{"id":29942,"date":"2022-03-16T13:17:30","date_gmt":"2022-03-16T06:17:30","guid":{"rendered":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?p=29942"},"modified":"2023-06-30T08:26:54","modified_gmt":"2023-06-30T01:26:54","slug":"konvergen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konvergen\/","title":{"rendered":"Berpikir Konvergen: Pengertian, Ciri, Contoh, &#038; Bedanya Berpikir Divergen"},"content":{"rendered":"<p><strong>Konvergen &#8211;<\/strong> Ada dua jenis atau tipe pemikiran analitik, yaitu konvergen dan divergen. Kedua jenis ini memiliki pola yang berbeda, meski tidak saling berseberangan. Jika kedua pemikiran tersebut dapat berjalan beriringan, maka segala macam persoalan dapat diatasi dengan baik. Konsep berpikir memang sangatlah penting dipelajari. Sebab Tuhan telah memberikan keistimewaan kepada manusia berupa akal dan pikiran. Kecerdasan yang dimiliki manusia inilah yang kemudian menjadi pembeda antara manusia dengan makhluk lainnya. Adapun yang menjadi pusat paling penting untuk itu semua adalah otak.<\/p>\n<p>Proses berpikir yang ada di otak menjadi aset berharga bagi setiap orang. Namun sayangnya tak semua orang menyadari hal tersebut. Banyak yang belum menyadari betapa kemampuan otak sangat besar dan dapat digali asalkan bisa mengelolanya dengan tepat. Maka dari itulah, guna mengaktifkan kemampuan yang dimiliki oleh otak, salah satu caranya adalah dengan mempelajari apa itu tipe berpikir konvergen dan divergen. Meski kita akan belajar lebih banyak tentang berpikir konvergen, namun simak juga apa saja perbedaan antara pemikiran konvergen dan divergen.<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_17 counter-hierarchy counter-decimal ez-toc-grey\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class=\"ez-toc-list ez-toc-list-level-1\"><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konvergen\/#Pengertian_Berpikir_Konvergen_dan_Contohnya\" title=\"Pengertian Berpikir Konvergen dan Contohnya\">Pengertian Berpikir Konvergen dan Contohnya<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konvergen\/#Ciri-Ciri_Berpikir_Konvergen\" title=\"Ciri-Ciri Berpikir Konvergen\">Ciri-Ciri Berpikir Konvergen<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-3\"><li class=\"ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konvergen\/#1_Berpikir_menggunakan_logika\" title=\"1. Berpikir menggunakan logika\">1. Berpikir menggunakan logika<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konvergen\/#2_Teguh_pada_kesimpulan_yang_tegas\" title=\"2. Teguh pada kesimpulan yang tegas\">2. Teguh pada kesimpulan yang tegas<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konvergen\/#3_Membuat_keputusan_yang_baru\" title=\"3. Membuat keputusan yang baru\">3. Membuat keputusan yang baru<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konvergen\/#4_Hadir_dalam_dunia_pendidikan\" title=\"4. Hadir dalam dunia pendidikan\">4. Hadir dalam dunia pendidikan<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konvergen\/#5_Terdapat_perbedaan_bawaan_mengenai_pemikiran_ini\" title=\"5. Terdapat perbedaan bawaan mengenai pemikiran ini\">5. Terdapat perbedaan bawaan mengenai pemikiran ini<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konvergen\/#Keuntungan_Berpikir_Konvergen\" title=\"Keuntungan Berpikir Konvergen\">Keuntungan Berpikir Konvergen<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-3\"><li class=\"ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konvergen\/#1_Membantu_Anda_dalam_mengambil_keputusan\" title=\"1. Membantu Anda dalam mengambil keputusan\">1. Membantu Anda dalam mengambil keputusan<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konvergen\/#2_Mendorong_pemikiran_kritis_yang_memakai_logika\" title=\"2. Mendorong pemikiran kritis yang memakai logika\">2. Mendorong pemikiran kritis yang memakai logika<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konvergen\/#Kekurangan_Berpikir_Konvergen\" title=\"Kekurangan Berpikir Konvergen\">Kekurangan Berpikir Konvergen<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-3\"><li class=\"ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konvergen\/#1_Membatasi_kreativitas\" title=\"1. Membatasi kreativitas\">1. Membatasi kreativitas<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konvergen\/#2_Berpengaruh_terhadap_suasana_hati\" title=\"2. Berpengaruh terhadap suasana hati\">2. Berpengaruh terhadap suasana hati<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konvergen\/#Pola_Pikir_Konvergen\" title=\"Pola Pikir Konvergen\">Pola Pikir Konvergen<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konvergen\/#Perbedaan_Antara_Berpikir_Divergen_dan_Berpikir_Konvergen\" title=\"Perbedaan Antara Berpikir Divergen dan Berpikir Konvergen\">Perbedaan Antara Berpikir Divergen dan Berpikir Konvergen<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-3\"><li class=\"ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-16\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konvergen\/#1_Arah_pemikiran_divergen_dan_konvergen\" title=\"1. Arah pemikiran divergen dan konvergen\">1. Arah pemikiran divergen dan konvergen<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-17\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konvergen\/#2_Kebaruan_pemikiran_divergen_dan_konvergen\" title=\"2. Kebaruan pemikiran divergen dan konvergen\">2. Kebaruan pemikiran divergen dan konvergen<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-18\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konvergen\/#3_Membatasi_pemikiran_divergen_dan_konvergen\" title=\"3. Membatasi pemikiran divergen dan konvergen\">3. Membatasi pemikiran divergen dan konvergen<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-19\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konvergen\/#4_Kepastian_pemikiran_divergen_dan_konvergen\" title=\"4. Kepastian pemikiran divergen dan konvergen\">4. Kepastian pemikiran divergen dan konvergen<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-20\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konvergen\/#5_Efisiensi_pemikiran_divergen_dan_konvergen\" title=\"5. Efisiensi pemikiran divergen dan konvergen\">5. Efisiensi pemikiran divergen dan konvergen<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-21\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konvergen\/#6_Kepribadian_pemikiran_divergen_dan_konvergen\" title=\"6. Kepribadian pemikiran divergen dan konvergen\">6. Kepribadian pemikiran divergen dan konvergen<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-22\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konvergen\/#7_Emosional_Negara_pemikiran_divergen_dan_konvergen\" title=\"7. Emosional Negara pemikiran divergen dan konvergen\">7. Emosional Negara pemikiran divergen dan konvergen<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Berpikir_Konvergen_dan_Contohnya\"><\/span>Pengertian Berpikir Konvergen dan Contohnya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Berpikir dengan tipe konvergen artinya berpikir dengan cara analitis, yaitu sebuah cara berpikir yang bersifat logis dan sistematis. Tipe ini menggunakan kemampuan mengumpulkan dan menggunakan informasi yang relevan serta berdasar pada fakta dan kenyataan.<\/p>\n<p>Anda akan membutuhkan kemampuan berpikir ini tatkala hendak menyelesaikan sebuah permasalahan. Dengan cara berpikir konvergen, Anda akan lebih fokus pada masalah yang sedang dihadapi. Selain itu Anda juga akan lebih mudah memilah mana informasi subjektif yang tidak perlu didengarkan, yang artinya Anda juga tak akan mudah terpengaruh oleh pendapat orang lain yang tak pasti.<\/p>\n<p>Metode yang biasa dipakai oleh orang-orang dengan tipe berpikir konvergen ini yaitu mengenali teknik yang telah dicoba sebelumnya dan menerapkan kembali bersama informasi lain yang siap disimpan. Dalam hal ini, kemampuan berpikir konvergen sangat cocok untuk menganalisa sebuah solusi atas persoalan tertentu. Sementara itu dalam matematika, pemikiran konvergen mengacu pada batas tertentu dalam sebuah seri atau deretan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/berpikir-kritis-kecakapan-hidup-di-era-digital?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-29949\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/image004-10.jpg\" alt=\"Konvergen\" width=\"250\" height=\"354\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/berpikir-kritis-kecakapan-hidup-di-era-digital?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-29890\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/button-8.png\" alt=\"\" width=\"180\" height=\"51\" \/><\/a><\/p>\n<p>Nah, setelah mengetahui bagaimana pengertian berpikir konvergen, berikut akan dijelaskan sedikit mengenai contoh-contoh dari pemikiran ini:<\/p>\n<p>Misalkan, dalam sebuah tes pilihan ganda, setiap mahasiswa wajib merenungkan, Kira-kira pilihan jawaban apa yang akan disajikan kepada mereka. Kemudian mereka juga harus merefleksikan apa yang telah dipelajari serta memilih jawaban yang mereka anggap benar.<\/p>\n<ul>\n<li>Misalkan, dalam sebuah tes pilihan ganda, setiap mahasiswa wajib merenungkan, Kira-kira pilihan jawaban apa yang akan disajikan kepada mereka. Kemudian mereka juga harus merefleksikan apa yang telah dipelajari serta memilih jawaban yang mereka anggap benar.<\/li>\n<li>Seseorang yang hendak meniti sebuah perjalanan panjang, harus memikirkan akomodasi serta pilihan transportasi yang tepat. Mereka harus memilih yang terbaik, disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki dan kenyamanan perjalanan jauh yang akan ditempuh.<\/li>\n<li>Ketika sebuah perusahaan sedang melakukan rapat, manajer perusahaan harud mendengarkan ide-ide yang disampaikan oleh pihak lain. Baik mengenai cara memecahkan masalah, menganalisisnya, ataupun memilih opsi yang dianggap paling tepat.<\/li>\n<li>Ketika ada seseorang yang ditawari dua buah pekerjaan, ia harus melakukan pertimbangan mengenai pekerjaan yang hendak dipilihnya. Ia harus memeriksa pro dan kontra dari masing-masing tawaran. Serta menentukan mana yang paling sesuai dengan keadaannya saat ini.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ciri-Ciri_Berpikir_Konvergen\"><\/span>Ciri-Ciri Berpikir Konvergen<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Joy Paul Guilford, seorang Psikolog yang telah mengemukakan tipe berpikir konvergen ini. Kemampuan berpikir konvergen ini berfungsi untuk menemukan jawaban yang unik rasional, serta mapan untuk sebuah permasalahan. Tak hanya berfokus pada pemikiran kreatif saja, melainkan juga pada solusi yang tepat, cepat, logis dengan memakai informasi sebanyak mungkin. Maka tak heran apabila pemikiran ini lebih banyak bersinggungan dengan pengetahuan yang ada, karena dalam penerapannya berkaitan dengan penggunaan data standar. Seperti memakai probabilitas, logika, serta informasi statistik dalam proses pemikirannya. Ada beberapa ciri dari pemikiran konvergen, yaitu sebagai berikut:<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Berpikir_menggunakan_logika\"><\/span>1. Berpikir menggunakan logika<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Ketika hendak menemukan sebuah solusi, orang dengan tipe berpikir ini akan mengikuti proses rasional dengan memeriksa berbagai alternatif pemecahan masalah yang ada. Begitu juga mereka akan memilih alternatif solusi yang paling berguna. Jadi, apabila sebagian besar pemikiran divergen memakai kreativitas, maka pemikiran konvergen menggunakan logika, refleksi, pemikiran kritis, dan statistik. Sehingga prosesnya harus benar-benar disadari dan dilakukan dengan sengaja. Ketika memakai pemikiran konvergen, kriteria rasional harus dipakai untuk memilih, menganalisa, menyaring, dan mengevaluasi hasil.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Teguh_pada_kesimpulan_yang_tegas\"><\/span>2. Teguh pada kesimpulan yang tegas<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Orang-orang dengan pemikiran konvergen akan menghasilkan keputusan atau kesimpulan yang telah melalui sebuah proses. Proses ini merupakan proses yang disengaja, formal, dan juga didasarkan pada informasi serta data-data yang berguna. Maka dari itu, hasilnya pun tak bisa diremehkan. Namun tidak selamanya hasil pemikiran konvergen selalu tepat. Bisa jadi ada informasi di awal yang kurang atau tidak benar, maka hasilnya pun tidak cocok meski telah dilakukan dengan proses yang panjang.<\/p>\n<p>Di sisi lain, ketika pemikiran konvergen ini diterapkan pada situasi kompleks, yang membutuhkan lebih dari satu jawaban, maka akan orang-orang akan memikirkan solusi yang paling sesuai, meskipun solusi tersebut bukan solusi yang mungkin. Jadi, pemikiran ini lebih cocok untuk memecahkan masalah logis, konkret, serta tertutup semacam tes standar.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Membuat_keputusan_yang_baru\"><\/span>3. Membuat keputusan yang baru<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Ciri ketiga adalah dapat membuat keputusan yang baru. Apabila pemikiran divergen dapat dipakai untuk memecahkan pemikiran yang baru, lalu mengusulkan sesuatu yang kreatif dan umumnya mengamati sesuatu yang realistis, berbeda dengan konvergen. Sebaliknya, pemikiran konvergen justru akan memeriksa kemungkinan dalam situasi konkret atau nyata.<\/p>\n<p>Kemudian akan membuat keputusan mana yang terbaik.<\/p>\n<p>Maka, pemikiran konvergen ini adalah yang paling tepat untuk untuk memilih tindakan, memilih jawaban yang benar atas setiap permasalahan, dan menemukan solusinya.Semakin banyak informasi yang berhasil dikumpulkan, semakin memudahkan mereka dengan pemikiran konvergen untuk memecahkan permasalahan.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Hadir_dalam_dunia_pendidikan\"><\/span>4. Hadir dalam dunia pendidikan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Adapun ciri ketiga yaitu hadirnya pemikiran konvergen dalam dunia pendidikan. Mengapa? Karena saat ini keterampilan berpikir konvergen ini juga menjadi salah satu promosi di dunia pendidikan. Sebab berbagai informasi yang disediakan bagi para siswa, termasuk cara memeriksanya, siswa haruslah membuat keputusan yang konkret. Tentunya dengan memakai pemikiran yang logis dan kritis.<\/p>\n<p>Contohnya adalah ketika anak-anak dihadapkan pada soal pilihan ganda. Mereka harus memeriksa setiap informasi untuk menentukan jawaban satu per satu. Sehingga mereka dapat mengambil keputusan jawaban mana yang paling tepat. Akan tetapi faktanya, tidak menutup kemungkinan pula bahwa banyak suara kritis yang menyatakan pentingnya pemikiran divergen atau lateral. Sebab jika tidak diterapkan, maka kaum muda hanya dapat memecahkan masalah serta melakukan tugas-tugas mekanis saja. Namun kurang dalam hal berinovasi memakai kreativitasnya dalam berbagai situasi.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Terdapat_perbedaan_bawaan_mengenai_pemikiran_ini\"><\/span>5. Terdapat perbedaan bawaan mengenai pemikiran ini<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Berbeda halnya dengan pemikiran divergen, tidak ada faktor kognitif atau kepribadian yang dapat memeriksa kemampuan seseorang dalam memakai pemikiran konvergen. Akan tetapi, di sisi lain terdapat penelitian yang menyatakan bahwa setiap individu dapat memakai cara yang sama secara bawaan.<\/p>\n<p>Jadi, ketika beberapa orang dapat dengan mudah mengenali sebuah situasi dan mendapatkan insight serta penyelesaian suatu masalah, berbeda dengan lainnya. Yang mana harus melatih kemampuan tersebut demi mencapai hasil yang diinginkan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/logika-cara-berpikir-sehat?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-29948\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/image003-22.jpg\" alt=\"Konvergen\" width=\"250\" height=\"379\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/logika-cara-berpikir-sehat?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-29890\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/button-8.png\" alt=\"\" width=\"180\" height=\"51\" \/><\/a><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Keuntungan_Berpikir_Konvergen\"><\/span>Keuntungan Berpikir Konvergen<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Setiap orang yang memakai pikiran analitis konvergen tentu akan menemukan hasil yang lebih maksimal. Sebab mereka akan memakai analisis yang tidak sembarangan, namun telah didasarkan pada informasi sebelumnya yang memang dibutuhkan. Adapun keuntungan yang akan didapat dengan berpikir konvergen di antaranya yaitu:<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Membantu_Anda_dalam_mengambil_keputusan\"><\/span>1. Membantu Anda dalam mengambil keputusan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Keuntungan pertama Anda akan lebih mudah dan teratur dalam menentukan keputusan. Setiap masalah tentu memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Begitu kompleksnya kehidupan sehingga membuat banyak variabel pula yang mempengaruhi perkembangan setiap aspek kehidupan. Maka dari itu, sudah seharusnya Anda juga mulai berpikir mengenai alat-alat yang dibutuhkan untuk melakukan berbagai aktivitas guna menyelesaikan setiap kebutuhan. Nah, dengan berpikir konvergen, maka Anda akan lebih mudah dalam mengambil keputusan mengenai banyak hal. Terutama saat ada masalah yang membutuhkan penanganan segera.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Mendorong_pemikiran_kritis_yang_memakai_logika\"><\/span>2. Mendorong pemikiran kritis yang memakai logika<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Berpikir kritis memakai logika sangatlah penting dalam kehidupan. Bayangkan betapa kacaunya ketika Anda tidak menggunakan logika dalam berpikir dan mengambil keputusan. Sebab segala sesuatu harus diperhitungkan dan dijalankan dengan jelas. Dalam kehidupan sehari-hari, terutama di bidang pekerjaan apapun, kedua pemikiran tersebut harus Anda pakai. Tanpanya, kita tidak dapat membedakan, mana yang benar dan mana yang salah. Maka jika tak memakai logika, Anda akan cenderung bertindak dengan cara-cara yang tidak efektif dan akan ada banyak kebohongan yang mudah dipercaya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kekurangan_Berpikir_Konvergen\"><\/span>Kekurangan Berpikir Konvergen<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Selain memiliki keuntungan, cara berpikir konvergen juga memiliki kekurangan tersendiri. Adapun kekurangan dari tipe pemikiran analitis satu ini di antaranya adalah:<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Membatasi_kreativitas\"><\/span>1. Membatasi kreativitas<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Kesimpulan yang didapat dari pemikiran konvergen didapat dari hasil informasi yang ada, data mentah, serta apa yang telah diketahui. Hal ini tentu sangat berguna dalam suatu kondisi. Akan tetapi ketika Anda diminta untuk memecahkan masalah yang membutuhkan intuisi, penalaran, serta kreativitas, maka Anda akan mengalami kesulitan. Sebab pemikiran konvergen juga memberikan kebebasan untuk berfikir berdasarkan fakta dan data yang telah ada.<\/p>\n<p>Bagi mereka yang biasa menggunakan nalar kritis dan logika, tentu akan kesulitan ketika harus menyelesaikan sesuatu yang membutuhkan nalar dengan tidak kaku.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Berpengaruh_terhadap_suasana_hati\"><\/span>2. Berpengaruh terhadap suasana hati<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Selama beberapa dekade, telah diketahui bahwa bagaimana cara berpikir kita juga berpengaruh terhadap keadaan otak. Berdasarkan penelitian terbaru diketahui bahwa cara berpikir kita juga dapat mempengaruhi emosi, baik jangka panjang maupun pendek.<\/p>\n<p>Jadi, beberapa literatur menyatakan, meski belum diketahui kevalidannya, ketika menggunakan pemikiran konvergen, maka suasana hati orang tersebut cenderung akan lebih buruk. Ketika memakai logika dan nalar kritis, seseorang akan lebih merasa cepat lelah, sehingga memicu kegugupan, kesedihan, dan juga bisa sampai pada kecemasan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pola_Pikir_Konvergen\"><\/span>Pola Pikir Konvergen<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pola pikir konvergen merupakan suatu teknik penyelesaian masalah atau problem solving yang menggabungkan ide ataupun bidang yang berbeda untuk menemukan sebuah solusi. Fokus dari pola pikir tersebut merupakan kecepatan, akurasi, dan logika, serta identifikasi fakta, penerapan kembali teknik yang telah ada, dan juga pengumpulan informasi.<\/p>\n<p>Adapun faktor yang paling penting dari pola pikir ini yaitu hanya ada satu jawaban yang benar. Anda hanya akan memikirkan dua jawaban saja, yaitu antara benar atau salah. Pola pikir konvergen ini diasosiasikan dengan ilmu pengetahuan tertentu dan prosedur yang standar. Orang-orang yang mempunyai pola pikir konvergen biasanya memiliki alur berpikir yang logis, pandai dalam menghafal, menyelesaikan masalah serta mengerjakan ulangan ilmu pengetahuan dengan lancar. Mayoritas mata pelajaran yang ada di sekolah akan mengasah kemampuan berpikir jenis ini.<\/p>\n<p>Sebuah penelitian membuktikan bahwa proses kreatif akan melibatkan dua tipe proses berpikir. Akan tetapi, para pakar menyarankan untuk tidak hanya menyatukan kedua proses di dalam satu sesi saja. Misalnya, dalam 30 menit kedepan, Anda akan mengajak semua orang yang ada di dalam tim untuk brainstorming guna menciptakan ide-ide yang baru (dimana dalam prosesnya melibatkan pola pikir divergen). Dalam waktu 30 menit tersebut, semua ide sebaiknya hanya ditulis, tidak dihakimi, misalnya dengan cara mengatakan bahwa suatu ide tidak relevan lagi karena budget yang terbatas. Setelah semua ide tercatat, kemudian masuk ke sesi berikutnya, yaitu analisa dan pengambilan keputusan (dimana dalam hal ini melibatkan pola pikir konvergen).<\/p>\n<p>Berdasarkan penelitian lain, dalam mengerjakan pekerjaan kreatif akan menyebabkan mood atau suasana hati yang berubah-ubah. Ternyata, kedua pola pikir tersebut dapat menciptakan dua mood yang berbeda juga. Dimana pola berpikir konvergen akan menciptakan mood yang cenderung negatif, sementara pola pikir divergen akan menciptakan mood yang cenderung positif.<\/p>\n<p>Sebuah penelitian yang dilakukan oleh J.A Horne pada tahun 1988 mengatakan bahwa kurang tidur akan sangat berpengaruh pada kinerja seseorang yang memiliki pola pikir divergen. Sementara untuk orang-orang yang memiliki pola pikir konvergen akan lebih terlihat baik-baik saja atau tidak terpengaruh.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/what-is-sigma-berpikir-cepat-six-sigma?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-29947\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/image002-6.jpg\" alt=\"Konvergen\" width=\"250\" height=\"385\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/what-is-sigma-berpikir-cepat-six-sigma?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-29890\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/button-8.png\" alt=\"\" width=\"180\" height=\"51\" \/><\/a><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perbedaan_Antara_Berpikir_Divergen_dan_Berpikir_Konvergen\"><\/span>Perbedaan Antara Berpikir Divergen dan Berpikir Konvergen<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Arah_pemikiran_divergen_dan_konvergen\"><\/span>1. Arah pemikiran divergen dan konvergen<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Pola pikir divergen lebih cenderung mengeksplorasi berbagai arah luar yang mungkin saja bisa mengarah ke solusi. Sementara pola pikir konvergen cenderung linier dan hanya berpusat pada solusi yang terkuat.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Kebaruan_pemikiran_divergen_dan_konvergen\"><\/span>2. Kebaruan pemikiran divergen dan konvergen<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Pola pikir divergen lebih berfokus pada ide-ide yang unik dan produk asli. Sedangkan pola pikir konvergen cenderung mempertimbangkan pemanfaatan teknik sebelumnya.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Membatasi_pemikiran_divergen_dan_konvergen\"><\/span>3. Membatasi pemikiran divergen dan konvergen<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Pola pikir konvergen berupaya untuk menemukan jawaban yang pasti. Sedangkan pola pikir divergen cenderung memandang semua kemungkinan jawaban yang tidak terbatas.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Kepastian_pemikiran_divergen_dan_konvergen\"><\/span>4. Kepastian pemikiran divergen dan konvergen<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Pola pikir konvergen akan melihat sisi-sisi yang tetap, ada yang putih atau hitam. Akan tetapi, pola pikir divergen akan memandang konsep yang kurang kaku dan abu-abu atau tidak pasti.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Efisiensi_pemikiran_divergen_dan_konvergen\"><\/span>5. Efisiensi pemikiran divergen dan konvergen<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Pemikiran konvergen paling efektif dalam mengambil sebuah keputusan, sedangkan pemikiran divergen diperlukan dalam menentukan sebuah pilihan yang memungkinkan.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Kepribadian_pemikiran_divergen_dan_konvergen\"><\/span>6. Kepribadian pemikiran divergen dan konvergen<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Sebuah studi menunjukkan bahwa seseorang yang memiliki sifat terbuka untuk pengalaman yang baru dan berkepribadian ekstrovert seringkali menggunakan pemikiran divergen. Sementara orang-orang yang memiliki pola pikir konvergen biasanya lebih cenderung introvert.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Emosional_Negara_pemikiran_divergen_dan_konvergen\"><\/span>7. Emosional Negara pemikiran divergen dan konvergen<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Sebuah penelitian menghubungkan pemikiran divergen dengan kondisi emosi yang positif, dimana pemikiran konvergen dikaitkan dengan kondisi hati yang negatif. Anda akan lebih cenderung menghasilkan berbagai macam ide saat dalam kondisi hati yang menyenangkan.<\/p>\n<p>Itulah beberapa penjelasan mengenai pola pikir konvergen, mulai dari pengertian, ciri-ciri, dan kelebihan serta kekurangan pola pikir jenis ini. Jadi, Anda termasuk ke dalam orang yang memiliki pola pikir konvergen atau tidak?<\/p>\n[vc_row][vc_column width=\"1\/2\"][vc_tta_accordion][vc_tta_section title=\"Kategori Ilmu Berkaitan Psikologi\" tab_id=\"1609657986694-ec9fcf86-8e01\"][vc_column_text]\r\n<ul>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/buku-hrd-manajemen-sdm\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Buku Pedoman HRD &amp; SDM<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/buku-psikologi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Buku Psikologi Best Seller<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/gramedia.com\/best-seller\/buku-psikologi-pendidikan-best-seller\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Buku Psikologi Pendidikan<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/latihan-soal-cpns-online\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Buku Soal CPNS<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/latihan-soal-psikotes-online\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Buku Soal Psikotes<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/soal-psikotes-polri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Soal Psikotes Polri<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/soal-psikotes-tni\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Soal Psikotes TNI<\/a><\/li>\r\n\t\r\n\t\r\n<\/ul>\r\n[\/vc_column_text][\/vc_tta_section][\/vc_tta_accordion][\/vc_column][vc_column width=\"1\/2\"][vc_tta_accordion][vc_tta_section title=\"Artikel Psikologi\" tab_id=\"1609656944148-f362d048-3421\"][vc_column_text]\r\n<ul>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konvergen\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Berpikir Konvergen<\/a>.<\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-balas-dendam-terbaik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Balas Dendam Terbaik<\/a>.<\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/circle-pertemanan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Circle Pertemanan<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/dark-psychology\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Dark Psychology<\/a>.<\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-menghilangkan-kebiasaan-buruk\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Menghilangkan Kebiasaan Buruk<\/a>.<\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mengendalikan-emosi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Mengendalikan Emosi Secara Psikologi dan Pandangan Agama<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-masa-pubertas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ciri Masa Pubertas<\/a><\/li> \t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ekstrovert\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ekstrovert<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/introvert\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Introvert<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/kecemasan-berlebihan-anxiety-disorder\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kecemasan Berlebihan (Anxiety Disorder)<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/kebiasaan-orang-jawa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kebiasaan Orang Jawa<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/kebiasaan-orang-maluku\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kebiasaan Orang Maluku<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/kebiasaan-orang-sunda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kebiasaan Orang Sunda<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/kecerdasan-emosional\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kecerdasan Emosional<\/a><\/li> \r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/kenapa-selalu-lapar-meski-sudah-makan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kenapa Selalu Lapar Meski Sudah Makan<\/a><\/li> \r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/kumpulan-kisah-inspiratif-singkat-beserta-pesan-moral\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kisah Inspiratif Singkat<\/a>.<\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/pengertian-emosi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Macam-Macam Emosi<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/merasa-paling-tersakiti\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Merasa Paling Tersakiti<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/pengertian-mind-mapping\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mind Mapping<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perbedaan-psikolog-dan-psikiater\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perbedaan Psikolog dan Psikiater<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/toleransi-dalam-islam\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengertian Toleransi Dalam Islam<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/toxic-people\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Toxic People<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/toxic-positivity\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Toxic Positivity<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/toxic-family\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Toxic Family<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/elegi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengertian Elegi<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/bullying-di-sekolah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bullying di Sekolah<\/a><\/li>\r\n\r\n\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/tipe-kepribadian-introvert-extrovert-ambivert\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tipe Kepribadian<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/filosofi-stoicism\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Filosofi Stoicism<\/a><\/li> \r\n  \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/pola-pikir\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pola Pikir<\/a><\/li>  \r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/passion\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Passion<\/a><\/li>  \r\n  \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perilaku-asertif-pada-remaja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perilaku Asertif Pada Remaja<\/a><\/li> \r\n  \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/parenting-anak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Parenting Anak<\/a><\/li>    \r\n\t <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/urutan-zodiak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Urutan Zodiak<\/a><\/li>   \r\n\t <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/zodiak-cancer\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Zodiak Cancer<\/a><\/li>   \t\t\r\n\t <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/urutan-12-shio\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Urutan Shio<\/a><\/li>  \r\n\t <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/long-distance-relationship\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Long Distance Relationship<\/a><\/li> \r\n\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/pola-hidup-bersih-dan-sehat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pola Hidup Bersih dan Sehat<\/a><\/li> \t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-memanfaatkan-waktu-liburan-sekolah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara memanfaatkan waktu liburan sekolah<\/a><\/li> \t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hidup-sederhana\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Hidup Sederhana<\/a><\/li> \t\t\t\t \t\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/social-anxiety-disorder\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Social Anxiety Disorder<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fobia-sosial\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Fobia Sosial<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/panic-attack\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Panic Attack<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/gesture\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Gesture<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/dampak-pergaulan-bebas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Dampak Pergaulan Bebas<\/a><\/li>\t\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/love-language\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Love Language<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/penyebab-orang-merasa-iri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Penyebab Orang Merasa Iri<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/tipe-kepribadian-manusia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tipe Kepribadian Manusia<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/sifat-manusia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sifat Manusia<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/social-sinking\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Social Sinking<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-psikologi-tentang-cinta\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Fakta Psikologi Tentang Cinta<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/sandwich-generation\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sandwhich Generation<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/exulansis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Exulansis<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/terapi-kognitif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Terapi Kognitif<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/verbal-abuse\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Verbal Abuse<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/silent-treatment\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Silent Treatment<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/tipe-kepribadian-alpha-beta-omega-gamma-delta-sigma\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">6 Tipe Kepribadian<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perbedaan-psikiater-dan-psikolog\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perbedaan Psikiater dan Psikolog<\/a><\/li>\r\n\t<\/ul>\r\n[\/vc_column_text][\/vc_tta_section][\/vc_tta_accordion][\/vc_column][\/vc_row]\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Konvergen &#8211; Ada dua jenis atau tipe pemikiran analitik, yaitu konvergen dan divergen. Kedua jenis ini memiliki pola yang berbeda, meski tidak saling berseberangan. Jika kedua pemikiran tersebut dapat berjalan beriringan, maka segala macam persoalan dapat diatasi dengan baik. Konsep berpikir memang sangatlah penting dipelajari. Sebab Tuhan telah memberikan keistimewaan kepada manusia berupa akal dan [&hellip;] <a class=\"g1-link g1-link-more\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konvergen\/\">More<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":185533080,"featured_media":29943,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1905],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v17.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Memahami Bagaimana Cara Berpikir Konvergen dan Ciri-Cirinya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Berikut adalah penjelasan tentang tipe pemikiran konvergen lengkap dengan pengertian, ciri-ciri, dan perbedaannya dengan pemikiran divergen.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konvergen\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Memahami Bagaimana Cara Berpikir Konvergen dan Ciri-Cirinya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berikut adalah penjelasan tentang tipe pemikiran konvergen lengkap dengan pengertian, ciri-ciri, dan perbedaannya dengan pemikiran divergen.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konvergen\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Best Seller Gramedia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-03-16T06:17:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-06-30T01:26:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/15013635\/image001-48.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"563\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"R Adinda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\",\"name\":\"Gramedia\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\",\"sameAs\":[],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"Gramedia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\",\"name\":\"Best Seller Gramedia\",\"description\":\"Inspiration Transformed\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konvergen\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/15013635\/image001-48.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/15013635\/image001-48.jpg\",\"width\":1000,\"height\":563,\"caption\":\"unsplash.com\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konvergen\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konvergen\/\",\"name\":\"Memahami Bagaimana Cara Berpikir Konvergen dan Ciri-Cirinya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konvergen\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-03-16T06:17:30+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-30T01:26:54+00:00\",\"description\":\"Berikut adalah penjelasan tentang tipe pemikiran konvergen lengkap dengan pengertian, ciri-ciri, dan perbedaannya dengan pemikiran divergen.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konvergen\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konvergen\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konvergen\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Berpikir Konvergen: Pengertian, Ciri, Contoh, &#038; Bedanya Berpikir Divergen\"}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konvergen\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konvergen\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/dc19a84f8c9b397f22a3dd35d7c774ab\"},\"headline\":\"Berpikir Konvergen: Pengertian, Ciri, Contoh, &#038; Bedanya Berpikir Divergen\",\"datePublished\":\"2022-03-16T06:17:30+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-30T01:26:54+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konvergen\/#webpage\"},\"wordCount\":2066,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konvergen\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/15013635\/image001-48.jpg\",\"articleSection\":[\"Buku Psikologi\"],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/dc19a84f8c9b397f22a3dd35d7c774ab\",\"name\":\"R Adinda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/adinda-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/adinda-96x96.jpg\",\"caption\":\"R Adinda\"},\"description\":\"Dunia psikologi memang selalu menarik untuk dibahas. Selain menarik, dunia dengan mengetahui dunia psikologi akan membantu seseorang dalam dalam mengenali dirinya sendiri.\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/author\/r-adinda\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Memahami Bagaimana Cara Berpikir Konvergen dan Ciri-Cirinya","description":"Berikut adalah penjelasan tentang tipe pemikiran konvergen lengkap dengan pengertian, ciri-ciri, dan perbedaannya dengan pemikiran divergen.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konvergen\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Memahami Bagaimana Cara Berpikir Konvergen dan Ciri-Cirinya","og_description":"Berikut adalah penjelasan tentang tipe pemikiran konvergen lengkap dengan pengertian, ciri-ciri, dan perbedaannya dengan pemikiran divergen.","og_url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konvergen\/","og_site_name":"Best Seller Gramedia","article_published_time":"2022-03-16T06:17:30+00:00","article_modified_time":"2023-06-30T01:26:54+00:00","og_image":[{"width":1000,"height":563,"url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/15013635\/image001-48.jpg","path":"s3apsoutheast1:\/\/wp-best-seller\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/15013635\/image001-48.jpg","size":"full","id":29943,"alt":"Konvergen","pixels":563000,"type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"R Adinda","Estimasi waktu membaca":"11 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization","name":"Gramedia","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/","sameAs":[],"logo":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png","width":512,"height":512,"caption":"Gramedia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo"}},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/","name":"Best Seller Gramedia","description":"Inspiration Transformed","publisher":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konvergen\/#primaryimage","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/15013635\/image001-48.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/15013635\/image001-48.jpg","width":1000,"height":563,"caption":"unsplash.com"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konvergen\/#webpage","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konvergen\/","name":"Memahami Bagaimana Cara Berpikir Konvergen dan Ciri-Cirinya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konvergen\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-03-16T06:17:30+00:00","dateModified":"2023-06-30T01:26:54+00:00","description":"Berikut adalah penjelasan tentang tipe pemikiran konvergen lengkap dengan pengertian, ciri-ciri, dan perbedaannya dengan pemikiran divergen.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konvergen\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konvergen\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konvergen\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Berpikir Konvergen: Pengertian, Ciri, Contoh, &#038; Bedanya Berpikir Divergen"}]},{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konvergen\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konvergen\/#webpage"},"author":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/dc19a84f8c9b397f22a3dd35d7c774ab"},"headline":"Berpikir Konvergen: Pengertian, Ciri, Contoh, &#038; Bedanya Berpikir Divergen","datePublished":"2022-03-16T06:17:30+00:00","dateModified":"2023-06-30T01:26:54+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konvergen\/#webpage"},"wordCount":2066,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konvergen\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/15013635\/image001-48.jpg","articleSection":["Buku Psikologi"],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/dc19a84f8c9b397f22a3dd35d7c774ab","name":"R Adinda","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#personlogo","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/adinda-96x96.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/adinda-96x96.jpg","caption":"R Adinda"},"description":"Dunia psikologi memang selalu menarik untuk dibahas. Selain menarik, dunia dengan mengetahui dunia psikologi akan membantu seseorang dalam dalam mengenali dirinya sendiri.","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/author\/r-adinda\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29942"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/users\/185533080"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=29942"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29942\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":30124,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29942\/revisions\/30124"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/media\/29943"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29942"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=29942"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=29942"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}