{"id":105850,"date":"2026-10-13T10:15:30","date_gmt":"2026-10-13T03:15:30","guid":{"rendered":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/?p=105850"},"modified":"2026-10-13T10:15:30","modified_gmt":"2026-10-13T03:15:30","slug":"mengenal-mata-siklon","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mengenal-mata-siklon\/","title":{"rendered":"Mata Siklon: Mengenal Bagian Unik di Tengah Badai Tropis\u00a0dan Faktanya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>mata siklon<\/strong> &#8211; Ketika sebuah siklon tropis berkembang menjadi badai besar, ada satu bagian yang justru memiliki kondisi berbeda dari wilayah di sekitarnya. Di tengah pusaran awan dan angin yang kuat, terdapat area yang dikenal sebagai mata siklon atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">eye of the storm<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Bagian ini berada di pusat sistem dan dapat memiliki kondisi yang relatif lebih tenang dibandingkan area badai di sekelilingnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, ketenangan tersebut bukan berarti mata siklon merupakan bagian yang aman. Di sekelilingnya terdapat wilayah dengan aktivitas cuaca yang sangat intens, sementara kondisi di dalam mata siklon juga dapat berubah seiring perkembangan badai. Lantas, apa sebenarnya mata siklon, bagaimana bagian ini terbentuk, dan mengapa kondisi di dalamnya bisa berbeda dari wilayah di sekitarnya? Yuk, kenali lebih jauh fenomena unik yang terdapat di pusat siklon tropis ini.<\/span><\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_17 counter-hierarchy counter-decimal ez-toc-grey\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class=\"ez-toc-list ez-toc-list-level-1\"><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mengenal-mata-siklon\/#Apa_Itu_Mata_Siklon\" title=\"Apa Itu Mata Siklon?\">Apa Itu Mata Siklon?<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-4\"><li class=\"ez-toc-heading-level-4\"><ul class=\"ez-toc-list-level-4\"><li class=\"ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mengenal-mata-siklon\/#1_Pengertian\" title=\"1. Pengertian\">1. Pengertian<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mengenal-mata-siklon\/#2_Di_Mana_Letaknya\" title=\"2. Di Mana Letaknya?\">2. Di Mana Letaknya?<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mengenal-mata-siklon\/#3_Mengapa_Mata_Siklon_Terlihat_Lebih_Tenang\" title=\"3. Mengapa Mata Siklon Terlihat Lebih Tenang?\">3. Mengapa Mata Siklon Terlihat Lebih Tenang?<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mengenal-mata-siklon\/#Bagaimana_Mata_Siklon_Terbentuk\" title=\"Bagaimana Mata Siklon Terbentuk?\">Bagaimana Mata Siklon Terbentuk?<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-4\"><li class=\"ez-toc-heading-level-4\"><ul class=\"ez-toc-list-level-4\"><li class=\"ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mengenal-mata-siklon\/#1_Pergerakan_Udara_Menuju_Pusat_Siklon\" title=\"1. Pergerakan Udara Menuju Pusat Siklon\">1. Pergerakan Udara Menuju Pusat Siklon<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mengenal-mata-siklon\/#2_Udara_Turun_di_Bagian_Tengah\" title=\"2. Udara Turun di Bagian Tengah\">2. Udara Turun di Bagian Tengah<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mengenal-mata-siklon\/#3_Peran_Dinding_Mata_dalam_Pembentukan_Mata_Siklon\" title=\"3. Peran Dinding Mata dalam Pembentukan Mata Siklon\">3. Peran Dinding Mata dalam Pembentukan Mata Siklon<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mengenal-mata-siklon\/#4_Seperti_Apa_Kondisi_di_Dalam_Mata_Siklon\" title=\"4. Seperti Apa Kondisi di Dalam Mata Siklon?\">4. Seperti Apa Kondisi di Dalam Mata Siklon?<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mengenal-mata-siklon\/#Apa_Itu_Dinding_Mata_Siklon\" title=\"Apa Itu Dinding Mata Siklon?\">Apa Itu Dinding Mata Siklon?<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-4\"><li class=\"ez-toc-heading-level-4\"><ul class=\"ez-toc-list-level-4\"><li class=\"ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mengenal-mata-siklon\/#1_Mengenal_Eyewall\" title=\"1. Mengenal Eyewall\">1. Mengenal Eyewall<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mengenal-mata-siklon\/#2_Mengapa_Dinding_Mata_Justru_Sangat_Berbahaya\" title=\"2. Mengapa Dinding Mata Justru Sangat Berbahaya?\">2. Mengapa Dinding Mata Justru Sangat Berbahaya?<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mengenal-mata-siklon\/#3_Perbedaan_Mata_Siklon_dan_Dinding_Mata\" title=\"3. Perbedaan Mata Siklon dan Dinding Mata\">3. Perbedaan Mata Siklon dan Dinding Mata<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mengenal-mata-siklon\/#Apakah_Mata_Siklon_Selalu_Terlihat_Jelas\" title=\"Apakah Mata Siklon Selalu Terlihat Jelas?\">Apakah Mata Siklon Selalu Terlihat Jelas?<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-4\"><li class=\"ez-toc-heading-level-4\"><ul class=\"ez-toc-list-level-4\"><li class=\"ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mengenal-mata-siklon\/#1_Mata_Siklon_yang_Terlihat_dari_Satelit\" title=\"1. Mata Siklon yang Terlihat dari Satelit\">1. Mata Siklon yang Terlihat dari Satelit<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-16\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mengenal-mata-siklon\/#2_Mengapa_Bentuknya_Bisa_Berbeda\" title=\"2. Mengapa Bentuknya Bisa Berbeda?\">2. Mengapa Bentuknya Bisa Berbeda?<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-17\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mengenal-mata-siklon\/#3_Mata_Siklon_Dapat_Berubah\" title=\"3. Mata Siklon Dapat Berubah\">3. Mata Siklon Dapat Berubah<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-18\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mengenal-mata-siklon\/#Apa_yang_Terjadi_Saat_Mata_Siklon_Melintas\" title=\"Apa yang Terjadi Saat Mata Siklon Melintas?\">Apa yang Terjadi Saat Mata Siklon Melintas?<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-4\"><li class=\"ez-toc-heading-level-4\"><ul class=\"ez-toc-list-level-4\"><li class=\"ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-19\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mengenal-mata-siklon\/#1_Kondisi_Cuaca_Bisa_Mendadak_Lebih_Tenang\" title=\"1. Kondisi Cuaca Bisa Mendadak Lebih Tenang\">1. Kondisi Cuaca Bisa Mendadak Lebih Tenang<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-20\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mengenal-mata-siklon\/#2_Badai_Dapat_Kembali_dengan_Cepat\" title=\"2. Badai Dapat Kembali dengan Cepat\">2. Badai Dapat Kembali dengan Cepat<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-21\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mengenal-mata-siklon\/#3_Mengapa_Kondisi_Tenang_Tidak_Berarti_Aman\" title=\"3. Mengapa Kondisi Tenang Tidak Berarti Aman?\">3. Mengapa Kondisi Tenang Tidak Berarti Aman?<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-22\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mengenal-mata-siklon\/#Fakta_Menarik_tentang_Mata_Siklon\" title=\"Fakta Menarik tentang Mata Siklon\">Fakta Menarik tentang Mata Siklon<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-4\"><li class=\"ez-toc-heading-level-4\"><ul class=\"ez-toc-list-level-4\"><li class=\"ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-23\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mengenal-mata-siklon\/#1_Mata_Siklon_Tidak_Selalu_Berbentuk_Sempurna\" title=\"1. Mata Siklon Tidak Selalu Berbentuk Sempurna\">1. Mata Siklon Tidak Selalu Berbentuk Sempurna<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-24\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mengenal-mata-siklon\/#2_Ukuran_Mata_Siklon_Dapat_Berubah\" title=\"2. Ukuran Mata Siklon Dapat Berubah\">2. Ukuran Mata Siklon Dapat Berubah<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-25\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mengenal-mata-siklon\/#3_Mata_Siklon_Bisa_Terlihat_dari_Citra_Satelit\" title=\"3. Mata Siklon Bisa Terlihat dari Citra Satelit\">3. Mata Siklon Bisa Terlihat dari Citra Satelit<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-26\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mengenal-mata-siklon\/#4_Kondisi_Tenang_di_Tengah_Badai_Bukan_Hal_yang_Aneh\" title=\"4. Kondisi Tenang di Tengah Badai Bukan Hal yang Aneh\">4. Kondisi Tenang di Tengah Badai Bukan Hal yang Aneh<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-27\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mengenal-mata-siklon\/#Kesimpulan\" title=\"Kesimpulan\">Kesimpulan<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-28\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mengenal-mata-siklon\/#Referensi_Buku\" title=\"Referensi Buku\">Referensi Buku<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_Mata_Siklon\"><\/span><b>Apa Itu Mata Siklon?<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Pengertian\"><\/span><b>1. Pengertian<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mata siklon atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">eye<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah area yang berada di bagian pusat siklon tropis dan memiliki kondisi yang relatif lebih tenang dibandingkan wilayah badai di sekitarnya. Area ini dapat memiliki angin yang lebih lemah, aktivitas awan yang lebih sedikit, bahkan kondisi langit yang lebih cerah untuk sementara waktu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun terlihat tenang, mata siklon bukan berarti bagian yang terpisah dari badai. Area tersebut justru berada di tengah sistem siklon dan dikelilingi oleh wilayah dengan aktivitas cuaca yang sangat kuat. Karena itu, kondisi tenang di dalam mata siklon dapat berubah ketika sistem terus bergerak dan berkembang.<\/span><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Di_Mana_Letaknya\"><\/span><b>2. Di Mana Letaknya?<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mata siklon berada <\/span><b>di pusat sistem siklon tropis<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> dan dikelilingi oleh dinding mata atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">eyewall<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Di sekitar dinding tersebut terdapat kumpulan awan dan hujan yang menjadi bagian dari sistem badai. Posisi mata inilah yang membuatnya dapat terlihat seperti area kosong atau lebih tenang di tengah pusaran awan ketika diamati melalui citra satelit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara sederhana, susunan bagian tersebut dapat dibayangkan seperti berikut:<\/span><\/p>\n<p><b>Bagian luar siklon ? wilayah awan dan hujan ? dinding mata (<\/b><b><i>eyewall<\/i><\/b><b>) ? mata siklon (<\/b><b><i>eye<\/i><\/b><b>)<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mata siklon menjadi bagian penting untuk memahami struktur badai karena kondisi di dalamnya sangat berbeda dengan wilayah yang mengelilinginya. Namun, perbedaan tersebut tidak berarti mata siklon selalu memiliki bentuk, ukuran, atau kondisi yang sama pada setiap badai.<\/span><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Mengapa_Mata_Siklon_Terlihat_Lebih_Tenang\"><\/span><b>3. Mengapa Mata Siklon Terlihat Lebih Tenang?<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi mata siklon yang relatif tenang berkaitan dengan pergerakan udara yang turun di bagian pusat sistem. Ketika udara turun, pembentukan awan dapat berkurang sehingga bagian tengah siklon dapat memiliki kondisi yang lebih cerah dibandingkan wilayah di sekitarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, udara yang naik secara kuat dan menghasilkan awan tebal justru terkonsentrasi di wilayah yang mengelilingi mata, terutama pada dinding mata. Inilah yang menciptakan perbedaan mencolok antara bagian tengah yang relatif tenang dan area di sekelilingnya yang mengalami angin serta hujan lebih intens.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bagaimana_Mata_Siklon_Terbentuk\"><\/span><b>Bagaimana Mata Siklon Terbentuk?<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Pergerakan_Udara_Menuju_Pusat_Siklon\"><\/span><b>1. Pergerakan Udara Menuju Pusat Siklon<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terbentuknya mata siklon berkaitan erat dengan <\/span><b>sirkulasi udara dalam sistem siklon tropis<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Udara dari wilayah di sekitar sistem bergerak menuju area bertekanan rendah dan kemudian berputar akibat pengaruh rotasi Bumi. Seiring sistem menjadi semakin terorganisasi, pergerakan udara tersebut membentuk pola sirkulasi yang semakin jelas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada sistem yang berkembang, udara yang bergerak ke arah pusat tidak semuanya terus berkumpul di titik tengah. Sebagian besar aliran udara kemudian bergerak naik dan terkonsentrasi di wilayah sekitar pusat. Proses tersebut membantu membentuk pola khas yang pada akhirnya menghasilkan area pusat yang relatif lebih tenang, yaitu mata siklon.<\/span><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Udara_Turun_di_Bagian_Tengah\"><\/span><b>2. Udara Turun di Bagian Tengah<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu karakteristik penting mata siklon adalah adanya gerakan udara yang turun di bagian tengah. Udara yang turun tersebut mengalami pemanasan dan pengeringan sehingga kondisi atmosfer di area mata menjadi kurang mendukung pembentukan awan dibandingkan wilayah di sekelilingnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Proses inilah yang membantu menjelaskan mengapa mata siklon dapat memiliki langit yang lebih cerah dan angin yang relatif lebih lemah. Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung secara terpisah dari aktivitas badai. Di sekeliling mata, udara justru bergerak naik dengan kuat dan menghasilkan awan serta hujan yang intens.<\/span><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Peran_Dinding_Mata_dalam_Pembentukan_Mata_Siklon\"><\/span><b>3. Peran Dinding Mata dalam Pembentukan Mata Siklon<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dinding mata atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">eyewall<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan <\/span><b>cincin awan konvektif yang mengelilingi mata siklon<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Wilayah ini memiliki aktivitas cuaca yang sangat kuat, dengan udara yang bergerak naik secara intens sehingga menghasilkan awan tebal, hujan deras, dan angin yang kuat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hubungan antara mata dan dinding mata sangat erat. Ketika dinding mata terbentuk dengan lebih jelas, area di bagian dalamnya dapat berkembang menjadi mata siklon yang lebih terdefinisi. Karena itu, mata siklon dan dinding mata sebaiknya dipahami sebagai dua bagian yang berbeda tetapi saling berkaitan dalam struktur sebuah siklon tropis.<\/span><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Seperti_Apa_Kondisi_di_Dalam_Mata_Siklon\"><\/span><b>4. Seperti Apa Kondisi di Dalam Mata Siklon?<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mata siklon memiliki kondisi yang cukup berbeda dibandingkan wilayah badai yang mengelilinginya. Area pusat ini umumnya memiliki angin yang lebih lemah dan aktivitas awan yang lebih sedikit, tetapi kondisi tersebut tidak selalu berlangsung dalam waktu yang sama atau dengan intensitas yang sama.<\/span><\/p>\n<table style=\"width: 100%; height: 512px;\">\n<tbody>\n<tr style=\"height: 56px;\">\n<td style=\"text-align: center; height: 56px;\"><b>Aspek<\/b><\/td>\n<td style=\"text-align: center; height: 56px;\"><b>Di Dalam Mata Siklon<\/b><\/td>\n<td style=\"text-align: center; height: 56px;\"><b>Di Sekitar Mata Siklon<\/b><\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 80px;\">\n<td style=\"height: 80px;\"><b>Angin<\/b><\/td>\n<td style=\"height: 80px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Relatif lebih lemah dan tenang<\/span><\/td>\n<td style=\"height: 80px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dapat jauh lebih kuat, terutama di dinding mata<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 80px;\">\n<td style=\"height: 80px;\"><b>Awan<\/b><\/td>\n<td style=\"height: 80px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Umumnya lebih sedikit dan dapat terdapat area yang lebih cerah<\/span><\/td>\n<td style=\"height: 80px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Awan lebih tebal dan aktif<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 80px;\">\n<td style=\"height: 80px;\"><b>Hujan<\/b><\/td>\n<td style=\"height: 80px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cenderung lebih sedikit<\/span><\/td>\n<td style=\"height: 80px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hujan dapat sangat deras, terutama di dinding mata<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 80px;\">\n<td style=\"height: 80px;\"><b>Pergerakan udara<\/b><\/td>\n<td style=\"height: 80px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Didominasi oleh udara yang bergerak turun<\/span><\/td>\n<td style=\"height: 80px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Udara banyak bergerak naik<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 80px;\">\n<td style=\"height: 80px;\"><b>Tekanan udara<\/b><\/td>\n<td style=\"height: 80px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Merupakan bagian dari pusat tekanan rendah<\/span><\/td>\n<td style=\"height: 80px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tekanan umumnya meningkat menjauhi pusat<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 56px;\">\n<td style=\"height: 56px;\"><b>Kondisi cuaca<\/b><\/td>\n<td style=\"height: 56px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Relatif lebih tenang untuk sementara<\/span><\/td>\n<td style=\"height: 56px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Aktivitas cuaca lebih intens<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_Dinding_Mata_Siklon\"><\/span><b>Apa Itu Dinding Mata Siklon?<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Mengenal_Eyewall\"><\/span><b>1. Mengenal <\/b><b><i>Eyewall<\/i><\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dinding mata atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">eyewall<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah wilayah berbentuk cincin yang mengelilingi mata siklon. Bagian ini menjadi batas antara area pusat yang relatif lebih tenang dengan wilayah badai di sekitarnya. Jika mata siklon berada di bagian tengah, maka <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">eyewall<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dapat dibayangkan sebagai \u201cdinding\u201d yang mengelilinginya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di wilayah ini, udara bergerak naik dengan sangat kuat sehingga terbentuk kumpulan awan konvektif yang tinggi dan tebal. Karena itu, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">eyewall<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menjadi salah satu bagian paling aktif dalam struktur siklon tropis, sekaligus menjadi wilayah yang berperan besar dalam menghasilkan angin kencang dan hujan deras.<\/span><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Mengapa_Dinding_Mata_Justru_Sangat_Berbahaya\"><\/span><b>2. Mengapa Dinding Mata Justru Sangat Berbahaya?<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dinding mata menjadi salah satu bagian paling berbahaya dari siklon tropis karena aktivitas atmosfer di dalamnya sangat intens. Udara yang bergerak naik dengan kuat membentuk awan badai yang dapat menghasilkan hujan lebat, angin kencang, serta kondisi cuaca yang sangat buruk dalam waktu yang bersamaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">eyewall<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> melintasi suatu wilayah, perubahan kondisi cuaca dapat terjadi dengan cepat. Angin yang sebelumnya sudah kuat dapat menjadi jauh lebih kencang, sementara hujan dan kondisi laut juga dapat memburuk. Setelah mata siklon melintas dan wilayah tersebut kembali memasuki <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">eyewall<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dari sisi lain, cuaca ekstrem dapat kembali terjadi.<\/span><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Perbedaan_Mata_Siklon_dan_Dinding_Mata\"><\/span><b>3. Perbedaan Mata Siklon dan Dinding Mata<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mata siklon dan dinding mata merupakan dua bagian yang berbeda, tetapi keduanya tidak dapat dipisahkan ketika membahas struktur siklon tropis. Mata berada di bagian pusat dan cenderung memiliki kondisi yang lebih tenang, sedangkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">eyewall<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> mengelilinginya dan menjadi pusat aktivitas cuaca yang sangat intens.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Agar lebih mudah membedakannya, perhatikan tabel berikut:<\/span><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><b>Aspek<\/b><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><b>Mata Siklon (<\/b><b><i>Eye<\/i><\/b><b>)<\/b><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><b>Dinding Mata (<\/b><b><i>Eyewall<\/i><\/b><b>)<\/b><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><b>Posisi<\/b><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Berada di bagian paling tengah siklon<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Mengelilingi mata siklon<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><b>Kondisi angin<\/b><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Relatif lebih lemah<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Sangat kuat dan menjadi salah satu wilayah dengan angin terkuat<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><b>Awan<\/b><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Umumnya lebih sedikit dan dapat memiliki area yang lebih cerah<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Awan konvektif tebal dan tinggi<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><b>Hujan<\/b><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Cenderung lebih sedikit<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Hujan dapat sangat deras<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><b>Pergerakan udara<\/b><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Didominasi oleh udara yang bergerak turun<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Didominasi oleh udara yang bergerak naik dengan kuat<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><b>Kondisi cuaca<\/b><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Relatif lebih tenang untuk sementara<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Sangat aktif dan berpotensi menghasilkan cuaca ekstrem<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><b>Peran dalam siklon<\/b><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Menjadi pusat sistem siklon<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Menjadi wilayah utama aktivitas badai yang mengelilingi pusat<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan memahami perbedaan tersebut, kita bisa melihat bahwa kondisi tenang di mata siklon sebenarnya berada tepat di tengah wilayah yang sangat aktif. Jadi, ketika mata siklon terlihat lebih tenang, bukan berarti energi badai menghilang, melainkan aktivitas cuaca paling intens berada di sekelilingnya, terutama pada dinding mata.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apakah_Mata_Siklon_Selalu_Terlihat_Jelas\"><\/span><b>Apakah Mata Siklon Selalu Terlihat Jelas?<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Mata_Siklon_yang_Terlihat_dari_Satelit\"><\/span><b>1. Mata Siklon yang Terlihat dari Satelit<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mata siklon dapat diamati dengan cukup jelas melalui <\/span><b>citra satelit cuaca<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Dari atas, mata biasanya tampak seperti area yang lebih terbuka atau lebih sedikit tertutup awan di bagian tengah kumpulan awan siklon. Bentuk ini membuat mata menjadi salah satu ciri yang mudah dikenali ketika mengamati struktur siklon dari luar angkasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, tidak semua mata siklon terlihat dengan tingkat kejelasan yang sama. Pada kondisi tertentu, mata dapat tertutup oleh awan atau tampak kurang terdefinisi. Karena itu, pengamatan melalui citra satelit biasanya dilakukan secara berkala untuk melihat bagaimana struktur dan kondisi mata berubah seiring perkembangan sistem siklon.<\/span><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Mengapa_Bentuknya_Bisa_Berbeda\"><\/span><b>2. Mengapa Bentuknya Bisa Berbeda?<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bentuk dan ukuran mata siklon dapat berbeda antara satu siklon dengan siklon lainnya. Ada mata yang terlihat cukup jelas dan berbentuk hampir melingkar, sementara ada pula yang tampak lebih kecil, melebar, atau memiliki bentuk yang tidak beraturan. Perbedaan ini berkaitan dengan kondisi atmosfer dan proses yang berlangsung di dalam sistem siklon.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bentuk mata juga dapat berubah selama siklon berkembang. Perubahan struktur awan di sekitar pusat siklon dapat membuat batas antara mata dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">eyewall<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menjadi lebih jelas atau justru lebih sulit dikenali. Jadi, penampakan mata pada satu waktu belum tentu sama ketika siklon diamati beberapa jam kemudian.<\/span><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Mata_Siklon_Dapat_Berubah\"><\/span><b>3. Mata Siklon Dapat Berubah<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mata siklon bukanlah bagian yang memiliki bentuk tetap. Seiring perubahan kondisi atmosfer dan perkembangan siklon, ukuran, bentuk, maupun tingkat kejelasan mata dapat mengalami perubahan. Mata yang sebelumnya terlihat jelas dapat menjadi tertutup awan, sedangkan struktur yang kurang terdefinisi dapat kembali membentuk mata yang lebih jelas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perubahan tersebut menunjukkan bahwa siklon tropis merupakan sistem cuaca yang dinamis. Struktur di dalamnya terus mengalami penyesuaian akibat interaksi antara udara, awan, angin, dan kondisi lingkungan di sekitarnya. Karena itu, pengamatan terhadap mata siklon perlu dilakukan secara terus-menerus untuk memahami perkembangan sistem secara keseluruhan.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_yang_Terjadi_Saat_Mata_Siklon_Melintas\"><\/span><b>Apa yang Terjadi Saat Mata Siklon Melintas?<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Kondisi_Cuaca_Bisa_Mendadak_Lebih_Tenang\"><\/span><b>1. Kondisi Cuaca Bisa Mendadak Lebih Tenang<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika mata siklon melintas di suatu wilayah, kondisi cuaca yang sebelumnya sangat buruk dapat berubah menjadi jauh lebih tenang dalam waktu singkat. Angin dapat melemah, hujan berkurang, dan langit bahkan bisa terlihat lebih cerah karena wilayah tersebut sedang berada di bagian pusat siklon.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, kondisi ini hanya berlangsung sementara. Mata siklon bergerak bersama sistem badai, sehingga ketenangan yang dirasakan tidak berarti siklon telah berhenti atau menghilang.<\/span><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Badai_Dapat_Kembali_dengan_Cepat\"><\/span><b>2. Badai Dapat Kembali dengan Cepat<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mata siklon bergerak melewati suatu wilayah, kondisi cuaca ekstrem dapat kembali terjadi ketika wilayah tersebut memasuki <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">eyewall<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dari sisi lainnya. Angin kencang dan hujan deras dapat muncul kembali dalam waktu relatif singkat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini membuat lintasan mata siklon terasa unik. Suatu wilayah bisa mengalami cuaca yang sangat buruk, kemudian mendadak lebih tenang, lalu kembali menghadapi kondisi ekstrem setelah mata berlalu.<\/span><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Mengapa_Kondisi_Tenang_Tidak_Berarti_Aman\"><\/span><b>3. Mengapa Kondisi Tenang Tidak Berarti Aman?<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi yang tiba-tiba tenang tidak boleh dianggap sebagai tanda bahwa bahaya telah berakhir. Selama mata siklon masih melintas, bagian lain dari sistem badai tetap berada di sekitar wilayah tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena itu, masyarakat perlu tetap mengikuti peringatan dan arahan dari pihak berwenang meskipun kondisi di luar tampak membaik. Ketenangan di dalam mata siklon bersifat sementara dan dapat segera diikuti oleh kembalinya cuaca ekstrem.<\/span><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><b>Tahapan<\/b><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><b>Kondisi yang Dapat Terjadi<\/b><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><b>Sebelum mata melintas<\/b><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Angin kencang, hujan deras, dan aktivitas badai meningkat<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><b>Memasuki dinding mata<\/b><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Angin dan hujan dapat mencapai kondisi yang sangat kuat<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><b>Mata siklon melintas<\/b><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Angin melemah dan kondisi cuaca dapat menjadi lebih tenang<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><b>Mata mulai berlalu<\/b><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi dapat berubah kembali dengan cepat<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><b>Memasuki dinding mata dari sisi lain<\/b><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Angin kencang dan hujan deras dapat kembali terjadi<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Fakta_Menarik_tentang_Mata_Siklon\"><\/span><b>Fakta Menarik tentang Mata Siklon<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah memahami struktur dan cara kerja mata siklon, ada beberapa fakta menarik yang membuat bagian tengah badai ini semakin unik. Yuk, simak beberapa di antaranya!<\/span><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Mata_Siklon_Tidak_Selalu_Berbentuk_Sempurna\"><\/span><b>1. Mata Siklon Tidak Selalu Berbentuk Sempurna<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mata siklon tidak selalu terlihat seperti lingkaran sempurna. Bentuknya dapat tampak lebih lonjong, tidak beraturan, atau kurang jelas tergantung pada kondisi dan perkembangan sistem siklon.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, ketika melihat citra satelit, jangan membayangkan semua mata siklon akan memiliki bentuk yang sama. Setiap sistem dapat menunjukkan struktur yang berbeda.<\/span><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Ukuran_Mata_Siklon_Dapat_Berubah\"><\/span><b>2. Ukuran Mata Siklon Dapat Berubah<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ukuran mata siklon dapat mengalami perubahan selama siklon berkembang. Mata yang awalnya terlihat lebih besar dapat menjadi lebih kecil, atau sebaliknya, tergantung pada perubahan struktur sistem badai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perubahan ukuran tersebut merupakan salah satu tanda bahwa struktur siklon bersifat dinamis. Mata bukanlah bagian yang memiliki ukuran tetap sejak awal hingga akhir perjalanan siklon.<\/span><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Mata_Siklon_Bisa_Terlihat_dari_Citra_Satelit\"><\/span><b>3. Mata Siklon Bisa Terlihat dari Citra Satelit<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mata siklon dapat menjadi bagian yang mudah dikenali pada citra satelit ketika strukturnya terbentuk dengan jelas. Dari atas, bagian tengah ini dapat terlihat seperti area yang lebih terbuka di antara kumpulan awan tebal yang mengelilinginya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Citra satelit membantu pengamat cuaca melihat struktur siklon dari waktu ke waktu. Dengan membandingkan citra secara berkala, perubahan bentuk dan kondisi mata juga dapat diamati.<\/span><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Kondisi_Tenang_di_Tengah_Badai_Bukan_Hal_yang_Aneh\"><\/span><b>4. Kondisi Tenang di Tengah Badai Bukan Hal yang Aneh<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mata siklon yang relatif tenang mungkin terdengar seperti sesuatu yang bertentangan dengan gambaran badai besar. Padahal, kondisi tersebut merupakan bagian dari struktur siklon tropis yang memang memiliki perbedaan aktivitas antara pusat dan wilayah di sekitarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Justru karena berada di tengah sistem yang sangat aktif, mata siklon dapat memiliki kondisi yang berbeda dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">eyewall<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Jadi, suasana yang lebih tenang di pusat badai bukan berarti aneh, melainkan salah satu karakteristik menarik dari siklon tropis.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span><b>Kesimpulan<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mata siklon merupakan bagian pusat dari siklon tropis yang memiliki karakteristik berbeda dari wilayah badai di sekitarnya. Area ini umumnya memiliki angin yang relatif lebih lemah, udara yang bergerak turun, serta kondisi awan yang lebih sedikit sehingga dapat terlihat lebih cerah. Di sekelilingnya terdapat dinding mata atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">eyewall<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, yaitu wilayah berbentuk cincin dengan aktivitas awan, hujan, dan angin yang sangat kuat. Keduanya menjadi bagian penting dalam struktur siklon dan menunjukkan bagaimana kondisi di dalam satu sistem badai dapat sangat berbeda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mata siklon juga bukan bagian yang bentuk dan kondisinya selalu tetap. Ukuran serta bentuknya dapat berubah selama siklon berkembang dan dapat diamati melalui citra satelit. Ketika mata melintas di suatu wilayah, cuaca yang sebelumnya ekstrem dapat mendadak menjadi lebih tenang, tetapi kondisi tersebut hanya sementara karena badai dapat kembali ketika <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">eyewall<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dari sisi lain melintas. Karena itu, memahami mata siklon tidak hanya membantu mengenali struktur badai, tetapi juga penting untuk memahami bahwa kondisi tenang di tengah siklon bukan berarti bahaya telah berakhir.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Referensi_Buku\"><\/span><b>Referensi Buku<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ingin memahami lebih jauh tentang berbagai fenomena alam dan proses yang terjadi di bumi? Selain mempelajari siklon tropis, kamu bisa memperluas wawasan melalui beberapa buku pilihan yang membahas sains, bumi, dan berbagai fenomena alam secara menarik.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/ripley-readers-cuaca?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter \" src=\"https:\/\/image.gramedia.net\/rs:fit:0:0\/f:webp\/plain\/https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/items\/RIPLEY_CUACA.jpg\" alt=\"Ripley Readers - Cuaca\" width=\"349\" height=\"503\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/ripley-readers-cuaca?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-92823 size-medium\" src=\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Button-Best-Seller-300x59.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"59\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Button-Best-Seller-300x59.png 300w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Button-Best-Seller.png 346w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n[vc_column width=\"1\/2\"][vc_tta_accordion][vc_tta_section title=\"Artikel Terkait\" tab_id=\"1609656944148-f362d048-3421\"][vc_column_text]\r\n<ul>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/7-fungsi-kawah-gunung-berapi-bukan-sekadar-lubang-erupsi-biasa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">7 Fungsi Kawah Gunung Berapi<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/bikin-takjub-ini-kawah-gunung-berapi-terbesar-di-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bikin Takjub Inilah Kawah Gunung Terbesar di Indonesia<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-tentang-aliran-lahar-gunung-berapi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Fakta Aliran Lahar Gunung Berapi<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-awan-panas-gunung-berapi-wedhus-gembel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Fakta Awan Panas Gunung Berapi<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-tentang-magma\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Fakta Tentang Magma<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mengenal-fenomena-siklon-tropis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Fenomena Siklon Tropis<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/gila-inilah-kawah-gunung-berapi-terbesar-di-dunia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kawah Gunung Terbesar di Dunia<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/kaldera-terbesar-di-dunia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kaldera Terbesar di Dunia<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Likuifaksi Terparah di Dunia<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mengenal-mata-siklon\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mata Siklon<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mengenal-kategori-siklon-tropis-dari-mana-badai-dahsyat-ini-bermula\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mengenal Kategori Siklon Tropis<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Munculnya Mata Air Baru di Lereng<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/apa-itu-kaldera-kenali-pengertian-dan-jenisnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengertian Kaldera<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perbedaan-kawah-dan-kaldera-pada-gunung-api-yang-wajib-diketahui\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perbedaan Kawah dan Kaldera<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/membedah-proses-terbentuknya-kawah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Proses Terbentuknya Kawah<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/proses-terbentuknya-kaldera\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Proses Terbentuknya Kaldera<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/suara-gemuruh-sebelum-tanah-longsor\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Suara Gemuruh Sebelum Longsor<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wajib-punya-ini-isi-tas-siaga-bencana-gunung-meletus\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Wajib Punya Tas Siaga Bencana Gunung Meletus<\/a><\/li>\r\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>mata siklon &#8211; Ketika sebuah siklon tropis berkembang menjadi badai besar, ada satu bagian yang justru memiliki kondisi berbeda dari wilayah di sekitarnya. Di tengah pusaran awan dan angin yang kuat, terdapat area yang dikenal sebagai mata siklon atau eye of the storm. Bagian ini berada di pusat sistem dan dapat memiliki kondisi yang relatif [&hellip;] <a class=\"g1-link g1-link-more\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/mengenal-mata-siklon\/\">More<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":185533093,"featured_media":105852,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[2114,2008,1981],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v17.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mata Siklon: Mengenal Bagian Unik di Tengah Badai Tropis\u00a0dan Faktanya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Mata Siklon: Mengenal Bagian Unik di Tengah Badai Tropis\u00a0dan Faktanya dari Gramedia.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/mengenal-mata-siklon\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mata Siklon: Mengenal Bagian Unik di Tengah Badai Tropis\u00a0dan Faktanya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Mata Siklon: Mengenal Bagian Unik di Tengah Badai Tropis\u00a0dan Faktanya dari Gramedia.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/mengenal-mata-siklon\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Best Seller Gramedia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-10-13T03:15:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/1689644\/pexels-photo-1689644.jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/1689644\/pexels-photo-1689644.jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Vania Andini\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"12 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\",\"name\":\"Gramedia\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\",\"sameAs\":[],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"Gramedia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\",\"name\":\"Best Seller Gramedia\",\"description\":\"Inspiration Transformed\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/mengenal-mata-siklon\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/1689644\/pexels-photo-1689644.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/1689644\/pexels-photo-1689644.jpeg\",\"width\":\"5464\",\"height\":\"3640\",\"caption\":\"mata siklon\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/mengenal-mata-siklon\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/mengenal-mata-siklon\/\",\"name\":\"Mata Siklon: Mengenal Bagian Unik di Tengah Badai Tropis\\u00a0dan Faktanya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/mengenal-mata-siklon\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2026-10-13T03:15:30+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-13T03:15:30+00:00\",\"description\":\"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Mata Siklon: Mengenal Bagian Unik di Tengah Badai Tropis\\u00a0dan Faktanya dari Gramedia.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/mengenal-mata-siklon\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/mengenal-mata-siklon\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/mengenal-mata-siklon\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mata Siklon: Mengenal Bagian Unik di Tengah Badai Tropis\\u00a0dan Faktanya\"}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/mengenal-mata-siklon\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/mengenal-mata-siklon\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/1dea2d25ae631209db6653f05d255682\"},\"headline\":\"Mata Siklon: Mengenal Bagian Unik di Tengah Badai Tropis\\u00a0dan Faktanya\",\"datePublished\":\"2026-10-13T03:15:30+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-13T03:15:30+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/mengenal-mata-siklon\/#webpage\"},\"wordCount\":2323,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/mengenal-mata-siklon\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/1689644\/pexels-photo-1689644.jpeg\",\"articleSection\":[\"Alam\",\"Geografi\",\"Pendidikan\"],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/1dea2d25ae631209db6653f05d255682\",\"name\":\"Vania Andini\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0fad9aa1cbbb7c57fb8bcdc8bee889b8?s=96&d=identicon&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0fad9aa1cbbb7c57fb8bcdc8bee889b8?s=96&d=identicon&r=g\",\"caption\":\"Vania Andini\"},\"description\":\"perempuan di balik layar. mengamati tren dalam industri literasi dan aktif membagikan ulasan buku serta menulis artikel.\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/author\/vannovie\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mata Siklon: Mengenal Bagian Unik di Tengah Badai Tropis\u00a0dan Faktanya","description":"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Mata Siklon: Mengenal Bagian Unik di Tengah Badai Tropis\u00a0dan Faktanya dari Gramedia.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/mengenal-mata-siklon\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Mata Siklon: Mengenal Bagian Unik di Tengah Badai Tropis\u00a0dan Faktanya","og_description":"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Mata Siklon: Mengenal Bagian Unik di Tengah Badai Tropis\u00a0dan Faktanya dari Gramedia.","og_url":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/mengenal-mata-siklon\/","og_site_name":"Best Seller Gramedia","article_published_time":"2026-10-13T03:15:30+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/1689644\/pexels-photo-1689644.jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_image":"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/1689644\/pexels-photo-1689644.jpeg","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Vania Andini","Estimasi waktu membaca":"12 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization","name":"Gramedia","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/","sameAs":[],"logo":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png","width":512,"height":512,"caption":"Gramedia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo"}},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/","name":"Best Seller Gramedia","description":"Inspiration Transformed","publisher":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/mengenal-mata-siklon\/#primaryimage","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/1689644\/pexels-photo-1689644.jpeg","contentUrl":"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/1689644\/pexels-photo-1689644.jpeg","width":"5464","height":"3640","caption":"mata siklon"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/mengenal-mata-siklon\/#webpage","url":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/mengenal-mata-siklon\/","name":"Mata Siklon: Mengenal Bagian Unik di Tengah Badai Tropis\u00a0dan Faktanya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/mengenal-mata-siklon\/#primaryimage"},"datePublished":"2026-10-13T03:15:30+00:00","dateModified":"2026-10-13T03:15:30+00:00","description":"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Mata Siklon: Mengenal Bagian Unik di Tengah Badai Tropis\u00a0dan Faktanya dari Gramedia.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/mengenal-mata-siklon\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/mengenal-mata-siklon\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/mengenal-mata-siklon\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mata Siklon: Mengenal Bagian Unik di Tengah Badai Tropis\u00a0dan Faktanya"}]},{"@type":"Article","@id":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/mengenal-mata-siklon\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/mengenal-mata-siklon\/#webpage"},"author":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/1dea2d25ae631209db6653f05d255682"},"headline":"Mata Siklon: Mengenal Bagian Unik di Tengah Badai Tropis\u00a0dan Faktanya","datePublished":"2026-10-13T03:15:30+00:00","dateModified":"2026-10-13T03:15:30+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/mengenal-mata-siklon\/#webpage"},"wordCount":2323,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/mengenal-mata-siklon\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/1689644\/pexels-photo-1689644.jpeg","articleSection":["Alam","Geografi","Pendidikan"],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/1dea2d25ae631209db6653f05d255682","name":"Vania Andini","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#personlogo","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0fad9aa1cbbb7c57fb8bcdc8bee889b8?s=96&d=identicon&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0fad9aa1cbbb7c57fb8bcdc8bee889b8?s=96&d=identicon&r=g","caption":"Vania Andini"},"description":"perempuan di balik layar. mengamati tren dalam industri literasi dan aktif membagikan ulasan buku serta menulis artikel.","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/author\/vannovie\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105850"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/users\/185533093"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=105850"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105850\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":105851,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105850\/revisions\/105851"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/media\/105852"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=105850"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=105850"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=105850"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}