{"id":105706,"date":"2026-10-01T13:32:56","date_gmt":"2026-10-01T06:32:56","guid":{"rendered":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/?p=105706"},"modified":"2026-10-01T13:32:56","modified_gmt":"2026-10-01T06:32:56","slug":"munculnya-mata-air-baru-di-lereng","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/","title":{"rendered":"Munculnya Mata Air Baru di Lereng: Penyebab dan Bahaya Longsor\u00a0"},"content":{"rendered":"<p><strong>munculnya mata air baru di lereng<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> &#8211; <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Grameds, pernahkan kamu jalan-jalan ke daerah pegunungan atau kawasan lereng yang asri, lalu tiba-tiba menemukan aliran air jernih keluar dari celah-celah tanah? Kelihatannya memang menyegarkan banget, ya. Apalagi kalau airnya dingin dan jernih, rasanya ingin langsung cuci muka atau bahkan diminum.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, tunggu dulu! Dalam sudut pandang geologi dan kebencanaan, fenomena munculnya mata air baru di lereng bukan sekadar bonus keindahan alam dari alam semesta. Di balik kesegaran airnya, fenomena ini justru sering kali jadi &#8220;alarm rahasia&#8221; yang dikirimkan oleh bumi bahwa struktur lereng di area tersebut sedang berada dalam kondisi kritis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kenapa bisa begitu? Kok bisa air jernih yang keluar dari tanah malah jadi pertanda bahaya? Biar nggak makin penasaran, yuk kita bedah secara mendalam dari sudut pandang geologi secara lengkap!<\/span><\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_17 counter-hierarchy counter-decimal ez-toc-grey\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class=\"ez-toc-list ez-toc-list-level-1\"><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/#Alasan_Munculnya_Mata_Air_Baru_di_Lereng_Secara_Geologi\" title=\"Alasan Munculnya Mata Air Baru di Lereng Secara Geologi\">Alasan Munculnya Mata Air Baru di Lereng Secara Geologi<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-4\"><li class=\"ez-toc-heading-level-4\"><ul class=\"ez-toc-list-level-4\"><li class=\"ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/#1_Lonjakan_Tekanan_Air_Pori_Pore_Water_Pressure\" title=\"1. Lonjakan Tekanan Air Pori (Pore Water Pressure)\">1. Lonjakan Tekanan Air Pori (Pore Water Pressure)<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/#2_Pergeseran_Lapisan_Tanah_dan_Retakan_Mikro_Tension_Cracks\" title=\"2. Pergeseran Lapisan Tanah dan Retakan Mikro (Tension Cracks)\">2. Pergeseran Lapisan Tanah dan Retakan Mikro (Tension Cracks)<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/#3_Tersumbatnya_Jalur_Drainase_Alami\" title=\"3. Tersumbatnya Jalur Drainase Alami\">3. Tersumbatnya Jalur Drainase Alami<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/#Memahami_Anatomi_Lereng_dan_Bagaimana_Air_Bergerak_di_Dalamnya\" title=\"Memahami &#8220;Anatomi&#8221; Lereng dan Bagaimana Air Bergerak di Dalamnya\">Memahami &#8220;Anatomi&#8221; Lereng dan Bagaimana Air Bergerak di Dalamnya<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/#Mengapa_Munculnya_Mata_Air_Baru_Sangat_Berbahaya\" title=\"Mengapa Munculnya Mata Air Baru Sangat Berbahaya?\">Mengapa Munculnya Mata Air Baru Sangat Berbahaya?<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-4\"><li class=\"ez-toc-heading-level-4\"><ul class=\"ez-toc-list-level-4\"><li class=\"ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/#1_Hilangnya_Kuat_Geser_Tanah_Shear_Strength\" title=\"1. Hilangnya Kuat Geser Tanah (Shear Strength)\">1. Hilangnya Kuat Geser Tanah (Shear Strength)<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/#2_Terbentuknya_Bidang_Gelincir_Sliding_Plane\" title=\"2. Terbentuknya Bidang Gelincir (Sliding Plane)\">2. Terbentuknya Bidang Gelincir (Sliding Plane)<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/#3_Erosi_Internal_Internal_Piping_Erosion\" title=\"3. Erosi Internal (Internal Piping Erosion)\">3. Erosi Internal (Internal Piping Erosion)<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/#Ciri-Ciri_Mata_Air_Baru_yang_Mengindikasikan_Bahaya_Longsor\" title=\"Ciri-Ciri Mata Air Baru yang Mengindikasikan Bahaya Longsor\">Ciri-Ciri Mata Air Baru yang Mengindikasikan Bahaya Longsor<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/#Tanda-Tanda_Alam_Lain_yang_Menyertai_Munculnya_Mata_Air_Baru\" title=\"Tanda-Tanda Alam Lain yang Menyertai Munculnya Mata Air Baru\">Tanda-Tanda Alam Lain yang Menyertai Munculnya Mata Air Baru<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-4\"><li class=\"ez-toc-heading-level-4\"><ul class=\"ez-toc-list-level-4\"><li class=\"ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/#1_Retakan_Tanah_Berbentuk_Lengkung_Tension_Cracks\" title=\"1. Retakan Tanah Berbentuk Lengkung (Tension Cracks)\">1. Retakan Tanah Berbentuk Lengkung (Tension Cracks)<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/#2_Pohon_Miring_dan_Batang_Berbentuk_Huruf_J_Pistol-Butt_Trees\" title=\"2. Pohon Miring dan Batang Berbentuk Huruf &#8220;J&#8221; (Pistol-Butt Trees)\">2. Pohon Miring dan Batang Berbentuk Huruf &#8220;J&#8221; (Pistol-Butt Trees)<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/#3_Pintu_dan_Jendela_Bangunan_Susah_Dibuka\" title=\"3. Pintu dan Jendela Bangunan Susah Dibuka\">3. Pintu dan Jendela Bangunan Susah Dibuka<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/#4_Terdengar_Suara_Gemertak_dari_Dalam_Tanah\" title=\"4. Terdengar Suara Gemertak dari Dalam Tanah\">4. Terdengar Suara Gemertak dari Dalam Tanah<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-16\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/#Pengaruh_Aktivitas_Manusia_Terhadap_Kerusakan_Lereng\" title=\"Pengaruh Aktivitas Manusia Terhadap Kerusakan Lereng\">Pengaruh Aktivitas Manusia Terhadap Kerusakan Lereng<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-4\"><li class=\"ez-toc-heading-level-4\"><ul class=\"ez-toc-list-level-4\"><li class=\"ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-17\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/#1_Pemotongan_Kaki_Lereng_Cut_and_Fill_Tanpa_Perencanaan_Hidrologi\" title=\"1. Pemotongan Kaki Lereng (Cut and Fill) Tanpa Perencanaan Hidrologi\">1. Pemotongan Kaki Lereng (Cut and Fill) Tanpa Perencanaan Hidrologi<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-18\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/#2_Alih_Fungsi_Lahan_Deforestasi_dan_Penggantian_Jenis_Vegetasi\" title=\"2. Alih Fungsi Lahan (Deforestasi) dan Penggantian Jenis Vegetasi\">2. Alih Fungsi Lahan (Deforestasi) dan Penggantian Jenis Vegetasi<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-19\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/#3_Kebocoran_Infrastruktur_Air_Saluran_Pembuangan_Domestik\" title=\"3. Kebocoran Infrastruktur Air &amp; Saluran Pembuangan Domestik\">3. Kebocoran Infrastruktur Air &amp; Saluran Pembuangan Domestik<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-20\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/#Apa_yang_Harus_Dilakukan_Jika_Menemukan_Mata_Air_Baru_di_Lereng\" title=\"Apa yang Harus Dilakukan Jika Menemukan Mata Air Baru di Lereng?\">Apa yang Harus Dilakukan Jika Menemukan Mata Air Baru di Lereng?<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-4\"><li class=\"ez-toc-heading-level-4\"><ul class=\"ez-toc-list-level-4\"><li class=\"ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-21\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/#1_Jangan_Ambil_Air_atau_Mendekati_Titik_Luapan\" title=\"1. Jangan Ambil Air atau Mendekati Titik Luapan\">1. Jangan Ambil Air atau Mendekati Titik Luapan<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-22\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/#2_Laporkan_Kepada_Pihak_Berwenang_dan_RTRW_Setempat\" title=\"2. Laporkan Kepada Pihak Berwenang dan RT\/RW Setempat\">2. Laporkan Kepada Pihak Berwenang dan RT\/RW Setempat<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-23\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/#3_Buat_Saluran_Drainase_Darurat_Jika_Memungkinkan\" title=\"3. Buat Saluran Drainase Darurat (Jika Memungkinkan)\">3. Buat Saluran Drainase Darurat (Jika Memungkinkan)<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-24\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/#4_Lakukan_Evakuasi_Mandiri_Saat_Hujan_Deras\" title=\"4. Lakukan Evakuasi Mandiri Saat Hujan Deras\">4. Lakukan Evakuasi Mandiri Saat Hujan Deras<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-25\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/#Kesimpulan\" title=\"Kesimpulan\">Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Alasan_Munculnya_Mata_Air_Baru_di_Lereng_Secara_Geologi\"><\/span>Alasan Munculnya Mata Air Baru di Lereng Secara Geologi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Munculnya titik keluar air baru pada lereng bukit bukan terjadi tanpa alasan. Secara sains geologi, ada beberapa skenario utama yang menjadi penyebab fenomena ini:<\/span><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Lonjakan_Tekanan_Air_Pori_Pore_Water_Pressure\"><\/span>1. Lonjakan Tekanan Air Pori (<i>Pore Water Pressure<\/i>)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika curah hujan sangat tinggi dan berlangsung lama, volume air yang masuk ke dalam tanah melonjak Drastis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanah di lereng jadi super jenuh. Air yang terperangkap di dalam celah tanah mulai saling berdesakan dan menciptakan tekanan ke segala arah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika tekanan air pori ini sudah terlalu tinggi dan tidak sanggup ditampung oleh jalur drainase lama, air akan &#8220;mencari jalan keluar baru&#8221; dengan cara menerobos bagian tanah yang paling lemah di permukaan lereng.<\/span><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Pergeseran_Lapisan_Tanah_dan_Retakan_Mikro_Tension_Cracks\"><\/span>2. Pergeseran Lapisan Tanah dan Retakan Mikro (<i>Tension Cracks<\/i>)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini adalah skenario yang paling krusial! Sebelum terjadi longsor masif, lereng biasanya mengalami pergeseran halus yang mungkin tidak kasatmata oleh mata telanjang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pergeseran ini memicu munculnya retakan-retakan kecil (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">tension cracks<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) di dalam struktur tanah atau batuan bawah permukaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Retakan baru ini berfungsi seperti &#8220;pipa buatan&#8221; mendadak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Air tanah yang tadinya tersimpan rapat di dalam akuifer terputus jalurnya dan terdorong mengalir mengikuti retakan baru tersebut hingga akhirnya menyembul keluar ke permukaan lereng sebagai mat a air baru.<\/span><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Tersumbatnya_Jalur_Drainase_Alami\"><\/span>3. Tersumbatnya Jalur Drainase Alami<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kadang, erosi internal di dalam tanah (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">piping erosion<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) membawa material lumpur dan pasir halus yang menutupi jalur mata air lama.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena pintu keluar yang lama tersumbat, air tanah mencari celah retakan lain di sekitarnya. Akibatnya, titik keluarnya air berpindah atau membentuk cabang mata air baru tidak jauh dari titik lama.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/dasar2-ilmu-tanah?utm_source=literasi&amp;utm_medium=literasibuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=LiterasiRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter \" src=\"https:\/\/image.gramedia.net\/rs:fit:0:0\/f:webp\/plain\/https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/items\/Dasar-dasar-ilmu-tanah.png\" width=\"346\" height=\"526\" \/><\/a><\/p>\n<h2><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/dasar2-ilmu-tanah?utm_source=literasi&amp;utm_medium=literasibuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=LiterasiRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-92823 size-medium\" src=\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Button-Best-Seller-300x59.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"59\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Button-Best-Seller-300x59.png 300w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Button-Best-Seller.png 346w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/h2>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Memahami_Anatomi_Lereng_dan_Bagaimana_Air_Bergerak_di_Dalamnya\"><\/span>Memahami &#8220;Anatomi&#8221; Lereng dan Bagaimana Air Bergerak di Dalamnya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum kita membahas lebih detil kenapa mata air baru bisa tiba-tiba muncul, kita perlu paham dulu cara kerja air di dalam tanah lereng. Bayangkan lereng bukit atau gunung itu seperti spon cuci piring raksasa yang dimiringkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat hujan turun, air tidak cuma mengalir di permukaan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">surface runoff<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">), tapi juga meresap ke dalam tanah (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">infiltrasi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Air yang meresap ini akan bergerak ke bawah mengikuti gaya gravitasi melalui pori-pori tanah dan celah-celah batuan. Di dalam ilmu geologi, area tempat ditemukannya air tanah ini disebut sebagai zona jenuh air (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">phreatic zone<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam kondisi lereng yang stabil dan normal:<\/span><\/p>\n<p><strong>1. Air memiliki jalur drainase alami<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Air tanah mengalir perlahan menuju lembah atau keluar melalui mata air lama yang sudah ada sejak puluhan atau ratusan tahun lalu.<\/span><\/p>\n<p><strong>2. Tekanan air pori seimbang<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Air di dalam tanah mengisi celah-celah tanpa memberikan dorongan yang merusak struktur batuan.<\/span><\/p>\n<p><strong>3. Lapisan kedap air (<i>aquiclude<\/i>) tetap utuh<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada lapisan batuan padat (seperti tanah liat keras atau batu lempung) di bawah tanah yang menahan air agar mengalir sesuai jalurnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantas, apa yang membuat jalur alami ini tiba-tiba berubah sampai muncul mata air baru di titik yang tidak biasa?<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengapa_Munculnya_Mata_Air_Baru_Sangat_Berbahaya\"><\/span><strong>Mengapa Munculnya Mata Air Baru Sangat Berbahaya?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin Grameds bertanya-tanya: <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Bukannya bagus kalau airnya keluar? Berarti tekanan di dalam tanah berkurang, dong?&#8221;<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Logikanya memang masuk akal, tapi realita geologinya tidak sesederhana itu. Dikutip dari berbagai studi keilmuan geoteknik dan kebencanaan tanah longsor, kemunculan mata air baru justru merupakan akumulasi dari beberapa ancaman fatal:<\/span><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Hilangnya_Kuat_Geser_Tanah_Shear_Strength\"><\/span>1. Hilangnya Kuat Geser Tanah (<i>Shear Strength<\/i>)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanah lereng bisa berdiri tegak karena adanya daya ikat atau gaya gesek antarpartikel tanah. Ketika air memenuhi seluruh pori-pori tanah dan menciptakan mata air baru, air tersebut bertindak sebagai &#8220;pelumas&#8221;.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akibatnya, gaya gesek antarpartikel tanah merosot drastis. Lapisan tanah atas menjadi sangat berat karena mengikat air, sementara pegangan ke lapisan bawahnya makin licin.<\/span><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Terbentuknya_Bidang_Gelincir_Sliding_Plane\"><\/span>2. Terbentuknya Bidang Gelincir (<i>Sliding Plane<\/i>)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Munculnya mata air baru menandakan bahwa air sudah berkumpul di garis batas antara lapisan tanah gembur dan lapisan batuan keras di bawahnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Garis batas yang tergenang air inilah yang menjadi calon bidang gelincir. Begitu bidang gelincir ini terbentuk sempurna dan terpelumasi oleh air, seluruh massa tanah di atasnya hanya tinggal menunggu waktu untuk meluncur ke bawah menjadi bencana tanah longsor.<\/span><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Erosi_Internal_Internal_Piping_Erosion\"><\/span><strong>3. Erosi Internal (<i>Internal Piping Erosion<\/i>)<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Air yang mengalir keluar membentuk mata air baru biasanya tidak cuma membawa air murni, tapi juga mengikis dan mengangkut butiran-butiran halus tanah dari dalam lereng.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Proses ini menciptakan lorong-lorong kosong di bawah permukaan tanah (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">piping<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akibatnya, bagian dalam lereng menjadi keropos seperti keju swiss. Ketika beban di permukaan tidak sanggup ditopang lagi, lereng bisa runtuh secara mendadak.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/mekanika-tanah-edisi-baru?utm_source=literasi&amp;utm_medium=literasibuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=LiterasiRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter \" src=\"https:\/\/image.gramedia.net\/rs:fit:0:0\/f:webp\/plain\/https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/items\/9789792961546_Mekanika-Tana.jpg\" alt=\"Mekanika Tanah\" width=\"348\" height=\"512\" \/><\/a><\/p>\n<h2><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/mekanika-tanah-edisi-baru?utm_source=literasi&amp;utm_medium=literasibuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=LiterasiRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-92823 size-medium\" src=\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Button-Best-Seller-300x59.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"59\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Button-Best-Seller-300x59.png 300w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Button-Best-Seller.png 346w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/h2>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ciri-Ciri_Mata_Air_Baru_yang_Mengindikasikan_Bahaya_Longsor\"><\/span>Ciri-Ciri Mata Air Baru yang Mengindikasikan Bahaya Longsor<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak semua mata air di pegunungan berbahaya, Grameds. Namun, jika Grameds menemukan mata air dengan ciri-ciri khusus berikut di kawasan lereng tebing, kamu harus ekstra waspada:<\/span><\/p>\n<table style=\"width: 107.606%;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center; width: 34.7887%;\"><b>Ciri Mata Air \/ Kondisi Lereng<\/b><\/td>\n<td style=\"text-align: center; width: 41.1835%;\"><b>Status Indikasi Geologi<\/b><\/td>\n<td style=\"text-align: center; width: 30.5066%;\"><b>Tingkat Risiko<\/b><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 34.7887%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Air yang keluar tampak sangat keruh atau berlumpur<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 41.1835%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terjadi pengikisan tanah aktif di dalam lereng (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">internal piping<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">)<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 30.5066%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sangat Tinggi (Sinyal Kritis)<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 34.7887%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Debit air meningkat drastis secara tiba-tiba saat hujan<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 41.1835%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tekanan air pori di dalam lereng mencapai batas maksimal<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 30.5066%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tinggi<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 34.7887%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Air keluar dari lokasi yang sebelumnya kering kerontang<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 41.1835%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Telah terjadi retakan baru di dalam struktur tanah lereng<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 30.5066%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tinggi<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 34.7887%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di sekitar mata air baru, muncul pohon atau tiang miring<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 41.1835%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tanah permukaan mulai mengalami rotasi \/ pergeseran<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 30.5066%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sangat Tinggi<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 34.7887%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Debit air tiba-tiba berhenti mendadak secara misterius<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 41.1835%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jalur air tersumbat di dalam, menciptakan &#8220;bendungan alami&#8221; yang siap jebol<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 30.5066%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sangat Bahaya (Kritis)<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tanda-Tanda_Alam_Lain_yang_Menyertai_Munculnya_Mata_Air_Baru\"><\/span>Tanda-Tanda Alam Lain yang Menyertai Munculnya Mata Air Baru<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pergerakan tanah lereng jarang sekali berdiri sendiri. Biasanya, fenomena munculnya mata air baru di lereng akan disertai oleh &#8220;isyarat alam&#8221; lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau Grameds sedang melakukan kegiatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">outdoor<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, mendaki, atau bertempat tinggal di daerah lereng, perhatikan kombinasi tanda-tanda berikut:<\/span><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Retakan_Tanah_Berbentuk_Lengkung_Tension_Cracks\"><\/span>1. Retakan Tanah Berbentuk Lengkung (<i>Tension Cracks<\/i>)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Periksa area tanah di sebelah atas (puncak) dari titik munculnya mata air. Jika ada retakan memanjang atau melengkung seperti tapal kuda, itu adalah garis awal dari blok tanah yang akan meluncur.<\/span><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Pohon_Miring_dan_Batang_Berbentuk_Huruf_J_Pistol-Butt_Trees\"><\/span><strong>2. Pohon Miring dan Batang Berbentuk Huruf &#8220;J&#8221; (<i>Pistol-Butt Trees<\/i>)<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pohon-pohon di sekitar lokasi mata air tampak miring serentak ke arah bawah lereng. Jika miringnya sudah terjadi lama dan lambat, pangkal pohon akan membengkok seperti huruf &#8220;J&#8221; akibat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">soil creep<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Pintu_dan_Jendela_Bangunan_Susah_Dibuka\"><\/span>3. Pintu dan Jendela Bangunan Susah Dibuka<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika ada rumah atau struktur bangunan di sekitar lereng tersebut, pergeseran tanah akan membuat fondasi miring. Akibatnya, kosen pintu dan jendela tertekan hingga sulit untuk dibuka atau ditutup.<\/span><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Terdengar_Suara_Gemertak_dari_Dalam_Tanah\"><\/span><strong>4. Terdengar Suara Gemertak dari Dalam Tanah<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suara ini berasal dari perakaran pohon yang putus terkeletuk atau gesekan batu-batuan di dalam tanah yang sedang bergeser akibat tekanan air.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/mekanika-tanah-untuk-tanah-endapan-residu?utm_source=literasi&amp;utm_medium=literasibuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=LiterasiRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter \" src=\"https:\/\/image.gramedia.net\/rs:fit:0:0\/f:webp\/plain\/https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/items\/show_pic_RzCjfv4.jpg\" alt=\"Mekanika Tanah, Untuk Tanah Endapan dan Residu\" width=\"349\" height=\"415\" \/><\/a><\/p>\n<h2><a href=\"utm_source=literasi&amp;utm_medium=literasibuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=LiterasiRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-92823 size-medium\" src=\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Button-Best-Seller-300x59.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"59\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Button-Best-Seller-300x59.png 300w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Button-Best-Seller.png 346w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/h2>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengaruh_Aktivitas_Manusia_Terhadap_Kerusakan_Lereng\"><\/span><strong>Pengaruh Aktivitas Manusia Terhadap Kerusakan Lereng<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain faktor murni dari alam (seperti curah hujan tinggi dan struktur batuan), campur tangan dan aktivitas manusia (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">anthropogenic factors<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) memegang peranan sangat besar dalam mempercepat munculnya mata air baru yang berbahaya di lereng.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aktivitas pembangunan yang tidak mengindahkan kaidah geologi lingkungan sering kali merusak sistem hidrologi bawah tanah (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hydrogeology<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) yang telah stabil selama ribuan tahun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut adalah penjelasan detail mengenai tiga aktivitas utama manusia yang memicu fenomena ini:<\/span><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Pemotongan_Kaki_Lereng_Cut_and_Fill_Tanpa_Perencanaan_Hidrologi\"><\/span>1. Pemotongan Kaki Lereng (<i>Cut and Fill<\/i>) Tanpa Perencanaan Hidrologi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pembangunan infrastruktur di daerah perbukitan, seperti pembuatan jalan raya, pemukiman, resort, hingga area komersial hampir selalu melibatkan aktivitas pengerukan atau pemotongan tebing (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cut<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) dan penimbunan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">fill<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">).<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Pemutusan Jalur Akuifer Alami<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di dalam lereng, air tanah mengalir secara alami melalui lapisan akuifer (lapisan batuan\/tanah yang dapat menyimpan dan mengalirkan air) di kedalaman tertentu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika manusia memotong kaki lereng untuk membuat lahan datar, pemotongan tersebut sering kali menyayat atau memotong jalur akuifer ini.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Efek &#8220;Keran Terbuka&#8221;<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terpotongnya akuifer membuat air bawah tanah yang tadinya mengalir perlahan di dalam bumi mendadak kehilangan penahannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Air tersebut langsung menyembul keluar ke dinding tebing bekas potongan sebagai mata air baru.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Perlemahan Tebing Bekas Potongan<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Air yang keluar secara terus-menerus di dinding tebing bekas pengerukan ini akan menjenuhkan tanah permukaan di sekitar area potong.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanpa adanya struktur penahan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">retaining wall<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) dan sistem drainase khusus yang memadai, kaki lereng yang terbasahi air ini akan mengalami erosi masif dan memicu longsoran tipe rekahan\/rotasi.<\/span><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Alih_Fungsi_Lahan_Deforestasi_dan_Penggantian_Jenis_Vegetasi\"><\/span><strong>2. Alih Fungsi Lahan (<i>Deforestasi<\/i>) dan Penggantian Jenis Vegetasi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perubahan penutupan lahan di kawasan hulu atau puncak lereng memiliki dampak domino yang sangat merusak sistem air tanah.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Hilangnya &#8220;Pompa Biologis&#8221; Alami<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hutan alami dengan pohon-pohon berkayu keras dan berakar dalam (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">taproot<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) berfungsi sebagai vegetasi penyeimbang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akar pohon tidak hanya mengikat partikel tanah, tetapi juga bertindak sebagai &#8220;pompa air alami&#8221; melalui proses evapotranspirasi yakni menyerap ratusan liter air tanah setiap harinya dan melepaskannya ke udara.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Konversi ke Tanaman Semusim<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika hutan ditebang dan dialihfungsikan menjadi lahan pertanian tanaman semusim (seperti kentang, jagung, wortel, atau kubis), struktur perakaran berubah total. Tanaman semusim memiliki akar yang sangat dangkal (umumnya kurang dari 50 cm) dan tidak mampu menyerap air tanah di kedalaman.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Infiltrasi Liar Berlebihan<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanpa adanya vegetasi berakar dalam yang menyerap air, hampir seluruh air hujan yang meresap ke dalam tanah (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">infiltrasi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) terkumpul utuh di bawah permukaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penumpukan volume air yang tidak terserap ini menciptakan saturasi (kejenuhan) berlebih di zona tanah dalam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Air yang melimpah ini kemudian terdorong oleh gaya gravitasi untuk mencari titik lemah di sepanjang lereng bawah dan keluar sebagai mata air baru yang sangat membebani kestabilan lereng.<\/span><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Kebocoran_Infrastruktur_Air_Saluran_Pembuangan_Domestik\"><\/span><strong>3. Kebocoran Infrastruktur Air &amp; Saluran Pembuangan Domestik<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aktivitas pemukiman dan pertanian di bagian atas lereng sering kali membawa risiko &#8220;kebocoran tersembunyi&#8221; (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sub-surface leakage<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) yang tidak disadari warga.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Infiltrasi Buatan Berkelanjutan (<i>Artificial Recharge<\/i>)<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebocoran pada saluran irigasi pertanian, kolam penampungan air, pipa jaringan air bersih, hingga tangki resapan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">septic tank<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) dan saluran pembuangan air limbah rumah tangga (paret\/selokan non-permanen) menyebabkan air masuk ke dalam tanah secara terus-menerus, bahkan saat musim kemarau sekalipun.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Pembentukan Lensa Air dan Tekanan Hidrostatik<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Air bocoran ini meresap secara vertikal hingga tertahan di atas lapisan kedap air (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">impermeable layer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">). Seiring berjalannya waktu, air ini membentuk &#8220;kantung air&#8221; atau lensa air buatan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">perched water table<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">).<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Mendorong Erosi Internal (<i>Internal Piping<\/i>)<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena rembesan terjadi secara konstan, air tanah buatan ini mulai mengikis partikel-partikel halus di dalam tanah (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">internal erosion<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Proses pengikisan ini perlahan-lahan membentuk rongga atau saluran menyerupai pipa di bawah tanah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitu saluran pipa alami ini menembus permukaan lereng bagian bawah, timbul luapan air baru (mata air baru) yang membawa material lumpur sebagai penanda utama bahwa bagian dalam lereng sudah mengalami pembentukan rongga dan siap runtuh.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_yang_Harus_Dilakukan_Jika_Menemukan_Mata_Air_Baru_di_Lereng\"><\/span><strong>Apa yang Harus Dilakukan Jika Menemukan Mata Air Baru di Lereng?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Grameds menemukan fenomena ini di lingkungan sekitar tempat tinggal atau saat berkegiatan di alam terbuka, jangan panik! Lakukan langkah-langkah mitigasi darurat berikut:<\/span><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Jangan_Ambil_Air_atau_Mendekati_Titik_Luapan\"><\/span><strong>1. Jangan Ambil Air atau Mendekati Titik Luapan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun airnya terlihat jernih, hindari berlama-lama atau berkumpul tepat di bawah area munculnya mata air baru. Area di sekitar titik luapan biasanya sudah sangat lembek, rapuh, dan rawan ambles (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sinkhole<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> lokal) atau longsor secara mendadak.<\/span><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Laporkan_Kepada_Pihak_Berwenang_dan_RTRW_Setempat\"><\/span>2. Laporkan Kepada Pihak Berwenang dan RT\/RW Setempat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Segera dokumentasikan (foto atau video dari jarak aman) dan laporkan koordinat lokasi tersebut kepada aparat desa, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) lokal, atau tim tanggap bencana setempat agar segera dilakukan inspeksi geologi teknis.<\/span><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Buat_Saluran_Drainase_Darurat_Jika_Memungkinkan\"><\/span><strong>3. Buat Saluran Drainase Darurat (Jika Memungkinkan)<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dikutip dari panduan mitigasi bencana geologi, jika posisi aman memungkinkan, warga lokal dapat bergotong-royong membuat sodetan atau saluran air darurat yang dialirkan menjauhi bidang lereng yang terjal. Tujuannya adalah agar air yang keluar tidak makin menjajahi dan menjenuhkan tanah di bawahnya.<\/span><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Lakukan_Evakuasi_Mandiri_Saat_Hujan_Deras\"><\/span>4. Lakukan Evakuasi Mandiri Saat Hujan Deras<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika titik mata air baru berada tepat di atas atau di belakang kawasan pemukiman, dan hujan deras turun berjam-jam tanpa henti, segera mengungsi sementara ke tempat yang lebih datar dan aman. Jangan menunggu sampai terdengar suara gemuruh longsor!<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fenomena munculnya mata air baru di lereng bukan sekadar kejadian alam biasa, melainkan indikator penting dalam dinamika geologi lereng.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Munculnya titik air baru menandakan adanya peningkatan tekanan air pori yang signifikan, terbentuknya retakan baru di dalam struktur tanah, serta menurunnya daya ikat tanah yang berpotensi memicu terjadinya tanah longsor.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan mengenali ciri-ciri seperti air yang berubah keruh, peningkatan debit yang drastis, serta munculnya retakan tanah dan pohon miring di sekitarnya, kita dapat melakukan tindakan pencegahan dan mitigasi bencana sedini mungkin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ingat, alam selalu memberikan sinyal sebelum perubahan besar terjadi. Tugas kitalah untuk belajar memahami dan merespons sinyal-sinyal tersebut secara bijak demi keselamatan bersama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mau memperdalam pengetahuan Grameds tentang fenomena geologi, ilmu kebumian, atau panduan lengkap mitigasi bencana alam lainnya?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yuk, perkaya wawasanmu dengan membaca berbagai buku sains, geografi, dan lingkungan hidup terbaik yang tersedia lengkap di<\/span><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/?utm_source=gemini\"> <span style=\"font-weight: 400;\">Gramedia.com<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">!\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dapatkan promo menarik dan pengalaman belanja buku fisik maupun e-book yang mudah dan terpercaya hanya di Gramedia. Karena dengan membaca, kita bisa lebih kenal dan paham dengan bumi tempat kita berpijak!<\/span><\/p>\n[vc_column width=\"1\/2\"][vc_tta_accordion][vc_tta_section title=\"Artikel Terkait\" tab_id=\"1609656944148-f362d048-3421\"][vc_column_text]\r\n<ul>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/7-fungsi-kawah-gunung-berapi-bukan-sekadar-lubang-erupsi-biasa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">7 Fungsi Kawah Gunung Berapi<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/bikin-takjub-ini-kawah-gunung-berapi-terbesar-di-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bikin Takjub Inilah Kawah Gunung Terbesar di Indonesia<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-tentang-aliran-lahar-gunung-berapi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Fakta Aliran Lahar Gunung Berapi<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-awan-panas-gunung-berapi-wedhus-gembel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Fakta Awan Panas Gunung Berapi<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-tentang-magma\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Fakta Tentang Magma<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/gila-inilah-kawah-gunung-berapi-terbesar-di-dunia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kawah Gunung Terbesar di Dunia<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/kaldera-terbesar-di-dunia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kaldera Terbesar di Dunia<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Likuifaksi Terparah di Dunia<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Munculnya Mata Air Baru di Lereng<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/apa-itu-kaldera-kenali-pengertian-dan-jenisnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengertian Kaldera<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perbedaan-kawah-dan-kaldera-pada-gunung-api-yang-wajib-diketahui\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perbedaan Kawah dan Kaldera<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/membedah-proses-terbentuknya-kawah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Proses Terbentuknya Kawah<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/proses-terbentuknya-kaldera\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Proses Terbentuknya Kaldera<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wajib-punya-ini-isi-tas-siaga-bencana-gunung-meletus\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Wajib Punya Tas Siaga Bencana Gunung Meletus<\/a><\/li>\r\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>munculnya mata air baru di lereng &#8211; Grameds, pernahkan kamu jalan-jalan ke daerah pegunungan atau kawasan lereng yang asri, lalu tiba-tiba menemukan aliran air jernih keluar dari celah-celah tanah? Kelihatannya memang menyegarkan banget, ya. Apalagi kalau airnya dingin dan jernih, rasanya ingin langsung cuci muka atau bahkan diminum. Tapi, tunggu dulu! Dalam sudut pandang geologi [&hellip;] <a class=\"g1-link g1-link-more\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/\">More<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":185533093,"featured_media":105708,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[2114],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v17.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Munculnya Mata Air Baru di Lereng: Penyebab dan Bahaya Longsor\u00a0<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Munculnya Mata Air Baru di Lereng: Penyebab dan Bahaya Longsor\u00a0 dari Gramedia.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Munculnya Mata Air Baru di Lereng: Penyebab dan Bahaya Longsor\u00a0\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Munculnya Mata Air Baru di Lereng: Penyebab dan Bahaya Longsor\u00a0 dari Gramedia.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Best Seller Gramedia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-10-01T06:32:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/26851712\/pexels-photo-26851712.jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/26851712\/pexels-photo-26851712.jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Vania Andini\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\",\"name\":\"Gramedia\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\",\"sameAs\":[],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"Gramedia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\",\"name\":\"Best Seller Gramedia\",\"description\":\"Inspiration Transformed\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/26851712\/pexels-photo-26851712.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/26851712\/pexels-photo-26851712.jpeg\",\"width\":\"5184\",\"height\":\"3456\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/\",\"name\":\"Munculnya Mata Air Baru di Lereng: Penyebab dan Bahaya Longsor\\u00a0\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2026-10-01T06:32:56+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-01T06:32:56+00:00\",\"description\":\"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Munculnya Mata Air Baru di Lereng: Penyebab dan Bahaya Longsor\\u00a0 dari Gramedia.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Munculnya Mata Air Baru di Lereng: Penyebab dan Bahaya Longsor\\u00a0\"}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/1dea2d25ae631209db6653f05d255682\"},\"headline\":\"Munculnya Mata Air Baru di Lereng: Penyebab dan Bahaya Longsor\\u00a0\",\"datePublished\":\"2026-10-01T06:32:56+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-01T06:32:56+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/#webpage\"},\"wordCount\":2130,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/26851712\/pexels-photo-26851712.jpeg\",\"articleSection\":[\"Alam\"],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/1dea2d25ae631209db6653f05d255682\",\"name\":\"Vania Andini\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0fad9aa1cbbb7c57fb8bcdc8bee889b8?s=96&d=identicon&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0fad9aa1cbbb7c57fb8bcdc8bee889b8?s=96&d=identicon&r=g\",\"caption\":\"Vania Andini\"},\"description\":\"perempuan di balik layar. mengamati tren dalam industri literasi dan aktif membagikan ulasan buku serta menulis artikel.\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/author\/vannovie\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Munculnya Mata Air Baru di Lereng: Penyebab dan Bahaya Longsor\u00a0","description":"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Munculnya Mata Air Baru di Lereng: Penyebab dan Bahaya Longsor\u00a0 dari Gramedia.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Munculnya Mata Air Baru di Lereng: Penyebab dan Bahaya Longsor\u00a0","og_description":"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Munculnya Mata Air Baru di Lereng: Penyebab dan Bahaya Longsor\u00a0 dari Gramedia.","og_url":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/","og_site_name":"Best Seller Gramedia","article_published_time":"2026-10-01T06:32:56+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/26851712\/pexels-photo-26851712.jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_image":"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/26851712\/pexels-photo-26851712.jpeg","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Vania Andini","Estimasi waktu membaca":"11 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization","name":"Gramedia","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/","sameAs":[],"logo":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png","width":512,"height":512,"caption":"Gramedia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo"}},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/","name":"Best Seller Gramedia","description":"Inspiration Transformed","publisher":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/#primaryimage","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/26851712\/pexels-photo-26851712.jpeg","contentUrl":"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/26851712\/pexels-photo-26851712.jpeg","width":"5184","height":"3456"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/#webpage","url":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/","name":"Munculnya Mata Air Baru di Lereng: Penyebab dan Bahaya Longsor\u00a0","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/#primaryimage"},"datePublished":"2026-10-01T06:32:56+00:00","dateModified":"2026-10-01T06:32:56+00:00","description":"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Munculnya Mata Air Baru di Lereng: Penyebab dan Bahaya Longsor\u00a0 dari Gramedia.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Munculnya Mata Air Baru di Lereng: Penyebab dan Bahaya Longsor\u00a0"}]},{"@type":"Article","@id":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/#webpage"},"author":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/1dea2d25ae631209db6653f05d255682"},"headline":"Munculnya Mata Air Baru di Lereng: Penyebab dan Bahaya Longsor\u00a0","datePublished":"2026-10-01T06:32:56+00:00","dateModified":"2026-10-01T06:32:56+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/#webpage"},"wordCount":2130,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/munculnya-mata-air-baru-di-lereng\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/26851712\/pexels-photo-26851712.jpeg","articleSection":["Alam"],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/1dea2d25ae631209db6653f05d255682","name":"Vania Andini","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#personlogo","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0fad9aa1cbbb7c57fb8bcdc8bee889b8?s=96&d=identicon&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0fad9aa1cbbb7c57fb8bcdc8bee889b8?s=96&d=identicon&r=g","caption":"Vania Andini"},"description":"perempuan di balik layar. mengamati tren dalam industri literasi dan aktif membagikan ulasan buku serta menulis artikel.","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/author\/vannovie\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105706"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/users\/185533093"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=105706"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105706\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":105707,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105706\/revisions\/105707"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/media\/105708"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=105706"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=105706"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=105706"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}