{"id":29146,"date":"2022-04-27T10:30:28","date_gmt":"2022-04-27T03:30:28","guid":{"rendered":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?p=29146"},"modified":"2022-04-27T10:30:28","modified_gmt":"2022-04-27T03:30:28","slug":"puisi-baru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-baru\/","title":{"rendered":"Puisi Baru beserta Jenis dan Contohnya"},"content":{"rendered":"<p><strong>Puisi baru<\/strong> &#8211; Membicarakan karya sastra, tak lengkap apabila tidak membahas karya sastra yang singkat namun penuh dengan makna ini, tidak lain adalah puisi. Puisi pada dasarnya adalah salah satu jenis karya sastra yang cukup populer untuk berbalangkan, baik yang sudah lama berkecimpung di dunia sastra maupun bagi mereka yang hendak belajar tentang sastra. Secara umum, puisi dapat dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu puisi baru dan puisi lama.<\/p>\n<p>Pada artikel ini, kita akan fokus membahas tentang seluk beluk dari puisi inkonvensional. Puisi ini sendiri atau yang dapat disebut dengan puisi inkonvensional merupakan puisi yang tidak memiliki ikatan yang cukup kuat dengan aturan, entah itu secara penulisan maupun pembacaan. Oleh karena itu, puisi baru bisa diketahui dari bentuknya yang lebih bebas dibandingkan puisi lama.<\/p>\n<p>Meskipun tidak memiliki sifat yang terikat terhadap aturan, puisi inkonvensional tetap menganut beberapa aturan penting untuk sebuah karya sastra, yaitu ritme, rima, dan tentunya musikalitas. Jadi, puisi baru tidak bisa diciptakan secara asal-asalan. Puisi baru tetap harus sesuai dengan ekspresi seorang penyair sehingga pembaca bisa mendapatkan kesan tentang karya puisi tersebut.<\/p>\n<p>Secara konsep, apa yang dimiliki puisi lama berbeda dengan puisi baru, mulai dari tidak terikat aturan yang baku, sajak yang bebas, hingga mencantumkan nama dari penulis. Hal ini tentu mengingatkan Kita tentang puisi kontemporer. Namun, apa sebenarnya ciri khas dari puisi inkonvensional ini?<\/p>\n<p>Nah, berikut ini akan Kita bahas tentang jenis-jenis puisi inkonvensional beserta contohnya yang penting untuk diketahui. Secara garis besar, puisi baru juga dapat dibagi menjadi dua jenis, yakni puisi baru berdasarkan isinya dan puisi baru berdasarkan bentuknya. Yuk, langsung saja kita simak selengkapnya.<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_17 counter-hierarchy counter-decimal ez-toc-grey\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class=\"ez-toc-list ez-toc-list-level-1\"><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-baru\/#A_Puisi_Baru_Berdasarkan_Isinya\" title=\"A. Puisi Baru Berdasarkan Isinya\">A. Puisi Baru Berdasarkan Isinya<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-3\"><li class=\"ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-baru\/#1_Balada\" title=\"1. Balada\">1. Balada<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-baru\/#2_Elegi\" title=\"2. Elegi\">2. Elegi<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-baru\/#3_Epigram\" title=\"3. Epigram\">3. Epigram<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-baru\/#4_Himne\" title=\"4. Himne\">4. Himne<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-baru\/#5_Ode\" title=\"5. Ode\">5. Ode<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-baru\/#6_Romansa\" title=\"6. Romansa\">6. Romansa<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-baru\/#7_Satire\" title=\"7. Satire\">7. Satire<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-baru\/#B_Puisi_Baru_Berdasarkan_Bentuknya\" title=\"B. Puisi Baru Berdasarkan Bentuknya\">B. Puisi Baru Berdasarkan Bentuknya<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-3\"><li class=\"ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-baru\/#1_Distikon\" title=\"1. Distikon\">1. Distikon<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-baru\/#2_Terzina\" title=\"2. Terzina\">2. Terzina<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-baru\/#3_Kuatrain\" title=\"3. Kuatrain\">3. Kuatrain<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-baru\/#Rekomendasi_Buku_Atikel_Terkait_Puisi_Baru\" title=\"Rekomendasi Buku &amp; Atikel Terkait Puisi Baru\">Rekomendasi Buku &amp; Atikel Terkait Puisi Baru<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"A_Puisi_Baru_Berdasarkan_Isinya\"><\/span>A. Puisi Baru Berdasarkan Isinya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Balada\"><\/span>1. Balada<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/balada-becak-atau-sebuah-riwayat-melodi-yus-ri&amp;utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-29150 size-medium\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/9786024121013_balada_becak_atau_sebuah_riwayat_melodi_yus-riri-204x300.jpg\" alt=\"balada becak\" width=\"204\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/08230944\/9786024121013_balada_becak_atau_sebuah_riwayat_melodi_yus-riri-204x300.jpg 204w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/08230944\/9786024121013_balada_becak_atau_sebuah_riwayat_melodi_yus-riri-364x536.jpg 364w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/08230944\/9786024121013_balada_becak_atau_sebuah_riwayat_melodi_yus-riri.jpg 516w\" sizes=\"(max-width: 204px) 100vw, 204px\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/balada-becak-atau-sebuah-riwayat-melodi-yus-ri&amp;utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-28968 aligncenter\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/button-3.png\" alt=\"\" width=\"180\" height=\"51\" \/><\/a><\/p>\n<p>Jenis puisi baru berdasarkan isinya yang pertama adalah balada. Balada sendiri dapat dipahami sebagai salah satu jenis puisi inkonvensional yang memuat tentang suatu cerita atau kisah tertentu. Bentuk balada biasanya terdiri dari 3 bait, yang mana setiap bait diisi dengan 8 larik. Skema rima pada balada memiliki sajak a-b-a-b-b-c-c-b, kemudian skema itu bisa berubah menjadi a-b-a-b-b-c-b-c. Sementara itu, larik terakhir yang terletak di bait pertama dipakai memiliki peran sebagai refren dalam bait-bait selanjutnya.<\/p>\n<p>Contoh balada:<\/p>\n<p>Balada Orang-orang Tercinta<br \/>\nKarya: W.S. Rendra<\/p>\n<p>Kita bergantian menghirup asam<br \/>\nBatuk dan lemas terceruk<br \/>\nMarah dan terbaret-baret<br \/>\nCinta membuat kita bertahan<br \/>\ndengan secuil redup harapan<\/p>\n<p>Kita berjalan terseok-seok<br \/>\nMengira lelah akan hilang<br \/>\ndi ujung terowongan yang terang<br \/>\nNamun cinta tidak membawa kita<br \/>\nmemahami satu sama lain<\/p>\n<p>Kadang kita merasa beruntung<br \/>\nNamun harusnya kita merenung<br \/>\nAkankah kita sampai di altar<br \/>\nDengan berlari terpatah-patah<br \/>\nMengapa cinta tak mengajari kita<br \/>\nUntuk berhenti berpura-pura?<\/p>\n<p>Kita meleleh dan tergerus<br \/>\nSerut-serut sinar matahari<br \/>\nSementara kita sudah lupa<br \/>\nrasanya mengalir bersama kehidupan<br \/>\nMelupakan hal-hal kecil<br \/>\nyang dulu termaafkan<\/p>\n<p>Mengapa kita saling menyembunyikan<br \/>\nMengapa marah dengan keadaan?<br \/>\nMengapa lari ketika sesuatu<br \/>\nmembengkak jika dibiarkan?<br \/>\nKita percaya pada cinta<br \/>\nYang borok dan tak sederhana<br \/>\nKita tertangkap jatuh terperangkap<br \/>\nDalam balada orang-orang tercinta<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Elegi\"><\/span>2. Elegi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Jenis puisi baru kedua yang perlu Kamu ketahui adalah elegi. Elegi sendiri memiliki definisi sebagai salah satu jenis puisi inkonvensional yang mengandung mengenai kesedihan atau tangisan. Elegi biasanya terdiri dari lagu atau sajak yang digunakan untuk menyampaikan ekspresi duka cita hingga keluh kesah, baik itu rasa rindu maupun rasa sedih. Perasaan yang tepat untuk dibuat menjadi elegi merupakan kesedihan akibat kematian atau kepergian orang yang amat dicintai atau disayangi.<\/p>\n<p>Contoh elegi:<\/p>\n<p>Derai-Derai Cemara<br \/>\nKarya: Chairil Anwar<\/p>\n<p>cemara menderai sampai jauh<br \/>\nterasa hari akan jadi malam<br \/>\nada beberapa dahan ditingkap merapuh<br \/>\ndipukul angin yang terpendam<\/p>\n<p>aku orangnya bisa tahan<br \/>\nsudah berapa waktu bukan kanak lagi<br \/>\ntapi dulu memang ada suatu bahan<br \/>\nyang bukan dasar perhitungan lagi<\/p>\n<p>hidup hanyalah menunda kekalahan<br \/>\ntambah terasing dari cinta sekolah rendah<br \/>\ndan tahu, ada yang tetap tak diucapkan<br \/>\nsebelum pada akhirnya kita menyerah<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Epigram\"><\/span>3. Epigram<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Jenis puisi baru berikutnya adalah epigram. Epigram adalah salah satu jenis puisi inkonvensional yang memuat tentang berbagai ajaran atau tuntunan terkait hidup. Epigram sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu &#8220;epigramma&#8221;, yang mana memiliki arti sebagai unsur pengajaran. Secara etimologi, epigram juga dapat diartikan sebagai teladan atau nasihat yang membawa ke arah jalan kebenaran untuk dijadikan pedoman.<\/p>\n<p>Contoh epigram:<\/p>\n<p>Perjalanan Usia<br \/>\nKarya: Candra Malik<\/p>\n<p>Anak-anak tumbuh mendewasa,<br \/>\nakankah aku hanya tumbuh menua?<br \/>\nKelak mereka butuh lawan bicara,<br \/>\napakah kala itu aku kakek pelupa?<\/p>\n<p>anak-anak tidak selamanya bayi,<br \/>\nmereka butuh tak hanya dimengerti.<br \/>\nMereka punya mata, punya hati,<br \/>\ntidak cukup dengan harta diwarisi.<\/p>\n<p>Sampai kapan usiaku ditakdirkan,<br \/>\nsampai batas itulah aku dihadirkan.<br \/>\nSebagai orang tua, sebagai teman,<br \/>\nsampai batas waktu yang ditentukan.<\/p>\n<p>Tak baik jika mereka di sini saja,<br \/>\nhangat dipeluk rumah dan keluarga.<br \/>\nKehidupan itu pengembaraan jiwa,<br \/>\ndan mereka pengelana berikutnya.<\/p>\n<p>Jika tumbuh dewasa ada ujungnya,<br \/>\njangan sampai hanya menua sia-sia.<br \/>\nDalam perjalananku menyusuri usia,<br \/>\nsetidaknya harus pernah bijaksana.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Himne\"><\/span>4. Himne<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Kemudian, puisi baru yang perlu diketahui adalah himne. Himne menjadi salah satu jenis puisi inkonvensional yang berisi pujaan atau pujian. Pujaan atau pujian pada himne biasanya berbentuk sebuah lagu yang dilantunkan sebagai rasa hormat kepada Tuhan, seorang dewa, pahlawan, tanah air hingga almamater. ataupun pahlawan.<\/p>\n<p>Berbeda dengan puisi yang lain, hingga sekarang, definisi dari himne menjadi semakin berkembang. Himne bisa diartikan sebagai puisi yang dinyanyikan untuk kemudian dinyanyikan sebagai bentuk pujian terhadap sesuatu yang dihormati, seperti sesuatu yang berhubungan dengan ketuhanan.<\/p>\n<p>Contoh Himne:<\/p>\n<p>Karena Kasihmu<br \/>\nKarya: Amir Hamzah<\/p>\n<p>Karena kasihmu<br \/>\nEngkau tentukan waktu<br \/>\nSehari lima kali kita bertemu<\/p>\n<p>Aku anginkan rupamu<br \/>\nKulebihi sekali<br \/>\nSebelum cuaca menali sutera<\/p>\n<p>Berulang-ulang kuintai-intai<br \/>\nTerus menerus kurasa-rasakan<br \/>\nSampai sekarang tiada tercapai<br \/>\nHasrat sukma idaman badan<\/p>\n<p>Pujiku dikau laguan kawi<br \/>\nDatang turun dari datuku<br \/>\nDiujung lidah engkau letakkan<br \/>\nPiatu teruna di tengah gembala<\/p>\n<p>Sunyi sepi pitunang Poyang<br \/>\nTadak meretak dendang dambaku<br \/>\nLayang lagu tiada melangsing<br \/>\nHaram gemerencing genta rebana<\/p>\n<p>Hatiku, hatiku<br \/>\nHatiku sayang tiada bahagia<br \/>\nHatiku kecil berduka raya<br \/>\nHilang ia yang dilihatnya<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Ode\"><\/span>5. Ode<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Pembahasan tentang puisi baru berikutnya adalah ode. Ode sendiri merupakan salah satu jenis puisi inkonvensional yang memiliki isi berupa sanjungan kepada orang yang dianggap memiliki jasa besar. Ode biasanya memiliki ciri yakni seperti, memiliki nada anggun, gaya dan nadanya resmi, memiliki makna tentang sesuatu yang mulai, dan mengandung sifat untuk memberikan sanjungan.<\/p>\n<p>Contoh ode:<\/p>\n<p>Ode I<br \/>\nKarya: Toto Sudarto Bahtiar<\/p>\n<p>katanya, kalau sekarang aku harus berangkat<br \/>\nkuberi pacarku peluk penghabisan yang berat<br \/>\naku besok bisa mati, kemudian diam-diam<br \/>\naku mengendap di balik sendat kemerdekaan dan malam<br \/>\nmalam begini beku, dimanakah tempat terindah<br \/>\nbuat hatiku yang terulur padamu megap dan megah<br \/>\nO, tanah<br \/>\ntanahku yang baru terjaga<\/p>\n<p>malam begini sepi dimanakah tempat yang terbaik<br \/>\nbuat peluru pistol di balik baju cabik<br \/>\n0, tanah di mana mesra terpendam rindu<br \/>\nkemerdekaan yang mengembara kemana saja<\/p>\n<p>ingin aku menyanyi kecil, tahu betapa tersandarnya<br \/>\nengkau pada pilar derita, megah napasku di gang tua<br \/>\nmenuju kubu musuh di kota sana<br \/>\naku tak sempat hitung langkahku bagi jarak<\/p>\n<p>mungkin pacarku kan berpaling<br \/>\ndari wajahku yang terpaku pada dinding<br \/>\ntapi jam tua, betapa pelan detiknya kudengar juga<br \/>\ndi tengah malam yang begini beku<\/p>\n<p>teringat betapa pernyataan sangat tebalnya<br \/>\ncoretan-coretan merah pada tembok tua<br \/>\nbetapa lemahnya jari untuk memetik bedil<br \/>\nmembesarkan hatimu yang baru terjaga<\/p>\n<p>Kalau sekarang aku harus pergi, aku hanya tahu<br \/>\nkawan-kawanku akan terus maju<br \/>\ntak berpaling dari kenangan pada dinding<br \/>\nO, tanah dimana tempat yang terbaik buat hati dan hidupku<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Romansa\"><\/span>6. Romansa<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Jenis puisi baru selanjutnya yakni romansa. Kata romansa sendiri awalnya merupakan Bahasa Perancis, yaitu &#8220;romantique&#8221;, yang mana dapat diartikan sebagai perasaan yang indah, memuat tentang kasih sayang, dan kasih yang mesra. Jadi, romansa dapat diartikan sebagai salah satu jenis puisi inkonvensional yang berisi ekspresi seseorang tentang cinta dan kasih sayang.<\/p>\n<p>Contoh romansa:<\/p>\n<p>Pandangan Pertama<\/p>\n<p>Karya: Malik Abdul<\/p>\n<p>Dalam remang senja aku teringat<br \/>\nKetika rasa itu menjelma<br \/>\nAku terbuai dengan merdu suaramu<br \/>\nTermenung menyaksikan senyum terindah<br \/>\nSampai menuju suatu arah<br \/>\nYang membawaku larut dalam resah<br \/>\nResah memikirkanmu aku terperangah<br \/>\nPandangan itu membuatku melayang<br \/>\nHingga pada titik dimana aku sedang tak mengerti<br \/>\nMengapa aku seperti ini<br \/>\nBahwa cinta masih menguasai<br \/>\nRasa ini mengalir tiada henti<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Satire\"><\/span>7. Satire<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Jenis puisi baru berdasarkan isinya yang terakhir adalah satire. Mirip seperti romansa, istilah satire awalnya digunakan dari bahasa latin yaitu satura, yang mana memiliki arti sindiran, kecaman yang tajam terhadap fenomena, dan ketidakpuasan hari yang dialami oleh suatu golonga. Oleh karena itu, satire bisa didefinisikan sebagai salah satu jenis puisi inkonvensional yang memuat tentang sindiran atau kritikan.<\/p>\n<p>Contoh:<\/p>\n<p>Aku bertanya<br \/>\nKarya: WS Rendra<\/p>\n<p>Aku bertanya\u2026<br \/>\ntetapi pertanyaan-pertanyaanku<br \/>\nmembentur jidat penyair-penyair salon,<br \/>\nyang bersajak tentang anggur dan rembulan,<\/p>\n<p>sementara ketidakadilan terjadi<br \/>\ndi sampingnya,<br \/>\ndan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan,<br \/>\ntermangu-mangu dalam kaki dewi kesenian.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"B_Puisi_Baru_Berdasarkan_Bentuknya\"><\/span>B. Puisi Baru Berdasarkan Bentuknya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Distikon\"><\/span>1. Distikon<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Jenis puisi berdasarkan bentuknya yang pertama yakni distikon. Distikon sendiri adalah puisi yang tiap bait terdiri dari dua baris atau biasa disebut sebagai puisi dua seuntai.<\/p>\n<p>Contoh distikon:<\/p>\n<p>Hutan Karet<br \/>\nKarya: Joko Pinurbo<\/p>\n<p>Daun-daun karet berserakan.<br \/>\nBerserakan di hamparan waktu.<\/p>\n<p>Suara monyet di dahan-dahan.<br \/>\nSuara kalong menghalau petang.<\/p>\n<p>Di pucuk-pucuk ilalang belalang berloncatan.<br \/>\nBerloncatan di semak-semak rindu.<\/p>\n<p>Dan sebuah jalan melingkar-lingkar<br \/>\nmembelit kenangan terjal.<\/p>\n<p>Sesaat sebelum surya berlalu<br \/>\nmasih kudengat suara beduk bertalu-talu.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Terzina\"><\/span>2. Terzina<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Jenis puisi berdasarkan bentuknya berikutnya adalah terzina. Puisi ini memiliki ciri tiap baitnya terdiri dari tiga baris atau bisa disebut juga puisi tiga seuntai.<\/p>\n<p>Contoh terzina:<\/p>\n<p>Aku Ingin<br \/>\nKarya: Sapardi Djoko Damono<\/p>\n<p>Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:<br \/>\ndengan kata yang tak sempat diucapkan<br \/>\nayu kepada api yang menjadikannya abu<\/p>\n<p>Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:<br \/>\ndengan isyarat yang tak sempat disampaikan<br \/>\nawan kepada hujan yang menjadikannya tiada<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Kuatrain\"><\/span>3. Kuatrain<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Jenis puisi berdasarkan bentuk selanjutnya yakni kuatrain. Puisi ini memiliki tiap bait yang memuat empat baris, sehingga biasa disebut sebagai puisi empat seuntai.<\/p>\n<p>Contoh kuatrain:<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/hujan-bulan-juni-hc?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-29149 size-medium\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/9789792297065_Hujan-Bulan-Juni-Serpihan-Sajak-191x300.jpg\" alt=\"hujan bulan juni\" width=\"191\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/08230938\/9789792297065_Hujan-Bulan-Juni-Serpihan-Sajak-191x300.jpg 191w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/08230938\/9789792297065_Hujan-Bulan-Juni-Serpihan-Sajak-561x882.jpg 561w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/08230938\/9789792297065_Hujan-Bulan-Juni-Serpihan-Sajak-364x572.jpg 364w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/08230938\/9789792297065_Hujan-Bulan-Juni-Serpihan-Sajak-608x956.jpg 608w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/08230938\/9789792297065_Hujan-Bulan-Juni-Serpihan-Sajak.jpg 650w\" sizes=\"(max-width: 191px) 100vw, 191px\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/hujan-bulan-juni-hc?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-28968 aligncenter\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/button-3.png\" alt=\"\" width=\"180\" height=\"51\" \/><\/a><\/p>\n<p>Hujan Bulan Juni<br \/>\nKarya: Sapardi Djoko Damono<\/p>\n<p>Tak ada yang lebih tabah<br \/>\ndari hujan bulan Juni<br \/>\ndirahasiakannya rintik rindunya<br \/>\nkepada pohon berbunga itu<\/p>\n<p>Tak ada yang lebih bijak<br \/>\ndari hujan bulan Juni<br \/>\ndihapusnya jejak-jejak kakinya<br \/>\nyang ragu-ragu di jalan itu<\/p>\n<p>Tak ada yang lebih arif<br \/>\ndari hujan bulan Juni<br \/>\ndibiarkannya yang tak terucapkan<br \/>\ndiserap akar pohon bunga itu<\/p>\n<p>4. Kuint<\/p>\n<p>Kemudian, puisi berdasarkan bentuknya adalah kuint. Kuint sendiri dapat diartikan sebagai puisi yang tiap baitnya memiliki lima baris. Puisi ini bisa disebut puisi lima seuntai.<\/p>\n<p>Contoh kuint:<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/selamat-menunaikan-ibadah-puisi&amp;utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-29148 size-full\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/ID_GPU2016MTH06SMIP_S-1.jpg\" alt=\"sekamat menunaikan ibadah puisi\" width=\"178\" height=\"264\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/selamat-menunaikan-ibadah-puisi&amp;utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-28968 aligncenter\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/button-3.png\" alt=\"\" width=\"180\" height=\"51\" \/><\/a><\/p>\n<p>Mampir<br \/>\nKarya: Joko Pinurbo<\/p>\n<p>Tadi aku mampir ke tubuhmu<br \/>\ntapi tubuhmu sedang sepi<br \/>\ndan aku tidak berani mengetuk pintunya.<br \/>\nJendela di luka lambungmu masih terbuka<br \/>\ndan aku tidak berani melongoknya<\/p>\n<p>5. Oktaf\/Stanza<\/p>\n<p>Oktaf atau stanza menjadi puisi berdasarkan bentuk selanjutnya, puisi tersebut memiliki ciri pada tiap baitnya yang memiliki delapan baris. Puisi oktaf atau stanza biasa disebut juga dengan double kuatrain atau puisi delapan seuntai.<\/p>\n<p>Contoh oktaf\/stanza:<\/p>\n<p>Mata Hitam<br \/>\nKarya: WS Rendra<\/p>\n<p>Dua mata hitam adalah matahari yang biru<br \/>\ndua mata hitam sangat kenal bahasa rindu.<br \/>\nRindu bukanlah milik perempuan melulu<br \/>\ndan keduanya sama tahu, dan keduanya tanpa malu.<br \/>\nDua mata hitam terbenam di daging yang wangi<br \/>\nkecantikan tanpa sutra, tanpa pelangi.<br \/>\nDua mata hitam adalah rumah yang temaram<br \/>\nsecangkir kopi sore hari dan kenangan yang terpendam<\/p>\n<p>6. Sektet<\/p>\n<p>Puisi yang perlu Kamu tahu berikutnya adalah sektet. Puisi ini dapat ditandai dengan ciri pada tiap baitnya berisi enam baris. Nama lain dari puisi sektet adalah puisi enam seuntai.<\/p>\n<p>Contoh sektet:<\/p>\n<p>Ranjang Ibu<br \/>\nKarya: Joko Pinurbo<\/p>\n<p>Ia gemetar naik ke ranjang<br \/>\nsebab menginjak ranjang serasa menginjak<br \/>\nrangka tubuh ibunya yang sedang sembahyang.<br \/>\nDan bila sesekali ranjang berderak atau berderit,<br \/>\nserasa terdengar gemeretak tulang<br \/>\nibunya yang sedang terbaring sakit.<\/p>\n<p>7. Septime<\/p>\n<p>Puisi yang perlu Kamu perhatikan selanjutnya yaitu septime. Septime atau puisi tujuh seuntai ini adalah puisi yang pada tiap baitnya memiliki tujuh baris.<\/p>\n<p>Contoh septime:<\/p>\n<p>Pasien<br \/>\nKarya: Joko Pinurbo<\/p>\n<p>Seperti pasien keluar masuk rumah sakit jiwa,<br \/>\nkau rajin keluar masuk telepon genggam,<br \/>\nmelacak jejak suara tak dikenal yang mengajakmu<br \/>\nkencan di kuburan pada malam purnama:<br \/>\nAku pakai celana merah. Lekas datang, ya.<br \/>\nKutengok ranjangmu: tubuhmu sedang membeku<br \/>\nmenjadi telepon genggam raksasa.<\/p>\n<p>8. Soneta<\/p>\n<p>Jenis puisi yang terakhir adalah soneta. Puisi ini terdiri dari empat baris yang terbagi menjadi dua. Bait yang pertama masing-masing berjumlah empat baris dan dua bait kedua masing-masing berjumlah tiga baris.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/100-soneta-cinta-2?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-29151 size-medium\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/9786020658728_100_soneta_cinta_jaket-1-200x300.jpg\" alt=\"100 soneta cinta\" width=\"200\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/08230950\/9786020658728_100_soneta_cinta_jaket-1-200x300.jpg 200w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/08230950\/9786020658728_100_soneta_cinta_jaket-1-561x842.jpg 561w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/08230950\/9786020658728_100_soneta_cinta_jaket-1-364x547.jpg 364w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/08230950\/9786020658728_100_soneta_cinta_jaket-1-608x913.jpg 608w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/08230950\/9786020658728_100_soneta_cinta_jaket-1.jpg 650w\" sizes=\"(max-width: 200px) 100vw, 200px\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/100-soneta-cinta-2?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-28968 aligncenter\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/button-3.png\" alt=\"\" width=\"180\" height=\"51\" \/><\/a><\/p>\n<p>Sejarah soneta sendiri awalnya berasal dari Bahasa Italia yaitu &#8220;sonneto&#8221; yang dapat diartikan sebagai puisi yang bersuara. Soneta mulai masuk di Indonesia dibawa oleh Belanda. Selanjutnya, soneta kali pertama diperkenalkan oleh Muhammad Yamin dan Roestam Effendi. Maka tak heran, apabila kedua orang tersebut dijuluki sebagai Bapak Soneta indonesia.<\/p>\n<p>Soneta khas Indonesia memiliki bentuk yang lebih bebas dari segi isi maupun rima. Soneta sudah berbeda dengan syarat soneta dari Italia atau Inggris. Akan tetapi, soneta khas Indonesia tetap mengacu pada pedomannya, yakni barisnya yang berjumlah empat belas baris.<\/p>\n<p>Contoh Soneta:<\/p>\n<p>Gembala<br \/>\nKarya: Muhammad Yamin<\/p>\n<p>Perasaan siapa ta\u2019kan nyala (a)<br \/>\nMelihat anak berelagu dendang (b)<br \/>\nSeorang s aja di tengah padang (b)<br \/>\nTiada berbaju buka kepala (a)<\/p>\n<p>Beginilah nasib anak gembala (a)<br \/>\nBerteduh di bawah kayu nan rindang (b)<br \/>\nSemenjak pagi meninggalkan kandang (b)<br \/>\nPulang ke rumah di senja kala (a)<\/p>\n<p>Jauh sedikit sesayup sampai (a)<br \/>\nTerdengar olehku bunyi serunai (a)<br \/>\nMelagukan alam non molek permai (a)<\/p>\n<p>Wahai gembala di segara hijau (a)<br \/>\nmendengarkan puputmu menurutkan kerbau (a)<br \/>\nMaulah aku menurutkan dikau (a)<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Rekomendasi_Buku_Atikel_Terkait_Puisi_Baru\"><\/span>Rekomendasi Buku &amp; Atikel Terkait Puisi Baru<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n[vc_row][vc_column width=\"1\/2\"][vc_tta_accordion][vc_tta_section title=\"Buku Terkait Budaya\" tab_id=\"1615976578104-e4d2f56c-6ae0\"][vc_column_text]\r\n<ul>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/buku-sastra\/\">Buku Sastra Indonesia<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/sastra-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Buku Bahasa Indonesia<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/buku-belajar-bahasa-inggris-grammar-percakapan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Buku Bahasa Inggris<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/belajar-bahasa-arab\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Buku Bahasa Arab<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/buku-belajar-bahasa-jepang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Buku Bahasa Jepang<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/bahasa-sunda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Buku Bahasa Sunda<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/belajar-bahasa-korea\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Buku Bahasa Korea<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/buku-bahasa-mandarin-cina\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Buku Bahasa Mandarin<\/a><\/li>\r\n<\/ul>\r\n[\/vc_column_text][\/vc_tta_section][\/vc_tta_accordion][\/vc_column][vc_column width=\"1\/2\"][vc_tta_accordion][vc_tta_section title=\"Materi Terkait Budaya\" tab_id=\"1615976686462-a0de2c9c-ae4e\"][vc_column_text]\r\n<ul>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/cerita-hikayat-singkat\/\">Cerita Hikayat Singkat<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/ciri-ciri-komik\/\">Ciri-ciri Komik<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-dan-contoh-kalimat-perintah\/\">Ciri-ciri dan Contoh Kalimat Perintah<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/contoh-pantun-cinta\/\">Contoh Pantun Cinta<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/contoh-pantun-nasehat\/\">Contoh Pantun Nasihat<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/contoh-pantun-anak-anak\/\">Contoh Pantun Anak<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/contoh-pantun-jenaka\/\">Contoh Pantun Jenaka<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/ciri-ciri-cerpen\/\">Ciri-ciri Cerpen<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-ciri-hikayat\/\">Hikayat<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/jenis-cerita-fiksi\/\">Jenis Cerita Fiksi<\/a><\/li>\t\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/jenis-novel\/\">Jenis Novel<\/a><\/li>\r\n\t <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/contoh-cerita-non-fiksi\/\">Kumpulan Contoh Cerita NonFiksi<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-dan-contoh-kalimat-perintah\/\">kalimat Perintah<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/pengertian-sastra\/\">Pengertian Sastra<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/ciri-ciri-syair\/\">Pengertian Syair<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/sastrawan-indonesia-pada-eranya\/\">Sastrawan Indonesia<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/pengertian-dongeng\/\">Pengertian Dongeng<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/pengertian-komik\/\">Pengertian Komik<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/cerita-nonfiksi\/\">Pengertian Cerita Nonfiksi<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/pengertian-sajak\/\">Pengertian Sajak<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/pengertian-puisi\/\">Pengertian Puisi<\/a><\/li>\t \t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/cerpen-vs-novel\/\">Perbedaan Novel vs Cerpen<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/pengertian-pantun\/\">Pengertian Pantun<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/reorientasi\/\">Reorientasi<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/tokoh-puisi-di-indonesia\/\">Tokoh Puisi di Indonesia<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/teori-dan-sejarah-sastra\/\">Teori dan Sejarah Sastra<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/seni-rupa-terapan\/\">Seni Rupa Terapan<\/a><\/li>\r\n \t\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n<\/ul>\r\n[\/vc_column_text][\/vc_tta_section][\/vc_tta_accordion][\/vc_column][\/vc_row]\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Puisi baru &#8211; Membicarakan karya sastra, tak lengkap apabila tidak membahas karya sastra yang singkat namun penuh dengan makna ini, tidak lain adalah puisi. Puisi pada dasarnya adalah salah satu jenis karya sastra yang cukup populer untuk berbalangkan, baik yang sudah lama berkecimpung di dunia sastra maupun bagi mereka yang hendak belajar tentang sastra. Secara [&hellip;] <a class=\"g1-link g1-link-more\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-baru\/\">More<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":185533009,"featured_media":29152,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v17.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Puisi Baru beserta Jenis dan Contohnya - Best Seller Gramedia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Berikut ini adalah penjelasan terkait 15 jenis puisi baru dengan contoh lengkapnya, puisi baru berdasarkan isi dan bentuknya\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-baru\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Puisi Baru beserta Jenis dan Contohnya - Best Seller Gramedia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berikut ini adalah penjelasan terkait 15 jenis puisi baru dengan contoh lengkapnya, puisi baru berdasarkan isi dan bentuknya\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-baru\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Best Seller Gramedia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-04-27T03:30:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/08231229\/5d493a4a69eac.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"750\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Emka Humam\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\",\"name\":\"Gramedia\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\",\"sameAs\":[],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"Gramedia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\",\"name\":\"Best Seller Gramedia\",\"description\":\"Inspiration Transformed\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-baru\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/08231229\/5d493a4a69eac.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/08231229\/5d493a4a69eac.jpg\",\"width\":750,\"height\":500,\"caption\":\"puisi baru\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-baru\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-baru\/\",\"name\":\"Puisi Baru beserta Jenis dan Contohnya - Best Seller Gramedia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-baru\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-04-27T03:30:28+00:00\",\"dateModified\":\"2022-04-27T03:30:28+00:00\",\"description\":\"Berikut ini adalah penjelasan terkait 15 jenis puisi baru dengan contoh lengkapnya, puisi baru berdasarkan isi dan bentuknya\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-baru\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-baru\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-baru\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Puisi Baru beserta Jenis dan Contohnya\"}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-baru\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-baru\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/22c1167f692076200f05e96672340bbe\"},\"headline\":\"Puisi Baru beserta Jenis dan Contohnya\",\"datePublished\":\"2022-04-27T03:30:28+00:00\",\"dateModified\":\"2022-04-27T03:30:28+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-baru\/#webpage\"},\"wordCount\":2118,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-baru\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/08231229\/5d493a4a69eac.jpg\",\"articleSection\":[\"Uncategorized\"],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/22c1167f692076200f05e96672340bbe\",\"name\":\"Emka Humam\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/humam-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/humam-96x96.jpg\",\"caption\":\"Emka Humam\"},\"description\":\"Saya Emka Humam dan biasa dipanggil Umam. Saya suka membaca banyak hal terutama yang berkaitan dengan bahasa Indonesia, IPA, dan Biologi. Kontak media sosial Instagram Profile: Emka Humam\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/author\/umam\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Puisi Baru beserta Jenis dan Contohnya - Best Seller Gramedia","description":"Berikut ini adalah penjelasan terkait 15 jenis puisi baru dengan contoh lengkapnya, puisi baru berdasarkan isi dan bentuknya","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-baru\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Puisi Baru beserta Jenis dan Contohnya - Best Seller Gramedia","og_description":"Berikut ini adalah penjelasan terkait 15 jenis puisi baru dengan contoh lengkapnya, puisi baru berdasarkan isi dan bentuknya","og_url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-baru\/","og_site_name":"Best Seller Gramedia","article_published_time":"2022-04-27T03:30:28+00:00","og_image":[{"width":750,"height":500,"url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/08231229\/5d493a4a69eac.jpg","path":"s3apsoutheast1:\/\/wp-best-seller\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/08231229\/5d493a4a69eac.jpg","size":"full","id":29152,"alt":"puisi baru","pixels":375000,"type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Emka Humam","Estimasi waktu membaca":"11 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization","name":"Gramedia","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/","sameAs":[],"logo":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png","width":512,"height":512,"caption":"Gramedia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo"}},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/","name":"Best Seller Gramedia","description":"Inspiration Transformed","publisher":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-baru\/#primaryimage","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/08231229\/5d493a4a69eac.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/08231229\/5d493a4a69eac.jpg","width":750,"height":500,"caption":"puisi baru"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-baru\/#webpage","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-baru\/","name":"Puisi Baru beserta Jenis dan Contohnya - Best Seller Gramedia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-baru\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-04-27T03:30:28+00:00","dateModified":"2022-04-27T03:30:28+00:00","description":"Berikut ini adalah penjelasan terkait 15 jenis puisi baru dengan contoh lengkapnya, puisi baru berdasarkan isi dan bentuknya","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-baru\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-baru\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-baru\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Puisi Baru beserta Jenis dan Contohnya"}]},{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-baru\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-baru\/#webpage"},"author":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/22c1167f692076200f05e96672340bbe"},"headline":"Puisi Baru beserta Jenis dan Contohnya","datePublished":"2022-04-27T03:30:28+00:00","dateModified":"2022-04-27T03:30:28+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-baru\/#webpage"},"wordCount":2118,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-baru\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/08231229\/5d493a4a69eac.jpg","articleSection":["Uncategorized"],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/22c1167f692076200f05e96672340bbe","name":"Emka Humam","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#personlogo","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/humam-96x96.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/humam-96x96.jpg","caption":"Emka Humam"},"description":"Saya Emka Humam dan biasa dipanggil Umam. Saya suka membaca banyak hal terutama yang berkaitan dengan bahasa Indonesia, IPA, dan Biologi. Kontak media sosial Instagram Profile: Emka Humam","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/author\/umam\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29146"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/users\/185533009"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=29146"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29146\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34657,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29146\/revisions\/34657"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/media\/29152"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29146"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=29146"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=29146"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}