{"id":17821,"date":"2022-09-07T12:40:16","date_gmt":"2022-09-07T05:40:16","guid":{"rendered":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?p=17821"},"modified":"2023-06-30T08:26:05","modified_gmt":"2023-06-30T01:26:05","slug":"menangis-tanpa-sebab","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/menangis-tanpa-sebab\/","title":{"rendered":"Apa Itu Menangis Tanpa Sebab? Ini Cara Menyembuhkannya"},"content":{"rendered":"<p><strong>Menangis tanpa sebab<\/strong> &#8211;\u00a0Mungkin sebagian orang pernah mengalami diri sendiri yang tiba-tiba meneteskan air mata tanpa ada penyebab. Ketika seseorang seringkali menangis tanpa dipicu oleh hal apapun, hal itu disebut dengan <i>hypophrenia.<\/i><\/p>\n<p>Hypophrenia atau menangis tanpa sebab adalah situasi dimana seseorang merasakan perasaan yang begitu emosional dan merasakan kesedihan yang berlebihan, melebihi ambang batas seharusnya, karena situasi ini, seseorang bisa menangis meskipun tanpa pemicu yang bisa menjadi penyebabnya.<\/p>\n<p>Jika merujuk pendapat dari beberapa ahli, maka menangis tanpa sebab dan tiba-tiba biasanya karena adanya pengaruh indikasi dari masalah yang terkait dan berhubungan langsung dengan kesehatan mental.<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_17 counter-hierarchy counter-decimal ez-toc-grey\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class=\"ez-toc-list ez-toc-list-level-1\"><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/menangis-tanpa-sebab\/#Gejala_Hypophrenia\" title=\"Gejala Hypophrenia\">Gejala Hypophrenia<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/menangis-tanpa-sebab\/#Penyebab_Menangis_Tanpa_Sebab\" title=\"Penyebab Menangis Tanpa Sebab\">Penyebab Menangis Tanpa Sebab<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-3\"><li class=\"ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/menangis-tanpa-sebab\/#1_Gangguan_Kecemasan_Anxiety\" title=\"1 . Gangguan Kecemasan\u00a0 (Anxiety)\">1 . Gangguan Kecemasan\u00a0 (Anxiety)<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/menangis-tanpa-sebab\/#2_PMS_Premenstrual_Syndrome_Pada_Perempuan\" title=\"2. PMS (Premenstrual Syndrome) Pada Perempuan\">2. PMS (Premenstrual Syndrome) Pada Perempuan<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/menangis-tanpa-sebab\/#3_Stres_dan_Depresi\" title=\"3. Stres dan Depresi\">3. Stres dan Depresi<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/menangis-tanpa-sebab\/#4_Post_Traumatic_Stress_Disorder_PTSD\" title=\"4. Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)\">4. Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/menangis-tanpa-sebab\/#5_Organic_Brain_System_OBS\" title=\"5. Organic Brain System (OBS)\">5. Organic Brain System (OBS)<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/menangis-tanpa-sebab\/#6_Kehamilan\" title=\"6. Kehamilan\">6. Kehamilan<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/menangis-tanpa-sebab\/#7_Kelelahan\" title=\"7. Kelelahan\">7. Kelelahan<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/menangis-tanpa-sebab\/#8_Masalah_Neurologis_yaitu_Pseudobulbar\" title=\"8. Masalah Neurologis yaitu Pseudobulbar\">8. Masalah Neurologis yaitu Pseudobulbar<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/menangis-tanpa-sebab\/#9_Bipolar\" title=\"9. Bipolar\">9. Bipolar<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/menangis-tanpa-sebab\/#10_Berduka\" title=\"10. Berduka\">10. Berduka<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/menangis-tanpa-sebab\/#Rekomendasi_Buku_Tentang_Kesehatan_Mental\" title=\"Rekomendasi Buku Tentang Kesehatan Mental\">Rekomendasi Buku Tentang Kesehatan Mental<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-3\"><li class=\"ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/menangis-tanpa-sebab\/#Kesehatan_Mental_Psikiatri_Seri_Asuhan_Keperawatan\" title=\"Kesehatan Mental Psikiatri : Seri Asuhan Keperawatan\">Kesehatan Mental Psikiatri : Seri Asuhan Keperawatan<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/menangis-tanpa-sebab\/#Psychological_Tests_For_Teens_Check_Your_Mental_Health\" title=\"Psychological Tests For Teens: Check Your Mental Health\">Psychological Tests For Teens: Check Your Mental Health<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-16\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/menangis-tanpa-sebab\/#Applied_Psychology_Bagaimana_Menggunakan_Pikiran_Dan_Mental\" title=\"Applied Psychology: Bagaimana Menggunakan Pikiran Dan Mental\">Applied Psychology: Bagaimana Menggunakan Pikiran Dan Mental<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-17\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/menangis-tanpa-sebab\/#Cara_Mengatasi_Kondisi_Menangis_Tanpa_Sebab\" title=\"Cara Mengatasi Kondisi Menangis Tanpa Sebab\">Cara Mengatasi Kondisi Menangis Tanpa Sebab<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-18\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/menangis-tanpa-sebab\/#Langkah-langkah_yang_harus_dilakukan_untuk_mengatasi_perasaan_sedih\" title=\"Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengatasi perasaan sedih\">Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengatasi perasaan sedih<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-3\"><li class=\"ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-19\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/menangis-tanpa-sebab\/#1_Langkah_Pertama\" title=\"1. Langkah Pertama\">1. Langkah Pertama<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-20\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/menangis-tanpa-sebab\/#2_Langkah_Kedua\" title=\"2. Langkah Kedua\">2. Langkah Kedua<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-21\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/menangis-tanpa-sebab\/#3_Langkah_Ketiga\" title=\"3. Langkah Ketiga\">3. Langkah Ketiga<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Gejala_Hypophrenia\"><\/span><b>Gejala Hypophrenia<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Jika kamu mengalami gejala menangis tanpa sebab mungkin saja kamu mengalami gangguan pada bagian otak dan gangguan ini\u00a0 terikat langsung dengan emosional kita. Orang yang menderita <i>Hypophrenia <\/i>akan tiba-tiba menjadi seseorang yang sensitif sekaligus dia juga ketus dan mudah sekali tersinggung dengan banyak hal. Oleh karena itu, ia juga sulit untuk diajak untuk berkomunikasi dengan orang lain.<\/p>\n<p>Gejala lainnya, pengidap <i>hypophrenia <\/i>akan membuat seseorang menjadi introvert dan sangat sulit untuk bersosialisasi, dia hanya hidup untuk bekerja dan melakukan kewajibannya saja. Jika sudah tidak ada pekerjaan, maka dia akan menangis tanpa sebab dan menangis secara tiba-tiba karena perubahan emosi yang tidak dapat dikontrol.<\/p>\n<p>Seluruh pikirannya akan dikuasai oleh pikiran negatif yang membuat dirinya lelah, baik secara mental maupun psikis. Akibat yang berkelanjutannya lagi, dia akan seringkali menangis tanpa sebab dan menjadi pemalas, memiliki banyak pikiran, serta tidak bergairah dalam menjalani kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<p>Seseorang yang mengidap <i>hypophrenia<\/i> sendiri tidak mengetahui darimana dan mengapa dia menangis. Ingat bersedih itu hal yang wajar, tetapi segala sesuatu yang berlebihan tidak akan pernah menjadi hal yang baik. Seseorang yang mengidap hypophrenia akan merasakan kelelahan hanya karena mencoba menebak apa gerangan yang terjadi pada dirinya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penyebab_Menangis_Tanpa_Sebab\"><\/span><b>Penyebab Menangis Tanpa Sebab<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Berikut penulis merangkum beberapa penyebab seseorang bisa menangis secara tiba tiba tanpa ada hal yang memicu tangisan tersebut:<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Gangguan_Kecemasan_Anxiety\"><\/span><b>1 . Gangguan Kecemasan\u00a0 (Anxiety)<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Seseorang yang memiliki gangguan kecemasan akan cenderung memikirkan satu hal dan terlalu fokus pada hal tersebut. Seseorang dengan gangguan kecemasan yang sudah akut akan berfokus pada satu hal dan akan dia pikirkan secara terus menerus.<\/p>\n<p>Pemikirannya yang terfokus pada hal atau permasalahan akan membuat dirinya merasakan lelah baik secara mental maupun secara psikis. Selain itu, tubuh juga merasakan keletihan, kelelahan dan lesu.<\/p>\n<p>Seseorang dengan gangguan kecemasan seringkali kesulitan untuk tidur, sehingga siklus atau jam tidurnya terganggu. Dia tidak akan bisa beristirahat baik di siang hari maupun malam hari, karena pikirannya sendiri juga tidak beristirahat.<\/p>\n<p><i>University of Pennsylvania <\/i>melakukan penelitian yang mengkaji sebuah studi mengenai tidur. Riset ini menjabarkan bahwa tidur dengan sistem yang teratur dapat menimbulkan dampak yang negatif. Tidur dengan durasi waktu 4-5 jam dapat menyebabkan munculnya suasana hati yang buruk, kemudian perasan yang sedih, dan juga iritabilitas.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_PMS_Premenstrual_Syndrome_Pada_Perempuan\"><\/span><b>2. PMS (Premenstrual Syndrome) Pada Perempuan<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Apakah pembaca perempuan pernah mengalami PMS ketika menstruasi? Tentunya di antara banyaknya perempuan pasti pernah mengalami PMS saat sedang datang bulan. Kondisi dan situasi ini memang paling sering terjadi dan dirasakan oleh perempuan. Ada banyak gejala yang dapat ditimbulkan karena menstruasi.<\/p>\n<p>Gejala tersebut antara lain, pegal-pegal pada beberapa bagian tubuh, perut yang terasa sakit, pinggul yang terasa nyeri, perut terasa kram, sakit kepala dan lain sebagainya yang biasa dirasakan saat PMS terjadi.<\/p>\n<p>Selain menimbulkan rasa sakit pada fisik, nyatanya PMS juga dapat memicu emosi yang sedih terhadap penderitanya. Karena itu, dapat kita jumpai beberapa kasus bahwa seorang perempuan yang sedang mengalami menstruasi akan tiba-tiba menangis tanpa ada pemicu yang menyebabkan tangisan tersebut.<\/p>\n<p>Emosi sedih ini juga sangat dipengaruhi oleh hormonal yang terus mengalami perubahan pada masa menstruasi tersebut.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Stres_dan_Depresi\"><\/span><b>3. Stres dan Depresi<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Seseorang yang sedang merasakan stres karena masalah atau perihal yang diakibatkan oleh banyak hal, walaupun tidak disadari akan timbul perasaan cemas dan juga khawatir. Perasaan cemas ini yang pada akhirnya membuat seseorang merasakan sedih.<\/p>\n<p>Jika seseorang tersebut telah berada pada tingkatan tertinggi dalam masa stres, bahkan hingga depresi, maka rasa cemas akan datang. Kecemasan yang datang menyerang tersebut akan membuatnya langsung merasakan sedih dan menangis secara tiba-tiba.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Post_Traumatic_Stress_Disorder_PTSD\"><\/span><b>4. Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Selanjutnya penyebab dari seseorang yang tiba-tiba menangis adalah karena kondisi mental yang tidak baik atau disebut dengan PTSD atau <i>Post Traumatic Syndrome.<\/i> PTSD adalah kondisi mental dimana pengidapnya seringkali mengalami serangan akibat panik. Kepanikan yang dia rasakan ini bersumber akibat adanya trauma di masa lalu.<\/p>\n<p>PTSD dapat terjadi pada siapa saja tidak terikat usia dan jenis kelamin, PTSD dapat menyerang perempuan atau laki-laki. Namun, perempuan lebih banyak menderita PTSD, hal ini dikarenakan perempuan memiliki emosi dan perasaan yang jauh lebih sensitif dibandingkan emosi yang ada pada laki-laki.<\/p>\n<p>Perempuan sendiri jauh lebih sensitif terhadap perubahan yang terjadi pada dirinya maupun lingkungannya. Perempuan juga dapat merasakan emosi yang bertambah intens dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, jika seorang perempuan mengalami serangan panik, akibat trauma di masa lalu yang pernah menyakitinya, dia bisa menangis tanpa ada pemicu apapun.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Organic_Brain_System_OBS\"><\/span><b>5. Organic Brain System (OBS)<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Selanjutnya penyebab dari menangis tanpa sebab adalah<i> Organic Brain System<\/i> atau yang disebut juga dengan sebutan OBS. OBS sendiri merupakan suatu situasi dan kondisi dimana gangguan yang terjadi pada fisik seseorang dapat menyebabkan adanya penurunan terhadap fungsi mental dalam diri.<\/p>\n<p>OBS ini biasanya seringkali menyerang pada individu yang sudah berada dalam masa lansia. OBS sangat berpengaruh dan masuk ke dalam kategori kondisi fisik yang dapat menyebabkan perubahan pada mental.<\/p>\n<p>Karena itu seseorang dengan kondisi diri yang terkena OBS akan mudah untuk menangis secara tiba-tiba tanpa disebabkan oleh hal apapun, karena kondisi fisiknya terganggu dan telah menyerang mental penderitanya.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Kehamilan\"><\/span><b>6. Kehamilan<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Tahukah kalian? pada saat seorang wanita sedang mengandung, tubuhnya akan terus mengalami perubahan hormonal. Perubahan hormonal ini terjadi selama proses kehamilan hingga setelah kehamilan.<\/p>\n<p>Perubahan yang terjadi secara masif ini membuat rusaknya hati seseorang dan suasana hatinya akan terus menurun. Oleh karena itu, banyak wanita hamil yang seringkali merasakan perasaan sedih dan menangis lebih sering dibandingkan biasanya.<\/p>\n<p>Setelah melahirkan pun demikian, hormon tubuh akan kembali berubah dan hal ini akan menyebabkan kesedihan dan perasaan hampa yang terus menerus, karena itu sering kita jumpai seorang ibu yang mengalami <i>baby blues<\/i>.<\/p>\n<p>Perasaan sedih yang terus terasa setelah dua minggu melahirkan, bisa disebut dengan depresi pasca persalinan. Ada banyak gejala yang dapat kita amati jika memang terindikasi mengidap depresi pasca persalinan atau depresi postpartum, yaitu:<\/p>\n<ol>\n<li>a) Menurunnya suasana hati dan merasa hati rendah secara terus menerus<\/li>\n<li>b) Tidak ada motivasi<\/li>\n<li>c) Energi yang lemah<\/li>\n<li>d) Tidur tidak teratur<\/li>\n<li>e) Tidak berminat kepada bayi yang telah dia lahirkan<\/li>\n<li>f) Merasakan perasaan bersalah, dan lain sebagainya.<\/li>\n<\/ol>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Kelelahan\"><\/span><b>7. Kelelahan<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Tubuh yang lelah akan memicu mental yang lelah juga. Jika kita mengalami kelelahan yang sudah dalam fase ekstrem, maka kemungkinan besar orang yang mengalami hal itu akan terpapar stress yang terjadi secara kontinuitas dan berkepanjangan.<\/p>\n<p>Karena tubuh yang lelah akan membuat seseorang kesulitan mengatur emosi dan dia akan meledak tanpa bisa mengendalikan segala emosi negatif yang ada dalam diri. Emosi yang sudah meluap akan membuat dirinya menangis tanpa sebab.<\/p>\n<p>Selain menangis dia juga kan mengalami gejala lainnya, seperti ingin terus marah, dia juga merasakan kegelisahan, insomnia dan tidak bisa tidur, tidak berkonsentrasi akan banyak hal yang dia kerjakan, dan lain sebagainya.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"8_Masalah_Neurologis_yaitu_Pseudobulbar\"><\/span><b>8. Masalah Neurologis yaitu <\/b><b><i>Pseudobulbar<\/i><\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>PBA atau disebut juga dengan <i>Psedobulbar Affect <\/i>adalah gangguan pada neurologis manusia. Hal ini menimbulkan gangguan terhadap bagian yang ada di otak yang berfungsi sebagai alat pengendali emosi dalam diri seseorang.<\/p>\n<p>Karena itu seseorang dengan gangguan PBA yang bermasalah pada sistem neurologisnya akan sangat kesulitan untuk mengendalikan emosi dalam dirinya.<\/p>\n<p>Dia akan merasakan bahwa apa yang dialami ternyata tidak pernah sesuai dan sejalan dengan apa yang seharusnya dia rasakan. Karena terkait dengan emosi, pengidap PBA sering dikaitkan dengan masalah mental karena gejala yang dialaminya sangat mirip dengan gejala depresi.<\/p>\n<p>Pemicu seseorang mengidap depresi adalah karena memiliki riwayat penyakit stroke, alzheimer, parkinson, demensia, <i>multiple sclerosis<\/i> (MS),<i> lateral sclerosis<\/i> (ALS), atau <i>amyotrophic<\/i>.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"9_Bipolar\"><\/span><b>9. Bipolar<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Seseorang yang mengidap bipolar akan merasakan emosi yang sangat ekstrem. Perubahan <i>mood<\/i>-nya sangat ekstrem. Dalam suatu ketika seorang yang mengidap bipolar dapat merasakan perasaan bahagia secara berlebihan.<\/p>\n<p>Namun, setelah emosi bahagia itu, tiba-tiba saja dia justru\u00a0 menangis secara berlebihan. Dia akan sedih karena perubahan<i> mood <\/i>tersebut.<\/p>\n<p>Pengidap bipolar seringkali menangis secara berlebihan dan terkadang dia akan kesulitan mengontrol tangisannya. Bipolar juga memicu pikiran yang cemas, pikiran yang lelah, hingga dia merasakan adanya halusinasi akan suatu hal.<\/p>\n<p>Seseorang yang hanya boleh mendiagnosis pengidap bipolar adalah dokter. Mendiagnosa seseorang pengidap bipolar tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Dalam menangani bipolar juga membutuhkan penanganan yang serius dan signifikan.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"10_Berduka\"><\/span><b>10. Berduka<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Seseorang yang kehilangan orang yang dicintai dan dikasihinya seperti pasangan, sahabat atau keluarga terdekatnya akan merasakan kehilangan dan mengalami duka yang mendalam.<\/p>\n<p>Seseorang yang berduka akan mengalami kesedihan dalam waktu yang lama dan sulit sekali untuk cepat pulih seperti sedia kala. Meskipun kehilangan tersebut telah berlangsung lama, perasaan duka tersebut dapat menyebabkan seseorang kembali menangis tanpa ada penyebab.<\/p>\n<h2><\/h2>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Rekomendasi_Buku_Tentang_Kesehatan_Mental\"><\/span><b>Rekomendasi Buku Tentang Kesehatan Mental<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Bagaimana? Semakin sadar kan jika menangis tanpa sebab ini berkaitan langsung dengan isu kesehatan mental. Tertarik mempelajari permasalahan kesehatan mental lebih dalam? Berikut rekomendasi buku yang wajib banget kamu baca!<\/p>\n<h3 style=\"text-align: center;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesehatan_Mental_Psikiatri_Seri_Asuhan_Keperawatan\"><\/span>Kesehatan Mental Psikiatri : Seri Asuhan Keperawatan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<figure class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/kesehatan-mental-psikiatri-seri-asuhan-keperawatan-1?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full\" src=\"https:\/\/ebooks.gramedia.com\/ebook-covers\/46729\/thumb_image_normal\/ID_KMPSAK2019MTH03.jpg\" alt=\"Kesehatan Mental Psikiatri : Seri Asuhan Keperawatan\" width=\"178\" height=\"267\" \/><\/a><figcaption class=\"wp-caption-text\">Kesehatan Mental Psikiatri : Seri Asuhan Keperawatan<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/kesehatan-mental-psikiatri-seri-asuhan-keperawatan-1?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-10480\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/button.png\" alt=\"tombol beli buku\" width=\"140\" height=\"51\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/08122753\/button.png 140w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/08122753\/button-132x48.png 132w\" sizes=\"(max-width: 140px) 100vw, 140px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Buku ini disusun dengan tujuan memudahkan mahasiswa memahami dan mempraktikkan asuhan keperawatan pada pasien gangguan jiwa. Buku ini membahas tentang; dasar-dasar keperawatan kesehatan mental; teori neurobiologi dan psikofarmakologi; teori dan terapi psikososial; kesadaran diri dan penggunaan diri secara terapeutik; marah, bermusuhan, dan agresi; ansietas dan gangguan ansietas; skizofrenia; gangguan mood dan bunuh diri.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: center;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Psychological_Tests_For_Teens_Check_Your_Mental_Health\"><\/span><b>Psychological Tests For Teens: Check Your Mental Health<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<figure class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/psychological-tests-for-teens-check-your-mental-health?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full\" src=\"https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/items\/9786230026287_Cover_Psychological_Tests_For_Teens_Check_Your_Mental.jpg\" alt=\"Psychological Tests For Teens: Check Your Mental Health\" width=\"650\" height=\"983\" \/><\/a><figcaption class=\"wp-caption-text\">Psychological Tests For Teens: Check Your Mental Health<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/psychological-tests-for-teens-check-your-mental-health?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-10480\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/button.png\" alt=\"tombol beli buku\" width=\"140\" height=\"51\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/08122753\/button.png 140w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/08122753\/button-132x48.png 132w\" sizes=\"(max-width: 140px) 100vw, 140px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Masa remaja merupakan masa yang penuh gejolak. Dengan perkembangan fisik dan mental secara drastis, membuat kita mengalami goncangan dalam hidup. Padahal masa ini teramat sangat pendek lho, tak lebih dari 10 tahun. Namun, tanpa persiapan yang baik, akan menyulitkan kita untuk beradaptasi. Hal ini sangat memengaruhi kesehatan mental kita. Buku ini mengajak kita memahami perkembangan yang terjadi, sehingga kita yang masih remaja bisa menerimanya sebagai sesuatu hal yang alamiah.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Kita perlu bersiap sehingga jika masa remaja tiba, kita bisa mengelola masa ini dengan baik. Bersiapnya kita menyongsong masa remaja, menjadikan kita mudah beradaptasi sehingga kesehatan mental kita bisa terjaga. Buku ini juga memuat serangkaian tes psikologi. Semakin lengkap kita mengerjakannya, semakin terbaca pula profile pribadi kita. Semua tes ini tidak ada yang salah. Semua jawaban benar asalkan dikerjakan secara jujur. Jangan ragu untuk mengerjakan semua soal sehingga hasilnya menampilkan kepribadian kita yang sebenarnya. Bagaimanapun hasilnya, jangan berputus asa. Kondisi mental tidak sepenuhnya bersifat permanen. Masih ada kesempatan untuk memperbaiki diri sehingga kehidupan bisa berjalan dengan menyenangkan. Selamat mencoba.<\/p>\n<h3><\/h3>\n<h3 style=\"text-align: center;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Applied_Psychology_Bagaimana_Menggunakan_Pikiran_Dan_Mental\"><\/span><b>Applied Psychology: Bagaimana Menggunakan Pikiran Dan Mental<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<figure class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/applied-psychology-bagaimana-mengunakan-pikiran-dan-mental?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full\" src=\"https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/items\/APPLIED_PSYCHOLOGY_BAGAIMANA_MENGUNAKAN_PIKIRAN_DAN_MENTAL.JPG\" alt=\"Applied Psychology: Bagaimana Mengunakan Pikiran Dan Mental\" width=\"650\" height=\"1053\" \/><\/a><figcaption class=\"wp-caption-text\">Applied Psychology: Bagaimana Mengunakan Pikiran Dan Mental<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/applied-psychology-bagaimana-mengunakan-pikiran-dan-mental?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-10480\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/button.png\" alt=\"tombol beli buku\" width=\"140\" height=\"51\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/08122753\/button.png 140w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/08122753\/button-132x48.png 132w\" sizes=\"(max-width: 140px) 100vw, 140px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Semua orang ingin sukses. Namun, karena kurangnya pengetahuan, banyak tenaga yang terbuang setiap tahun untuk begitu banyak usaha yang sia-sia. Dalam hal ini, efisiensi kejiwaan merupakan prasyarat bagi setiap pencapaian pribadi yang penting atau setiap keberhasilan perorangan yang hebat. Kemampuan jiwa Anda adalah kekuatan yang harus Anda gunakan untuk melakukan pertarungan Anda di dunia ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Buku ini memaparkan, dalam bentuk sederhana dan jelas tetapi ilmiah, bukti bahwa Anda mempunyai kemampuan batin yang tidak pernah Anda bayangkan. Buku ini juga memberikan kepada Anda arahan spesifik untuk menggunakan kekuatan tersebut, sehingga apa pun lingkungan Anda, apa pun bisnis Anda, apa pun ambisi Anda, Anda hanya perlu mengikuti petunjuk mudah dan sederhana yang sudah tersedia.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Terbit pertama kali pada 1914, buku self-help awal ini adalah bagian dari rangkaian karya inspiratif yang dirancang untuk meningkatkan efektivitas pribadi dan profesional melalui penggunaan disiplin psikologi. Warren Hilton, seorang penasihat karier, menawarkan tentang bagaimana menggunakan ilmu kekuatan pikiran untuk mengembangkan ide-ide bisnis dan memanfaatkan kekuatan pikiran kreatif Anda. *** \u201cSifatnya sangat teknis, saya menikmati membaca buku ini. Menjelaskan kemampuan pikiran untuk secara langsung dan tidak langsung memengaruhi tindakan tubuh.\u201d \u2013John, Amazon.com \u201cBacaan yang bagus bagi mereka yang tertarik untuk mengendalikan takdir mereka sendiri.\u201d \u2013Mia Garret, Amazon.com<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Mengatasi_Kondisi_Menangis_Tanpa_Sebab\"><\/span><b>Cara Mengatasi Kondisi Menangis Tanpa Sebab<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Menangis sendiri bukan suatu perkara yang buruk dan salah, menangis adalah hal yang sangat wajar terjadi pada setiap orang. Dalam kehidupan yang berat dan seringkali kita dihadapkan dengan himpitan berbagai macam masalah, menangis adalah cara manusia untuk menunjukkan ekspresi dan emosi yang dirasakan olehnya.<\/p>\n<p>Namun, menangis juga perlu adanya kontrol, jangan sampai kita menangis secara berlebihan dan terjadi secara terus menerus. Jika kita sering menangis, mulailah dengan mencari seseorang yang bisa dijadikan tempat untuk mencurahkan segala cerita dan curahan hatimu.<\/p>\n<p>Berceritalah pada seseorang yang suportif dan memiliki<i> awareness<\/i> terhadap permasalahan kesehatan mental, sehingga dia akan suportif menjadi pendengarmu tanpa membuatmu merasa terhakimi atas permasalahan yang kamu miliki.<\/p>\n<p>Ada beberapa tips yang bisa dicoba jika kamu ingin mengatasi menangis tanpa sebab yang sulit sekali untuk kamu kontrol:<\/p>\n<ol>\n<li>Mengatur pernapasan menjadi lambat, bernapaslah dengan perlahan.<\/li>\n<\/ol>\n<ol start=\"2\">\n<li>Coba melakukan relaksasi terhadap seluruh otot-otot yang ada pada wajah dan juga pada tenggorokan.<\/li>\n<\/ol>\n<ol start=\"3\">\n<li>Tersenyumlah, biasakan untuk sering tersenyum, karena menurut berbagai riset dan penelitian, tersenyum sangat berpengaruh terhadap kestabilan emosi seseorang, dengan tersenyum tubuh akan teralihkan pada perasaan damai sehingga dapat menjadi pencegah keluarnya tangisan.<\/li>\n<\/ol>\n<ol start=\"4\">\n<li>Coba untuk melakukan dorongan oleh lidah ke langit-langit yang ada dalam mulut.<\/li>\n<\/ol>\n<ol start=\"5\">\n<li>Perbanyak minum air putih.<\/li>\n<\/ol>\n<ol start=\"6\">\n<li>Biasakanlah diri untuk selalu memikirkan hal yang menyenangkan sebagai bentuk pengalihan pikiran menuju hal yang lebih indah.<\/li>\n<\/ol>\n<ol start=\"7\">\n<li>Lihatlah hal-hal yang dapat menyenangkan perasaanmu, lihatlah hal-hal yang indah dan dapat membuatmu bahagia.<\/li>\n<\/ol>\n<h2><\/h2>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Langkah-langkah_yang_harus_dilakukan_untuk_mengatasi_perasaan_sedih\"><\/span><b>Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengatasi perasaan sedih<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Langkah_Pertama\"><\/span><b>1. Langkah Pertama<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Hal pertama yang menjadi awal dari usahamu untuk mengatasi perasaan sedih adalah dengan berbagi. Manusia sendiri merupakan makhluk sosial yang tidak akan bisa terlepas dari orang lain, kita selalu membutuhkan keberadaan orang lain disisi kita. Pada dasarnya, hakikat manusia merupakan makhluk sosial, jadi kita tidak boleh menyimpan masalah kita sendirian, kita harus berbagi dan bercerita pada orang lain.<\/p>\n<p>Berbagi dapat dilakukan pada sahabat, keluarga atau pasangan kita, jika kita tidak bisa berbagi kepada mereka, berbagi pada psikiater atau psikolog adalah pilihan terbaik. Membagikan permasalahanmu dengan psikiater akan membuat perasaan kita berubah menjadi lebih baik.<\/p>\n<p>Tempatkanlah diri kita pada lingkungan yang bersifat positif, bukan lingkungan yang <i>toxic, <\/i>karena jika kita berada dalam lingkungan positif hal ini akan membangun diri kita menjadi manusia dengan energi yang positif.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Langkah_Kedua\"><\/span><b>2. Langkah Kedua<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Terimalah hal yang menjadi penyebab dari segala rasa kesedihan itu. Menerima diri, memaafkan diri dan menyadari bahwa banyak hal yang terjadi tidak akan pernah selalu sejalan dengan apa yang kita kehendaki dan inginkan.<\/p>\n<p>Hal penting yang harus selalu kita sadari adalah menjadi bahagia merupakan sebuah pilihan dan mewujudkannya adalah tugas dari diri kita sendiri. Oleh karena itu, bebaskanlah diri kita dari segala pemikiran sedih, jangan terlalu berlarut-larut dengan perasaan sedih itu sendiri. Karena jika terus berada dalam kubangan kesedihan dan tidak mau beranjak, maka kita tidak akan bisa merasakan adanya kebahagiaan dalam diri kita sendiri.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Langkah_Ketiga\"><\/span><b>3. Langkah Ketiga<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Jika bercerita saja tidak membuatmu terus merasa membaik dan kamu terus menangis dalam kategori yang sudah berlebihan dan tidak wajar. Maka dari itu, penting bagimu untuk melakukan intervensi mental yang digabungkan dengan pengobatan menjadi terapi obat-obatan untukmu.<\/p>\n<p>Tetap untuk berusaha mencoba menemui psikiater atau psikolog atas segala hal yang kamu rasakan. Dengan bertemu psikiater kamu yang merasakan perasaan sedih tanpa sebab dapat mendapatkan penanganan psikis secara tepat dan efektif, kamu juga akan mendapatkan hasil yang baik atas kondisi mentalmu.<\/p>\n<p><b>Kesimpulan<\/b><\/p>\n<p>Jika kamu sudah mengalami gejala menangis yang berlebihan dan tidak terkontrol, segeralah mencari bantuan terhadap psikiater atau ahli jiwa yang dapat membantu kondisimu. Jangan pernah mendiagnosa diri sendiri terkena penyakit mental, <i>self diagnosa <\/i>seringkali keliru. Namun, dengan adanya dokter kita bisa melakukan terapi dan menyembuhkan kondisi menangis tanpa sebab yang kita keluhkan.<\/p>\n<h2><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Penulis: Ai Siti Rahayu<\/p>\n[vc_row][vc_column width=\"1\/2\"][vc_tta_accordion][vc_tta_section title=\"Kategori Ilmu Berkaitan Psikologi\" tab_id=\"1609657986694-ec9fcf86-8e01\"][vc_column_text]\r\n<ul>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/buku-hrd-manajemen-sdm\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Buku Pedoman HRD &amp; SDM<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/buku-psikologi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Buku Psikologi Best Seller<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/gramedia.com\/best-seller\/buku-psikologi-pendidikan-best-seller\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Buku Psikologi Pendidikan<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/latihan-soal-cpns-online\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Buku Soal CPNS<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/latihan-soal-psikotes-online\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Buku Soal Psikotes<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/soal-psikotes-polri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Soal Psikotes Polri<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/soal-psikotes-tni\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Soal Psikotes TNI<\/a><\/li>\r\n<\/ul>\r\n[\/vc_column_text][\/vc_tta_section][\/vc_tta_accordion][\/vc_column][vc_column width=\"1\/2\"][vc_tta_accordion][vc_tta_section title=\"Artikel Psikologi\" tab_id=\"1609656944148-f362d048-3421\"][vc_column_text]\r\n<ul>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/pengertian-afirmasi-pagi-contoh-dan-manfaatnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Affirmasi Pagi<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/kata-afirmasi-islami-yang-bisa-mengubah-hidupmu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Affirmasi Islami<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/contoh-afirmasi-dalam-hubungan-dan-manfaatnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Affirmasi Dalam Hubungan<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/anger-issue\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Anger Issue<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/altruisme\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Altrutisme<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/berdamai-dengan-diri-sendiri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Berdamai Dengan Diri Sendiri<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/berpikir-positif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Berpikir Positif<\/a><\/li> \r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/berpikir-kreatif-dan-inovatif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Berpikir Kreatif dan Inovatif<\/a><\/li> \r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/broken-home\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Broken Home<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-agar-tidak-insecure\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Agar Tidak Insecure<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-agar-tidak-mudah-menangis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Agar Tidak Mudah Menangis<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-menjadi-dewasa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Menjadi Dewasa<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-menjadi-orang-ikhlas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Menjadi Orang Ikhlas<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mengenal-diri-sendiri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Mengenal Diri Sendiri<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mencintai-diri-sendiri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Mencintai Diri Sendiri<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-menjadi-orang-cuek\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Menjadi Orang Cuek<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-menghilangkan-banyak-pikiran\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Menhilangkan Banyak Pikiran<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-menghadapi-orang-dengan-trust-issue\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Menghadapi Orang dengan Trust Issue<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-meditasi-yang-benar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Meditasi Yang Benar<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-melatih-mental\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Melatih Mental<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-orang-yang-sombong\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ciri Orang Yang Sombong<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/critical-thinking\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Critical Thinking<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/childish\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Childish<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/contoh-hard-skill\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Contoh Hard Skill<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/pengendalian-diri-self-control\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Contoh Self Control<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/denial\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Denial<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/demotivasi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Demotivasi<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/deja-vu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Deja Vu<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/duck-syndrome\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Duck Syndrome<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/eksibisionis-pedofilia-fetisme\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Eksibisionis, Pedofilia, Fetisme<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/pengertian-etika\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Etika<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/emosi-tidak-stabil\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Emosi Tidak Stabil<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fixed-mindset\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Fixed Mindset<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ghosting\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ghosting<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/guilt-tripping\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Guilt Tripping<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hantu-seram\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Hantu Seram<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/highly-sensitive-person\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Highly Sensitive Person<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/insecure\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Insecure<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/jemawa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jemawa<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/kepribadian-ganda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kepribadian Ganda<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/manajemen-stres\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Manajemen Stres<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/me-time\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Me Time<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/menangis-tanpa-sebab\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Menangis Tanpa Sebab<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mengapa-kutu-buku-pakai-kacamata\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mengapa Kutu Buku Pakai Kacamata<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mindfulness\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mindfulness<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/moody\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Moody<\/a><\/li> \r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mood-swing\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mood Swing<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mood-booster\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mood Booster<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/maladaptive-daydreaming\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Maladaptive Daydreaming<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/narsisme\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Narsisme<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konsep-diri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Konsep Diri<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konsep-berpikir-komputasional\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Konsep Berpikir Komputasional<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/logika\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Logika<\/a><\/li> \r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/obsesi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Obsesi<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/obat-sedih\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Obat Sedih<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perbedaan-introvert-dan-ekstrovert\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perbedaan Introvert dan Ekstrovert<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/percaya-diri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Percaya Diri<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perfeksionis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perfeksionis<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/pesimis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pesimis<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/sikap-pesimis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sikap Pesimis<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/pengertian-hard-skill\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengertian Hard Skill<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perkembangan-emosi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perkembangan Emosi<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/penyebab-kenapa-afirmasi-gagal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Penyebab Kenapa Afirmasi Gagal<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/philophobia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Philophobia<\/a><\/li> \r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/pikiran-negatif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pikiran Negatif<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/playing-victim\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Playing Victim<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/produktif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Produktif<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/regulasi-emosi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Regulasi Emosi<\/a><\/li> \r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/sifat-manipulatif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sifat Manipulatif<\/a><\/li>\t\t\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-awareness-kesadaran-diri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Self Awarness<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/pengertian-self-afirmasi-contoh-serta-manfaatnya-dalam-kehidupan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Self Afirmasi<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-control\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Self Control<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-care\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Self Care<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-development\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Self Development<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-diagnosis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Self Diagnosis<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-efficacy-efikasi-diri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Self Efficacy<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-esteem\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Self Esteem<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-healing\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Self Healing<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-healing-terbaik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Self Healing Terbaik<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Self Harm<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-improvement\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Self Improvement<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-love\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Self Love<\/a><\/li>\t\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-management\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Self Management<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/strict-parents-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Strict Parents<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-reward\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Self Reward<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-reminder\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Self Reminder<\/a><\/li>\t\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-talk\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Self Talk<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/sikap-optimis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sikap Optimis<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/soft-skill\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Soft Skill<\/a><\/li>\t\t \r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/tanggung-jawab\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tanggung Jawab<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/trauma-healing\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Trauma Healing<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/trust-issue\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Trust Issue<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/overthinking\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Overthinking<\/a><\/li>\r\n\t\r\n<\/ul>\r\n[\/vc_column_text][\/vc_tta_section][\/vc_tta_accordion][\/vc_column][\/vc_row]\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menangis tanpa sebab &#8211;\u00a0Mungkin sebagian orang pernah mengalami diri sendiri yang tiba-tiba meneteskan air mata tanpa ada penyebab. Ketika seseorang seringkali menangis tanpa dipicu oleh hal apapun, hal itu disebut dengan hypophrenia. Hypophrenia atau menangis tanpa sebab adalah situasi dimana seseorang merasakan perasaan yang begitu emosional dan merasakan kesedihan yang berlebihan, melebihi ambang batas seharusnya, [&hellip;] <a class=\"g1-link g1-link-more\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/menangis-tanpa-sebab\/\">More<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":185533080,"featured_media":17822,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1905],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v17.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa Itu Menangis Tanpa Sebab? Ini Cara Menyembuhkannya - Gramedia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Apa Itu Menangis Tanpa Sebab? Ini Cara Menyembuhkannya dari Gramedia dan rekomendasi buku psikologi\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/menangis-tanpa-sebab\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa Itu Menangis Tanpa Sebab? Ini Cara Menyembuhkannya - Gramedia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Apa Itu Menangis Tanpa Sebab? Ini Cara Menyembuhkannya dari Gramedia dan rekomendasi buku psikologi\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/menangis-tanpa-sebab\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Best Seller Gramedia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-09-07T05:40:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-06-30T01:26:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/07123350\/menangis-tanpa-sebab.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"333\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"R Adinda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"13 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\",\"name\":\"Gramedia\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\",\"sameAs\":[],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"Gramedia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\",\"name\":\"Best Seller Gramedia\",\"description\":\"Inspiration Transformed\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/menangis-tanpa-sebab\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/07123350\/menangis-tanpa-sebab.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/07123350\/menangis-tanpa-sebab.jpg\",\"width\":500,\"height\":333,\"caption\":\"menangis tanpa sebab\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/menangis-tanpa-sebab\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/menangis-tanpa-sebab\/\",\"name\":\"Apa Itu Menangis Tanpa Sebab? Ini Cara Menyembuhkannya - Gramedia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/menangis-tanpa-sebab\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-09-07T05:40:16+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-30T01:26:05+00:00\",\"description\":\"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Apa Itu Menangis Tanpa Sebab? Ini Cara Menyembuhkannya dari Gramedia dan rekomendasi buku psikologi\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/menangis-tanpa-sebab\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/menangis-tanpa-sebab\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/menangis-tanpa-sebab\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa Itu Menangis Tanpa Sebab? Ini Cara Menyembuhkannya\"}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/menangis-tanpa-sebab\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/menangis-tanpa-sebab\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/dc19a84f8c9b397f22a3dd35d7c774ab\"},\"headline\":\"Apa Itu Menangis Tanpa Sebab? Ini Cara Menyembuhkannya\",\"datePublished\":\"2022-09-07T05:40:16+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-30T01:26:05+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/menangis-tanpa-sebab\/#webpage\"},\"wordCount\":2569,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/menangis-tanpa-sebab\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/07123350\/menangis-tanpa-sebab.jpg\",\"articleSection\":[\"Buku Psikologi\"],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/dc19a84f8c9b397f22a3dd35d7c774ab\",\"name\":\"R Adinda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/adinda-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/adinda-96x96.jpg\",\"caption\":\"R Adinda\"},\"description\":\"Dunia psikologi memang selalu menarik untuk dibahas. Selain menarik, dunia dengan mengetahui dunia psikologi akan membantu seseorang dalam dalam mengenali dirinya sendiri.\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/author\/r-adinda\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa Itu Menangis Tanpa Sebab? Ini Cara Menyembuhkannya - Gramedia","description":"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Apa Itu Menangis Tanpa Sebab? Ini Cara Menyembuhkannya dari Gramedia dan rekomendasi buku psikologi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/menangis-tanpa-sebab\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Apa Itu Menangis Tanpa Sebab? Ini Cara Menyembuhkannya - Gramedia","og_description":"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Apa Itu Menangis Tanpa Sebab? Ini Cara Menyembuhkannya dari Gramedia dan rekomendasi buku psikologi","og_url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/menangis-tanpa-sebab\/","og_site_name":"Best Seller Gramedia","article_published_time":"2022-09-07T05:40:16+00:00","article_modified_time":"2023-06-30T01:26:05+00:00","og_image":[{"width":500,"height":333,"url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/07123350\/menangis-tanpa-sebab.jpg","path":"s3apsoutheast1:\/\/wp-best-seller\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/07123350\/menangis-tanpa-sebab.jpg","size":"full","id":17822,"alt":"menangis tanpa sebab","pixels":166500,"type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"R Adinda","Estimasi waktu membaca":"13 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization","name":"Gramedia","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/","sameAs":[],"logo":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png","width":512,"height":512,"caption":"Gramedia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo"}},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/","name":"Best Seller Gramedia","description":"Inspiration Transformed","publisher":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/menangis-tanpa-sebab\/#primaryimage","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/07123350\/menangis-tanpa-sebab.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/07123350\/menangis-tanpa-sebab.jpg","width":500,"height":333,"caption":"menangis tanpa sebab"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/menangis-tanpa-sebab\/#webpage","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/menangis-tanpa-sebab\/","name":"Apa Itu Menangis Tanpa Sebab? Ini Cara Menyembuhkannya - Gramedia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/menangis-tanpa-sebab\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-09-07T05:40:16+00:00","dateModified":"2023-06-30T01:26:05+00:00","description":"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Apa Itu Menangis Tanpa Sebab? Ini Cara Menyembuhkannya dari Gramedia dan rekomendasi buku psikologi","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/menangis-tanpa-sebab\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/menangis-tanpa-sebab\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/menangis-tanpa-sebab\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa Itu Menangis Tanpa Sebab? Ini Cara Menyembuhkannya"}]},{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/menangis-tanpa-sebab\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/menangis-tanpa-sebab\/#webpage"},"author":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/dc19a84f8c9b397f22a3dd35d7c774ab"},"headline":"Apa Itu Menangis Tanpa Sebab? Ini Cara Menyembuhkannya","datePublished":"2022-09-07T05:40:16+00:00","dateModified":"2023-06-30T01:26:05+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/menangis-tanpa-sebab\/#webpage"},"wordCount":2569,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/menangis-tanpa-sebab\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/07123350\/menangis-tanpa-sebab.jpg","articleSection":["Buku Psikologi"],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/dc19a84f8c9b397f22a3dd35d7c774ab","name":"R Adinda","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#personlogo","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/adinda-96x96.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/adinda-96x96.jpg","caption":"R Adinda"},"description":"Dunia psikologi memang selalu menarik untuk dibahas. Selain menarik, dunia dengan mengetahui dunia psikologi akan membantu seseorang dalam dalam mengenali dirinya sendiri.","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/author\/r-adinda\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17821"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/users\/185533080"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17821"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17821\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17823,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17821\/revisions\/17823"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17822"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17821"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17821"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17821"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}