{"id":28774,"date":"2022-03-21T15:04:34","date_gmt":"2022-03-21T08:04:34","guid":{"rendered":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?p=28774"},"modified":"2023-06-27T14:11:28","modified_gmt":"2023-06-27T07:11:28","slug":"hiperaktif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hiperaktif\/","title":{"rendered":"Perilaku Anak Hiperaktif dan Cara Mengatasinya"},"content":{"rendered":"<p>Perilaku Anak Hiperaktif &#8211; Apakah anak Anda termasuk anak yang sangat aktif dan tidak bisa diam? Banyak yang menganggap bahwa anak aktif itu adalah hal yang wajar, karena sejatinya anak-anak memang seharusnya aktif. Tapi perlu Anda pahami bahwa anak yang aktif sangat berbeda dengan anak yang hiperaktif. Dari sini, Anda sebagai orang tua harus mulai waspada dan memperhatikan apakah perilaku aktif anak telah menunjukkan tanda-tanda hiperaktif?<\/p>\n<p>Anak yang aktif biasanya akan berhenti ketika mereka mulai lelah dan kemudian istirahat. Setelah bermain selama beberapa menit, lalu duduk dan istirahat dengan menonton TV atau membaca buku karena lelah bermain.<\/p>\n<p>Akan tetapi, ada beberapa anak yang memang tidak bisa diam. Dimana mereka selalu ingin bermain dan bergerak kesana kemari, mengambil barang-barang, berlari, berbicara walaupun sudah diminta untuk istirahat dan berhenti bermain. Nah, anak-anak yang demikian bisa jadi mengalami gejala hiperaktif.<\/p>\n<p>Namun sebelumnya, Anda harus tahu terlebih dahulu bahwa anak-anak tidak melakukan hal tersebut (hiperaktif) karena alasan tertentu. Hal itu terjadi karena mereka mempunyai kebutuhan untuk terus menerus bergerak dan belum mempunyai kemampuan yang cukup untuk mengontrol diri mereka.<\/p>\n<p>Tapi sayangnya, banyak orang yang menilai anak hiperaktif dengan penilaian negatif. Beberapa dari mereka menganggap bahwa anak hiperaktif tergolong tidak sopan dan tidak disiplin. Selain itu, orang-orang mungkin saja akan mengungkapkan komentar mereka terhadap anak-anak hiperaktif dengan ucapan yang tidak nyaman untuk didengar.<\/p>\n<p>Jika anak Anda mulai menunjukkan tanda-tanda atau gejala hiperaktif, cobalah untuk memahaminya lebih jauh mengenai perilaku tersebut ya. Berikut ini adalah penjelasan selengkapnya mengenai apa itu hiperaktif dan bagaimana tanda-tandanya serta cara mengobatinya.<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_17 counter-hierarchy counter-decimal ez-toc-grey\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class=\"ez-toc-list ez-toc-list-level-1\"><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hiperaktif\/#Tanda-tanda_Anak_Hiperaktif\" title=\"Tanda-tanda Anak Hiperaktif\">Tanda-tanda Anak Hiperaktif<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hiperaktif\/#Apa_yang_Bisa_Menyebabkan_Anak_Menjadi_Hiperaktif\" title=\"Apa yang Bisa Menyebabkan Anak Menjadi Hiperaktif?\">Apa yang Bisa Menyebabkan Anak Menjadi Hiperaktif?<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-3\"><li class=\"ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hiperaktif\/#1_Stres\" title=\"1. Stres\">1. Stres<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hiperaktif\/#2_Gangguan_Kesehatan_Mental_dan_Emosi\" title=\"2. Gangguan Kesehatan Mental dan Emosi\">2. Gangguan Kesehatan Mental dan Emosi<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hiperaktif\/#3_Gangguan_Kesehatan_Fisik\" title=\"3. Gangguan Kesehatan Fisik\">3. Gangguan Kesehatan Fisik<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hiperaktif\/#4_Kurang_Olahraga\" title=\"4. Kurang Olahraga\">4. Kurang Olahraga<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hiperaktif\/#5_Kurang_Tidur\" title=\"5. Kurang Tidur\">5. Kurang Tidur<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hiperaktif\/#Penyebab_Utama_Hiperaktif\" title=\"Penyebab Utama Hiperaktif\">Penyebab Utama Hiperaktif<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hiperaktif\/#Apa_Bedanya_Anak_Aktif_dan_Hiperaktif_Karena_ADHD\" title=\"Apa Bedanya Anak Aktif dan Hiperaktif Karena ADHD?\">Apa Bedanya Anak Aktif dan Hiperaktif Karena ADHD?<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hiperaktif\/#Cara_Mendampingi_Anak_yang_Hiperaktif\" title=\"Cara Mendampingi Anak yang Hiperaktif\">Cara Mendampingi Anak yang Hiperaktif<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-3\"><li class=\"ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hiperaktif\/#1_Membangun_Kehidupan_Anak_yang_Terstruktur_dan_Terorganisir\" title=\"1. Membangun Kehidupan Anak yang Terstruktur dan Terorganisir\">1. Membangun Kehidupan Anak yang Terstruktur dan Terorganisir<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hiperaktif\/#2_Menciptakan_Pola_Tidur_yang_Teratur\" title=\"2. Menciptakan Pola Tidur yang Teratur\">2. Menciptakan Pola Tidur yang Teratur<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hiperaktif\/#3_Menerapkan_Disiplin_Positif_Pada_Anak\" title=\"3. Menerapkan Disiplin Positif Pada Anak\">3. Menerapkan Disiplin Positif Pada Anak<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hiperaktif\/#4_Menghabiskan_Waktu_Bersama_Anak\" title=\"4. Menghabiskan Waktu Bersama Anak\">4. Menghabiskan Waktu Bersama Anak<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hiperaktif\/#5_Membina_Hubungan_yang_Sehat_Dengan_Keluarga\" title=\"5. Membina Hubungan yang Sehat Dengan Keluarga\">5. Membina Hubungan yang Sehat Dengan Keluarga<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-16\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hiperaktif\/#6_Berikan_Makanan_yang_Bergizi\" title=\"6. Berikan Makanan yang Bergizi\">6. Berikan Makanan yang Bergizi<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-17\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hiperaktif\/#7_Redam_Amarah_dan_Kesal\" title=\"7. Redam Amarah dan Kesal\">7. Redam Amarah dan Kesal<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-18\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hiperaktif\/#Pengobatan_Anak_Hiperaktif\" title=\"Pengobatan Anak Hiperaktif\">Pengobatan Anak Hiperaktif<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-3\"><li class=\"ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-19\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hiperaktif\/#1_Terapi\" title=\"1. Terapi\">1. Terapi<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-20\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hiperaktif\/#2_Obat-obatan\" title=\"2. Obat-obatan\">2. Obat-obatan<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tanda-tanda_Anak_Hiperaktif\"><\/span>Tanda-tanda Anak Hiperaktif<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone wp-image-28781 size-full\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/YGQBKhCpou.jpg\" alt=\"\" width=\"900\" height=\"601\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07102352\/YGQBKhCpou.jpg 900w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07102352\/YGQBKhCpou-300x200.jpg 300w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07102352\/YGQBKhCpou-768x513.jpg 768w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07102352\/YGQBKhCpou-561x375.jpg 561w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07102352\/YGQBKhCpou-364x243.jpg 364w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07102352\/YGQBKhCpou-728x486.jpg 728w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07102352\/YGQBKhCpou-608x406.jpg 608w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07102352\/YGQBKhCpou-758x506.jpg 758w\" sizes=\"(max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><\/p>\n<p>Apa yang dimaksud hiperaktivitas? Menurut anggapan beberapa orang, hiperaktivitas yang dialami oleh anak bisa ditandai dengan perilaku anak yang tidak bisa diam dan selalu ingin bergerak. Akan tetapi, hiperaktivitas sebenarnya lebih dari itu. Dimana hiperaktivitas merupakan perilaku aktif yang dilakukan secara terus menerus di waktu dan keadaan yang tidak seharusnya.<\/p>\n<p>Bagian \u201cterus-menerus\u201d yang menjadi salah satu perbedaan utamanya. Apabila hanya terjadi satu ataupun dua kali saja, orang-orang pasti tidak akan terlalu memikirkan hal tersebut. Namun jika sudah terjadi secara berulang dan terus menerus, maka Anda harus mulai waspada dan kenali gejalanya. Berikut ini adalah beberapa tanda anak hiperaktif yang perlu Anda ketahui:<\/p>\n<p>a. Berteriak dan lari ketika sedang bermain, walaupun sedang berada di dalam ruangan.<br \/>\nb. Jalan-jalan dan berdiri di kelas ketika guru sedang mengajar.<br \/>\nc. Bergerak dengan begitu cepat, sehingga sering menabrak orang lain ataupun benda-benda yang ada disekitarnya.<br \/>\nd. Bermain terlalu kasar dan secara tidak sengaja sering melukai anak lainnya ataupun diri mereka sendiri.<\/p>\n<p>Sementara hiperaktivitas dapat mempunyai tanda atau gejala yang berbeda-beda di usia yang berbeda pula. Tanda-tanda anak hiperaktif juga beragam bentuknya. Selain ingin selalu bergerak, berlari, dan berjalan, berikut ini adalah tanda anak hiperaktif lain yang perlu Anda pahami:<\/p>\n<p>a. Selalu ingin berbicara<br \/>\nb. Selalu menyela saat orang lain sedang berbicara<br \/>\nc. Bergerak dengan sangat cepat dari satu tempat ke tempat lainnya<br \/>\nd. Selalu menggerakkan badannya meski sedang duduk<br \/>\ne. Sering menabrak benda atau orang lain<br \/>\nf. Merasa gelisah dan ingin selalu mengambil sesuatu dan memainkan barang tersebut<br \/>\ng. Sulit duduk dengan tenang di waktu makan ataupun aktivitas tenang lainnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/a-gift-anak-hiperaktif-memahami-mendeteksi-therapy-dan-pola-asuh-yang-tepat-bila-memiliki-anak-hiperaktif?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-28779 size-full\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/BLK_AGAHMMTDPAYTBMAH20214630.jpg\" alt=\"\" width=\"178\" height=\"223\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/a-gift-anak-hiperaktif-memahami-mendeteksi-therapy-dan-pola-asuh-yang-tepat-bila-memiliki-anak-hiperaktif?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-28760 size-full\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/button-1.png\" alt=\"\" width=\"180\" height=\"51\" \/><\/a><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_yang_Bisa_Menyebabkan_Anak_Menjadi_Hiperaktif\"><\/span>Apa yang Bisa Menyebabkan Anak Menjadi Hiperaktif?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Anak yang aktif biasanya disebabkan oleh besarnya energi yang mereka punya. Akan tetapi, anak yang hiperaktif dapat disebabkan oleh beberapa faktor di bawah ini:<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Stres\"><\/span>1. Stres<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Jangan dianggap sepele, anak-anak juga dapat merasakan dan mengalami stres. Stres yang dialami oleh anak biasanya disebabkan oleh berbagai hal positif. Mulai dari lingkungan ataupun kegiatan baru sampai hal negatif seperti sakit ataupun kematian dari salah satu anggota keluarga.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Gangguan_Kesehatan_Mental_dan_Emosi\"><\/span>2. Gangguan Kesehatan Mental dan Emosi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Anak yang hiperaktif bisa juga disebabkan oleh gangguan mental seperti halnya resah dan juga emosi yang tidak stabil, atau mereka pernah mengalami trauma tertentu. Pada kondisi tersebut, anak menjadi lebih aktif atau hiperaktif dengan menunjukkan sikap yang tidak bisa diam dan tenang atau sulit untuk berkonsentrasi.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Gangguan_Kesehatan_Fisik\"><\/span>3. Gangguan Kesehatan Fisik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Di beberapa kasus, terdapat gangguan fisik yang menjadi penyebab anak menjadi hiperaktif, misalnya saja penyakit hipertiroid. Tak hanya itu saja, ada juga beberapa masalah genetik yang dapat menjadi penyebab meningkatnya kegiatan anak sampai cenderung hiperaktif.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Kurang_Olahraga\"><\/span>4. Kurang Olahraga<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Tanpa melakukan olahraga yang cukup, maka anak akan kesulitan untuk duduk dan diam serta cenderung hiperaktif. Oleh sebab itu, penting sekali supaya orang tua memberikan waktu yang cukup untuk anak-anak bisa berolahraga dan melakukan aktivitas positif yang dapat menyalurkan energi mereka. Misalnya saja dengan mengajak anak-anak ke taman bermain, jogging, bersepeda, dan lain sebagainya.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Kurang_Tidur\"><\/span>5. Kurang Tidur<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Apabila orang dewasa cenderung lesu atau kelelahan saat mereka kurang tidur, anak-anak justru kebalikannya. Mereka akan lebih hiperaktif apabila kurang tidur. Kondisi tersebut biasanya terjadi saat anak-anak tidak cukup tidur siang atau malam hari. Penyebabnya yaitu meningkatnya produksi kortisol dan adrenalin saat anak-anak kurang tidur. Sebenarnya hal itu adalah respon alami tubuh untuk melakukan hal itu supaya anak bisa tetap terjaga dan bertenaga.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penyebab_Utama_Hiperaktif\"><\/span>Penyebab Utama Hiperaktif<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Hiperaktivitas sangat berbeda dengan perilaku anak yang aktif. Anak yang memiliki perilaku hiperaktif biasanya selalu berkeinginan untuk bergerak secara terus menerus dan tidak bisa dikontrol. Hiperaktif yang terjadi pada anak-anak bukan disebabkan oleh kurangnya kedisiplinan ataupun rasa ingin menentang. Adapun hal yang perlu diperhatikan mengenai perilaku hiperaktif yang dialami oleh anak-anak yaitu faktor usia. Dimana anak-anak memerlukan waktu untuk mengembangkan kemampuannya dalam mengontrol perilaku mereka sendiri.<\/p>\n<p>Selain itu, setiap anak tidak mempunyai perkembangan yang sama. Salah satu anak mungkin saja sudah mempunyai kontrol diri yang baik pada usia empat tahun, namun anak lainnya mungkin saja baru memiliki kontrol diri pada usia enam tahun. Akan tetapi, ada waktu dimana anak-anak di satu kelompok usia yang sama mempunyai kontrol diri yang sama juga. Di waktu itulah seringkali akan terlihat mana saja anak-anak yang sudah tertinggal.<\/p>\n<p>Salah satu penyebab utama dari perilaku hiperaktif yang dialami oleh anak-anak adalah Attention-Deficit\/Hyperactivity Disorder atau ADHD. Ini adalah sebuah kondisi yang bisa menyebabkan perbedaan di cara kerja otak anak. Hiperaktivitas adalah gejala utama ADHD. Kondisi tersebut tidak akan hilang seiring dengan bertambahnya usia anak. Akan tetapi, gejala hiperaktif biasanya akan hilang dan berkurang seiring bertambahnya usia anak.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/solusi-cerdas-menghadapi-65-perilaku-negatif-anak?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-28778 size-medium\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/9786237013419_Solusi-Cerdas-Menghadapi-65-Perilaku-Negatif-Anak-300x296.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"296\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07102341\/9786237013419_Solusi-Cerdas-Menghadapi-65-Perilaku-Negatif-Anak-300x296.jpg 300w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07102341\/9786237013419_Solusi-Cerdas-Menghadapi-65-Perilaku-Negatif-Anak-110x110.jpg 110w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07102341\/9786237013419_Solusi-Cerdas-Menghadapi-65-Perilaku-Negatif-Anak-561x554.jpg 561w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07102341\/9786237013419_Solusi-Cerdas-Menghadapi-65-Perilaku-Negatif-Anak-364x360.jpg 364w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07102341\/9786237013419_Solusi-Cerdas-Menghadapi-65-Perilaku-Negatif-Anak-608x601.jpg 608w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07102341\/9786237013419_Solusi-Cerdas-Menghadapi-65-Perilaku-Negatif-Anak.jpg 650w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/solusi-cerdas-menghadapi-65-perilaku-negatif-anak?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-28760 size-full\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/button-1.png\" alt=\"\" width=\"180\" height=\"51\" \/><\/a><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Bedanya_Anak_Aktif_dan_Hiperaktif_Karena_ADHD\"><\/span>Apa Bedanya Anak Aktif dan Hiperaktif Karena ADHD?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Cara yang paling mudah untuk membedakan antara anak yang aktif dan anak yang hiperaktif karena ADHD yaitu bisa kita lihat dari kemampuan mereka dalam memahami sebuah informasi dan bertumbuh dengan baik. Untuk anak yang hiperaktif akibat ADHD, mereka akan cenderung kesulitan dalam berkonsentrasi dan fokus terhadap suatu hal.<\/p>\n<p>Itulah sebabnya anak hiperaktif tidak hanya terlihat aktif dengan energi yang besar, namun juga kesulitan dalam memproses setiap perintah dan juga instruksi yang diberikan orang lain. Misalnya saja yaitu anak hiperaktif biasanya akan merasa kesulitan untuk bekerja sama dengan teman-temannya di sekolah.<\/p>\n<p>Begitupun sebaliknya, anak yang aktif tetap bisa fokus dan berkonsentrasi pada apa yang diperintahkan orang lain. Jadi, meskipun aktif, tapi kemampuan mereka dalam mencerna informasi masih tetap baik.<\/p>\n<p>Selain itu, perbedaan lainnya yang membedakan antara anak aktif dan anak hiperaktif adalah anak yang aktif masih bisa mengontrol emosi, keinginan, dan kemampuan mereka dalam memperhatikan sebuah informasi. Mereka masih tetap bisa mencerna dan merespon apa saja yang dibicarakan kepada mereka.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Mendampingi_Anak_yang_Hiperaktif\"><\/span>Cara Mendampingi Anak yang Hiperaktif<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone wp-image-28775 size-full\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/010024500_1512010134-Anak-Hiperaktif-Belum-Tentu-Menderita-ADHD.jpg\" alt=\"\" width=\"673\" height=\"379\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07102326\/010024500_1512010134-Anak-Hiperaktif-Belum-Tentu-Menderita-ADHD.jpg 673w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07102326\/010024500_1512010134-Anak-Hiperaktif-Belum-Tentu-Menderita-ADHD-300x169.jpg 300w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07102326\/010024500_1512010134-Anak-Hiperaktif-Belum-Tentu-Menderita-ADHD-192x108.jpg 192w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07102326\/010024500_1512010134-Anak-Hiperaktif-Belum-Tentu-Menderita-ADHD-384x216.jpg 384w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07102326\/010024500_1512010134-Anak-Hiperaktif-Belum-Tentu-Menderita-ADHD-364x205.jpg 364w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07102326\/010024500_1512010134-Anak-Hiperaktif-Belum-Tentu-Menderita-ADHD-561x316.jpg 561w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07102326\/010024500_1512010134-Anak-Hiperaktif-Belum-Tentu-Menderita-ADHD-608x342.jpg 608w\" sizes=\"(max-width: 673px) 100vw, 673px\" \/><\/p>\n<p>Pasti Anda bertanya-tanya, apakah ada obat yang bisa menyembuhkan kondisi anak yang hiperaktif? Jawabannya adalah belum ada obat yang secara spesifik bisa menyembuhkan kondisi tersebut. Akan tetapi, kondisi anak yang hiperaktif bisa dikelola dengan cara memberikan dukungan dan juga pendidikan yang tepat bagi orang tua serta anak.<\/p>\n<p>Selain itu, dokter juga bisa memberikan obat-obatan yang bisa membantu dalam mengontrol gejala ADHD yang muncul dan menganjurkan untuk melakukan terapi. Apabila Anda mempunyai anak yang memiliki tanda-tanda hiperaktif, berikut ini adalah berbagai hal yang bisa Anda lakukan untuk mengontrol perilaku mereka.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Membangun_Kehidupan_Anak_yang_Terstruktur_dan_Terorganisir\"><\/span>1. Membangun Kehidupan Anak yang Terstruktur dan Terorganisir<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Cobalah untuk membantu anak dalam mengelola kehidupan mereka. Seperti halnya dengan mengatur waktu beraktivitas mereka atau menjaga lingkungan agar tetap rapi. Kemudian, Anda bisa memberikan instruksi yang berstruktur, spesifik, dan singkat. Misalnya, \u201ctolong bantu ibu untuk menaruh mainan di kotak mainan dan kembalikan buku ke rak\u201d. Setelah itu, berikan anak pujian bila mereka melakukannya dengan baik.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Menciptakan_Pola_Tidur_yang_Teratur\"><\/span>2. Menciptakan Pola Tidur yang Teratur<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>ADHD bisa menyebabkan gangguan tidur yang membuat gejalanya makin parah. Untuk itu, cobalah untuk menciptakan waktu tidur anak yang baik dan bangun di waktu yang sama setiap harinya. Selain itu, hindari bermain komputer ataupun menonton TV sebelum tidur. Sebab, hal itu bisa menyebabkan pola tidur anak terganggu.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Menerapkan_Disiplin_Positif_Pada_Anak\"><\/span>3. Menerapkan Disiplin Positif Pada Anak<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Terapkan sikap disiplin yang tegas tapi penuh dengan kasih sayang kepada anak-anak. Anda bisa melakukannya dengan cara menghargai perilaku baik yang mereka lakukan serta mencegah perilaku negatif yang ada di luar kendali anak. Jangan hanya memberikan ucapan terima kasih saja ketika anak sudah membantu Anda. Tapi cobalah untuk menyinggung usaha anak dalam melakukan hal tersebut. Misalnya, \u201cterima kasih sudah membantu ibu mencuci piring ya Nak\u201d. Dengan cara tersebut, anak akan menjadi lebih tahu terkait tindakan apa saja yang termasuk ke dalam tindakan baik.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Menghabiskan_Waktu_Bersama_Anak\"><\/span>4. Menghabiskan Waktu Bersama Anak<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Luangkan waktu Anda setiap harinya untuk beraktivitas dan berbincang-bincang dengan anak. Berikanlah mereka perhatian penuh dan puji perilaku positif yang sudah mereka lakukan hari itu. Selain itu, Anda juga bisa menghabiskan waktu bersama anak dengan melakukan berbagai aktivitas fisik. Misalnya dengan berjalan keliling perumahan atau berolahraga bersama. Akan tetapi, pastikan bahwa mereka tidak melakukan aktivitas yang terlalu berat ketika dekat dengan waktu tidurnya.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Membina_Hubungan_yang_Sehat_Dengan_Keluarga\"><\/span>5. Membina Hubungan yang Sehat Dengan Keluarga<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Hubungan yang terjalin antara seluruh anggota keluarga sangat berperan penting dalam mengelola ataupun merubah perilaku anak yang hiperaktif. Pasangan suami dan istri yang memiliki ikatan kuat biasanya akan merasa lebih mudah dalam menghadapi semua tantangan dalam menjadi orang tua. Oleh karena itu, usahakan untuk selalu menjalin komunikasi yang sehat dengan anak-anak Apabila mereka mengajak Anda berbicara, tanggapi mereka dengan sabar dan tenang.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Berikan_Makanan_yang_Bergizi\"><\/span>6. Berikan Makanan yang Bergizi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Banyak orang yang beranggapan bahwa dengan mengonsumsi gula berlebih akan menyebabkan anak menjadi hiperaktif. Padahal pada kenyataannya tidak demikian. Hingga saat ini, belum ada sebuah penelitian yang terbukti secara ilmiah mengungkapkan bahwa gula dapat menyebabkan seseorang menjadi hiperaktif. Walaupun begitu, konsumsi gula secara berlebihan dapat mempengaruhi perilaku seseorang.<\/p>\n<p>Gula adalah karbohidrat sederhana yang sangat mudah diserap oleh tubuh. Namun bisa membuat penurunan dan peningkatan kadar darah yang ada di dalam tubuh dengan cepat. Pada anak sendiri, penurunan kadar gula darah yang terjadi secara tiba-tiba bisa menyebabkan mereka menjadi mudah rewel. Sebab, tubuh seakan-akan kekurangan energi dan sel-sel yang ada di dalam tubuh menjadi kelaparan. Hal itulah yang bisa membuat perilaku seseorang dan suasana hati mereka menjadi tidak stabil. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk selalu memperhatikan makanan anak sesuai dengan gizi yang dibutuhkan setiap harinya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/123-red-alerts-perilaku-anak?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-28777 size-medium\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/9786230014642_Cov_123_Red_alerts_ID-199x300.jpg\" alt=\"\" width=\"199\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07102336\/9786230014642_Cov_123_Red_alerts_ID-199x300.jpg 199w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07102336\/9786230014642_Cov_123_Red_alerts_ID-561x847.jpg 561w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07102336\/9786230014642_Cov_123_Red_alerts_ID-364x549.jpg 364w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07102336\/9786230014642_Cov_123_Red_alerts_ID-608x918.jpg 608w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07102336\/9786230014642_Cov_123_Red_alerts_ID.jpg 650w\" sizes=\"(max-width: 199px) 100vw, 199px\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/123-red-alerts-perilaku-anak?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-28760 size-full\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/button-1.png\" alt=\"\" width=\"180\" height=\"51\" \/><\/a><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Redam_Amarah_dan_Kesal\"><\/span>7. Redam Amarah dan Kesal<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Anak yang hiperaktif seringkali membuat orang tua merasa kesal. Mereka dapat menunjukkan perasaan tersebut secara jelas. Entah itu ledakan amarah, kegembiraan, sedih secara tiba-tiba ketika suasana hatinya memburuk. Walaupun begitu, orang tua sangat disarankan untuk tetap sabar dan tenang. Hindari membentak anak dan memberikan hukuman fisik kepada anak-anak. Apabila Anda sering membentak dan memberikan hukuman fisik kepada mereka, hal tersebut justru akan membuat anak menjadi semakin tidak terkendali.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengobatan_Anak_Hiperaktif\"><\/span>Pengobatan Anak Hiperaktif<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Apabila hiperaktif yang dialami oleh anak disebabkan oleh kondisi fisik mereka, maka dokter mungkin akan merekomendasikan resep obat untuk mengobati kondisi tersebut. Sedangkan jika hiperaktif yang dialami anak disebabkan oleh kesehatan mental, maka pengobatan yang dijalani harus dilakukan dengan psikiater ataupun psikolog. Untuk pilihan pengobatan yang bisa dilakukan antara lain:<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Terapi\"><\/span>1. Terapi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Terapi bicara atau terapi perilaku kognitif kerap digunakan untuk mengobati anak yang mengalami perilaku hiperaktif. Terapi perilaku kognitif biasanya ditujukan untuk merubah pola pikir dan perilaku anak. Sedangkan terapi bicara akan mendiskusikan gejala yang anak alami bersama terapis. Dengan proses tersebut, terapis akan membantu dalam mengembangkan strategi untuk mengatasi hiperaktif dan mengurangi efek yang muncul.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Obat-obatan\"><\/span>2. Obat-obatan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Anak-anak mungkin saja perlu mengonsumsi obat-obatan yang bertujuan untuk membantu mereka dalam mengembalikan hiperaktifnya. Obat-obatan tersebut akan diresepkan oleh dokter guan memberikan efek menenangkan. Biasanya, obat yang digunakan yaitu dexmethylphenidate, dextroamphetamine dan amphetamine, dextroamphetamine, lisdexamfetamine, dan juga methylphenidate. Apabila digunakan secara sembarangan, maka bisa menimbulkan masalah baru. Oleh karena itu, dokter juga akan memantau penggunaan obat yang Ia resepkan.<\/p>\n<p>Selain itu, dokter juga akan menyarankan supaya anak menghindari stimulan seperti nikotin, kafein, atau lainnya yang bisa memicu gejala. Sehingga, pastikan Anda tidak memberikan anak apa pun yang mengandung nikotin ataupun kafein.<\/p>\n<p>Kadang kala, terlalu banyak aktivitas dan juga keributan di rumah juga dapat menyebabkan anak menjadi sulit untuk rileks sehingga menjadi hiperaktif. Jadi, usahakan untuk menjaga suasana rumah tetap tenang dan luangkan waktu bersama keluarga. Anda bisa membacakan anak-anak buku cerita sembari merangkul atau memeluknya untuk membuat anak merasa nyaman dan terkendali.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/500-cara-membenahi-perilaku-anak?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-28776 size-medium\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/9786024835828_500-CARA-MEMB-207x300.jpg\" alt=\"\" width=\"207\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07102330\/9786024835828_500-CARA-MEMB-207x300.jpg 207w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07102330\/9786024835828_500-CARA-MEMB-561x814.jpg 561w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07102330\/9786024835828_500-CARA-MEMB-364x528.jpg 364w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07102330\/9786024835828_500-CARA-MEMB-608x882.jpg 608w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07102330\/9786024835828_500-CARA-MEMB.jpg 650w\" sizes=\"(max-width: 207px) 100vw, 207px\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/500-cara-membenahi-perilaku-anak?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-28760 size-full\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/button-1.png\" alt=\"\" width=\"180\" height=\"51\" \/><\/a><\/p>\n[vc_row][vc_column][vc_empty_space][vc_tta_accordion active_section=\"1\"][vc_tta_section title=\"Artikel Mengenai Anak Lainnya\" tab_id=\"1612157054798-fdb24125-f6db\"][vc_column_text]\r\n<ul>\r\n<ul>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/3-kata-ajaib\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">3 Kata Ajaib<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/anak-hiperaktif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Anak Hiperaktif<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/anak-introvert-di-sekolah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Anak Introvert di Sekolah<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ide-aktivitas-belajar-sambil-bermain-yang-seru\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Belajar Sambil Bermain<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-konsisten-belajar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Konsisten Belajar<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-membahagiakan-orang-tua\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Membahagiakan Orang Tua<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mengajari-anak-membaca-yang-efektif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Mengajari Anak Membaca Yang Efektif<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mengajari-menyapih-anak-dari-asi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Mengajari Menyapih Anak Dari Asi<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mengatasi-anak-susah-makan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Mengatasi Anak Susah Makan<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-menggosok-gigi-anak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Menggosok Gigi Anak<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Mendidik Anak<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mendidik-anak-yang-sulit-diatur-menurut-psikolog\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Mendidik Anak yang Sulit Diatur menurut Psikolog<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-membangunkan-bayi-yang-susah-bangun\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Membangunkan Bayi yang Susah Bangun<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cerita-dongeng-anak-sebelum-tidur\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cerita Dongeng Anak Sebelum Tidur<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cerita-dongeng-sebelum-tidur-terbaru\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cerita Dongeng Sebelum Tidur Terbaru<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/daddy-issue\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Daddy Issue<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/dekorasi-ulang-tahun-anak-perempuan-dan-laki-laki\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Dekorasi Ulang Tahun Anak Perempuan dan Laki-laki<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-anak-kedua\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Fakta Anak kedua<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-anak-ketiga\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Fakta Anak Ketiga<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-anak-pertama\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Fakta Anak Pertama<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ide-dekorasi-ulang-tahun-anak-perempuan-dan-laki-laki\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Dekorasi Ulang Tahun Anak Perempuan dan Laki-laki<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/joko-kendil\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Joko Kendil<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/kewajiban-anak-di-rumah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kewajiban Anak di Rumah<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/makanan-sehat-untuk-anak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Makanan Sehat untuk Anak<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mainan-anak-zaman-now\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mainan Anak Zaman Now<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/meronce\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Meronce<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mitos-firasat-hamil-anak-perempuan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mitos Firasat Hamil Anak Perempuan<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/parenting-anak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Parenting Anak<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/parenting-islami\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Parenting Islami<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ketahui-proses-perkembangan-pada-bayi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Proses Perkembangan Pada Bayi<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/pertumbuhan-dan-perkembangan-manusia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perkembangan Pada Manusia<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perbedaan-pertumbuhan-dan-perkembangan-pada-makhluk-hidup\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perbedaan Pertumbuhan dan Perkembangan<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perkembangan-anak-pada-usia-1-tahun\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perkembangan Anak pada Usia 1 Tahun<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/rekomendasi-cerita-dongeng-sebelum-tidur\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cerita Dongeng Sebelum Tidur Terbaru<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/strict-parents\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Strict Parents<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/tahap-perkembangan-bahasa-anak-usia-dini\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tahap Perkembangan Bahasa Anak<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/teori-belajar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Teori Belajar<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/tips-agar-anak-cepat-membaca\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tips Agar Anak Cepat Membaca<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/tips-agar-anak-jago-bahasa-inggris\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tips Agar Anak Jago Bahasa Inggris<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/tips-agar-anak-jago-bahasa-inggris\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tips Menabung untuk Pelajar<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/tips-agar-kakak-dan-adik-akur\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tips Agar Kakak dan Adik Akur<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/toxic-parents\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Toxic Parents<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ucapan-selamat-ulang-tahun-untuk-anak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ucapan Selamat Ulang Tahun Untuk Anak<\/a><\/li>\r\n<\/ul>\r\n[\/vc_column_text][\/vc_tta_section][\/vc_tta_accordion][\/vc_column][\/vc_row]\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perilaku Anak Hiperaktif &#8211; Apakah anak Anda termasuk anak yang sangat aktif dan tidak bisa diam? Banyak yang menganggap bahwa anak aktif itu adalah hal yang wajar, karena sejatinya anak-anak memang seharusnya aktif. Tapi perlu Anda pahami bahwa anak yang aktif sangat berbeda dengan anak yang hiperaktif. Dari sini, Anda sebagai orang tua harus mulai [&hellip;] <a class=\"g1-link g1-link-more\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hiperaktif\/\">More<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":185533061,"featured_media":28780,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1839],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v17.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Perilaku Anak Hiperaktif dan Cara Mengatasinya - Best Seller Gramedia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Perilaku Anak Hiperaktif dan Cara Mengatasinya dari Gramedia dan rekomendasi buku\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hiperaktif\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Perilaku Anak Hiperaktif dan Cara Mengatasinya - Best Seller Gramedia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Perilaku Anak Hiperaktif dan Cara Mengatasinya dari Gramedia dan rekomendasi buku\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hiperaktif\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Best Seller Gramedia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-03-21T08:04:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-06-27T07:11:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07102348\/Kenali-anak-aktif-atau-Hiperaktif.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"635\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"422\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Widiastuty\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"12 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\",\"name\":\"Gramedia\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\",\"sameAs\":[],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"Gramedia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\",\"name\":\"Best Seller Gramedia\",\"description\":\"Inspiration Transformed\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hiperaktif\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07102348\/Kenali-anak-aktif-atau-Hiperaktif.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07102348\/Kenali-anak-aktif-atau-Hiperaktif.jpg\",\"width\":635,\"height\":422},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hiperaktif\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hiperaktif\/\",\"name\":\"Perilaku Anak Hiperaktif dan Cara Mengatasinya - Best Seller Gramedia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hiperaktif\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-03-21T08:04:34+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-27T07:11:28+00:00\",\"description\":\"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Perilaku Anak Hiperaktif dan Cara Mengatasinya dari Gramedia dan rekomendasi buku\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hiperaktif\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hiperaktif\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hiperaktif\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Perilaku Anak Hiperaktif dan Cara Mengatasinya\"}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hiperaktif\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hiperaktif\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/bf370de273ce173a79f2d6707766c4ed\"},\"headline\":\"Perilaku Anak Hiperaktif dan Cara Mengatasinya\",\"datePublished\":\"2022-03-21T08:04:34+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-27T07:11:28+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hiperaktif\/#webpage\"},\"wordCount\":2059,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hiperaktif\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07102348\/Kenali-anak-aktif-atau-Hiperaktif.jpg\",\"articleSection\":[\"Buku Parenting\"],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/bf370de273ce173a79f2d6707766c4ed\",\"name\":\"Widiastuty\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/WhatsApp-Image-2023-06-26-at-08.51.03-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/WhatsApp-Image-2023-06-26-at-08.51.03-96x96.jpg\",\"caption\":\"Widiastuty\"},\"description\":\"Saya suka menulis terutama pada tema-tema parenting. Lewat tulisan, saya bisa mendapatkan informasi sekaligus menambah wawasan saya tentang dunia parenting. Kontak media sosial Instagram saya Widiastuty\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/author\/widiastuty\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Perilaku Anak Hiperaktif dan Cara Mengatasinya - Best Seller Gramedia","description":"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Perilaku Anak Hiperaktif dan Cara Mengatasinya dari Gramedia dan rekomendasi buku","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hiperaktif\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Perilaku Anak Hiperaktif dan Cara Mengatasinya - Best Seller Gramedia","og_description":"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Perilaku Anak Hiperaktif dan Cara Mengatasinya dari Gramedia dan rekomendasi buku","og_url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hiperaktif\/","og_site_name":"Best Seller Gramedia","article_published_time":"2022-03-21T08:04:34+00:00","article_modified_time":"2023-06-27T07:11:28+00:00","og_image":[{"width":635,"height":422,"url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07102348\/Kenali-anak-aktif-atau-Hiperaktif.jpg","path":"s3apsoutheast1:\/\/wp-best-seller\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07102348\/Kenali-anak-aktif-atau-Hiperaktif.jpg","size":"full","id":28780,"alt":"","pixels":267970,"type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Widiastuty","Estimasi waktu membaca":"12 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization","name":"Gramedia","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/","sameAs":[],"logo":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png","width":512,"height":512,"caption":"Gramedia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo"}},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/","name":"Best Seller Gramedia","description":"Inspiration Transformed","publisher":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hiperaktif\/#primaryimage","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07102348\/Kenali-anak-aktif-atau-Hiperaktif.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07102348\/Kenali-anak-aktif-atau-Hiperaktif.jpg","width":635,"height":422},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hiperaktif\/#webpage","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hiperaktif\/","name":"Perilaku Anak Hiperaktif dan Cara Mengatasinya - Best Seller Gramedia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hiperaktif\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-03-21T08:04:34+00:00","dateModified":"2023-06-27T07:11:28+00:00","description":"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Perilaku Anak Hiperaktif dan Cara Mengatasinya dari Gramedia dan rekomendasi buku","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hiperaktif\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hiperaktif\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hiperaktif\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Perilaku Anak Hiperaktif dan Cara Mengatasinya"}]},{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hiperaktif\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hiperaktif\/#webpage"},"author":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/bf370de273ce173a79f2d6707766c4ed"},"headline":"Perilaku Anak Hiperaktif dan Cara Mengatasinya","datePublished":"2022-03-21T08:04:34+00:00","dateModified":"2023-06-27T07:11:28+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hiperaktif\/#webpage"},"wordCount":2059,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hiperaktif\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/07102348\/Kenali-anak-aktif-atau-Hiperaktif.jpg","articleSection":["Buku Parenting"],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/bf370de273ce173a79f2d6707766c4ed","name":"Widiastuty","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#personlogo","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/WhatsApp-Image-2023-06-26-at-08.51.03-96x96.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/WhatsApp-Image-2023-06-26-at-08.51.03-96x96.jpg","caption":"Widiastuty"},"description":"Saya suka menulis terutama pada tema-tema parenting. Lewat tulisan, saya bisa mendapatkan informasi sekaligus menambah wawasan saya tentang dunia parenting. Kontak media sosial Instagram saya Widiastuty","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/author\/widiastuty\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28774"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/users\/185533061"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28774"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28774\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":30506,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28774\/revisions\/30506"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28780"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28774"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28774"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28774"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}