{"id":13915,"date":"2021-08-24T10:24:44","date_gmt":"2021-08-24T03:24:44","guid":{"rendered":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?p=13915"},"modified":"2023-06-30T08:25:22","modified_gmt":"2023-06-30T01:25:22","slug":"self-harm","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/","title":{"rendered":"Apa itu Self Harm? Kenali Penyebab Self Harm &#038; Solusinya"},"content":{"rendered":"<blockquote><p><i>Self harm<\/i> merupakan suatu tindakan atau dorongan untuk menyakiti atau melukai diri yang tentunya akan merugikan dirinya sendiri pula<\/p><\/blockquote>\n<p>Setiap manusia tentu memiliki masalah yang berbeda-beda. Pun mereka juga mengatasinya dengan cara yang berbeda. Ada yang menangani atau mengatasi masalah tersebut dengan melakukan kegiatan dan aktivitas positif. Namun, ada pula yang malah melampiaskan masalah tersebut dengan menyakiti dirinya sendiri atau yang biasa disebut dengan istilah <i>self harm.<\/i><\/p>\n<p>Mengapa bisa demikian? Hal tersebut tentu dilakukannya dengan berbagai sebab. Oleh karena itu, untuk mengetahui lebih dalam mengenai <i>self harm<\/i>, mulai dari pengertian <i>self harm, <\/i>jenis-jenis, penyebab, dan solusi untuk mengatasinya, simaklah penjelasan berikut ini.<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_17 counter-hierarchy counter-decimal ez-toc-grey\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class=\"ez-toc-list ez-toc-list-level-1\"><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/#Pengertian_Self_Harm\" title=\"Pengertian Self Harm\">Pengertian Self Harm<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/#Jenis-Jenis_Perbuatan_Self_Harm_atau_Menyakiti_Diri_Sendiri\" title=\"Jenis-Jenis Perbuatan Self Harm atau Menyakiti Diri Sendiri\">Jenis-Jenis Perbuatan Self Harm atau Menyakiti Diri Sendiri<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-3\"><li class=\"ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/#1_Superficial_Self_Mutilation\" title=\"1. Superficial Self Mutilation\">1. Superficial Self Mutilation<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/#2_Stereotypic_Self_Mutilation\" title=\"2. Stereotypic Self Mutilation\">2. Stereotypic Self Mutilation<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/#3_Major_Self_Mutilation\" title=\"3. Major Self Mutilation\">3. Major Self Mutilation<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/#Penyebab_Seseorang_Melakukan_Self_Harm\" title=\"Penyebab Seseorang Melakukan Self Harm\">Penyebab Seseorang Melakukan Self Harm<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-3\"><li class=\"ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/#1_Sebagai_Bentuk_Kebencian_dan_Kekecewaan_pada_Diri_Sendiri\" title=\"1) Sebagai Bentuk Kebencian dan Kekecewaan pada Diri Sendiri\">1) Sebagai Bentuk Kebencian dan Kekecewaan pada Diri Sendiri<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/#2_Bentuk_Pelampiasan_Emosi\" title=\"2) Bentuk Pelampiasan Emosi\">2) Bentuk Pelampiasan Emosi<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/#3_Stress_hingga_Depresi\" title=\"3) Stress hingga Depresi\">3) Stress hingga Depresi<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/#4_Lingkungan_Sosial_yang_Tidak_Mendukung\" title=\"4) Lingkungan Sosial yang Tidak Mendukung\">4) Lingkungan Sosial yang Tidak Mendukung<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/#5_Merasakan_Hampa_dalam_Dirinya\" title=\"5) Merasakan Hampa dalam Dirinya\">5) Merasakan Hampa dalam Dirinya<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/#6_Menderita_Gangguan_Psikologis\" title=\"6) Menderita Gangguan Psikologis\">6) Menderita Gangguan Psikologis<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/#Solusi_Mengatasi_dan_Membantu_Orang_yang_Melakukan_Self_Harm\" title=\"Solusi Mengatasi dan Membantu Orang yang Melakukan Self Harm\">Solusi Mengatasi dan Membantu Orang yang Melakukan Self Harm<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-3\"><li class=\"ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/#1_Mengetahui_Alasan_atau_Penyebab_Seseorang_Melakukan_Self_Harm\" title=\"1. Mengetahui Alasan atau Penyebab Seseorang Melakukan Self Harm\">1. Mengetahui Alasan atau Penyebab Seseorang Melakukan Self Harm<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/#2_Dont_Judge\" title=\"2. Don\u2019t Judge\">2. Don\u2019t Judge<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-16\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/#3_Luangkan_Waktu_untuknya\" title=\"3. Luangkan Waktu untuknya\">3. Luangkan Waktu untuknya<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-17\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/#4_Membawanya_ke_Psikolog\" title=\"4. Membawanya ke Psikolog\">4. Membawanya ke Psikolog<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-18\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/#Bilamana_Kita_Sendiri_yang_Melakukan_Tindakan_Self_Harm_Bagaimanakah_Solusinya\" title=\"Bilamana Kita Sendiri yang Melakukan Tindakan Self Harm, Bagaimanakah Solusinya?\">Bilamana Kita Sendiri yang Melakukan Tindakan Self Harm, Bagaimanakah Solusinya?<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-3\"><li class=\"ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-19\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/#1_Kenali_dan_Pahami_Kondisi_Diri\" title=\"1. Kenali dan Pahami Kondisi Diri\">1. Kenali dan Pahami Kondisi Diri<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-20\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/#2_Lakukan_Tindakan_Positif\" title=\"2. Lakukan Tindakan Positif\">2. Lakukan Tindakan Positif<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-21\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/#3_Refreshing_Diri\" title=\"3. Refreshing Diri\">3. Refreshing Diri<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-22\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/#4_Mencoba_Berbicara_pada_Orang_yang_Sangat_Dipercaya\" title=\"4. Mencoba Berbicara pada Orang yang Sangat Dipercaya\">4. Mencoba Berbicara pada Orang yang Sangat Dipercaya<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-23\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/#5_Cari_Bantuan_Mendatangi_Terapis_atau_Konseling\" title=\"5. Cari Bantuan: Mendatangi Terapis atau Konseling\">5. Cari Bantuan: Mendatangi Terapis atau Konseling<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-24\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/#6_Dekatkan_Diri_Pada_Tuhan_Yang_Maha_Esa\" title=\"6. Dekatkan Diri Pada Tuhan Yang Maha Esa\">6. Dekatkan Diri Pada Tuhan Yang Maha Esa<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-4\"><li class=\"ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-25\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/#Kenapa_seseorang_bisa_self_harm\" title=\"Kenapa seseorang bisa self harm?\">Kenapa seseorang bisa self harm?<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-26\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/#Apa_beda_self_harm_dan_self_injury\" title=\"Apa beda self harm dan self injury?\">Apa beda self harm dan self injury?<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-27\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/#Apakah_self_harm_gangguan_mental\" title=\"Apakah self harm gangguan mental?\">Apakah self harm gangguan mental?<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Self_Harm\"><\/span><b>Pengertian <\/b><b><i>Self Harm<\/i><\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-13916\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Self-harm1.jpg\" alt=\"\" width=\"527\" height=\"351\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/23001633\/Self-harm1.jpg 750w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/23001633\/Self-harm1-300x200.jpg 300w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/23001633\/Self-harm1-561x374.jpg 561w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/23001633\/Self-harm1-364x243.jpg 364w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/23001633\/Self-harm1-728x485.jpg 728w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/23001633\/Self-harm1-608x405.jpg 608w\" sizes=\"(max-width: 527px) 100vw, 527px\" \/><\/p>\n<p><i>Apa sih self harm itu?<\/i><\/p>\n<blockquote><p><i>Self harm<\/i> merupakan suatu tindakan atau dorongan untuk menyakiti atau melukai diri yang tentunya akan merugikan dirinya sendiri pula.<\/p><\/blockquote>\n<p>Tindakan tersebut biasanya terjadi di usia remaja atau beranjak dewasa. Akan tetapi, orang yang melakukan <i>self harm<\/i> cenderung menutupi gerak laku tersebut. Hal itu terjadi karena dirinya enggan untuk bercerita atau terbuka pada orang lain yang ada di sekitarnya terkait masalah yang tengah dihadapi.<\/p>\n<p><i>Self harm<\/i> sebagai salah satu langkah dan pengalihan seseorang untuk meluapkan perasaan yang dihadapi, seperti perasaan marah, kesal, stres hingga depresi dan emosi lainnya. Mengapa demikian? Hal itu bertujuan agar dirinya dapat merasa puas, lega, dan tenang karena telah meluapkan rasa emosinya. Namun, perasaan puas, lega, dan tenang itu hanyalah sementara karena setelah ia melakukan <i>self harm<\/i>, akan timbul perasaan bersalah pada dirinya sendiri.<\/p>\n<p>Cara yang lazimnya dilakukan untuk <i>self harm <\/i>atau dengan sengaja menyakiti dirinya sendiri, yakni <i>cutting. Cutting <\/i>merupakan tindakan memotong, membuat goresan, menyayat atau melukai salah satu bagian tubuhnya dengan benda tajam, seperti pisau, silet, atau potongan kaca. Adapun cara lainnya, seperti memukul-mukul dirinya sendiri, menghantam tangannya ke tembok, dan sebagainya.<\/p>\n<p>Sebenarnya, perbuatan <i>self harm<\/i> seperti yang sudah dijelaskan di atas merupakan perbuatan yang <i>bukan<\/i> dengan sengaja bertujuan untuk bunuh diri. Namun, perbuatan atau tindakan <i>self harm <\/i>tentunya dapat menyebabkan risiko, seperti luka atau cedera serius, bahkan kematian yang tak disengaja.<\/p>\n<p>Untuk mengetahui lebih lanjut apa saja bentuk-bentuk perbuatan <i>self harm<\/i>, simak penjelasan di bawah ini.<\/p>\n<figure class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/seharusnya-tidak-begitu-cara-paling-serius-menghadapi-kecem?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"\" src=\"https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/items\/SEHARUSNYA_TIDAK_BEGITU_CARA_PALING_SERIUS_MENGHADAPI_KECEM.jpg\" alt=\"Seharusnya Tidak Begitu: Cara Paling Serius Menghadapi Kecemasan dan Ketidakpuasan\" width=\"589\" height=\"865\" \/><\/a><figcaption class=\"wp-caption-text\">Seharusnya Tidak Begitu: Cara Paling Serius Menghadapi Kecemasan dan Ketidakpuasan<\/figcaption><\/figure>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/seharusnya-tidak-begitu-cara-paling-serius-menghadapi-kecem?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-10480\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/button.png\" alt=\"tombol beli buku\" width=\"140\" height=\"51\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/08122753\/button.png 140w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/08122753\/button-132x48.png 132w\" sizes=\"(max-width: 140px) 100vw, 140px\" \/><\/a><\/p>\n<h2><\/h2>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis-Jenis_Perbuatan_Self_Harm_atau_Menyakiti_Diri_Sendiri\"><\/span><b>Jenis-Jenis Perbuatan <\/b><b><i>Self Harm <\/i><\/b><b>atau Menyakiti Diri Sendiri<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Secara patologis, terdapat beberapa jenis tindakan <i>self harm <\/i>atau perbuatan menyakiti dirinya sendiri. Berikut penjelasannya:<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Superficial_Self_Mutilation\"><\/span><b><\/b><b>1.<i> Superficial Self Mutilation<\/i><\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><i>Self harm <\/i>jenis ini merupakan <i>self harm <\/i>yang terbilang ringan dan wajar, bahkan tidak sedikit yang melakukannya dengan sadar. Namun, tetap saja jenis <i>self harm <\/i>seperti ini, janganlah diabaikan.<\/p>\n<p>Adapun contoh atau cara <i>self<\/i> <i>harm <\/i>sejenis ini, biasanya dengan cara menyayat atau membeset salah satu bagian tubuh menggunakan benda tajam, seperti membeset pergelangan tangan dengan silet atau pecahan kaca. Kemudian, menarik-narik rambutnya dengan kuat, serta melakukan diet ekstra.<\/p>\n<p>Akan tetapi, jenis <i>self<\/i> <i>harm <\/i>ini janganlah diabaikan karena apabila dilakukannya terbilang sering, akan berujung pada perbuatan percobaan bunuh diri.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Stereotypic_Self_Mutilation\"><\/span><b>2.<i> Stereotypic<\/i><\/b> <b><i>Self Mutilation<\/i><\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><i>Self harm <\/i>jenis ini dapat diartikan sebagai tindakan yang digunakan oleh seseorang untuk mengendalikan atau bisa dikatakan menguasai rasa sakitnya itu secara penuh emosi, serta menghilangkan kehampaan dalam diri yang tujuannya untuk memberikan sensasi pada diri.<\/p>\n<p><i>Self harm <\/i>sejenis ini tentunya akan melukai diri sendiri, dilakukan dengan kadar frekuensi yang terbilang berulang-ulang atau sering. Contohnya, membenturkan kepala ke tembok secara berkali-kali, kemudian menghantam atau memukul tembok dan meja secara berulang dengan tangannya sendiri.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Major_Self_Mutilation\"><\/span><b><\/b><b>3.<i> Major Self Mutilation<\/i><\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><i>Self harm <\/i>jenis ini merupakan yang paling ekstrem jika dibandingkan dengan dua jenis <i>self harm <\/i>yang sudah dijelaskan sebelumnya. Hal itu karena orang yang melakukan tindakan <i>self harm <\/i>jenis ini, akan melukai salah satu organ atau bagian tubuhnya yang tentunya akan berakibat cedera permanen dan kerusakan organ tubuh.<\/p>\n<p>Tindakan <i>self harm <\/i>dengan jenis ini, seperti memotong salah satu jarinya, membakar salah satu bagian tubuhnya, dan sebagainya. Biasanya, <i>self harm<\/i> jenis ini dilakukan oleh seseorang yang memang memiliki gangguan psikologis cenderung berat. Oleh karena itu, untuk menanganinya pun diperlukan seorang psikolog atau terapis yang memang sudah paham betul terhadap dunia psikologi.<\/p>\n<p>Selain itu, penggunaan obat-obatan zat narkotika dan psikotropika juga dinilai sebagai tindakan self halm. Hal itu karena dilakukan secara berulang-ulang dalam kehidupannya yang nantinya akan mengancam nyawa dirinya sendiri.<\/p>\n<h2><\/h2>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penyebab_Seseorang_Melakukan_Self_Harm\"><\/span><b>Penyebab Seseorang Melakukan <\/b><b><i>Self Harm<\/i><\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Tindakan <i>self harm <\/i>tak semata-mata dilakukan oleh seseorang dengan tanpa sebab. Tentunya banyak sekali faktor yang melatarbelakangi seseorang melakukan tindakan <i>self harm<\/i>. Akan tetapi, kita tak dapat menjabarkan penyebabnya satu persatu secara mendetail. Hal itu karena pastinya setiap orang yang melakukan tindakan <i>self harm<\/i> memiliki penyebabnya masing-masing.<\/p>\n<p>Namun, secara umum, penyebab seseorang melakukan tindakan <i>self harm<\/i> dapat dijabarkan sebagai berikut.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Sebagai_Bentuk_Kebencian_dan_Kekecewaan_pada_Diri_Sendiri\"><\/span><b>1)<\/b> <b>Sebagai Bentuk Kebencian dan Kekecewaan pada Diri Sendiri<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Bagi seseorang yang merasa dirinya rendah hingga memilih untuk membenci dirinya sendiri, cenderung berakibat untuk melukai dirinya sendiri. Contohnya, apabila seseorang yang pernah mengalami kekerasan fisik, atau bahkan pelecehan seksual di masa lalunya, akan berdampak pada rasa percaya dirinya. Ia akan menganggap bahwa dirinya sangatlah rendah.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, ia melakukan tindakan <i>self harm<\/i> sebagai salah satu bentuk pelampiasan atas kebencian pada dirinya sendiri. Tindakan <i>self harm<\/i> itu juga dilakukan sebagai bentuk kekecewaan dan menyalahkan dirinya sendiri terhadap apa yang telah terjadi di masa lalunya.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Bentuk_Pelampiasan_Emosi\"><\/span><b>2)<\/b> <b>Bentuk Pelampiasan Emosi<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Bentuk pelampiasan seseorang atas rasa emosinya memanglah berbeda. Emosi yang dimaksud, seperti marah, sedih, atau semacamnya. Seseorang yang tidak dapat mengendalikan rasa emosionalnya, cenderung akan melakukan tindakan <i>self harm<\/i> sebagai bentuk pelampiasan atas emosinya tersebut.<\/p>\n<p>Terlebih bagi beberapa orang, dengan tindakan <i>self harm<\/i> atau menyakiti dirinya sendiri dilakukannya sebagai bentuk pengganti rasa sakit atau emosi yang tengah ia hadapi. Misalnya, merasakan sedih yang amat sangat karena ditinggal oleh orang tuanya sehingga ia menyalahkan dirinya sendiri, dan memutuskan untuk menyakiti dirinya sendiri atau <i>self harm<\/i>.<\/p>\n<p>Mungkin orang-orang yang tidak memahami motif <i>self harm<\/i> cenderung bertanya, <i>mengapa harus melakukan self harm atau melukai dirinya sendiri?<\/i> Hal itu dilakukan oleh seseorang karena ketidakpahamannya untuk mengontrol emosinya, tidak pahamnya dalam mengatasi rasa emosi yang ia rasakan, tidak mengerti bagaimana cara mengekspresikan bentuk emosinya tersebut. Hingga akhirnya ia melakukan tindakan <i>self harm<\/i> sebagai jalan pintas.<\/p>\n<figure class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/memahami-dan-mengelola-emosi-sebuah-terapi-jiwa-agar-terbe?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"\" src=\"https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/items\/Memahami_Dan_Mengelola_Emosi___Sebuah_Terapi_Jiwa_Agar_Terbe.jpg\" alt=\"Memahami dan Mengelola Emosi\" width=\"559\" height=\"812\" \/><\/a><figcaption class=\"wp-caption-text\">Memahami dan Mengelola Emosi<\/figcaption><\/figure>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/memahami-dan-mengelola-emosi-sebuah-terapi-jiwa-agar-terbe?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-10480 size-full\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/button.png\" alt=\"tombol beli buku\" width=\"140\" height=\"51\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/08122753\/button.png 140w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/08122753\/button-132x48.png 132w\" sizes=\"(max-width: 140px) 100vw, 140px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Bagi kalian yang sedang berada di masa-masa sulit untuk mengontrol emosi, sulit untuk bersabar, mudah merasakan stres hingga susah menerima kenyataan, tentu buku di atas adalah jawabannya. Buku yang ditulis oleh Aloysius Germia Dinora, akan memberikan solusi seputar permasalahan kehidupan yang sedang kalian alami.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Stress_hingga_Depresi\"><\/span><b>3)<\/b> <b><i>Stress<\/i><\/b><b> hingga Depresi<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Seseorang yang memiliki tingkat stres yang <i>epic<\/i> atau bisa dikatakan tak dapat ditoleransi lagi, mengakibatkan dirinya depresi. Dengan begitu, untuk melepaskan rasa depresinya itu, ia akan melakukan <i>self harm<\/i> atau menyakiti dirinya sendiri.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Lingkungan_Sosial_yang_Tidak_Mendukung\"><\/span><b>4)<\/b> <b>Lingkungan Sosial yang Tidak Mendukung<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Salah satu penyebab seseorang melakukan <i>self harm<\/i>, bisa jadi karena ia berada di lingkungan yang tidak mendukung. Lingkungan tersebut dapat berupa, lingkungan keluarga, teman, sahabat, kerabat, dan sebagainya.<\/p>\n<p>Sebagai contoh, apabila ada seseorang yang sedang memiliki masalah pribadi, kemudian ia menceritakan masalahnya tersebut entah pada salah satu anggota keluarganya atau temannya, tetapi mereka cenderung mengabaikan dan menganggap masalah tersebut sangatlah sepele. Maka orang yang memiliki masalah tersebut, akan menganggap bahwa dirinya sangatlah tidak penting sehingga untuk ke depannya ketika ia memiliki masalah, ia akan memendamnya sendiri hingga mengalami stres yang berkepanjangan.<\/p>\n<p>Ia merasa bahwa orang-orang di sekitarnya tidak ada yang memberikan semangat atau dukungan pada dirinya. Tak sampai di situ, ia juga akan melakukan tindakan yang membahayakan dirinya sendiri sebagai bentuk kekesalan pada dirinya, yakni tindakan <i>self harm<\/i>.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Merasakan_Hampa_dalam_Dirinya\"><\/span><b>5)<\/b> <b>Merasakan Hampa dalam Dirinya<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Penyebabnya hampir mirip pada penjelasan di poin sebelumnya, orang yang melakukan tindakan <i>self harm <\/i>atau melukai dirinya sendiri merupakan seseorang yang sedang merasakan hampa dalam diri atau bahkan hidupnya. Ia memiliki masalah, akan tetapi ia tidak tahu menahu kepada siapa ia akan meluapkan atau bercerita atas masalah yang tengah ia rasakan karena ia takut merasakan adanya penolakan atau pengabaian dari lingkungan sekitarnya.<\/p>\n<p>Kemudian, ia juga merasakan kebingungan atas masalah yang sedang dihadapinya dan bagaimana caranya untuk menyelesaikan masalah tersebut. Maka dari itu, ia lebih memilih untuk melakukan <i>self harm<\/i> atau menyakiti dirinya sendiri sebagai bentuk kehampaan atas masalah yang sedang ia hadapi.<\/p>\n<figure class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/untuk-dibaca-saat-diri-merasa-hampa?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"\" src=\"https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/items\/9786237661504.jpg\" alt=\"Untuk Dibaca Saat Diri Merasa Hampa\" width=\"586\" height=\"868\" \/><\/a><figcaption class=\"wp-caption-text\">Untuk Dibaca Saat Diri Merasa Hampa<\/figcaption><\/figure>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/untuk-dibaca-saat-diri-merasa-hampa?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-10480\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/button.png\" alt=\"tombol beli buku\" width=\"140\" height=\"51\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/08122753\/button.png 140w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/08122753\/button-132x48.png 132w\" sizes=\"(max-width: 140px) 100vw, 140px\" \/><\/a><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Menderita_Gangguan_Psikologis\"><\/span><b>6)<\/b> <b>Menderita<\/b> <b>Gangguan Psikologis<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Menderita gangguan psikologis atau gangguan mental, seperti gangguan kecemasan <i>(anxiety disorder), <\/i>gangguan makan, depresi, serta gangguan <i>stress <\/i>pascatrauma (PTSD), memang dapat menjadi salah satu penyebab seseorang melakukan tindakan <i>self ham <\/i>atau melukai dirinya sendiri. Bahkan, dikatakan lebih rentan untuk melakukan tindakan <i>self harm.<\/i><\/p>\n<p>Bagi penderita gangguan psikologis tingkat berat, cenderung akan melakukan tindakan <i>self harm<\/i> dengan jenis yang ekstrem pula (seperti pada penjelasan jenis-jenis <i>self harm<\/i> poin ketiga). Oleh karena itu, untuk mengatasinya pun diperlukan orang khusus yang memang sudah paham akan ilmunya, seperti psikolog atau terapis.<\/p>\n<h2><\/h2>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Solusi_Mengatasi_dan_Membantu_Orang_yang_Melakukan_Self_Harm\"><\/span><b>Solusi Mengatasi dan Membantu Orang yang Melakukan <\/b><b><i>Self Harm<\/i><\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Di balik penyebab-penyebab seperti yang sudah dijelaskan di atas, adapun solusi yang dapat dilakukan untuk membantu orang yang melakukan tindakan <i>self harm<\/i>, yakni sebagai berikut.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Mengetahui_Alasan_atau_Penyebab_Seseorang_Melakukan_Self_Harm\"><\/span><b>1. Mengetahui Alasan atau Penyebab Seseorang Melakukan <\/b><b><i>Self Harm<\/i><\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Sebagai langkah awal, mengetahui penyebab atau alasan orang tersebut melakukan tindakan <i>self harm<\/i> sangatlah penting. Hal itu justru akan mempermudah dalam penyelesaian masalah yang tengah ia hadapi. Dengan begitu, secara tidak langsung kita memperlihatkan rasa simpati dan empati pada dirinya dan mencoba untuk membantu orang tersebut bangkit dari masalah yang sedang ia hadapi.<\/p>\n<h3><\/h3>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Dont_Judge\"><\/span><b><i>2. Don\u2019t Judge<\/i><\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Bagi orang yang melakukan tindakan <i>self <\/i>harm, tentunya ia merasa was-was akan dihakimi, bahkan dinilai buruk oleh orang lain di sekelilingnya. Oleh sebab itu, jangan pernah sekali-sekali untuk menghakimi atau menilai buruk seseorang yang melakukan tindakan <i>self harm<\/i>. Hal itu justru akan membuat dirinya semakin enggan untuk terbuka dan menceritakan masalah yang sedang dihadapinya itu.<\/p>\n<h3><\/h3>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Luangkan_Waktu_untuknya\"><\/span><b>3. Luangkan Waktu untuknya<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Secara umum dan dari banyaknya kasus, orang yang melakukan tindakan <i>self harm<\/i> atau melukai dirinya sendiri hanya membutuhkan waktu kita untuk mendengarkan keluh kesah atas masalah yang sedang ia hadapi.<\/p>\n<p>Oleh sebab itu, pastikan bahwa kita mampu dan siap untuk menjadi tempat curhatan terhadap masalah yang tengah ia hadapi. Berikan keyakinan pada mereka bahwa kita siap untuk membantu mereka.<\/p>\n<p>Kemudian, kita juga bisa menyediakan dan meluangkan waktu untuk dirinya dengan mengajaknya melakukan kegiatan-kegiatan positif secara bersama. Lalu, kita juga bisa meluangkan waktu kita untuk melakukan aktivitas sehari-hari yang digemarinya, serta mencarikan tempat menarik untuk dirinya.<\/p>\n<h3><\/h3>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Membawanya_ke_Psikolog\"><\/span><b>4. Membawanya ke Psikolog<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Sebenarnya ini merupakan langkah atau cara atau solusi yang cukup ampuh untuk dilakukan. Karena pada dasarnya, ia yang melakukan tindakan <i>self harm<\/i> akan membutuhkan orang yang memahami terhadap apa yang sedang ia hadapi.<\/p>\n<p>Apabila kita merasa tidak mampu sebagai tempat dirinya bercerita dan mengeluarkan segala keluh kesahnya atau kita merasa tidak mampu memberikan <i>advice <\/i>untuk dirinya, alangkah baiknya kita membawa dirinya ke seorang psikolog atau terapis. Jangan sampai kita yang tidak paham akan hal tersebut, malah menambahkan masalah pada dirinya.<\/p>\n<p>Terlebih bilamana orang yang melakukan tindakan <i>self harm<\/i> merupakan orang yang memiliki gangguan psikologis atau mental, kita haruslah segera membawa dirinya ke terapis atau psikolog. Dengan begitu, dirinya akan mendapatkan penanganan yang tepat.<\/p>\n<h2><\/h2>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bilamana_Kita_Sendiri_yang_Melakukan_Tindakan_Self_Harm_Bagaimanakah_Solusinya\"><\/span><b><i>Bilamana Kita Sendiri yang Melakukan Tindakan Self Harm, Bagaimanakah Solusinya?<\/i><\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Untuk solusinya memang tidaklah berbeda jauh dengan cara yang kita lakukan terhadap orang yang melakukan tindakan <i>self harm. <\/i>Namun, terkadang hal tersebut sulit dilakukan untuk diri kita sendiri. Hal itu karena memberikan nasihat atau solusi pada orang lain, tak semudah memberikan solusi untuk diri kita sendiri.<\/p>\n<p>Adapun beberapa solusi atau cara yang dapat kita tangani bilamana kita sendiri yang melakukan tindakan <i>self harm<\/i>.<\/p>\n<h3><\/h3>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Kenali_dan_Pahami_Kondisi_Diri\"><\/span><b><\/b><b>1. Kenali dan Pahami Kondisi Diri<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Mencoba untuk memahami situasi dan kondisi diri kita saat ini. Misalnya, apa yang menjadikan kita untuk melakukan tindakan <i>self harm<\/i>. Hal itu bisa disebabkan, misalnya, ada barang-barang atau kesempatan tertentu yang mendukung kita untuk melakukan <i>self harm<\/i>. Oleh karena itu, jauhkan benda tajam dari jangkauan kita, seperti <i>cutter, <\/i>silet, pisau. Kemudian, jangan memberikan peluang atau kesempatan untuk kita melakukan tindakan <i>self harm<\/i>. Kemudian, cobalah untuk melakukan tindakan positif.<\/p>\n<h3><\/h3>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Lakukan_Tindakan_Positif\"><\/span><b><\/b><b>2. Lakukan Tindakan Positif<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Cobalah untuk mengalihkan pikiran kita dari tindakan <i>self harm, <\/i>seperti melakukan aktivitas positif. Hal itu bisa kita lakukan dengan cara mengembangkan bakat yang kita miliki, misal, di bidang olahraga, kesenian, dan lain sebagainya.<\/p>\n<p>Dengan begitu, kita jadi sibuk pada aktivitas positif yang kita lakukan sehingga terhindar pula dari tindakan <i>self harm<\/i>.<\/p>\n<figure class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/cara-melatih-pikiran-dan-tindakan-positif-sehari-hari?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"\" src=\"https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/items\/9786237537908.jpg\" alt=\"Cara Melatih Pikiran dan Tindakan Positif Sehari-Hari\" width=\"576\" height=\"824\" \/><\/a><figcaption class=\"wp-caption-text\">Cara Melatih Pikiran dan Tindakan Positif Sehari-Hari<\/figcaption><\/figure>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/cara-melatih-pikiran-dan-tindakan-positif-sehari-hari?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-10480\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/button.png\" alt=\"tombol beli buku\" width=\"140\" height=\"51\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/08122753\/button.png 140w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/08122753\/button-132x48.png 132w\" sizes=\"(max-width: 140px) 100vw, 140px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Apabila kalian merasa sulit untuk bertindak positif, buku yang ditulis oleh Eliyana Mahameru akan membantu kalian dalam berpikir juga bertindak positif. Karena dengan buku di atas, kita akan belajar bagaimana pikiran kita dapat memengaruhi tubuh agar mampu untuk bergerak dan bertindak positif di kehidupan sehari-sehari sehingga terhindari pula dari tindakan <em>self harm.<\/em><\/p>\n<h3><\/h3>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Refreshing_Diri\"><\/span><b><\/b><b>3<i>. Refreshing <\/i><\/b><b>Diri<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Apabila kita merasa malas untuk melakukan aktivitas seperti yang dijelaskan pada poin sebelumnya, cobalah lakukan aktivitas positif lainnya sebagai bagian dari <i>refreshing<\/i> diri. Hal itu bisa kita lakukan dengan <i>hangout <\/i>bersama teman, <i>staycation<\/i> bersama keluarga, wisata kuliner, dan kegiatan penyegaran lainnya.<\/p>\n<p>Hal itu karena, salah satu penyebab seseorang yang melakukan <i>self harm<\/i> adalah bisa jadi orang tersebut merasa stres hingga depresi karena kurangnya <i>refreshing<\/i>. Maka lakukanlah kegiatan <i>refreshing<\/i> agar terhindar dari stres, depresi, bahkan sampai pada tindakan <i>self harm <\/i>atau menyakiti diri sendiri.<\/p>\n<h3><\/h3>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Mencoba_Berbicara_pada_Orang_yang_Sangat_Dipercaya\"><\/span><b><\/b><b>4. Mencoba Berbicara pada Orang yang Sangat Dipercaya<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Apabila kita mengalami tindakan <i>self harm<\/i>, cobalah untuk mencari dan berbicara pada orang yang kita anggap paling dipercaya. Terkadang, kita memanglah membutuhkan seseorang untuk dijadikan tempat keluh kesah. Meskipun begitu, memang tidak mudah untuk menceritakan semua masalah yang kita alami. Akan tetapi, cobalah untuk menceritakan masalah kita secara perlahan.<\/p>\n<h3><\/h3>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Cari_Bantuan_Mendatangi_Terapis_atau_Konseling\"><\/span><b><\/b><b>5. Cari Bantuan: Mendatangi Terapis atau Konseling<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Apabila kita masih merasa kurang puas, meskipun sudah bercerita dengan orang lain yang kita percayai. Jangan ragu untuk datang ke seorang psikolog untuk berkonsultasi terhadap apa yang sedang kita hadapi. Ceritakan semua hal dan masalah yang sedang kita miliki. Dengan begitu, mereka jadi paham atas masalah kita sehingga mereka juga tahu dan mudah untuk memberikan penanganan lebih lanjut pada kita.<\/p>\n<figure class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/be-free-and-happy-panduan-dan-teknik-terapi-untuk-mencapai-kebebasan-emosi-dan-kebahagiaan?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"\" src=\"https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/items\/9786020524627_be_free_and_happy_-1.jpg\" alt=\"Be Free And Happy : Panduan dan Teknik Terapi untuk Mencapai Kebebasan Emosi dan Kebahagiaan\" width=\"592\" height=\"888\" \/><\/a><figcaption class=\"wp-caption-text\">Be Free And Happy: Panduan dan Teknik Terapi untuk Mencapai Kebebasan Emosi dan Kebahagiaan<\/figcaption><\/figure>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/be-free-and-happy-panduan-dan-teknik-terapi-untuk-mencapai-kebebasan-emosi-dan-kebahagiaan?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-10480\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/button.png\" alt=\"tombol beli buku\" width=\"140\" height=\"51\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/08122753\/button.png 140w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/08122753\/button-132x48.png 132w\" sizes=\"(max-width: 140px) 100vw, 140px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Buku yang berjudul\u00a0<em>Be Free and Happy\u00a0<\/em>di atas tentunya akan memberikan dan menjelaskan panduan serta teknik terapi yang sangat aplikatif untuk kalian yang ingin bebas dari emosi dan mencapai kebahagian. <em>So,<\/em> yuk, gali informasi mengenai bahagia dan cara memperolehnya melalui buku di atas.<\/p>\n<h3><\/h3>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Dekatkan_Diri_Pada_Tuhan_Yang_Maha_Esa\"><\/span><b><\/b><b>6. Dekatkan Diri Pada Tuhan Yang Maha Esa<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Terkadang seseorang melupakan cara ini. Bahkan tak sedikit dari kita yang belum menyadari bahwa bisa saja salah satu penyebab seseorang melakukan <i>self harm<\/i> adalah karena kurang mendekatkan diri pada Tuhan Yang Maha Esa.<\/p>\n<p>Hal itu karena seseorang yang dekat dengan Tuhan Yang Maha Esa, cenderung akan lebih paham bahwa tindakan menyakiti diri sendiri <i>(self harm)<\/i> merupakan tindakan yang dilarang. Terlebih bilamana tindakan <i>self harm<\/i> dapat membuat dirinya celaka, bahkan hingga menyebabkan bunuh diri. Tentu hal tersebut merupakan perbuatan yang dilarang oleh-Nya.<\/p>\n<p>Perbanyaklah berdoa dan mendekatkan diri pada Tuhan Yang Maha Esa karena itu akan membuat hati dan pikiran kita menjadi tenang.<\/p>\n<p>Itulah pembahasan mengenai <i>self harm <\/i>atau tindakan menyakiti diri sendiri, mulai dari pengertian, jenis-jenis, penyebab, dan solusi untuk mengatasinya. Semoga kita semua dapat mengontrol diri dan lebih menjaga orang-orang di sekeliling kita agar terhindar dari perbuatan <i>self harm <\/i>atau menyakiti diri sendiri.<\/p>\n<p>Apabila Grameds tertarik untuk membaca buku-buku mengenai pengembangan diri dan dunia psikologi, Gramedia sebagai #SahabatTanpaBatas selalu menghadirkan buku-buku dan juga <i>e-book<\/i> berkualitas yang dapat kalian beli di<a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/\"> https:\/\/www.gramedia.com\/<\/a> dan<a href=\"https:\/\/ebooks.gramedia.com\/\"> https:\/\/ebooks.gramedia.com\/<\/a>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Penulis<\/b>: Tasya Talitha Nur Aurellia<\/p>\n[vc_row][vc_column width=\"1\/2\"][vc_tta_accordion][vc_tta_section title=\"Kategori Ilmu Berkaitan Psikologi\" tab_id=\"1609657986694-ec9fcf86-8e01\"][vc_column_text]\r\n<ul>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/buku-hrd-manajemen-sdm\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Buku Pedoman HRD &amp; SDM<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/buku-psikologi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Buku Psikologi Best Seller<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/gramedia.com\/best-seller\/buku-psikologi-pendidikan-best-seller\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Buku Psikologi Pendidikan<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/latihan-soal-cpns-online\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Buku Soal CPNS<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/latihan-soal-psikotes-online\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Buku Soal Psikotes<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/soal-psikotes-polri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Soal Psikotes Polri<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/soal-psikotes-tni\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Soal Psikotes TNI<\/a><\/li>\r\n\t\r\n\t\r\n<\/ul>\r\n[\/vc_column_text][\/vc_tta_section][\/vc_tta_accordion][\/vc_column][vc_column width=\"1\/2\"][vc_tta_accordion][vc_tta_section title=\"Artikel Psikologi\" tab_id=\"1609656944148-f362d048-3421\"][vc_column_text]\r\n<ul>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/konvergen\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Berpikir Konvergen<\/a>.<\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-balas-dendam-terbaik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Balas Dendam Terbaik<\/a>.<\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/circle-pertemanan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Circle Pertemanan<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/dark-psychology\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Dark Psychology<\/a>.<\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-menghilangkan-kebiasaan-buruk\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Menghilangkan Kebiasaan Buruk<\/a>.<\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-mengendalikan-emosi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Mengendalikan Emosi Secara Psikologi dan Pandangan Agama<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ciri-masa-pubertas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ciri Masa Pubertas<\/a><\/li> \t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/ekstrovert\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ekstrovert<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/introvert\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Introvert<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/kecemasan-berlebihan-anxiety-disorder\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kecemasan Berlebihan (Anxiety Disorder)<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/kebiasaan-orang-jawa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kebiasaan Orang Jawa<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/kebiasaan-orang-maluku\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kebiasaan Orang Maluku<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/kebiasaan-orang-sunda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kebiasaan Orang Sunda<\/a><\/li>\r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/kecerdasan-emosional\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kecerdasan Emosional<\/a><\/li> \r\n    <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/kenapa-selalu-lapar-meski-sudah-makan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kenapa Selalu Lapar Meski Sudah Makan<\/a><\/li> \r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/kumpulan-kisah-inspiratif-singkat-beserta-pesan-moral\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kisah Inspiratif Singkat<\/a>.<\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/pengertian-emosi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Macam-Macam Emosi<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/merasa-paling-tersakiti\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Merasa Paling Tersakiti<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/pengertian-mind-mapping\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mind Mapping<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perbedaan-psikolog-dan-psikiater\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perbedaan Psikolog dan Psikiater<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/toleransi-dalam-islam\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengertian Toleransi Dalam Islam<\/a><\/li>\r\n \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/toxic-people\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Toxic People<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/toxic-positivity\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Toxic Positivity<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/toxic-family\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Toxic Family<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/elegi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengertian Elegi<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/bullying-di-sekolah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bullying di Sekolah<\/a><\/li>\r\n\r\n\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/tipe-kepribadian-introvert-extrovert-ambivert\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tipe Kepribadian<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/filosofi-stoicism\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Filosofi Stoicism<\/a><\/li> \r\n  \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/pola-pikir\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pola Pikir<\/a><\/li>  \r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/passion\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Passion<\/a><\/li>  \r\n  \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perilaku-asertif-pada-remaja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perilaku Asertif Pada Remaja<\/a><\/li> \r\n  \t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/parenting-anak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Parenting Anak<\/a><\/li>    \r\n\t <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/urutan-zodiak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Urutan Zodiak<\/a><\/li>   \r\n\t <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/zodiak-cancer\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Zodiak Cancer<\/a><\/li>   \t\t\r\n\t <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/urutan-12-shio\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Urutan Shio<\/a><\/li>  \r\n\t <li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/long-distance-relationship\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Long Distance Relationship<\/a><\/li> \r\n\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/pola-hidup-bersih-dan-sehat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pola Hidup Bersih dan Sehat<\/a><\/li> \t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/cara-memanfaatkan-waktu-liburan-sekolah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara memanfaatkan waktu liburan sekolah<\/a><\/li> \t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/hidup-sederhana\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Hidup Sederhana<\/a><\/li> \t\t\t\t \t\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/social-anxiety-disorder\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Social Anxiety Disorder<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fobia-sosial\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Fobia Sosial<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/panic-attack\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Panic Attack<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/gesture\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Gesture<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/dampak-pergaulan-bebas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Dampak Pergaulan Bebas<\/a><\/li>\t\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/love-language\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Love Language<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/penyebab-orang-merasa-iri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Penyebab Orang Merasa Iri<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/tipe-kepribadian-manusia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tipe Kepribadian Manusia<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/sifat-manusia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sifat Manusia<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/social-sinking\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Social Sinking<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-psikologi-tentang-cinta\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Fakta Psikologi Tentang Cinta<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/sandwich-generation\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sandwhich Generation<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/exulansis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Exulansis<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/terapi-kognitif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Terapi Kognitif<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/verbal-abuse\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Verbal Abuse<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/silent-treatment\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Silent Treatment<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/tipe-kepribadian-alpha-beta-omega-gamma-delta-sigma\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">6 Tipe Kepribadian<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perbedaan-psikiater-dan-psikolog\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perbedaan Psikiater dan Psikolog<\/a><\/li>\r\n\t<\/ul>\r\n[\/vc_column_text][\/vc_tta_section][\/vc_tta_accordion][\/vc_column][\/vc_row]\n        <section class=\"sc_fs_faq sc_card\">\n            <div>\n\t\t\t\t<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kenapa_seseorang_bisa_self_harm\"><\/span>Kenapa seseorang bisa self harm?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>                <div>\n\t\t\t\t\t                    <p>\n\t\t\t\t\t\tHal ini dikarenakan orang tersebut ingin meluapkan perasaan yang dimiliki.                    <\/p>\n                <\/div>\n            <\/div>\n        <\/section>\n\t        <section class=\"sc_fs_faq sc_card\">\n            <div>\n\t\t\t\t<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_beda_self_harm_dan_self_injury\"><\/span>Apa beda self harm dan self injury?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>                <div>\n\t\t\t\t\t                    <p>\n\t\t\t\t\t\tSelf harm adalah menyakiti diri sendiri. Self injury adalah melukai diri sendiri                    <\/p>\n                <\/div>\n            <\/div>\n        <\/section>\n\t        <section class=\"sc_fs_faq sc_card\">\n            <div>\n\t\t\t\t<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apakah_self_harm_gangguan_mental\"><\/span>Apakah self harm gangguan mental?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>                <div>\n\t\t\t\t\t                    <p>\n\t\t\t\t\t\tSalah satu penyebab self harm adalah gangguan mental                    <\/p>\n                <\/div>\n            <\/div>\n        <\/section>\n\t\n<script type=\"application\/ld+json\">\n    {\n        \"@context\": \"https:\/\/schema.org\",\n        \"@type\": \"FAQPage\",\n        \"mainEntity\": [\n                    {\n                \"@type\": \"Question\",\n                \"name\": \"Kenapa seseorang bisa self harm?\",\n                \"acceptedAnswer\": {\n                    \"@type\": \"Answer\",\n                    \"text\": \"Hal ini dikarenakan orang tersebut ingin meluapkan perasaan yang dimiliki.\"\n                                    }\n            }\n            ,\t            {\n                \"@type\": \"Question\",\n                \"name\": \"Apa beda self harm dan self injury?\",\n                \"acceptedAnswer\": {\n                    \"@type\": \"Answer\",\n                    \"text\": \"Self harm adalah menyakiti diri sendiri. Self injury adalah melukai diri sendiri\"\n                                    }\n            }\n            ,\t            {\n                \"@type\": \"Question\",\n                \"name\": \"Apakah self harm gangguan mental?\",\n                \"acceptedAnswer\": {\n                    \"@type\": \"Answer\",\n                    \"text\": \"Salah satu penyebab self harm adalah gangguan mental\"\n                                    }\n            }\n            \t        ]\n    }\n<\/script>\n\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Self harm merupakan suatu tindakan atau dorongan untuk menyakiti atau melukai diri yang tentunya akan merugikan dirinya sendiri pula Setiap manusia tentu memiliki masalah yang berbeda-beda. Pun mereka juga mengatasinya dengan cara yang berbeda. Ada yang menangani atau mengatasi masalah tersebut dengan melakukan kegiatan dan aktivitas positif. Namun, ada pula yang malah melampiaskan masalah tersebut [&hellip;] <a class=\"g1-link g1-link-more\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/\">More<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":185533080,"featured_media":13917,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1905],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v17.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa itu Self Harm? Kenali Penyebab Self Harm &amp; Solusinya -<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Apa itu Self Harm? Kenali Penyebab Self Harm &amp; Solusinya dari Gramedia dan rekomendasi buku terkait\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa itu Self Harm? Kenali Penyebab Self Harm &amp; Solusinya -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Apa itu Self Harm? Kenali Penyebab Self Harm &amp; Solusinya dari Gramedia dan rekomendasi buku terkait\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Best Seller Gramedia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-08-24T03:24:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-06-30T01:25:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/23003229\/Self-Harm.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"717\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"R Adinda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"14 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\",\"name\":\"Gramedia\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\",\"sameAs\":[],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"Gramedia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\",\"name\":\"Best Seller Gramedia\",\"description\":\"Inspiration Transformed\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/23003229\/Self-Harm.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/23003229\/Self-Harm.jpg\",\"width\":717,\"height\":500},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/\",\"name\":\"Apa itu Self Harm? Kenali Penyebab Self Harm & Solusinya -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2021-08-24T03:24:44+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-30T01:25:22+00:00\",\"description\":\"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Apa itu Self Harm? Kenali Penyebab Self Harm & Solusinya dari Gramedia dan rekomendasi buku terkait\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa itu Self Harm? Kenali Penyebab Self Harm &#038; Solusinya\"}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/dc19a84f8c9b397f22a3dd35d7c774ab\"},\"headline\":\"Apa itu Self Harm? Kenali Penyebab Self Harm &#038; Solusinya\",\"datePublished\":\"2021-08-24T03:24:44+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-30T01:25:22+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/#webpage\"},\"wordCount\":2591,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/23003229\/Self-Harm.jpg\",\"articleSection\":[\"Buku Psikologi\"],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/dc19a84f8c9b397f22a3dd35d7c774ab\",\"name\":\"R Adinda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/adinda-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/adinda-96x96.jpg\",\"caption\":\"R Adinda\"},\"description\":\"Dunia psikologi memang selalu menarik untuk dibahas. Selain menarik, dunia dengan mengetahui dunia psikologi akan membantu seseorang dalam dalam mengenali dirinya sendiri.\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/author\/r-adinda\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa itu Self Harm? Kenali Penyebab Self Harm & Solusinya -","description":"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Apa itu Self Harm? Kenali Penyebab Self Harm & Solusinya dari Gramedia dan rekomendasi buku terkait","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Apa itu Self Harm? Kenali Penyebab Self Harm & Solusinya -","og_description":"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Apa itu Self Harm? Kenali Penyebab Self Harm & Solusinya dari Gramedia dan rekomendasi buku terkait","og_url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/","og_site_name":"Best Seller Gramedia","article_published_time":"2021-08-24T03:24:44+00:00","article_modified_time":"2023-06-30T01:25:22+00:00","og_image":[{"width":717,"height":500,"url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/23003229\/Self-Harm.jpg","path":"s3apsoutheast1:\/\/wp-best-seller\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/23003229\/Self-Harm.jpg","size":"full","id":13917,"alt":"","pixels":358500,"type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"R Adinda","Estimasi waktu membaca":"14 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization","name":"Gramedia","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/","sameAs":[],"logo":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png","width":512,"height":512,"caption":"Gramedia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo"}},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/","name":"Best Seller Gramedia","description":"Inspiration Transformed","publisher":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/#primaryimage","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/23003229\/Self-Harm.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/23003229\/Self-Harm.jpg","width":717,"height":500},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/#webpage","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/","name":"Apa itu Self Harm? Kenali Penyebab Self Harm & Solusinya -","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/#primaryimage"},"datePublished":"2021-08-24T03:24:44+00:00","dateModified":"2023-06-30T01:25:22+00:00","description":"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Apa itu Self Harm? Kenali Penyebab Self Harm & Solusinya dari Gramedia dan rekomendasi buku terkait","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa itu Self Harm? Kenali Penyebab Self Harm &#038; Solusinya"}]},{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/#webpage"},"author":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/dc19a84f8c9b397f22a3dd35d7c774ab"},"headline":"Apa itu Self Harm? Kenali Penyebab Self Harm &#038; Solusinya","datePublished":"2021-08-24T03:24:44+00:00","dateModified":"2023-06-30T01:25:22+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/#webpage"},"wordCount":2591,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/self-harm\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/23003229\/Self-Harm.jpg","articleSection":["Buku Psikologi"],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/dc19a84f8c9b397f22a3dd35d7c774ab","name":"R Adinda","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#personlogo","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/adinda-96x96.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/adinda-96x96.jpg","caption":"R Adinda"},"description":"Dunia psikologi memang selalu menarik untuk dibahas. Selain menarik, dunia dengan mengetahui dunia psikologi akan membantu seseorang dalam dalam mengenali dirinya sendiri.","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/author\/r-adinda\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13915"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/users\/185533080"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13915"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13915\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21755,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13915\/revisions\/21755"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13917"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13915"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13915"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13915"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}