{"id":13036,"date":"2021-07-13T13:11:25","date_gmt":"2021-07-13T06:11:25","guid":{"rendered":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?p=13036"},"modified":"2021-07-13T13:15:05","modified_gmt":"2021-07-13T06:15:05","slug":"biografi-cak-nun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/biografi-cak-nun\/","title":{"rendered":"Biografi Cak Nun, Mengenal Sosok Budayawan Emha Ainun Nadjib"},"content":{"rendered":"<p><strong>Biografi Cak Nun<\/strong> &#8211; Siapa yang tidak mengenali tokoh budayawan sekaligus sastrawan yang akrab disapa Cak Nun alias Emha Ainun Nadjib di mana pandangan dan karya-karya sastranya telah tersebar dan dikenal secara luas. Melalui karya-karyanya, Cak Nun memiliki penyampaian yang berbeda untuk menyampaikan keresahan hatinya mengenai masalah sosial dan keagamaan.<\/p>\n<p>Tulisannya banyak menginspirasi penggemarnya. Latar belakangnya sebagai seorang budayawan dan pendakwah menjadikan keberadaan Cak Nun sebagai tokoh penting dalam berbagai acara. Dari berbagai acara terutama dalam acara-acara keagamaan dan kebudayaan, Cak Nun memberikan pandangan keagamaan, sosial, dan kebudayaan melalui dialog-dialog yang dilakukannya.<\/p>\n<p>Karena latar belakang yang dimilikinya adalah sebagai pendakwah yang mana Cak Nun juga sempat mengenyam pendidikan di Pondok Modern Darussalam Gontor, menjadikannya lebih dikenal sebagai tokoh keagamaan.<\/p>\n<p>Sebagai seorang yang aktif untuk menyampaikan kajian-kajian keagamaan dan kebudayaan, Cak Nun melalui karyanya juga dikenal sebagai seorang sastrawan. Kata-katanya yang terdapat di dalam karya-karyanya sering dijadikan sebuah konten dalam berbagai media.<\/p>\n<p>Pengalaman hidup yang dilaluinya menjadikan Cak Nun memilih untuk mengandalkan hidupnya sendiri hingga dirinya terkenal sebagai seorang tokoh intelektual muslim di Indonesia. Cak Nun dikenal melalui kritik-kritiknya dalam berbagai bentuk, seperti pada puisi, esai, cerpen, film, drama, lagu, musik, seminar, hingga tayangan video.<\/p>\n<p>Sebagai salah satu bentuk karyanya yaitu bentuk kegelisahan Cak Nun dari adanya pelarangan jilbab oleh pemerintah Orde Baru yang sensitif karena adanya penampakan ekspresi keislaman sehingga pada tahun 1982 pemerintah Orde Baru melarang pemakaiannya di sekolah negeri.<\/p>\n<p>Dari keresahannya tersebut, Emha Ainun Nadjib menuangkannya dalam sebuah karya berupa puisi yang berjudul \u201cLautan Jilbab\u201d. Dari penjelasan di atas, berikut biografi seorang tokoh Emha Ainun Nadjib.<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_17 counter-hierarchy counter-decimal ez-toc-grey\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class=\"ez-toc-list ez-toc-list-level-1\"><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/biografi-cak-nun\/#A_Biografi_Singkat_Cak_Nun_-_Emha_Ainun_Nadjib\" title=\"A. Biografi Singkat Cak Nun &#8211; Emha Ainun Nadjib\">A. Biografi Singkat Cak Nun &#8211; Emha Ainun Nadjib<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/biografi-cak-nun\/#B_Cak_Nun_dan_Kiprahnya_dalam_Kepenulisan\" title=\"B. Cak Nun dan Kiprahnya dalam Kepenulisan\">B. Cak Nun dan Kiprahnya dalam Kepenulisan<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-3\"><li class=\"ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/biografi-cak-nun\/#1_Memberikan_sumbangsih_yang_besar_melalui_tulisan-tulisannya\" title=\"1. Memberikan sumbangsih yang besar melalui tulisan-tulisannya\">1. Memberikan sumbangsih yang besar melalui tulisan-tulisannya<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/biografi-cak-nun\/#2_Aktif_dan_berperan_penting_dalam_berbagai_festival_sastra_dan_lembaga_kebudayaan\" title=\"2. Aktif dan berperan penting dalam berbagai festival sastra dan lembaga kebudayaan\">2. Aktif dan berperan penting dalam berbagai festival sastra dan lembaga kebudayaan<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/biografi-cak-nun\/#3_Beberapa_Buku_Karya_Emha_Ainun_Nadjib\" title=\"3. Beberapa Buku\u00a0 Karya Emha Ainun Nadjib\">3. Beberapa Buku\u00a0 Karya Emha Ainun Nadjib<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-4\"><li class=\"ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/biografi-cak-nun\/#a_Buku_Puisi_Karya_Cak_Nun\" title=\"a. Buku Puisi Karya Cak Nun\">a. Buku Puisi Karya Cak Nun<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/biografi-cak-nun\/#b_Esai_Karya_Cak_Nun\" title=\"b. Esai Karya Cak Nun\">b. Esai Karya Cak Nun<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/biografi-cak-nun\/#c_Buku_Karya_Cak_Nun\" title=\"c. Buku Karya Cak Nun\">c. Buku Karya Cak Nun<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/biografi-cak-nun\/#C_Cak_Nun_dan_Kiprahnya_dalam_Dunia_Teater\" title=\"C. Cak Nun dan Kiprahnya dalam Dunia Teater\">C. Cak Nun dan Kiprahnya dalam Dunia Teater<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/biografi-cak-nun\/#DCak_Nun_Membentuk_Grup_Musik_dan_Kelompok_Kajian\" title=\"D.Cak Nun Membentuk Grup Musik dan Kelompok Kajian\">D.Cak Nun Membentuk Grup Musik dan Kelompok Kajian<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/biografi-cak-nun\/#5_Menjunjung_Pluralisme\" title=\"5. Menjunjung Pluralisme\">5. Menjunjung Pluralisme<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"A_Biografi_Singkat_Cak_Nun_-_Emha_Ainun_Nadjib\"><\/span>A. Biografi Singkat Cak Nun &#8211; Emha Ainun Nadjib<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"size-medium wp-image-13044 aligncenter\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/biografi-cak-nun-300x221.jpg\" alt=\"biografi cak nun\" width=\"300\" height=\"221\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/13130834\/biografi-cak-nun-300x221.jpg 300w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/13130834\/biografi-cak-nun-90x67.jpg 90w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/13130834\/biografi-cak-nun-561x414.jpg 561w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/13130834\/biografi-cak-nun-364x268.jpg 364w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/13130834\/biografi-cak-nun-608x448.jpg 608w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/13130834\/biografi-cak-nun.jpg 700w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>Emha Ainun Nadjib memiliki nama lengkap Muhammad Ainun Nadjib, merupakan salah satu tokoh keagamaan, penyair, dan budayawan yang terkenal. Lahir di Menturo, Sumobito, Jombang, Jawa Timur pada 27 Mei 1953 yang berasal dari pasangan M. A. Lathief dan Halimah dan merupakan putra keempat dari lima belas bersaudara.<\/p>\n<p>Ayahnya merupakan pemimpin lembaga pendidikan dan merupakan pengelola TK sampai SMP. Oleh karena ayah Cak Nun merupakan pemimpin dan pengelola lembaga pendidikan, Cak Nun merasa malu dan memilih untuk masuk ke sekolah dasar negeri yang tempatnya berada di desa tetangga.<\/p>\n<p>Perjalanannya dalam menempuh pendidikan dimulai dari TK, SD, di mana setamat SD, Cak Nun melanjutkan pendidikannya di Pondok Pesantren Modern Gontor Ponorogo. Tetapi dalam perjalanannya menempuh pendidikan non formal ini tidak sampai diselesaikan oleh Cak Nun karena terdapat masalah di mana Cak Nun dituduh menjadi penggerak aksi santri untuk melakukan demonstrasi menentang para guru hingga akhirnya Cak Nun dikeluarkan dari pesantren.<\/p>\n<p>Kemudian dari peristiwa tersebut, Cak Nun memutuskan untuk melanjutkan ke jenjang SMP melalui lembaga pendidikan yang dimiliki oleh ayahnya hingga kemudian Cak Nun mendapatkan ijazah SMP. Selanjutnya, Cak Nun kemudian melanjutkan pendidikannya hingga ke jenjang SMA di SMA Muhammadiyah I Yogyakarta dengan memilih jurusan Paspal.<\/p>\n<p>Tamat dari SMA, Cak Nun kemudian melanjutkan pendidikannya kembali di Fakultas Ekonomi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Tetapi, dalam jenjang perkuliahannya ini, Cak Nun hanya dapat bertahan selama empat bulan dan tidak melanjutkannya karena pada tahun 1974 Cak Nun mendapatkan musibah di mana ayahnya mengalami kecelakaan lalu lintas hingga meninggal.<\/p>\n<p>Kegemaran Cak Nun di bidang teater mengantarkan dirinya untuk mengenal sosok Neneng Suryaningsih hingga Cak Nun dan Neneng kemudian menikah. Neneng Suryaningsih merupakan seorang penari yang berasal dari Lampung. Cak Nun dan Neneng bertemu ketika keduanya sama-sama aktif dalam kegiatan Teater Dinasti, Yogyakarta.<\/p>\n<p>Pada tahun 1979 keduanya dikaruniai seorang anak laki-laki yang diberi nama Sabrang Mowo Damar Panuluh yang merupakan personil dari grup band Letto. Namun, usia pernikahannya dengan Neneng tidak bertahan lama hingga keduanya memutuskan untuk bercerai.<\/p>\n<p>Setelah keduanya berpisah, pada tahun 1995 Cak Nun menikah dengan seorang seniman film, panggung, dan penyanyi yang bernama Novia Kolopaking. Pernikahannya dengan Novia dikaruniai empat anak yaitu Aqiela Fadia Haya, Jembar Tahta Aunillah, Anayallah Rampak Mayesha, dan yang meninggal di dalam kandungan yaitu Ainayya Al-Fatihah.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"B_Cak_Nun_dan_Kiprahnya_dalam_Kepenulisan\"><\/span>B. Cak Nun dan Kiprahnya dalam Kepenulisan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_13042\" aria-describedby=\"caption-attachment-13042\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-13042 size-medium\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/20200527-76-tahun-cak-nun-03-300x300.jpg\" alt=\"cak nun\" width=\"300\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/13130512\/20200527-76-tahun-cak-nun-03-300x300.jpg 300w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/13130512\/20200527-76-tahun-cak-nun-03-1024x1024.jpg 1024w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/13130512\/20200527-76-tahun-cak-nun-03-150x150.jpg 150w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/13130512\/20200527-76-tahun-cak-nun-03-768x768.jpg 768w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/13130512\/20200527-76-tahun-cak-nun-03-192x192.jpg 192w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/13130512\/20200527-76-tahun-cak-nun-03-384x384.jpg 384w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/13130512\/20200527-76-tahun-cak-nun-03-110x110.jpg 110w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/13130512\/20200527-76-tahun-cak-nun-03-220x220.jpg 220w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/13130512\/20200527-76-tahun-cak-nun-03-561x561.jpg 561w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/13130512\/20200527-76-tahun-cak-nun-03-1122x1122.jpg 1122w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/13130512\/20200527-76-tahun-cak-nun-03-364x364.jpg 364w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/13130512\/20200527-76-tahun-cak-nun-03-728x728.jpg 728w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/13130512\/20200527-76-tahun-cak-nun-03-608x608.jpg 608w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/13130512\/20200527-76-tahun-cak-nun-03-758x758.jpg 758w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/13130512\/20200527-76-tahun-cak-nun-03-1152x1152.jpg 1152w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/13130512\/20200527-76-tahun-cak-nun-03.jpg 1280w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-13042\" class=\"wp-caption-text\">Source : caknun.com<\/figcaption><\/figure>\n<p>Awal perjalanannya dalam kepenulisan sudah dimulai sejak akhir tahun 1969. Di mana usia Cak Nun menginjak usia 16 tahun di mana saat itu Cak Nun meninggalkan pendidikan pesantrennya dan melanjutkan pendidikannya di SMA Muhammadiyah I Yogyakarta.<\/p>\n<p>Kemudian pada tahun 1975 karya-karyanya telah dibukukan. Tulisan-tulisannya telah dibukukan dalam berbagai jenis karya sastra seperti puisi, cerpen, naskah drama, esai, quotes, transkrip, hingga wawancara. Berikut perjalanan prestasi Cak Nun dalam ranah sastra.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Memberikan_sumbangsih_yang_besar_melalui_tulisan-tulisannya\"><\/span>1. Memberikan sumbangsih yang besar melalui tulisan-tulisannya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Pada tahun 1980 hingga 1990 dengan rentang waktu 20 sampai 30 tahun setelahnya, bukunya masih terus diterbitkan karena dinilai masih kontekstual dengan situasi dan kondisi kehidupan di Indonesia.<\/p>\n<p>Karya-karyanya tersebut banyak terbit dan tersebar di majalah Tempo, Basis, Horison, Tifa Sastra, Mimbar, Pandji Masjarakat, Budaja Djaja, Dewan Sastera (Malaysia), dan Zaman.<\/p>\n<p>Tak hanya di majalah, karyanya juga terbit sebagai rubrik kolom dan tersebar di surat kabar yakni di Republika, Sinar Harapan, Kompas, Berita Buana, Kedaulatan Rakyat, Berita Nasional, Masa Kini, Berita Yudha, Haluan, Suara Karya, Suara Pembaruan, dan Surabaya Post.<\/p>\n<p>Dari kumpulan karyanya tersebut menghasilkan buku yang berupa kumpulan esainya yang masuk ke dalam kategori sosial dan budaya.<\/p>\n<p>Konsistensinya berkiprah di dalam dunia sastra dimulainya sejak muda di mana Cak Nun bergabung dengan kelompok diskusi dan studi sastra pada tahun 1970 yang dipimpin oleh Umbu Landu Paranggi, Persada Studi Klub (PSK), di bawah Mingguan Pelopor Yogyakarta.<\/p>\n<p>Kegiatannya tersebut dimulai ketika Cak Nun menulis puisi di harian Masa Kini dan Berita Nasional. Tak hanya itu, Cak Nun juga menulis puisi di Majalah Muhibbah yang mana merupakan majalah terbitan UII Yogyakarta dan menulis cerpen di Minggu Pagi dan MIDI.<\/p>\n<p>Dari perjalanannya tersebut, Cak Nun kemudian banyak menerbitkan puisinya di media massa terbitan Jakarta seperti Horison. Ketidakpuasannya membuat Cak Nun menghasilkan sajak dan cerpen ringan yang kemudian berlanjut menulis esai, kritik drama, resensi film, dan pembahasan mengenai pameran lukisan. Cak Nun menggunakan nama samaran Joko Umbaran atau Kusuma Tedja dalam tulisan-tulisannya.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Aktif_dan_berperan_penting_dalam_berbagai_festival_sastra_dan_lembaga_kebudayaan\"><\/span>2. Aktif dan berperan penting dalam berbagai festival sastra dan lembaga kebudayaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Pada tahun 1975, Cak Nun mengikuti sebuah Festival Puisi 1975 di Jakarta dan diundang dalam Festival Puisi Asean 1978. Cak Nun juga pernah mengikuti lokakarya teater di Filipina pada tahun 1980, International Writing Program di Lowa University Amerika Serikat pada tahun 1984, Festival Penyair Internasional di Rotterdam Belanda pada tahun 1984, Festival Horizonte &gt;III di Berlin, Jerman pada tahun 1985, dan berbagai pertemuan sastra dan kebudayaan sejenisnya.<\/p>\n<p>Cak Nun pernah menjadi redaktur kebudayaan di harian Masa Kini sampai pada tahun 1977 dan menjadi pemimpin Teater Dinasti, Yogyakarta. Selain itu, Cak Nun juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Dewan Kesenian Yogyakarta.<\/p>\n<p>Tak hanya itu, Cak Nun juga ikut menangani Yayasan Pengembangan Masyarakat Al-Muhammady di Jombang yang bergerak di bidang pendidikan, sosial ekonomi, dan sosial budaya. Tak berhenti di situ, Cak Nun membentuk sebuah komunitas yang diberi nama \u201cKomunitas Padhang Mbulan\u201d pada tahun 1995.<\/p>\n<p>Komunitas tersebut dibentuk untuk membentuk sebuah kelompok pengajar. Cak Nun juga berkiprah dalam Yayasan Ababil di Yogyakarta yang menyediakan tenaga advokasi pengembangan masyarakat dan penciptaan tenaga kerja.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Beberapa_Buku_Karya_Emha_Ainun_Nadjib\"><\/span>3. Beberapa Buku\u00a0 Karya Emha Ainun Nadjib<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Berikut rentetan karya Emha Ainun Nadjib.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"a_Buku_Puisi_Karya_Cak_Nun\"><\/span>a. Buku Puisi Karya Cak Nun<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>\u201cM\u201d Frustasi (1976); Sajak-Sajak Sepanjang Jalan (1978); Sajak-Sajak Cinta (1978); Nyanyian Gelandangan (1982); 99 Untuk Tuhanku (1983); Suluk Pesisiran (1989); Lautan Jilbab (1989); Seribu Masjid Satu Jumlahnya (1990); Cahaya Maha Cahaya (1991); Sesobek Buku Harian Indonesia (1993); Abracadabra (1994); dan Syair Asmaul Husna (1994).<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"b_Esai_Karya_Cak_Nun\"><\/span>b. Esai Karya Cak Nun<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Dari Pojok Sejarah (1985); Sastra Yang Membebaskan (1985); Indonesia Bagian Penting dari Desa Saya (1994); Tuhanpun Berpuasa (1995); 2,5 Jam Bersama Soeharto (1998); Segitiga Cinta (2001); Trilogi Kumpulan Puisi (2001); Ziarah Pemilu, Ziarah Politik, Ziarah Kebangsaan (1998); Ziarah Kebangsaan (1998).<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"c_Buku_Karya_Cak_Nun\"><\/span>c. Buku Karya Cak Nun<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n[vc_row][vc_column][vc_empty_space][\/vc_column][\/vc_row][vc_row gap=\"35\"][vc_column width=\"1\/4\"][vc_single_image source=\"external_link\" external_img_size=\"300x400\" alignment=\"center\" custom_src=\"https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/items\/Mbah_Nun_Bertutur.jpg\"][vc_custom_heading text=\"Mbah Nun Bertutur\r\n\" font_container=\"tag:p|text_align:center\" google_fonts=\"font_family:Playfair%20Display%3Aregular%2Citalic%2C700%2C700italic%2C900%2C900italic|font_style:400%20regular%3A400%3Anormal\"][vc_btn title=\"Lihat Buku\" color=\"sky\" align=\"center\" link=\"url:https%3A%2F%2Fwww.gramedia.com%2Fproducts%2Fmbah-nun-bertutur%3Futm_source%3Dbestseller%26utm_medium%3Dbestsellerbuku%26utm_campaign%3Dseo%26utm_content%3DBestSellerBuku||target:%20_blank|\"][\/vc_column][vc_column width=\"1\/4\"][vc_single_image source=\"external_link\" external_img_size=\"300x400\" alignment=\"center\" custom_src=\"https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/items\/9786232422209_2021.02.25_KALAU_KAMU_IKAN_JANGAN_IKUT_LOMBA_TERBANG.png\"][vc_custom_heading text=\"Kalau Kamu Ikan Jangan Ikut Lomba Terbang\r\n\" font_container=\"tag:p|text_align:center\" google_fonts=\"font_family:Playfair%20Display%3Aregular%2Citalic%2C700%2C700italic%2C900%2C900italic|font_style:400%20regular%3A400%3Anormal\"][vc_btn title=\"Lihat Buku\" color=\"sky\" align=\"center\" link=\"url:https%3A%2F%2Fwww.gramedia.com%2Fproducts%2Fkalau-kamu-ikan-jangan-ikut-lomba-terbang%3Futm_source%3Dbestseller%26utm_medium%3Dbestsellerbuku%26utm_campaign%3Dseo%26utm_content%3DBestSellerBuku||target:%20_blank|\"][\/vc_column][vc_column width=\"1\/4\"][vc_single_image source=\"external_link\" external_img_size=\"300x400\" alignment=\"center\" custom_src=\"https:\/\/ebooks.gramedia.com\/ebook-covers\/31960\/general_small_covers\/ID_KPB2016MTH03BKCEANB_S.jpg\"][vc_custom_heading text=\"BH - Kumpulan Cerpen Emha Ainun Nadjib (Cover Baru)\r\n\" font_container=\"tag:p|text_align:center\" google_fonts=\"font_family:Playfair%20Display%3Aregular%2Citalic%2C700%2C700italic%2C900%2C900italic|font_style:400%20regular%3A400%3Anormal\"][vc_btn title=\"Lihat Buku\" color=\"sky\" align=\"center\" link=\"url:https%3A%2F%2Fwww.gramedia.com%2Fproducts%2Fconf-bh-kumpulan-cerpen-emha-ainun-nadjib-cover-baru%3Futm_source%3Dbestseller%26utm_medium%3Dbestsellerbuku%26utm_campaign%3Dseo%26utm_content%3DBestSellerBuku||target:%20_blank|\"][\/vc_column][vc_column width=\"1\/4\"][vc_single_image source=\"external_link\" external_img_size=\"300x400\" alignment=\"center\" custom_src=\"https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/items\/9786024410100_Semesta-Emha-Ainun-Nadjib.jpg\"][vc_custom_heading text=\"Semesta Emha Ainun Nadjib\r\n\" font_container=\"tag:p|text_align:center\" google_fonts=\"font_family:Playfair%20Display%3Aregular%2Citalic%2C700%2C700italic%2C900%2C900italic|font_style:400%20regular%3A400%3Anormal\"][vc_btn title=\"Lihat Buku\" color=\"sky\" align=\"center\" link=\"||target:%20_blank|\"][\/vc_column][\/vc_row][vc_row gap=\"35\"][vc_column width=\"1\/4\"][vc_single_image source=\"external_link\" external_img_size=\"300x400\" alignment=\"center\" custom_src=\"https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/items\/emha-19_2611_PO-2.jpg\"][vc_custom_heading text=\"Rahman Rahim Cinta\r\n\" font_container=\"tag:p|text_align:center\" google_fonts=\"font_family:Playfair%20Display%3Aregular%2Citalic%2C700%2C700italic%2C900%2C900italic|font_style:400%20regular%3A400%3Anormal\"][vc_btn title=\"Lihat Buku\" color=\"sky\" align=\"center\" link=\"url:https%3A%2F%2Fwww.gramedia.com%2Fproducts%2Frahman-rahim-cinta%3Futm_source%3Dbestseller%26utm_medium%3Dbestsellerbuku%26utm_campaign%3Dseo%26utm_content%3DBestSellerBuku||target:%20_blank|\"][\/vc_column][vc_column width=\"1\/4\"][vc_single_image source=\"external_link\" external_img_size=\"300x400\" alignment=\"center\" custom_src=\"https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/items\/9786022917540.jpg\"][vc_custom_heading text=\"Indonesia Bagian Dari Desa Saya\r\n\" font_container=\"tag:p|text_align:center\" google_fonts=\"font_family:Playfair%20Display%3Aregular%2Citalic%2C700%2C700italic%2C900%2C900italic|font_style:400%20regular%3A400%3Anormal\"][vc_btn title=\"Lihat Buku\" color=\"sky\" align=\"center\" link=\"url:https%3A%2F%2Fwww.gramedia.com%2Fproducts%2Findonesia-bagian-dari-desa-saya-1%3Futm_source%3Dbestseller%26utm_medium%3Dbestsellerbuku%26utm_campaign%3Dseo%26utm_content%3DBestSellerBuku||target:%20_blank|\"][\/vc_column][vc_column width=\"1\/4\"][vc_single_image source=\"external_link\" external_img_size=\"300x400\" alignment=\"center\" custom_src=\"https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/items\/Apa_yang_Benar_Bukan_Siapa_yang_Benar.jpg\"][vc_custom_heading text=\"Apa yang Benar, Bukan Siapa yang Benar\r\n\" font_container=\"tag:p|text_align:center\" google_fonts=\"font_family:Playfair%20Display%3Aregular%2Citalic%2C700%2C700italic%2C900%2C900italic|font_style:400%20regular%3A400%3Anormal\"][vc_btn title=\"Lihat Buku\" color=\"sky\" align=\"center\" link=\"url:https%3A%2F%2Fwww.gramedia.com%2Fproducts%2Findonesia-bagian-dari-desa-saya-1%3Futm_source%3Dbestseller%26utm_medium%3Dbestsellerbuku%26utm_campaign%3Dseo%26utm_content%3DBestSellerBuku||target:%20_blank|\"][\/vc_column][vc_column width=\"1\/4\"][vc_single_image source=\"external_link\" external_img_size=\"300x400\" alignment=\"center\" custom_src=\"https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/items\/Cover_buku_Lockdown_309_tahun__w149_hauto.png\"][vc_custom_heading text=\"Lockdown 309 Tahun\r\n\" font_container=\"tag:p|text_align:center\" google_fonts=\"font_family:Playfair%20Display%3Aregular%2Citalic%2C700%2C700italic%2C900%2C900italic|font_style:400%20regular%3A400%3Anormal\"][vc_btn title=\"Lihat Buku\" color=\"sky\" align=\"center\" link=\"url:https%3A%2F%2Fwww.gramedia.com%2Fproducts%2Flockdown-309-tahun%3Futm_source%3Dbestseller%26utm_medium%3Dbestsellerbuku%26utm_campaign%3Dseo%26utm_content%3DBestSellerBuku||target:%20_blank|\"][\/vc_column][\/vc_row]\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"C_Cak_Nun_dan_Kiprahnya_dalam_Dunia_Teater\"><\/span>C. Cak Nun dan Kiprahnya dalam Dunia Teater<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Perannya untuk karya seni teater cukup memberi prestasi. Cak Nun memberikan peran aktif dalam kehidupan multi kesenian di Yogyakarta. Di mana Cak Nun pernah berkecimpung di dunia teater bersama Halim HD, menjadi networker kesenian melalui Sanggarbambu, dan aktif dalam Teater Dinasti.<\/p>\n<p>Perannya dalam Teater Dinasti menghasilkan beberapa repertoar dan pementasan drama yang mana di antaranya yaitu:<br \/>\n1) Geger Wong Ngoyak Macan (Tahun 1989 mengenai pemerintahan Soeharto).<br \/>\n2) Patung Kekasih (Tahun 1989 mengenai pengkultusan).<br \/>\n3) Keajaiban Lik Par (Tahun 1980 mengenai eksploitasi rakyat oleh berbagai institusi modern).<br \/>\n4) Mas Dukun (Tahun 1982 mengenai gagalnya lembaga kepemimpinan modern).<\/p>\n<p>Sedangkan perannya dalam Teater Salahudin menghasilkan pentas yang berjudul Santri-Santri Khidhir pada tahun 1990, yang mana diperankan oleh Cak Nun di Lapangan Gontor dengan seluruh santri dan dihadiri 35.000 penonton di Alun-Alun Madiun.<\/p>\n<p>Selain itu, Cak Nun mementaskan teaternya kembali dengan judul Lautan Jilbab pada tahun 1990 yang mana dipentaskan secara massal di Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar.<\/p>\n<p>Juga pentas lainnya yaitu yang berjudul Kiai Sableng dan Baginda Faruq pada tahun 1993, Perahu Retak pada tahun 1992 mengenai Indonesia pada zaman Orde Baru yang digambarkan lewat situasi konflik Pra-Kerajaan Mataram di mana naskah teaternya ini dijadikan buku dan diterbitkan oleh Graha Pustaka.<\/p>\n<p>Pentas teater lainnya yaitu Di Samping Sidang Para Setan, Pak Kanjeng, dan Duta Dari Masa Depan. Tentunya dari keseluruhan tersebut menghantarkan Cak Nun sampai ke kiprahnya saat ini.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"DCak_Nun_Membentuk_Grup_Musik_dan_Kelompok_Kajian\"><\/span>D.Cak Nun Membentuk Grup Musik dan Kelompok Kajian<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-13043 size-full aligncenter\" src=\"https:\/\/sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/cak-nun.jpg\" alt=\"cak nun\" width=\"768\" height=\"432\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/13130528\/cak-nun.jpg 768w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/13130528\/cak-nun-300x169.jpg 300w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/13130528\/cak-nun-192x108.jpg 192w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/13130528\/cak-nun-384x216.jpg 384w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/13130528\/cak-nun-364x205.jpg 364w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/13130528\/cak-nun-728x409.jpg 728w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/13130528\/cak-nun-561x316.jpg 561w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/13130528\/cak-nun-608x342.jpg 608w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/13130528\/cak-nun-758x426.jpg 758w\" sizes=\"(max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><\/p>\n<p>Tak berhenti di ranah tulis-menulis dan teater, Cak Nun mengembangkan ke ranah musik. Dengan berkolaborasi bersama kelompok musik Gamelan Kiai Kanjeng dan menghasilkan album perdananya yang rilis pada tahun 1995. Dengan lagu andalan Tombo Ati di album yang bertajuk Kado Muhammad.<\/p>\n<p>Cak Nun membuat sebuah wadah untuk menampung permintaan dialog dan diskusi dari masyarakat yang diberi nama Pengajian Padhang Mbulan. Wadah diskusi ini diadakan setiap bulan di kampung halamannya.<\/p>\n<p>Sebenarnya ide untuk membuat kelompok diskusi dan kajian ini berawal dari agenda keluarganya, tetapi kemudian forum diskusi dan kajian tersebut meluas ke masyarakat. Bertahap dari langkah awal tersebut, forum diskusi dan kajian yang dikembangkan oleh Cak Nun bertransformasi menjadi Jamaah Maiyah.<\/p>\n<p>Forum tersebut kemudian dijadikan oleh Cak Nun dan para pengurusnya menjadi tempat untuk berdiskusi mengenai memberikan solusi dari adanya masalah sosial.<\/p>\n<p>Jamaah Maiyah pertama kali dilaksanakan di Jakarta dan semakin meluas di berbagai kota di Indonesia. Dari berbagai macam namanya yang berbeda-beda di tiap wilayah seperti Tombo Ati di Surakarta, Paparandang Ate di Sulawesi Selatan, Bangbang Wetan di Surabaya, dan Mocopat Syafaat di Yogyakarta.<\/p>\n<p>Berperan aktif dalam segala hal baik menjadi pembicara dan narasumber di berbagai acara membuat Cak Nun banyak menghabiskan waktu untuk berkeliling ke berbagai daerah di Indonesia. Dari kegiatannya tersebut, Cak Nun selalu ditemani oleh kelompok music Gamelan Kyai Kanjeng. Tak hanya itu, Cak Nun juga menyampaikan kajian islami di acara lain.<\/p>\n<p>Dari sosoknya yang mampu memberikan banyak manfaat melalui kajian-kajiannya yang disampaikan, terhitung rata-rata dalam satu bulan Cak Nun mengisi acara-acara tersebut mencapai lima belas kali.<\/p>\n<p>Dari perannya tersebut, Cak Nun berusaha untuk melakukan dekonstruksi pemahaman terhadap cara berpikir, metode hubungan cultural, pola komunikasi, dan nilai dalam masyarakat.<\/p>\n<p>Di dalam acaranya, sholawatan menjadi satu agenda wajib. Tak hanya forum kajian dan diskusi yang diadakan, Cak Nun juga mengadakan workshop kecil bagi mereka yang datang dan ikut dalam acara Sinau Bareng.<\/p>\n<p>Dengan dibantu oleh para penabuh Gamelan Kiai Kanjeng, mereka yang datang diajak naik ke panggung untuk menyanyikan tembang dan melestarikan budaya melalui permainan tradisional. Kegiatan yang dilakukan oleh Cak Nun tersebut sering disebut sebagai dakwah secara kultural.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Menjunjung_Pluralisme\"><\/span>5. Menjunjung Pluralisme<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Saat Cak Nun bersama Grup Musik Kyai Kanjeng sedang bershalawat dengan gaya gospel yang kuat dan diiringi musik gamelan kontemporer di hadapan jamaah yang berkumpul di depan panggung Masjid Cut Meutia dengan balutan busana yang serba putih, dirinya menyampaikan ujaran, \u201cTidak ada lagu Kristen, tidak ada lagu Islam.<\/p>\n<p>Saya bukan bernyanyi, saya bershalawat.\u201d Dari ujarannya tersebut dapat dilihat bahwa tampaknya Cak Nun berusaha untuk memperbaiki cara berpikir masyarakat mengenai pemahaman agama.<\/p>\n<p>Tak hanya itu, Cak Nun juga menyampaikan hal-hal yang kontroversial. Sejatinya, di dalam berbagai komunitas yang dibentuknya, oase pikiran yang muncul dari ujarannya membantu menyegarkan hati dan pikiran. Cak Nun selalu menyampaikan dalam forum kajiannya dan komunitasnya mengenai pluralisme.<\/p>\n<p>Menurut Cak Nun sejak zaman Majapahit tidak pernah ada masalah dengan pluralisme yang mana Cak Nun memberikan ujaran pendapatnya bahwa,<\/p>\n<p><em>\u201c Sejak zaman nenek moyang, bangsa ini sudah plural dan bisa hidup rukun. <\/em><em>Mungkin sekarang ada intervensi dari negara luar.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Cak Nun berpendapat bahwa pluralisme bukanlah menganggap semua agama adalah sama. Islam berbeda dengan Kristen, Budha, Katolik, dan Hindu. Sebagaimana ujaran pendapatnya,<em> \u201cTidak bisa disamakan, yang beda biarlah berbeda. Kita harus menghargai itu semua.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Baca juga artikel terkait <strong>&#8220;Biografi Cak Nun&#8221;<\/strong> berikut ini :<\/p>\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/biografi-ki-hajar-dewantara\/\">Biografi Ki Hajar Dewantara<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/biografi-bob-sadino\/\">Biografi Bob Sadino<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mark-manson-motivator-yang-bodo-amat\/\">Biografi Mark Manson<\/a><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Biografi Cak Nun &#8211; Siapa yang tidak mengenali tokoh budayawan sekaligus sastrawan yang akrab disapa Cak Nun alias Emha Ainun Nadjib di mana pandangan dan karya-karya sastranya telah tersebar dan dikenal secara luas. Melalui karya-karyanya, Cak Nun memiliki penyampaian yang berbeda untuk menyampaikan keresahan hatinya mengenai masalah sosial dan keagamaan. Tulisannya banyak menginspirasi penggemarnya. Latar [&hellip;] <a class=\"g1-link g1-link-more\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/biografi-cak-nun\/\">More<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":185532994,"featured_media":13044,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1924],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v17.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Biografi Cak Nun, Mengenal Sosok Budayawan Emha Ainun Nadjib<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Ingin lebih mengenal sosok Emha Ainun Nadjib? Berikut ini biografi singkat cak nun, kisahnya dalam dunia sastra hingga sebagai tokoh maiyah..\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/biografi-cak-nun\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Biografi Cak Nun, Mengenal Sosok Budayawan Emha Ainun Nadjib\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ingin lebih mengenal sosok Emha Ainun Nadjib? Berikut ini biografi singkat cak nun, kisahnya dalam dunia sastra hingga sebagai tokoh maiyah..\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/biografi-cak-nun\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Best Seller Gramedia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-07-13T06:11:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-07-13T06:15:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/13130834\/biografi-cak-nun.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"700\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"516\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ahmad\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\",\"name\":\"Gramedia\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\",\"sameAs\":[],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"Gramedia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\",\"name\":\"Best Seller Gramedia\",\"description\":\"Inspiration Transformed\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/biografi-cak-nun\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/13130834\/biografi-cak-nun.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/13130834\/biografi-cak-nun.jpg\",\"width\":700,\"height\":516},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/biografi-cak-nun\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/biografi-cak-nun\/\",\"name\":\"Biografi Cak Nun, Mengenal Sosok Budayawan Emha Ainun Nadjib\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/biografi-cak-nun\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2021-07-13T06:11:25+00:00\",\"dateModified\":\"2021-07-13T06:15:05+00:00\",\"description\":\"Ingin lebih mengenal sosok Emha Ainun Nadjib? Berikut ini biografi singkat cak nun, kisahnya dalam dunia sastra hingga sebagai tokoh maiyah..\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/biografi-cak-nun\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/biografi-cak-nun\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/biografi-cak-nun\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Biografi Cak Nun, Mengenal Sosok Budayawan Emha Ainun Nadjib\"}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/biografi-cak-nun\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/biografi-cak-nun\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/024a18e1fba69e46f711e0487d9106b4\"},\"headline\":\"Biografi Cak Nun, Mengenal Sosok Budayawan Emha Ainun Nadjib\",\"datePublished\":\"2021-07-13T06:11:25+00:00\",\"dateModified\":\"2021-07-13T06:15:05+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/biografi-cak-nun\/#webpage\"},\"wordCount\":1995,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/biografi-cak-nun\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/13130834\/biografi-cak-nun.jpg\",\"articleSection\":[\"Biografi\"],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/024a18e1fba69e46f711e0487d9106b4\",\"name\":\"Ahmad\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/afbbf4436c539f26bf1d6d05639ac8ce?s=96&d=identicon&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/afbbf4436c539f26bf1d6d05639ac8ce?s=96&d=identicon&r=g\",\"caption\":\"Ahmad\"},\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/author\/rahmad\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Biografi Cak Nun, Mengenal Sosok Budayawan Emha Ainun Nadjib","description":"Ingin lebih mengenal sosok Emha Ainun Nadjib? Berikut ini biografi singkat cak nun, kisahnya dalam dunia sastra hingga sebagai tokoh maiyah..","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/biografi-cak-nun\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Biografi Cak Nun, Mengenal Sosok Budayawan Emha Ainun Nadjib","og_description":"Ingin lebih mengenal sosok Emha Ainun Nadjib? Berikut ini biografi singkat cak nun, kisahnya dalam dunia sastra hingga sebagai tokoh maiyah..","og_url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/biografi-cak-nun\/","og_site_name":"Best Seller Gramedia","article_published_time":"2021-07-13T06:11:25+00:00","article_modified_time":"2021-07-13T06:15:05+00:00","og_image":[{"width":700,"height":516,"url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/13130834\/biografi-cak-nun.jpg","path":"s3apsoutheast1:\/\/wp-best-seller\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/13130834\/biografi-cak-nun.jpg","size":"full","id":13044,"alt":"","pixels":361200,"type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Ahmad","Estimasi waktu membaca":"10 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization","name":"Gramedia","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/","sameAs":[],"logo":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png","width":512,"height":512,"caption":"Gramedia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo"}},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/","name":"Best Seller Gramedia","description":"Inspiration Transformed","publisher":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/biografi-cak-nun\/#primaryimage","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/13130834\/biografi-cak-nun.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/13130834\/biografi-cak-nun.jpg","width":700,"height":516},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/biografi-cak-nun\/#webpage","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/biografi-cak-nun\/","name":"Biografi Cak Nun, Mengenal Sosok Budayawan Emha Ainun Nadjib","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/biografi-cak-nun\/#primaryimage"},"datePublished":"2021-07-13T06:11:25+00:00","dateModified":"2021-07-13T06:15:05+00:00","description":"Ingin lebih mengenal sosok Emha Ainun Nadjib? Berikut ini biografi singkat cak nun, kisahnya dalam dunia sastra hingga sebagai tokoh maiyah..","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/biografi-cak-nun\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/biografi-cak-nun\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/biografi-cak-nun\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Biografi Cak Nun, Mengenal Sosok Budayawan Emha Ainun Nadjib"}]},{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/biografi-cak-nun\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/biografi-cak-nun\/#webpage"},"author":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/024a18e1fba69e46f711e0487d9106b4"},"headline":"Biografi Cak Nun, Mengenal Sosok Budayawan Emha Ainun Nadjib","datePublished":"2021-07-13T06:11:25+00:00","dateModified":"2021-07-13T06:15:05+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/biografi-cak-nun\/#webpage"},"wordCount":1995,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/biografi-cak-nun\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/13130834\/biografi-cak-nun.jpg","articleSection":["Biografi"],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/024a18e1fba69e46f711e0487d9106b4","name":"Ahmad","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#personlogo","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/afbbf4436c539f26bf1d6d05639ac8ce?s=96&d=identicon&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/afbbf4436c539f26bf1d6d05639ac8ce?s=96&d=identicon&r=g","caption":"Ahmad"},"url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/author\/rahmad\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13036"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/users\/185532994"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13036"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13036\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13047,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13036\/revisions\/13047"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13044"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13036"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13036"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13036"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}