baik.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Dengarkan_dan_Jangan_Hanya_Berbicara\"><\/span>7. Dengarkan dan Jangan Hanya Berbicara<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Komunikasi sebagai jalan dua arah dimana dibutuhkan kemampuan berbicara dan mendengarkan. Belajar mendengar secara efektif sangat penting untuk komunikasi. Cobalah menyampaikan pendapat secara bergantian tanpa menginterupsi hingga salah satu orang selesai bicara, hal ini kemudian akan menjadi keterampilan yang penting dalam suatu komunikasi antar pasangan.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"8_Jadilah_Murah_Hati_dan_Tidak_Sarkastik\"><\/span>8. Jadilah Murah Hati dan Tidak Sarkastik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Saat kembali berkomunikasi, jadilah orang yang murah hati dengan mengakui emosi yang dirasakan kepadamu. Jangan sarkastik serta menggunakan kata-kata pedas untuk melukai pasangan, dan lakukanlah diskusi dengan bahasa jelas.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"9_Akui_Perasaan_Orang_Lain\"><\/span>9. Akui Perasaan Orang Lain<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Langkah mengatasi silent treatment selanjutnya adalah meminta pelaku membagikan perasaannya kepadamu. Dengan memintanya berbagi perasaan, kemudian akan membuat mereka tahu bahwa perasaan mereka valid dan penting, sekaligus membuka jalan pada percakapan. Hindari bersikap defensif serta berusaha memecahkan masalah saat itu juga. Usahakan untuk tetap mendengarkan dengan penuh empati. Jika lawan bicara merespons dengan cara yang mengancam atau melecehkan, ada baiknya jauhkan diri hingga mereka kemudian merasa tenang. Jika perlu bicaralah dengan dokter, terapis, atau teman terpercaya untuk mendapatkan bantuan.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"10_Atur_Waktu_dan_Bersikaplah_Tenang\"><\/span>10. Atur Waktu dan Bersikaplah Tenang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Bersikap Tenang dan Atur Waktu untuk Menyelesaikan Masalah. Terkadang, seseorang memberikan silent treatment kepada orang lain karena sedang merasa terluka, terlalu marah atau kewalahan untuk berbicara. Mungkin juga terdapat ketakutan dalam mengatakan sesuatu yang hanya akan memperburuk situasi. Pada kasus ini, akan sangat membantu jika setiap pihak kemudian meluangkan waktu untuk menenangkan diri sebelum bertemu kembali untuk membahas masalah dengan tenang.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"11_Hindari_Dendam\"><\/span>11. Hindari Dendam<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Berurusan dengan pasangan yang mendiamkanmu juga dapat menimbulkan banyak emosi negatif, serta mungkin terasa sulit untuk memperlakukan mereka sebagaimana kamu ingin diperlakukan. Cobalah tidak memendam rasa dendam, berikan juga contoh kepada mereka bagaimana mengatasi masalah hubungan dengan komunikasi terbuka yang lebih baik dan efektif.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"12_Bersedia_Meminta_Maaf_dan_Memaafkan\"><\/span>12. Bersedia Meminta Maaf dan Memaafkan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Keheningan umumnya datang dari luka yang tidak terucapkan, bersedialah untuk saling meminta maaf serta mengevaluasi perilaku yang biasanya tidak nyaman. Ketika benar-benar memaafkan seseorang, kamu kemudian akan membuat keputusan untuk merangkul, memaafkan, melepaskan, dan bertumbuh.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"13_Jangan_Menyerah\"><\/span>13. Jangan Menyerah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Rasa puas diri akan sangat merusak dalam hubungan. Jika kamu telah merasa jenuh dengan kesunyian yang ada dengan pasangan, serta perasaan kesepian di antaranya, temukan keluarga dan teman yang kemudian akan menyemangatimu. Jangan mudah menyerah untuk membuka jalan komunikasi dengan pasangan karena akan sangat berpengaruh bagi kelangsungan hubunganmu. Demikian langkah menghadapi silent treatment dari pasangan. Jangan mendiamkan dan menyerah dengan pasangan agar hubungan tidak kian berkonflik<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Buku_Terkait_Silent_Treatment\"><\/span>Buku Terkait Silent Treatment<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_The_Things_You_Can_See_Only_When_You_Slow_Down\"><\/span>1. The Things You Can See Only When You Slow Down<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/the-things-you-can-see-only-when-you-slow-down?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-29953\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/image003-23-223x300.jpg\" alt=\"Silent Treatment\" width=\"250\" height=\"336\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/15020200\/image003-23-223x300.jpg 223w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/15020200\/image003-23-364x489.jpg 364w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/15020200\/image003-23.jpg 413w\" sizes=\"(max-width: 250px) 100vw, 250px\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/the-things-you-can-see-only-when-you-slow-down?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"> <img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-29890\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/button-8.png\" alt=\"\" width=\"180\" height=\"51\" \/><\/a><\/p>\n<p>Buku terlaris berjuta-juta salinan kebijaksanaan spiritual tentang pentingnya melambat di dunia kita yang serba cepat, oleh penulis Buddhis Love for Imperfect Things, &#8220;Nasihat bijak tentang cara merenung dan memperlambat.&#8221; &#8211;Elle Apakah dunia ini sibuk, atau apakah ini pikiran saya? Dunia bergerak cepat, tetapi itu tidak berarti kita harus melakukannya. Panduan perhatian terlaris ini oleh Haemin Sunim (yang berarti &#8220;kebijaksanaan spontan&#8221;), seorang guru meditasi Buddhis terkenal yang lahir di Korea dan dididik di Amerika Serikat, menerangi jalan menuju kedamaian batin dan keseimbangan di tengah banyaknya tuntutan kehidupan sehari-hari. Dengan menawarkan petunjuk jalan menuju kesejahteraan dan kebahagiaan di delapan bidang &#8211; termasuk hubungan, cinta, dan kerohanian &#8211; Haemin Sunim menekankan pentingnya menjalin hubungan yang lebih dalam dengan orang lain dan berbelas kasih serta memaafkan terhadap diri sendiri. Lebih dari dua puluh ilustrasi penuh warna yang menyertai ajarannya berfungsi sebagai selingan visual yang menenangkan, mendorong kami untuk memperhatikan bahwa ketika Anda melambat, dunia melambat bersama Anda.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Insecurity_Is_My_Middle_Name\"><\/span>2. Insecurity Is My Middle Name<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/insecurity-is-my-middle-name?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-29954\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/image005-22-204x300.jpg\" alt=\"Silent Treatment\" width=\"250\" height=\"368\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/15020204\/image005-22-204x300.jpg 204w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/15020204\/image005-22-364x536.jpg 364w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/15020204\/image005-22.jpg 366w\" sizes=\"(max-width: 250px) 100vw, 250px\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/insecurity-is-my-middle-name?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-29890\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/button-8.png\" alt=\"\" width=\"180\" height=\"51\" \/><\/a><\/p>\n<p>Isi buku: 1. Kenapa good-looking yang selalu dipilih? 2. Lalu, siapa yang akan memilihku? 3. Aku juga kayaknya nggak bisa apa-apa deh. 4. Skill apa, ya, yang cocok buat aku? | 5. Tapi, aku harus mulai dari mana, ya? 6. Aku bukan malas, hanya takut gagal lagi. 7. Dan, aku malu, belum bisa banggain orang tua. 8. Dan, aku kalah jauh dari teman-temanku. 9. Jujur, aku iri sama pencapaian mereka. 10. Nggak ada yang bisa dibanggakan dariku. . tapi, di sinilah kamu, menyentuh buku ini, trying to feel something, trying to be something, dan kamu sudah ada di langkah yang tepat, karena di buku ini, ada 45 bab yang membantumu berdamai dengan insecurity-mu.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Whats_So_Wrong_About_Your_Self_Healing\"><\/span>3. What`s So Wrong About Your Self Healing<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/whats-so-wrong-about-your-self-healing?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-29955\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/image007-18-205x300.jpg\" alt=\"Silent Treatment\" width=\"250\" height=\"365\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/15020208\/image007-18-205x300.jpg 205w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/15020208\/image007-18-364x532.jpg 364w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/15020208\/image007-18.jpg 442w\" sizes=\"(max-width: 250px) 100vw, 250px\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/whats-so-wrong-about-your-self-healing?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-29890\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/button-8.png\" alt=\"\" width=\"180\" height=\"51\" \/><\/a><\/p>\n<p>Selain kamu dapat buku What\u2019s So Wrong About Your Self Healing, Apa aja yang salah dalam proses self-healing kita, itu yang bakal dibahas di buku ini. Lately, kita selalu mencari cara untuk self-healing, tapi, seringkali, maju-mundur, masih down lagi, putus asa lagi, bahkan kadang sampai stuck, nggak tahu harus bagaimana lagi mengusir rasa kesepian, kecemasan, serta kesedihan yang berkepanjangan, berdamai dengan luka dan trauma yang masih menyisa, bagaimana merasa utuh ketika diri ini banyak kekurangan dan kegagalan. Dari semua sarana self-healing yang kamu lakukan, buku ini perlu jadi sarana self-healing kamu.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Jangan_Membuat_Masalah_Kecil_Dalam_Hubungan_Cinta_Jadi_Masalah_Besar\"><\/span>4. Jangan Membuat Masalah Kecil Dalam Hubungan Cinta Jadi Masalah Besar<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/jangan-membuat-masalah-kecil-dalam-hubungan-cinta-jadi-masal?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-29956\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/image009-6-202x300.jpg\" alt=\"Silent Treatment\" width=\"250\" height=\"371\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/15020211\/image009-6-202x300.jpg 202w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/15020211\/image009-6.jpg 353w\" sizes=\"(max-width: 250px) 100vw, 250px\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/jangan-membuat-masalah-kecil-dalam-hubungan-cinta-jadi-masal?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-29890\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/button-8.png\" alt=\"\" width=\"180\" height=\"51\" \/><\/a><\/p>\n<p>Sakit hati, amarah, rasa tidak aman, dan berbagai masalah sehari-hari bisa menyebabkan friksi, bahkan bagi pasangan yang paling berbahagia sekalipun. Bagi pasangan suami istri yang sudah bertahun-tahun hidup bersama, yang jadi masalah pada umumnya adalah masing-masing menjadi kurang menghargai dan tidak mencurahkan cukup energi untuk memelihara hubungan agar tetap menggairahkan. Buku ini menunjukkan cara menjaga agar hubungan dengan pasangan tetap memiliki gairah yang membara, cara mencegah pertengkaran kecil berkembang menjadi besar, dan cara menghargai pasangan. Dalam seratus kiat yang ditulis dengan indah tapi sangat praktis ini, Richard dan Kris Carlson menunjukkan kepada kita cara untuk tidak memberikan reaksi berlebihan terhadap kritik dari orang yang kita cintai, cara melupakan dendam yang lama terpendam, cara untuk tidak mempedulikan kebiasaan aneh pasangan, dan cara untuk memilih berdamai tanpa menunjukkan kekesalan. Mereka memberikan nasihat-nasihat yang sangat berguna, seperti Hindari kata-kata, \u201cAku cinta padamu, tapi&#8230;.\u201d, Jangan bertengkar bila hati sedang keruh, Ingat, pasangan tidak bisa membaca pikiran Anda, Pelihara kegemaran bercanda, Jangan menjadi tokoh utama di setiap cerita, Biarkan pasangan menjadi manusia biasa, Ingat persamaan ini: Orang yang bahagia sama dengan pasangan yang bahagia, Jangan biarkan anak menjadi penghalang di antara Anda berdua, Katakan, \u201cAku minta maaf\u201d, Anggap pasangan sebagai harta yang tak ternilai.<\/p>\n[vc_row][vc_column width=\"1\/2\"][vc_tta_accordion][vc_tta_section title=\"Kategori Ilmu Berkaitan Psikologi\" tab_id=\"1609657986694-ec9fcf86-8e01\"][vc_column_text]\r\n<ul>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/buku-hrd-manajemen-sdm\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Buku Pedoman HRD &amp; SDM<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/buku-psikologi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Buku Psikologi Best Seller<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/gramedia.com\/best-seller\/buku-psikologi-pendidikan-best-seller\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Buku Psikologi Pendidikan<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/latihan-soal-cpns-online\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Buku Soal CPNS<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/latihan-soal-psikotes-online\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Buku Soal Psikotes<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/soal-psikotes-polri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Soal Psikotes Polri<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/soal-psikotes-tni\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Soal Psikotes TNI<\/a><\/li>\r\n\t\r\n\t\r\n<\/ul>\r\n[\/vc_column_text][\/vc_tta_section][\/vc_tta_accordion][\/vc_column][vc_column width=\"1\/2\"][vc_tta_accordion][vc_tta_section title=\"Artikel Psikologi\" tab_id=\"1609656944148-f362d048-3421\"][vc_column_text]\r\n<ul>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konvergen\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Berpikir Konvergen<\/a>.<\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-balas-dendam-terbaik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Balas Dendam Terbaik<\/a>.<\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/circle-pertemanan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Circle Pertemanan<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/dark-psychology\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Dark Psychology<\/a>.<\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-menghilangkan-kebiasaan-buruk\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Menghilangkan Kebiasaan Buruk<\/a>.<\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mengendalikan-emosi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Mengendalikan Emosi Secara Psikologi dan Pandangan Agama<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-masa-pubertas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ciri Masa Pubertas<\/a><\/li> \t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ekstrovert\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ekstrovert<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/introvert\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Introvert<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/kecemasan-berlebihan-anxiety-disorder\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kecemasan Berlebihan (Anxiety Disorder)<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/kebiasaan-orang-jawa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kebiasaan Orang Jawa<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/kebiasaan-orang-maluku\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kebiasaan Orang Maluku<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/kebiasaan-orang-sunda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kebiasaan Orang Sunda<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/kecerdasan-emosional\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kecerdasan Emosional<\/a><\/li> \r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/kenapa-selalu-lapar-meski-sudah-makan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kenapa Selalu Lapar Meski Sudah Makan<\/a><\/li> \r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/kumpulan-kisah-inspiratif-singkat-beserta-pesan-moral\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kisah Inspiratif Singkat<\/a>.<\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/pengertian-emosi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Macam-Macam Emosi<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/merasa-paling-tersakiti\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Merasa Paling Tersakiti<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/pengertian-mind-mapping\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mind Mapping<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perbedaan-psikolog-dan-psikiater\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perbedaan Psikolog dan Psikiater<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/toleransi-dalam-islam\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengertian Toleransi Dalam Islam<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/toxic-people\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Toxic People<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/toxic-positivity\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Toxic Positivity<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/toxic-family\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Toxic Family<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/elegi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengertian Elegi<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/bullying-di-sekolah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bullying di Sekolah<\/a><\/li>\r\n\r\n\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/tipe-kepribadian-introvert-extrovert-ambivert\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tipe Kepribadian<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/filosofi-stoicism\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Filosofi Stoicism<\/a><\/li> \r\n  \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/pola-pikir\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pola Pikir<\/a><\/li>  \r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/passion\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Passion<\/a><\/li>  \r\n  \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perilaku-asertif-pada-remaja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perilaku Asertif Pada Remaja<\/a><\/li> \r\n  \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/parenting-anak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Parenting Anak<\/a><\/li>    \r\n\t <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/urutan-zodiak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Urutan Zodiak<\/a><\/li>   \r\n\t <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/zodiak-cancer\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Zodiak Cancer<\/a><\/li>   \t\t\r\n\t <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/urutan-12-shio\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Urutan Shio<\/a><\/li>  \r\n\t <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/long-distance-relationship\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Long Distance Relationship<\/a><\/li> \r\n\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/pola-hidup-bersih-dan-sehat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pola Hidup Bersih dan Sehat<\/a><\/li> \t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-memanfaatkan-waktu-liburan-sekolah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara memanfaatkan waktu liburan sekolah<\/a><\/li> \t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hidup-sederhana\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Hidup Sederhana<\/a><\/li> \t\t\t\t \t\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/social-anxiety-disorder\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Social Anxiety Disorder<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fobia-sosial\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Fobia Sosial<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/panic-attack\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Panic Attack<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/gesture\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Gesture<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/dampak-pergaulan-bebas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Dampak Pergaulan Bebas<\/a><\/li>\t\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/love-language\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Love Language<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/penyebab-orang-merasa-iri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Penyebab Orang Merasa Iri<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/tipe-kepribadian-manusia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tipe Kepribadian Manusia<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/sifat-manusia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sifat Manusia<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/social-sinking\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Social Sinking<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-psikologi-tentang-cinta\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Fakta Psikologi Tentang Cinta<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/sandwich-generation\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sandwhich Generation<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/exulansis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Exulansis<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/terapi-kognitif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Terapi Kognitif<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/verbal-abuse\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Verbal Abuse<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/silent-treatment\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Silent Treatment<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/tipe-kepribadian-alpha-beta-omega-gamma-delta-sigma\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">6 Tipe Kepribadian<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perbedaan-psikiater-dan-psikolog\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perbedaan Psikiater dan Psikolog<\/a><\/li>\r\n\t<\/ul>\r\n[\/vc_column_text][\/vc_tta_section][\/vc_tta_accordion][\/vc_column][\/vc_row]\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Silent Treatment &#8211; Ketika mengalami konflik dengan seseorang, beberapa orang mungkin lebih memilih untuk diam serta menghindar dan memutus komunikasi dalam beberapa waktu. Sikap ini juga merupakan bentuk dari silent treatment. Dibanding menyelesaikan masalah, hal ini justru akan membuat masalah menjadi semakin rumit. Silent treatment sebagai sikap ketika seseorang lebih memilih diam dan mengabaikan orang [&hellip;] <a class=\"g1-link g1-link-more\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/silent-treatment\/\">More<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":185533080,"featured_media":29952,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1905],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v17.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Silent Treatment: Pengertian, Dampak, dan Langkah Menghadapinya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Berikut adalah penjelasan mengenai silent treatment yang harus Grameds waspadai dan segera komunikasikan agar tak berdampak buruk.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/silent-treatment\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Silent Treatment: Pengertian, Dampak, dan Langkah Menghadapinya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berikut adalah penjelasan mengenai silent treatment yang harus Grameds waspadai dan segera komunikasikan agar tak berdampak buruk.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/silent-treatment\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Best Seller Gramedia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-03-16T04:52:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-06-30T01:26:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/15020154\/image001-49.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"640\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"R Adinda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"12 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\",\"name\":\"Gramedia\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\",\"sameAs\":[],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"Gramedia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\",\"name\":\"Best Seller Gramedia\",\"description\":\"Inspiration Transformed\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/silent-treatment\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/15020154\/image001-49.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/15020154\/image001-49.jpg\",\"width\":1000,\"height\":640,\"caption\":\"unsplash.com\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/silent-treatment\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/silent-treatment\/\",\"name\":\"Silent Treatment: Pengertian, Dampak, dan Langkah Menghadapinya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/silent-treatment\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-03-16T04:52:05+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-30T01:26:57+00:00\",\"description\":\"Berikut adalah penjelasan mengenai silent treatment yang harus Grameds waspadai dan segera komunikasikan agar tak berdampak buruk.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/silent-treatment\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/silent-treatment\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/silent-treatment\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Silent Treatment: Pengertian, Dampak, dan Langkah Menghadapinya\"}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/silent-treatment\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/silent-treatment\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/dc19a84f8c9b397f22a3dd35d7c774ab\"},\"headline\":\"Silent Treatment: Pengertian, Dampak, dan Langkah Menghadapinya\",\"datePublished\":\"2022-03-16T04:52:05+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-30T01:26:57+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/silent-treatment\/#webpage\"},\"wordCount\":2093,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/silent-treatment\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/15020154\/image001-49.jpg\",\"articleSection\":[\"Buku Psikologi\"],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/dc19a84f8c9b397f22a3dd35d7c774ab\",\"name\":\"R Adinda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/adinda-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/adinda-96x96.jpg\",\"caption\":\"R Adinda\"},\"description\":\"Dunia psikologi memang selalu menarik untuk dibahas. Selain menarik, dunia dengan mengetahui dunia psikologi akan membantu seseorang dalam dalam mengenali dirinya sendiri.\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/author\/r-adinda\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Silent Treatment: Pengertian, Dampak, dan Langkah Menghadapinya","description":"Berikut adalah penjelasan mengenai silent treatment yang harus Grameds waspadai dan segera komunikasikan agar tak berdampak buruk.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/silent-treatment\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Silent Treatment: Pengertian, Dampak, dan Langkah Menghadapinya","og_description":"Berikut adalah penjelasan mengenai silent treatment yang harus Grameds waspadai dan segera komunikasikan agar tak berdampak buruk.","og_url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/silent-treatment\/","og_site_name":"Best Seller Gramedia","article_published_time":"2022-03-16T04:52:05+00:00","article_modified_time":"2023-06-30T01:26:57+00:00","og_image":[{"width":1000,"height":640,"url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/15020154\/image001-49.jpg","path":"s3apsoutheast1:\/\/wp-best-seller\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/15020154\/image001-49.jpg","size":"full","id":29952,"alt":"Silent Treatment","pixels":640000,"type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"R Adinda","Estimasi waktu membaca":"12 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization","name":"Gramedia","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/","sameAs":[],"logo":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png","width":512,"height":512,"caption":"Gramedia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo"}},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/","name":"Best Seller Gramedia","description":"Inspiration Transformed","publisher":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/silent-treatment\/#primaryimage","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/15020154\/image001-49.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/15020154\/image001-49.jpg","width":1000,"height":640,"caption":"unsplash.com"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/silent-treatment\/#webpage","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/silent-treatment\/","name":"Silent Treatment: Pengertian, Dampak, dan Langkah Menghadapinya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/silent-treatment\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-03-16T04:52:05+00:00","dateModified":"2023-06-30T01:26:57+00:00","description":"Berikut adalah penjelasan mengenai silent treatment yang harus Grameds waspadai dan segera komunikasikan agar tak berdampak buruk.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/silent-treatment\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/silent-treatment\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/silent-treatment\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Silent Treatment: Pengertian, Dampak, dan Langkah Menghadapinya"}]},{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/silent-treatment\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/silent-treatment\/#webpage"},"author":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/dc19a84f8c9b397f22a3dd35d7c774ab"},"headline":"Silent Treatment: Pengertian, Dampak, dan Langkah Menghadapinya","datePublished":"2022-03-16T04:52:05+00:00","dateModified":"2023-06-30T01:26:57+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/silent-treatment\/#webpage"},"wordCount":2093,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/silent-treatment\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/15020154\/image001-49.jpg","articleSection":["Buku Psikologi"],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/dc19a84f8c9b397f22a3dd35d7c774ab","name":"R Adinda","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#personlogo","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/adinda-96x96.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/adinda-96x96.jpg","caption":"R Adinda"},"description":"Dunia psikologi memang selalu menarik untuk dibahas. Selain menarik, dunia dengan mengetahui dunia psikologi akan membantu seseorang dalam dalam mengenali dirinya sendiri.","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/author\/r-adinda\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29951"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/users\/185533080"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=29951"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29951\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":30099,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29951\/revisions\/30099"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/media\/29952"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29951"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=29951"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=29951"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}