{"id":28152,"date":"2022-03-02T08:46:31","date_gmt":"2022-03-02T01:46:31","guid":{"rendered":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?p=28152"},"modified":"2023-06-30T08:27:20","modified_gmt":"2023-06-30T01:27:20","slug":"eksibisionis-pedofilia-fetisme","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/eksibisionis-pedofilia-fetisme\/","title":{"rendered":"Eksibisionis, Pedofilia, Fetisisme: Mengenal Jenis Penyimpangan Seksual"},"content":{"rendered":"<p><strong>Eksibisionis <\/strong>&#8211; Pernahkah Anda mendengar tentang penyimpangan seksual? Penyimpangan seksual, yang secara medis dikenal sebagai paraphilia, adalah ketertarikan seksual yang berlebihan terhadap sesuatu yang dianggap tidak normal atau tabu di lingkungan sosial.<\/p>\n<p>Gairah seksual dapat meningkat dengan adanya objek, fantasi, atau perilaku tertentu (misalnya, menjadi lawan jenis atau menyakiti pasangan selama hubungan seksual).<\/p>\n<p>Jadi, apakah penyimpangan atau kecacatan seksual itu? Yuk simak penjelasannya di bawah ini.<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_17 counter-hierarchy counter-decimal ez-toc-grey\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class=\"ez-toc-list ez-toc-list-level-1\"><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/eksibisionis-pedofilia-fetisme\/#Apa_itu_Penyimpangan_Seksual\" title=\"Apa itu Penyimpangan Seksual?\">Apa itu Penyimpangan Seksual?<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/eksibisionis-pedofilia-fetisme\/#Macam-Macam_Penyimpangan_Seksual\" title=\"Macam-Macam Penyimpangan Seksual\">Macam-Macam Penyimpangan Seksual<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-3\"><li class=\"ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/eksibisionis-pedofilia-fetisme\/#1_Eksibisionis\" title=\"1. Eksibisionis\">1. Eksibisionis<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-4\"><li class=\"ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/eksibisionis-pedofilia-fetisme\/#Apa_Arti_dari_Eksibisionis\" title=\"Apa Arti dari Eksibisionis?\">Apa Arti dari Eksibisionis?<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/eksibisionis-pedofilia-fetisme\/#Penyebab_Eksibisionis\" title=\"Penyebab Eksibisionis\">Penyebab Eksibisionis<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/eksibisionis-pedofilia-fetisme\/#Penyembuhan_Penyimpangan_Eksibisionisme\" title=\"Penyembuhan Penyimpangan Eksibisionisme\">Penyembuhan Penyimpangan Eksibisionisme<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/eksibisionis-pedofilia-fetisme\/#2Pedofilia\" title=\"2.Pedofilia\">2.Pedofilia<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-4\"><li class=\"ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/eksibisionis-pedofilia-fetisme\/#Seberapa_umumkah_pedofilia\" title=\"Seberapa umumkah pedofilia?\">Seberapa umumkah pedofilia?<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/eksibisionis-pedofilia-fetisme\/#Apa_saja_gejala_pedofilia_dan_ciri-ciri_pedofilia\" title=\"Apa saja gejala pedofilia dan ciri-ciri pedofilia?\">Apa saja gejala pedofilia dan ciri-ciri pedofilia?<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/eksibisionis-pedofilia-fetisme\/#Kapan_saya_harus_ke_dokter\" title=\"Kapan saya harus ke dokter?\">Kapan saya harus ke dokter?<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/eksibisionis-pedofilia-fetisme\/#Apa_yang_menyebabkan_pedofilia\" title=\"Apa yang menyebabkan pedofilia?\">Apa yang menyebabkan pedofilia?<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/eksibisionis-pedofilia-fetisme\/#Apakah_pedofilia_bisa_disembuhkan\" title=\"Apakah pedofilia bisa disembuhkan?\">Apakah pedofilia bisa disembuhkan?<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/eksibisionis-pedofilia-fetisme\/#3_Fetisisme\" title=\"3. Fetisisme\">3. Fetisisme<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-4\"><li class=\"ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/eksibisionis-pedofilia-fetisme\/#Penyebab_Fetisisme\" title=\"Penyebab Fetisisme\">Penyebab Fetisisme<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/eksibisionis-pedofilia-fetisme\/#Pengobatan_Fetisisme\" title=\"Pengobatan Fetisisme\">Pengobatan Fetisisme<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_itu_Penyimpangan_Seksual\"><\/span>Apa itu Penyimpangan Seksual?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Paraphilia, atau penyimpangan seksual, adalah istilah yang disepakati oleh para ahli dalam\u00a0 Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM).<\/p>\n<p>Namun, penyimpangan seksual berbeda dari kelainan atau kecacatan seksual. Pasalnya, tidak semua\u00a0 parafilia bisa mengarah pada perilaku ekstrem yang mengganggu atau membahayakan diri sendiri atau orang lain.<\/p>\n<p>Penyimpangan seksual (paraphilia) diklasifikasikan sebagai kelainan seksual atau kelainan erotis bila kondisi tersebut menyebabkan kerugian bagi orang yang mengalaminya.<\/p>\n<p>Padahal, kondisi ini berisiko merugikan orang lain. Hal ini terutama berlaku dalam kasus perilaku seksual abnormal tanpa persetujuan (non-consent).<\/p>\n<p>Keduanya menentukan apakah bias seksual (paraphilia) diklasifikasikan sebagai paraphilia atau tidak.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/darurat-kejahatan-seksual?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-28153\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/image004-19.jpg\" alt=\"Eksibisionis\" width=\"250\" height=\"401\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/darurat-kejahatan-seksual?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-28146\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/button-24.png\" alt=\"\" width=\"180\" height=\"51\" \/><\/a><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Macam-Macam_Penyimpangan_Seksual\"><\/span>Macam-Macam Penyimpangan Seksual<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Menurut International Journal of Law and Psychiatry, pada panduan DSM 5 terdapat 8 jenis parafilia yang paling umum, yakni eksibisionisme, fetisisme, frotteurisme, pedofilia, masokisme seksual, sadisme seksual, voyeurisme, dan transvestisme.<\/p>\n<p>Selain itu, ada pula jenis parafilia lainnya seperti nekrofilia dan zoofilia. Berikut ini kami jelaskan\u00a0 parafilia dari Eksibisionis, Pedofilia, dan Fetisisme.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Eksibisionis\"><\/span>1. Eksibisionis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Eksibisionis ialah keadaan dimana seorang mempunyai dorongan, fantasi &amp; tindakan buat mempertunjukan alat vital atau kelaminnya kepada orang asing tanpa persetujuan orang tersebut. Penyimpangan ini sering meresahkan masyarakat.<\/p>\n<p>Eksibisionis adalah perilaku seks yang menyimpang, dimana pelaku merasa puas dengan cara\u00a0 mempertunjukan kemaluannya ke orang lain. Eksibisionis mendapatkan kebahagiaan dengan mempertontonkan kemaluannya sendiri kepada orang asing.<\/p>\n<p>Dalam beberapa tahun terakhir, sempat mencuat di berbagai media berita tentang segelintir kasus tindakan eksibisionis yang meresahkan masyarakat. Para pelaku sengaja memamerkan alat vitalnya pada korban, mulai dari tempat yang sepi maupun tempat yang penuh dengan keramaian pelaku tidak peduli dan tetap melakukan aksinya.<\/p>\n<p>Akan tetapi banyak orang yang masih belum paham tentang apa itu eksibisionis, maka dari itu perlu adanya pemahaman untuk\u00a0 mencegah potensi kasus-kasus serupa bermunculan lagi.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Arti_dari_Eksibisionis\"><\/span>Apa Arti dari Eksibisionis?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Kata eksibisionisme berasal dari kata eksibisionisme. Ini adalah kondisi yang ditandai dengan dorongan, fantasi, dan perilaku ingin menunjukkan alat kelamin kepada orang asing tanpa persetujuan orang tersebut.<\/p>\n<p>Eksibisionis sangat ingin diperhatikan oleh orang lain saat melakukan aktivitas seksual. Sayangnya, hal ini malah bisa membuat mereka lebih terangsang secara seksual.\u00a0 Kondisi ini termasuk\u00a0 dalam\u00a0 paraphilia atau penyimpangan seksual. Pelaku dengan senang hati memberikan kejutan kepada para korban.<\/p>\n<p>Namun, pada umumnya pelaku hanya sebatas memperlihatkan alat kelaminnya saja. Meskipun kontak seksual\u00a0 langsung dengan korban jarang terjadi, pelaku dapat melakukan masturbasi sambil mengekspos dirinya\u00a0 dan memperoleh kepuasan seksual dari perilaku itu.<\/p>\n<p>Permulaan eksibisionisme biasanya dimulai pada masa remaja. Anehnya, menurut manual MSD, sebagian besar pelaku\u00a0 sudah menikah, tetapi pernikahan seringkali bermasalah. Pelaku sering menampilkan alat kelamin pada anak-anak prapubertas, dewasa, atau keduanya.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penyebab_Eksibisionis\"><\/span>Penyebab Eksibisionis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengalami kelainan eksibisionis. Faktor-faktor ini termasuk gangguan kepribadian antisosial, penyalahgunaan alkohol, dan kecenderungan pedofil. Selain itu, faktor-faktor lain\u00a0 mungkin terkait dengan pengalaman pelecehan seksual dan psikologis masa kanak-kanak atau hasrat seksual\u00a0 masa kanak-kanak. Beberapa pelaku juga memiliki penyimpangan seksual lainnya. Anda mungkin\u00a0 mengalami eksibisionisme jika Anda memenuhi kriteria berikut:<\/p>\n<p>Fantasi, dorongan, atau perilaku\u00a0 berulang untuk meningkatkan gairah seksual dengan mengekspos alat kelamin kepada orang asing\u00a0 selama minimal 6 bulan. Mereka begitu tertekan oleh dorongan untuk melakukan hal ini sehingga mereka tidak dapat menjalani kehidupan mereka (termasuk keluarga, lingkungan dan pekerjaan) dengan baik. Prevalensi eksibisionis tidak\u00a0 pasti, tetapi diperkirakan\u00a0 sekitar 2-4 persen dari populasi pria. Namun, perilaku ini dapat menurun seiring bertambahnya usia. Kondisi ini jarang terjadi pada wanita.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penyembuhan_Penyimpangan_Eksibisionisme\"><\/span>Penyembuhan Penyimpangan Eksibisionisme<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Kebanyakan orang dengan eksibisionisme tidak mencari atau menerima pengobatan sampai mereka ditangkap oleh pihak\u00a0 berwenang. Jika Anda atau seseorang di dekat Anda memiliki atau menunjukkan tanda-tanda eksibisionisme, pengobatan dini\u00a0 diperlukan. Perawatan khas adalah:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Psikoterapi<\/strong><br \/>\nStudi menunjukkan bahwa terapi perilaku kognitif efektif dalam mengobati gangguan simtomatik.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>Perawatan<\/strong><br \/>\nMembantu orang mengidentifikasi pemicu yang mengarah pada eksibisionisme dan mengelola impuls mereka dengan cara yang lebih sehat untuk menyembunyikan alat kelamin mereka dari orang lain.<br \/>\nPendekatan psikoterapi lain yang mungkin termasuk pelatihan relaksasi, pelatihan empati, keterampilan mengatasi (untuk menangani dan mengendalikan situasi dan masalah), dan remodeling kognitif (kognisi dan pertimbangan ulang yang mengarah ke eksibisionisme).<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>Narkotika<\/strong><br \/>\nSelain psikoterapi, narkotika juga dapat digunakan untuk\u00a0 mengobati peserta eksibionisme. Obat ini memblokir hormon seks dan dapat menyebabkan penurunan hasrat seksual. Obat-obatan ini mungkin leuprolide dan medroxyprogesterone acetate.<\/p>\n<p>Penderita harus mendapatkan persetujuan medis untuk penggunaan obat-obatan ini. Dokter melakukan tes darah secara teratur untuk memantau efek obat pada fungsi hati. Selain itu, dokter juga\u00a0 melakukan tes lain untuk mengukur kadar testosteron.<br \/>\nBeberapa obat yang biasa digunakan untuk mengobati depresi dan gangguan mood lainnya Obat-obatan seperti selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) juga dapat mengurangi hasrat seksual.<\/p>\n<p>Dokter menyatakan bahwa obat dapat digunakan untuk mengobati ketidakteraturan. Selain 4.444 kelompok swadaya psikoterapi dan narkotika, 4.444 peserta eksibisionis\u00a0 juga mendapatkan bantuan kelompok dan penyuluhan kelompok. Saran ini untuk orang yang memiliki masalah yang sama tetapi mungkin berhubungan dengan psikiater.<br \/>\nKelompok ini ingin saling mendukung untuk\u00a0 menyelesaikan perilaku menyimpang ini dengan cepat.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>Konseling kelompok<\/strong><br \/>\nHal ini bertujuan untuk menghentikan kebiasaan buruk mereka dan memungkinkan mereka untuk diterima oleh masyarakat ketika kehidupan mereka kembali normal.<br \/>\nOleh karena itu, mereka yang rentan atau lebih mungkin menderita eksibisionisme harus segera mencari bantuan yang tepat dari seorang psikolog.<\/li>\n<\/ul>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/melawan-kekerasan-seksual-di-lingkungan-pendidikan?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-28154\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/image005-43.jpg\" alt=\"Eksibisionis\" width=\"250\" height=\"374\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/melawan-kekerasan-seksual-di-lingkungan-pendidikan?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-28146\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/button-24.png\" alt=\"\" width=\"180\" height=\"51\" \/><\/a><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2Pedofilia\"><\/span>2.Pedofilia<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Pedofilia adalah kelainan seksual\u00a0 berupa hasrat seksual pada remaja atau anak di bawah 1 tahun. Orang yang menderita pedofilia disebut pedofil. Seseorang dapat dianggap pedofil jika mereka berusia 16 tahun atau lebih.<\/p>\n<p>Menurut media, pedofilia paling dikenal sebagai\u00a0 pelecehan anak. Definisi ini kurang tepat dan kurang tepat dalam menggambarkan kondisi pasien, sehingga menyulitkan penelitian dan pendataan penyakit ini.<\/p>\n<p>Penting untuk diketahui bahwa pedofilia adalah penyakit, bukan dosa. Tidak semua pedofil menyalahgunakan anak, dan tentunya tidak semua penganiaya anak adalah pedofil.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Seberapa_umumkah_pedofilia\"><\/span>Seberapa umumkah pedofilia?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Hampir semua pedofilia adalah laki-laki, tetapi perempuan juga bisa terkena pedofilia. Data yang tepat tidak dikumpulkan karena mayoritas pasien mengisolasi diri dari masyarakat. Studi tentang penyakit ini dilakukan pada pedofil\u00a0 kekerasan seksual, sehingga hasilnya tidak pasti.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_saja_gejala_pedofilia_dan_ciri-ciri_pedofilia\"><\/span>Apa saja gejala pedofilia dan ciri-ciri pedofilia?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Pedofilia biasanya berkembang dengan sendirinya setelah pubertas, ketika orientasi seksual seseorang berpusat pada anak daripada berpusat pada orang dewasa. Dia tidak dapat menentukan orientasi seksual mereka dan karena itu takut pada mereka.<\/p>\n<p>Mereka juga sering menjadi korban diskriminasi sosial; sulit bagi mereka untuk berpartisipasi dalam masyarakat dan berhubungan dengan orang lain. Ini membuatnya tertarik pada anak-anak karena mereka\u00a0 masih relatif polos dan tidak menghakimi seperti orang dewasa.<\/p>\n<p>Belakangan ini, para ilmuwan dan masyarakat cenderung mempelajari masalah-masalah psikologis; beberapa pasien lebih terbuka tentang penyakit mereka demi ilmu pengetahuan. Menurut\u00a0 pasien, gejala pedofilia\u00a0 antara lain perasaan rendah diri, isolasi, bahkan depresi; mereka takut orientasi seksual mereka diketahui semua orang, sehingga mereka mengasingkan diri dari orang lain.<\/p>\n<p>Pasien menganggap nafsu mereka jahat dan ilegal untuk dipuaskan. Maka dari itu mereka selalu mengontrol diri mereka sendiri dan mencari cara aman untuk memuaskan diri sendiri. Beberapa kasus dari kekerasan pada anak-anak sering melibatkan penyakit kejiwaan yang lain seperti schizophrenia dan distorsi\u00a0 kognitif. Di sisi lain, beberapa kasus kriminal pada anak sebenarnya bukan merupakan pedofilia. Pasien dapat mengidap penyakit kejiwaan lain seperti kecemasan, depresi parah, gangguan suasana hati, dan penggunaan stimulan yang berlebihan.<\/p>\n<p>Mungkin ada gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda khawatir tentang suatu gejala, konsultasikan dengan dokter Anda.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kapan_saya_harus_ke_dokter\"><\/span>Kapan saya harus ke dokter?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Jika Anda atau anggota keluarga Anda memiliki tanda dan gejala di atas, segera dapatkan bantuan medis. Selalu bicarakan dengan dokter Anda tentang diagnosis dan perawatan terbaik untuk Anda.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_yang_menyebabkan_pedofilia\"><\/span>Apa yang menyebabkan pedofilia?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Penyebab pedofilia tidak dipahami dengan baik karena penyakit psikologis belum dipelajari lebih lanjut sampai saat ini. Kesulitan dalam menentukan penyebab pastinya juga didasarkan pada perbedaan karakteristik dan latar belakang masing-masing jenis.<\/p>\n<p>Banyak ahli percaya bahwa akar penyebabnya adalah karena faktor\u00a0 sosial, bukan faktor biologis dan psikologis. Beberapa dokter percaya bahwa faktor yang mempengaruhi kepribadian pasien adalah lingkungan keluarga yang tidak biasa. Dilecehkan sebagai seorang anak juga bisa menjadi penyebabnya. Namun jumlah kasusnya tidak banyak, sehingga kecil kemungkinan menyebabkan pedofilia.<\/p>\n<p>Sejak tahun 2002, beberapa penelitian\u00a0 pedofilia berdasarkan faktor biologis telah dilakukan. Beberapa faktor dan teori menentukan penyebab pedofilia, seperti:<\/p>\n<ul>\n<li>IQ rendah dan memori jangka pendek<\/li>\n<li>Kurangnya materi putih di otak<\/li>\n<li>Kekurangan testosteron<\/li>\n<li>Masalah otak<\/li>\n<\/ul>\n<p>Masalah Masalah otak adalah penyebab yang paling diterima dari faktor-faktor ini. Pada orang normal, melihat anak-anak akan menyebabkan otak mereka mengirimkan gelombang saraf untuk meningkatkan naluri melindungi dan mencintai; Pada pedofil, gelombang saraf ini terganggu dan menyebabkan peningkatan gairah seksual.<\/p>\n<p>anggu dan menyebabkan peningkatan gairah seksual.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apakah_pedofilia_bisa_disembuhkan\"><\/span>Apakah pedofilia bisa disembuhkan?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Pedofilia adalah penyakit kronis. Perawatan Anda harus fokus pada perubahan perilaku\u00a0 jangka panjang. Pengobatannya adalah dengan mengamati dan memprediksi kejahatan. Tim dokter paranormal akan dikerahkan untuk mendampingi para pasien.<\/p>\n<p>Kadang-kadang Anda\u00a0 akan disarankan untuk minum obat untuk mengurangi dorongan seks seperti medroxyprogesterone acetate, obat penurun testosteron, dan penghambat serotonin. Selain itu, pedofilia perlu dirawat karena kecanduan alkohol atau narkoba.<\/p>\n<p>Anak-anak yang mengalami kekerasan seksual harus dilindungi dari kejadian yang berulang. Beberapa anak yang mengalami kekerasan perlu dibawa ke rumah sakit.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/pendidikan-akhlak-seksual-pada-anak-dalam-hukum-islam?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-28155\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/image003-45.jpg\" alt=\"Eksibisionis\" width=\"250\" height=\"356\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/pendidikan-akhlak-seksual-pada-anak-dalam-hukum-islam?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-28146\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/button-24.png\" alt=\"\" width=\"180\" height=\"51\" \/><\/a><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Fetisisme\"><\/span>3. Fetisisme<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Fetisisme adalah terjadinya ketertarikan seksual yang kuat terhadap benda mati atau bagian tubuh tertentu yang biasanya tidak dianggap sebagai objek seksual. Ini juga dapat diperburuk oleh stres atau kesedihan yang parah secara klinis. Gangguan ini sebenarnya adalah bagian normal dari\u00a0 seksualitas. Namun, masalah dapat muncul ketika gairah seksual membutuhkan suatu objek untuk memaksakan kehendaknya pada orang lain.<\/p>\n<p>Dikutip dari Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition (DSM5), histeria ini dapat digambarkan sebagai keadaan keinginan yang\u00a0 kuat terhadap benda mati, seperti pakaian dalam. Selain itu, bisa juga\u00a0 terjadi di bagian tubuh yang sangat spesifik, seperti kaki, untuk mencapai gairah seksual. Hanya dengan demikian orang dengan gangguan tersebut dapat mencapai kepuasan seksual.<\/p>\n<p>Selain itu, seperti yang dilaporkan Psychology Today, hiperseksualitas adalah kelainan yang lebih sering terjadi pada pria daripada wanita. Bahkan, dikatakan bahwa gangguan ini terjadi hampir secara eksklusif\u00a0 pada pria. Gangguan ini termasuk dalam kategori umum gangguan parafilia, yang menyebabkan seseorang memiliki ketertarikan seksual terhadap benda atau bagian tubuh yang berada di luar afrodisiak.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penyebab_Fetisisme\"><\/span>Penyebab Fetisisme<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Gangguan hiperseksual adalah bagian dari gangguan emosional yang biasanya terjadi dengan permulaan pubertas, tetapi dapat berkembang sebelum masa remaja. Beberapa sumber mengatakan bahwa narsisme dapat berkembang dari pengalaman masa kecil seseorang. Ini mungkin terkait dengan kondisi\u00a0 terkait\u00a0 masturbasi dan pubertas.<\/p>\n<p>Dalam kasus penyerangan pria lainnya, beberapa ahli berpendapat bahwa gangguan kultus ini disebabkan oleh keraguan tentang potensi atau ketakutan akan penolakan dan penghinaan oleh orang lain. Ketika ada kebutuhan seksual untuk benda mati, korban mungkin dapat melindungi dirinya dari perasaan kecewa atau penolakan terhadap sesuatu.<\/p>\n<p>Jika Anda memiliki pertanyaan tentang gangguan seksual ini, psikolog\u00a0 Halodoc dapat menjawabnya dengan lengkap. Anda dapat memanfaatkan fitur obrolan atau panggilan suara\/video untuk\u00a0 interaksi yang mudah di manapun Anda berada, tanpa harus keluar rumah. Caranya sangat mudah, kamu hanya perlu mendownload aplikasi Halodoc di smartphone yang kamu gunakan!<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengobatan_Fetisisme\"><\/span>Pengobatan Fetisisme<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Gangguan hiperseksual adalah\u00a0 umum dan dalam banyak kasus tidak berbahaya. Seharusnya hanya dianggap sebagai gangguan ketika mengganggu kemampuan seseorang untuk berperilaku normal dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, gangguan ini juga cenderung fluktuatif dalam intensitas dan dorongan untuk melakukan hal-hal yang tidak wajar.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, pengobatan\u00a0 yang efektif untuk hiperseksualitas biasanya bersifat jangka panjang. Beberapa perawatan umum termasuk terapi kognitif dan terapi medis. Obat resep tertentu dapat membantu orang mengurangi pikiran kompulsif yang terkait dengan fetisisme. Metode ini memungkinkan korban untuk fokus pada konseling dengan sedikit gangguan.<\/p>\n<p>Orang dengan gangguan ini sering menggunakan obat anti-androgen untuk menurunkan kadar testosteron sementara. Obat ini juga dapat diminum dengan obat lain untuk mengurangi gangguan tersebut. Cara ini diyakini efektif dalam menurunkan libido pria dan dapat mengurangi frekuensi gambaran mental yang dapat menimbulkan gairah seksual.<\/p>\n<p>Nah, itulah penjelasan tentang gangguan fetisisme yang\u00a0 sedang ramai diperbincangkan. Karena itu, jika Anda atau orang terkasih mengalami gejala gangguan ini, sebaiknya segera mencari pertolongan medis. Dengan cara ini, bukan tidak mungkin sembuh untuk bisa kembali\u00a0 normal<\/p>\n<p>Melihat dari isi tulisan yang sudah dijelaskan di atas sepertinya bisa membuka mata kita tentang pentingnya edukasi seksual dan kesadaran tentang berbagai penyimpangan seksual di luar sana, berikut ini saya sertakan buku rekomendasi untuk anda yang ingin mempelajari lebih dalam tentang seksual.<\/p>\n<p>Penulis : Arizal Muhammad Valevi<\/p>\n[vc_row][vc_column width=\"1\/2\"][vc_tta_accordion][vc_tta_section title=\"Kategori Ilmu Berkaitan Psikologi\" tab_id=\"1609657986694-ec9fcf86-8e01\"][vc_column_text]\r\n<ul>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/buku-hrd-manajemen-sdm\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Buku Pedoman HRD &amp; SDM<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/buku-psikologi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Buku Psikologi Best Seller<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/gramedia.com\/best-seller\/buku-psikologi-pendidikan-best-seller\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Buku Psikologi Pendidikan<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/latihan-soal-cpns-online\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Buku Soal CPNS<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/latihan-soal-psikotes-online\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Buku Soal Psikotes<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/soal-psikotes-polri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Soal Psikotes Polri<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/soal-psikotes-tni\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Soal Psikotes TNI<\/a><\/li>\r\n<\/ul>\r\n[\/vc_column_text][\/vc_tta_section][\/vc_tta_accordion][\/vc_column][vc_column width=\"1\/2\"][vc_tta_accordion][vc_tta_section title=\"Artikel Psikologi\" tab_id=\"1609656944148-f362d048-3421\"][vc_column_text]\r\n<ul>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/pengertian-afirmasi-pagi-contoh-dan-manfaatnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Affirmasi Pagi<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/kata-afirmasi-islami-yang-bisa-mengubah-hidupmu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Affirmasi Islami<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/contoh-afirmasi-dalam-hubungan-dan-manfaatnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Affirmasi Dalam Hubungan<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/anger-issue\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Anger Issue<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/altruisme\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Altrutisme<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/berdamai-dengan-diri-sendiri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Berdamai Dengan Diri Sendiri<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/berpikir-positif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Berpikir Positif<\/a><\/li> \r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/berpikir-kreatif-dan-inovatif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Berpikir Kreatif dan Inovatif<\/a><\/li> \r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/broken-home\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Broken Home<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-agar-tidak-insecure\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Agar Tidak Insecure<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-agar-tidak-mudah-menangis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Agar Tidak Mudah Menangis<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-menjadi-dewasa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Menjadi Dewasa<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-menjadi-orang-ikhlas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Menjadi Orang Ikhlas<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mengenal-diri-sendiri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Mengenal Diri Sendiri<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mencintai-diri-sendiri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Mencintai Diri Sendiri<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-menjadi-orang-cuek\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Menjadi Orang Cuek<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-menghilangkan-banyak-pikiran\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Menhilangkan Banyak Pikiran<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-menghadapi-orang-dengan-trust-issue\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Menghadapi Orang dengan Trust Issue<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-meditasi-yang-benar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Meditasi Yang Benar<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-melatih-mental\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Melatih Mental<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-orang-yang-sombong\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ciri Orang Yang Sombong<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/critical-thinking\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Critical Thinking<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/childish\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Childish<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/contoh-hard-skill\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Contoh Hard Skill<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/pengendalian-diri-self-control\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Contoh Self Control<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/denial\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Denial<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/demotivasi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Demotivasi<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/deja-vu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Deja Vu<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/duck-syndrome\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Duck Syndrome<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/eksibisionis-pedofilia-fetisme\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Eksibisionis, Pedofilia, Fetisme<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/pengertian-etika\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Etika<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/emosi-tidak-stabil\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Emosi Tidak Stabil<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fixed-mindset\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Fixed Mindset<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ghosting\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ghosting<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/guilt-tripping\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Guilt Tripping<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hantu-seram\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Hantu Seram<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/highly-sensitive-person\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Highly Sensitive Person<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/insecure\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Insecure<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/jemawa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jemawa<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/kepribadian-ganda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kepribadian Ganda<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/manajemen-stres\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Manajemen Stres<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/me-time\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Me Time<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/menangis-tanpa-sebab\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Menangis Tanpa Sebab<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mengapa-kutu-buku-pakai-kacamata\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mengapa Kutu Buku Pakai Kacamata<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mindfulness\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mindfulness<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/moody\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Moody<\/a><\/li> \r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mood-swing\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mood Swing<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mood-booster\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mood Booster<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/maladaptive-daydreaming\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Maladaptive Daydreaming<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/narsisme\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Narsisme<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konsep-diri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Konsep Diri<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konsep-berpikir-komputasional\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Konsep Berpikir Komputasional<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/logika\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Logika<\/a><\/li> \r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/obsesi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Obsesi<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/obat-sedih\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Obat Sedih<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perbedaan-introvert-dan-ekstrovert\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perbedaan Introvert dan Ekstrovert<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/percaya-diri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Percaya Diri<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perfeksionis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perfeksionis<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/pesimis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pesimis<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/sikap-pesimis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sikap Pesimis<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/pengertian-hard-skill\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengertian Hard Skill<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perkembangan-emosi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perkembangan Emosi<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/penyebab-kenapa-afirmasi-gagal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Penyebab Kenapa Afirmasi Gagal<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/philophobia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Philophobia<\/a><\/li> \r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/pikiran-negatif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pikiran Negatif<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/playing-victim\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Playing Victim<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/produktif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Produktif<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/regulasi-emosi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Regulasi Emosi<\/a><\/li> \r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/sifat-manipulatif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sifat Manipulatif<\/a><\/li>\t\t\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-awareness-kesadaran-diri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Self Awarness<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/pengertian-self-afirmasi-contoh-serta-manfaatnya-dalam-kehidupan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Self Afirmasi<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-control\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Self Control<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-care\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Self Care<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-development\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Self Development<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-diagnosis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Self Diagnosis<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-efficacy-efikasi-diri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Self Efficacy<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-esteem\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Self Esteem<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-healing\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Self Healing<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-healing-terbaik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Self Healing Terbaik<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Self Harm<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-improvement\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Self Improvement<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-love\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Self Love<\/a><\/li>\t\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-management\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Self Management<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/strict-parents-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Strict Parents<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-reward\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Self Reward<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-reminder\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Self Reminder<\/a><\/li>\t\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-talk\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Self Talk<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/sikap-optimis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sikap Optimis<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/soft-skill\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Soft Skill<\/a><\/li>\t\t \r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/tanggung-jawab\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tanggung Jawab<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/trauma-healing\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Trauma Healing<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/trust-issue\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Trust Issue<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/overthinking\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Overthinking<\/a><\/li>\r\n\t\r\n<\/ul>\r\n[\/vc_column_text][\/vc_tta_section][\/vc_tta_accordion][\/vc_column][\/vc_row]\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Eksibisionis &#8211; Pernahkah Anda mendengar tentang penyimpangan seksual? Penyimpangan seksual, yang secara medis dikenal sebagai paraphilia, adalah ketertarikan seksual yang berlebihan terhadap sesuatu yang dianggap tidak normal atau tabu di lingkungan sosial. Gairah seksual dapat meningkat dengan adanya objek, fantasi, atau perilaku tertentu (misalnya, menjadi lawan jenis atau menyakiti pasangan selama hubungan seksual). Jadi, apakah [&hellip;] <a class=\"g1-link g1-link-more\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/eksibisionis-pedofilia-fetisme\/\">More<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":185533080,"featured_media":28156,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1905],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v17.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Eksibisionis, Pedofilia, Fetisisme: Mengenal Jenis Penyimpangan Seksual<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar jenis-jenis penyimpangan seksual mulai dari eksibisionis, pedofilia, hingga fetisisme.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/eksibisionis-pedofilia-fetisme\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Eksibisionis, Pedofilia, Fetisisme: Mengenal Jenis Penyimpangan Seksual\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar jenis-jenis penyimpangan seksual mulai dari eksibisionis, pedofilia, hingga fetisisme.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/eksibisionis-pedofilia-fetisme\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Best Seller Gramedia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-03-02T01:46:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-06-30T01:27:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/25235020\/Eksibisionis.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"667\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"R Adinda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\",\"name\":\"Gramedia\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\",\"sameAs\":[],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"Gramedia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\",\"name\":\"Best Seller Gramedia\",\"description\":\"Inspiration Transformed\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/eksibisionis-pedofilia-fetisme\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/25235020\/Eksibisionis.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/25235020\/Eksibisionis.jpg\",\"width\":1000,\"height\":667,\"caption\":\"Unsplash.com\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/eksibisionis-pedofilia-fetisme\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/eksibisionis-pedofilia-fetisme\/\",\"name\":\"Eksibisionis, Pedofilia, Fetisisme: Mengenal Jenis Penyimpangan Seksual\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/eksibisionis-pedofilia-fetisme\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-03-02T01:46:31+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-30T01:27:20+00:00\",\"description\":\"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar jenis-jenis penyimpangan seksual mulai dari eksibisionis, pedofilia, hingga fetisisme.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/eksibisionis-pedofilia-fetisme\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/eksibisionis-pedofilia-fetisme\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/eksibisionis-pedofilia-fetisme\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Eksibisionis, Pedofilia, Fetisisme: Mengenal Jenis Penyimpangan Seksual\"}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/eksibisionis-pedofilia-fetisme\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/eksibisionis-pedofilia-fetisme\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/dc19a84f8c9b397f22a3dd35d7c774ab\"},\"headline\":\"Eksibisionis, Pedofilia, Fetisisme: Mengenal Jenis Penyimpangan Seksual\",\"datePublished\":\"2022-03-02T01:46:31+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-30T01:27:20+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/eksibisionis-pedofilia-fetisme\/#webpage\"},\"wordCount\":2023,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/eksibisionis-pedofilia-fetisme\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/25235020\/Eksibisionis.jpg\",\"articleSection\":[\"Buku Psikologi\"],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/dc19a84f8c9b397f22a3dd35d7c774ab\",\"name\":\"R Adinda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/adinda-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/adinda-96x96.jpg\",\"caption\":\"R Adinda\"},\"description\":\"Dunia psikologi memang selalu menarik untuk dibahas. Selain menarik, dunia dengan mengetahui dunia psikologi akan membantu seseorang dalam dalam mengenali dirinya sendiri.\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/author\/r-adinda\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Eksibisionis, Pedofilia, Fetisisme: Mengenal Jenis Penyimpangan Seksual","description":"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar jenis-jenis penyimpangan seksual mulai dari eksibisionis, pedofilia, hingga fetisisme.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/eksibisionis-pedofilia-fetisme\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Eksibisionis, Pedofilia, Fetisisme: Mengenal Jenis Penyimpangan Seksual","og_description":"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar jenis-jenis penyimpangan seksual mulai dari eksibisionis, pedofilia, hingga fetisisme.","og_url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/eksibisionis-pedofilia-fetisme\/","og_site_name":"Best Seller Gramedia","article_published_time":"2022-03-02T01:46:31+00:00","article_modified_time":"2023-06-30T01:27:20+00:00","og_image":[{"width":1000,"height":667,"url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/25235020\/Eksibisionis.jpg","path":"s3apsoutheast1:\/\/wp-best-seller\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/25235020\/Eksibisionis.jpg","size":"full","id":28156,"alt":"Eksibisionis","pixels":667000,"type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"R Adinda","Estimasi waktu membaca":"11 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization","name":"Gramedia","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/","sameAs":[],"logo":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png","width":512,"height":512,"caption":"Gramedia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo"}},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/","name":"Best Seller Gramedia","description":"Inspiration Transformed","publisher":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/eksibisionis-pedofilia-fetisme\/#primaryimage","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/25235020\/Eksibisionis.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/25235020\/Eksibisionis.jpg","width":1000,"height":667,"caption":"Unsplash.com"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/eksibisionis-pedofilia-fetisme\/#webpage","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/eksibisionis-pedofilia-fetisme\/","name":"Eksibisionis, Pedofilia, Fetisisme: Mengenal Jenis Penyimpangan Seksual","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/eksibisionis-pedofilia-fetisme\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-03-02T01:46:31+00:00","dateModified":"2023-06-30T01:27:20+00:00","description":"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar jenis-jenis penyimpangan seksual mulai dari eksibisionis, pedofilia, hingga fetisisme.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/eksibisionis-pedofilia-fetisme\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/eksibisionis-pedofilia-fetisme\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/eksibisionis-pedofilia-fetisme\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Eksibisionis, Pedofilia, Fetisisme: Mengenal Jenis Penyimpangan Seksual"}]},{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/eksibisionis-pedofilia-fetisme\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/eksibisionis-pedofilia-fetisme\/#webpage"},"author":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/dc19a84f8c9b397f22a3dd35d7c774ab"},"headline":"Eksibisionis, Pedofilia, Fetisisme: Mengenal Jenis Penyimpangan Seksual","datePublished":"2022-03-02T01:46:31+00:00","dateModified":"2023-06-30T01:27:20+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/eksibisionis-pedofilia-fetisme\/#webpage"},"wordCount":2023,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/eksibisionis-pedofilia-fetisme\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/25235020\/Eksibisionis.jpg","articleSection":["Buku Psikologi"],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/dc19a84f8c9b397f22a3dd35d7c774ab","name":"R Adinda","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#personlogo","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/adinda-96x96.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/adinda-96x96.jpg","caption":"R Adinda"},"description":"Dunia psikologi memang selalu menarik untuk dibahas. Selain menarik, dunia dengan mengetahui dunia psikologi akan membantu seseorang dalam dalam mengenali dirinya sendiri.","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/author\/r-adinda\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28152"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/users\/185533080"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28152"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28152\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28326,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28152\/revisions\/28326"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28156"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28152"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28152"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28152"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}