{"id":105662,"date":"2026-09-21T15:32:58","date_gmt":"2026-09-21T08:32:58","guid":{"rendered":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/?p=105662"},"modified":"2026-09-21T15:32:58","modified_gmt":"2026-09-21T08:32:58","slug":"likuifaksi-terparah-di-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/","title":{"rendered":"Likuifaksi Terparah di Dunia: Berubahnya Tanah Padat Menjadi &#8220;Lautan&#8221;"},"content":{"rendered":"<p><strong>likuifaksi terparah di dunia<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> &#8211; <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Pernah nggak sih Grameds membayangkan bumi yang padat dan kokoh di bawah pijakan kaki kita tiba-tiba melunak, mencair, lalu mengalir menyerupai sungai lumpur raksasa?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedengarannya seperti adegan dalam film fiksi ilmiah bergenre <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">apocalypse<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, tapi secara geologi, fenomena ini nyata dan pernah terjadi dalam sejarah peradaban manusia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam keilmuan sains kebumian, fenomena mencekam ini dikenal dengan nama likuifaksi tanah (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">soil liquefaction<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di antara serangkaian peristiwa gempa bumi dahsyat di berbagai penjuru bumi, tragedi di Palu, Indonesia pada tahun 2018 kerap disebut oleh para ahli geofisika internasional sebagai salah satu peristiwa likuifaksi terparah di dunia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biar kita nggak sekadar merinding saat mendengar istilahnya, yuk kita kupas tuntas rahasia di balik fenomena geologi ini!\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita bakal bahas mulai dari pengertian dasar, proses fisika tanah, peristiwa likuifaksi paling dahsyat dalam sejarah bumi, hingga langkah mitigasi teknik yang bisa dilakukan. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Check this out<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, Grameds!<\/span><\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_17 counter-hierarchy counter-decimal ez-toc-grey\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class=\"ez-toc-list ez-toc-list-level-1\"><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/#Apa_Itu_Likuifaksi_Tanah\" title=\"Apa Itu Likuifaksi Tanah?\u00a0\">Apa Itu Likuifaksi Tanah?\u00a0<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-3\"><li class=\"ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/#Syarat_Utama_Terjadinya_Likuifaksi_di_Lapisan_Tanah\" title=\"Syarat Utama Terjadinya Likuifaksi di Lapisan Tanah\">Syarat Utama Terjadinya Likuifaksi di Lapisan Tanah<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-4\"><li class=\"ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/#1_Lapisan_Tanah_Pasir_Jenuh_Air_Saturated_Loose_Sand\" title=\"1. Lapisan Tanah Pasir Jenuh Air (Saturated Loose Sand)\">1. Lapisan Tanah Pasir Jenuh Air (Saturated Loose Sand)<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/#2_Muka_Air_Tanah_Dangkal_Shallow_Water_Table\" title=\"2. Muka Air Tanah Dangkal (Shallow Water Table):\">2. Muka Air Tanah Dangkal (Shallow Water Table):<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/#3_Guncangan_Gempa_Bumi_Kuat_Strong_Seismic_Shaking\" title=\"3. Guncangan Gempa Bumi Kuat (Strong Seismic Shaking)\">3. Guncangan Gempa Bumi Kuat (Strong Seismic Shaking)<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/#Mengapa_Tanah_Bisa_Kehilangan_Daya_Dukung\" title=\"Mengapa Tanah Bisa Kehilangan Daya Dukung?\">Mengapa Tanah Bisa Kehilangan Daya Dukung?<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/#Tragedi_Palu_2018_Salah_Satu_Kasus_Likuifaksi_Terparah_di_Dunia\" title=\"Tragedi Palu 2018: Salah Satu Kasus Likuifaksi Terparah di Dunia\">Tragedi Palu 2018: Salah Satu Kasus Likuifaksi Terparah di Dunia<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-3\"><li class=\"ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/#Fenomena_Flow_Liquefaction_yang_Menggeser_Pemukiman_Ratusan_Meter\" title=\"Fenomena Flow Liquefaction yang Menggeser Pemukiman Ratusan Meter\">Fenomena Flow Liquefaction yang Menggeser Pemukiman Ratusan Meter<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/#Peran_Air_Tanah_dan_Irigasi_dalam_Memicu_Kebasahan_Ekstrem\" title=\"Peran Air Tanah dan Irigasi dalam Memicu Kebasahan Ekstrem\">Peran Air Tanah dan Irigasi dalam Memicu Kebasahan Ekstrem<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/#Deretan_Peristiwa_Likuifaksi_Dahsyat_Lainnya_dalam_Sejarah_Geologi\" title=\"Deretan Peristiwa Likuifaksi Dahsyat Lainnya dalam Sejarah Geologi\">Deretan Peristiwa Likuifaksi Dahsyat Lainnya dalam Sejarah Geologi<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-3\"><li class=\"ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/#Gempa_Niigata_1964_Jepang_Robohnya_Apartemen_Utuh\" title=\"Gempa Niigata 1964 (Jepang) &amp; Robohnya Apartemen Utuh\">Gempa Niigata 1964 (Jepang) &amp; Robohnya Apartemen Utuh<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/#Gempa_Christchurch_2011_Selandia_Baru_Fenomena_Sand_Boils\" title=\"Gempa Christchurch 2011 (Selandia Baru) &amp; Fenomena Sand Boils\">Gempa Christchurch 2011 (Selandia Baru) &amp; Fenomena Sand Boils<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/#Rekapitulasi_Komparasi_Peristiwa_Likuifaksi_Terbesar_di_Dunia\" title=\"Rekapitulasi Komparasi Peristiwa Likuifaksi Terbesar di Dunia\">Rekapitulasi Komparasi Peristiwa Likuifaksi Terbesar di Dunia<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/#Langkah_Mitigasi_Geoteknik_Mencegah_Risiko_Likuifaksi_Sejak_Dini\" title=\"Langkah Mitigasi Geoteknik: Mencegah Risiko Likuifaksi Sejak Dini\">Langkah Mitigasi Geoteknik: Mencegah Risiko Likuifaksi Sejak Dini<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-4\"><li class=\"ez-toc-heading-level-4\"><ul class=\"ez-toc-list-level-4\"><li class=\"ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/#Ciri-Ciri_Tanah_Pemukiman_Rawan_Likuifaksi\" title=\"Ciri-Ciri Tanah Pemukiman Rawan Likuifaksi\">Ciri-Ciri Tanah Pemukiman Rawan Likuifaksi<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-16\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/#Metode_Pemadatan_Tanah_Soil_Densification_dan_Rekayasa_Pondasi\" title=\"Metode Pemadatan Tanah (Soil Densification) dan Rekayasa Pondasi\">Metode Pemadatan Tanah (Soil Densification) dan Rekayasa Pondasi<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-17\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/#1_Pemetaan_Kawasan_Rawan_Bencana_KRB_Tahap_awal_identifikasi_kerentanan_tanah\" title=\"1. Pemetaan Kawasan Rawan Bencana (KRB): Tahap awal identifikasi kerentanan tanah.\">1. Pemetaan Kawasan Rawan Bencana (KRB): Tahap awal identifikasi kerentanan tanah.<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-18\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/#2_Perbaikan_Drainase_Muka_Air_Tanah_Memadamkan_kondisi_jenuh_air_dalam_tanah\" title=\"2. Perbaikan Drainase &amp; Muka Air Tanah: Memadamkan kondisi jenuh air dalam tanah.\">2. Perbaikan Drainase &amp; Muka Air Tanah: Memadamkan kondisi jenuh air dalam tanah.<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-19\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/#3_Pemadatan_Tanah_Soil_Densification_Meningkatkan_kerapatan_butiran_tanah\" title=\"3. Pemadatan Tanah (Soil Densification): Meningkatkan kerapatan butiran tanah.\">3. Pemadatan Tanah (Soil Densification): Meningkatkan kerapatan butiran tanah.<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-20\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/#4_Pondasi_Dalam_Pondasi_Tiang_Pancang_Rekayasa_pondasi_tahan_likuifaksi\" title=\"4. Pondasi Dalam (Pondasi Tiang Pancang):Rekayasa pondasi tahan likuifaksi.\">4. Pondasi Dalam (Pondasi Tiang Pancang):Rekayasa pondasi tahan likuifaksi.<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-21\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/#Dampak_Ekologis_Pasca_Likuifaksi\" title=\"Dampak Ekologis Pasca Likuifaksi\">Dampak Ekologis Pasca Likuifaksi<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-4\"><li class=\"ez-toc-heading-level-4\"><ul class=\"ez-toc-list-level-4\"><li class=\"ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-22\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/#Kerusakan_Struktur_dan_Kesuburan_Profil_Tanah\" title=\"Kerusakan Struktur dan Kesuburan Profil Tanah\">Kerusakan Struktur dan Kesuburan Profil Tanah<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-23\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/#Gangguan_Sistem_Hidrologi_Akuifer_Air_Tanah\" title=\"Gangguan Sistem Hidrologi &amp; Akuifer Air Tanah\">Gangguan Sistem Hidrologi &amp; Akuifer Air Tanah<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-24\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/#Pembentukan_Bentang_Alam_Baru_Topografi_Lahan_Basah\" title=\"Pembentukan Bentang Alam Baru (Topografi &amp; Lahan Basah)\">Pembentukan Bentang Alam Baru (Topografi &amp; Lahan Basah)<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-25\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/#Disrupsi_Vegetasi_dan_Keragaman_Hayati_Lokal\" title=\"Disrupsi Vegetasi dan Keragaman Hayati Lokal\">Disrupsi Vegetasi dan Keragaman Hayati Lokal<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-26\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/#Ancaman_Erosi_Sekunder_dan_Bahaya_Debu_Pasir\" title=\"Ancaman Erosi Sekunder dan Bahaya Debu Pasir\">Ancaman Erosi Sekunder dan Bahaya Debu Pasir<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-27\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/#Mitigasi_Tata_Ruang_Pemukiman_Rawan_Likuifaksi\" title=\"Mitigasi &amp; Tata Ruang Pemukiman Rawan Likuifaksi\">Mitigasi &amp; Tata Ruang Pemukiman Rawan Likuifaksi<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-4\"><li class=\"ez-toc-heading-level-4\"><ul class=\"ez-toc-list-level-4\"><li class=\"ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-28\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/#Identifikasi_Indikator_Fisik_Tanah_Pemukiman_Rawan_Likuifaksi\" title=\"Identifikasi &amp; Indikator Fisik Tanah Pemukiman Rawan Likuifaksi\">Identifikasi &amp; Indikator Fisik Tanah Pemukiman Rawan Likuifaksi<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-29\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/#Penerapan_Tata_Ruang_Berbasis_Mikrozonasi_Spatial_Planning\" title=\"Penerapan Tata Ruang Berbasis Mikrozonasi (Spatial Planning)\">Penerapan Tata Ruang Berbasis Mikrozonasi (Spatial Planning)<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-30\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/#Strategi_Rekayasa_Geoteknik_untuk_Pemukiman\" title=\"Strategi Rekayasa Geoteknik untuk Pemukiman\">Strategi Rekayasa Geoteknik untuk Pemukiman<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-31\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/#Edukasi_Masyarakat_Kesiapsiagaan_Jalur_Evakuasi\" title=\"Edukasi Masyarakat &amp; Kesiapsiagaan Jalur Evakuasi\">Edukasi Masyarakat &amp; Kesiapsiagaan Jalur Evakuasi<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-32\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/#Kesimpulan\" title=\"Kesimpulan\">Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_Likuifaksi_Tanah\"><\/span><strong>Apa Itu Likuifaksi Tanah?\u00a0<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Likuifaksi adalah proses hilangnya kekuatan dan kekakuan tanah akibat guncangan gempa bumi, sehingga padatan tanah berubah sifat menjadi cairan kental (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">fluid-like behavior<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara terminologi, likuifaksi berasal dari bahasa Latin <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">liquidus<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (cair) dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">facere<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (buat).\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Syarat_Utama_Terjadinya_Likuifaksi_di_Lapisan_Tanah\"><\/span>Syarat Utama Terjadinya Likuifaksi di Lapisan Tanah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara mekanika tanah (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">soil mechanics<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">), tidak semua jenis tanah bisa mengalami likuifaksi. Dikutip dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">United States Geological Survey<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (USGS), fenomena ini memerlukan tiga syarat utama yang terjadi secara bersamaan:<\/span><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Lapisan_Tanah_Pasir_Jenuh_Air_Saturated_Loose_Sand\"><\/span>1. Lapisan Tanah Pasir Jenuh Air (<i>Saturated Loose Sand<\/i>)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanah terdiri dari butiran pasir atau lanau yang belum tersolidasi (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">unconsolidated<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) dan memiliki pori-pori melimpah yang terisi air (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">water-saturated<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">).<\/span><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Muka_Air_Tanah_Dangkal_Shallow_Water_Table\"><\/span>2. Muka Air Tanah Dangkal (<i>Shallow Water Table<\/i>):<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Posisi air tanah berada sangat dekat dengan permukaan, biasanya kurang dari 10 meter.<\/span><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Guncangan_Gempa_Bumi_Kuat_Strong_Seismic_Shaking\"><\/span>3. Guncangan Gempa Bumi Kuat (<i>Strong Seismic Shaking<\/i>)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gelombang geser seismik (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">S-wave<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) berintensitas tinggi yang menggoncang lapisan tanah secara mendadak.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/dasar2-ilmu-tanah?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter \" src=\"https:\/\/image.gramedia.net\/rs:fit:0:0\/f:webp\/plain\/https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/items\/Dasar-dasar-ilmu-tanah.png\" alt=\"Dasar-Dasar Ilmu Tanah\" width=\"344\" height=\"523\" \/><\/a><\/p>\n<h2><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/dasar2-ilmu-tanah?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-92823 size-medium\" src=\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Button-Best-Seller-300x59.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"59\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Button-Best-Seller-300x59.png 300w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Button-Best-Seller.png 346w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/h2>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengapa_Tanah_Bisa_Kehilangan_Daya_Dukung\"><\/span>Mengapa Tanah Bisa Kehilangan Daya Dukung?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada kondisi normal, daya dukung tanah dihasilkan dari kontak antarbutiran pasir yang saling mengunci (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">grain-to-grain contact<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">). Kontak ini menciptakan apa yang disebut tegangan efektif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika gempa bumi terjadi, guncangan berulang yang sangat cepat memaksa butiran pasir merapat. Namun, karena pori-pori tanah terisi penuh oleh air, air tersebut terperangkap dan tidak sempat melarikan diri. Akibatnya, tekanan air pori (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">excess pore water pressure<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) melonjak drastis hingga menyamai atau melebihi beban berat tanah di atasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat tekanan air pori setara dengan tekanan total, kontak antarbutiran terlepas sepenuhnya . Di titik inilah tanah kehilangan kekuatan gesernya (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">shear strength<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) dan bertransformasi menjadi susupan lumpur cair yang mampu menenggelamkan bangunan di atasnya!<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tragedi_Palu_2018_Salah_Satu_Kasus_Likuifaksi_Terparah_di_Dunia\"><\/span><strong>Tragedi Palu 2018: Salah Satu Kasus Likuifaksi Terparah di Dunia<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengapa gempa bumi di Palu, Sulawesi Tengah pada 28 September 2018 digolongkan sebagai salah satu bencana likuifaksi terparah di dunia?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dikutip dari publikasi ilmiah di jurnal <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nature Geoscience<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, gempa berskala 7,5 magnitudo yang dipicu oleh aktivitas Sesar Palu-Koro melahirkan fenomena likuifaksi jenis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">flow liquefaction<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (aliran likuifaksi) berkecepatan tinggi yang sangat langka dan masif.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Fenomena_Flow_Liquefaction_yang_Menggeser_Pemukiman_Ratusan_Meter\"><\/span>Fenomena Flow Liquefaction yang Menggeser Pemukiman Ratusan Meter<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pergeseran Lahan Berjarak Ratusan Meter<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di area Balaroa, Petobo, dan Jono Oge, tanah tidak hanya melunak di tempat, tetapi &#8220;mengalir&#8221; menyerupai sungai lumpur sejauh 1-1,5 kilometer menyusuri kemiringan lereng yang sangat landai.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Fenomena &#8220;Memutus&#8221; Pemukiman<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ribuan rumah terangkat, terbelah, dan tertimbun lumpur tebal hanya dalam hitungan menit. Area pemukiman berhektar-hektar seolah hilang ditelan bumi karena lapisan tanah dasar berubah menjadi cairan kental berkecepatan tinggi.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Peran_Air_Tanah_dan_Irigasi_dalam_Memicu_Kebasahan_Ekstrem\"><\/span>Peran Air Tanah dan Irigasi dalam Memicu Kebasahan Ekstrem<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penelitian yang dirilis oleh Badan Geologi Kementerian ESDM menunjukkan bahwa keberadaan saluran irigasi Gumbasa yang tidak dilapisi beton (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">unlined canal<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) membuat air meresap secara konstan ke dalam tanah pasir di bawahnya selama bertahun-tahun.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini menciptakan kejenuhan air tanah yang sangat ekstrem sebelum gempa terjadi, sehingga saat guncangan melanda, tekanan air pori melonjak secara instan.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Deretan_Peristiwa_Likuifaksi_Dahsyat_Lainnya_dalam_Sejarah_Geologi\"><\/span>Deretan Peristiwa Likuifaksi Dahsyat Lainnya dalam Sejarah Geologi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum tragedi Palu, sejarah geologi mencatat beberapa peristiwa likuifaksi besar yang merubah lanskap dunia dan menjadi tonggak penting berkembangnya rekayasa geoteknik modern:<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Gempa_Niigata_1964_Jepang_Robohnya_Apartemen_Utuh\"><\/span>Gempa Niigata 1964 (Jepang) &amp; Robohnya Apartemen Utuh<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gempa berskala 7,5 magnitudo di Niigata menjadi batu pijakan utama bagi para ilmuwan untuk memahami likuifaksi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gedung-gedung apartemen beton berketinggian 4 lantai di kawasan Kawagishi-cho bertumbangan dan miring hingga 45\u00b0 tanpa kerusakan struktur yang berarti pada bangunannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bangunan-bangunan tersebut &#8220;tenggelam&#8221; utuh karena tanah pendukungnya mencair secara mendadak.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Gempa_Christchurch_2011_Selandia_Baru_Fenomena_Sand_Boils\"><\/span>Gempa Christchurch 2011 (Selandia Baru) &amp; Fenomena Sand Boils<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo ini memicu likuifaksi yang meluas di seluruh wilayah perkotaan. Uniknya, fenomena yang paling mendominasi di sini adalah munculnya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sand boils<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau &#8220;gunung api pasir&#8221;, di mana lumpur cair meletus keluar dari celah-celah retakan tanah dan menutupi ribuan jalan raya serta pemukiman warga dengan ratusan ribu ton lumpur pasir.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Rekapitulasi_Komparasi_Peristiwa_Likuifaksi_Terbesar_di_Dunia\"><\/span>Rekapitulasi Komparasi Peristiwa Likuifaksi Terbesar di Dunia<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk melihat gambaran komparatif skala dampaknya, berikut adalah rekapitulasi data dari berbagai peristiwa likuifaksi global:<\/span><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><b>Peristiwa &amp; Lokasi<\/b><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><b>Magnitudo Gempa<\/b><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><b>Jenis Likuifaksi Utama<\/b><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><b>Karakteristik Unik &amp; Dampak Utama<\/b><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Palu, Indonesia (2018)<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">7,5\u00a0<\/span><\/td>\n<td><i><span style=\"font-weight: 400;\">Flow Liquefaction<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (Aliran)<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Likuifaksi lateral masif meluncur hingga $1,5\\text{ km}$, menimbun ribuan bangunan di Petobo &amp; Balaroa.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Niigata, Jepang (1964)<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">7,5<\/span><\/td>\n<td><i><span style=\"font-weight: 400;\">Cyclic Mobility<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> &amp; <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bearing Capacity Failure<\/span><\/i><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Gedung apartemen beton roboh utuh\/miring karena tanah runtuh; tonggak awal riset geoteknik.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Christchurch, NZ (2011)<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">6,2<\/span><\/td>\n<td><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sand Boils<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> &amp; <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Lateral Spreading<\/span><\/i><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Ratusan ribu ton pasir tersembur ke permukaan kota; memicu pemetaan ulang zona tata ruang.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Great Alaska, AS (1964)<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">9,2<\/span><\/td>\n<td><i><span style=\"font-weight: 400;\">Massive Lateral Slide<\/span><\/i><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Keruntuhan tebing pantai pesisir di Anchorage akibat pencairan lapisan pasir halus.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/mekanika-tanah-untuk-tanah-endapan-residu?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter \" src=\"https:\/\/image.gramedia.net\/rs:fit:0:0\/f:webp\/plain\/https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/items\/show_pic_RzCjfv4.jpg\" alt=\"Mekanika Tanah, Untuk Tanah Endapan dan Residu\" width=\"346\" height=\"411\" \/><\/a><\/p>\n<h2><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/mekanika-tanah-untuk-tanah-endapan-residu?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-92823 size-medium\" src=\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Button-Best-Seller-300x59.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"59\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Button-Best-Seller-300x59.png 300w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Button-Best-Seller.png 346w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/h2>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Langkah_Mitigasi_Geoteknik_Mencegah_Risiko_Likuifaksi_Sejak_Dini\"><\/span>Langkah Mitigasi Geoteknik: Mencegah Risiko Likuifaksi Sejak Dini<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah daerah yang berpotensi likuifaksi bisa diidentifikasi sejak dini? Jawabannya sangat bisa, Grameds! Ilmu geoteknik modern telah merumuskan berbagai metode mitigasi untuk meminimalkan risiko fenomena ini.<\/span><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ciri-Ciri_Tanah_Pemukiman_Rawan_Likuifaksi\"><\/span><strong>Ciri-Ciri Tanah Pemukiman Rawan Likuifaksi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lokasi berada di kawasan endapan aluvial, dataran banjir sungai, atau lahan reklamasi pesisir pantai.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memiliki lapisan tanah pasir yang sangat gembur (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">loose sand<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) berdasarkan pengujian <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Standard Penetration Test<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (SPT) atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Cone Penetration Test<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (CPT).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kedalaman muka air tanah sangat dangkal (&lt;5 meter)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Metode_Pemadatan_Tanah_Soil_Densification_dan_Rekayasa_Pondasi\"><\/span><strong>Metode Pemadatan Tanah (Soil Densification) dan Rekayasa Pondasi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Pemetaan_Kawasan_Rawan_Bencana_KRB_Tahap_awal_identifikasi_kerentanan_tanah\"><\/span><strong>1. Pemetaan Kawasan Rawan Bencana (KRB): Tahap awal identifikasi kerentanan tanah.<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemerintah dan tim ahli geologi menyusun peta mikrozonasi bahaya likuifaksi berdasarkan data bore-hole dan parameter gempa historis.<\/span><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Perbaikan_Drainase_Muka_Air_Tanah_Memadamkan_kondisi_jenuh_air_dalam_tanah\"><\/span>2. Perbaikan Drainase &amp; Muka Air Tanah: Memadamkan kondisi jenuh air dalam tanah.<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Membuat saluran penurun muka air tanah (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dewatering system<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) agar lapisan tanah pasir tidak selalu dalam kondisi jenuh air penuh.<\/span><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Pemadatan_Tanah_Soil_Densification_Meningkatkan_kerapatan_butiran_tanah\"><\/span>3. Pemadatan Tanah (Soil Densification): Meningkatkan kerapatan butiran tanah.<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melakukan proses <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Vibro-replacement<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dynamic Compaction<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Grouting<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (penyuntikan semen) untuk merapatkan susunan butiran pasir gembur menjadi sangat padat.<\/span><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Pondasi_Dalam_Pondasi_Tiang_Pancang_Rekayasa_pondasi_tahan_likuifaksi\"><\/span>4. Pondasi Dalam (Pondasi Tiang Pancang):Rekayasa pondasi tahan likuifaksi.<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memastikan struktur bangunan bertumpu pada lapisan batuan keras (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bedrock<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) di bawah kedalaman zona cair, bukan sekadar bertumpu pada tanah dangkal.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dampak_Ekologis_Pasca_Likuifaksi\"><\/span>Dampak Ekologis Pasca Likuifaksi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Likuifaksi tidak hanya merusak struktur bangunan dan infrastruktur di permukaan, tetapi juga membawa dampak ekologis jangka panjang yang merubah fungsi serta ekosistem lingkungan secara permanen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika pencairan tanah (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">soil liquefaction<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) terjadi, massa tanah mengalami deformasi hebat, teraduk, dan mengalir (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">flow liquefaction<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">). Berikut adalah penjelasan detail mengenai dampak ekologis pasca-likuifaksi:<\/span><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kerusakan_Struktur_dan_Kesuburan_Profil_Tanah\"><\/span>Kerusakan Struktur dan Kesuburan Profil Tanah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kerusakan Lapisan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Topsoil<\/span><\/i><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lapisan tanah atas (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">topsoil<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) yang kaya akan bahan organik, humus, dan mikroorganisme teraduk atau tertimbun oleh endapan pasir, lanau, dan lumpur anorganik dari lapisan tanah dalam.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penurunan Kualitas Unsur Hara<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Campuran material pasir-lanau mentah dari bawah tanah mengurangi tekstur gembur dan kapasitas ikat air tanah. Akibatnya, lahan bekas likuifaksi mengalami penurunan kesuburan yang signifikan, membuat tanaman sulit tumbuh secara alami tanpa reklamasi tanah yang intensif.<\/span><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Gangguan_Sistem_Hidrologi_Akuifer_Air_Tanah\"><\/span>Gangguan Sistem Hidrologi &amp; Akuifer Air Tanah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Merusak Saluran Akuifer Alami<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pergeseran massa tanah secara lateral (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">lateral spreading<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) dan keruntuhan zona pemicu mencincang dan menutup rongga-rongga akuifer dangkal.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pencemaran Air Tanah<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sumur warga dan sumber air bersih terkontaminasi oleh endapan lumpur pekat, material lumpur jenuh, hingga potensi polutan sekunder dari infrastruktur pemukiman yang tertimbun (seperti saluran septic tank atau bahan kimia rumah tangga).<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perubahan Arah Aliran Air Tanah<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terbentuknya retakan dan pemadatan tanah di area baru mengubah rute resapan air (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">recharge area<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) dan aliran air tanah dangkal di wilayah sekitar.<\/span><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pembentukan_Bentang_Alam_Baru_Topografi_Lahan_Basah\"><\/span>Pembentukan Bentang Alam Baru (Topografi &amp; Lahan Basah)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penurunan Permukaan Tanah (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Subsidence<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hilangnya volume material bawah tanah menyebabkan amblesan tanah di beberapa titik hingga membentuk cekungan-cekungan besar.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Munculnya Danau\/Lahan Basah Baru (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Topogenic Wetland<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cekungan amblesan yang berada di bawah tingkat muka air tanah akan terisi air secara konstan, menciptakan danau-danau baru atau rawa-rawa buatan yang mengubah ekosistem daratan menjadi ekosistem perairan\/lahan basah.<\/span><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Disrupsi_Vegetasi_dan_Keragaman_Hayati_Lokal\"><\/span>Disrupsi Vegetasi dan Keragaman Hayati Lokal<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kematian Masif Vegetasi<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pergerakan tanah yang deras merusak perakaran pohon dan vegetasi lokal, mencabut atau menimbun tanaman di atasnya.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kehilangan Habitat Alami<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Satwa lokal dan organisme tanah (seperti cacing tanah, bakteri pengikat nitrogen, dan fungi mikoriza) kehilangan habitat utamanya akibat perubahan sifat fisik dan kimia tanah secara drastis.<\/span><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ancaman_Erosi_Sekunder_dan_Bahaya_Debu_Pasir\"><\/span>Ancaman Erosi Sekunder dan Bahaya Debu Pasir<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rentan Erosi Air dan Angin<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanah bekas likuifaksi yang mengering cenderung menjadi sangat gembur, mudah lepas, dan kehilangan pengikat alami. Saat musim hujan, area ini rentan mengalami erosi air dan tanah longsor susulan.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Polusi Udara (Debu Pasir)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di musim kemarau, material halus pasir dan lanau yang mengering di permukaan mudah diterbangkan angin, menyebabkan polusi debu yang mengganggu kesehatan pernapasan makhluk hidup di sekitarnya.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/mekanika-tanah-edisi-baru?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter \" src=\"https:\/\/image.gramedia.net\/rs:fit:0:0\/f:webp\/plain\/https:\/\/cdn.gramedia.com\/uploads\/items\/9789792961546_Mekanika-Tana.jpg\" alt=\"Mekanika Tanah\" width=\"347\" height=\"510\" \/><\/a><\/p>\n<h2><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/products\/mekanika-tanah-edisi-baru?utm_source=bestseller&amp;utm_medium=bestsellerbuku&amp;utm_campaign=seo&amp;utm_content=BestSellerRekomendasi\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-92823 size-medium\" src=\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Button-Best-Seller-300x59.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"59\" srcset=\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Button-Best-Seller-300x59.png 300w, https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Button-Best-Seller.png 346w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/h2>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mitigasi_Tata_Ruang_Pemukiman_Rawan_Likuifaksi\"><\/span>Mitigasi &amp; Tata Ruang Pemukiman Rawan Likuifaksi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tragedi fenomena likuifaksi terparah di dunia memberikan pelajaran berharga bahwa pembangunan pemukiman tidak boleh lagi mengabaikan aspek geoteknik dan hidrologi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mitigasi bencana berbasis penataan ruang (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">spatial planning mitigation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) adalah benteng pertahanan utama untuk mencegah jatuhnya korban jiwa serta kerugian infrastruktur yang masif di kawasan rawan bencana.<\/span><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Identifikasi_Indikator_Fisik_Tanah_Pemukiman_Rawan_Likuifaksi\"><\/span>Identifikasi &amp; Indikator Fisik Tanah Pemukiman Rawan Likuifaksi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum membangun kawasan perumahan, masyarakat maupun pengembang (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">developer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) perlu mengenali karakteristik lingkungan yang berpotensi mengalami likuifaksi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Morfologi Lahan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terletak di daerah dataran aluvial (endapan sungai), bekas rawa-rawa, kawasan delta, atau lahan reklamasi pesisir pantai.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Muka Air Tanah Dangkal<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Air tanah dapat ditemukan dengan mudah pada kedalaman kurang dari 3-5 meter di bawah permukaan tanah.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Karakteristik Tanah Gembur<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Didominasi oleh pasir halus, pasir lanauan, atau lanau tanpa perekat (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">non-cohesive loose soil<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) yang belum terkompaksi secara alami.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kemunculan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sand Boils<\/span><\/i><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sering muncul semburan air bercampur pasir halus dari celah tanah saat terjadi guncangan kecil atau musim hujan ekstrem.<\/span><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penerapan_Tata_Ruang_Berbasis_Mikrozonasi_Spatial_Planning\"><\/span><strong>Penerapan Tata Ruang Berbasis Mikrozonasi (Spatial Planning)<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penataan ruang yang aman harus mengacu pada pemetaan mikrozonasi bencana geologi (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">seismic hazard microzonation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) untuk membagi kawasan pemukiman menjadi beberapa zona peruntukan:<\/span><\/p>\n<table style=\"width: 100%;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center; width: 22.5352%;\"><b>Zona Kerentanan<\/b><\/td>\n<td style=\"text-align: center; width: 24.6479%;\"><b>Tingkat Risiko Likuifaksi<\/b><\/td>\n<td style=\"text-align: center; width: 51.6901%;\"><b>Arahan Pemanfaatan Ruang (Tata Ruang)<\/b><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 22.5352%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Zona Merah (KRB Tinggi)<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 24.6479%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sangat Tinggi \/ <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Flow Liquefaction<\/span><\/i><\/td>\n<td style=\"width: 51.6901%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Zona Terlarang (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Red Zone<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">). Dialihkan menjadi kawasan RTH (Ruang Terbuka Hijau), hutan kota, atau area konservasi.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 22.5352%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Zona Kuning (KRB Sedang)<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 24.6479%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sedang \/ <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Lateral Spreading<\/span><\/i><\/td>\n<td style=\"width: 51.6901%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Zona Bersyarat. Diizinkan untuk pemukiman kepadatan rendah dengan syarat rekayasa geoteknik ketat.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 22.5352%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Zona Hijau (KRB Rendah)<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 24.6479%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sangat Rendah &#8211; Rendah<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 51.6901%;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Zona Budidaya. Diperuntukkan bagi kawasan pemukiman padat, infrastruktur publik, dan pusat bisnis.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Strategi_Rekayasa_Geoteknik_untuk_Pemukiman\"><\/span><strong>Strategi Rekayasa Geoteknik untuk Pemukiman<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada zona bersyarat, beberapa teknologi mitigasi struktur dapat diterapkan untuk mengamankan lahan pemukiman dari ancaman pencairan tanah:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengujian Geoteknik Lapangan (SPT\/CPT):Uji ketahanan dan kebalan lapisan tanah dasar.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melakukan pengujian <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Standard Penetration Test<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (SPT) atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Cone Penetration Test<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (CPT\/Sondir) untuk mengetahui nilai perlawanan penetrasi dan kedalaman lapisan keras (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bedrock<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">).<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pemasangan Drainase Bawah Tanah (Subsurface Drainage):Menghilangkan faktor jenuh air pada pori tanah.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Membangun sistem sumur resapan, sumur dalam (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dewatering well<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">), dan saluran drainase terintegrasi untuk menjaga tinggi muka air tanah berada di kedalaman aman &gt;8 meter<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Stabilisasi dan Pemadatan Tanah (Soil Densification):Meningkatkan kerapatan butiran pasir gembur.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menggunakan teknologi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">stone column<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (tiang batu), <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">vibro-flotation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, atau penyuntikan semen (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">grouting<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) agar kepadatan tanah meningkat sehingga tekanan air pori tidak melonjak saat gempa.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penerapan Pondasi Dalam (Deep Foundations):Menyalurkan beban ke lapisan batuan keras.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menggunakan pondasi tiang pancang (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pile foundation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bored pile<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang menembus lapisan tanah lunak hingga menancap kokoh pada batuan keras di bawahnya.<\/span><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Edukasi_Masyarakat_Kesiapsiagaan_Jalur_Evakuasi\"><\/span><strong>Edukasi Masyarakat &amp; Kesiapsiagaan Jalur Evakuasi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mitigasi fisik harus didukung oleh kesiapan komunal masyarakat lokal:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sistem Peringatan Dini Berbasis Komunitas<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melatih warga mengenali suara gemuruh atau retakan tanah saat gempa bumi melanda.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Peta Rute Evakuasi Mandiri<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menentukan titik kumpul aman (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">assembly point<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) yang berada di luar zona merah atau di atas bukit\/batuan keras (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bedrock<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) terdekat.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengawasan Izin Mendirikan Bangunan (IMB\/PBG)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemerintah daerah wajib memperketat proses audit geoteknik sebelum menerbitkan izin pembangunan pemukiman baru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memahami pentingnya tata ruang dan mitigasi geologi adalah langkah awal untuk mewujudkan pemukiman yang aman dan ramah bencana.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belajar dari rentetan peristiwa bencana, khususnya fenomena likuifaksi terparah di dunia seperti yang terjadi di Palu, membuka mata kita bahwa pemahaman geologi bukan sekadar teori akademis di atas kertas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemahaman mengenai mekanika tanah, kondisi hidrologi, dan karakteristik Sesar aktif adalah kunci utama dalam membangun peradaban yang tangguh bencana (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">disaster resilient society<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mitigasi berbasis sains dimulai dari tata ruang yang berbasis mikrozonasi hingga rekayasa geoteknik yang memadai.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini harus menjadi prioritas utama sebelum membangun infrastruktur di negara yang berada di jalur <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ring of Fire<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> seperti Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gimana Grameds? Makin penasaran ingin mendalami rahasia kebumian, sains geofisika, geoteknik, hingga ilmu mitigasi bencana alam lainnya?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yuk, perluas wawasan dan literasi sainsmu dengan membaca berbagai koleksi buku ilmu kebumian, sains populer, dan kebencanaan terlengkap hanya di<\/span><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/?utm_source=gemini\"> <span style=\"font-weight: 400;\">Gramedia.com<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Mari terus belajar dan mengenal bumi tempat kita tinggal bersama Gramedia!<\/span><\/p>\n[vc_column width=\"1\/2\"][vc_tta_accordion][vc_tta_section title=\"Artikel Terkait\" tab_id=\"1609656944148-f362d048-3421\"][vc_column_text]\r\n<ul>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/7-fungsi-kawah-gunung-berapi-bukan-sekadar-lubang-erupsi-biasa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">7 Fungsi Kawah Gunung Berapi<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/bikin-takjub-ini-kawah-gunung-berapi-terbesar-di-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bikin Takjub Inilah Kawah Gunung Terbesar di Indonesia<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-tentang-aliran-lahar-gunung-berapi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Fakta Aliran Lahar Gunung Berapi<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-awan-panas-gunung-berapi-wedhus-gembel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Fakta Awan Panas Gunung Berapi<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/fakta-tentang-magma\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Fakta Tentang Magma<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/gila-inilah-kawah-gunung-berapi-terbesar-di-dunia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kawah Gunung Terbesar di Dunia<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/kaldera-terbesar-di-dunia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kaldera Terbesar di Dunia<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Likuifaksi Terparah di Dunia<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/apa-itu-kaldera-kenali-pengertian-dan-jenisnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengertian Kaldera<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/perbedaan-kawah-dan-kaldera-pada-gunung-api-yang-wajib-diketahui\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perbedaan Kawah dan Kaldera<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/membedah-proses-terbentuknya-kawah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Proses Terbentuknya Kawah<\/a><\/li>\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/proses-terbentuknya-kaldera\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Proses Terbentuknya Kaldera<\/a><\/li>\t\r\n\t<li><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wajib-punya-ini-isi-tas-siaga-bencana-gunung-meletus\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Wajib Punya Tas Siaga Bencana Gunung Meletus<\/a><\/li>\r\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>likuifaksi terparah di dunia &#8211; Pernah nggak sih Grameds membayangkan bumi yang padat dan kokoh di bawah pijakan kaki kita tiba-tiba melunak, mencair, lalu mengalir menyerupai sungai lumpur raksasa?\u00a0 Kedengarannya seperti adegan dalam film fiksi ilmiah bergenre apocalypse, tapi secara geologi, fenomena ini nyata dan pernah terjadi dalam sejarah peradaban manusia. Dalam keilmuan sains kebumian, [&hellip;] <a class=\"g1-link g1-link-more\" href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/\">More<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":185533093,"featured_media":105664,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[2114,2008],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v17.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Likuifaksi Terparah di Dunia: Berubahnya Tanah Padat Menjadi &quot;Lautan&quot;<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Likuifaksi Terparah di Dunia: Berubahnya Tanah Padat Menjadi &quot;Lautan&quot; dari Gramedia.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Likuifaksi Terparah di Dunia: Berubahnya Tanah Padat Menjadi &quot;Lautan&quot;\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Likuifaksi Terparah di Dunia: Berubahnya Tanah Padat Menjadi &quot;Lautan&quot; dari Gramedia.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Best Seller Gramedia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-21T08:32:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/22236401\/pexels-photo-22236401.jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/22236401\/pexels-photo-22236401.jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Vania Andini\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\",\"name\":\"Gramedia\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\",\"sameAs\":[],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"Gramedia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\",\"name\":\"Best Seller Gramedia\",\"description\":\"Inspiration Transformed\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/22236401\/pexels-photo-22236401.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/22236401\/pexels-photo-22236401.jpeg\",\"width\":\"3280\",\"height\":\"2091\",\"caption\":\"likuifaksi terparah\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/\",\"name\":\"Likuifaksi Terparah di Dunia: Berubahnya Tanah Padat Menjadi \\\"Lautan\\\"\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2026-09-21T08:32:58+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-21T08:32:58+00:00\",\"description\":\"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Likuifaksi Terparah di Dunia: Berubahnya Tanah Padat Menjadi \\\"Lautan\\\" dari Gramedia.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Likuifaksi Terparah di Dunia: Berubahnya Tanah Padat Menjadi &#8220;Lautan&#8221;\"}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/1dea2d25ae631209db6653f05d255682\"},\"headline\":\"Likuifaksi Terparah di Dunia: Berubahnya Tanah Padat Menjadi &#8220;Lautan&#8221;\",\"datePublished\":\"2026-09-21T08:32:58+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-21T08:32:58+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/#webpage\"},\"wordCount\":2111,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/22236401\/pexels-photo-22236401.jpeg\",\"articleSection\":[\"Alam\",\"Geografi\"],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/1dea2d25ae631209db6653f05d255682\",\"name\":\"Vania Andini\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0fad9aa1cbbb7c57fb8bcdc8bee889b8?s=96&d=identicon&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0fad9aa1cbbb7c57fb8bcdc8bee889b8?s=96&d=identicon&r=g\",\"caption\":\"Vania Andini\"},\"description\":\"perempuan di balik layar. mengamati tren dalam industri literasi dan aktif membagikan ulasan buku serta menulis artikel.\",\"url\":\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/author\/vannovie\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Likuifaksi Terparah di Dunia: Berubahnya Tanah Padat Menjadi \"Lautan\"","description":"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Likuifaksi Terparah di Dunia: Berubahnya Tanah Padat Menjadi \"Lautan\" dari Gramedia.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Likuifaksi Terparah di Dunia: Berubahnya Tanah Padat Menjadi \"Lautan\"","og_description":"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Likuifaksi Terparah di Dunia: Berubahnya Tanah Padat Menjadi \"Lautan\" dari Gramedia.","og_url":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/","og_site_name":"Best Seller Gramedia","article_published_time":"2026-09-21T08:32:58+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/22236401\/pexels-photo-22236401.jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_image":"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/22236401\/pexels-photo-22236401.jpeg","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Vania Andini","Estimasi waktu membaca":"11 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization","name":"Gramedia","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/","sameAs":[],"logo":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png","contentUrl":"https:\/\/cdnwpseller.gramedia.net\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/18170603\/cropped-icon-Gramedia.com-logo-color.png","width":512,"height":512,"caption":"Gramedia"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#logo"}},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/","name":"Best Seller Gramedia","description":"Inspiration Transformed","publisher":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/#primaryimage","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/22236401\/pexels-photo-22236401.jpeg","contentUrl":"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/22236401\/pexels-photo-22236401.jpeg","width":"3280","height":"2091","caption":"likuifaksi terparah"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/#webpage","url":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/","name":"Likuifaksi Terparah di Dunia: Berubahnya Tanah Padat Menjadi \"Lautan\"","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/#primaryimage"},"datePublished":"2026-09-21T08:32:58+00:00","dateModified":"2026-09-21T08:32:58+00:00","description":"Berikut ini adalah ulasan lengkap seputar Likuifaksi Terparah di Dunia: Berubahnya Tanah Padat Menjadi \"Lautan\" dari Gramedia.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Likuifaksi Terparah di Dunia: Berubahnya Tanah Padat Menjadi &#8220;Lautan&#8221;"}]},{"@type":"Article","@id":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/#webpage"},"author":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/1dea2d25ae631209db6653f05d255682"},"headline":"Likuifaksi Terparah di Dunia: Berubahnya Tanah Padat Menjadi &#8220;Lautan&#8221;","datePublished":"2026-09-21T08:32:58+00:00","dateModified":"2026-09-21T08:32:58+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/#webpage"},"wordCount":2111,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/master-sellers.gramedia.com\/likuifaksi-terparah-di-dunia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/22236401\/pexels-photo-22236401.jpeg","articleSection":["Alam","Geografi"],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#\/schema\/person\/1dea2d25ae631209db6653f05d255682","name":"Vania Andini","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/#personlogo","inLanguage":"id-ID","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0fad9aa1cbbb7c57fb8bcdc8bee889b8?s=96&d=identicon&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0fad9aa1cbbb7c57fb8bcdc8bee889b8?s=96&d=identicon&r=g","caption":"Vania Andini"},"description":"perempuan di balik layar. mengamati tren dalam industri literasi dan aktif membagikan ulasan buku serta menulis artikel.","url":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/author\/vannovie\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105662"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/users\/185533093"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=105662"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105662\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":105663,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105662\/revisions\/105663"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/media\/105664"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=105662"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=105662"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=105662"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}