{"id":28942,"date":"2022-03-09T10:39:07","date_gmt":"2022-03-09T03:39:07","guid":{"rendered":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?p=28942"},"modified":"2023-06-29T22:34:50","modified_gmt":"2023-06-29T15:34:50","slug":"puisi-untuk-ayah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-untuk-ayah\/","title":{"rendered":"Puisi Untuk Ayah: Contoh dan Cara Membuatnya"},"content":{"rendered":"<p><strong>Puisi Untuk Ayah &#8211; <\/strong>Apakah Grameds menyukai puisi? Tepat sekali, puisi adalah salah satu bentuk syair atau kata-kata indah yang bisa menunjukan kasih sayang untuk orang yang terkasih. Salah satunya puisi untuk ayah yang cocok Grameds berikan saat hari ayah atau menunjukkan cinta dan kasih kepada sang ayah kapan saja. Selain indah puisi juga memiliki manfaat dan fungsi bagi emosi dan ekspresi seseorang.<\/p>\n<p>Jika Grameds ingin mencoba berekspresi dengan puisi, maka bisa simak penjelasan tentang puisi untuk ayah berikut ini, mulai dari mengenal apa itu puisi, contoh puisi untuk ayah dan puisi-puisi karya sastrawan Indonesia tentang ayah:<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_17 counter-hierarchy counter-decimal ez-toc-grey\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class=\"ez-toc-list ez-toc-list-level-1\"><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-untuk-ayah\/#Mengenal_Puisi\" title=\"Mengenal Puisi\">Mengenal Puisi<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-untuk-ayah\/#Contoh_Puisi_Untuk_Ayah\" title=\"Contoh Puisi Untuk Ayah\">Contoh Puisi Untuk Ayah<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-3\"><li class=\"ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-untuk-ayah\/#1_Teladan_Jiwaku\" title=\"1. Teladan Jiwaku\">1. Teladan Jiwaku<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-untuk-ayah\/#2_Rindu_Hujan\" title=\"2. Rindu Hujan\">2. Rindu Hujan<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-untuk-ayah\/#3_Ayah_Tinggal_Disini_di_Hatiku\" title=\"3. Ayah Tinggal Disini, di Hatiku\">3. Ayah Tinggal Disini, di Hatiku<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-untuk-ayah\/#4_Dimanakah_Cinta\" title=\"4. Dimanakah Cinta?\">4. Dimanakah Cinta?<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-untuk-ayah\/#Contoh_Puisi_Tentang_Ayah_Karya_Sastrawan_Indonesia\" title=\"Contoh Puisi Tentang Ayah Karya Sastrawan Indonesia\">Contoh Puisi Tentang Ayah Karya Sastrawan Indonesia<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-3\"><li class=\"ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-untuk-ayah\/#1_Seorang_Ayah_yang_Bijak_Karya_Edijushanan\" title=\"1. Seorang Ayah yang Bijak (Karya Edijushanan)\">1. Seorang Ayah yang Bijak (Karya Edijushanan)<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-untuk-ayah\/#2_Di_Kuburan_Ayah_Karya_Slamet_Sukirnanto\" title=\"2. Di Kuburan Ayah (Karya Slamet Sukirnanto)\">2. Di Kuburan Ayah (Karya Slamet Sukirnanto)<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-untuk-ayah\/#3_Buat_HJ_dan_PG_Karya_Goenawan_Mohamad\" title=\"3. Buat H.J. dan P.G (Karya Goenawan Mohamad)\">3. Buat H.J. dan P.G (Karya Goenawan Mohamad)<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-untuk-ayah\/#4_Tuhan_dan_Ayahku_Karya_Nersalya_Renata\" title=\"4. Tuhan dan Ayahku (Karya Nersalya Renata)\">4. Tuhan dan Ayahku (Karya Nersalya Renata)<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-untuk-ayah\/#5_Ayah_dan_Burung-burung_Karya_Radial_Tanjung_Banua\" title=\"5. Ayah dan Burung-burung (Karya Radial Tanjung Banua)\">5. Ayah dan Burung-burung (Karya Radial Tanjung Banua)<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-untuk-ayah\/#6_Setiap_Ayah_Karya_Alex_R_Nainggolan\" title=\"6. Setiap Ayah (Karya Alex R. Nainggolan)\">6. Setiap Ayah (Karya Alex R. Nainggolan)<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-untuk-ayah\/#7_Asu_Karya_Joko_Pinurbo\" title=\"7. Asu (Karya Joko Pinurbo)\">7. Asu (Karya Joko Pinurbo)<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengenal_Puisi\"><\/span>Mengenal Puisi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), puisi adalah jenis sastra yang bahasanya dibatasi oleh irama, mantra, pantun, dan susunan baris dan klausa. Puisi biasanya berisi ungkapan perasaan, pengalaman, dan kesan penulisnya, yang ditulis dengan bahasa yang baik agar berima dan mudah dibaca.<\/p>\n<p>Beberapa ahli di bidang sastra menjelaskan pentingnya puisi. Salah satunya adalah H.B.Jassin yang mengungkapkan bahwa puisi adalah karya sastra yang diucapkan secara emosional dan mengandung gagasan, pemikiran, dan reaksi terhadap hal atau peristiwa tertentu.<\/p>\n<p>Smaldi juga menyatakan bahwa puisi adalah karya sastra yang menggunakan bahasa yang diringkas, dirangkum, dan diberi irama nada sehingga memiliki makna kiasan atau imajinatif. James Reeves juga memperkenalkan pentingnya puisi. Menurut James, puisi adalah ekspresi linguistik yang kaya dan menarik.<\/p>\n<p>Selain Smaldi, HB Jassin, dan James Reeves, pakar sastra lainnya, Harman Waryo, mengatakan bahwa puisi adalah karya sastra yang secara imajinatif mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair, bahasa dalam struktur fisik, mengklaim terstruktur tergantung pada kekuatan di dalam strukturnya.<\/p>\n<p>Dari pandangan ahli dan KBBI, dapat simpulkan bahwa puisi adalah karya sastra yang berisi tentang reaksi dan pendapat penyair tentang berbagai hal. Ide-ide penyair kemudian diungkapkan dalam bahasa yang halus, dengan struktur internal dan fisik khas penyair.<\/p>\n<p>Pikiran penyair ditulis dalam berbagai kata-kata indah untuk memikat pembaca. Pada dasarnya, karya puisi ini memiliki nilai estetika tersendiri yang berbeda-beda dari setiap penyairnya. Jadi penyair biasanya memiliki karakteristik karya atau caranya sendiri dalam menulis karya puisi, mulai darinya bahasa, tema, sudut pandang, dan sebagainya.<\/p>\n<p>Saat menulis puisi, kita perlu merumuskan ide, judul, dan sebagainya. Ada dua jenis puisi umum, yakni puisi kuno dan puisi modern. Jenis puisi kuno berupa Pantun, Puisi, Tulliven, Mantra, Gurindam. Jenis puisi modern muncul dalam bentuk puisi naratif, puisi liris, dan puisi deskriptif. Dalam praktiknya, puisi modern ini biasa disebut dengan istilah sajak bebas karena bentuk atau strukturnya yang tidak terikat dengan rima atau jumlah baris layaknya pantun.<\/p>\n<p>Puisi kuno, atau mantra, adalah jenis puisi yang dibuat berdasarkan kepercayaan animisme, biasanya dikutip dalam ritual budaya dan menggunakan kata-kata yang dapat membangkitkan efek suara magis. Pantun adalah jenis puisi kuno, dengan setiap baris terdiri dari empat baris, dua baris sampiran, dan dua baris isi. Konsep dasarnya, pantun terdiri dari 4 baris atau lebih sampiran dan isinya dan selalu datar, yakni dua baris adalah sampiran dan dua baris isi.<\/p>\n<p>Puisi memiliki rangkaian empat syair dan sajak, yang isinya menceritakan sebuah kisah. Gurindam adalah jenis puisi kuno yang terdiri dari dua baris dengan ritme yang sama, dengan isi di baris pertama dan penyebabnya di baris kedua.<\/p>\n<p>Efeknya disertakan dari puisi modern, atau puisi naratif, adalah puisi yang digunakan untuk menceritakan sebuah kisah yang dapat dibagi menjadi tiga bagian, yakni epik, roman, dan balada. Jenis puisi modern yang kedua adalah puisi liris yang digunakan untuk mengungkapkan pikiran penyair, dan jenis puisi modern yang terakhir adalah puisi deskriptif, yaitu puisi yang mengungkapkan pendapat dan kesan penyair.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Puisi_Untuk_Ayah\"><\/span>Contoh Puisi Untuk Ayah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/terima-kasih-bapak?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-28945\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/image004-3.jpg\" alt=\"Puisi Untuk Ayah\" width=\"250\" height=\"357\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/terima-kasih-bapak?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"> <img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-28919\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/button-2.png\" alt=\"\" width=\"180\" height=\"51\" \/><\/a><\/p>\n<p>Setelah mengetahui tentang puisi di atas, Grameds juga bisa menggunakan referensi contoh puisi untuk ayah berikut ini:<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Teladan_Jiwaku\"><\/span>1. Teladan Jiwaku<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Ayah<br \/>\nKamu yang terbaik<br \/>\nSeseorang yang selalu berbicara tentang apa adanya<br \/>\nSalah ya Salah<br \/>\nKeterbukaanmu lebih dari sekedar ayah<\/p>\n<p>Aku lahir dari tulang rusukmu<br \/>\nAku bertumbuh sekarang belajar dari sikapmu<br \/>\nDan ketegasan dirimu<br \/>\nBekas lukanya terlihat seperti ini<br \/>\nDisiplin dari waktu ke waktu<\/p>\n<p>Tolong beritahu aku<br \/>\nBetapa pentingnya waktu<br \/>\nPenting juga untuk menghukum yang salah<br \/>\nTerlepas darimu aku belajar menjadi ayah yang mandiri<br \/>\nDengan selalu mengingat semua nasehat yang kamu berikan<\/p>\n<p>Terlahir dengan kejahatan dari lubuk hatiku<br \/>\nMaaf ayah, aku tahu rasanya menjadi pria dewasa yang harus bekerja untuk masa depan<br \/>\nBertemulah besok<br \/>\nJangan tersesat<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Rindu_Hujan\"><\/span>2. Rindu Hujan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Setetes demi setetes Air surgawi membasuh wajahku. Tanah basah dan kering. Biji-bijian pecah ketika menyentuh tanah. Setiap tetes mengandung kerinduan yang tersembunyi. Aku tidak bisa menghentikan kerinduanku untuk menjadi lebih buruk dan lebih buruk. Aku ingin menuangkannya segera, atau katakan saja. Mataku melayang ke masa laluku. Dimana aku melompat ke punggungmu yang kuat tanpa ragu-ragu. Di mana meminta mainan dengan suara keras<\/p>\n<p>Atau hanya merengek untuk membeli permen lolipop. Senyum dalam fantasi. Masih jelas dalam ingatanku bagaimana bentuk garis tegas rahangmu yang menjadikan engkau semakin tampan. Masih pula ku rekam suara tegas namun penuh kasih. Begitu pula dengan kekarnya tanganmu yang lincah menggendongku atau sekedar menaikkan ku pada kursi tinggi. Aku mengingat kembali kecup bibirmu di pipiku. Terasa hangat hingga hatiku bergetar.<\/p>\n<p>Aku selalu tertawa ketika kumis tipis menghiasi hidungmu<\/p>\n<p>Dan mulutmu menyentuh pipiku. Membuat aku tertawa. Aku ingat membelai tanganku di antara rambutku<\/p>\n<p>Bawa aku ke alam mimpi. aku juga ingat pelukan hangatmu memeluk semua kesedihanku. Ketika saya jatuh, saya melihat sinar kekhawatiran di mata saya. Dengan lembut Anda mengucapkan kata-kata yang membuat saya lebih kuat. Kamu mengirim pesan melalui semua kata. Kamu bilang aku tidak bisa menjadi cengeng. Kau bilang aku harus menjadi anak yang kuat. Ini semua membuatku lebih kuat, bahkan jika kamu terlihat liar.<\/p>\n<p>Ayah&#8230;<br \/>\nAku memiliki kerinduan untuk ribuan tetes hujan. Jangan khawatir, aku baik-baik saja di sini. Kamu tidak perlu khawatir, aku selalu di sini dan tertawa. Ayah, aku mempercayaimu dengan kerinduan untuk hujan yang bermanfaat ini.<\/p>\n<p>Hubungi ayah kalian segera untuk berbagi cerita atau berita. Setidaknya dapat mendengar suaranya, bahkan jika kamu jauh darinya. Rekam tawamu.<\/p>\n<p>Aku tahu ketika kita berbicara di telepon<br \/>\nMatamu bersinar dan senyummu selalu bersinar. Karena aku sama.<br \/>\nAyah&#8230; Rindu ini diantara derasnya hujan. Semoga tetesnya menyampaikan padamu.<\/p>\n<p>Ayah\u2026<br \/>\nSayangku sebanyak tetes hujan ini. Tak terhitung.<\/p>\n<p>Ayah\u2026<br \/>\nAku sayang ayah.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Ayah_Tinggal_Disini_di_Hatiku\"><\/span>3. Ayah Tinggal Disini, di Hatiku<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Sudah lama ayahku meninggalkanku<br \/>\nAku merasa kamu masih disini<br \/>\nIni mimpi karena kamu selalu dalam tidurku<br \/>\nTahukah kamu bahwa mimpi-mimpi ini selalu mengingatkanku ketika kamu masih di sini?<\/p>\n<p>Bawa aku bersamamu setiap hari<br \/>\nAku ingat saat engkau mengusap kepalaku<br \/>\nSaya ingat ketika engkau memukulku ketika aku sedang bercanda<br \/>\nTolong beritahu saya jika apa yang saya lakukan salah<\/p>\n<p>Berikan saran untuk membantuku menjadi anak yang baik<br \/>\nSelalu memberikan apa yang aku minta<br \/>\nSekarang semuanya tinggal kenangan, kenangan terindah yang pernah aku rasakan dalam hidupku.<\/p>\n<p>Tapi percayalah, hatimu selalu di hatiku<br \/>\nKau jauh dari alam makmur ini, tapi hatimu ada di hati orang-orang yang mencintaimu ayah<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/surga-tanpa-ayah?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-28946\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/image005-6-196x300.jpg\" alt=\"Puisi Untuk Ayah\" width=\"250\" height=\"383\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07230427\/image005-6-196x300.jpg 196w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07230427\/image005-6-561x860.jpg 561w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07230427\/image005-6-364x558.jpg 364w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07230427\/image005-6-608x932.jpg 608w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07230427\/image005-6.jpg 650w\" sizes=\"(max-width: 250px) 100vw, 250px\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/surga-tanpa-ayah?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"> <img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-28919\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/button-2.png\" alt=\"\" width=\"180\" height=\"51\" \/><\/a><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Dimanakah_Cinta\"><\/span>4. Dimanakah Cinta?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Ayah<br \/>\nTolong dengarkan satu kata dari hatiku<br \/>\nDengarkan tangisan hatiku<br \/>\nDengarkan laguku<br \/>\nApa yang aku ciptakan untukmu<\/p>\n<p>Ayah<br \/>\nAku merindukanmu<br \/>\nAku merindukan keberadaanmu<br \/>\nAku merindukan cintamu<br \/>\nAku rindu pelukanmu yang menghangatkan kesedihanku<\/p>\n<p>Ayah<br \/>\nSekarang kamu jauh dariku<br \/>\nDimana kamu jatuh cinta<br \/>\nApa yang saya rasakan<br \/>\nApakah saya tidak berguna<\/p>\n<p>Ayah<br \/>\nTemani jiwaku yang kesepian<br \/>\nTuhan mendekat untuk menguatkan semangatku sampai akhir<br \/>\nAku memberimu diri yang lemah ini<br \/>\nHati-hati, menjadilah lebih kuat<strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Puisi_Tentang_Ayah_Karya_Sastrawan_Indonesia\"><\/span>Contoh Puisi Tentang Ayah Karya Sastrawan Indonesia<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Selain contoh puisi untuk ayah diatas, Grameds bisa menggunakan referensi puisi tentang ayah karya sastrawan-sastrawan Indonesia yang terkenal seperti berikut ini:<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Seorang_Ayah_yang_Bijak_Karya_Edijushanan\"><\/span>1. Seorang Ayah yang Bijak (Karya Edijushanan)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Seorang ayah yang bijak<br \/>\nmendongeng untuk anak-anaknya<br \/>\nmengantar tidur malam: Adalah<br \/>\nsuami-istri yang miskin, hidup<br \/>\ndengan kemiskinannya.<\/p>\n<p>Setiap hari yang suami pergi<br \/>\nke sungai mencari ikan, dan<br \/>\nyang istri pergi ke hutan<br \/>\nmencari kayu bakar. Sore harinya<br \/>\nyang suami pulang dengan membawa<br \/>\nikan banyak. Di tengah jalan, di<br \/>\nsebuah kampung, ikannya yang besar-<br \/>\nbesar dijualnya. Lalu dibelikan<br \/>\nsetengah liter beras.<\/p>\n<p>Yang istri pulang dari hutan<br \/>\ndengan membawa seikat besar dan<br \/>\nseikat kecil kayu bakar; yang<br \/>\nikatan besar dijualnya di warung kopi.<br \/>\nLalu dibelikan setengah liter beras.<\/p>\n<p>Dalam mengakhiri dongengnya sang ayah<br \/>\nbertanya kepada anak-anaknya: &#8220;Tahukah<br \/>\nkalian apa makna cerita itu?&#8221; Tidak ada<br \/>\njawaban; anak-anaknya sudah tidur semua.<br \/>\nPertanyaan itu kembali berputar di benak<br \/>\nsang ayah: itukah hidup?<\/p>\n<p>Ah untunglah anak-anak sudah tidur<br \/>\nsemua. Mereka tak memikirkan pertanyaan itu,<br \/>\npikirnya. Lalu ia mengepulkan asap rokok kawung;<br \/>\nbergulung-gulung melingkar-lingkar. Ia tersenyum,<br \/>\nseperti menemukan yang semua: hidup itu lingkaran?<\/p>\n<p>Sumber: Horison (Desember, 1976)<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Di_Kuburan_Ayah_Karya_Slamet_Sukirnanto\"><\/span>2. Di Kuburan Ayah (Karya Slamet Sukirnanto)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Berteduh pohon kamboja berkembang<br \/>\nTinggalmu yang kekal<br \/>\nTak kenal lagi senyummu<br \/>\nMemikat hatiku<br \/>\nKetika masih kanak.<\/p>\n<p>Bukan segunduk tanah<br \/>\nKupuja. Kerna diharamkan agama<br \/>\nAdalah hidupmu<br \/>\nMengenang di kalbu!<\/p>\n<p>(1963)<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Buat_HJ_dan_PG_Karya_Goenawan_Mohamad\"><\/span>3. Buat H.J. dan P.G (Karya Goenawan Mohamad)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Seperti sebuah makam yang tenang:<br \/>\ndua leli paskah<br \/>\ndisematkan<br \/>\npada mawar hitam.<\/p>\n<p>Seperti kelebat jam yang datang:<br \/>\nkupu-kupu putih<br \/>\nmelenyapkan putih<br \/>\nke loteng lengang.<\/p>\n<p>Seperti sebuah bel yang riang,<br \/>\nkabar itu datang ke ruang<br \/>\ntelah kuketok kawat,<br \/>\n&#8220;Bapak, saya agak tiba terlambat.&#8221;<\/p>\n<p>Maka aku berbisik hati-hati<br \/>\nkepada malaikat yang tiba pagi,<br \/>\n&#8220;Hari ini aku<br \/>\nbelum ingin mati.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Sebab anakku<br \/>\nakan terbang kemari<br \/>\ndari rumahnya yang jauh<br \/>\ndi sebuah negeri yang teduh.&#8221;<\/p>\n<p>Lalu kutunjukkan potretmu: 1985<br \/>\nketika kau senyum<br \/>\npada stang sepeda<br \/>\ndi depan rumpun asalea.<\/p>\n<p>Dan malaikat itu tertawa.<br \/>\nAdakah yang lebih sakral, anakku,<br \/>\npada potret-potret lama<br \/>\nkecuali tempat yang kita kenal<br \/>\nsaat-saat yang tak pernah baka?<\/p>\n<p>(1990)<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/bila-esok-ayah-tiada?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-28947\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/image007-5.jpg\" alt=\"Puisi Untuk Ayah\" width=\"250\" height=\"371\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/bila-esok-ayah-tiada?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"> <img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-28919\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/button-2.png\" alt=\"\" width=\"180\" height=\"51\" \/><\/a><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Tuhan_dan_Ayahku_Karya_Nersalya_Renata\"><\/span>4. Tuhan dan Ayahku (Karya Nersalya Renata)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>satu tuhan tak pernah cukup bagi ayahku.<br \/>\nia selalu mencari tuhan-tuhan lain.<br \/>\ntuhan yang bisa mengabulkan permohonannya<br \/>\ndalam semalam. tuhan yang tak perlu dirayu<br \/>\ndengan doa-doa.<\/p>\n<p>satu tuhan tak pernah cukup bagi ayahku.<br \/>\nia terus mencari. tuhan yang bisa menjaganya<br \/>\ndan memakmurkannya dalam sekejap.<br \/>\ntuhan yang melindunginya dari segala niat buruk<br \/>\norang-orang berhati buruk.<\/p>\n<p>satu tuhan tak pernah cukup bagi ayahku.<br \/>\nia menemukan tuhan yang lain. tuhan yang bisa<br \/>\ndisematkan di jari manisnya. tuhan yang ditanam<br \/>\ndi pojok-pojok rumah. tuhan yang dapat dilarutkan<br \/>\ndalam minuman dan dicampur dalam makanan<br \/>\nuntuk mengarahkan hati dan pikiran<br \/>\nsesuai keinginannya.<br \/>\ntuhan yang bisa menumbuhkan pohon uang.<\/p>\n<p>satu tuhan tak pernah cukup bagi ayahku. ia bosan<br \/>\nberdoa. perjalanan doa menjadi nyata terlalu lama.<\/p>\n<p>satu tuhan tak pernah cukup bagi ayahku.<br \/>\nia menemukan tuhan yang lain.<br \/>\nseluruh keinginannya terwujud<br \/>\ndalam waktu singkat. aman. makmur. tanpa pesaing.<br \/>\ntanpa pengacau. tak ada yang membangkang.<br \/>\nsemua jalan lancar. tak ada jalan buntu.<br \/>\ntak ada kemacetan. kharismanya berkilau.<br \/>\nsenyumnya semakin lebar. ia tidur sangat nyenyak.<br \/>\ntanpa doa. tuhan yang baru tak perlu doa.<br \/>\ntak perlu ia jenguk lima kali sehari.<br \/>\nia mimpi begitu indah.<br \/>\nmimpi menyembunyikan ibu di balik pohon.<br \/>\nlalu ia terbang bersama bidadari.<\/p>\n<p>Jakarta, 2008<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Ayah_dan_Burung-burung_Karya_Radial_Tanjung_Banua\"><\/span>5. Ayah dan Burung-burung (Karya Radial Tanjung Banua)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Aku terbayang ayah yang melangkah di pematang<br \/>\nsawah kenangan. Sesekali langkahnya tertegun<br \/>\nngungun bersama embun. Kadang ayah<br \/>\nbagai orang-orangan dari jerami<br \/>\ndi tengah menguning padi. Kusentakkan tali rindu<br \/>\ndi antara kami. Maka tersintaklah ayah<br \/>\nbersama riuh burung-burung yang berlepasan<br \/>\ntak kembali lagi.<\/p>\n<p>Yogyakarta, 2011<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Setiap_Ayah_Karya_Alex_R_Nainggolan\"><\/span>6. Setiap Ayah (Karya Alex R. Nainggolan)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>di tubuh setiap ayah<br \/>\nakan ada jalan pulang<br \/>\nrumah yang bagai selimut<br \/>\ndari kepala yang kusut<\/p>\n<p>telah ku gali-gali<br \/>\ntangis yang kecut<br \/>\ndan terduduk di sudut<br \/>\nsegala sesal yang sampai sekarang<br \/>\nhanya tertunduk<\/p>\n<p>maka aku ingat ayah<br \/>\nsetiap percakapan<br \/>\nyang abai kutafsirkan<br \/>\nlalu ayah mengerubung<br \/>\ndi setiap hari<br \/>\nbahkan bertahun setelah dirinya pergi<\/p>\n<p>di mata setiap ayah<br \/>\nselalu ada kegembiraan<br \/>\nmeski hanya sebentar<br \/>\nbertemu<br \/>\natau percakapan yang biasa saja<br \/>\ndengan anaknya<\/p>\n<p>(2016)<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Asu_Karya_Joko_Pinurbo\"><\/span>7. Asu (Karya Joko Pinurbo)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Di jalan kecil menuju kuburan Ayah di atas bukit<br \/>\nsaya berpapasan dengan anjing besar<br \/>\nyang melaju dari arah yang saya tuju.<br \/>\nMatanya merah. Tatapannya yang kidal<br \/>\nmembuat saya mundur beberapa jengkal.<\/p>\n<p>Gawat. Sebulan terakhir ini sudah banyak orang<br \/>\nmenjadi korban gigit anjing gila.<br \/>\nMereka diserang demam berkepanjangan<br \/>\nbahkan ada yang sampai kesurupan.<br \/>\nDi saat yang membahayakan itu saya teringat Ayah.<br \/>\nDulu saya sering menemani Ayah menulis.<br \/>\nSesekali Ayah terlihat kesal, memukul-mukul<br \/>\nmesin ketiknya dan mengumpat, \u201cAsu!\u201d<br \/>\nKali lain, saat menemukan puisi bagus di koran,<br \/>\nAyah tersenyum senang dan berseru, \u201cAsu!\u201d<br \/>\nSaat bertemu temannya di jalan,<br \/>\nAyah dan temannya dengan tangkas bertukar asu.<\/p>\n<p>Pernah saya bertanya, \u201cAsu itu apa, Yah?\u201d<br \/>\n\u201cAsu itu anjing yang baik hati,\u201d jawab Ayah.<br \/>\nKemudian ganti saya ditanya,<br \/>\n\u201cCoba, menurut kamu, asu itu apa?\u201d<br \/>\n\u201cAsu itu anjing yang suka minum susu,\u201d jawab saya.<\/p>\n<p>Sementara saya melangkah mundur,<br \/>\nanjing itu maju terus dengan nyalang.<br \/>\nDemi Ayah, saya ucapkan salam, \u201cSelamat sore, asu.\u201d<br \/>\nIa kaget. Saya ulangi salam saya, \u201cSelamat sore, su!\u201d<br \/>\nAnjing itu pun minggir, menyilakan saya lanjut jalan.<br \/>\nDari belakang sana terdengar teriakan,<br \/>\n\u201cTolong, tolong! Anjing, anjing!\u201d<\/p>\n<p>(2011)<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/cinta-untuk-ayah-bapak-papi-papa-1?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-28944\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/image003-5.jpg\" alt=\"Puisi Untuk Ayah\" width=\"250\" height=\"250\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07230425\/image003-5.jpg 178w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07230425\/image003-5-150x150.jpg 150w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07230425\/image003-5-110x110.jpg 110w\" sizes=\"(max-width: 250px) 100vw, 250px\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/cinta-untuk-ayah-bapak-papi-papa-1?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"> <img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-28919\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/button-2.png\" alt=\"\" width=\"180\" height=\"51\" \/><\/a><\/p>\n<p>Nah, itulah penjelasan tentang puisi untuk ayah. Jika Grameds membutuhkan referensi lebih banyak tentang puisi, maka bisa kunjungi koleksi buku Gramedia di <a href=\"http:\/\/www.gramedia.com\">www.gramedia.com<\/a>, selamat belajar. #SahabatTanpabatas.<\/p>\n<p>BACA JUGA:<\/p>\n<ol>\n<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/pengertian-puisi\/\">Pengertian Puisi: Jenis-Jenis, Contoh, dan Cara Membuat Puisi\u00a0<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/review-berbagai-puisi-tentang-ibu-beserta-contohnya\/\">Review Berbagai Puisi Tentang Ibu Beserta Contohnya\u00a0<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-tema-keluarga\/\">Kumpulan Contoh Puisi Bertema Keluarga Penuh Makna\u00a0<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/contoh-puisi-anak-sekolah\/\">Contoh Puisi Anak Sekolah SD, SMP, dan SMA Berbagai Tema\u00a0<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/buku-kumpulan-puisi\/\">List Best Seller Buku Puisi<\/a><\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Puisi Untuk Ayah &#8211; Apakah Grameds menyukai puisi? Tepat sekali, puisi adalah salah satu bentuk syair atau kata-kata indah yang bisa menunjukan kasih sayang untuk orang yang terkasih. Salah satunya puisi untuk ayah yang cocok Grameds berikan saat hari ayah atau menunjukkan cinta dan kasih kepada sang ayah kapan saja. Selain indah puisi juga memiliki [&hellip;] <a class=\"g1-link g1-link-more\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-untuk-ayah\/\">More<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":185533071,"featured_media":28943,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1838],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v17.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Puisi Untuk Ayah: Contoh dan Cara Membuatnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Berikut ulasan seputar &quot;Puisi Untuk Ayah&quot; dari Gramedia, lengkap dengan contoh-contoh puisi tentang ayah karya para sastrawan Indonesia.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-untuk-ayah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Puisi Untuk Ayah: Contoh dan Cara Membuatnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berikut ulasan seputar &quot;Puisi Untuk Ayah&quot; dari Gramedia, lengkap dengan contoh-contoh puisi tentang ayah karya para sastrawan Indonesia.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-untuk-ayah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Best Seller Gramedia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-03-09T03:39:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-06-29T15:34:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07230417\/image001-13.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"853\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Aprianto F\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\",\"name\":\"Gramedia\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\",\"sameAs\":[],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"Gramedia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\",\"name\":\"Best Seller Gramedia\",\"description\":\"Inspiration Transformed\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-untuk-ayah\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07230417\/image001-13.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07230417\/image001-13.jpg\",\"width\":1280,\"height\":853,\"caption\":\"Pixabay.com\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-untuk-ayah\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-untuk-ayah\/\",\"name\":\"Puisi Untuk Ayah: Contoh dan Cara Membuatnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-untuk-ayah\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-03-09T03:39:07+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-29T15:34:50+00:00\",\"description\":\"Berikut ulasan seputar \\\"Puisi Untuk Ayah\\\" dari Gramedia, lengkap dengan contoh-contoh puisi tentang ayah karya para sastrawan Indonesia.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-untuk-ayah\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-untuk-ayah\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-untuk-ayah\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Puisi Untuk Ayah: Contoh dan Cara Membuatnya\"}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-untuk-ayah\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-untuk-ayah\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/96a2fc97a7e0337bb70392c656c60c1c\"},\"headline\":\"Puisi Untuk Ayah: Contoh dan Cara Membuatnya\",\"datePublished\":\"2022-03-09T03:39:07+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-29T15:34:50+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-untuk-ayah\/#webpage\"},\"wordCount\":2089,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-untuk-ayah\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07230417\/image001-13.jpg\",\"articleSection\":[\"Buku Puisi\"],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/96a2fc97a7e0337bb70392c656c60c1c\",\"name\":\"Aprianto F\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/fandy-1-96x96.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/fandy-1-96x96.png\",\"caption\":\"Aprianto F\"},\"description\":\"Menulis merupakan salah satu cara untuk mengekspresikan diri dan juga menambah wawasan. Selain itu, menulis juga memudahkan kita dalam mendapatkan informasi terbaru, seperti dunia sastra dan puisi.\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/author\/aprianto-f\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Puisi Untuk Ayah: Contoh dan Cara Membuatnya","description":"Berikut ulasan seputar \"Puisi Untuk Ayah\" dari Gramedia, lengkap dengan contoh-contoh puisi tentang ayah karya para sastrawan Indonesia.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-untuk-ayah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Puisi Untuk Ayah: Contoh dan Cara Membuatnya","og_description":"Berikut ulasan seputar \"Puisi Untuk Ayah\" dari Gramedia, lengkap dengan contoh-contoh puisi tentang ayah karya para sastrawan Indonesia.","og_url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-untuk-ayah\/","og_site_name":"Best Seller Gramedia","article_published_time":"2022-03-09T03:39:07+00:00","article_modified_time":"2023-06-29T15:34:50+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":853,"url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07230417\/image001-13.jpg","path":"s3apsoutheast1:\/\/wp-best-seller\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07230417\/image001-13.jpg","size":"full","id":28943,"alt":"Puisi Untuk Ayah","pixels":1091840,"type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Aprianto F","Estimasi waktu membaca":"11 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization","name":"Gramedia","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/","sameAs":[],"logo":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png","width":512,"height":512,"caption":"Gramedia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo"}},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/","name":"Best Seller Gramedia","description":"Inspiration Transformed","publisher":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-untuk-ayah\/#primaryimage","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07230417\/image001-13.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07230417\/image001-13.jpg","width":1280,"height":853,"caption":"Pixabay.com"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-untuk-ayah\/#webpage","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-untuk-ayah\/","name":"Puisi Untuk Ayah: Contoh dan Cara Membuatnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-untuk-ayah\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-03-09T03:39:07+00:00","dateModified":"2023-06-29T15:34:50+00:00","description":"Berikut ulasan seputar \"Puisi Untuk Ayah\" dari Gramedia, lengkap dengan contoh-contoh puisi tentang ayah karya para sastrawan Indonesia.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-untuk-ayah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-untuk-ayah\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-untuk-ayah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Puisi Untuk Ayah: Contoh dan Cara Membuatnya"}]},{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-untuk-ayah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-untuk-ayah\/#webpage"},"author":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/96a2fc97a7e0337bb70392c656c60c1c"},"headline":"Puisi Untuk Ayah: Contoh dan Cara Membuatnya","datePublished":"2022-03-09T03:39:07+00:00","dateModified":"2023-06-29T15:34:50+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-untuk-ayah\/#webpage"},"wordCount":2089,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/puisi-untuk-ayah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07230417\/image001-13.jpg","articleSection":["Buku Puisi"],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/96a2fc97a7e0337bb70392c656c60c1c","name":"Aprianto F","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#personlogo","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/fandy-1-96x96.png","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/fandy-1-96x96.png","caption":"Aprianto F"},"description":"Menulis merupakan salah satu cara untuk mengekspresikan diri dan juga menambah wawasan. Selain itu, menulis juga memudahkan kita dalam mendapatkan informasi terbaru, seperti dunia sastra dan puisi.","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/author\/aprianto-f\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28942"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/users\/185533071"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28942"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28942\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28948,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28942\/revisions\/28948"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28943"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28942"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28942"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28942"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}